• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Bencana Urusan Bersama

Bencana Urusan Bersama

December 11, 2019
2.074 Layanan Penempatan PMI ke UEA, KP2MI Bidik Peluang Baru di Sektor Hospitality

2.074 Layanan Penempatan PMI ke UEA, KP2MI Bidik Peluang Baru di Sektor Hospitality

October 15, 2026
Geger! Netflix PHK 1.000 Karyawannya, Pengurangan Tenaga Kerja Terbesar Sejak 2022!

Geger! Netflix PHK 1.000 Karyawannya, Pengurangan Tenaga Kerja Terbesar Sejak 2022!

October 15, 2026
UpDate Kasus Warga Kalteng Korban TPPO di Kamboja: Supiat Kini Berada di KBRI Phnom Penh

SMK Go Global Jadi Andalan Ekspor Tenaga Terampil Indonesia di TEI 2026

October 14, 2026
Upaya Beri Nilai Tambah pada Produk Pangan, BULOG Siap Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Bansos Beras 3 Bulan Cair Lewat Koperasi Merah Putih, Desa Tanpa Kopdes Gimana?

October 14, 2026
Sidak Mitra Makloon Sragen, Dirut BULOG Ultimatum Keras Penggilingan Swasta!

Sidak Mitra Makloon Sragen, Dirut BULOG Ultimatum Keras Penggilingan Swasta!

October 14, 2026
Pembahasan RUU Pemilu: Dari Dapil Konvensional ke Dapil Nasional, Ini Skema yang Diusulkan Golkar

Pembahasan RUU Pemilu: Dari Dapil Konvensional ke Dapil Nasional, Ini Skema yang Diusulkan Golkar

October 14, 2026
Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

October 13, 2026
Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

October 13, 2026
Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

October 13, 2026
Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

October 13, 2026
Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

October 13, 2026
Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

October 12, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 15, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Bencana Urusan Bersama

by admin
December 11, 2019
in Feature, Kolom
0
Bencana Urusan Bersama

Kepana BNPB Doni Monardo (kiri) bersama pada pejabat undangan, menabuh perkusi Aceh, meresmikan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana), di Pasie Jantang, Lhoong, Aceh Besar. (foto: BNPB)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Dari Pasie Jantang, Aceh Besar

Lima ekor merpati putih dilepaskan ke udara disusul tabuhan instrumen khas Aceh Rapai menandai peluncuran Program KATANA yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Egy Massadiah

Kepala BNPB Doni Monardo pun menggumamkan terwujudnya hasil konkret program keluarga tangguh bencana. Keluarga adalah kelompok terkecil yang paling rentan terdera karena bencana.

“Seandainya saja warga Aceh mengetahui dan memahami risiko serta bagaimana mereka merespon ketika itu, korban tidak akan banyak seperti saat itu,” ujar Doni.

Oleh karenanya, urusan bencana tidak bisa dibebankan pada satu unsur saja. “Bencana adalah urusan bersama,” ujar Doni. Nah karena Bencana Menjadi Urusan Bersama Doni memberikan atensi yang sangat serius pada program KATANA.

PLT Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Nova Iriansyah yang pagi-pagi sudah muncul menemani minum kopi khas Aceh mengaminkan pernyataan Doni. Di tepi pantai, dengan pemandangan yang sangat elok Doni kemudian menyerahkan setumpuk buku Katalog Bencana, yang berisi aneka ancaman bencana di tanah air, sebagai bahan edukasi kepada seluruh masyarakat.

PLT Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Nova Iriansyah menerima setumpuk buku Katalog Bencana dari Kepala BNPB, Doni Monardo, di Pasie Jantang, Lhoong, Aceh Besar. (Foto: BNPB)

Keberadaan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo yang dua malam tidur di tenda biru BNPB, di tepi pantai Pasie Jantang Aceh Besar, juga menyelipkan sebuah pesan penting bagi masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan dunia, bahwa Aceh sangat aman.

Kehadiran Doni di tengah-tengah masyarakat juga menunjukkan satunya kata dan perbuatan sebagai seorang prajurit Sapta Marga.

