JALAN ALTERNATIF CADASARI RUSAK PARAH

Jalan rusak di Kecamatan Cadasari, Pandeglang. Foto: Andang S

RUAS jalan alternatif di wilayah Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang sepanjang 3 km, saat ini kondisi fisiknya memprihatinkan. Hasil pantauan Jayakartanews baru-baru ini, fisik jalan tersebut terlihat rusak. Beberapa titik di ruas jalan itu berlubang dan aspal di badan jalan hancur terkelupas. Tak ayal ruas jalan itu pun kerap menimbulkan rawannya kecelakaan.

Seperti yang dikatakan Herman, warga Cadasari, bahwa ruas jalan tersebut kerap menimbulkan kecelakaan. “Banyak pengguna jalan terperosok dan terjerembab di jalan berlubang ini. Kapan jalan ini dibangun ya? Kami sebagai warga sangat membutuhkan jalan yang bagus. Kami juga ingin jalan ini tidak diaspal tapi dibeton agar memiliki mutu dan kualitas maksimal. Supaya tidak cepat rusak,” tandas Herman di sela kesibukan berkebun di ladang miliknya tidak jauh dari titik lokasi jalan berlubang itu.

Hal senada diakui Kepala Desa Tapos, Kecamatan Cadasari, Dedi. Pihaknya mengaku prihatin atas kondisi jalan yang rusak parah. Padahal lanjut Dedi, ruas jalan yang melewati tiga desa di kecamatan Cadasari ini merupakan jalan alternatif. “Ini adalah jalan alternatif menuju Kabupaten Serang. Masyarakat pasti melintasi jalan ini kalau ada kemacetan di depan pasar Baros,” imbuhnya.

Dedi juga mengaku telah mengusulkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang untuk menganggarkan pembangunan jalan tersebut. Dan harapannya tahun ini dapat terealisasi. “Sewaktu ada Kunjungan kerja bupati, saya juga menyampaikan kepada ibu Irna agar jalan itu segera diperbaiki. Dan alhamdulillah ibu merespon positif usulan tersebut. Karena beliau langsung menugaskan kepala dinas PU untuk melakukan pemantauan lokasi,” tutupnya. ***

Bupati Irna Terima Penghargaan “Best Woman Regional Leader”

Bupati Pandeglang, Irna Narulita Dimyati Natakusumah menerima penghargaan Best Woman Regional Leader 2018 dari Obession Media Group (OMG). Foto: Ist

Bupati Pandeglang, Irna Narulita Dimyati Natakusumah menerima penghargaan Best Woman Regional Leader 2018 dari Obession Media Group (OMG), di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (22/03). Dalam keterangan persnya, Usamah Hisyam selaku Founder OMG menyatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada Irna setelah melalui riset tim Redaksi OMG.

Ia menambahkan, penilaian tersebut bedasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan. Di antaranya, perilaku dan sikap pemimpin daerah dalam melaksanakan tugas sebagai kepala daerah yang bisa mengatasi masalah di daerahnya. Panitia terdiri atas tim independent.

Atas penghargaan yang diraihnya, Irna mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi pihak manajemen OMG. Bahkan Irna menyampaikan, penghargaan itu berkat dukungan dari masyarakat dan aparatur Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada OMG atas penghargaan ini. Meskipun kepemimpinan saya baru dua tahun tapi saya akan berusaha menjadikan Pandeglang menjadi lebih baik terutama di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta pertanian,” tegas Irna. (Adv Kominfosantik

Kiprah Bupati Irna Narulita di Mata Abah Yoki

Kiri: Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama Abah Yoki Satria. Kanan: Abah Yoki bersama Kepala Dinas Usai melaksanakan pelatihan kelompok tani se-Kabupaten Pandeglang. 

SUDAH dua tahun Irna Narulita Dimyati Natakusumah menjabat Bupati Pandeglang, Banten. Irna yang saat pencalonan pada Pilkada 2015 didampingi Tanto Warsono Arban, mendapat suara terbanyak. Sejak itu, ia merealisasikan berbagai kebijakan dan program di kabupaten yang berjuluk “seribu ulama sejuta santri” ini. Perubahan signifikan mulai dirasakan masyarakat.

Beberapa tokoh masyarakat menilai Irna memiliki karakter berbeda dari bupati sebelumnya. Selain itu, Irna juga memiliki karakter dan kharisma yang kuat sebagai seorang pemimpin. Seorang tokoh masyarakat dan juga pengurus Pemuda Pancasila Cabang Kabupaten Pandeglang, Yoki Satria kepada Jayakartanews, mengungkapkan rasa simpatinya terhadap Irna.

Ditemui di sela-sela acara pelatihan kelompok tani, Abah, begitu ia biasa disapa, menilai Irna merupakan figur seorang ibu yang bisa mengasuh dan menyayangi semua anak-anaknya. Karena itulah, dalam dua tahun memimpin Pandeglang, banyak hasil kerja yang membawa perubahan dan kemajuan Kabupaten Pandeglang.

Dari sekian banyak perubahan, salah satunya ialah percepatan pembangunan infrastruktur. Ia menyebut pembangunan jalan, drainase, sekolah hingga pembangunan sanitasi, pipanisasi air bersih berikut pembangunan MCK hingga ke pelosok-pelosok desa terpencil.

Selain itu, dirinya sebagai warga asli Pandeglang mengapresiasi setiap kebijakan yang diambil Irna dalam mengelola pemerintahan terutama pada kebijakan peningkatan perekonomian masyarakat. “Saat ini kebijakan peningkatan perekonomian dapat dilihat dari beragam program pemerintah yang sifatnya langsung turun dan diterima manfaatnya oleh masyarakat. Contoh program bantuan benih padi, kedelai, jagung dan bibit-bibitan tanaman hortikultura lainnya,” tutur Abah Yoki.

