Menkeu Sri Mulyani Bagikan Pengalaman Atasi Tantangan Pembiayaan Infrastruktur

JAYAKARTA NEWS – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membagikan pengalamannya dalam mengatasi tantangan pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Ia menuturkan, Indonesia sejak tahun 2005-2006 mulai menerapkan sistem Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau dikenal juga dengan public-private partnership.

Selain itu, pemerintah mendirikan beberapa institusi untuk bisa menjembatani kebutuhan public finance dengan sektor private. Sejumlah lembaga berupa Special Mission Vehicle (SMV) dan Badan Layanan Umum (BLU) tersebut antara lain PT IIF, PT PII, PT SMI, LMAN, dan juga Indonesia Investment Authority (INA).

“Perjalanan untuk membangun infrastruktur itu dari zaman ke zaman selalu ada. Namun tadi disampaikan bahwa keinginan dan kebutuhan yang sangat besar, di sisi lain dihadapkan pada keuangan negara yang selalu terbatas karena kebutuhan dari negara itu enggak cuman infrastruktur,” ujar Menkeu dalam Soft Launching Buku & Seminar: “Infrastruktur untuk Pembangunan Ekonomi Inklusif di Indonesia pada Jumat (27/10/2023) di Jakarta.

Sri Mulyani mengungkapkan, kebutuhan membangun infrastruktur sangat penting bagi suatu negara untuk bisa maju. Baik itu dalam mengentaskan kemiskinan, membangun ekonomi, maupun meningkatkan competitiveness dan produktivitas.

“Makanya tadi disebutkan dari kebutuhan infrastruktur ini kita hanya menyediakan paling besar 37%, tapi kan kita tidak berarti oh karena 37% ya kita capai 37% saja. Ini akan membuat Indonesia makin tertinggal kemajuannya, kemiskinan tidak teratasi, pengangguran merebak, dan produktivitas serta competitiveness kita menjadi sangat terganggu atau menurun,” paparnya.

Ia pun mengungkapkan, berbagai pengalaman pemerintah dalam mengatasi tantangan infrastruktur tersebut sangat sayang jika tidak dibukukan untuk diambil manfaatnya.

“Nah, Kementerian Keuangan pada hari ini sebetulnya menangkap berbagai pengalaman kita di dalam pembiayaan infrastruktur terutama untuk KPBU itu dengan melihat begitu banyaknya pengalaman, kesulitan, inovasi yang muncul, rasanya sayang kalau tidak ditangkap atau tidak dibukukan dan dibagikan,” ucap Sri Mulyani.

Menurutnya, hal itu dapat digunakan juga sebagai bahan pembelajaran, baik untuk para birokrat, pembuat kebijakan, para akademisi, serta para pelaku usaha. Ia juga berharap pembelajaran tersebut dapat mendukung terciptanya community of practice dari berbagai bidang, baik sisi finansial, teknik, hukum, lingkungan, maupun sosial. 

“Ini adalah effort yang luar biasa dari waktu ke waktu, dan saya senang kalau kita bisa membukukan, meng-capture-nya karena sering kita punya pengalaman terus yang nulis tuh orang asing. Nanti jadi studi kasusnya di Harvard, di Columbia, Indonesia sendiri UI nggak pernah jadi studi kasus, UGM enggak membuat studi kasus, ITB tidak membuat studi kasus. Ini sayang sehingga ya ranking kita di bawah terus, yang capturing knowledge dan mendapatkan kredit malah justru institusi-institusi asing. Ini bagian dari mungkin membangun Indonesia tidak terlihat seperti infrastruktur tapi it matters a lot, itu membangun Indonesia banyak,” pungkas Menkeu.***/mel

Pemerintah Luncurkan Paket Kebijakan Atasi Dampak El Nino dan Tekanan Ekonomi Global 

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan paket kebijakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi. Kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka merespons gejolak ekonomi global, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan kemarau panjang akibat El Nino.

“Saya ingin menyampaikan beberapa langkah kebijakan APBN untuk menjaga stabilitas dan menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah deraan dan tekanan yang sekarang ini terjadi dari ekonomi global. Juga ada faktor El Nino yang kita lihat memukul terutama masyarakat kita yang berpendapatan rendah,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Rabu (25/10/2023), di Jakarta.

