Belerang dari Kerak Bumi

Gde Mahesa

Jika mendengar kata belerang, bisa jadi yang paling spontan keingetan adalah korek api lidi, petasan, dan kembang api. Padahal masih banyak yang perlu diketahui.

Belerang merupakan mineral alami yang banyak ditemukan di kawasan gunung berapi, dan lebih dikenal sebagai bahan pembuat pupuk untuk pertanian. Namun, manfaat belerang   makin luas sehingga banyak digunakan dalam produk perawatan kulit, obat oles, hingga suplemen sendi.

Belerang (sulfur) memiliki berbagai manfaat, terutama untuk kesehatan kulit, seperti mengatasi jerawat, eksim, kudis, dan ketombe berkat sifat antibakteri, antijamur, serta keratolitik yang mengangkat sel kulit mati. Selain itu, belerang digunakan untuk mengurangi nyeri sendi, peradangan, serta dalam industri pertanian dan pembuatan pupuk. 

Tentunya manfaat dari belerang tersebut setelah diproses menjadi berbagai bentuk sesuai kebutuhan agar bisa dirasakan secara maksimal, penggunaannya perlu disesuaikan dengan bentuk sediaannya.

Dalam mitologi, sulfur, atau belerang, adalah unsur non-logam yang biasanya ditemukan di kerak bumi, daerah dengan aktivitas vulkanik, dan dikenal dalam Alkitab sebagai batu belerang. Penggunaan sulfur yang paling terkenal di dunia supranatural adalah sebagai penanda utama manifestasi iblis.

Bau tajamnya belerang secara tradisional dianggap dapat mengusir energi negatif atau roh jahat. Selain itu, belerang juga digunakan untuk membersihkan aura dan memberikan rasa relaksasi fisik, serta menenangkan pikiran dan meredakan stres. 

Meskipun secara spiritual memiliki makna yang mendalam, penggunaan belerang secara fisik umumnya aman dalam bentuk air belerang, tentunya dalam jumlah terbatas. 

Dalam konteks sejarah dan relevansi budaya, serta paranormal belerang (atau sulfur/brimstone) dikenal memiliki fungsi yang sangat kuat terkait dengan pertahanan energi dan pembersihan.

Berikut adalah fungsi belerang dalam dunia paranormal:

  • Mengusir Energi Negatif (Banishing): Belerang digunakan untuk mengusir entitas negatif, roh jahat, atau pengaruh buruk dari suatu tempat.
  • Perlindungan Spiritual (Protection): Dipercaya mampu melindungi seseorang dari kutukan, jin, atau niat jahat orang lain.
  • Pembersihan (Purification): Digunakan untuk membersihkan ruang atau benda dari energi negatif yang melekat.
  • Mematahkan Sihir (Uncrossing): Dalam tradisi seperti Hoodoo, belerang digunakan dalam ritual “uncrossing” untuk menghilangkan kutukan atau sihir yang menimpa seseorang.
  • Pertahanan Tingkat Lanjut (Exorcism): Sering digunakan sebagai komponen dalam ritual pengusiran setan atau entitas jahat (exorcism) karena kekuatannya dalam menciptakan penghalang energi.
  • Simbol Neraka dan Api: Dalam beberapa kepercayaan okultisme, belerang (disebut brimstone) melambangkan api neraka, transformasi, dan kekuatan kuno.

Dalam kontek tersebut belerang sering ditaburkan di sudut ruangan atau digunakan dalam ritual.

Khusus untuk sesajen, dalam tradisi Jawa dan beberapa ritual adat di Indonesia, memiliki makna simbolis dan fungsional yang mendalam, melambangkan unsur alam, pemurnian, dan perlindungan. Adapun makna belerang untuk sesajen adalah :

