Menhub: Pesawat Lion Air JT610 Layak Terbang

Ilustrasi Lion Air–foto istimewa

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan, pesawat Lion Air JT610 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di Perairan Utara Karawang, Jawa Barat, telah dinyatakan laik terbang.

“Pesawat layak terbang dan sudah memenuhi proses dari kelaikan untuk terbang, baik yang dilakukan pada saat awal pesawat ini mendapat sertifikasi baik produk maupun bagian-bagiannya dan diikuti dengan suatu proses-proses inspeksi yang telah dilakukan terhadap pesawat tersebut” jelas Menhub di Jakarta, Selasa.
Menurut Menhub, sertifikat -sertifikat pesawat Lion Air JT-610 masih valid dan memenuhi persyaratan untuk dapat terbang. “Dengan mengacu kepada data – data yang ada, proses pemberian Certificate of Airworthiness dan Certificate of Registration kami lakukan dengan mengacu kepada persyaratan keselamatan penerbangan yang berlaku. Hingga hari kejadian, dokumen-dokumen dimaksud dinyatakan masih valid,”  cetus  Menhub.

Menhub menambahkan, dalam masa berlakunya Certificate of Registration ada suatu proses yang harus dikerjakan pihak operator (Lion Air),  berkaitan dengan kelaikan pesawat terbang yang mengacu pada prosedur dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara seperti perawatan berkala dan lain lain. “Dalam masa itu memang ada suatu poses yang harus dikerjakan oleh operator berkaitan dengan kelaikan udara masing-masing pesawat dan itu mengacu kepada prosedur yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” tegasnya.

Ilustrasi Lion Air JT610–foto istimewa
Tak Libatkan Asing
Secara terpisah, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) M. Syaugi mengatakan, proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 tidak melibatkan negara asing.  “Kita tidak ada kerjasama dengan asing dalam rangka pencarian, dalam rangka evakuasi korban. Itu murni dari Indonesia melibatkan Basarnas, Polri, TNI, Kementerian Perhubungan, dan masyarakat,” papar Saugy.
Saugy menambahkan, ada 30 penyelam dari Basarnas dan 20 personel dari TNI AL yang ditugaskan melakukan penyelaman untuk pencarian dan evakuasi korban. Penyelaman ini akan dilakukan hingga pukul 19.00 WIB. (gun)

Anugerah BUMN2018: Citilink Sabet Dua Penghargaan

Citilink Indonesia berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Anugeran BUMN 2018, (9/8/2018) yaitu peringkat kedua dalam Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) Terbaik, Anak Perusahaan BUMN, sedangkan Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo meraih The Best CEO BUMN, Anak Perusahaan BUMN dalam Kategori Driving Excecution–foto istimewa

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Anugerah BUMN 2018 yang berlangsung pada hari Kamis (9/8).  “Ini merupakan tantangan bagi Citilink Indonesia untuk selalu memenuhi ketentuan tata kelola perusahaan yang baik, sejalan dengan strategi dan semangat ekspansi bisnis yang sedang dijalankan saat ini”, kata Vice Corporate President and Secretary Ranty Astari Rachman di Jakarta, Jumat (10/8).

Pada tahun ini, Citilink Indonesia berhasil meraih dua penghargaan membanggakan yaitu  peringkat kedua dalam Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) Terbaik, Anak Perusahaan BUMN, sedangkan Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo meraih The Best CEO BUMN, Anak Perusahaan BUMN dalam Kategori Driving Excecution. Penghargaan ini diserahkan oleh Tanri Abeng kepada Citilink Indonesia dan disaksikan oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.

Ketua Dewan Juri Tanri Abeng mengatakan, esensi dari pemilihan The Best CEO adalah bahwa seorang CEO BUMN harus  mempunyai visi yang jelas, mampu mengatur strategi untuk mencapainya, kemudian berkomitmen untuk segera di eksekusi oleh talent atau SDM yang mumpuni. “Keempat hal tersebut menjadi alur yang harus dimiliki oleh para pemimpin organisasi. Hal ini penting agar menjadi bagian dari sistem pengelolaan organisasi oleh pucuk pimpinan BUMN,” ungkap Tanri Abeng pada malam penganugerahan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (9/8).