Menkeu mengatakan, terjadinya El Nino mengakibatkan lonjakan harga komoditas seperti beras yang memicu tekanan inflasi tinggi. Selain itu, tingginya suku bunga di negara maju dan melemahnya outlook perekonomian global menimbulkan dampak yang sangat terasa di dalam perekonomian dan masyarakat.

“Maka APBN perlu untuk memberikan perlindungan dengan penebalan bansos. Ini supaya terutama masyarakat rendah yang berpendapatan rendah kita juga ingin memperkuat kegiatan ekonomi terutama di level grass root dengan UMKM. UMKM kita juga kita ingin terus dorong, terutama untuk penyaluran KUR dan juga kita ingin makin meningkatkan terutama sektor properti perumahan,” ujarnya.

Sri Mulyani menjelaskan, paket kebijakan pertama adalah penebalan bansos berupa tambahan bantuan beras dan bantuan langsung tunai (BLT). Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli, stabilisasi harga, dan pengendalian inflasi.

Tambahan bantuan beras akan diberikan kepada 21,3 juta kelompok penerima manfaat sebesar 10 kilogaram selama bulan Desember dengan total kebutuhan anggaran Rp2,67 triliun. Sementara, BLT akan diberikan kepada 18,8 juta kelompok penerima manfaat sebesar Rp200 ribu per bulan selama November-Desember dengan total kebutuhan anggaran Rp7,52 triliun.

Paket kebijakan kedua ditujukan untuk mengoptimalkan peran UMKM melalui percepatan realisasi kredit usaha rakyat (KUR).

“Kita mendorong KUR ini ya tahun ini untuk bisa ditingkatkan mencapai Rp297 [triliun] targetnya. Kita melihat pelaksanaan KUR agak tersendat pada semester satu, maka kita minta agar program ini diakselerasi sehingga bisa tercapai target 297,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan paket kebijakan ketiga adalah penguatan sektor perumahan untuk mendongkrak kegiatan di sektor konstruksi perumahan dan sekaligus membantu masyarakat berpendapatan rendah untuk bisa mendapatkan rumah.

Bentuk kebijakannya yaitu pemberian pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk penjualan rumah baru dengan harga di bawah Rp2 miliar. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah juga memberi bantuan biaya administrasi (BBA) selama 14 bulan sebesar Rp4 juta per rumah. Terakhir, dukungan juga diberikan pada penambahan target bantuan rumah sejahtera terpadu (RST) untuk masyarakat miskin sebanyak 1,8 ribu rumah.

“Berbagai langkah-langkah ini yang kita lakukan untuk terutama sektor konstruksi, tapi juga di bantalan bantalan sosial, kami berharap bisa membuat perekonomian kita bertahan dari guncangan ketidakpastian global,” tandasnya.***/mel

Surplus September 2023 Rp67,7 Triliun, Menkeu: Kinerja APBN Masih Terjaga Baik

JAYAKARTA NEWS – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga baik dengan mencatatkan surplus sebesar Rp67,7 triliun atau setara 0,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga September 2023.

“APBN sampai dengan September posisinya masih baik dan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Bahkan ada beberapa yang kita lihat trennya cukup baik,” kata Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2023 di Jakarta pada Rabu (25/10).

Surplus APBN dibentuk dari pendapatan negara yang lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja negara. Menkeu mengungkapkan pendapatan negara pada September 2023 sebesar Rp2.035,6 triliun atau 82,6 persen dari target di dalam Undang-undang APBN Tahun 2023. 

“Itu artinya tumbuh 3,1 persen dari tahun lalu,” ujar Menkeu. 

Sementara, realisasi belanja negara telah mencapai Rp1.967,9 triliun atau tumbuh 2,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.913,7 triliun. Realisasi tersebut telah mencapai 64,3 persen dari total pagu anggaran dalam APBN 2023. 

“Dengan posisi pendapatan negara dan belanja negara tersebut, APBN dalam posisi surplus Rp67,7 triliun atau 0,32 persen dari Produk Domestik Bruto dengan keseimbangan primer adalah Rp389,7 triliun,” kata Menkeu.

