Kandaskan Taipei 3-0, Tim Thomas Indonesia Hattrick ke Final

JAYAKARTA NEWS— Tim Thomas Indonesia dengan mulus melaju ke final Piala Thomas setelah menumbangkan Chinese Taipei 3-0. Pembuka kemenangan dimulai dari Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Chou Tien Chen 21-18, 21-19.

Kemenangan semakin mantap setelah pasangan ganda Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengandaskan harapan Lee Yang/Wang Chi-Lin dengan 16-21, 21-19, 21-18. Pertarungan Jonatan Christie di Tunggal kedua melawan Wang Tzu Wei membuat Tim Thomas Indonesia berhasil menorehkan hattrick ke final dengan kemenangan 21-11 dan 21-16.

Kemenangan 3-0 atas Taipei ini membuat dua partai lainnya akhirnya tidak dimainkan, yakni; Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan , dan, partai Chico Aura Dwi Wardoyo vs Chia Hao Lee.

Dikutip dari laman resmi PBSI, berikut ini adalah komentar para pemain;

Anthony Sinisuka Ginting: “Cukup senang dengan performa hari ini, dari pasang surut di lapangannya saya bisa mengatasi. Saat kejar-kejaran poin, unggul lalu hampir tersusul, saat tertinggal bisa menyusul. Semuanya bisa diatur dan dikontrol dengan baik.

Saya agak terkejut dengan kemenangan Chinese Taipei dari Denmark kemarin tapi memang secara kekuatan mereka merata. Jadi poin pertama ini penting di awal jadi teman-teman yang lain bisa main lebih rileks dan tambah motivasi.

Chou lawan Axelsen, saya lawan Chou atau saya lawan Chou pasti berbeda polanya. Setiap pemain punya ciri masing-masing jadi saya tidak terlalu fokus memikirkan laga Chou lawan Axelsen kemarin, saya lebih fokus ke recovery agar hari ini bisa bermain lebih baik. Kalau pola permainan sudah ada gambaran, hanya dingat-ingat saja apa kebiasaan dan kelebihannya.”

Muhammad Rian Ardianto: “Alhamdulillah bisa bermain dengan lancar dan tanpa cedera, bersyukur juga menang dan memberikan poin kedua untuk Indonesia.

Lee/Wang bermain dengan baik, mereka mempunyai drive dan speed yang luar biasa. Beberapa kali di gim pertama mereka sangat percaya diri dan nyaman dengan pola permainannya. Sementara kami kurang siap dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

Di gim kedua dan ketiga, dukungan tim di belakang sangat berarti. Itu membakar semangat dan menambah pede kami.”

Fajar Alfian: “Memang kami di gim kedua dan ketiga kami memaksa untuk mengadu pola yang mereka terapkan. Kami banyak mengadu drive yang ternyata efektif untuk mendapatkan poin. Di gim pertama kami ragu-ragu untuk melakukan itu.

Kami mau mengubah pola dengan bermain bertahan tapi saya rasa kurang cocok karena kondisi shuttlecock yang lumayan kencang.

Lucky ball memang banyak didapatkan pasangan Chinese Taipei, sulit dikembalikan. Tapi kami tidak mau terlalu memikirkannya, fokus saja pada poin-poin berikutnya.

Selamat untuk tim Uber bisa masuk ke final. Setelah 16 tahun bisa masuk final lagi. Ada motivasi dari keberhasilan itu buat kami tim Thomas. Semoga kami bisa menyusul teman-teman di tim Uber.”

Jonatan Christie: ”Pastinya Puji Tuhan bersyukur sekali bisa kembali ke final ketiga kalinya secara beruntun. Besok juga akan jadi final Piala Thomas keempat saya. Berkat Tuhan tidak pernah kami bayangkan karena kami datang berisikan skuad yang cukup berbeda dari edisi sebelum-sebelumnya.

Masuk final adalah salah satu pencapaian yang baik dengan permainan tim yang bagus juga.

Sebenarnya yang benar-benar menjadi penentu itu Fajar/Rian menurut saya. Hasil mereka mengubah arah pertandingan karena saya bisa bermain lebih tenang dan sebaliknya lawan terlihat ada tekanan. Itu yang coba saya maksimalkan.

Tidak pernah terpikirkan bisa masuk final bersama tim Uber. Salut saya untuk mereka, perjuangan dari awal sampai final luar biasa dengan banyak diisi pemain-pemmain muda juga. Ini menandakan semua di pelatnas ada perkembangan yang positif.

