5 Desa Wisata di Lombok yang Menawarkan Pengalaman Tak Terlupakan

JAYAKARTA NEWS – Perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika menjadi magnet baru bagi wisatawan untuk mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat. Wisatawan bisa menonton balapan motor sekaligus menikmati bentangan alam yang indah.

Selain pantai dan gunung yang indah, wisatawan juga bisa belajar mengenai kekayaan budaya Lombok yang tidak kalah menarik. Jika tertarik dengan wisata alam dan budaya sekaligus, Lombok memiliki desa wisata yang menawarkan pengalaman autentik dan khas.

Berikut lima desa wisata yang patut dikunjungi di Lombok, dikutip dari Laman Kemenparekraf, Rabu (25/9/2024).

Foto: Seorang Warga Lokal sedang duduk di depan rumah adat Desa Sasak Sade (Wonderfull Images)

1. Desa Sade

Desa Sade adalah salah satu Desa Adat Suku Sasak, yang merupakan suku asli di Pulau Lombok. Di sini, pengunjung dapat melihat rumah-rumah tradisional dengan atap berbentuk unik, tersusun dari ilalang yang harus diganti setiap 8 tahun sekali. Lantai dari tanah, yang secara berkala dilulur dengan kotoran kerbau atau sapi agar tidak retak-retak dan berdebu.

Selain itu, menarik untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Desa ini terkenal dengan kerajinan tenun ikatnya dan teknik pembuatan kain tradisional yang telah diwariskan turun-temurun.

Jika menonton MotoGP, Desa Sade wajib masuk dalam daftar kunjungan karena letaknya yang tidak jauh dari Sirkuit Mandalika.

2. Desa Sukarara

Masih di sekitar Lombok tengah dan tidak jauh dari Sirkuit MotoGP Mandalika, bisa kunjungi Desa Sukarara. Desa wisata ini merupakan pusat kerajinan tenun ikat Lombok. Di sini, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan tenun ikat, mulai dari menyiapkan benang hingga teknik menenun yang rumit.

Jika berkunjung kesini jangan kaget kalau di setiap rumah pasti banyak wanita yang duduk di depan rumah sambil menenun. Menenun adalah kegiatan sehari-hari kaum wanita Desa Sukarara, dan sudah menjadi tradisi mendarah daging bagi wanita penduduk desa.

Desa ini juga menawarkan kesempatan untuk membeli kain tenun ikat yang berkualitas tinggi dan menjadi bagian dari upaya pelestarian seni tradisional Lombok.

Foto: Seorang Warga sedang Menenun Kain Khas Desa Sasak Sade (Wonderfull Images)

3. Desa Banyumulek

Di sebelah barat Lombok, tepatnya di Kecamatan Kediri, ada Desa Banyumulek. Desa wisata ini terkenal dengan kerajinan tembikar atau gerabah tradisionalnya. Masyarakat desa ini telah memproduksi gerabah sejak lama, dan pengunjung dapat melihat proses pembuatan kerajinan ini secara langsung.

Masyarakat Banyumulek mempertahankan cara-cara tradisional dalam memproduksi gerabah dan menjadi sebuah kearifan lokal yang asli dan lestari. Jika ingin melihat proses pembakaran gerabah, wisatawan disarankan datang pada jam 10 pagi karena pembakaran gerabah dimulai pada jam 11 sampai selesai. Bisa membeli produk jadi gerabah dari desa ini sebagai oleh-oleh.

4. Desa Tetebatu

Gunung Rinjani juga menjadi destinasi populer di Lombok. Di kaki Gunung Rinjani dengan ketinggian 700 MDPL, ada Desa Wisata Tetebatu yang menawarkan pemandangan alam, termasuk sawah bertingkat dan hutan tropis.

Desa ini merupakan tempat yang ideal untuk trekking dan menikmati keindahan alam. Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan petani lokal dan belajar tentang cara tradisional bertani padi serta membuat kopi khas Lombok. Desa ini merupakan salah satu Desa yang mewakili Indonesia di ajang World Best Tourism Village UNWTO 2021.

5. Desa Senaru

Desa Senaru merupakan pintu gerbang menuju Taman Nasional Gunung Rinjani yang lokasinya berada di sebelah utara Lombok. Selain menjadi lokasi awal pendakian Gunung Rinjani, desa ini juga menawarkan keindahan alam yang memukau, termasuk air terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile, yang airnya bersumber dari Danau Segara Anak.