Namun demikian, Menkeu mengingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah ketidakpastian global. Perekonomian global masih lemah akibat ketidakpastian situasi geopolitik, kenaikan inflasi dan suku bunga, pelemahan ekonomi Tiongkok dan ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat, volatilitas harga komoditas, hingga perubahan iklim.

“Risiko dan ketidakpastian terutama dari global meningkat dan itu memberikan dampak rembesan atau spill over ke dalam negeri yang berpotensi bisa mempengaruhi mulai dari nilai tukar, kemudian inflasi, dan pertumbuhan ekonomi kita. Volatilitas atau gejolak dari pasar keuangan ini memiliki dampak di sektor riil,” ujar Menkeu. 

Dengan situasi global yang cukup dinamis dan menantang, Menkeu menilai aktivitas ekonomi Indonesia masih terjaga walaupun tetap harus mewaspadai dampak perlambatan ekonomi global dan eskalasi geopolitik. APBN sebagai motor penggerak sekaligus alat pengaman diharapkan dapat tetap solid menjaga stabilitas ekonomi, melindungi serta memberi manfaat bagi masyarakat.

“Meskipun dengan situasi yang cukup menekan dan dinamis, konsumsi masih terjaga confidence-nya dan juga kita menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai alat kebijakan dan instrumen yang kita miliki. Makanya ekonomi relatif bisa terjaga,” kata Menkeu.***/mel

Kemenkeu Berkomitmen Membina UMKM Masuk Pasar Global

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berkomitmen ikut serta dalam program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah di Indonesia. Komitmen ini salah satunya ditunjukkan melalui implementasi inisiatif strategis Kemenkeu Satu Lampung dalam membantu pengusaha UMKM masuk ke pasar global.

“Seperti tadi telah kita dengar memfasilitasi, membantu memberikan pendampingan, memberikan bantuan supaya bisa melakukan ekspor, bisa melakukan berhubungan dengan pembeli, calon pembeli. Beberapa ada yang dihubungkan dengan teman-teman di bea cukai yang sebagai atase keuangan di mancanegara, beberapa juga dibantu untuk mengisi formulirnya, memenuhi ketentuan, juga dibantu untuk bisa memenuhi semua peraturan yang ada sehingga ekspor bisa dilakukan dengan aman, transaksi bisa dilakukan dengan baik juga,” ungkap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara saat melakukan pelepasan ekspor sebagai rangkaian dari Kegiatan UMKM Expo Tahun 2023 yang diselenggarakan di Lampung, Selasa (24/10).

Dengan adanya berbagai fasilitas yang diberikan Kemenkeu di Lampung, beberapa UMKM binaan berhasil melakukan ekspor dan barangnya diterima oleh mancanegara. Seperti UMKM yang turut hadir dalam acara pelepasan ekspor terhadap produk-produk UMKM asal Lampung. 

UMKM tersebut antara lain, Produk Keripik Pisang UMKM Rafins Snack sebanyak 4,86 Ton tujuan Malaysia dengan nilai barang sebesar Rp332.700.000,-, Produk UMKM Batik Gabovira dan UMKM Kahut Sigerbori sebanyak 6,3 Kilogram tujuan Belanda dengan nilai barang sebesar Rp6.657.000,-. Selain itu, terdapat Produk Pisang Mas Hasil Kolaborasi Koperasi Produsen Tani Hijau Makmur dengan PT Great Giant Pineapple sebanyak 20,02 ton tujuan Oman dengan nilai barang sebesar Rp226.400.000,- dan 5,74 ton tujuan Singapura dengan nilai barang sebesar Rp88.900.000. Terakhir, Produk Lada Putih Hasil Kolaborasi UMKM Perorangan dengan PT Putra Bali Adyamulia sebanyak 15 ton tujuan Taiwan dengan nilai barang sebesar Rp1,4 miliar.