Setiap malam kami berkumpul untuk saling mendukung satu sama lain. Kami menyamakan visi, kami sama-sama satu tujuan. Itu yang selalu ditekankan.

Kehadiran a Ricky (Soebagdja) dan a Taufik (Hidayat) di tim Thomas kali ini sangat-sangat berpengaruh. Mereka bisa membangkitkan semangat jadinya bisa bermain jauh lebih baik”. ***/din

Luar Biasa! Tim Uber Indonesia Melesat ke Semifinal

JAYAKARTA NEWS— Manajer Tim Ricky Soebagdja menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Tim Uber Indonesia melaju ke semifinal setelah menggusur Thailand 3-0 di babak perempat final.

“Luar biasa penampilan tim Uber Indonesia. Secara keseluruhan sangat membanggakan bagaimana Gregoria, Apri/Fadia dan Ester jatuh bangun berjuang di lapangan,” ujar Ricky sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI.

Gregoria menjadi kunci sebagai pembuka jalan. Apri/Fadia menunjukkan kesiapannya dalam bertanding. Dan Ester dengan mental yang benar-benar kuat, ketika stamina sudah terkuras, tinggal bergelut dengan dirinya sendiri dan itu bisa ia lewati.

Tim ini, ujarnya, memang gabungan dari senior dan junior, tidak diperhitungkan tapi dari situ mereka menjadi termotivasi dan terpacu. Secara tim begitu solid dan kompak. Ini mereka buktikan semua. Dengan keinginan kuat dari dalam diri.

“Terima kasih kepada para atlet, pelatih dan tim pendukung. Apresiasi setinggi-tingginya tapi tugas belum selesai. Masih ada babak semifinal besok melawan Korea. Sekarang kami fokus ke pemulihan, saya berharap yang tadi bermain bisa cepat recoverynya. Lalu siap untuk kembali diturunkan besok,” ujarnya.

Berikut adalah komentar para pemain:

Gregoria Mariska Tunjung: “Bersyukur karena pertandingan hari ini bisa lewat dengan baik. Saya berpikir kemenangan tadi untuk diriku dulu karena selama tur internasional belum sekalipun saya menang atas Intanon. Senang juga dengan dukungan tim di belakang yang membuat saya lebih percaya diri dan melepaskan ketegangan.

Saya menyiapkan kekuatan karena dia adalah pemain yang mempunyai teknik yang bagus, tidak mudah mengimbangi pukulan-pukulannya. Saya juga mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri karena poinnya ketat dan kejar-kejaran.

Lawan Intanon tidak bisa satu dua pukulan dapat poin, saya harus tahan dulu dengan polanya dia. Walaupun kecepatan bisa dibilang menurun tapi dia bisa menutupi dengan teknik yang sangat bagus.

Kemenangan atas Akane cukup menambah kepercayaan diri saya tapi saya selalu berpikir apapun bisa terjadi di lapangan. Jadi tadi saya me-reset pikiran saya untuk fokus dan lebih rileks untuk pertandingan tadi.”

Apriyani Rahayu: “Awal masuk sampai poin 15 gim pertama saya merasakan tegang dan coba melepaskan itu dengan meyakinkan diri sendiri, dibantu Fadia juga untuk setiap pukulan tidak harus memikirkan kaki saya.

Semua sudah ok, saya sejujurnya sudah tidak terlalu (memikirkan cedera), hanya memang Fadia dan pelatih hanya mengingatkan dan itu cukup membuat percaya diri naik.

Selebrasi tadi saya memang semangat sekali, saya mau sampaikan pesan ke tim, kalau kami di tim Uber itu juga bisa.”

Siti Fadia Silva Ramadhanti: ” Secara permainan, pola kami tidak jauh berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kami sudah sama-sama tahu jadi tadi di lapangan kami benar-benar siap, benar-benar in dan tahu mau melakukan apa di lapangan. Lebih yakin.

Ester Nurumi Tri Wardoyo: “Puji Tuhan sangat senang bisa menang dan menjadi penentu tim Uber Indonesia ke semifinal. Masuk lapangan sempat tegang tapi karena tim sudah unggul 2-0 jadi tadi bukan menjadikan beban untuk saya tapi motivasi supaya saya bisa bermain lebih tenang dan lebih baik lagi.

