Coinbase Dapat Ijin Bank Sentral Singapura

Coinbase, platform pertukaran cryptocurrency terbesar yang berbasis di AS, Selasa (11/10/2022) mengumumkan bahwa mereka telah menerima persetujuan dari bank sentral Singapura untuk menawarkan layanan pembayaran di Singapura.

Persetujuan prinsip yang diberikan oleh bank sentral kepada perusahaan cryptocurrency mulai tahun 2021. Dengand emikian, baik individu maupun institusi dapat menggunakan layanan token pembayaran digital. Layanan perusahaan tersebut diatur oleh bank sentral berdasarkan Undang-Undang Layanan Pembayaran.

Ijin itu merupakan “tonggak penting,” bagi Coinbase. Dalam sebuah pernyataannya Coinbase mneyebutkan bahwa mereka telah hadir di Singapura dan sekarang memiliki hampir 100 karyawan di negara kawasan Asia Tenggara.

Hassan Ahmed, Direktur Regional Coinbase untuk Asia Tenggara, mengatakan sekitar 180 perusahaan cryptocurrency telah mengajukan lisensi pembayaran cryptocurrency dari Otoritas Moneter Singapura di bawah rezim baru pada tahun 2020. Singapura telah mengeluarkan 17 izin dan lisensi utama setelah proses uji tuntas yang ekstensif dan berkelanjutan.

Selain Coinbase, Crypto.com dan DBS Vickers (broker DBS bank terbesar di Singapura) termasuk di antara perusahaan yang mengantongi lisensi di Singapura.

Pendekatan ramah Singapura terhahdap cryptocurency telah membantu pusat keuangan di Asia tersebut menarik perusahaan dari China, India dan negara-negara lain yang terlibat dalam layanan kekayaan digital dalam beberapa tahun terakhir ini, dan menjadikan Singapura sebagai pusat terkemuka di Asia. Namun juga perlu dicatat, ada juga beberapa contoh kejatuhan cryptocurrency di negara-kota tersebut.

Dana lindung nilai cryptocurrency yang berbasis di Singapura, Three Arrows Capital, memulai likuidasi pada bulan Juni lalu, setelah mereka gagal memenuhi janji ratusan juta dolar. Hedge fund tersebut terpukul keras oleh runtuhnya cryptocurrency Luna dan TerraUSD pada bulan Mei. Kedua koin tersebut dikembangkan oleh Terraform Labs, yang berbasis di Singapura. Pendiri Terraform Lab Do Kwon saat ini dicari oleh polisi Korea Selatan.

Namun, kepala Otoritas Moneter Singapura mengatakan pada bulan Juli bahwa perusahaan seperti Three Arrows dan Terraform Labs adalah perusahaan yang “berbasis di Singapura” yang memiliki “ikatan kecil” dengan peraturan kripto negara kota tersebut. Singapura akan memperkenalkan peraturan baru untuk mempersulit investor ritel untuk memperdagangkan mata uang kripto. (sm)

Parlemen S’pura Telpun Bamsoet

JAYAKARTA NEWS – Hubungan Indonesia dan Singapura menunjukkan kehangatan. Idul Fitri yang bukan hanya menjadi ritual keahamaan tetapi juga budaya, tampaknya dipahami betul oleh Singapura. Itulah sebabnya, Ketua Parlemen Singapura, Tan Chuan Jin pun menelpun Ketua MPR Bambang Soesatyo untuk berlebaran.

Ketua tokoh ASEAN itu pernah bertemu di Ruang Kerja Ketua MPR RI pada 18 November 2020, sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Bamsoet menilai, penyampaian ucapan selabat berlebaran tersebut mendandai begitu kuatnya hubungan bilateral RI – Singapura, baik antar pemerintah, antar rakyat kedua negara (people to people), maupun antar pelaku bisnis kedua negara (business to business).

“Selama lebih kurang 54 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara, Singapura telah menjadi mitra strategis bagi Indonesia, baik di kawasan regional maupun internasional,” ujar Bamsoet usai menerima telepon Ketua Parlemen Singapura, di Jakarta, Jumat (14/5/21).

Keduanya sepakat untuk saling mengunjungi setelah pandemi Covid-19 berlalu. Mereka juga saling mengapresiasi atas kepedulian masing-masing pemerintah dalam penanganan pandemi Covid 19.

“Secara khusus saya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dan bantuan Singapura yang membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam beberapa waktu yang lalu. Saya berharap hubungan baik dan kerjasama antara kedua negara dapat terus ditingkatkan di semua bidang, yang dapat kita optimalkan melalui hubungan kerjasama antar parlemen kedua negara,” jelas Bamsoet.

Bamsoet berharap RI dan Singapura bisa menjalin kerjasama travel bubble, sehingga masyarakat dari kedua negara bisa saling mengunjungi satu sama lain, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dengan demikian, pandemi Covid-19 tidak menutup seratus persen perjalanan bisnis kedua negara.

Lebih lanjut dikatakan, melalui travel bubble, aktifitas dunia usaha kedua negara dapat menggeliat kembali. PDB Singapura pada tahun 2018 mencapai USD 364,139 miliar dan Indonesia USD 1,04 triliun, memperlihatkan betapa kuatnya perekonomian kedua negara. Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 34.354,5 juta. “Jadi, sangat penting bagi Indonesia dan Singapura untuk terus meningkatkan hubungan perekonomian,” tandas Bamsoet.(sm)

PMI dari Singapura dan Malaysia Langsung Jalani Swab

JAYAKARTA NEWS—–Pekerja Migran Indonesia (PMI) semakin banyak yang kembali ke Tanah Air. Di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jumat (7/5/2021) ada dua pesawat yang datang membawa PMI asal Singapura dan Malaysia. 

Dari data yang dihimpun dari Posko TNI di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, kedatangan penerbangan pertama tanggal 7 Mei 2021 yakni Scoot Tiger Air (TR262) Asal Singapura. Penerbangan itu membawa 65 orang dengan rincian 61 WNI dan empat WNA. 