“Produk Indonesia menjadi kebanggaan Indonesia, merk Indonesia, produk Indonesia beredar di luar negeri bukan saja menghasilkan devisa tapi jauh yang lebih penting adalah menghasilkan kebanggaan untuk Indonesia. Kami dari Kementerian Keuangan akan terus siap berkolaborasi dengan pihak yang terkait. Saya menyampaikan apresiasi pada Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di Lampung yang bisa mendukung UMKM kita ke depan,” jelas Wamenkeu. 

Wamenkeu memastikan dukungan kepada UMKM akan terus diberikan. Dengan demikian, ekspor oleh UMKM akan berkelanjutan sehingga pengusaha akan bisa terus meneruskan usahanya dan menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Teman-teman di Kemenkeu, di kepabeanan dan cukai, teman-teman di pajak, teman-teman yang mengelola berbagai macam kredit di perbendaharaan, kredit usaha rakyat, kredit usaha mikro, itu akan terus tetap standby dan membantu seluruh UMKM yang dimanapun berada di Indonesia, juga di Lampung. Teman-teman di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara juga memiliki aktivitas lelang yang bisa juga dipakai oleh UMKM dan kegiatan-kegiatan lainnya,” pungkas Wamenkeu.***/mel

Presiden: Peningkatan Ekspor dan Investasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya untuk terus meningkatkan ekspor dan investasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kuncinya ekspor dijaga agar terus meningkat, ini tidak mudah. Kemudian investasi juga dijaga agar terus meningkat karena basis pertumbuhan ekonomi kita masih di konsumsi, baik konsumsi pemerintah maupun konsumsi swasta,” ucap Presiden usai membuka Investor Daily Summit 2023, di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2023).

Presiden Jokowi pun meyakini bahwa kedua hal tersebut merupakan dasar pertumbuhan ekonomi di tanah air.

“Kita harapkan kalau kita bisa meningkatkan ekspor kita, meningkatkan investasi kita itu yang menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyebut rencana pemerintah memberikan insentif bagi industri properti untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Menurut Presiden, industri properti memiliki banyak turunannya.

“Nanti rapatnya sore, intinya kita ingin men-trigger ekonomi kita dengan memberikan insentif kepada pembangunan perumahan, properti karena dari properti ini punya buntut banyak sekali. 114 yang bisa terangkut dalam industri properti, entah genteng, semen, batu bata, pasir, semuanya, kayu, semuanya, pintu, kaca, keramik, semuanya bisa membawa mereka bisa juga ikut naik pertumbuhannya,” ujarnya.

Presiden menjelaskan bahwa insentif juga bisa diberikan berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPn) untuk rumah dengan harga tertentu dan penghapusan biaya administrasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Tapi belum diputuskan ya, nanti sore diputuskan. Itu akan mendorong investasi di bidang perumahan,” tandasnya.***/mel

Berikan Edukasi Keuangan Negara, Menkeu Sri Mulyani Ikut Serta dalam Kemenkeu Mengajar di Semarang

JAYAKARTA NEWS – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengikuti kegiatan Kemenkeu Mengajar yang diselenggarakan di SMA 3 Semarang pada Senin (23/10). Penyelenggaraan Kemenkeu Mengajar bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan negara. 

“Kemenkeu Mengajar adalah bagian dari kami di Kementerian Keuangan setiap tahun pada saat kita merayakan hari lahirnya Kementerian Keuangan yang identik dengan lahirnya Republik Indonesia. Karena begitu Indonesia merdeka, berdaulat, maka pada saat itu dirasakan perlunya untuk membangun keuangan negara. Dan oleh karena itu, Kementerian Keuangan dilahirkan, dibentuk untuk menjaga keuangan negara,” kata Menkeu. 

Menkeu menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan negara merupakan tugas yang sangat penting dan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab karena dikumpulkan dari uang seluruh rakyat Indonesia.

“Uang negara itu berarti cara memperolehnya tidak boleh sembarangan, harus ada landasannya. Uang negara dari mulai pendapatan atau perolehannya hingga kita menggunakannya dan kemudian mempertanggungjawabkannya semuanya diatur oleh negara. Diatur negara itu berarti diatur oleh seluruh rakyat Indonesia melalui Parlemen, DPR-nya yang mewakili dan kemudian ditentukan dalam undang-undang,” ujar Menkeu. 