Di sini, Pengunjung dapat menikmati udara segar pegunungan dan berinteraksi dengan masyarakat setempat yang ramah. Wisatawan juga bisa menyaksikan Kampung Tradisional Senaru yang merupakan salah satu rumah adat paling tua di Lombok. Rumah adat itu terbuat dari atap rumbia, pagar bedek, dan beralas tanah liat.

Itu dia daftar desa wisata yang bisa dikunjungi untuk mengisi kegiatan selain menonton MotoGP di Mandalika. Mengunjungi desa-desa ini akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan dan memperkaya pengetahuan tentang kehidupan masyarakat Lombok.***/mel

Pantai Semeti Punya Pemandangan Indah Bak Sebuah Lukisan

JAYAKARTA NEWS – Ada banyak pantai cantik di Lombok yang memiliki pemandangan luar biasa indah.

Salah satu yang patut dikunjungi adalah Pantai Semeti.

Berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Lombok, Pantai Semeti tidak memiliki pasir yang lembut.

Melainkan susunan bebatuan berbentuk tidak biasa.

Bebatuan ini kabarnya tersusun sejak zaman prasejarah.

Ya, bebatuan tersebut diperkirakan terbentuk dari lava gunung api purba dari 20 juta tahun silam.

Salah satu bebatuan menjulang tinggi menciptakan kemegahan pemandangan di Pantai Semeti.

Di sekelilingnya, terbentuk bebatuan-bebatuan yang menciptakan susunan unik.

Pantai Semeti sendiri lokasinya berada di Jalan Pantai Mawi, Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Lokasinya cukup tersembunyi dan jauh dari pusat Kota Praya.

Karena itu lah, tempat ini juga disebut sebagai hidden gem di Lombok.

Kendati lokasinya tersembunyi, Pantai Semeti tetap diburu oleh para wisatawan.

Tentunya itu karena pemandangan cantik Pantai Semeti yang membuat banyak orang penasaran.

Untuk itu, bila berkunjung ke sini, jangan lupa sempatkan diri untuk berfoto ya.

Spot favorit pengunjung untuk foto adalah dengan latar belakang batu karang paling besar.

Batu karang ini memiliki gradasi hitam kecokelatan dan ditumbuhi tanaman hijau.

Hal itu menciptakan pemandangan bak lukisan.

Bagi yang suka melukis, bisa juga mengabadikan keindahan Pantai Semeti di kanvas.***/mel

Alhamdulillah Walaupun Hujan Pelaksanaan MotoGP Mandalika Berlangsung Sukses

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, serta Ketua DPR RI Puan Maharani menyaksikan secara langsung kejuaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dirinya bersyukur, berkat kerja keras pemerintahan Presiden Joko Widodo, penyelenggaraan MotoGP yang sudah dinantikan selama 25 tahun, akhirnya bisa sukses terselenggara. Indonesia telah menjadi tuan rumah yang sangat baik dan memberikan kesan mendalam bagi para pembalap dan crew yang datang.

“Alhamdulillah. Walaupun sempat ditunda karena cuaca hujan lebat, namun tidak mengurangi semangat para penonton maupun pembalap. Rider Red Bull KTM, Miguel Oliveira, berhasil mencatatkan diri sebagai pemenang gelaran perdana Pertamina Grand Prix of Indonesia. Menjadi yang tercepat dalam 20 lap dengan catatan waktu 33 menit 27,223 detik. Disusul Fabio Quartararo dari Monster Energy Yamaha, dan Johan Zarco dari Pramac Ducati,” ujar Bamsoet yang juga Ketua MPR usai menyaksikan MotoGP, di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, NTB, Minggu (20/3/22).

Foto dok Bamsoet

Hadir dalam acara itu, selain Ketua DPR RI Puan Maharani juga hadir Menseskab Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, Menteri Investasi &!BKPM Bahlil Lahadalia.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, kehadiran MotoGP di Indonesia juga telah membangkitkan kembali geliat olahraga otomotif di Tanah Air. Kehadiran para pembalap telah menginspirasi para generasi muda untuk tekun berlatih sehinggs kelak bisa mengejar prestasi yang telah ditorehkan para pembalap dunia tersebut.