Lawan Katethong saya sudah kalah 0-3 sebelumnya tapi saya mencoba untuk bermain maksimal, tidak mengingat hasil-hasil kemarin. Secara permainan dia kan tipenya menyerang, saya coba meladeni kecepatan dia tapi juga dengan kesabaran, tidak terburu-buru.

Di tiga poin terakhir tadi saya menanamkan untuk tidak mau kalah, ini belum selesai. Dari pelatih dan tim di belakang juga tidak henti menyemangati. Dari situ saya menemukan energi untuk memenangkan pertandingan.

Kemarin ada kak Greysia (Polii) datang, di tim juga ada ci Shendy (Puspa Irawati), mereka bilang sudah 14 tahun tim Uber tidak ke semifinal tapi kami tidak perlu terlalu memikirkan itu. Yang penting bermain maksimal, berjuang mati-matian di lapangan.

Indonesia 3-0 Thailand
WS1: Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon 22-20, 21-18
WD1: Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-17, 21-14
WS2: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Supanida Katethong 19-21, 21-19, 21-19
WD2: Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari vs Nuntakarn Aimsaard/Phataimas Muenwong Tidak Dimainkan
WS3: Komang Ayu Cahya Dewi vs Busanan Ongbamrungphan, tidak dimainkan.***/din

Tiga Tahun tak Lebaran Bersama Keluarga, Atlet Bulutangkis Tiwi Nekat Pulang ke Solo sebelum Terbang ke Dubai

JAYAKARTA NEWS— Merayakan hari Idul Fitri bersama keluarga dan orang-orang terdekat adalah keinginan setiap orang. Tidak terkecuali para atlet bulutangkis Indonesia.

Di tengah persiapan dan keberangkatan menuju turnamen Badminton Asia Championships 2023 di Dubai, Uni Emirat Arab, rupanya beberapa atlet ada yang menyempatkan mudik ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga.

Salah satunya adalah atlet ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi yang mudik ke Solo, Jawa Tengah, walau dengan waktu yang terbatas. Tiwi, panggilan akrabnya, mengaku rela pulang ke Solo usai tiga tahun tidak berlebaran bersama keluarga.

“Rasanya senang banget dan terharu,” kata Tiwi seperti dikutip dari laman pbsi.id

“Padahal sebenarnya tidak ada banyak waktu tapi bisa menyempatkan diri untuk berlebaran bersama keluarga di rumah,” tambahnya.

Tiwi bercerita ia sempat pasrah ketika proses pencarian tiket pesawat yang mengalami kendala karena jadwal yang dicarinya sudah tidak tersedia.

“Sebenarnya ini tidak direncanakan jauh-jauh hari. Saya izin ke pelatih hari Kamis (20/4) pagi dan ternyata diizinkan. Dari situ saya mencari tiket untuk pulang hari Jumat (21/4) sore karena kami di ganda putri masih latihan di Jumat pagi,” cerita Tiwi.

“Tapi seharian di hari Kamis itu saya tidak menemukan jadwal yang saya inginkan, begitu juga ketika saya cek di Jumat pagi saat bangun tidur. Saya sempat pasrah dan berpikir mungkin memang takdirnya belum dibolehkan pulang. Tapi entah kenapa sesaat sebelum latihan di Jumat pagi itu, saya cek kembali aplikasi pemesanan tiket dan tiba-tiba alhamdulillah jadwalnya muncul,” ungkapnya.

Tidak berbeda dengan Tiwi, pemain ganda putra Fajar Alfian juga menyempatkan mudik ke Bandung, Jawa Barat, di hari Idul Fitri kemarin.

Selain silaturahmi dan meminta doa restu kepada orang tua, jarak Jakarta Bandung yang tidak terlalu jauh menjadi alasan Fajar saat memutuskan untuk mudik.

“Saya memang menyempatkan diri untuk pulang ke Bandung, merayakan Idul Fitri di rumah bersama orangtua dan keluarga. Jarak Jakarta Bandung kan tidak terlalu jauh dan saya mendapat libur dua hari kemarin, Jumat dan Sabtu,” tutur Fajar.

“Di tahun sebelumnya saya tidak berlebaran bersama keluarga karena sedang pertandingan di Filipina. Jadi senang bisa berkumpul sekaligus meminta doa restu untuk pertandingan di BAC ini. Semoga ini menjadi tambahan motivasi untuk meraih hasil yang maksimal,” ucap Fajar.

