Kylian Mbappe, Messi dan Haaland Siapa yang Bakal Berhasil Raih ‘Sepatu Emas 2026’?

JAYAKARTA NEWS— Kylian Mbappe, Lionel Messi dan Erling Haaland — sementara ini— berada di puncak peraih Gol Terbanyak. Ketiganya masing-masing telah mengoleksi 7 gol. Hanya saja kelebihan Mbappe saat ini adalah selain 7 gol ada 2 asis. Sementara Messi dan Haaland ‘Nol’ asis.  Di luar ketiga pemain tersebut ada Harry Kane yang telah mengoleksi 6 gol dan 1 asis.

Siapa yang bakal meraih ‘Sepatu Emas’?

Dalam sejarah turnamen sebelumnya, Lionel Messi belum pernah memenangkan trofi Sepatu Emas (Golden Boot) Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ia hampir meraihnya namun berada di posisi runner-up dengan 7 gol, kalah jumlah assist dari Kylian Mbappé yang keluar sebagai peraih Sepatu Emas.

Sementara Erling Haaland yang kini tengah berkibar di Piala Dunia banyak dijagoan untuk meraih gelar bergengsi itu. Harry Kane pernah merasakan kejayaan meraih Sepatu Emas pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Foto: Instagram Kylian Mbappe

Tapi Mbappe ‘juara bertahan’, ia Peraih Gol Terbaik Piala Dunia 2022. Penampilannya yang luar biasa bersama timnya Prancis, membuat banyak orang meyakini dia bakal berhasil memperhankan gelarnya.

Mungkin dia masih akan menambah golnya pada perempat final nanti melawan Maroko. Meningkatnya optimis Mbappe setelah ia berhasil menyamai rekor Messi, saat Prancis mengalahkan Paraguay 1-0 pada babak 16 besar, dan melaju ke perempat final melawan Maroko.

Dikutip dari Al Jazeera, Prancis membutuhkan penalti Kylian Mbappe di babak kedua untuk menaklukkan tim Paraguay yang gigih, memenangkan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia yang ketat dengan skor 1-0 untuk melaju ke perempat final melawan Maroko.

Upaya Paraguay untuk mengganggu permainan para superstar Prancis berhasil selama tiga perempat pertandingan yang dimainkan di hadapan 68.324 penonton di Philadelphia dalam kondisi cuaca panas pada hari Sabtu.

Namun, kualitas permainan Prancis akhirnya terlihat, dengan Mbappe mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-70 setelah Desire Doue dilanggar.

Ini bukanlah penampilan menyerang yang gemilang dari Prancis seperti yang mereka tunjukkan di pertandingan sebelumnya, tetapi Paraguay tidak membiarkan mereka bermain seperti itu.

Foto: Instagram k.mbappe

Pertandingan itu sangat timpang, dengan Les Bleus menguasai hampir seluruh bola dan Paraguay tidak berhasil melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran hingga menit ke-90.

Penampilan gemilang Mbappe di Piala Dunia secara pribadi berlanjut saat ia kembali menyamai Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak bersama di turnamen ini dengan tujuh gol.

Striker Real Madrid itu kini memiliki total 19 gol di Piala Dunia – dari 19 penampilan – yang berarti ia hanya terpaut satu gol dari rekor Messi yang berjumlah 20 gol.

Tim Didier Deschamps kini akan kembali ke markas mereka di Boston untuk mempersiapkan pertandingan perempat final di Foxborough, Kamis depan melawan Maroko, yang sebelumnya mengalahkan Kanada 3-0. (di/Sumber: Al Jazeera)

Juventus dan Monaco Melaju ke Semifinal Liga Champions

JUVENTUS dan AS Monaco sukses mengantongi tiket semifinal Liga Champions setelah menyudahi pertandingan pada Kamis dinihari tadi. Juve menahan imbang Barcelona 0-0 (agregat 3-0), sedangkan Monaco melibas Borussia Dortmund 3-1 (agregat 6-3). Kedua tim itu menyusul Real Madrid dan Atletico Madrid yang Rabu dinihari WIB sukses memastikan tiket ke semifinal.