“Selain pra pembalap, para teknisi dari berbagai klub balap Tanah Air juga diberikan kesempatan melihat lebih dekat aktifitas di paddock dari berbagai klub MotoGP. Sehingga turut memberikan inspirasi kepada mereka tentang bagaimana mengelola paddcok agar efisien dan efektif dalam mendukung performa pembalap. Kesempatan langka ini hanya bisa mereka dapatkan karena Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, HAM, dan Pertahanan KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi masyarakat Lombok dan Indonesia yang telah memborong habis 60 ribu tiket menonton MotoGP. Memeriahkan kejuaraan bergengsi ini langsung dari arena sirkuit. Hotel dan jasa transportasi full boked. UMKM, jasa kuliner dan lainnya kebanjiran order. Menandakan bahwa MotoGP memberikan geliat multiplier effect economy yang luar biasa bagi masyarakat.

“Indonesia sudah mendapatkan kontrak 10 tahun dari Dorna Sports selaku promotor MotoGP, untuk menjadi tuan rumah MotoGP. Sehingga para pecinta balap tidak perlu khawatir. Kejuaraan MotoGP 2022 di Mandalika bukanlah yang pertama dan terakhir. Melainkan menjadi gerbang pembuka yang menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia telah sejajar dengan negara-negara besar dunia lainnya,” jelas Bamsoet.***/bnt

Tanggap Bencana Lombok, IKABI Kirim Tenaga Medis dan Logistik

 

BENCANA  gempa bumi di Nusa Tenggara Barat mengetuk pintu hati banyak pihak. Ratusan korban yang menanti pertolongan disambut Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) melalui pengiriman 50 tenaga medis dan satu ton kebutuhan logistik primer. Pengiriman bantuan disampaikan Pengurus Pusat ketua Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI), Professor Andi Asadul Islam, SpBS.

“Dua hari lalu saat gempa besar menggoyang Lombok dan sekitarnya, kami langsung berkoordinasi. Pengiriman kebutuhan primer berupa sembako, pakaoan, selimut, dan ahli medis, kami lakukan paska gempa berlangsung. Tujuan utama selain kebutuhan primer itu bermanfaat, para ahli medis dapat bergerak cepat membantu korban, ” ungkap Andi Asadul, belum lama ini.

Menurut salah satu ahli bedah senior Indonesia ini, terdapat lebih dari 50 tenaga medis yang dikirim pihaknya bersama 1 ton barang bantuan berupa logistik dan alat keperluan sehari hari bagi para pengungsi.
“Komposisi 50 tenaga medis ini terdiri dari dokter spesialis, dokter residen, dokter umum dan tenaga keperawatan. Kami harapkan hal ini dapat membantu korban yang mengalami luka trauma berat hingga luka ringan, ” sebut Andi Asadul menambahkan.

Mewakili Ikatan Ahli Bedah Indonesia ( IKABI ), Prof Andi Asadul Islam ini pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada sejumlah anggota PABI ( Persatuan Ahli Bedah Indonesia ), beberapa pihak dan salah satu institusi yang menggalang bantuan dana hingga terlaksananya kegiatan aksi kemanusiaan tersebut.
Sebelumnya, bantuan donasi dana diberikan di Lombok pada 8 Agustus 2018 melalui Ketua IKABI, Professor Andi Asadul Islam, SpBS., disaksikan bersama Prof. Dr. dr Aryono D. Pusponegoro SpB KBD. Penyerahan donasi setara Rp. 150 juta kepada Tim PABI, diwakili oleh Dr Ramses Indriawan SpB dan Dr Santyo Wibowo SpB.

Ditempat terpisah, Dr. Ramses Indriawan,SpB ( K ) Onk. Anggota PABI cabang NTB mengatakan, pengiriman sekitar 50 tenaga ahli bedah dari IKABI didatangkan melalui Sulawesi Selatan, Bali, Jakarta, Semarang dan Solo serta berbagai kota di Indonesia. Adapun bantuan logistik IKABI diserahterimakan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wilayah Lombok.