Sebelumnya, Citilink Indonesia juga telah menerima tiga penghargaan dalam ajang Revolusi Mental BUMN 2018 yang diselenggarakan pada April 2018 lalu. Pada awal tahun 2018, Citilink Indonesia juga meraih predikat sebagai LCC bintang empat dari Skrytrax, lembaga pemeringkat industry penerbangan dunia.***

Tingkatkan Layanan Citilink Gunakan A320 ke Banyuwangi

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia resmi menggunakan pesawat seri Airbus A320 pada Kamis (9/8) untuk meningkatkan layanan kepada penumpang khususnya untuk penerbangan dari dan ke Banyuwangi. Sebelumnya Citilink Indonesia menggunakan pesawat Boeing B-735 yang berkapasitas hingga 120 penumpang.

“Pesawat Airbus yang kami gunakan rata-rata berusia di bawah 5 tahun, diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman,” kata Vice President Corporate Secretary and CSR Ranty Astari Rachman di Jakarta, Kamis (9/8).

Pesawat dengan seri Airbus A320 ini mampu menampung hingga 180 penumpang dalam setiap penerbangannya serta memiliki mesin yang sunyi sehingga penumpang merasa lebih nyaman dalam penerbangannya. Citilink Indonesia membuat keputusan untuk menggunakan pesawat yang memiliki kapasitas lebih besar dan nyaman bagi para masyarakat yang ingin terbang dari atau menuju Kabupaten Banyuwangi. “Saat ini Citilink Indonesia menjadi satu-satunya operator yang terbang ke Banyuwangi dengan pesawat yang lebih besar dan usia pesawat lebih muda” tambah Ranty.

Sejak 15 Februari 2018 lalu , Citilink Indonesia sudah menambahkan frekuensi jadwal penerbangan rute  Jakarta-Banyuwangi menjadi dua kali penerbangan dalam sehari. Penerbangan perdana menggunakan Airbus A320 pada Kamis (9/8)  dengan nomor penerbangan QG-700 pada pukul  05.25 dan  QG-702 pada pukul 12.00 telah berhasil memenuhi tingkat pengisian di atas 85 persen.***

 

 

Citilink Kerahkan Extra Flight Angkut Penumpang dari Lombok

Citilink kerahkan extra flight angkut penumpang dari Lombok–foto ilustrasi istimewa

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia mengerahkan penambahan jadwal penerbangan Lombok-Surabaya untuk membawa calon penumpang yang akan keluar dari Lombok pada Selasa (7/8). “Penambahan jadwal penerbangan ini diharapkan dapat membantu mobilisasi masyarakat dan wisatawan keluar dari Lombok menuju Surabaya,” kata Vice President Corporate Secretary and CSR Ranty Astari Rachman di Jakarta, Selasa (7/8).
Melihat banyaknya masyarakat dan wisatawan yang ingin keluar dari Lombok namun kapasitas penumpang transportasi udara tidak mencukupi, Citilink Indonesia menyediakan jadwal tambahan untuk rute Lombok-Surabaya.
Penambahan penerbangan Lombok-Surabaya ini merupakan langkah antisipasi lonjakan penumpang yang signifikan pasca gempa yang terjadi pada Minggu (5/8) lalu. Penerbangan tambahan ini dijadwalkan beroperasi untuk hari Selasa (7/8), berangkat pukul 14.30 WITA dari Bandara Internasional Lombok Praya dan diperkirakan akan sampai di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pukul 15.36 WITA.
“Ke depannya, Citilink Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan akan terus menyesuaikan dengan kondisi terkini apakah diperlukan perpanjangan periode extra flight tersebut,” tambah Ranty.
Sebelumnya Citilink Indonesia memiliki penerbangan regular rute Lombok-Jakarta sebanyak satu kali dalam sehari dan rute Lombok-Surabaya sebanyak dua kali dalam sehari. Dengan adanya penerbangan tambahan ini, diharapkan Citilink Indonesia dapat terus memaksimalkan kinerja sebagai transportasi udara yang dipercaya oleh masyarakat luas. ***

Kabar Baik! Citilink Datangkan Pesawat Baru Airbus A320 NEO

Citilink Datangkan Pesawat Baru A320 NEO–foto istimewa

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia kembali mendatangkan pesawat Airbus A320 NEO untuk mendukung rencana strategis perusahaan dalam memperluas konektifitas serta untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang.

“Demi meningkatkan pelayanan kepada penumpang, Citilink Indonesia kembali mendatangkan satu unit pesawat baru Airbus A320 NEO (New Engine Option) dari Toulouse, Perancis. Citilink Indonesia memberikan kenyamanan kepada penumpang dengan terbang bersama armada Citilink yang umurnya rata-rata berkisar 4 tahun” kata Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman di Jakarta, Senin (30/7).

