PWI Jaya Award dan MHT, Dua Agenda Andalan PWI Jaya di 2021

JAYAKARTA NEWS–PWI Jaya Award dan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin, menjadi dua agenda andalan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta untuk 2021. PWI Jaya Award direncanakan digelar Maret, sementara MHT Award September.

“Program kegiatan wajib kita jalankan, diupayakan secara optimal. Kita mungkin masih menghadapi situasi pandemi Covid-19, tetapi itu tak boleh jadi kendala,” ungkap Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah dalam rapat perdana pengurus harian untuk 2021, Kamis sore, (14/1 2021)

Rapat perdana pengurus harian ini mengurai evaluasi program kerja 2020, dan proyeksi agenda kegiatan 2021.

Terkait dengan Anugerah PWI Jaya, rinciannya masih akan dibahas lebih mendalam pada rapat pengurus harian berikutnya. Namun, sudah diputuskan jika Cak Herry SL, bendahara 1 PWI Jaya, menjadi ketua panitia dari kegiatan tersebut.

Untuk MHT Award 2021, Kadirah, bendahara PWI Jaya, mengemban amanah sebagai ketua panitia. Kadirah dibantu oleh Tb.Adhi, wakil ketua bidang kesra, sebagai wakil ketua.

Sayid Iskandarsyah menegaskan, ke depannya, kesemuanya diharapkan lebih baik lagi. Tak terkecuali dalam upaya-upaya yang dilakukan untuk pemasukan dana ke kas organisasi. Tentunya sejauh dimungkinkan.

Terkait dengan itu, pengurus harian PWI Jaya menyepakati dilakukannya pencarian dana melalui pemutakhiran kartu anggota, khususnya anggota muda.

PWI Jaya melakukan pemutakhiran Kartu Keanggotaan (KTA) bagi ANGGOTA MUDA yang masih memegang kartu lama (model kertas karton) untuk diganti dengan kartu baru (model plastik). Namun, ada persyaratannya, #KTA masih aktif (belum kadaluarsa); #Mengajukan Permohonan ke PWI Jaya disertai copy KTA; #Menyerahkan Pas Foto Berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar); #Foto harus gunakan baju berkerah. Latar belakang berwarna; #Membayar biaya pemutakhiran sebesar Rp100.000.

Rapat perdana pengurus harian ini berlangsung selama sekitar empat jam. Kecuali Amy Atmanto, wakil ketua bidang hubungan antar-lembaga, pengurus harian lainnya hadir. Namun, walau tak hadir, Amy Atmanto mengirimkan kemasan Ayam Geprek 12Pas untuk menu makan siang. ***

Duet Sayid – Sibatangkayu Pimpin PWI DKI Jaya

Sayid Iskandarsyah dan Diapari Sibatangkayu terpilih secara aklamasi sebagai Ketua dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya 2019 – 2024. (ist)

JAYAKARTA NEWS – Sayid Iskandarsyah (Matahari TV) dan Diapari Sibatangkayu (Koran Jakarta) masing-masing terpilih secara aklamasi sebagai ketua PWI Jaya dan Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) periode 2019 – 2024 dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI DKI Jakarta 2019 yang digelar di Balaikota Jakarta, Jumat (26/4).

Sayid menjadi calon tunggal setelah hingga batas akhir pendaftaran saat hari H Konferprov tak ada calon lain yang mendaftar. Sedangkan Sibatangkayu, terpilih secara aklamasi setelah satu calon ketua DKP, Hj. Endang Werdiningsih, yang sebelumnya mendaftar, mengundurkan diri di menit-menit akhir. Endang sendiri sebelumnya merupakan ketua PWI Jaya periode 2014-2019.

Selanjutnya tim formatur yang berisikan lima orang yakni, Sayid, Sibatangkayu, Tubagus Adhi (Pemred breakingnews.co.id), Kesit B. Handoyo (Pemred offside.co.id), serta Nurjaman (PWI Pusat) akan menyusun “kabinet” kepengrusan baru untuk lima tahun ke depan.

Konferprov PWI Jaya 2019 yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari dihadiri Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan serta Kepala Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Ketua PWI Pusat Atal S Depari, Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat Margiono, serta sejumlah wartawan senior anggota seumur hidup PWI.

