Manfaat Berpuasa untuk Kesehatan Tubuh

Jayakarta News – Tanpa terasa empat bulan di tahun 2020 pun akan berlalu, yang mana dua bulan belakangan hari-hari kita lalui penuh dengan keresahan yang mencekam dan kuatir akibat wabah virus corana (Covid-19). Namun begitu seiring waktu masih di bulan April ini, Jumat (24/4) kita sudah memasuki hari pertama bulan suci Ramadhan.

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang dinanti kedatangannya oleh umat Islam, maka diwajibkan berpuasa satu hari penuh menahan hawa nafsu, lapar, dan dahaga. Semua itu dilakukan semata-mata untuk menjalankan satu dari lima rukun Islam, dan itu merupakan bagian dari ibadah yang mengharapkan keberkahan di bulan suci ini.

Untuk menjalankan ibadah puasa, maka terlebih dahulu kita harus memiliki niat yang kuat sebelumnya. Karena hal itu penting, sebab akan dapat berpengaruh pada tekad dan juga kemampuan di saat menjalankan puasa untuk menahan godaan, seperti godaan haus, lapar, menahan amarah serta perbuatan lain yang seharusnya tidak kita lakukan pada saat berpuasa.

Jadi bulan suci Ramadhan ini bukan hanya sekedar berpuasa dan ibadah, tetapi melainkan ini momen bagi seseorang untuk dapat belajar menahan diri dari godaan-godaan dan menempah ketakwaan serta memiliki dampak baik bagi kesehatan bagi tubuh. Dan ini ada beberapa manfaat dari berpuasa.

Menurunkan Berat Badan

Apabila berpuasa dilakukan secara benar dan teratur, itu akan memberikan manfaat jangka panjang bagi tubuh, seperti membantu dalam meningkatkan sistem pencernaan dan metabolisme secara keseluruhan.

Jika dilihat secara ilmiah, berpuasa  dapat menurunkan berat badan, kenapa? karena selama berpuasa,usus-usus dalam tubuh akan lebih bersih dari sisa-sisa endapan makanan. Dan endapan makanan inilah  bila kelebihan akan menjadi lemak diperut.

Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar, kemudian, pembakaran lemak menjadi energi sehingga puasa dapat menurunkan berat badan.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Pada saat berpuasa tidak perlu khawatir karena merasa lemas, sehingga jadi mudah sakit. Justru ketika berpuasa, didalam tubuh akan terjadi peningkatan limfosit (sel darah putih) sampai dengan 10 kali lipat.

Hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga puasa justru menghindarkan infeksi bakteri dan virus pada tubuh yang datang dari lingkungan luar atau makanan yang tidak baik.

Mengingat saat ini wabah pandemi Covid-19 dengan mudah menyerang tubuh manusia yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka berpuasa merupakan salah tindakan pereventif dan berpuasa dengan baik maka kesehatan tubuh dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Meningkatkan Kesehatan Mental

Selain menahan lapar dan dahaga, berpuasa tidak hanya memberikan manfaat untuk kesehatan fisik melainkan juga bermanfaat untuk kesehatan mental. Karena dengan berpuasa kita dapat meningkatkan kesehatan mental karena saat berpuasa tubuh dapat memproduksi banyak endorphin yaitu hormon yang membuat bahagia.

Itu dapat meningkatkan mood, rasa bahagia, mencegah depresi dan gangguan kecemasan dan efek tersebut biasanya akan terasa setelah 3-4 hari berpuasa, itu dikarenakan tubuh mulai mengeluarkan hormon katekolamin yang dapat membuat perasaan menjadi lebih baik.

Dan hal tersebut disebabkan karena tubuh harus beradaptasi terlebih dahulu saat puasa. Jadi, kamu tidak perlu khawatir merasa gundah karena menahan lapar dan haus saat berpuasa, justru berpuasa akan membuatmu lebih bahagia.

Memperbaiki Pola Makan

Dengan berpuasa otomatis pola makan  pasti berubah mengarah teratur, sedangkan jika tidak biasanya makan sehari tiga kali, bahkan bisa lebih. Dan  makanan pasti kurang kontrol. Memang

merasa lapar. Tetapi, kita dapat berlatih dengan berpuasa, sehingga mempunyai kesabaran untuk menahan lapar dan terbiasa menjalaninya.