Armada terbaru Citilink tersebut bertolak dari Toulouse, Perancis pada Jumat (27/7) kemudian melakukan transit di Dubai, Uni Emirat Arab dan akhirnya tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng pada Minggu (29/7).

Dilihat dari keunggulannya, Airbus A320 NEO memiliki mesin yang eco-friendly, dimana pesawat menjadi lebih hemat dari sisi bahan bakar dan mampu menempuh jarak yang lebih jauh dibandingkan pesawat lainnya.

Selain itu, Airbus A320 NEO juga memiliki mesin yang sunyi sehingga dengan keunggulan ini penumpang dapat menikmati perjalanan penerbangan mereka dengan lebih nyaman karena tidak terganggu dengan suara mesin pesawat.

Kedatangan pesawat A320 NEO terbaru ini menjadikan komposisi armada Citilink Indonesia menjadi 43 unit A320 CEO dan 7 unit A320 NEO, yang memiliki kapasitas 180 penumpang dengan lorong tunggal.  “Diharapkan dengan armada baru ini, Citilink Indonesia dapat lebih memaksimalkan perannya sebagai salah satu pilihan moda transportasi udara bagi masyarakat Indonesia untuk menjelajah seluruh destinasi nusantara,” tutup Ranty.

Dengan armada baru tersebut, Citilink Indonesia optimistis mampu mencapai target mengangkut 15 juta penumpang hingga akhir 2018, mengingat Airbus A320 NEO dipilih karena dianggap tepat untuk menjawab tantangan ekspansi Citilink ke kawasan regional dalam waktu dekat. ***

Citilink akan Garap Rute Internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi

Citilink akan Garap Rute Internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi–foto istimewa

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia berencana membuka rute internasional dari dan menuju Bandara Belimbingsari, Banyuwangi dengan membuka penerbangan langsung (direct flight) dari Kuala Lumpur, Malaysia.

”Hari ini kami ke Banyuwangi untuk mematangkan rencana rute internasional tersebut. Sekaligus untuk melihat kesiapan Bandara Banyuwangi untuk menjadi bandara internasional,” kata Direktur Niaga PT Citilink Indonesia, Andy Adrian Febriyanto, seusai bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (24/7/2018). Turut hadir Executive General Manager Bandara Banyuwangi dari PT Angkasa Pura II, Anton Marthalius.

Andy mengatakan, Citilink kini terus mencapai alternatif daerah wisata yang potensial untuk ditawarkan. Banyuwangi tepat untuk dipasarkan karena karakteristik pariwisatanya diminati wisatawan asal negeri jiran tersebut, mulai kultur, destinasi wisata alam, karakter warganya, hingga kulinernya tidak berbeda jauh.

“Saat ini tren wisatawan Malaysia mencari adventure tourism, seperti mendaki gunung dan menyusuri taman nasional, dan itu dimiliki Banyuwangi dengan Kawah Ijen, Taman Nasional Meru Betiri, maupun Taman Nasional Alas Purwo,” jelas Andy.

Kedekatan dengan Bali juga menjadi poin tersendiri, karena seusai berwisata di Banyuwangi, turis bisa melancong ke Bali. Saat ini, lanjut dia, proses terus dilakukan, salah satunya dengan berkirim surat ke PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi perihal kesiapan menjadi bandara internasional.

Rute internasional tersebut diharapkan bisa terealisasi para kuartal IV 2018 seiring penyelesaian peningkatan kualitas infrastruktur Bandara Banyuwangi. Saat ini, AP II sedang mengebut penebalan landasan dan perluasan apron, yang juga untuk menyambut pertemuan dunia oleh IMF-Bank Dunia pada Oktober mendatang di mana delegasi sejumlah negara akan mendarat di Banyuwangi. “Rencananya kita pakai Airbus A-320,” kata Andy.

Citilink Indonesia sendiri kini telah melayani rute langsung Jakarta-Banyuwangi selama dua kali dalam sehari. “Perkembangan rute Jakarta-Banyuwangi sangat bagus, load factor-nya 80 persen. Maka kami sangat optimistis dengan rute internasional ini,” ujarnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan adanya rute internasional dunia pariwisata dan ekonomi Banyuwangi akan semakin berkembang. “Terus terang, saya tidak menyangka perkembangan bandara begitu cepat. Setelah rute Jakarta-Banyuwangi dan Surabaya-Banyuwangi, sekarang disiapkan rute internasional. Ini adalah hasil kerja keras dan kreativitas rakyat Banyuwangi,” kata Anas.