Bermain di depan pendukungnya, ternyara tidak cukup bagi Barcelona untuk membalikkan devisit tiga gol yang dideritanya saat bertandang ke markas Juventus pada pekan lalu di leg pertama Liga Champions. Pertahanan rapi Juventus, membuat mandul tim Katalan itu untuk berakhir dengan skor 0-0.

Stadion Nou Camp menjadi saksi bisu kegagalan Messi dan kawan-kawan untuk memaksimalkan gaya tiki-taka mereka untuk dikonversi menjadi gol. Penampilan juara Italia di Nou Camp memupus harapan Barca untuk dapat mengulangi sukses saat mereka menjungkalkan Paris St Germain (PSG) di 16 besar. Kala itu, Messi dkk sukses membalikkan keadaan walau pun di leg pertama mereka kalah.

Empat tendangan Lionel Messi yang mengarah ke gawang, kesemuanya gagal membuahkan gol. Tapi, serangan yang dibangun Messi tetap merepotkan dua bek Juventus Juve Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Anak-anak asuh Luis Enrique benar-benar gagal memenuhi janji pelatihnya, yang menjanjikan Barca dapat mencetak gol pada awal pertandingan. Jangankan membayar devisit gol untuk melaju ke semifinal, gol semata wayang pun tak berhasil mereka buat. Kerja keras Ivan Rakitic dan Neymar, juga gagal membuahkan gol.

Sebenarnya penampilan Juve di kandang Barcelona, kalah memarik dibandingkan saat mereka berlaga di Turin. Namun, mereka sukses menyelesaikan balas dendam ke Barca atas kekalahannya pada final Liga Champions 2015, sehingga Juve membukukan torehan melaju ke semifinal untuk ke-12 kalinya.

Penampilan Juventus pada awal pertandingan, bahkan lebih cakep dibandingkan dengan PSG, yang ketika itu tim Ibukota Perancis tersebut menyia-nyiakan keunggulan 4-0 yang diraih pada leg pertama. Ditekan Barca bertubi-tubi, membuat tim besutan Massimiliano Allegri untuk merapatkan pertahanannya, sehingga suplai bola kepada ketiga pemain yang berada di barisan terdepannya, minim.

Gonzalo Higuain membuat peluang cukup bagus pada jelang turun minum, saat tembakannya melambung di atas mistar gawang Barca. Juga, sebuah umpan Juan Cuadrado yang disodorkan kepada striker Argentina di lini tengah, digagalkan oleh blocking yang dilakukan Gerard Pique.

Setelah istirahat, Barca meningkatkan penguasaan bola, dengan mengurung pertahanan Juve. Namun, tim yang bermarkas di Turun Italia itu, tampaknya sangat siap dengan skema serangan yang dibangun Barca.

Monaco VS Dortmund

Janji pelatih AS Monaco, Leonardo Jardim untuk memainkan gaya menyerang saat meladeni Dortmund, dibayar tunai.Hasilnya, Monaco menekuk Dortmund 3-1 pada helatan leg kedua Liga Champions tersebut. Monaco tercatat mencetak tiga gol untuk kelima kalinya secara berturut-turut di kompetisi elite benua biru. Dalam pandangan Jardim, skor sebenarnya bisa menjadi 5-3 atau 6-3, kalau saja kedua tim tidak menyia-nyiakan peluang yang didapatkan mereka.

Monaco yang sampai pekan ini masih memuncaki klasemen Liga Prancis itu, nyaris sempurna menuntaskan permainan mereka lewat gol-gol cepat dari Kylian Mbappe dan striker Kolombia Radamel Falcao. Sukses itu tak lepas dari banyak ruang terbuka yang dibuat Dortmund. Pada semifinal nanti, menurut Jardim, siapa pun lawannya, tim tersebut pastilah sangat berpengalaman di laga terelit di Eropa.

Jardim menegaskan, timnya tidak akan mengubah cara bermain mereka, ketika di babak semifinal nanti bertemu Real Madrid, Atletico Madrid, atau Juventus. “Malam ini kami memainkan permainan yang sangat solid, kami mengendalikannya namun kami memperlihatkan ambisi. Kami selalu mengincar gol tambahan, itulah cara bermain kami, itu ada dalam DNA kami,” kata Jardim sebagaimana dilansir Reuters.

Di kompetisi lokal, Monaco akan menghadapi Olympique Lyonnais pada Minggu, untuk menjaga asa merebut juara pada musim ini.