Dari 65 orang yang tiba dari Singapura, sebanyak 55 orang dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sedangkan 10 orang lainnya karantina mandiri di hotel. Di antaranya Hotel Shangrila tiga orang, Premiere Place satu orang, Ibis Jemursari satu orang, Ibis Juanda dua orang, Harris Satelit satu orang, dan Holiday Inn dua orang. 

Untuk laporan kedatangan penerbangan kedua di Bandara Juanda, yakni Air Asia (QZ321) asal Kuala Lumpur, Malaysia. Total penumpang yang tiba di Surabaya sebanyak 162 orang dan keseluruhannya WNI dan dikarantina di Asrama Haji Surabaya. 

Dijadwalkan untuk hari ini akan ada dua kali penerbangan lagi yang akan tiba di Bandara Juanda. Penerbangan ketiga yang akan tiba yakni Cathay Pacific CX2779 (A330) dari Hong Kong dengan membawa 279 orang. 

Penerbangan keempat yang akan tiba di Bandara Juanda, yakni Air Asia QZ325 (A320) dari Kuala Lumpur Malaysia dengan membawa 180 orang. Hingga saat ini, informasi kapan pesawat dari Hong Kong dan Malaysia belum ada keterangan lebih lanjut. 

Hari ini ada empat kedatangan. Sudah ada dua yang tiba dari Singapura dan Malaysia. Dua lagi belum dari Hong Kong dan Malaysia.

“Kami dari Pospam Terpadu di Asrama Haji hanya mendata dan membantu pengamanan kedatangan dan keberangkatan PMI yang akan kembali ke daerah asalnya,” kata Kepala Staf Kodim 0831/Surabaya Timur, Letkol Chusni C saat berjaga di pos masuk Asrama Haji.(poedji)

Tito Karnavian Terima Penghargaan Darjah Utama Bakti Cemerlang dari Presiden Singapura

JAYAKARTA NEWS— Keberhasilan Tito Karnavian saat menjadi Kapolri dalam memajukan hubungan bilateral dan kerjasama antara Kepolisian RI dan Kepolisian Singapura mendapat apresiasi dari pemerintah Singapura. Rabu (15/1/2020) Tito yang kini menjadi Menteri Dalam Negeri RI menerima penghargaan  Darjah Utama Bakti Cemerlang dari Presiden Singapura Halimah Yacob. Penghargaan tersebut diberikan di Istana Singapura, dihadiri sejumlah Menteri Singapura dan Kepala Kepolisian Singapura.

Dikutip dari rilis Puspen Kemendagri, penghargaan tersebut juga diberikan atas kontribusinya dalam keselamatan dan keamanan kedua negara.

Tito Karnavian memulai karirnya sebagai bagian dari Kepolisian Republik Indonesia pada Tahun 1987. Dia naik pangkat dan memegang berbagai jabatan kunci, termasuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sebelum penunjukkannya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pada 13 Juli 2016. Kini, Prof. H.M Tito Karnavian, Ph.D telah  menjabat sebagai Mendagri pada 23 Oktober 2019.

Di bawah kepemimpinan Tito Karnavian pada saat menjadi Kapolri, hubungan bilateral antara Kepolisian RI dan Kepolisian Singapura berjalan semakin baik.  Hal ini dilihat dari kerja sama yang kuat di bidang pemberantasan kejahatan lintas negara dan penanggulangan terorisme. Hal ini juga semakin meningkatkan efektivitas operasional kedua institusi kepolisian Indonesia dan Singapura, selain itu juga berkontribusi untuk menjaga kedua negara aman dan nyaman.

Hubungan yang hangat dan kolaboratif merupakan cerminan yang diyakini kuat oleh Tito. Menurutnya, dengan bekerja sama secara erat, kedua Kepolisian dapat lebih menjamin keselamatan dan keamanan negara masing-masing.

Selain pemberian penghargaan, Mendagri juga menghadiri sejumlah pertemuan di antaranya Pertemuan dengan Kepala Polisi Singapura; Pertemuan dengan Senior Minister Singapura;  Pertemuan dengan Mendagri Singapura; serta Pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura.  Turut mendampingi Mendagri Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum/Kapuspen Kemendagri Dr. Bahtiar, Staf Khusus Kastorius Sinaga, Apep Fajar dan Jonatan Tahir.***/ebn

Pajak ‘Si Manis’, Pil Pahit untuk Kesehatan yang Lebih Baik

 

JAYAKARTA NEWS –  Azlan Sohoni, pria paruh baya warga Singapura ini, masuk dalam deretan orang-orang yang kesulitan untuk mengurangi konsumsi gula dalam keseharian hidup mereka.

Bayangkan, setiap hari Azlan, dia mengawali rutinitas hidupnya dengan secangkir Nastle rasa cokelat malt Nestle, yang dia maniskan  dengan gula satu setengah takaran sendok the. Di tempat kerja, Azlan mendapat ‘fasilitas’ lima kaleng Coca-Cola dan beberapa cangkir Milo. Sebenarnya, kantornya menawarinya untuk mencoba beralih ke Diet Coke dan Coke Zero, tetapi dia mengaku tidak dapat meningalkan gula asli.

“Saya sadar bahwa minum terlalu banyak gula tidak baik untuk kesehatan, tetapi saya sudah terbiasa minum minuman yang manis,” ujar Azlan.

Padahal, pemerintah Singapura menginginkan agar masyarakat  mendukung kampanye untuk meninggalkan kebiasaan konsumsi serba gula. Oleh karena masyarakat sulit diajak berubah kepada kebiasaan hidup yang sehat, muncul gagasan bagaimana kalau  pajak atas produk-produk yang menggunakan “si manis” dinaikkan. Ini adalah langkah realistis sebagai  upaya untuk mengatasi peningkatan angka obesitas dan diabetes.

 

 

Kekhawatirannya adalah,  masalah kesehatan ini akan menyebabkan membengkaknya biaya medis. Tetapi kampanye di kalangan negara-negara Asia untuk mengurangi konsumsi minuman ringan dan produk-produk manis, berdampak pada perusahaan dan pasar gula.

