Rektor Unnes Berkomitmen Dukung Implementasi DBON

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menerima kunjungan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum dan jajarannya, Jumat (7/1) pagi.

Dalam pertemuan yang digelar di lantai 10, kantor Kemenpora, Senayan Jakarta Pusat ini, turut dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK UNNES) Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd dan Wakil Dekan II FIK, Dr. Taufik Hidayat, M.Kes. Sementara Menpora Amali didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti.

Menpora Amali mengatakan, kedatangan Rektor Unnes dan rombongan untuk menyampaikan tentang kegiatan dan rencana program Unnes tahun 2022 terkait keolahragaan khususnya tentang dukungan terhadap implementasi Desain Besar Olahraga Nasional sebagai perwujudan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 tahun 2021.

“Karena Perpres nomor 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional akan jalan dengan baik di daerah-daerah terutama di 10 sentra yang ada kalau dukungan perguruan tingginya nyata,” kata Menpora Amali sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Menurut Menpora Amali, Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu dari 10 sentra yang ditetapkan di dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dengan demikian, diharapkan Unnes dapat menjadi yang terdepan dalam implementasi DBON di Jawa Tengah.

“Diskusi kami dengan pak Rektor dan ibu Dekan sangat produktif. Dan mudahan tahun 2022 khususnya di Jateng Unnes akan menjadi yang terdepan untuk implementasi DBON,” harapnya.

“Tentu saya sampaikan terimakasih kepada pak Rektor atas dukungannya terhadap Perpres 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. Mudah-mudahan ini daerah di Jawa Tengah akan aktif mengimplementasikan DBON,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Menpora Amali yang telah melibatkan perguruan tinggi khususnya Unnes dalam penyusunan rancangan DBON sebelum lahirnya Perpres nomor 86 tahun 2021.

“Kami datang menyampaikan ucapan terimakasih. Karena pak menteri ini sangat terbuka kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan khususnya Unnes ini ikut mengambil bagian dalam penyusunan RPP dan sekarang menjadi Peraturan Pemerintah atau Perpres,” katanya.

Dia berharap dengan adanya DBON, olahraga prestasi di Indonesia makin maju dan juga kapasitas serya kebugaran masyarakat makin tinggi. “Kami berkomitmen untuk ikut mengimplementasikan menajdi bagian dari apa yang sudah digagas oleh Pak Menteri. Dan harapannya tahun 2022 ini kerjasama yang sudah dilakukan dengan sangat bagus oleh Pak Menteri bersama peguruan tinggi ini bisa terus berjalan,” tukasnya. (***/ctr)

Semen Rembang Serap 1.600 Naker

KEMENTERIAN Perindustrian berkomitmen menjaga iklim usaha dan kepastian investasi di dalam negeri terutama untuk sektor manufaktur strategis seperti industri semen. Salah satunya pembangunan fasilitas produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. di Rembang, Jawa Tengah.

“Kepastian investasi pembangunan industri strategis seperti pabrik semen perlu dijaga keberlanjutannya karena membawa efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional, antara lain penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan industri kecil berbasis semen untuk masyarakat Rembang dan sekitarnya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Minggu (19/3).

Diproyeksikan, nilai investasi pabrik semen Rembang mencapai Rp4,9 triliun dengan jumlah tenaga kerja untuk mengoperasikan pabrik yang menggunakan teknologi canggih ini sekitar 261 orang. Selanjutnya, untuk mendukung unit lainnya bakal menyerap tenaga kerja mencapai 1.600 orang. Dari total peluang kerja tersebut, masyarakat lokal dan sekitarnya akan dilibatkan.

Menurut Airlangga, industri semen berperan sebagai penunjang utama dalam percepatan pelaksanaan proyek infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah. Contohnya pembangunan infrastruktur logistik seperti jalan, pelabuhan, jembatan, dan bandara.

Sementara itu, pakar ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) Muhammad Feriady mengatakan, keberadaan pabrik semen Rembang dinilai akan berdampak positif pada sektor ekonomi mikro di daerah sekitarnya. “Dengan jalannya kegiatan ekonomi dari beroperasinya pabrik semen, maka sektor lain seperti industri kecil dan menengah (IKM) juga berpeluang akan hidup,” ujarya.

Feriady menambahkan, industrialisasi di sebuah provinsi akan berpengaruh pada pendapatan asli daerah (PAD). Dalam hal ini, tentu pembangunan di Jawa Tengah akan lebih baik lagi ke depannya. “Jika pembangunan infrastruktur dan SDM berjalan baik, maka angka kesejahteraan juga akan meningkat. Terutama di daerah sekitar Rembang yang merupakan salah satu wilayah yang tergolong miskin di Jawa Tengah,” jelasnya. ***