Anies dalam sambutannya berharap Konferprov berjalan lancar dan bisa menjadi contoh baik dalam bermusyawarah. “Saya berharap PWI bisa menjadi rujukan bagi organisasi lainnya,” jelas Anies. “Saya dari kecil hadir di pertemuan PWI, karena kakek saya wartawan tiga zaman. Yang menarik di generasi itu yakni tradisi di sekitarnya. Dari sini saya menarik kesimpulan wartawan bisa menjadi pilar demokrasi yang kokoh,” tambah Anies. ”Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan media karena memberitakan tentang kinerja Pemprov DKI, sehingga kinerja semakin meningkat,” tutupnya. (*/rr)

Gerakan Restorasi PWI DKI Jakarta Dideklarasikan

Logo PWI

JAYAKARTA NEWS—“Saatnya pengurus PWI DKI Jakarta untuk direstorasi,” tegas Nauli Silitonga, Tim Sukses Toto Irianto  (Toir) menjadi Ketua PWI DKI Jakarta, “Proses konferprov yang disusun dan akan diselenggarakan pengurus PWI DKI Jakarta  bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.” Demikian rilis yang diterima redaksi.

Konferensi tingkat provinsi (konferprov) adalah amanat peraturan dasar peraturan rumah tangga (PDPRT) organisasi antara lain  tentang penyelenggaraan pemilihan kepengurusan untuk periode 5 tahun ke depan, tetapi tahapan pelaksanaannya terindikasi hanya untuk memenangkan calon tertentu.  Person kepanitiaan didominasi pendukung calon tertentu.

Toto Irianto, Calon Ketua PWI Jaya, bersama Timsesnya—foto istimewa

“Tidak akan bisa netral. Harus dibatalkan dan dibuat kepanitiaan konferprov yang kredibel ,” tegas Nauli. “Semua anggota yang berhak memilih sampai sekarang tidak diumumkan dan diberi tahu langsung kepada yang bersangkutan. Namun sejumlah oknum panitia pemilihan bergerilya menggalang dukungan guna memenangkan calon pengurus dari kelompoknya.”

Indikasi tersebut merusak tujuan organisasi. Padahal menjadi pengurus organisasi profesi itu adalah pengabdian. Berorentasi pada perwujudan nilai-nilai mulia atau hope, bukan sebagai job atau pekerjaan.

Menurut Nauli, langkah Gerakan Perubahan atau Restorasi yaitu mengawal konferprov berlangsung sesuai dengan prinsip demokrasi. Menjamin kesamaan hak anggota untuk dipilih dan atau memilih sebagaimana tertuang dalam PDPRT. “Kapan lagi kalau bukan sekarang kita merestorasi organisasi,” katanya.  “Ini juga penting agar PWI DKI Jakarta ke depan kembali diminati banyak wartawan muda menjadi anggota.”

Jemes Tobing, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI DKI Jakarta, menjelaskan, pihaknya sangat prihatin mencermati perkembangan agenda konferprov. Surat penegasan sikap DKP tanggal 11 April 2019 berisi pesan kepanitiaan  yang dibentuk Ketua PWI DKI Jakarta, Hj. Endang Werdiningsih agar dibatalkan, tembusan Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, tidak mendapat respons dari yang bersangkutan.

“Sangat luar biasa. Kami tidak akan diam,” katanya.  Satu person pengurus PWI DKI Jakarta sudah resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Padahal yang bersangkutan juga bertindak sebagai unsur kepanitiaan di konferprov. ***/ebn

Kesit Mundur dari Ketua SC Konferprov PWI Jaya

Kesit B Handoyo (kanan), bersama Cclon Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya, Diapari Sibatangkayu (kiri) dan Calon Ketua PWI, Jaya Sayid Iskandarsyah (tengh). (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Demi menjaga netralitas dan mewujudkan pelaksanaan Konferenasi Provinsi (Konferprov) PWI Jaya, 26 April mendatang, Kesit B Handoyo mundur sebagai Ketua Steering Committee (SC). Keputusan mundur dilakukan setelah namanya masuk jajaran tim pemenangan SSK yakni Sayid Iskandarsyah sebagai calon Ketua PWI Jaya dan Diapari Sibatangkayu sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan (DKP).

Mundurnya Kesit sebagai Ketua SC Konferprov diungkapkan Ketua Timses SSK, Tubagus Adhi di Jakarta, Minggu (07/04).

“Sejak SSK resmi dideklarasikan Jumat (05/04) lalu, Kesit sudah berniat melepaskan posisinya sebagai ketua steering committee Konferprov PWI Jaya. Ini semata-mata untuk menjaga netralitas agar Konferprov dapat berjalan lancar dan kondusif,” kata TB Adhi, wartawan olahraga senior yang juga Pemred Breakingnews.co.id itu.