Di  Singapura misalnya, total biaya perawatan kesehatan adalah 10% pada tahun fiskal yang mulai April 2019 ini. Pengeluaran di bidang kesehatan ini menyumbang 15% dari anggaran nasional untuk tahun ini. Nilainya tidak sedikit bukan? Itukah sebabnya, Kementrian Kesehatan negara kota ini menggaungkan perang melawan diabetes, yang antara lain dipicu oleh tingginya konsumsi gula

Tahun itu, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa 9% warga Singapura berusia 18 tahun ke atas menderita diabetes, sementara 35% dikategorikan kelebihan berat badan. Diabetes kini  merupakan  penyebab Nomor 2 masalah kesehatan di sana, dengan potensi komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Desember lalu, kementerian kesehatan mengatakan,  untuk mengerem itu langkah yang tepat adalah  menaikkan retribusi (pajak) gula, serta langkah-langkah lain seperti peraturan periklanan dan bahkan ban langsung pada produk gula tinggi.

 

 

Menurut data WHO,  apa yang terjadi di Malaysia juga serupa: 10% dari populasi menderita diabetes sedangkan 37% kelebihan berat badan. Di Thailand, nilainya mencapai 10% dan 32%.

Pemerintah Malaysia bermaksud untuk meningkatkan pajak gula tahun ini. “Hampir satu dari dua diet kelebihan berat badan atau obesitas,” Menteri Keuangan Lim Guan Eng mengatakan pada November lalu.  Dia mengusulkan bea cukai 0,4 ringgit (10 sen) per liter untuk minuman manis.

Pemerintah berencana untuk menargetkan dua jenis minuman: minuman yang gula atau makanan lainnya telah melebihi 5 gram per 100 ml; dan jus yang mengandung lebih dari 12 gram gula per 100 ml.

 

 

Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, pemerintah Perdana Menteri Mahathir Mohamad juga melihat pajak minuman dan makanan manis, sebagai sumber pendapatan baru karena berupaya menopang keuangannya.

Rencana awal adalah untuk menerapkan pajak pada 1 April, tetapi tanggal mulainya ini telah didorong kembali ke Juli, agar memungkinkan pelaku bisnis lebih banyak waktu untuk mempersiapkan. Namun, tahun ini, Malaysia kemungkinan akan menjadi negara Asia Tenggara keempat yang menetapkan pajak semacam itu.

Brunei dan Thailand telah menetaokan pajak itu  pada tahun 2017, dan Filipina mengikutinya pada Januari 2018. Vietnam juga berpikir untuk mengenakan pajak minuman manis.

WHO melihat pajak gula sebagai obat yang tepat: “Kebijakan yang mengarah pada setidaknya 20% kenaikan harga minuman akan menjadi hasil dari pengurangan proporsional dalam konsumsi produk,” organisasi menyarankan pada 2016.

Pengalaman Filipina menunjukkan bahwa pendekatan ini benar-benar menekan penjualan minuman ringan.

Negara ini sekarang mengenakan biaya 6 peso (11 sen) per liter untuk minuman yang mengandung pemanis kalori atau noncaloric, dan 12 peso untuk mereka yang menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi. Pemerintah mengecualikan minuman berbasis susu dan campuran kopi, yang populer di kalangan orang miskin.

Penjualan minuman pajak untuk konsumsi  ibu dan bayi di negara itu turun rata-rata 8,7% pada Februari 2018, demikian hasil survey  perusahaan riset Nielsen. WHO memuji kebijakan itu tahun lalu, dan mengatakan itu dapat mencegah 24.000 kematian dini terkait diabetes, stroke dan penyakit jantung selama 20 tahun ke depan.

Seperti Mahathir, Presiden Filipina Rodrigo Dutert,  dari  pajak  minuman  pemerintah mendapatkan $ 570 juta.

Tetapi, kebijakan itu akan menyakitkan  bagi negara-negara penghasil gula. Produsen tebu terbesar dunia pada 2017 adalah Brasil, sebesar 758 juta ton. India berada di urutan kedua, 306 juta ton, diikuti oleh Cina (104 juta ton) dan Thailand (102 juta ton). Filipina, Indonesia, Vietnam dan Myanmar juga merupakan produsen utama.

 

Atas kebijakan perpajakan ini, kalangan industri makanan dan minuman gula Thailand, serta perusahaan-perusahaan berjuang untuk menyesuaikan harga dan harga kompetitif mereka.

Secara alami, pajak juga mengurangi permintaan gula di pasar domestik. Menurut Kantor Dewan Tebu dan Gula Thailand, yang mengawasi industri gula, pembuat minuman menggunakan 440.000 ton pada 2017, turun dari 540.000 ton pada tahun sebelumnya. Gula yang digunakan dalam makanan ringan turun menjadi 29.000 ton dari 36.000 ton.

Menghadapi kelebihan gula sendiri, pemerintah India telah berupaya untuk mendorong ekspor pada musim 2018-2019, menawarkan subsidi ekspor dengan tujuan pengiriman 5 juta ton. Namun demikian, penguatan rupee dan penurunan harga gula global bertentangan dengan rencana tersebut, dan ekspor diproyeksikan hanya mencapai 2,5 juta hingga 3,5 juta ton musim ini.

Peningkatan stok dapat memaksa pemerintah India pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi untuk memberikan lebih banyak dukungan kepada petani dan industri yang sakit menjelang pemilihan umum yang akan diadakan pada bulan Mei.

Harga gula global belum pulih dari penurunan yang dimulai pada akhir 2016. Futures patokan internasional diperdagangkan pada sekitar 12 sen per pon di New York pada awal Maret, sekitar setengah puncak baru-baru ini lebih dari 23 sen pada Oktober 2016.

Ada beberapa alasan untuk ini, termasuk cuaca yang menguntungkan dan deregulasi industri di negara-negara tertentu – yang keduanya memicu kekhawatiran kelebihan pasokan. Harga minyak mentah juga diperhitungkan, karena gula merupakan bahan baku penting untuk etanol bahan bakar alternatif.

Tekanan pajak tidak membantu. “Prospek kenaikan pajak dan meningkatnya persaingan di antara negara-negara produsen utama mungkin telah tercermin dalam penurunan harga gula mentah selama tiga tahun terakhir,” kata Margaret Yang, analis CMC Markets yang berbasis di Singapura.