Berbeda dengan sang pasangan, Muhammad Rian Ardianto, memilih untuk berlebaran di Jakarta. Tidak pulang ke kampung halamannya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pastinya sedih tidak bisa merayakan hari Idul Fitri bersama keluarga tapi ini sudah menjadi resiko pekerjaan yang harus dijalani,” kata Rian.

“Setelah Spain Masters kemarin saya sempat pulang ke rumah, ada waktu lima hari libur dan berpuasa di sana. Ini bisa dibilang menjadi pengganti, setidaknya tetap ada momen Ramadan saya bersama keluarga,” ungkap Rian.

Rian mengatakan walau tidak berjumpa langsung, fitur video call menjadi opsi untuk membuat momen Idul Fitri tetap terasa hangat.

“Tadi setelah shalat Ied, saya pergi ke rumah saudara di Jakarta lalu video call dengan orang tua di Jogja,” ujar Rian.

“Mereka berpesan untuk tetap jaga kondisi dan semoga bisa main maksimal di pertandingan nanti,” tambahnya.

Saat berita ini diturunkan, tim bulutangkis Indonesia baru saja mendarat di bandara internasional Dubai. Setelah ini akan langsung beristirahat di hotel sebelum menjalani latihan di sore harinya.***

Kandaskan Pasangan China, The Babies Jadi Juara Indonesia Masters 2023

JAYAKARTA NEWS— Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi juara turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2023. Titel tersebut didapat seusai pasangan berjuluk The Babies itu pada partai final dengan mengalahkan wakil China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan skor 21-17, 21-16 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (29/1/2023) malam.

Pada pertandingan di ajang berhadiah total 420 ribu dolar AS itu, Leo/Daniel bermain tanpa tekanan sepanjang laga meski diandalkan untuk menjadi jawara. Meski begitu, ganda putra andalan tuan rumah itu tetap bermain tenang sepanjang laga untuk

“Bersyukur bisa meraih kemenangan di laga ini tanpa cedera. Saya mengucapkan terima kasih buat pendukung Istora yang sudah memberikan dukungan untuk saya dan Daniel,” ungkap Leo.

“Akhirnya lega seusai kami meneruskan tradisi menjadi juara di sektor ganda putra,” timpal Daniel.

Pasangan juara Singapore Open 2022 itu tampil menekan sejak awal menghadapi He/Zhou. Hal tersebut menjadi kunci kesuksesan peraih medali emas SEA Games 2021 pada partai puncak turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.

“Pada laga ini kami fokus sejak awal menekan lawan. Hal itu kami lakukan sepanjang laga untuk memenangkan pertandingan,” tambah Leo.

Dengan hasil ini, runner up Hylo Open 2022 itu makin bersemangat mengingat ajang Daihatsu Indonesia Masters 2023  bergengsi. Ke depannya gelar juara di Indonesia Masters 2023 menjadi motivasi Leo/Daniel untuk meraih gelar berikutnya.

“Kami sekarang harus lebih dewasa sebagai pasangan ganda putra. Jika bermain kami harus koordinasi satu sama lain dan melakukan evaluasi setiap harinya,” pungkas Daniel.

Gelar juara Leo/Daniel meneruskan tradisi gelar juara dari sektor ganda putra tuan rumah di Daihatsu Indonesia Masters. Pada edisi sebelumnya di 2022, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi juara dengan mengatasi perlawanan wakil China, Liang Weikeng/Wang Chang dengan skor 21-10, 21-17.***/din

Sempat Bikin Penonton Geg-degan, Rachel/Trias Buka Harapan Indonesia Bawa Pulang 2 Emas

JAYAKARTA NEWS— Harapan Indonesia membawa pulang dua medali emas kini terbuka lebar setelah Rachel Allessya Rose /Meilysa Trias Puspita Sari memastikan langkahnya ke babak final ganda putri Kejuaraan Dunia Junior 2022. Sebelumnya, langkah ke final pemain Indonesia sudah dibuka oleh pasangan Putra/Patra yang menundukkan pasangan Korsel Song Hyun Cho/Beom Soo Park dua game langsung 21-19, 21-13.

Pada babak semifinal, Rachel/Trias menumbangkan pasangan Jepang, Rui Kiyama/Kanano Muroya, lewat pertarungan yang menegangkan, khususnya pada game kedua yang menentukan. Pasalnya, pada game pertama Rachel/Trias kalah 12-21.

