Sisca Dewi Punya Jebakan “Ranjang Bertabur Bunga”

Kiri, Sisca Dewi jelang usia 40 tahun. Kanan, Sisca Dewi pasca operasi plastik.

Sidang kasus pemerasan oleh tersangka pedangdut Sisca Dewi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan baru-baru ini, menghadirkan Patrika Susana, mantan Wakil Ketua Umum Bidang Kesra dan Perempuan, Partai Hanura. Audiens tersentak ketika Anggie, begitu ia akrab disapa, membongkar “ranjang penuh bunga” di rumah Sisca sebagai kamar jebakan.

Anggie dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum. Kesaksian dia sekaligus menyingkap tabir “jebakan-jebakan” yang dilakukan Sisca terhadap banyak laki-laki di rumahnya yang kosong. “Saya kenal dia di Partai Hanura, waktu itu dia sebagai Wakil Bendahara Umum,” kata Anggie seraya menambahkan, “tapi sekarang dia sudah diberhentikan karena banyak skandal.”

Kelakuan pedangdut yang sudah beberapa kali melakukan operasi plastik itu, menurut Anggie membuat partainya tercemar. “Saya juga tidak tahu, siapa yang membawa terdakwa ke Hanura. Yang pasti, banyak laporan masuk terkait perilaku terdakwa. Saya tahu karena saya membidang Kesra dan Perempuan,” tambahnya.

Bahkan, Anggie mengaku banyak ditelepon para pengusaha dan mempertanyakan perilaku terdakwa. Intinya, mereka komplain. Meski begitu, ia tidak memungkiri, sebagai orang yang langsung-tak-langsung memperkenalkan Siswa Dewi dengan pelapor BS, seorang petinggi Polri, ketika itu. “Usai pertemuan itu, saya tidak tahu kelanjutannya,” ujarnya.

Tiba suatu hari, terdakwa mengadakan acara ulang tahun di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Di situ, saksi melihat BS hadir bersama seorang anggota DPR RI. “Saat itu saya minta pak BS pulang karena saya melihat banyak wartawan gosip. Saya mencium gelagat pak BS dijebak untuk difoto-foto. Tak lama, pak BS pulang,” ujar Anggie.

Waktu terus berjalan hingga suatu hari ketika terdakwa berangkat umrah, mendadak ia dihubungi banyak teman, termasuk teman-temannya di kepolisian. Mereka menanyakan, apa yang terjadi. Anggie menduga, pasti terjadi kehebohan di medsos. Sayangnya, akun-akun medsos Anggie sudah diblok semua oleh terdakwa Sisca Dewi. Ia baru tahu duduk soal ketika seorang teman mengirim foto-foto terdakwa dengan BS.

Mengetahui hal itu, Anggie menasihati terdakwa. Antara lain ia mengatakan, sebagai orang parpol, janganlah berbuat skandal. Tapi terdakwa ketus menjawab, bahwa tidak ada yang salah dengan foto-foto itu, karena menurut Sisca, BS adalah suaminya.

Tidak mau percaya begitu saja, Anggie segera meng-cross-check ke BS, dan ternyata benar, BS menyangkal. “Kata beliau itu tidak benar semuanya. Dan saya lebih percaya pak BS bahwa tidak ada pernikahan,” tegasnya.

Tidak hanya berhenti di situ, Anggie kembali menghubungi Siswa Dewi dan mengatakan bagaiamana mungkin dia mengaku BS suaminya sedangkan BS terkesan jijik kepadanya. “Saya minta foto-foto yang ia unggah di akun medsosnya dihapus. Sebab, sebagai orang yang pertama memperkenalkan dia ke BS, saya sungguh merasa tidak enak. Bukan saja kepada terdakwa, bahkan kepada orang tua terdakwa pun saya pernah memberi nasihat agar tidak bermain-main dengan gosip murahan. Belakangan saya baru tahu, setelah saya nasihati, justru BS makin ‘diteror’ oleh terdakwa,” urai Anggie dalam kesaksian tersumpah di pengadilan.

Dalam hal meredam perilaku Sisca, maka berbagai pendekatan sudah ia lakukan. Termasuk mengajak Sisca Dewi mensyukuri kehidupan. “Saya bahkan ajak dia mengenang masa-masa susah dulu. Saya ingatkan bagaimana dulu ia kesulitan uang bahkan untuk membayar biaya servis mobil di bengkel pun tidak bisa. Ia juga mengingatkan betapa dulu menjelang Lebaran, ia kesana-sini minta bantuan teman-teman,” papar Susana.