Sementara itu, Executive General Manager Bandara Banyuwangi Anton Marthalius mengatakan, perkembangan Bandara Banyuwangi memang terus positif. Pada 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, lalu melonjak lebih dari 2.300 persen menjadi 188.949 orang pada 2017.

“Tahun ini, perkembangan juga positif. Rata-rata kami melayani 1.000 penumpang per hari. Tidak hanya saat akhir pekan, di hari kerja pun load factor atau tingkat keterisian penumpang juga tinggi,” jelas Anton. ***

Citilink Luncurkan Kampanye #TerbangdanBerbagi Bersama UNICEF

Citilink Indonesia menjalin kerja sama dengan organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF Indonesia dalam mendukung program kepedulian untuk kesejahteraan anak Indonesia. Kerja sama gerakan Citilink Peduli ditandai dengan penandatanganan oleh Dirut Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahyo dengan Country Representative UNICEF Indonesia, Gunilla Olsoon, di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia bekerjasama dengan organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF Indonesia dalam mendukung program kepedulian untuk kesejahteraan anak Indonesia.

“Kini penerbangan dengan Citilink tidak hanya akan mengantarkan Anda ke destinasi tujuan, tetapi juga mengantarkan anak-anak Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Citilink Indonesia ingin memperkenalkan salah satu gerakan Citilink Peduli, #TerbangdanBerbagi bersama UNICEF Indonesia yang memfokuskan pada program kepedulian untuk anak bangsa. Kerja sama ini melihat pentingnya peran anak-anak yang merupakan aset generasi penerus bangsa,” ujar Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo di Jakarta, (17/7).

#TerbangdanBerbagi adalah insiatif bersama antara maskapai nasional Citilink Indonesia dengan UNICEF Indonesia, yang memfokuskan perhatian kepada keterbatasan berbagai akses bagi anak Indonesia, terlebih lagi di daerah kepulauan terluar Indonesia.

#TerbangdanBerbagi merupakan program kolaborasi antara maskapai nasional Citilink Indonesia dengan UNICEF Indonesia. Fokus kerja sama adalah terbatasnya akses anak-anak Indonesia untuk menjangkau berbagai layanan penting untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka, terutama di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

“Strategic partnership ini akan bergerak pada dua hal yaitu awareness campaign dan fund-raising program. Pada awareness campaign, Citilink Indonesia akan memanfaatkan berbagai channel komunikasi antara lain Linkers – inflight magazine, website dan social media untuk mendukung sosialisasi berbagai kampanye UNICEF Indonesia seperti kampanye hak anak, nutrisi bagi anak, perlindungan hak anak, pendidikan anak dan masih banyak lagi. Sedangkan pada program fund-raising kami mengajak para pelanggan setia Citilink untuk berdonasi yang dapat dilakukan pada saat pembelian tiket secara online melalui website Citilink di www.citilink.co.id,” tambah Juliandra.

Pada kesempatan yang sama Country Representative UNICEF Indonesia Gunilla Olsson menyampaikan apresiasinya untuk Citilink dalam membantu UNICEF dan meningkatkan kesadaran semua pihak akan pemenuhan hak-hak dasar anak Indonesia.

“Sejak hari pertama saya di negara yang memukau ini, saya terkesan dengan kebaikan dan kedermawanan masyarakat Indonesia. Hari ini semakin memperkuat perasaan itu. Ini adalah hari yang istimewa bagi kami karena Citilink menjadi maskapai penerbangan pertama yang menjadi mitra korporasi UNICEF di Indonesia. Kemitraan dengan korporat membuat kami di UNICEF sangat bangga karena hanya dengan bekerja sama kita dapat mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan menjawab beraneka tantangan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak di Indonesia,” ujar Gunilla Olsson.