Kalangan usaha  menanggapi ancaman pengurangan konsumsi gula dengan serius. Pedagang komoditas pertanian Singapura Olam International pada Januari mengumumkan akan melepaskan bisnis gula, yang dianggapnya tidak berkelanjutan.

“Saya pikir dengan pajak, akan ada beberapa pengurangan dalam konsumsi yang bervariasi dari satu negara ke negara, tetapi akan ada pengurangan yang pasti,” kata pendiri dan CEO Olam Sunny Verghese.

“Perkiraan kami  adalah bahwa … pengurangan 8% hingga 10% dimungkinkan tergantung pada tingkat pajak.”

Wilmar International, pedagang komoditas lain yang berbasis di Singapura, tahun lalu mencatat kerugian dalam penurunan nilai sebesar $ 138 juta pada aset gula Australia.

Ke depan, beberapa petani cenderung beralih dari gula ke produk lain, atau berusaha menjual gula untuk keperluan selain makanan. Teerachai Saenkaew, anggota kelompok petani gula di timur laut Thailand, menyarankan bahwa strategi bernilai tambah lebih tinggi dapat mengambil harga tebu yang lebih tinggi.

Jeffrey Halley, analis pasar senior di Oanda di Singapura, mengatakan bahwa produsen Asia dapat belajar dari pemain No. 1 Brasil.

“Pengilangan gula Brasil semuanya mampu menghasilkan gula rafinasi dan etanol,” kata Halley, menambahkan bahwa mereka memiliki “kemampuan untuk beralih di antara keduanya seperti yang ditentukan pasar.”

Halley berpendapat pemerintah Asia mungkin perlu melakukan penyesuaian kebijakan untuk mengkompensasi penurunan konsumsi gula.

“Saat ini India memiliki target 2020 untuk menambahkan 20% etanol ke minyak sulingan, yang sangat jauh dari pencapaian,” kata Halley.

India dan Thailand sama-sama mengizinkan etanol hanya dimurnikan dari molase, bukan tebu. Jika India dan Thailand dapat mengubah undang-undang ini dan membantu kilang gula dalam transisi ke produksi ganda, India misalnya dapat hampir memenuhi target.”

Kembali di Singapura, konsumen seperti Azlan  bersiap untuk langkah pemerintah selanjutnya dalam perang melawan diabetes. Sebuah mesin penjual otomatis di kantor Sohoni menjual 320 ml kaleng Coke seharga 1,2 dolar Singapura (88 sen), dan ia mengakui kemungkinan akan mengurangi asupan lima kaleng sehari jika harganya naik menjadi SG $ 2. Namun, dia bersumpah, “Aku tidak akan pernah berhenti minum Coke.”

 

Nah…..begitu kan? ***

 

 

 

Kanker Darah, SBY Harapkan Doa untuk Kesembuhan Bu Ani

Susilo Bambang Yudhoyono (Screenshot Youtube)

DENGAN nada penuh keprihatinan, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan kondisi kesehatan Ibu Ani yang kini tengah menjalani perawatan di National University Hospital Singapura.

“Dengan rasa prihatin saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah, dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National University Hospital Singapore,” kata SBY melalui pernyataan resminya yang disampaikan lewat akun Youtube-nya.

 


Mengawali penjelasannya, SBY mengungkapkan bahwa Bu Ani telah dirawat du Singapura sejak  2 Februari 2019. Perawatan di Singapura tersebut atas  atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

“Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah subhana wataala, Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani atau Kristiani binti Sarwo Edi Wiboso, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air.”

Pada kesempatan tersebut, SBY  juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, utamanya tim dokter Kepresidenan atas bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ibu Ani.

“Saya juga mengucapkan terimakasih atas ucapan doa kesembuhan untuk Ibu Ani yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air, yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, termasuk yang melalui media sosial. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas budi baik bapak ibu saudara sekalian,” kata SBY.

SBY  dan Bu Ani juga meminta maaf,  karena tidak bisa menghadiri sejumlah kegiatan yang sebelumnya sudah diniatkan untuk penuhinya.  “Tentu saya harus mendampingi Ibu Ani yang mendapat cobaan ini,” ungkapnya.

“Meskipun saya sangat mengetahui Ibu Ani adalah sosok yang kuat, tabah dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk ketika kami bersatu dalam suka dan duka, selama 10 tahun saya bertugas memimpin Indonesia dulu, namun bagaimanapun saya, Ibu Ani dan keluarga, harus bersatu dalam semangat, keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk kesembuhan Ibu Ani, dengan ijin dan pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik.,” turturnya. ***

Go-Jek Akhirnya Memasuki Singapura dengan Aplikasi Beta

Layanan Go-Jek kini mulai merambah di Singapura dengan dengan aplikasi beta, Para pemegang kartu kartu DBS akan diprioritaskan mendapatkan layanan.Go-Jek, Grab, Singapura, 

SETELAH berbulan-bulan muncul spekulasi dan signal bisnis,  Go-Jek akhirnya memasuki pasar Singapura, negara yang menjadi kampung halaman bagi  Grab. Bukan hanya di Indonesia, perusahaan layanan berbasis teknologi informasi itu, akan bersaing ketat merebut pasar. Head-to-head!

Merujuk pada laporan techinasia, layanan Go-Jek di Singapura telah dimulai pada Kamis (29/11/2018). Aplikasi yang digunakan untuk layanan naik mobil pribadi itu  dalam versi bet. Aplikasi itu  sudah tersedia untuk diunduh di iOS dan Android semenjak semalam.

Selama fase beta, pengguna hanya akan dapat dijemput dan diturunkan dalam sejumlah area terbatas yang dapat dilayani,   termasuk distrik pusat bisnis di  Ang Mo Kio, Changi, Jurong East, Punggol, dan Sentosa. Perusahaan asal Indonesia ini berharap dapat melayani seluruh Singapura pada akhir periode beta, yang diharapkan pada awal 2019.

Awalnya, wahana Go-Jek di Singapura ini hanya akan tersedia untuk sejumlah pengguna terbatas, dengan pengguna baru ditambahkan ke platform.