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu mengingatkan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA 3 Semarang, untuk mempersiapkan diri sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan estafet mengelola keuangan negara untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

“Semoga di dalam interaksi ini, kalian punya ide mengenai bagaimana mengurus Indonesia melalui keuangan negara. Kalianlah yang nanti akan menjadi estafet selanjutnya. Saya berharap ini akan menjadi salah satu momen untuk kalian ingat dan nanti akan menjadi bagian dari kalian untuk terus belajar, meningkatkan diri, menjadi anak-anak yang terbaik, menjadi orang-orang yang memiliki ilmu, keimanan, religius, inklusif, menjaga Indonesia sebagai sebuah negara yang bhineka namun tetap bersatu,” kata Menkeu. 

Kegiatan Kemenkeu Mengajar telah dilaksanakan sejak tahun 2016 dan tahun ini merupakan penyelenggaran untuk kedelapan kalinya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Oeang yang ke-77. Pada tahun 2023, sebanyak 6.956 jajaran Kemenkeu yang berpartisipasi menjadi relawan Kemenkeu Mengajar yang tersebar di 307 sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, SLB, hingga Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). 

Kemenkeu Mengajar memberikan edukasi mengenai dasar-dasar literasi keuangan, peran Kementerian Keuangan dalam menjaga perekonomian negara, manfaat APBN, serta memperkenalkan berbagai profesi di Kementerian Keuangan dengan harapan agar kegiatan “Satu Hari Mengajar, Selamanya Memberi Arti.” 

Dengan Kemenkeu Mengajar, Kementerian Keuangan berupaya mengukuhkan diri sebagai institusi unggulan dalam pembangunan sumber daya manusia, yang akan mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian di kalangan masyarakat Indonesia.***/mel

bank bjb Raih Paritrana Award 2023 dari BPJS Ketenagakerjaan

JAYAKARTA NEWS– Dukungan bank bjb dalam berbagai program BPJS Ketenagakerjaan serta kepatuhan yang baik dalam mengimplementasikan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan selama tahun 2022 berbuah manis. Berkat kontribusi dan dukungan nyata yang diberikan, bank bjb meraih penghargaan terbaik pada Paritrana Award 2023 untuk kategori Perusahaan Besar Sektor Jasa Keuangan, perdagangan dan Jasa. 

Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyono kepada Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi yang disaksikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, di Istana Wakil Presiden, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy, Jumat (20/10). Turut hadir mendampingi Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan.

“bank bjb menyampaikan rasa terimakasih dan sangat mengapresiasi atas penghargaan yang diberikan. bank bjb bertekad untuk mempertahankan kinerja terbaik dan inovasi terbaru untuk ikut serta mensukseskan program BP Jamsostek dalam memberikan perlindungan kepada pekerja, mitra kerja, dan masyarakat,” ucap Yuddy.

Disampaikan Yuddy, bank bjb juga berkomitmen memberikan perlindungan menyeluruh kepada pegawai serta mitra bank bjb untuk mensukseskan program BP Jamsostek. Dengan penghargaan yang bank bjb dapatkan, diharapkan bisa menjadi semangat dan motivasi bagi seluruh pegawai dan karyawan untuk terus memberikan layanan terbaiknya.

Sebagai informasi, penghargaan yang diraih bank bjb, karena dinilai telah mendukung berbagai program BPJS Ketenagakerjaan antara lain melalui program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan
(GN LINGKARAN) BPJS Ketenagakerjaan dan melindungi sebanyak 341 ribu pekerja rentan,  mendukung BPJS Ketenagakerjaan sebagai bank penyalur kredit manfaat layanan tambahan (MLT) dalam program MLT BPJS Ketenagakerjaan, dan program-program lainnya.

Disampaikan Yuddy, bank bjb dan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) selama ini terus berkolaborasi dan mempererat kerja bisnis yang menguntungkan untuk kepentingan bersama. Kerjasama yang sudah dilakukan antara lain Peningkatan penerimaan iuran dan pembayaran klaim BPJS Ketenagakerjaan, Akuisisi Debitur, Peningkatan program MLT untuk kredit perumahan dan pembiayaan renovasi perumahan, Peningkatan manfaat resiprokal, hingga Peningkatan partisipasi GN Lingkaran.

