Anthony Ginting Juara Badminton Asia Championships

JAYAKARTA NEWS— Anthony Sinisuka Ginting berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dalam turnamen Badminton Asia Championships (BAC) 2023. Menang 21-12, 21-8 melawan pemain Singapura Loh Kean Yew, Ginting menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang berhasil memetic emas BAC.

Sementara pasangan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja menyumbang medali perunggu.

Mengutip pbsi.id, Anthony Sinisuka Ginting menyebut dirinya mengucap syukur bisa menyelesaikan permainan dengan baik dan tanpa cedera. “Memang sangat singkat waktu recovery yang ada dari pertandingan kemarin tapi saya mau mengucapkan terima kasih untuk tim ofisial dari PBSI yang sudah membantu saya semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi dari laga panjang di perempatfinal,” ungkapnya.

“Pasti capek tapi saya tidak mau menyerah begitu saja, tetap harus mengatasi semua masalah yang ada. Sekali lagi saya bersyukur punya pelatih baik teknik maupun fisik, tim medis, masseur dan fisioterapis yang sigap dan siap setiap saat,” tambah Ginting yang baru pertama kali ke final Kejuaraan Asia.***/din

Jelang BAC 2023: Leo/Daniel Waspadai Potensi Balas Dendam Aaron/Soh

JAYAKARTA NEWS— Laga ulangan babak 32 besar All England 2023 antara Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik akan tersaji di babak 32 besar Badminton Asia Championships 2023 pada Rabu (26/4) besok. Kala itu, laga dimenangkan Leo/Daniel dengan skor 21-18, 14-21, 21-13.

Oleh karenanya, Leo/Daniel mewaspadai potensi balas dendam dan perubahan strategi dari pasangan Malaysia unggulan dua tersebut.

“Kami harus ekstra waspada di pertandingan pertama besok. Kami tidak pernah tahu apa yang lawan siapkan tapi kami meyakini bakal ada perubahan dan perbedaan dari pertemuan terakhir lalu,” kata Leo kepada Tim Humas dan Media PP PBSI. Demikian dikutip dari pbsi.id

“Kami sudah bertemu mereka lima kali sebelumya. Jadi sudah sama-sama tahu. Selain antisipasi kelebihan lawan, situasi lapangan dan shuttlecock juga kan berbeda dari All England kemarin jadi kami harus cepat beradaptasi,” sambung Daniel.

Leo/Daniel mengaku meningkatkan fokus dan stamina dalam menghadapi turnamen dengan poin setara BWF World Tour Super 1000 ini.

“Setelah tur Eropa kemarin, evaluasinya saya harus meningkatkan fokus dan stamina. Fokus saya setelah All England jadi turun sekali. Ini yang harus diperbaiki,” ungkap Leo.

“Berdasarkan evaluasi pelatih, semua sisi saya harus perbaiki. Teknis maupun nonteknis. Dengan waktu yang singkat untuk persiapan ke sini saya rasa semuanya sudah cukup baik. Semoga nanti hasilnya bisa terlihat di lapangan,” ucap Daniel.

Selain Leo/Daniel, ganda putra mengirimkan tiga wakil lainnya lewat pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.

Badminton Asia Championships 2023 dihelat di Sheikh Rashid Bin Hamdan Indoor Hall, Al Nasr Club, Dubai, Uni Emirat Arab, mulai Selasa (25/4) hingga 30 April mendatang.***

Tiga Tahun tak Lebaran Bersama Keluarga, Atlet Bulutangkis Tiwi Nekat Pulang ke Solo sebelum Terbang ke Dubai

JAYAKARTA NEWS— Merayakan hari Idul Fitri bersama keluarga dan orang-orang terdekat adalah keinginan setiap orang. Tidak terkecuali para atlet bulutangkis Indonesia.

Di tengah persiapan dan keberangkatan menuju turnamen Badminton Asia Championships 2023 di Dubai, Uni Emirat Arab, rupanya beberapa atlet ada yang menyempatkan mudik ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga.

Salah satunya adalah atlet ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi yang mudik ke Solo, Jawa Tengah, walau dengan waktu yang terbatas. Tiwi, panggilan akrabnya, mengaku rela pulang ke Solo usai tiga tahun tidak berlebaran bersama keluarga.

“Rasanya senang banget dan terharu,” kata Tiwi seperti dikutip dari laman pbsi.id

“Padahal sebenarnya tidak ada banyak waktu tapi bisa menyempatkan diri untuk berlebaran bersama keluarga di rumah,” tambahnya.

Tiwi bercerita ia sempat pasrah ketika proses pencarian tiket pesawat yang mengalami kendala karena jadwal yang dicarinya sudah tidak tersedia.

“Sebenarnya ini tidak direncanakan jauh-jauh hari. Saya izin ke pelatih hari Kamis (20/4) pagi dan ternyata diizinkan. Dari situ saya mencari tiket untuk pulang hari Jumat (21/4) sore karena kami di ganda putri masih latihan di Jumat pagi,” cerita Tiwi.

“Tapi seharian di hari Kamis itu saya tidak menemukan jadwal yang saya inginkan, begitu juga ketika saya cek di Jumat pagi saat bangun tidur. Saya sempat pasrah dan berpikir mungkin memang takdirnya belum dibolehkan pulang. Tapi entah kenapa sesaat sebelum latihan di Jumat pagi itu, saya cek kembali aplikasi pemesanan tiket dan tiba-tiba alhamdulillah jadwalnya muncul,” ungkapnya.

Tidak berbeda dengan Tiwi, pemain ganda putra Fajar Alfian juga menyempatkan mudik ke Bandung, Jawa Barat, di hari Idul Fitri kemarin.