“Sejumlah dokter dari IDI dan IKABI kami kerahkan ke beberapa tempat. Ada yang bertugas di rumah sakit umum daerah dan adapula yang langsung ke titik bencana, misalnya di Lombok Utara. Relawan pun sudah menyebar untuk membantu pengiriman logistik dan bahan bakar, ” ungkap Dr. Ramses Indriawan,SpB ( K ) Onk.
Gempa berkekuatan 7 skala Richter itu telah menelan korban jiwa sekitar 259 nyawa, puluhan terluka tertimpa gempa dan 270.168 masyarakat mengungsi akibat puluhan ribu tempat tinggal dan fasilitas umum dinyatakan rusak berat. **

Ikasa Galang Bantuan Bagi Korban Bencana Lombok

Ikasa galang bantuan bagi korban bencana Lombok–istimewa

Ikatan Keluarga Sasak (IKASA) Bali menggalang donasi bagi korban bencana gempa Lombok. Aksi ini dilakukan pada Rabu (8/8/2018). IKASA sendiri merupakan wadah bagi warga asal Lombok yang berdomisili di Bali.

Bergerak dengan kelompok-kelompok kecil Ikasa menyiapkan kotak donasi dan menghimpun bantuan dana dari pengguna jalan di sekitar kota Denpasar dan Kuta. Dalam waktu kurang dari dua jam mereka berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 10 juta. Gerakan IKASA sendiri bersinergi dengan komunitas lain di Bali dalam wadah Solidaritas Bali Bagi Gempa Lombok.

Ketua IKASA Bali Anas Nasrun mengatakan aksi penggalangan bantuan ini tergerak oleh rasa solidaritas terhadap korban. Sekaligus bagian dari upaya mempererat kekeluargaan dengan komunitas lain di Bali. “IKASA bergerak bersama dengan saudara-saudara lain di Bali untuk mengulurkan tangan bagi korban bencana,” kata Anas.

Hasil penggalangan dana ini nantinya akan disalurkan melalui Posko Soladaritas untuk korban Gempa Lombok yang sudah dibuka di Kubu Kopi Denpasar, dan  digunakan untuk pengadaan barang kebutuhan pengungsi sesuai dengan kebutuhan. Anas menambahkan apa yang sudah dilakukan mungkin tidak sepenuhnya dapat menjawab kebutuhan korban. Paling tidak korban bencana tidak merasa sendiri dalam menghadapi bencana.

“Paling penting di sini adalah solidaritas antar sesama, mungkin jumlahnya tidak seberapa tapi paling penting adalah semangat persaudaraan yang kita sematkan dalam tiap aksi kemanusiaan,” pungkas Anas.***

Warga Berharap Bantuan, bukan Sekadar Tur para Politisi

LALU  Fauzan mondar-mandir di atas tumpukan puing-puing yang menjulang tinggi yang dulunya adalah masjid di desanya, ia mencoba mendengarkan suara-suara sayup dari tompukan bangunan yang roboh rata tanah itu.

Lalu Fauzan mengatakan, tim penyelamat mendengar seseorang meminta bantuan. Dia percaya itu bisa menjadi ibunya.

Hingga ditemukan sebanyak 105 orang tewas dalam gempa di Lombok, pihak berwenang mengatakan, memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan masih akan meningkat. Ya, salah satu warga yang belum ditemukan adalah ibunya Lalu Fauzan. Dia berharap, ibunya tidak masuk dalam daftar korban tewas. Dia mencari ibunya, kareka ketika gedung dua lantai itu runtuh, ibunya ada di dalam rumah ibadah tersebut.

“Sehari setelah gempa, tim pencari dan penyelamat ada di sini dan mereka mengatakan seseorang di dalam meminta bantuan,” katanya.

“[Itu] suara seorang wanita yang meminta bantuan. Itu mungkin bisa jadi ibuku.”

Lalu Fauzan

Hari ini, ada keheningan.

Sekitar selusin pasang sandal karet terbengkalai di dasar tangga batu yang pecah.

Hingga 100 orang berada di dalam  Masjid Jamiul Jamaah di Dusun Karangtangsor, Pemenang Barat, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk pembacaan Al-Quran ketika gempa bumi melanda.

Ketika bangunan runtuh, sebagian besar jemaah berhasil melarikan diri. Tetapi tidak semua orang bisa keluar.

Hari ini, beberapa penduduk lokal dengan sepeda motor berhenti dan mengambil foto di kamera mereka, tetapi tidak ada tanda-tanda operasi pemulihan.