Dalam banyak kesempatan, Doni acap menyitir filosofi terkenal dari Lao Tze (570 SM): “Temuilah rakyatmu. Hiduplah bersama mereka, mulai dari apa yang ada”. “Dengan begini, kita bisa merasakan betul denyut nadi rakyat. Dalam konteks program Katana, kita menjadi tahu seberapa paham rakyat, khsusnya rakyat Aceh terhadap potensi bencana gempa dan tsunami,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Malam pertama, Jumat (6/12) tinggal di kemah tepi pantai Pasie Jantang, serombongan sahabat lama pun datang, yang mungkin di masa lalu mereka ini tak sejalan dengan NKRI. Mereka duduk di atas terpal di pinggir pantai sambil reuni. Melupakan konflik masa lalu, dan berbicara tentang masa kini dan masa depan.

“Sudah tidak pada tempatnya kita bicara masa lalu. Kalau yang lalu kita berperang dengan senjata, maka perang sekarang adalah perang ekonomi. Perang dagang. Perang memperebutkan peluang dan kesempatan untuk hidup lebih sejahtera,” kata Doni kepada “kenalan masa lalunya” yang sekarang begitu akrab laksana saudara-kandung.

Hasil Bumi dan Laut

Menurut Doni, hampir semua komoditi unggulan ada di Aceh. “Waktu saya berdinas di sini, suatu hari pernah dijamu oleh salah satu bupati. Saya dihidangkan lobster sepanjang ini,” kata Doni sambil menjulurkan lengannya.

“Lobster Aceh adalah salah satu yang terbaik. Demikian juga jenis ikan yang lain. Saya tahu betul, kekayaan ikan di laut Aceh sangat kaya. Selain kuantitas berlimpah, kualitasnya juga nomor satu,” kata Doni.

Seseorang menimpali, “Benar, pak. Kami kelebihan ikan. Tongkol terkadang dijual lima ribu rupiah per kilogram saja tidak laku, dan busuk.”

Tak hanya itu. “Produk gula aren kami yang terbaik di Aceh. Aroma dan tekstusnya khas. Produk gula merah kami bisa diadu dengan produk gula merah daerah mana pun. Apa daya pak, untuk mengeluarkan produk gula ke luar Sabang, kami kesulitan. Pelabuhan Sabang benar-benar bebas. Termasuk bebas tidak ada kapal sama sekali. Apa kami disuruh makan gula?” timpal yang lain.

Belum sempat Doni menanggapi, sudah ada yang berbicara lagi. “Buah manggis di Aceh tidak pernah putus. Produksi buah manggis melimpah. Terkadang sampai busuk di tanah.”

Tak lama, Doni pun menimpali. “Kita jangan patah semangat. Kita harus berinisiatif. Buka jaringan. Penduduk Cina hampir 2 miliar. Jumlah penduduk India, hampir 1,4 miliar. Mereka butuh komoditi untuk mengisi perut. Harus kita jajagi, Cina butuh apa. India butuh apa. Kita punya apa. Jalin komunikasi bisnis. Saya percaya, Aceh sangat kaya. Bukan saja hasil bumi dan laut, bahkan orang-orang Aceh dari dulu terkenal kaya raya. Karena itu, mereka bisa menyumbang pesawat untuk Republik Indonesia yang baru merdeka. Pesawat Seulawah, itu sumbangan para saudagar Aceh,” papar Doni.

Bukan hanya itu. Doni lalu bertanya, “Ada yang tahu nilam?” Semua menjawab, “Tahu”. Doni bertanya lagi, “Ada yang tahu kepanjangan nilam?” Semua membisu.

“Saya sudah ke Belanda. Nilam itu artinya Netherlands Indische Land ook Acheh Maatzcappij. Kekayaan Hindia Belanda di Aceh. Anda tahu harga nilam? Satu drum minyak nilam bisa miliaran rupiah. Nilam dipakai untuk bahan parfum, kosmetik, obat-obatan, dan banyak manfaat lain. Pasar Eropa terbuka lebar untuk ekspor nilam, dan Aceh punya peluang menjadi pemain utamanya. Jika semua potensi alam itu digali dan dipasarkan dengan benar, haqul yakin, rakyat Aceh akan makmur,” umbuh Doni.