Program penggalangan donasi akan berlangsung sepanjang tahun dan Citilink juga mengundang pelanggan untuk turut mendukung UNICEF yakni dengan mengunjungi website terbangdanberbagi.id. Pada laman ini, pelanggan dan publik bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kerjasama Citilink dan UNICEF dan juga bisa menjadi Pendekar Anak (donatur bulanan UNICEF).***

Citilink Kerjasama dengan Swiss-Bellhotel Promosikan Destinasi Indonesia

Citilink Kerjasama dengan Swiss-Bellhotel Promosikan Destinasi Indonesia-istimewa

Swiss-Belhotel International baru-baru ini menandatangani perjanjian kemitraan dengan Citilink, anak perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Kerjasama yang saling menguntungkan ini dirancang untuk secara luas mempromosikan daerah tujuan wisata Indonesia melalui jaringan yang dimiliki oleh kedua perusahaan ini di Indonesia.

Swiss-Belhotel International saat ini memiliki 65 hotel yang telah beroperasi, sedangkan Citilink terbang ke lebih dari 30 kota di seluruh nusantara dengan begitu kemitraan ini akan memberikan berbagai manfaat ganda baik bagi penumpang pesawat dan tamu hotel.

Berlaku hingga Maret 2019, para pelanggan Citilink yang memesan akomodasi di properti Swiss-Belhotel International di Indonesia dapat memperoleh diskon khusus sebesar 30% dari harga flexi yang berlaku. Caranya adalah dengan menunjukkan Boarding Pass Citilink pada saat cek-in atau melakukan reservasi via online di website swiss-belhotel.com dengan memasukan kode promo. Harga flexi sendiri adalah harga terbaik yang berlaku di hari (pemesanan) tersebut.

Kerja sama ini juga berlaku di seluruh Zest Hotel, yang merupakan brand budget dari Swiss-Belhotel International. Penumpang Citilink dapat terbang dan menginap di Zest Hotel, yang saat ini terdapat di Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Batam hanya dengan Rp550.000/kamar untuk 2 malam, dengan menggunakan kode promo dan menunjukkan boarding pass yang berlaku pada saat check-in.

Chairman dan Presiden Swiss-Belhotel International Mr. Gavin M. Faull berkomentar, “Pariwisata Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dan Swiss-Belhotel International tidak hanya hadir di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga memperluas jaringan ke kota-kota di mana bisnis pariwisata dan perjalanan baru mulai berkembang. Dengan menjalin kemitraan dengan salah satu maskapai terpercaya di negara ini, kami berharap dapat membuka peluang untuk membawa masyarakat berkunjung ke daerah-daerah tersebut, baik untuk bisnis maupun liburan.”

Untuk mengetahui lebih lanjut atau membuat reservasi, kunjungi website www.citilink.co.id

Emirates Layani Dubai-Bali-Auckland mulai Juni

 

EMIRATES Airlane yang bermarkas di Dubai, merilis  rencananya untuk meluncurkan layanan harian baru dari Dubai ke Auckland melalui pulau Bali, Indonesia, mulai tanggal 14 Juni.

Layanan baru ini akan menawarkan kepada turis  global total tiga layanan harian ke Selandia Baru, melengkapi layanan harian tanpa henti Emirates antara Dubai dan Auckland dan layanan menggunakan A380 saat ini antara Dubai dan Christchurch via Sydney.

Para turis juga akan menikmati tiga layanan sehari-hari antara Dubai ke Bali pada musim panas, karena penerbangan baru tersebut menambah dua layanan harian Emirates yang sekarang dioperasikan oleh Boeing 777-300-ER dalam konfigurasi dua kelas.

Penerbangan Emirates-Dubai-Bali-Auckland yang baru ini, Emirates  akan menyediakan satu-satunya layanan harian non-stop sepanjang tahun antara Auckland dan Bali, memberi para penumpang kesempatan untuk mengunjungi dan / atau berhenti di salah satu pulau paling populer di Indonesia.

Maskapai ini akan mengoperasikan 777-300ER di rute tersebut, yang menawarkan delapan kursi di tempat pertama, 42 kursi dalam bisnis dan 304 kursi di kelas ekonomi, serta 20 ton kapasitas kargo perut.

Tim Clark, presiden Emirates Airline, mengatakan, “Kami senang untuk memperkenalkan kapasitas tambahan untuk melayani permintaan yang kuat untuk melakukan perjalanan ke Bali, dan ke Auckland.”

“Kami yakin bahwa layanan sepanjang tahun antara Auckland dan Bali akan diterima dengan baik oleh pelanggan kami, tidak hanya di Selandia Baru dan Indonesia, tapi juga dari jaringan global kami terutama dari pasar seperti Inggris, Eropa dan Timur Tengah.”