“Saya sangat kecewa bahwa Pemerintah belum datang ke sini untuk membersihkan puing-puing masjid. Kami adalah keluarga dan kami sangat khawatir karena mungkin  orang-orang masih hidup di sana,” kata Lalu Fauzan.

“Tolong, Pemerintah datang ke sini dan mengangkat semua puing-puing.”

 

Berharap Keajaiban

Beberapa kilometer di jalan, di desa Lading Lading, masjid lain juga menjadi onggokan reruntuhan, akibat disapu oleh kekuatan gempa.

Tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti berapa banyak orang yang ada di dalam, tetapi penduduk setempat mengatakan biasanya jemaah  mencapai 50-an orang.

Puluhan penyelamat sekarang berusaha untuk mengeluarkan berton-ton beton, mengharapkan keajaiban.

Pagi itu,  di masjid  tersebut belum terlihat  ada upaya pencarian dan penyelamatan, meskipun puluhan orang diperkirakan berada di bawah reruntuhan masjid tersebut.

Ekskavator, satu-satunya yang terlihat di seluruh area, menganggur. Penduduk desa kurang memperhatikan masjid. Mereka lebih peduli dengan menyiapkan makanan untuk anak-anak mereka dan diri mereka sendiri.

Menjelang siang, operasi penyelamatan telah dilanjutkan. Tim pencari mengharapkan keajaiban lain, setelah seorang pria ditemukan hidup di bawah masjid kemarin.

Di sebuah lapangan di dekatnya, seirang ibu bernama Bu Supriyono, sedang menyiapkan makanan mi instan setelah menghabiskan malam kedua di bawah tenda darurat yang terbuat dari lembaran plastik.

“Anda lihat mie dan air ini? Ini berasal dari tetangga kita,” katanya.

Dia juga memohon bantuan dari Pemerintah untuk makanan dan pakaian.

“Saya ingin pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan institusi terkait untuk datang ke lapangan dan melihat bagaimana kondisinya di sini,” katanya.

“Kami berharap bahwa Pemerintah akan membantu.”

 

Lapar, haus dan tidak sabar

Di perbukitan, ribuan orang masih berkemah di tempat penampungan sementara.

Beberapa di antaranya merawat luka ringan, mengasuh  anak-anak dan menunggu bantuan.

Mereka telah menerima makanan dari pihak berwenang, tetapi panas dan mereka kehabisan air.

Di jalan utama  provinsi, pejabat pemerintah  membagikan makanan.

Lapar dan tidak sabar, menyebabkan beberapa orang mulai bertengkar.

Akhirnya para pejabat mendamaikan dan mendapatkan kembali kendali. Penduduk setempat pun membentuk antrean yang teratur.

Tidak ada kekurangan konvoi yang dikawal polisi, karena menteri dan pejabat pemerintah melakukan peninjauan ke lokasi bencana yang mengalami kerusakan.

Untuk sebagian besar hari, ada lebih banyak bukti dari tur para politisi daripada bantuan yang berarti.***

Citilink Kerahkan Extra Flight Angkut Penumpang dari Lombok

Citilink kerahkan extra flight angkut penumpang dari Lombok–foto ilustrasi istimewa

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia mengerahkan penambahan jadwal penerbangan Lombok-Surabaya untuk membawa calon penumpang yang akan keluar dari Lombok pada Selasa (7/8). “Penambahan jadwal penerbangan ini diharapkan dapat membantu mobilisasi masyarakat dan wisatawan keluar dari Lombok menuju Surabaya,” kata Vice President Corporate Secretary and CSR Ranty Astari Rachman di Jakarta, Selasa (7/8).
Melihat banyaknya masyarakat dan wisatawan yang ingin keluar dari Lombok namun kapasitas penumpang transportasi udara tidak mencukupi, Citilink Indonesia menyediakan jadwal tambahan untuk rute Lombok-Surabaya.
Penambahan penerbangan Lombok-Surabaya ini merupakan langkah antisipasi lonjakan penumpang yang signifikan pasca gempa yang terjadi pada Minggu (5/8) lalu. Penerbangan tambahan ini dijadwalkan beroperasi untuk hari Selasa (7/8), berangkat pukul 14.30 WITA dari Bandara Internasional Lombok Praya dan diperkirakan akan sampai di Bandara Internasional Juanda, Surabaya pukul 15.36 WITA.
“Ke depannya, Citilink Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan akan terus menyesuaikan dengan kondisi terkini apakah diperlukan perpanjangan periode extra flight tersebut,” tambah Ranty.
Sebelumnya Citilink Indonesia memiliki penerbangan regular rute Lombok-Jakarta sebanyak satu kali dalam sehari dan rute Lombok-Surabaya sebanyak dua kali dalam sehari. Dengan adanya penerbangan tambahan ini, diharapkan Citilink Indonesia dapat terus memaksimalkan kinerja sebagai transportasi udara yang dipercaya oleh masyarakat luas. ***