Kemudian makan pada saat waktunya telah ditentukan. Dan Kita juga dapat berlatih untuk makan dengan porsi yang jelas yaitu, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Dengan begitu puasa memperbaiki pola makan orang yang berpuasa.

Mempercepat Metabolisme

Bisa dibayangkan ketika tidak berpuasa, tubuh kita lebih sering bekerja pencernaannya. Sedangkan dengan puasa akan memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan. Sedangkan itu berguna bagi metabolisme dalam tubuh untuk membakar kalori secara lebih efisien.

Jika pencernaan buruk, akan memengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme makanan dan membakar lemak. Tetapi berpuasa dapat mengatur proses pencernaan dan meningkatkan fungsi usus secara lebih baik, dan akan meningkatkan fungsi metabolisme dalam tubuh. Dan kemungkinan masih ada lagi manfaat dari berpuasa. (Monang Sitohang)

Ramadan di Rumah tak Mengurangi Kualitas Ibadah

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19  mengimbau agar seluruh umat Islam melaksanakan ibadah di rumah selama Bulan Suci Ramadan, sekaligus mengurangi risiko penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19.

Hal tersebut sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bahwa “Kita tidak boleh mencari atau menjemput bahaya, dan juga tidak boleh menularkan bahaya itu kepada orang lain”.

“Jangan sampai kita menjemput bahaya, kita berkerumun di suatu tempat, termasuk di tempat-tempat ibadah. Itu sangat berpotensi untuk kita membahayakan diri kita dan juga orang lain,” kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam-Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta. Demikian dikutip dari laman bnpb.go.id

Amin menjelaskan, bahwa meskipun sebagai umat Muslim memahami dan menyadari, betapa pentingnya dan betapa mulianya berada atau beribadah di masjid, akan tetapi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, wajib hukumnya untuk tetap berada dan beribadah di rumah.

Menurut Amin, kualitas ibadah umat Islam tidak akan berkurang dengan berada di rumah dan beribadah di rumah, melainkan keikhlasan, kekhusyuan dan kesucian jiwa. Oleh karena itu, meskipun beribadah di rumah, Insya Allah kualitas ibadah tidak berkurang.

“Kualitas ibadah kita tidak hanya ditentukan oleh lokasi di mana kita beribadah, tapi yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas ibadah kita ditentukan oleh keikhlasan kita, ditentukan oleh kekhusyuan kita, ditentukan oleh kesucian jiwa kita,” kata Amin.

Selain itu, Amin juga menganjurkan agar umat Islam tidak melaksanakan buka puasa bersama, seperti yang sering dilaksanakan di kantor-kantor maupun di perjamuan keluarga.

Kemudian, ibadah Salat Tawarih juga dianjurkan agar dilakukan di rumah saja bersama keluarga.

“Kita tidak melaksanakan tarawih bersama, kita melaksanakan di rumah saja, karena sangat berpotensi untuk kita menularkan atau ditularkan ketika kita berkumpul bersama di masjid,” kata Amin.

Dengan menjalankan perintah agama dan mengikuti anjuran pemerintah, maka Amin juga mengajak agar semua umat Muslim bersatu untuk berdoa, bermunajat dan bertafakur agar pandemi Covid 19 segera berlalu.

“Sebagai umat beragama di samping kita mengikuti anjuran pemerintah dengan pendekatan saintifik, akademik, dan empiris. Kita harus terus juga melakukan berdoa, bermunajat, bertafakur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semoga coronavirus ini segera berlalu, bulan Ramadan tiba dan coronavirus berlalu, Insya Allah,” pungkas Amin.

Sebelumnya, pada 6 April 2020, Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran mengenai Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Covid 19.

Dalam surat edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan yang memusatkan pada kegiatan ibadah tidak dilakukan secara berjamaah di masjid seperti biasa, melainkan di rumah bersama keluarga inti.

“Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan, ditiadakan. Untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya,” mengutip salah satu poin panduan dalam surat edaran.***/ebn