Untungnya di game kedua, mental Rachel/Trias tidak down. Mereka tidak kehilangan harapan meski sempat tertinggal 17-19. Sebaliknya, justru memberi perlawanan sengit hingga berhasil membalikkan keadaan dan menang 21-19.

Di game ketiga, semangat Rachel/Trias membara, sementara penurunan justru terjadi pada Kiyama/Muroya. Walhasil, Rachel/Trias menutup game ketiga ketiga dengan 21-14. Kemenangan ini sekaligus membuka peluang Rachel/Trias untuk meraih medali emas ganda putri.

Sebelumnya, ganda putra Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo telah lebih dahulu memastikan tempat di final setelah menumbangkan pasangan Korea Selatan Song Hyun Cho/Beom Soo Park dua game langsung 21-19, 21-13.

Sayangnya kemenangan itu tidak diikuti oleh Ester Nurumi Tri Wardoyo di tunggal putri. Banyak melakukan kesalahan, akhirnya Ester harus puas dengan medali perunggu setelah dikalahkan pemain China, Yuan An Oi, 21-17, 15-21, 11-21.

Indonesia menempatkan empat wakil di babak semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2022. Selain pasangan Putra/Patra, Ester Nurumi, Indonesia juga menempatkan ganda putri di semifinal, yakni, Meilysa Sari/Rachel Allessya Rose dan ganda campuran, Rehan Naufal/Lisa Ayu.***din

Kejuaraan Dunia Junior 2022: Putra/Patra Melaju ke Final, Medali Emas di Depan Mata

JAYAKARTA NEWS— Ganda putra Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo berhasil melangkah ke babak final Kejuaraan Dunia Junior 2022 setelah menumbangkan pasangan Korea Selatan Song Hyun Cho/Beom Soo Park dua game langsung 21-19, 21-13. Tinggal selangkah lagi, Putra/Patra diharap bawa pulang medali emas.

Perlawanan lumayan sengit didapat pasangan Putra/Patra terjadi di game pertama. Namun Putra/Patra tidak mengendurkan pertahanan sehingga berhasil melibas Cho/Park dengan 21-19.

Di game kedua, Cho/Park mencoba bangkit. Namun tetap saja tak mampu melawan dominasi Putra/Patra yang segera menyelesaikan game keduanya dengan 21-13.

Sayangnya kemenangan itu tidak diikuti oleh Ester Nurumi Tri Wardoyo di tunggal putri. Banyak melakukan kesalahan, akhirnya Ester harus puas dengan medali perunggu setelah dikalahkan pemain China, Yuan An Oi, 21-17, 15-21, 11-21.

Seorang nitizen menulis analisanya di akun instagram badminton.ina terkait pertandingan Ester. Ia menilai Ester sebenarnya ada kans untuk menang, permainannya dengan lawan juga seimbang. Namun Ester banyak melakukan kesalahan sehingga lawannya bisa mendapat poin dengan mudah.

“Gapapa ester, mungkin udah rejekinya bisa sampe bronze medals. Sebenernya permainan dgn lawan juga seimbang, Ester ada chance utk menang tapi terlalu banyak error sendiri buang2 poin dan lawan enak dpt poin dgn mudah. Terimakasih Ester udah bisa melangkah sejauh ini, semoga permainannya bisa trs improve, fisiknya semoga makin digenjot jg mental hrs kuat. Semangat ya, semoga karir kamu di badminton bisa sukses dan cemerlang

Indonesia menempatkan empat wakil di babak semifinal Kejuaraan Dunia Junior 2022. Selain pasangan Putra/Patra, Ester Nurumi, Indonesia juga menempatkan ganda putri di semifinal, yakni, Meilysa Sari/Rachel Allessya Rose yang tengah bertarung melawan Rui Kiyama/Kanano Muroya. Sementara ganda campuran Rehan Naufal/Lisa Ayu harus mengakui ketangguhan Robin Tabeling/Selena Piek, 21-17, 13-21, 12-21.

Sampai berita ini diturunkan, kejuaraan dunia bulutangkis junior yang berlangsung di Palacio Deportes de Santander, Spanyol, masih berlangsung.***din

Cedera Engkel, Jonatan Christie Mundur dari French Open

JAYAKARTA NEWS— Meski merasa kecewa karena terpaksa harus menyudahi pertandingan di babak perempat final French Open, namun Jonatan Christie mengaku itu adalah keputusan terbaik karena cedera yang dideritanya.