Pembicaraan pun ngalor ngidul tentang banyak hal. Ada saran dan rekomendasi di sana. Ada gagasan-gagasan di sini. Ada banyak hal tumpah ruah di diskusi tak formal beralas terpal, beratap langit cerah dengan bitang-gemintang dan debur ombak laut menjadi saksi.

Tak terasa, jarum jam menunjuk angka 01.30 WIB. “Kita lanjutkan besok,” kata Doni. Meski masih sangat banyak yang sepertinya hendak dikemukakan, waktu jua yang mengharuskan diskusi harus dihentikan, karena Sabtu (7/12) keesokan harinya, sudah teragenda banyak kegiatan lain, terkait Katana.

Kepala BNPB Doni Monardo, memeluk erat seorang korban selamat tsunami Aceh 2004. (foto: BNPB)

Kenali Ancamannya

Kita tidak sedang bicara era kekinian, di mana hampir semua masyarakat di Indonesia sudah tahu gelombang tsunami. Kita sedang berbicara tahun 2004. Ketika itu, pejabat dan kaum cerdik-pandai pun tidak tahu, apa tsunami, seperti apa wujud tsunami, dan apa dampak tsunami.

Persis 15 tahun lalu, 26 Desember 2004, gempa bumi berskala mahabesar, melebihi angka 8 Richter terjadi di Samudera Hindia, 25 km barat laut Aceh. Selang tiga puluh menit kemudian, datang gelombang tinggi yang disebut tsunami menghantam dan meluluhlantakkan Serambi Mekah. Tak kurang dari 230.000 nyawa melayang, dengan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 7 triliun.

Jumlah korban sebanyak itu, terjadi karena “ketidaktahuan” masyarakat tentang bahaya tsunami pasca gempa besar. Ketidaktahuan ditambah tradisi “jalan-jalan pagi ke pantai” di hari Minggu yang menjadi tradisi sebagian besar warga Aceh, menambah parah keadaan.

Akibat patahan lempeng dasar laut, terjadi gempa dahsyat. Air laut pun menyusut cepat. Laut Aceh yang terkenal banyak ikannya, sontak menjadi pemandangan menarik. Masyarakat yang sedang berada di pantai saat gempa, bukan lari menjauhi bibir pantai, malah menghambur ke pantai dan memunguti ikan-ikan yang ditinggal oleh air laut yang menyusut cepat.

Tidak satu pun yang menyangka, susutnya air segera akan disusul naiknya kembali permukaan laut dalam bentuk “monster tsunami” yang mematikan. Syahdan, saat gelombang tinggi datang, masyarakat pun panik. Lari seribu langkah dalam kecepatan pontang-panting, sangat tidak sebanding dengan laju tsunami yang sama derasnya dengan kecepatan rata-rata pesawat terbang yang 700 km per jam. Ribuan manusia di pinggir pantai, tersapu tsunami setinggi 24 meter (80 feet).

“Saya bisa merasakan betul derita masyarakat Aceh, karena saat tsunami terjadi saya ada di sini. Jika saya selamat, itu karena posisi tugas saya jauh dari pantai,” ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo.

Mengenang 15 tahun peristiwa tsunami itu, BNPB pun mengagas sebuah program prioritas yang dinamakan “Keluarga Tangguh Bencana” atau Katana. Program itu diresmikan di tepi pantai Pasie Jantang, Kecamatan Lhong, Aceh Besar, sekaligus mengenang dan mendoakan para korban. “Melalui program Katana, diharapkan setiap keluarga paham apa itu tsunami dan bagaimana menghadapinya,” ujar Doni Monardo, Minggu (8/12) pagi saat me-launching Katana.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) sebagai tuan rumah, dipuji Doni telah bekerja sangat baik. Ratusan keluarga, yang terdiri atas ibu-ibu rumah tangga, pekerja sosial, pelajar, dan prajurit, sangat tekun mengikuti ruang kelas yang diisi oleh para pemateri dari BNPB dan instansi pendukung, seperti BMKG, Arsip Nasional, dan lain-lain. Peserta juga mendapat “Modul Katana”.