Dengan pegunungannya yang spektakuler dan pantai yang indah, Bali dianggap sebagai tujuan wisata terkemuka di dunia, dengan  lebih dari 4,5 juta turis asing pada tahun 2016, termasuk lebih dari 40.500 orang dari Selandia Baru.

Terlepas dari kesempatan untuk singgah di Bali, layanan baru ini akan memberikan koneksi yang sangat baik ke / dari London dan kota-kota besar Eropa lainnya.

Penerbangan ke selatan, EK 450, akan berangkat dari Dubai pukul 06.55, tiba di Denpasar (Bali) pukul 20.20 waktu setempat, sebelum terbang ke Auckland pada pukul 22:00, tiba di kota terbesar di Selandia Baru pada pukul 10.00, hari berikutnya

Ke utara, layanan baru akan berangkat Auckland sebagai penerbangan EK 451 pada waktu yang tepat 12:40, tiba di Denpasar pukul 17.55 waktu setempat.

Maskapai ini akan berangkat dari Denpasar pada pukul 19.50, tiba di Dubai tepat setelah tengah malam pukul 00:45, menghubungkan penerbangan ke banyak titik di luar jaringan kemitraan Emirates dan flydubai yang luas.

10 Tip Dapatkan Flight yang Oke-2

CUKUP  banyak orang yang bisa memesan tiket untuk perjalanan, tapi tidak semua orang bisa merencanakan petualangan  yang terjangkau, akomodatif, dan menyenangkan bagi semua orang yang ikut dalam  kelompok tur Anda tersebut.  Mari kita rancang perjalanan Anda, biar benar-benar asyik. Berikut ini kelanjutan dari beberapa kiat atau tips yang dapat kami  bagikan kepada  Anda tentang Penerbangan.

Pertimbangkan Bandara Alternatif
Beberapa kota besar memiliki lebih dari satu bandara, jadi pastikan untuk memeriksa semuanya untuk tarif termurah. Misalnya, jika Anda berencana mengunjungi Area  California, periksa tarif di Bandara Internasional San Francisco dan Bandara Internasional Oaklan, atau saat Anda hendak datang atau pergi ke Jakarta, pertimbangkan mana yang Anda pilih, apakah Halim Perdana Kusumah atau Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Lintas Perbatasan via Darat
Penerbangan domestik seringkali lebih murah daripada yang internasional, jadi jika Anda tinggal di dekat perbatasan dan ingin terbang ke negara tetangga, Anda dapat berhemat  dengan melintasi perbatasan melalui darat dan kemudian mengejar penerbangan domestik. Misalnya, penduduk Toronto dapat menghemat  dengan melintasi perbatasan A.S. ke Buffalo, New York dan kemudian terbang ke kota A.S. yang lain.

Duduk di sisi atas Sayap
Jika turbulensi pesawat mengganggu Anda, duduklah di atas sayap pesawat. Sayap berada di dekat pusat gravitasi pesawat, jadi turbulensi tidak begitu terlihat di sini. Anda mungkin tidak memiliki pandangan yang bagus dari jendela sekalipun.

Pilihlah Opsi Makanan Vegetarian Asia In-Flight
Jika penerbangan Anda cukup lama untuk menyajikan makanan, waspadalah terhadap misteri daging dan makanan berminyak. Makanan enak, seperti pilihan vegetarian Asia, dibuat dalam kelompok yang lebih kecil sehingga kualitasnya sering lebih baik dan tinggi, tidak akan memberi kontribusi pada masalah jetlag.

Pilih Terbang Hari Selasa 
Strategi membeli tiket pesawat pada hari Selasa untuk kesepakatan terbaik masih merupakan ide bagus. Jika jadwal Anda fleksibel, rencanakan untuk terbang keluar dan kembali pada hari Selasa, Rabu, Sabtu, atau hari libur, namun  tidak di sekitar hari libur  Natal, lebaran atau thanks giving.

Demikian beberapa tip perjalanan dengan menggunakan angkutan udara. Kami harap Anda menemukan tip benar-benar bermanfaat untuk liburan Anda.  Apakah Anda berencana untuk perjalanan dengan penerbangan,  berkendara, atau berlayar, pada prinsipnya akan mengasyikkan jika Anda memiliki kemampuan dalam merencanakan perjalanan, apa pun pilihan transportasinya.

Jangan lupa ya di share tips ini ke keluarga, kawan dan nettizen yang lainnya. Salam

Baca naskah halaman sebelumnya