“Kecewa pasti kecewa tapi tetap harus bersyukur apapun hasilnya. Semoga waktu 2-3 hari cukup untuk recovery dan bisa segera pulih agar siap tampil di Hylo Open,” kata Jojo begitu sapaan akrab Jonatan Christie sebagaimana dikutip dari instagram badminton.ina

Dalam pertarungan perempat final French Open di Stade Pierre de Coubertin, Jojo berhadapan dengan pemain Jepang, Kodai Naraoka. Game pertama dimenangkan Jojo dengan 21-14. Di game kedua, Naraoka memukul balik dengan menang 21-14. Saat rubber game, Jojo terpaksa menyerah karena cedera engkelnya dalam posisi 13-17.

Dikutip dari badminton.ina, Jojo menyebut, dirinya masih bisa melangkah namun untuk melakukan gerakan yang ada reaksinya saat tadi masih terasa banget. “Tadi agak kaget saja pas memaksa ambil bola jauh dan tumpuannya jadi tidak pas makanya berasa agak sakit,” ujar Jojo seusai mundur dari turnamen.

Sementara pelatih Irwansyah mengatakan bahwa keputusan Jojo untuk mundur adalah keputusan yang paling bijak untuk menghindari hal yang lebih buruk terjadi.

“Saya khawatir cedera Vito sebelumnya, kemudian membayangi saya lagi. Jojo merasa kesakitan saat kakinya menekan. Jadi akhirnya diputuskan lebih baik tidak melanjutkan pertandingan,” ucap Irwansyah.

“Keputusan retired diambil bersama antara saya dan Jojo. Dia akhirnya memilih menyelesaikan pertandingan lebih cepat. Saya sempat khawatir dengan cederanya. Kemudian kami putuskan mundur setelah Jojo berbicara ke saya, kalau ankle kakinya sakit saat menekan,” jelas Irwansyah.***din

Kejuaraan Dunia Junior: Indonesia Gagal Pertahankan Gelar

JAYAKARTA NEWS— Piala Suhandinata akhirnya harus rela dilepas putra-putri muda Indonesia. Garuda Muda kalah tipis dengan skor 2-3 dari Chinese Taipei di babak semifinal perebutan Piala Suhandinata 2022.

Laga yang mentas di Palacio de Deportes de Santander, Santander, hari Jumat (21/10) itu berjalan sengit.

Indonesia tertinggal 0-2 terlebih dahulu usai Zaidan Arrafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (ganda campuran) dan Muhammad Reza Al Fajri (tunggal putra) mengalami kekalahan.

Indonesia membalas dengan kemenangan Mutiara Ayu Puspitasari (tunggal putri) di partai ketiga. Lalu, Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah (ganda putra) yang turun di partai keempat sukses menundukkan Huang Jui-Hsuan/Tsai Fu Cheng dua gim langsung 21-14, 21-13.

“Pastinya tegang saat masuk lapangan. Karena ini pertandingan yang harus kita menangkan. Tapi tadi kita coba percaya sama kemampuan kita, alhamdulillah bisa menang,” ucap Putra.

“Kunci kemenangan hari ini kurang lebih sama dengan kemarin. Kita coba memaksa lawan mengikuti pola permainan kami. Kami juga coba konsisten dengan pola no lob menyerang. Tidak boleh tergoda adu power. Power mereka lebih besar,” jelas Rayhan.

Asa Garuda Muda melaju ke babak final kembali muncul saat kedudukan menjadi sama kuat 2-2. Tapi sayang wakil ganda putri Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari gagal menjalankan tugasnya.

Rachel/Trias harus mengakui keunggulan Nicole Gonzales Chan/Yang Chu Yun lewat pertarungan rubber game 21-13, 16-21, 13-21. Pelatih ganda putri Enroe Suryanto mengungkapkan faktor Rachel/Trias tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

“Di gim pertama sebetulnya Rachel/Trias sudah bagus dan benar mainnya. Baik secara pola maupun mental,” kata Enroe.

“Di gim kedua, lawan mengubah pola dan mereka tidak siap dengan perubahan itu,” tambah Enroe.

Lebih lanjut, Enroe mengatakan di gim ketiga Rachel/Trias bermain di bawah tekanan.