Yuddy menjelaskan, kerjasama bank bjb dan BPJS Ketenagakerjaan yang sudah terjalin dimaksudkan untuk tumbuh bersama melalui peningkatan kinerja bisnis dan layanan yang semakin memudahkan bagi masyarakat. Bank bjb  akan terus meningkatkan kepedulian kepada pekerja pekerja rentan dengan berkolaborasi bersama nasabah, mitra kerja dan ekosistem di bank bjb  mengikutsertakan para pekerjanya dalam program perlindungan kepada masyarakat pekerja atas berbagai macam risiko yang mungkin terjadi, seperti kecelakaan kerja, meninggal dunia, persiapan memasuki hari tua dan pensiun melalui BP Jamsostek.

Sebagai informasi, Paritrana Award merupakan penghargaan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) bersama Kementerian Ketenagakerjaan, dan BP Jamsostek dalam perlindungan tenaga kerja.  Paritrana Award 2023 merupakan penghargaan yang diberikan oleh Presiden RI kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Perusahaan Besar, Perusahaan Menengah dan Usaha Kecil Mikro.

Paritrana Award sendiri sudah memasuki tahun ke-6 sejak pertama kali berlangsung di 2017. Penghargaan diberikan sebagai wujud apresiasi kepada para pihak yang telah tertib administrasi dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerjanya.***PR

Sinergi Sektor Keuangan Negara dan Kesehatan Pilar Penting bagi Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Tidak ada kesehatan tanpa keuangan negara yang sehat, tidak ada keuangan negara yang sehat tanpa sektor kesehatan yang kuat. Keduanya adalah pilar yang sangat penting dalam menjaga dan membangun Indonesia ke depan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberikan sambutan kunci pada Seminar Nasional PERSI XIX, Jumat (20/10) di Jakarta.

Menkeu mengatakan bahwa keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia adalah contoh sinergi yang baik antara otoritas sektor kesehatan dengan otoritas keuangan negara. Tidak banyak negara di dunia yang mampu melakukan hal ini.

“Terima kasih atas seluruh komunitas kesehatan yang sudah bekerja luar biasa keras selama pandemi (Covid-19) dan terus berkomitmen untuk memperbaiki sistem kesehatan di Indonesia. Kami di Kementerian Keuangan akan menjadi partner yang akan konstruktif,” terang Menkeu.

Menkeu mengatakan bahwa saat ini tantangan di dunia kesehatan semakin dinamis dengan muncul berbagai macam penyakit baik yang menular atau tidak menular. Sistem kesehatan di Indonesia harus terus mencermati ini supaya dapat menangani dengan baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan produktivitas penduduk Indonesia.

Selain itu, Menkeu juga mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki bonus demografi muda. Demografi ini harus terus dijaga kesehatan serta produktivitasnya sehingga akan mampu mendorong perekonomian Indonesia agar tetap tumbuh.***/mel

Dirut bank bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan Best Performance CEO 2023

YOGYAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi meraih penghargaan kategori Best Performance Chief Executive Officer (CEO) 2023 in Service Scope Expansion to Boost Income Growth Financial dalam ajang CEO Insight  2023 – 2024 In Conjuntion With CEO Achievement Awards 2023 yang diselenggarakan Warta Ekonomi dan CEO Business Forum Indonesia, Jumat (13/10) di Royal Ambarrukmo Yogyakarta.   Penghargaan diterima dan diwakili oleh Senior Executive Vice President Bisnis bank bjb Beny Riswandi.

Yuddy meraih penghargaan karena dinilai oleh dewan juri telah mampu membawa bank bjb menjadi salah satu bank dengan pertumbuhan bisnis terbaik. Sekaligus juga mampu membawa berbagai perubahan layanan dan inovasi yang semakin memudahkan nasabah.

Ia juga dinilai sebagai pemimpin yang konsisten melakukan inovasi, adaptasi, dan pengembangan bisnis sehingga bank bjb tetap mampu tumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi.

bank bjb yang dipimpin oleh Direktur Utama Yuddy Renaldi terus mencatatkan kinerja yang cemerlang, melahirkan banyak inovasi yang terbukti mampu mengakselerasi bisnis yang tumbuh berkelanjutan, balance sheet yang solid, serta tata kelola perusahaan yang baik menjadi bukti nyata atas penghargaan yang diraih.