Bak disambar geledek…. Niat hati menginsafkan terdakwa, niat hati menjauhkan terdakwa dari masalah hukum, yang ia dapat justru perkataan tak pantas. “Saya mengajak dia mensyukuri apa yang sudah didapat dalam hidup. Eh, dia malah ngatain saya nenek lampir,” ujar Anggie, prihatin.

Kamar Jebakan

Kesaksian Anggie sampai pada perisitwa suatu pagi, saat teman sesama pengurus DPP Partai Hanura, usai sholat subuh menghubungi dan minta ditemani ke rumah Sisca. “Kebetulan teman saya ini juga salah satu Wakil Bendahara Umum. Yang saya heran, mengapa minta saya antar? Di situ dia bilang tidak enak datang sendiri, karena rumah terdakwa kosong, bahkan tidak ada pembantu,” ujar Anggie mulai membuka praktik jebakan yang dipasang terdakwa.

Akhisnya, Anggie pun menemani temannya ke rumah terdakwa. Di situlah Anggie sempat melihat ranjang di salah satu kamar penuh dengan taburan bunga di atas seprei. Tak lama kemudian, ia pun mendapat banyak cerita dari teman laki-laki di Hanura yang pernah diajak terdakwa ke rumahnya. Ada yang berhasil masuk kamar, ada yang tidak. Yang masuk jebakan, dan berhasil difoto oleh terdakwa, bisa dipastikan akan menjadi korban pemerasan.

Kesaksian Anggie mengingatkan kita pada selebaran yang beredar beberapa waktu lalu. Selebaran yang tidak pernah dibantah oleh terdakwa itu menyebutkan ihwal libido terdakwa yang sangat tinggi, bahkan ada yang mengatakan terdakwa maniak seks.

Anggie tidak mengonfirmasi ihwal selebaran itu. Ia hanya merasa prihatin mendengar BS diperas dan keluarganya diteror terdakwa. “Jujur saya ikut merasa bersalah telah memperkenalkan terdakwa dengan pak BS,” ujar Anggie. (bw)

Brandon Salim Pacaran dengan Aurora Ribero

Brandon Salim dan Aurora Ribero –twitt brandon

Satu lagi novel rekaan Wulanfadi yang sebelumnya telah terlebih dahulu populer di situs Wattpad diangkat ke film layar lebar. Selepas A: Aku, Benci dan Cinta (2017) diejawantahkan dalam medium film oleh MD Pictures, kali ini giliran R: Raja, Ratu, dan Rahasia yang difilmkan. Rumah produksi yang bertanggungjawab adalah Starvision.

Meski berbeda rumah produksi, kedua film ini diperkuat oleh satu nama yang sama yakni Brandon Salim (The Underdogs, Beauty and the Best). Jika dalam Aku, Benci, dan Cinta statusnya hanya sebagai pemeran pendukung, maka dalam Raja, Ratu, Cinta, Brandon Salim menempati posisi pemeran utama. Dia memerankan seorang siswa SMA bernama Raja.

Dipasangkan dengan Brandon Salim adalah Aurora Ribero yang memulai karir keaktorannya melalui Susah Sinyal (2017) arahan Ernest Prakasa. Sesuai dengan judul, Aurora Ribero didapuk menghidupkan karakter bernama Ratu yang diceritakan sebagai remaja yatim piatu yang kesepian dan menaruh rasa kepada teman sekolahnya, Raja.

Konflik dalam film mulai mengemuka tatkala Raja mendapati Ratu telah bergabung dengan sebuah komplotan eksklusif di sekolah mereka yang bernama Komplotan Rahasia. Raja beranggapan bahwa komplotan ini hanya membawa keburukan, sementara Ratu justru menemukan kebahagiannya disini. Kebahagiaan yang tidak lagi ditemukannya di rumah.

Disamping Brandon Salim dan Aurora Ribero, jajaran pemain dalam Raja, Ratu, dan Rahasiayang penulisan naskahnya ditangani oleh Haqi Achmad (Ada Cinta di SMA, Sajen) ini turut diperkuat Dimas Beck, Ardit Erwandha, Ira Wibowo, Sheila Dara Aisha, Teuku Rizky, Jeff Smith, Zulfa Maharani, serta Asri Welas. Dan disutradarai oleh Findo Purwono HW.

Menurut rencana, Raja, Ratu, dan Rahasia yang menjalani tahapan pengambilan gambar di Jakarta dan Singapura serta memanfaatkan tembang Teman Bahagia milik Jaz sebagai lagui tema ini akan dirilis ke berbagai jaringan bioskop tanah air pada tanggal 12 Juli mendatang.***