Selain silaturahmi dan meminta doa restu kepada orang tua, jarak Jakarta Bandung yang tidak terlalu jauh menjadi alasan Fajar saat memutuskan untuk mudik.

“Saya memang menyempatkan diri untuk pulang ke Bandung, merayakan Idul Fitri di rumah bersama orangtua dan keluarga. Jarak Jakarta Bandung kan tidak terlalu jauh dan saya mendapat libur dua hari kemarin, Jumat dan Sabtu,” tutur Fajar.

“Di tahun sebelumnya saya tidak berlebaran bersama keluarga karena sedang pertandingan di Filipina. Jadi senang bisa berkumpul sekaligus meminta doa restu untuk pertandingan di BAC ini. Semoga ini menjadi tambahan motivasi untuk meraih hasil yang maksimal,” ucap Fajar.

Berbeda dengan sang pasangan, Muhammad Rian Ardianto, memilih untuk berlebaran di Jakarta. Tidak pulang ke kampung halamannya di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pastinya sedih tidak bisa merayakan hari Idul Fitri bersama keluarga tapi ini sudah menjadi resiko pekerjaan yang harus dijalani,” kata Rian.

“Setelah Spain Masters kemarin saya sempat pulang ke rumah, ada waktu lima hari libur dan berpuasa di sana. Ini bisa dibilang menjadi pengganti, setidaknya tetap ada momen Ramadan saya bersama keluarga,” ungkap Rian.

Rian mengatakan walau tidak berjumpa langsung, fitur video call menjadi opsi untuk membuat momen Idul Fitri tetap terasa hangat.

“Tadi setelah shalat Ied, saya pergi ke rumah saudara di Jakarta lalu video call dengan orang tua di Jogja,” ujar Rian.

“Mereka berpesan untuk tetap jaga kondisi dan semoga bisa main maksimal di pertandingan nanti,” tambahnya.

Saat berita ini diturunkan, tim bulutangkis Indonesia baru saja mendarat di bandara internasional Dubai. Setelah ini akan langsung beristirahat di hotel sebelum menjalani latihan di sore harinya.***

Tim Bulutangkis Indonesia Siap Tarung di Badminton Asia Championships 2023

JAYAKARTA NEWS— Tiba di Dubai, Uni Emirat Arab, tim bulutangkis Indonesia langsung menggelar latihan perdana di lapangan pertandingan Sheikh Rashid Bin Hamdan Indoor Hall, Al Nasr Club pada Minggu (23/4/2023). Latihan ini digelar jelang bergulirnya turnamen Badminton Asia Championships 2023 pada 25-30 April mendatang.

Manajer tim sekaligus pelatih ganda putra Aryono Miranat menjelaskan latihan difokuskan kepada adaptasi lapangan dan shuttlecock. Selain itu, juga untuk sedikit mengembalikan gerakan dan pukulan agak tidak terlalu kaku.

“Sebenarnya memang kondisi anak-anak masih capek setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta tadi malam dan sampai tadi pagi,” ujar Aryono kepada Tim Humas dan Media PBSI.

“Tapi tadi kami bisa langsung masuk kamar hotel. Jadi ada waktu untuk tidur sejenak sebelum menjalani latihan. Kami dapat di main hall selama dua jam untuk fokus kepada adaptasi kondisi lapangan, arah angin, dan shuttlecock,” tambah Aryono.

Aryono berharap di latihan terakhir Senin (24/4) esok, kondisi fisik anak-anak sudah kembali pulih sehingga intensitas latihan bisa semakin tinggi dan bagus.

“Besok di latihan terakhir saya berharap akan lebih bagus lagi karena kondisi anak-anak sudah kembali pulih dan adaptasi dengan hal-hal terkait lapangan bisa semakin baik,” harap Aryono.

Disinggung mengenai tim ganda putra, Aryono mengungkapkan persiapan sudah berjalan maksimal. “Persiapan tim ganda putra sudah cukup baik dan maksimal. Mudah-mudahan hasilnya bisa bagus,” kata Aryono.

Sementara wakil tunggal putra Jonatan Christie mengaku kendala karpet lapangan menjadi hal yang harus diantisipasi secara khusus. Pasalnya ia merasa karpet yang digunakan dasarnya kasar yang membuat pergerakannya terganggu karena sering slip.

“Kondisi bisa dibilang masih capek setelah perjalanan kemarin ya, tapi karena ini dapat kesempatan latihan di main hall jadi saya coba usaha dan maksimalkan feeling-feelingnya dulu dan cari tahu kondisi lapangannya seperti apa,” ungkap Jonatan yang akrab disapa Jojo.

“Kendala tadi ada di lapangannya sih karena tidak tahu kenapa, mungkin karena dasar karpetnya kasar jadi beberapa kali ada slip tapi semua pemain kan pasti merasakan jadi paling nanti coba untuk ke cara mainnya dulu bagaimana menerapkan strategi di kondisi seperti ini,” Jojo menambahkan.

Lain Jojo, lain pula Anthony Sinisuka Ginting. Ginting menjadikan latihan pertama ini untuk mengembalikan kebugaran tubuhnya.

“Hari ini utamanya fokus ke adaptasi lapangan memang tapi saya juga manfaatkan untuk membuat otot-otot segar lagi setelah terbang jarak jauh tadi malam. Biar keringetan juga badannya,” ucap Ginting. “Persiapan dari Jakarta sudah bagus, berjalan dengan baik dan tidak ada cedera. Besok masih ada latihan terakhir untuk memperhatikan lagi detil-detilnya, semoga minggu ini bisa kasih performa terbaik,” tutup Ginting.***