Pemegang kartu dengan DBS – dimana Go-Jek menandatangani kesepakatan kemitraan awal bulan ini – dan bank sister POSB akan diberikan prioritas untuk mendapatkan layanan. Mereka dapat mendaftar di dalam aplikasi dengan kode promo – “DBS” diikuti dengan  enam digit pertama kartu American Express, Mastercard, atau Visa DBS atau POSB mereka – yang akan menempatkan mereka di bagian atas daftar tunggu pengendara. Mereka akan menerima email atau notifikasi push ketika Go-Jek mendaftarkan mereka untuk menggunakan layanan beta.

“Setelah mereka mendaftar, pelanggan DBS yang terdaftar akan mendapatkan dua voucher senilai S$ 5 dari dua perjalanan pertama mereka dengan Go-Jek.  Mereka juga akan mendapatkan diskon di masa mendatang “dalam bentuk kode promo,” kata perusahaan itu.

Pengguna yang sudah terdaftar dengan Go-Jek di Indonesia tidak perlu mendaftar lagi. Demikian juga, pengguna Go-Jek Indonesia yang berkunjung ke Singapura akan dapat menggunakan aplikasi di sini tanpa harus mendaftar ulang.

Berbicara di acara peluncuran layanan Go-Jek, Raditya Wibowo, kepala transportasi global Go-Jek, mengatakan bahwa perusahaan tidak akan mengoperasikan penetapan harga dinamis untuk beberapa minggu pertama fase beta. Sebaliknya, harga awalnya akan didasarkan pada jarak perjalanan ditambah tarif dasar.

Go-Jek telah mendaftarkan “puluhan ribu” driver di Singapura, tambahnya.

“[Kami menyediakan] insentif harian daripada insentif mingguan, sehingga pengemudi bisa fleksibel ketika mereka ingin mengemudi,” katanya. Bekerja sama dengan DBS, Go-Jek juga menawarkan kemudahan bagi pengemudi untuk menarik penghasilan mereka secara instan.

Shee Tse Koon, kepala grup strategi dan perencanaan di DBS, mengatakan bahwa pihaknya bermitra dengan Go-Jek adalah langkah alami untuk raksasa perbankan “karena menggunakan transportasi seperti Gojek  sekarang ini menjadi pokok dari  kebutuhan sehari-hari bagi pelanggan kami.”

Dia juga mengisyaratkan bahwa kedua perusahaan akan bekerja lebih erat pada pembayaran ke depan, memanfaatkan basis pemegang kartu DBS, meskipun tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

“Kami memutuskan untuk bekerja dengan DBS untuk mendukung infrastruktur mereka,” kata presiden Go-Jek, Andre Soelistyo. “Ini bukan hanya [tentang] dompet, tetapi pengalaman pembayaran dari ujung ke ujung. Ketika Anda memisahkannya, ada area di mana kami sebagai platform dapat berkontribusi, dan ada area dimana DBS sangat bagus. ”

Pada bulan Agustus, Go-Jek meluncurkan layanan angkutan dan logistik di Vietnam dengan merek Go-Viet. Ini juga meluncurkan merek Get untuk Thailand, meskipun belum sepenuhnya diluncurkan di kerajaan itu.

Soelistyo mengatakan bahwa riset pasar telah menentukan bahwa inti merek Go-Jek mendapatkan banyak pengakuan di kalangan konsumen Singapura. Ini, ditambah dengan jumlah pelancong Indonesia yang signifikan ke negara-kota ini, menjadi latar belakang keputusan untuk tidak mengembangkan merek individu untuk pasar Singapura, katanya.

Di seluruh Indonesia dan Thailand, Go-Jek memiliki 100 juta pelanggan, 1 juta pengemudi, dan 300.000 pedagang menggunakan platformnya, kata Soelistyo mengklaim.***

Pembentuk Game of Life yang Berakhir

Tharman Shanmugaratnam–foto theonlinecitizen.com

Oleh: Dahlan Iskan

Bagaimana hasil pemilu internal Singapura?

Begitulah pertanyaan pembaca Disway. Soal kelanjutan edisi hari Minggu lalu. Ternyata ada juga yang tertarik. Soal tema yang membosankan itu.

”Hasilnya sudah diketahui sejak sebelum pemilu,” jawab saya. Karena itu saya bermaksud tidak perlu menulis hasil pemilu itu.

Tapi baiklah. Kadang kita perlu hal yang membosankan. Agar bisa menghargai hal yang menarik.

Chen Chun Sing, Heng Swee Keat dan Ong Ye Kung terpilih di pemilu itu. Sudah tahu kan? Sudah ada di Disway pada hari sebelum pemilu kan?

Maka pembaca sudah harus terbiasa menghafal nama Chen Chun Sing. Itulah perdana menteri Singapura di tahun 2021 atau 2022 kelak.

Tentu ada saja yang kecewa. Tapi bukan karena Chun Sing yang terpilih. Lebih karena ini: mengapa tokoh idola mereka tersisih. Padahal tokoh ini amat pintar. Juga amat populer. Termasuk di kalangan mayoritas masyarakat Tionghoa Singapura.

Namanya sulit diucapkan: Tharman Shanmugaratnam. Umur 61 tahun. Agar mudah diucapkan,

Shanmugaratnam  diberi nama Tionghoa: 尚达曼. Baca: Shang Da Man.

Jabatannya saat ini adalah deputi perdana menteri. Juga menko. Yang membawahkan ekonomi, keuangan dan sosial.

Kalau saja pemilihan dilakukan dengan cara Indonesia Shang Da Man akan terpilih.

Begitu populernya Shanmugaratnam. Sejak tahun 2011 lalu. Sejak terpilih jadi anggota DPR. Dari dapil Jurong. Yang perolehan suaranya mencapai 79 persen. Padahal ia keturunan Tamil. Leluhurnya dari Srilanka. Shang Da Man putra profesor terkemuka: K Shanmugaratnam. Ahli pathologi. Perintis banyak hal. Di dunia kedokteran Singapura.

Shang Da Man adalah alumni ekonomi dari London School of Economics. Masih melanjutkan lagi ke Harvard. Dengan kelulusan terbaik.

Ahli keuangan dunia mengakui kehebatannya. Tahun 2007 sudah menjabat menteri keuangan Singapura. Setahun sebelum krisis keuangan dunia.