“Di gim ketiga lawan semakin percaya diri dan rapat permainannya, sementara Rachel/Trias tidak bisa keluar dari tekanan. Bermain terlalu terburu-buru,” ujar Enroe.

Di partai final hari Sabtu (22/10) besok, Chinese Taipei akan menghadapi Korea. Korea sendiri melaju ke final usai mengalahkan Jepang dengan skor telak 3-0.

Berikut hasil pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei.

Ganda Campuran:
Zaidan Arrafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Ting Yen-Chen/Yang Chu Yun
21-15, 11-21, 19-21

Tunggal Putra:
Muhammad Reza Al Fajri vs Kuo Kuan Lin
21-18, 12-21, 18-21

Tunggal Putri:
Mutiara Ayu Puspitasari vs Ruo Hsuan Ko
15-21, 21-15, 21-13

Ganda Putra:
Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah vs Huang Jui-Hsuan/Tsai Fu Cheng
21-14, 21-13

Ganda Putri:
Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari vs Nicole Gonzales Chan/ Yang Chu Yun
21-13, 16-21, 13-21 ***/din

Kejuaraan Dunia Junior: Indonesia Raih Kemenangan Sempurna Kedua

JAYAKARTA NEWS— Tim junior Indonesia menjalankan tugas dengan baik di laga kedua penyisihan grup A Piala Suhandinata 2022. Berlaga di Palacios de Deportes de Santander, Santander, Spanyol pada hari Selasa (18/10), Garuda Muda menerkam Swedia dengan kemenangan telak 5-0.

Kemenangan ini menjadi sapu bersih kedua usai Senin (17/10) kemarin, tim Indonesia juga menang 5-0 atas Latvia.

Menurunkan komposisi berbeda, Garuda Muda tidak menemukan hambatan berarti. Semua wakil menang dengan straight game dengan durasi rata-rata 25 menit.

Wakil tunggal putra Muhammad Reza Al Fajri membuka skor dengan mengalahkan Edvard Hylander 21-11, 21-10.

“Senang bisa tampil di beregu, bawa nama Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2022. Senang juga alhamdulillah bisa sumbang poin,” kata Reza usai laga.

“Di pertandingan tadi saya coba membuat enak dulu pukulan. Dari sisi lawan juga tidak terlalu memberikan tekanan jadi saya lebih coba-coba pola permainan,” lanjutnya.

Di laga kedua giliran tunggal putri Mutiara Ayu Puspitasari yang berlaga. Juara Kapal Api Indonesia International Series 2022 ini menyudahi perlawanan Khushi Harakamani dengan skor 21-6, 21-13.

Kemenangan Indonesia ditentukan sang debutan ganda putra Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah. Putra/Rayhan menyumbang angka ketiga dengan menang 21-8, 21-9 dari Victor Morskogen/Daniel Strom.

“Hari ini kami merasa sudah enak mainnya, sudah keluar semua. Tidak ada kendala adaptasi dengan Putra, di lapangan juga tadi lancar-lancar saja. Putra kan playmaker atau pemain depan dan saya pemain belakang jadi lebih mudah juga untuk nyambungnya. Dia pegangannya tangan kiri malah jadi lebih susah ke lawan,” terang Rayhan.

Di lapangan tadi semua ok. Agak silau tapi tidak terlalu mengganggu. Angin juga tidak ada jadi kita lebih mudah mengontrol bola,” timpal Putra.

Skor semakin menjauh kala Anisanaya Kamila/Az Zahra Ditya Ramadhani juga mengemas kemenangan atas Elin Ohling/Elin Ryberg. Ganda putri ini unggul 21-17, 21-13.

“Kita tadi sempat ada tegang juga saat masuk lapangan karena ini kan pertama kali main beregu, tapi untungnya tadi tim sudah menang 3-0 jadi bisa lebih tenang ketika pertandingan sudah berjalan. Secara kualitas, lawan pun lumayan bagus, mereka kemarin sukses main tiga gim dari Malaysia. Itu yang kita waspadai,” tukas Naya.

“Walau tadi tim sudah unggul, kita tetap fight dan mau menang. Sekalian juga tadi coba adaptasi dengan lapangan, persiapan bila diturunkan lagi,” sambung Ara.

Akhirnya, kemenangan Garuda Muda disempurnakan Zaidan Arrafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang menang atas Mio Molin/Sofia Stromvall 21-9, 21-11.