Bukti Sedimen Gempa Berulang

Sabtu keesokan paginya, usai sarapan di tenda, dengan menu masakan lokal yang eksotik rasanya, dimasak di mobil dapur umum BPBA, Doni Monardo mengajak para pejabat BNPB, para Kalak BPBD, media dan sejumlah masyarakat mengunjungi Gua Ek Leunthi di Kecamatan Lhoong, sekitar 3,5 km dari lokasi kemah.

Itulah gua paleotsunami satu-satunya di Indonesia. Saya mendapat informasi, bahwa Teuku Dadek mantan Kalak BPBA yang punya ide menjadikan Gua Ek Leunthi sebagai monumen tsunami sekaligus kawasan tujuan wisata. Dan yang menggembirakan adalah ongkos untuk keperluan tersebut sudah  disetujui PLT Gubernur NAD dan langsung dianggarkan Pemda Aceh.

Peran Peneliti Hebat

Doni Monardo menyantap kelapa muda, usai mengunjungi Gua Ek Leunthi. (foto: BNPB)

Kisah Gua Ek Leunthi tak bisa dilepaskan dari ketekunan kalangan akademisi. Tim Peneliti dari Universitas Syah Kuala bersama Nanyang University telah melakukan penelitian di sana, hingga terkuak rahasia besar tsunami Aceh, sejak 7.400 tahun lalu. Garis-garis dan struktur sedimen pasir yang ada di dinding gua, menunjukkan kejadian tsunami demi tsunami yang pernah menerjang Aceh.

“Luar biasa jasa para peneliti. Hasil penelitian mereka di gua ini, kita semua jadi tahu, bahwa tsunami di Aceh adalah peristiwa yang berulang. Ada siklusnya, meski tidak teratur. Ini menjadi temuan besar, terkait dengan kesiapan masyarakat menghadapi tsunami yang hampir bisa dipastikan, bakal terjadi lagi,” ujar Doni di mulut Gua Ek Leunthi.

Tak heran jika Doni mengapresiasi kerja para peneliti. “Adalah keliru, jika kita menafikan hasil penelitian para pakar. Mereka adalah orang-orang yang sudah berinvestasi untuk surga, karena lewat penelitiannya, langsung-tak-langsung bisa menyelamatkan nyawa manusia lain,” katanya.

Karenanya, kepada para deputi, para pejabat eselon I dan II BNPB yang menyertainya, Doni berpesan agar dibuatkan acara khusus pemberian anugerah penghargaan kepada para peneliti. Bukan saja peneliti tsunami, tetapi juga peneliti gempa, peneliti merkuri, peneliti banjir, peneliti longsor, peneliti erupsi gunung berapi, peneliti cemara udang, dan peneliti-peneliti lain yang berhubungan dengan mitigasi bencana.

Membuat masyarakat atau keluarga tangguh bencana, tidak melulu melalui gathering, melalui sosialisasi, atau pelatihan evakuasi. Rujukan ilmiah berupa hasil penelitian, juga sangat penting. Hasil kajian para pakar, akan membuat keluarga Indonesia benar-benar tangguh bencana.

Salam Tangguh!!! *

Egy Massadiah, wartawan senior dan anggota Teater Mandiri Putu Wijaya

Tags: BNPBdoni monardojayakartanewskatanakeluarga tangguh bencana
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
2.074 Layanan Penempatan PMI ke UEA, KP2MI Bidik Peluang Baru di Sektor Hospitality

2.074 Layanan Penempatan PMI ke UEA, KP2MI Bidik Peluang Baru di Sektor Hospitality

October 15, 2026
Geger! Netflix PHK 1.000 Karyawannya, Pengurangan Tenaga Kerja Terbesar Sejak 2022!

Geger! Netflix PHK 1.000 Karyawannya, Pengurangan Tenaga Kerja Terbesar Sejak 2022!

October 15, 2026
UpDate Kasus Warga Kalteng Korban TPPO di Kamboja: Supiat Kini Berada di KBRI Phnom Penh

SMK Go Global Jadi Andalan Ekspor Tenaga Terampil Indonesia di TEI 2026

October 14, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version