Shang Da Man lebih populer lagi saat menjabat menteri pendidikan. Ia tanamkan pendidikan kepribadian lewat olahraga. Ia utamakan pembentukan karakter siswa. Lewat kerjasama tim. Dalam permainan olahraga. Ia terbitkan buku wajib ini. Berjudul ”Game for Life: 25 Journeys”.

Kalau pembaca mau, saya bisa tulis yang satu itu. Agar diketahui: apa itu Game for Life. Agar terlihat: ternyata ada juga yang tidak membosankan di Singapura.

Shang Da Man juga pernah menantang debat terbuka. Dengan tema: rumah untuk rakyat. Sebagai jawaban atas kritik seorang anggota DPR. Yang diangkat (bukan dipilih) untuk mewakili kelompok masyarakat kecil: Gerald Giam.

Tahun itu Gerald membuat pernyataan: rakyat kian tidak mampu membeli apartemen. Akibat terus naiknya harga rumah di Singapura.

Shang Da Man menyanggah: keluarga berpendapatan sekecil 1.000 dolar pun dijamin bisa beli rumah. Ada skema untuk kalangan pendapatan terkecil itu.

Pendapatan 1.000 dolar ia sebut terkecil. Entahlah sama dengan berapa rupiah sekarang.

Semua kehebatannya entah akan diabdikan ke mana.

Sejak hari Minggu lalu Shanmugaratnam sudah tidak duduk di Central Executive Committee partai penguasa lagi. Demikian juga tokoh lain: Theo Chee Hean. Yang juga deputi perdana menteri.

Keduanya mundur. Atau diminta mundur.

Masuklah tokoh muda seperti Mayjen Chen Chun Sing.

Yang disebut sebagai pemimpin masa depan. Dari generasi 4G Singapura. Berakhir pula politik dinasti Lee di sana.***

Singapore Mencari Generasi Keempat

Tiga kandidat Perdana Menteri Singapura: (kiri) Menteri Keuangan Heng Swee Keat, Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing (tengah) dan Menteri Pendidikan Ong Ye Kung–PHOTOS: DESMOND FOO, JONATHAN CHOO, LIANHE ZAOBAO/copy from straitstimes.com

Oleh: Dahlan Iskan

Hari ini ada Pemilu di Singapura. Pemilu di intern partai penguasa: PAP (People’s Action Party).

Itu lebih penting. Dibanding pemilu sungguhan: yang pemenangnya tidak pernah berubah. Sejak negara itu berpisah dari Malaysia. Sejak 60 tahun lalu.

Pemilu hari ini memilih anggota Central Executive Committee (CEC) partai. Pengendali partai. Semacam politbiro di sistem partai komunis.

Dari sini akan terlihat: siapa calon perdana menteri Singapura yang akan datang. Untuk menggantikan Lee Shien Loong. Yang sudah menyatakan mundur: di tahun 2022.

Itu berarti Lee Shien Loong akan menjabat perdana menteri Singapura selama 18 tahun.

Calon pengganti itulah yang sudah disiapkan sekarang. Lewat mekanisme partai PAP  yang berkuasa.

PAP adalah partai kader yang sebenarnya. Partai ini hanya beranggota 1.000 orang. Pemilu hari ini diikuti oleh 1.000 kader tersebut.

Proses menjadi kader PAP tidak mudah. Tidak bisa, misalnya, lewat pendaftaran. Tidak dikenal juga istilah kader loncat pagar.

Anggota CEC lah yang mencari kader. Anggota CEC pastilah anggota DPR. Mereka inilah yang mengkader anak-anak muda. Terutama di dapil masing-masing. Anggota DPR itulah yang kelak mengusulkan: agar aktivis yang membantunya itu diterima menjadi kader partai.

Tentu tidak otomatis. Anak muda yang diusulkan itu akan diuji. Ujiannya pun tiga tahap. Pengujinya tidak sembarangan: satu komite di politbiro.

Misalnya ada 10 anak muda. Yang bekerja sebagai staf di anggota DPR tertentu. 10 orang itu akan terus dimonitor. Bertahun-tahun. Kelak ada di antara mereka yang dianggap layak diusulkan jadi kader partai.

Pemilu hari ini untuk memilih CEC yang baru. Yang terdiri 17 orang.

Pemimpin tertinggi CEC  disebut sekretaris jenderal. Yang selalu dijabat oleh perdana menteri.

Kini ada tiga tokoh yang sangat menonjol di kabinet Singapura:  Chan Chun Sing, 48 tahun. Ia seorang militer. Angkatan darat. Pangkatnya mayor jenderal.

Jabatan tertingginya: panglima angkatan bersenjata. Sudah yang tertinggi. Tidak bisa lebih tinggi lagi. Umur 41 tahun pensiun dari militer. Di tahun 2011.

Tahun itu Chan Sing mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Lebih tepatnya ‘ditugasi untuk mencalonkan diri’. Untuk dapil Tanjong Pagar. Dekat pulau Santosa itu.

Terpilih.

Di pemilu tahun 2015 nyaleg lagi.

Terpilih lagi.

Chan Chun Sing juga pernah  diminta memimpin perusahaan BUMN. Menjadi CEO NTUC group. Yang salah satu usahanya bidang taksi. Bagi yang pernah ke Singapura tentu tahu. Betapa mencoloknya dominasi taksi NTUC di sana. Sebelum ada Uber.

Dari NTUC Chun Sing masuk ke pemerintahan. Berbagai jabatan tinggi diberikan padanya.

Rasanya ialah memang yang diincar Lee Shien Loong untuk jadi calon penggantinya. Mei lalu Chan Chun Sing dipromosikan menjadi menteri kunci: dagang dan industri.

Ayahnya meninggal saat ia masih kecil. Ibunya membesarkan anak-anaknya dengan bekerja: jadi operator  mesin. Sampai umur 30 tahun Chun Sing masih tinggal  bersama di rumah ibunya.

Bea siswa pemerintahlah yang  membuatnya bisa kuliah di Cambridge, Inggris. Berarti ia anak pintar. Hanya yang pintar yang bisa dapat bea siswa.

Dari Cambridge Chun Sing masih kuliah manajemen: di MIT Boston.