Dijelaskan TB Adhi, pengunduran diri tersebut sudah disampaikan kepada Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Endang Werdiningsih. “Karena Bu Endang-lah yang ketika itu memberikan kepercayaan kepada Kesit sebagai SC. Bu Endang menyambut baik pengunduran diri tersebut. Surat resmi pengunduran dirinya sebagai ketua SC akan diserahkan besok, Senin,” lanjutnya.

Sementara itu Kesit yang dihubungi terpisah membenarkan kabar pengunduran dirinya sebagai Ketua SC. “Betul, saya memang mundur dari posisi itu. Saya sudah komunikasi dengan Bu Endang (ketua PWI Jaya). Alasan saya mundur untuk menjaga netralitas saat pelaksanaan Konferprov PWI Jaya nanti, karena saya terlibat di jajaran tim pemenangan Sayid Iskandarsyah dan Diapari Sibatangkayu (SSK, red) yang diketuai TB Adhi,” kata Kesit, yang juga pengamat dan komentator sepakbola Indonesia. (*/rr)

Dari kiri ke kanan: CEO Nendia Primarasa, H. Heru Pujihartono, Diapari Sibatangkayu, Sayid Iskandarsyah, Kesit B Handoyo, TB Adhi, dan Adi Wargono. (foto: ist)

Duet Sayid dan Sibatangkayu Siap Pimpin PWI Jaya

Launching pencalonan Sayid Iskandarsyah dan Diapari Sibatangkayu di Aula Nendia Primarasa, Jl Bina Harapan, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (5/4) siang. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Duet Sayid Iskandarsyah dan Diapari Sibatangkayu siap mencalonkan diri dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jaya yang akan digelar di Balaikota, 26 April mendatang. Sayid akan maju sebagai calon Ketua PWI Jaya periode 2019-2024, sedangkan Sibatangkayu maju sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi.

Duet calon ketua ini mendapat dukungan penuh dari salah seorang pengurus PWI DKI Jakarta, Kesit B Handoyo, yang kemudian sepakat mengusung tim pemenangan dengan sebutan SSK yang diketuai wartawan senior TB Adhi. Deklarasi dukungan disampaikan melalui seremoni launching pencalonan yang diadakan di Aula Nendia Primarasa, Jl Bina Harapan, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (5/4) siang.

Acara seremoni ini juga dihadiri jajaran anggota seksi di tubuh PWI DKI Jakarta, baik dari SIWO PWI Jaya, Seksi Wartawan Perkotaan PWI Jaya, Seksi Pendidikan, Seksi Wartawan Hiburan. “Saya siap memenangkan SSK pada Konferprov nanti. Semoga dukungan penuh dari teman-teman SIWO Jaya, Perkotaan, Hiburan, Ekonomi, dan teman-teman dari seksi lainnya di lingkungan PWI Jaya akan bisa menjadikan pasangan ini memenangkan pemilihan,” kata TB Adhi, yang juga Pemred Breakingnews.co.id dalam sambutannnya.

Sementara itu mewakili pengurus PWI DKI Jakarta periode 2014-2019, Berman Nainggolan, menyatakan mayoritas pengurus dan anggota sudah menentukan pilihannya untuk mendukung SSK sebagai paket calon pemimpin periode mendatang. Dukungan penuh diberikan karena para anggota melihat jejak rekam dan loyalitas selama ini sangat baik terhadap organisasi PWI DKI Jakarta.

“SSK adalah kader terbaik PWI DKI Jakarta untuk memimpin organisasi periode 2019-2024. Kinerja dan kontribusi mereka selama ini kita akui sangat positif untuk membangun dan membesarkan PWI DKI Jakarta,” ulas Berman yang juga menjabat sebagai ketua Seksi Wartawan Perkotaan PWI DKI Jakarta periode 2014-2019.

“Jadi tak ada kata lain buat pengurus dan anggota selain mendukung penuh SSK untuk memimpin PWI DKI Jakarta periode 2019-2024,” tambahnya lagi. (*)

Kesit B. Handoyo (kanan) bersama kandidat ketua PWI Jaya dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya. (foto: ist)

Jelang Pemilihan Ketua PWI Jaya, Timses Toir: Panitia tidak Netral

JAYAKARTA NEWS—Situasi politik jelang pemilihan Ketua PWI Jaya periode 2019-2024, semakin menghangat. Kubu Toir Toto Irianto-Pemred Harian Poskota), salah satu kandidat Ketua PWI Jaya menilai pembentukan pantia pemilihan Ketua PWI Jaya periode 2019-2024 tidak fair, dan meminta diulang. Bahkan kalau perlu, diambil alih oleh PWI Pusat. Alasannya, penetapan panitia itu tidak menggambarkan netralitas.