2000 Wisatawan dievakuasi dari Kep. Gili

SEBANYAK 2000 turis lokal dan manca negara yang berlibur di tiga pulau di Kepulauan Gili di Lombok, dievakuasi pasca terjadinya gempa.

Michelle Thompson, seorang warga Amerika yang berlibur di salah satu pulau Gili, menggambarkan keributan untuk naik kapal yang berangkat ke pulau utama di mana suaminya terluka.

“Orang-orang hanya melemparkan koper mereka di kapal dan saya harus berjuang untuk bertemu dengan suami saya, karena dia berdarah,” katanya.

Seorang turis Inggris di pulau Gili Trawangan  mengatakan ribuan orang, penduduk lokal dan turis, mencoba untuk turun dari Trawangan, salah satu dari tiga pulau yang menjadi destinasi liburan di Indonesia yang populer di barat laut Lombok, setelah menghabiskan malam di luar rumah.

Saffron Amis dari Brighton Inggris mengatakan, ribuan orang menyelamatkan  diri ke sebuah bukit dekat asrama tempat dia menginap setelah gempa Minggu malam, karena takut akan tsunami.

Dia mengatakan “ada banyak jeritan dan tangisan terutama dari penduduk setempat. Kami berbicara  banyak dengan mereka dan mereka panik tentang keluarga mereka di Lombok. ”

Ada kerusakan bangunan yang meluas dan suasana muram di pulau itu sehari setelah gempa, kata Amis, menambahkan dia merasa beruntung tidak terluka.

Di Lombok sendiri, seluruh desa telah diratakan oleh gempa. Tiffany Law dari Palang Merah mengatakan daerah-daerah di Lombok mengalami kerusakan  paling keras.

“Kota itu sendiri tidak terlalu terpengaruh, namun semakin jauh Anda pergi, semakin terpencil, di situlah Anda mulai melihat kerusakan,” katanya.

“Anda melihat tanah longsor, Anda melihat rumah dengan atap hancur. Juga di mana bangunan benar-benar rusak atau benar-benar runtuh.

“Kami juga melihat keluarga yang tinggal di tenda darurat.”

 

Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan unit-unit darurat di rumah sakit kewalahan menampung korban dan beberapa pasien terpaksa harus dirawat di tempat parkir.

Rumah sakit utama di kota Tanjung  mengalami kerusakan parah, sehingga staf mendirikan sekitar 30 tempat tidur di bawah naungan pepohonan dan di tenda di ladang.

Bantuan Australia diserahkan kepada Palang Merah

Menteri Luar Negeri Australia  Julie Bishop mengatakan, beberapa wisatawan Australia di pulau-pulau Gili memilih untuk tinggal di sana, jika  akomodasi mereka masih memungkinkan.

Dia mengatakan pejabat DFAT berbasis di hotel Aruna di Senggigi, di bagian utara Lombok serta di bandara Lombok.

Bishop mengatakan persediaan Australia termasuk tenda, penerangan, makanan dan air yang disimpan di Jawa dalam kasus bencana alam seperti gempa bumi telah diserahkan kepada Palang Merah Indonesia untuk didistribusikan.

 

Update: Korban tewas akibat gempa di Lombok naik menjadi 98

 

KORBAN  tewas akibat gempa Lombok telah meningkat menjadi 98 dari 91 sebagaimana yang diumumkan sebelumnya, kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Para pejabat mengatakan, jumlah kematian akan meningkat ketika tim penyelamat mencapai daerah-daerah terpencil di Lombok Utara.