Tokoh pilihan lainnya sudah lebih tua: 57 tahun.  Namanya: Heng Swee Keat. Menteri keuangan. Juga anggota DPR.  Dari dapil Tampines. Di Singapura hanya anggota DPR yang bisa jadi menteri.

Swee Keat adalah jenderal polisi.

Dua tahun lalu Swee Keat terkena stroke. Dilarikan ke RS. Hanya dalam enam minggu sehat kembali. Hanya empat bulan absen dari jabatannya.

Tokoh ketiga yang sedang dipromosikan adalah Ong Ye Kung, 48 tahun. Menteri pendidikan. Sipil.

Dari tiga nama itu sudah bisa dihitung: Chan Chun Sing-lah calon yang sebenarnya, kalau.

Kalau ia lulus ujian berikutnya.

Ujian mental.

Ujian kesabaran.

Jabatan itu masih empat tahun lagi.

Banyak hal masih bisa terjadi.

Goh Chock Tong pernah lulus ujian seperti itu. Dengan suksesnya. Lalu benar-benar jadi perdana menteri.

Lee Shien Loong juga pernah lulus ujian serupa. Lalu juga benar-benar jadi perdana menteri.

Bayangkan beratnya ujian yang dialami Goh Chock Tong kala itu. Ia sudah diumumkan bakal menggantikan Lee Kuan Yew.

Tapi posisinya sangat tidak aman. Ada calon lain: anak Lee Kuan Yew sendiri. Brigjen Lee Shien Loong.

Suatu ketika Lee Kuan Yew pidato di forum besar. Ada Goh Chock Tong di situ. Dalam pidatonya Lee menegur Goh. Sebagai calon pemimpin yang terlalu pendiam. Pidato itu banyak ditafsirkan sebagai Lee tidak jadi menunjuk Goh.

Tiga kali Goh ‘dipermalukan’ Lee seperti itu. Tapi Goh tahan uji. Ia tidak marah. Tidak ngambek. Tidak stress.

Saat akhirnya jadi perdana menteri pun masih diuji. Lee Kuan Yew tidak benar-benar pensiun. Masih menjabat sebagai menteri mentor.

Padahal di bawah Goh ada Lee Shien Loong. Si putra mahkota. Calon perdana menteri berikutnya.

Begitu panas kursi Goh. Dijepit atas – bawah.

Dan ia lulus.

Tapi yang juga lulus adalah si putra mahkota sendiri. Tidak pernah ada usaha nggege mongso: sabar menanti.

Suatu saat Goh sudah 12 tahun menjadi perdana menteri. Lee Kuan Yew masih juga menguji anaknya itu. Lee Kuan Yew memanggil Goh. Dikira akan diberitahu sudah waktunya diganti.

Ternyata Goh ditanya begini: apakah masih mau menjadi perdana menteri dua tahun lagi.

Begitulah mengapa Goh Chock Tong menjadi perdana menteri selama 14 tahun. Itulah yang diceritakan Goh di buku barunya. Yang terbit minggu lalu.

Kini Lee Kuan Yew sudah almarhum.

Anaknya sudah 14 tahun jadi perdana menteri.

Belum juga ada tanda-tanda kapan ada penggantian.

Singapura ramai dengan isu itu. Siapa yang akan ditampilkan sebagai generasi keempat. Apakah bisa membuat Singapura maju?

Setelah enam bulan ramai, akhirnya ada berita tadi: hari ini ada pemilu. Untuk melihat siapa pemimpin empat tahun lagi. Kalau jadi.***

Dunia Gila ‘Orang Kaya Asia’ tak Semanis yang Anda Bayangkan

PARA tokoh pemeran di film Crazy Rich Asians, yang kaya bukanlah orang-orang kaya biasa. Mereka berada di level  berikutnya, absurd, tidak masuk akal, sangat kaya.

Mereka berpesta bujangan di kapal  yang kemudian ditipu di tengah lautan. Mereka tidak hanya menyewakan atap Marina Bay Sands, mereka juga merekrut tim renang nasional  untuk tampil di kolam renang tanpa batas. Mereka memiliki rumah mewah, Bugattis, dan permata seukuran hewan kesayangan  kecil.

Film ini, dirilis  pada 15 Agustus, adalah proyek besar Hollywood  pertama sejak The Joy Luck Club, pada tahun 1993, dengan pemain Asia atau Asia-Amerika.

Film yang diangkat dari  novel 2013 karya Kevin Kwan, yang menggambarkan  kemewahan absurd yang ada di Singapura. Film ini menggambarkan betapa berbedanya faksi-faksi yang terbagi dari kelas atas orang kaya itu dalam berperilaku.

Mereka yang berada di kelompok yang lebih tua, sekarang di usia 50-an dan 60-an, menghabiskan kekayaan dinasti yang dibangun dari bisnis real estat dan perbankan Asia Tenggara.

Mereka menjadi tuan rumah pesta mewah dan mengenakan perhiasan mahal, tetapi ini adalah pertunjukan canggih dari glamor yang bersahaja hanya bagi mereka yang paling dekat dengan mereka.

Generasi  yang lebih muda, lahir pada 1980-an, tidak  masalah pamer di depan  kamera. Setelah memperoleh banyak kekayaan, mereka melalui kepercayaan keluarga, mereka dengan senang hati berpose untuk para follower-nya di media sosial, mejeng  di klub-klub elite ala 1880, yang memiliki meja resepsionis yang terbuat dari kuarsa 1,5 ton.

Dalam milieus yang dibanggakan ini, Kwan menjadi  pahlawannya, seorang wanita muda China keturunan Amerika bernama Rachel Chu (diperankan dalam film oleh Constance Wu) yang menemani pacarnya yang lama, Nick (Henry Golding), ke pernikahan seorang teman di Singapura. Dia terkejut ketika mengetahui bahwa keluarganya, Youngs, sangat makmur dan, ya, sedikit gila.

Dalam buku dan film, generasi  lama diwakili oleh klan Young, yang mengumpulkan kekayaan mereka dari kerajaan real estat yang berkencan dengan era kolonial. Mereka mengharapkan rasa hormat. Ini adalah pemandangan yang akrab bagi banyak orang.