Saat ini, bank bjb membangun infrastruktur dan produk berbasis teknologi digital untuk menciptakan pengalaman perbankan semakin baik melalui DIGI by bank bjb. Hal ini dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan nasabah khususnya kalangan millennial.

Berbagai capaian positif dan infrastruktur bisnis yang semakin mumpuni dikarenakan bank bjb memiliki kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, mampu berkreasi berinovasi tiada henti. Juga, didukung jalinan sinergi yang semakin kuat dengan berbagai pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi karena akan saling memberikan manfaat positif dalam kerangka pengembangan bisnis bersama.

Semua itu menjadi kunci keberhasilan bank bjb dalam menghadapi cakrawala dunia usaha yang terus berubah seiring kehadiran tantangan dan pergerakan zaman.

Atas penghargaan yang diberikan menjadi motivasi bank bjb dalam mencipakan berbagai peluang baru untuk mengakselerasi bisnis dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah. bank bjb optimis dapat melanjutkan langkah menjadikan bank bjb sebagai ‘Tandamata Untuk Negeri.***PR

Hanya di bank bjb, Nabung Bisa Bawa Pulang Cashback Menarik

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS – Kendati budaya menabung telah diperkenalkan sejak kecil, namun hanya sedikit orang yang mau mempraktikkan kebiasaan baik tersebut. Padahal, menabung adalah sebuah keniscayaan yang akan memberi banyak manfaat.

Menabung akan memberi jaminan rasa nyaman atas kondisi keuangan ke depan. Menabung juga penting sebagai dana cadangan jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Apalagi jika menabung dipercayakan kepada lembaga kredibel, akan menambah jaminan keuangan yang aman dan pasti.

Menariknya, menabung juga akan menambah nilai uang yang kita miliki, seperti halnya yang ditawarkan bank bjb. Khusus di bank bjb, Anda bisa menabung dan membawa pulang cashback menarik. Nilai cashback-nya pun tak tanggung-tanggung, cukup menggiurkan.

Ya, bank bjb telah meluncurkan program promosi terbaru yaitu, “bjb Gebyar Tandamata” Tahun 2023. Program ini  memberikan kesempatan kepada nasabah untuk memperoleh hadiah langsung dalam bentuk cashback dengan nilai hingga 5.75 persen.

Program “bjb Gebyar Tandamata” ditujukan kepada nasabah perorangan dan non perorangan yang bersedia menempatkan dana dalam produk Tabungan dengan nominal dan jangka waktu tertentu.

Di mana, hadiah dalam program promosi “bjb Gebyar Tandamata” Tahun 2023 akan diberikan dalam bentuk cashback dengan tingkat cashback yang berbeda-beda sesuai dengan nilai yang ditabungkan.

Syaratnya pun cukup mudah, dana yang ditempatkan harus termasuk kedalam kategori fresh fund atau dana baru. Minimal penempatan awal adalah sebesar Rp100 juta hingga di atas Rp5 miliar dengan jangka waktu penempatan adalah 3 bulan akan mendapatkan cashback 4.25% hingga 5.75%.

Nasabah tidak diperkenankan untuk menarik atau memindahkan sebagian atau seluruh dana sebelum berakhirnya jangka waktu. Pajak atas hadiah akan ditanggung oleh peserta program.

Apabila nasabah peserta program meninggal dunia, ahli waris dapat melanjutkan kepesertaan program dengan ketentuan yang sama.

Program “bjb Gebyar Tandamata” Tahun 2023 akan berlangsung mulai dari tanggal 11 Oktober hingga 31 Desember 2023. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi nasabah bank bjb untuk memanfaatkan program promosi ini dan meraih cashback yang menarik.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan Anda bersama bank bjb. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, nasabah dapat menghubungi cabang bank bjb terdekat atau mengakses website bank bjb www.bankbjb.co.id (infobjb.id/gebyartandamata).***PR