Irna juga peka dan peduli terhadap nasib rakyatnya. Itu terbukti dengan seringnya ia memberikan bantuan sosial berupa sumbangan pribadi terhadap warga yang tidak mampu dan hidup di bawah garis kemiskinan. Pegawai Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Pandeglang juga diberinya arahan agar lebih pro-aktif melakukan pendataan penduduk yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Kebijakan lain seperti menata administrasi birokrasi, Irna tidak segan-segan melakukan rotasi dan mutasi terhadap jajaran birokrasi teknis jika birokrat tersebut tidak lagi mampu bekerja secara profesional dan proporsional. “Yang saya apresiasi soal rotasi dan mutasi pegawai. Irna menerapkan sistem lelang jabatan melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), dengan sistem assessment. Hasilnya, tersaring birokrat yang mumpuni dan handal di bidangnya,” tegas Abah.

Yoki mengapresiasi penataan jantung kota, yang keberadaannya kini mulai terlihat asri dengan penataan taman yang baik. “Lihat saja Alun-alun kota Pandeglang yang kini terlihat begitu indah dan nyaman. Berada di alun-alun, bisa menghilangkan stres baik bagi warga kota maupun masyarakat luar kota yang hendak beristirahat dari perjalanan jauh,” tutupnya. ***

Bupati Perhatian Air dan Sanitasi, Rakyat Minta Perbaikan Jalan

Kiri: Jalan rusak di Pandeglang. kanan: Bupati Hj Irna saat menghadiri acara di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta.

ENTAH mengapa, tiba-tiba netizen di Kabupaten Pandeglang menaruh perhatian pada acara seremoni yang dilakukan bupatinya, Hj. Irna Narulita. Kisah bermula ketika Selasa lalu, Bupati Irna hadir di Jakarta, tepatnya di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta, guna menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III).

Program Pamsimas jelas merupakan program yang bermuara bagi kesehatan masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah pedesaan. Netizen yang logikanya tidak mengetahui jalannya Pamsimas di Jakarta, toh menyuarakan komentar nyinyir, bahwa seharusnya Irna fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur.

Menurut warga, jalan sebagai sarana transportasi warga khususnya di wilayah pelosok desa masih jauh dari memadai. Banyak jalan yang rusak dan berlubang ditambah jalan yang belum beraspal, menjadi sorotan warga pedesaan saat ini.

Berikut komentar dari salah satu netizen bernama Nanang dalam akun facebooknya, ‘Mohon maaf  . . . . . ! Lebih baik & sangat berguna sekali untuk rakyat pedesaan!!  jika mengutamakan pembangunan INFRASTRUKTUR’.

Sedangkan netizen lain akun atasnama Tebe mengkritisi program sanitasi yang terbengkalai sehingga realisasi program tidak dapat manfaatkan secara maksimal oleh warga. “Semoga saja Desa Kubang Kampil jadi prioritas PAMSIMAS bahkan ada PR proyek pipanisasi oleh PDAM PDG th 2011 hingga kini tidak berfungsi alias terbengkalai,” ujar Tebe dalam akun FB-nya. ***

Bupati Irna Bantu Masarmah Satu Juta Rupiah

Bupati Hj Irna Narulita saat menghadiri peresmian rumah Masarmah usah dibedah. Foto: Andang S

BUPATI Pandeglang, Hj Irna Narulita, Senin (11/12), resmi membuka pintu pertama rumah baru nenek Masarmah, warga Kp. Maja Barat RT 02/03 Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari. Rumah tersebut hasil sumbangan dermawan yang dikoordinir Yayasan Urang Pandeglang Peduli (UPP).

Irna menyampaikan ucapan terima kasih kepada UPP yang telah peduli terhadap kehidupan warga yang tidak mampu. Bahkan Irna menyatakan dengan hadirnya komunitas peduli sesama tentunya hal tersebut banyak membantu pemerintah. “Kita berikan apresiasi kepada komunitas UPP atas bantuannya untuk warga tidak mampu. Ini baru komunitas sosial yang positif,” katanya

Bupati Irna memberi bantuan uang tunai satu juta rupiiah untuk Masarmah. Foto: Andang S

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang ke depan harus dijadikan tradisi. Bupati Pandeglang mengakui, anggaran pemerintah yang terbatas, sehingga kesulitan untuk bisa memeratakan kesejahteraan kepada semua warga. Kendati demikian pihaknya meminta kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), untuk mendata warga yang benar-benar tidak mampu dan butuh campur tangan pemerintah. Di akhir sambutan Irna memberikan santunan kepada Masarmah sebesar satu juta rupiah.

Sementara itu, Ketua UPP, Iwan Fauzi mengaku sangat bersyukur dengan telah selesainya pekerjaan bedan rumah Marsamah. Tak lupa, Iwan juga berterima kasih kepada Bupati Irna yang telah hadir dan berkenan meresmikan rumah baru Masarmah.

“Kami berharap, ke depan UPP bisa lebih banyak lagi membantu warga tak mampu. Kerja sosial akan menjadi program perrmanen UPP hingga tidak ada lagi warga Pandeglang yang berada di bawah garis kemiskinan, dan tinggal di tempat hunian yang tidak layak. Kepada para donatur dan dermawan mari kita sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu sesama warga yang membutuhkan uluran tangan kita semua,” tutupnya. ***