Barangkali, sekalipun keluarga Anda tidak sekaya miliader itu,  mungkin Ibunda termasuk suka minum teh pada jam 4 sore. di Hotel Raffles pada acara-acara khusus. Sekali-sekali, saya akan melihat Rolls-Royce vintage  yang melaju di salah satu jalanan kota yang bersih dan rapi.

Lima puluh tahun kemudian, Singapura adalah potret  untuk kekayaan di Asia Tenggara. Apa yang dimulai sebagai pelabuhan perdagangan dan pusat pelayaran telah menjadi modal keuangan global, berkat aliran investasi dalam industri perbankannya, sekarang menjadi yang paling kompetitif keempat di dunia, menurut Global Financial Centers Index, yang mengamati para pemimpin bisnis internasional.

Generasi kaya yang  baru ini diwakili oleh banyak karakter lain, seperti  Rachel, Goh Peik Lin (diperankan oleh bintang 8 Ocean Breakout Awkwafina), keluarga mencoloknya, dan kru gosip, pendaki tangga-pendakian dari sosialita yang membuat ini khusus kerak bagian atas masyarakat.

Untuk sutradara Jon Chu, itu adalah “tingkatan yang berbeda dari orang kaya” yang paling menarik baginya. Untuk yang sangat kaya, “itu bukan tentang flash,” katanya. “Ini tentang kehalusan dan kelas. Ini tentang bagaimana Anda dibesarkan, dan Anda tidak dapat memberi tahu hal-hal itu dengan label. ”

Lokasi
Beberapa titik melampaui kesenjangan generasi. Hermes yang ramai dan butik Cartier di atas Orchard Road, sebuah jalan komersial yang menarik wisatawan dan pembeli yang sangat kaya. Pemandangan kuliner kota melayani restoran kelas atas: Tiga puluh sembilan restoran bintang Michelin mencakup hampir semua masakan.

Pada Shoukouwa, kuil omakase bintang dua, para koki berjanji untuk “membelai lidah Anda dengan kemahiran yang elegan.” Odette, di Galeri Nasional, memiliki menu mencicipi S $ 300 ($ 240) yang selalu menampilkan hidangan seperti merpati yang dipanggang dengan jerami dan foie gras dari Rouilly, Prancis.

Acara diadakan di tempat-tempat mewah seperti Shangri-La Hotel dan Marina Bay Sands, yang tiga menaranya bersatu menyerupai kapal raksasa, menjadikannya salah satu bangunan paling terkenal di kaki langit. Kolam infinity atap hotel resor – hampir 650 meter di atas tanah – benar-benar memamerkan kemegahan uang baru bangsa.

Di sisi lain spektrum terletak sisa-sisa pos kolonial yang berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan untuk British East India Company pada 1800-an. Anda melihatnya dalam arsitektur klasik gedung pengadilan, hotel, dan museum. Dalam film tersebut, Chu ingin memberikan anggukan kepada masa lalu dan masa lalu Singapura, tempat-tempat yang dapat diidentifikasi oleh berbagai periode yang berbeda-beda.

Upacara pernikahan berlangsung di Chijmes, di Caldwell House, dibangun pada tahun 1840 dan salah satu bangunan tertua di Singapura. Tapi untuk afterparty setelah resepsi di Grove Supertree, seluruh pasukan menuju ke dek observasi Marina Bay Sands. (Pertunjukan kembang api menutup pesta pora.) Dalam adegan lain ada bilik DJ yang terbuat dari bagian depan Rolls-Royce.

“Untuk superrich, ini bukan tentang apa yang bisa Anda beli, ini tentang seberapa kreatif Anda dapat dengan uang Anda,” kata Chu. “Siapa pun dapat membeli barang, tetapi memiliki ide itu dan membayarnya adalah hal lain.”

 

Poin Gaya
Di Singapura, supporting gaya hidup terbaru dapat dilihat  di mal mewah seperti Ion Orchard baru atau Mandarin Gallery, di mana Anda dapat membeli gaun beludru seharga $ 5.000 dari label Prancis Saint Laurent atau pembom kasmir $ 6,100 dari Loro Piana.

Dalam film itu, mal-mal ini akan menjadi tempat para tokoh  berbelanja. Mary Vogt, perancang kostum, berhati-hati untuk memecah karakter ke dalam dua kelompok sosial mereka. “Orang yang lebih banyak uang kurang pongah dan kurang mencolok,” katanya. “Anda dapat mengatakan sesuatu yang mahal dengan kesederhanaan potongan dan kualitas kain.”

Michelle Yeoh, dalam perannya sebagai ibu harimau Nick Young, melepas cat ini. Dia memakai Carolina Herrera dan Elie Saab serta bros dan anting klasik yang sepertinya pernah dimiliki oleh bangsawan.

“Michelle mengatakan karakter ini tidak akan pernah memakai perhiasan fashion, dia hanya akan memakai perhiasan asli,” kata Vogt.

“Untungnya, Michelle memiliki koleksi perhiasannya sendiri yang sangat indah, dan dia meminjamkan kami beberapa potong.” Salah satu barang itu adalah cincin zamrud yang memukau — Chu menggambarkannya hanya sebagai “sebuah cincin besar yang aneh” —yang memainkan peran kunci dalam cerita.

Peik Lin dan ayahnya (Ken Jeong) mengambil kekasaran nouveau riche ke ekstrem. Mereka tinggal di sebuah rumah yang disepuh emas dan marmer. Pada satu titik, menjelaskan asal usul keluarga terkaya di Asia, dia menunjuk ke peta yang terpampang di sisi tas tangan khusus yang dibuat untuk film tersebut. Dalam adegan lain, Jeong mengenakan setelan Prada coklat — dengan payet.

Yang paling bergaya dari set film ini adalah saudara sepupu Nick, Astrid (Gemma Chan). Tokohnya mengenakan gaun Alexander McQueen warna merah jambu yang ramping ke pernikahan besar, membeli Rolex Daytona untuk pacarnya, dan menyembunyikan kotak Dior di sekitar apartemennya. Tetapi dia juga akan mengambil tee Gap di toko barang bekas, kata Vogt.***