Hal itu di sampaikan Uli Silitonga (Harian Lampu Hijau) selaku Tim Sukses Calon Ketua PWI DKI Jakarta, Toto Irianto alias Toir (Pemred Harian Poskota) melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/4).

Uli menyayangkan pembentukan panitia pemilihan ini tak menggambarkan nuansa demokratis yang selalu menjadi pekerjaan wartawan dalam memberikan ke publik.

“Pada hal, kita sebagai wartawan selalu menulis bagaimana berdemokrasi yang baik. Namun kenyataannya, dalam mau mengurus organisasi kita pun, ternyata kita tak bisa berdemokrasi yang benar. Ini yang kami luruskan,” papar Uli. 

Ditegaskan Uli, pihaknya tidak mengakui susunan panitia pemilihan yang dibentuk calon tertentu tanpa sepengetahuan mereka selalu Timses Toir. Termasuk tata tertib pemilihan yang dinilai tidak fair

Uli berpendapat, untuk menjaga netralitas, sebaiknya persoalan penetapan panitia pemilihan dan penyusunan tatib diserahkan kepada PWI Pusat. Disisi lain, Uli mengatakan Toir memiliki komitmen kuat untuk memimpin PWI DKI Jakarta periode 2019-2024. Menurut Uli, ke depan Toir bakal menjadikan PWI DKI Jakarta sebagai  rumah bersama bagi semua wartawan Ibukota. “Dan misi utama Toir dalam mengurus organisasi profesi ini sebagai hope (harapan), bukan jadi job (pekerjaan). Ini penting agar PWI Jaya semakin maju di masa datang. Dan diminati para wartawan muda,” imbuh Uli. *** ks

Industri Pertelevisian Bakal Tumbang

Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP).

JIKA sepuluh tahun silam banyak media cetak bertumbangan, kini, tidak menutup kemungkinan tiga atau lima tahu kedepan industri pertelevisian di republik ini, terancam tumbang. Sepatutnya, pelaku industri televisi bersiap siap beralih ke digital.

Setidaknya, itulah yang disampaikan Indra Yudhistira Ramadhan, Direktur Utama Indonesia Entertainment Produksi (IEP) inhouse production dari SCTV dan Indosiar, saat berbicara dalam Semiloka dengan tema “TV vs Digital” yang diadakan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan PWI Jaya di Cisarua, Puncak Bogor, Selasa (12/12)

Sejauh ini, televisi memang masih mendapat tempat di hati sebagian masyarakat, khususnya di daerah daerah. Meski demikian, Indra menambahkan, pola menontonnya pun sudah berubah.

Maka itu, tidak menutup kemungkinan tidak lama lagi televisi juga akan tersingkir. “Jadi, orang orang televisi (pelaku  bisnis,red) siap siap menghadapi kenyataan pahit ini,” ungkap Indra seraya menerangkan grafik survai indeks penonton televisi sekarang, masa lalu, serta mengintip penonton untuk tiga sampai lima tahun ke depan.

Lebih lanjut, Indra menerangkan, Sepuluh tahun lalu media cetak masih berjaya, internet tidak dianggap sebagai ancaman. “Sekarang, televisi juga menghadapi ancaman serius. Jika masih ada orang orang yang menganggap hal ini bukan ancaman. Bagi saya, ini serius, ancaman, “ tegas Indra.

Saat ini Indonesia merupakan negara yang memiliki perkembangan pemakai internet terbesar di dunia, dengan pertumbuhan pemakai 19 %.

Pengguna internet di Indonesia mencapai 103 juta orang pada tahun 2016. Menurut Indra, nilai e-commerce di Indonesia tumbuh 59% per tahun. Pengguna facebook 75 juta, BBM 62 juta, WA 40 juta dan pemakai Line mencapai 30 juta. “

“Tidak heran, jika kini Indonesia disebut sebagai ibu kota sosial media, banyak trending topik dari Indonesia,” paparnya

Anak-anak muda generasi milenial mengalihkan kebiasaannya menonton televisi ke komputer atau gadget. Generasi milenial hanya menonton program-program yang disukainya melalui youtube atau media online lainnya.

Justeru  itu, Indra  menekankan,waktu senja televisi semakin nyata. “Siapapun harus siap menghadapinya. Caranya harus mengenal dunia digital,” ungkap Indra

Sekali lagi, Indra menekankan  televisi harus siap-siap beralih ke televisi digital agar tidak bubar. Jangan sampai begitu jamannya tiba,  perubahan itu datang,  perkembangan jaman yang sedemikian cepat itu, tak bisa dibendung lagi, akhirnya tergilas, “ jelasnya panjang lebar. ***