“Dua kemenangan ini sudah sesuai harapan kami. Menjadi modal berharga untuk hadapi Malaysia,” ujar Eddy Prayitno, manajer tim Indonesia.

“Setelah ini kami berpesan kepada anak-anak untuk beristirahat yang cukup dan tetap fokus menghadapi laga selanjutnya yang semakin berat,” tambah Eddy.

Indonesia akan menghadapi Malaysia di partai terakhir penyisihan grup A hari Rabu (19/10) besok. Partai ini akan menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara grup dan berhak lolos ke babak perempatfinal karena Malaysia juga menyapu bersih kemenangan atas Latvia dan Swedia.

Seperti diketahui, hanya juara grup lah yang bisa terus berjuang untuk meraih gelar juara. “Lawan Malaysia besok akan ketat. Tunggalnya kuat jadi kita harus lebih fokus lagi. Kalau besok diturunkan lagi, saya siap.” kata Reza.

“Besok lawan Malaysia pasti ketat. Siapa yang menang itu kan yang lolos. Peluangnya 50:50 dan mungkin bisa saja penentunya di ganda putra. Jadi kita harus lebih siap, tambah hari harus tambah siap,” pungkas Rayhan.***/bnt

Tumbangkan Pemain Malaysia, Syabda Buktikan tak Terpengaruh Kekalahan Rekannya

JAYAKARTA NEWS— Pebulutangkis tunggal putra Syabda Perkasa Belawa terus menjaga asa dengan melaju ke babak ketiga turnamen bulutangkis Mansion Sport Malang Indonesia International Challenge 2022. Dia tidak terpengaruh dengan hasil negatif rekannya sesama penghuni Pelatnas Cipayung.

Bertarung di Platinum Arena, Malang, Jawa Timur, Rabu (12/10), Syabda bermain solid. Menghadapi Cheam June Wei asal Malaysia, salah satu andalan tuan rumah ini bermain apik. Meski tidak mudah, dia pun akhirnya menang lewat pertarungan tiga gim, 21-16, 17-21, 21-7 atas unggulan keempat itu.

“Setelah menang di gim pertama, dan kalah di gim kedua, di gim ketiga saya kembali fokus ke permainan saya sendiri. Ingin menerapkan strategi seperti di gim awal. Yaitu, tidak memberi kesempatan lawan untuk menekan lebih dulu. Saya pun bisa mengontrol permainan depan dan menghindari lawan menyerang. Ternyata berhasil,” kata Syabda kepada Tim Humas dan Media PBSI.

Dengan hasil itu, selain Syabda, Bobby Setiabudi dan Tegar Sulistio juga terus melaju. Bobby berhasil mengatasi perlawanan Woraphop Chuenkha (Thailand), 21-14, 21-11. Sementara Tegar menjungkalkan unggulan ke-16 asal Malaysia, Lim Chong King, 21-12, 21-8.

Sayang kemenangan Syabda tidak diikuti rekan-rekannya. Alvi Wijaya Chairullah takluk kepada Sun Fei Xiang dari China, 21-11, 16-21, 11-21. Sedangkan Christian Adinata, unggulan ke-12, pun kalah di tangan Lee Shun Yang asal Malaysia dengan 13-21, 9-21. Sehari sebelumnya, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay juga sudah tersisih di babak pertama.

“Mengenai kekalahan hari ini, saya merasa tidak dalam performa terbaik. Di sisi lain lawan juga bermain lebih siap. Kegagalan saya dalam dua turnamen di Yogyakarta lalu cukup berpengaruh terhadap penampilan saya pada hari ini. Saya merasa kepercayaan diri saya menurun dan seperti tidak mengenal diri sendiri,” kata Christian.

Kendati rekan-rekannya sudah tersisih, Syabda menyebut dirinya tidak mau terpengaruh. Dia hanya ingin fokus kepada performa diri sendiri.

“Ya disayangkan, teman-teman ada yang sudah kalah. Tetapi saya tidak mau terpengaruh. Saya hanya ingin fokus kepada diri sendiri untuk selalu tampil terbaik setiap turun bertanding,” tegas Syabda. “Setelah kalah, saya berharap, teman-teman bisa tampil maksimal di babak selanjutnya dan diberikan kelancaran dan kemudahan,” harap Christian. (ctr)