Upaya pencairan itu tergambar seperti ketika tim penyelamat mencoba untuk mencari korban yangselamat ataupun tewas di sebuah reruntuhan sebuah masjid yang runtuh di desa Lading-Lading. Petugas penyelamat menggunakan beckhoe untuk mencoba menyelamatkan jemaah yang diduga  masih ada yang tertimpa reruntuhan bangunan masjid tersebut,

Foto dan video dari BNPB yang beredar di twitter  menunjukkan gempa malam hari Minggu telah mereduksi masjid menjadi  tumpukan puing.

Pejabat Pemerintah Indonesia mencoba untuk mengkoordinasikan upaya bantuan besar-besaran untuk warga dan wisatawan di pulau Lombok, dengan korban tewas dari gempa hari Minggu yang telah mencapai 98, sementara korban yang belum ditemukan, diperkirakan masih  banyak.

BNPB memperkirakan jumlah korban tewas akan meningkat begitu puing-puing lebih dari 13.000 rumah yang roboh oleh dua gempa kuat dalam waktu satu pekan ini selesai dibersihkan.

Pulau itu semalam kembali  diguncang gempa  berkekuatan 5,2 SR.

Jaringan listrik  dan omunikasi yang terputus di beberapa daerah, menghambat pencarian orang hilang, dengan tanah longsor dan jembatan runtuh yang memblokir akses ke area di sekitar pusat gempa di utara.

Pihak TNI  mengatakan akan mengirim kapal dengan bantuan medis, pasokan dan dukungan logistik. Lebih dari 10.000 orang telah dievakuasi dari pulau itu.

Ratusan orang Australia tetap berada di Lombok, tetapi tidak ada laporan tentang mereka yang tewas atau terluka, kata Menteri Luar Negeri Julie Bishop pagi ini.***

Citilink Satu-satunya Maskapai Tanggap Bencana PMI Tangani Dampak Gempa Lombok

Citilink jadi satu-satunya maskapai tanggap bencana PMI
tangani dampak gempa Lombok–foto istimewa

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia terus mendukung upaya tanggap darurat Palang Merah Indonesia (PMI) terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (5/8) pukul 19.46 WITA.

“Citilink Indonesia turut berduka atas bencana alam yang telah menimpa masyarakat di Lombok pada hari Minggu (5/8), diharapkan dengan dukungan kepada PMI dapat membantu penanganan tanggap bencana,” kata Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman di Jakarta, Senin (6/8).

Melalui koordinasi yang intensif Citilink Indonesia telah menyalurkan 12 ton bantuan kemanusiaan PMI yang terdiri dari 2000 terpal, 2000 selimut dan 1000 matras bagi masyarakat terdampak gempa di Lombok yang diberangkatkan dari Jakarta dan Surabaya.

“Kami sangat berterima kasih pada Citilink Indonesia sebagai satu-satunya maskapai yang saat ini bekerjasama dengan PMI. Citilink sangat membantu kami dalam memobilisasi bantuan ke daerah gempa dan mempercepat datangnya bantuan yang sangat dibutuhkan warga terdampak gempa saat ini,” kata Kepala Markas PMI Pusat, Sunarbowo Sandi.

Selain itu, Citilink Indonesia juga menerbangkan enam relawan tenaga medis PMI sebagai langkah tanggap darurat agar turut membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa. Pasca bencana alam gempa, Citilink Indonesia tetap mengoperasikan penerbangan dari dan menuju Lombok serta Bali secara normal.

Citilink Indonesia juga memberlakukan kebijakan refund dan reschedule tanpa dikenakan biaya tambahan, bagi seluruh calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan udara pada Senin (6/8), namun tidak menutup kemungkinan untuk selanjutnya sesuai keadaan di lapangan. Hingga saat ini Citilink Indonesia akan terus berkoordinasi dengan tim di lapangan agar bisa memantau perkembangan dari kondisi masyarakat terdampak gempa di Lombok.

Sebelumnya, Citilink Indonesia juga membantu menyalurkan bantuan kemanusiaan PMI kepada para masyarakat yang terdampak oleh Gempa 6,4 SR yang terjadi  di Lombok pada  Minggu (29/7) lalu.Dukungan Citiilink Indonesia terhadap  tanggap darurat bencana merupakan salah satu komitmen CSR Citilink bersama PMI yang sudah berlangsung selama lima tahun terakhir ini.***