  • Simbol Unsur Bumi dan Api: Belerang yang berasal dari kawah gunung berapi melambangkan kekuatan bumi dan unsur api. Dalam kosmologi Jawa, manusia dan kehidupan terikat pada empat anasir (bumi, air, api, udara), dan belerang mewakili salah satu dari anasir tersebut.
  • Sarana Pemurnian (Penyucian): Secara spiritual, belerang dipercaya memiliki daya “pembersihan” dari energi negatif atau roh jahat. Baunya yang menyengat dianggap mampu mengusir energi buruk dalam ritual.
  • Perlindungan (Pagar Gaib): Belerang sering digunakan dalam sesajen yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan perlindungan. Ini melambangkan pagar gaib untuk melindungi diri, keluarga, atau tempat usaha dari gangguan supranatural.
  • Penyembuhan dan Kekuatan Alam: Belerang dikenal memiliki manfaat kesehatan untuk kulit (antimikroba) dan penyembuhan. Dalam sesajen, melambangkan harapan akan kesehatan tubuh dan kekuatan yang berasal dari kekayaan alam (kawah Ijen, dll).
  • Simbol Transformasi: Dalam kepercayaan spiritual, belerang sering dikaitkan dengan elemen api yang melambangkan transformasi energi dari negatif ke positif. 

Belerang walau berbau menyengat namun melambangkan kehangatan, kekuatan pembersihan, dan kegigihan, untuk keseimbangan.
Bullll…… bullll…. klepussss…..

Ciwidey, Putih-putih di Puncak Gunung

Hamparan kawah putih kehijauan Ciwidey, Bandung. Sangat indah di tengah kesejukan suhu dan pemandangan hutan tropis. Foto: Agus S

DARI sebuah situs online didapat satu data, bahwa Indonesia memiliki 139 gunung api. Posisi itu menempatkan negara ini menjadi nomor dua, di bawah Amerika Serikat dengan 173 gunung api, dan Rusia dengan 166 gunung api. Sedangkan, satu nomor di bawah Indonesia adalah Jepang dengan 122 gunung api.

Negara yang kaya akan gunung, dipastikan kaya akan panorama indah pada cekungan puncak gunung yang disebut kawah. Untuk gunung-gunung yang sudah tidak aktif, kawah-kawah itu menjadi objek wisata yang sangat menarik. Bukan saja karena untuk mencapainya, rata-rata harus dengan “perjuanggan” mendaki, tetapi hampir semua kawah memiliki ciri keindahan tersendiri.

Gerbang masuk kawasan wiata Kawah Putih Ciwidey. Foto: Agus S

Karenanya, tidak heran jika Indonesia memiliki banyak sekali kawah indah. Kawah yang satu ini adalah Kawah Putih di Ciwidey, Bandung. Dari berbagai referensi tentang keindahan kawah di Indonesia versi para traveler, Kawah Putih adalah kawah tercantik ketiga di Indonesia, setelah kawah tiga warna Kelimutu di Flores, NTT dan Kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kita kembali ke Kawah Ciwidey. Kawah ini terbentuk akibat letusan Gunung Patuha awal abad ke-10. Selain suhu yang super-sejuk, pemandangan di Kawah Ciwidey benar-benar bisa membawa angan kita ke satu tempat di antah-berantah. Kita seolah tidak sejak berpijak di bumi Nusantara yang ijo-royo-royo. Di sini, sepanjan sapuan mata memandang, adalah hamparan pasir putih.

Keindahan kawah, semula hanya dinikmati segelintir orang di lereng Gunung Patuha. Lambat laun, keindahannya menyebar dan menyambar-nyambar rasa ingin tahu masyarakat di daerah lain. Mulai ramailah masyarakat datang ke sana. Lalu pada tahun 1987, pemerintah menunjuk Perum Perhutani mengelolanya melalui sebagai KBM Ecotourism. KBM adalah kependekan dari Kawasan Bisnis Mandiri. Jadi jangan heran, jika di kawasan Kawah Ciwidey, sudah berbau aroma komersial, karena objek wisata itu menjadi salah satu “sumber penghasilan” Perum Perhutani.

Kawah Putih Ciwidey dibuka mulai pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 17.00 WIB. Kawasan ini relatif mudah dijangkau. Apalagi jika Anda berkendaraan roda empat. Dari Jakarta, misalnya, arahkan mobil ke tol Cipularang nyambung tol Soroja dan keluar pintu Soreang. Lanjut arah Ciwidey dan sampailah.

Sebelum mendaki ke arah kawah putih Ciwidey. Foto: Agus S

Pengelola kawah putih menetapkan dua jenis tarif parkir yaitu parkir bawah dan parkir atas. Parkir bawah berada di area pintu masuk, dengan tarif Rp6.000 untuk roda empat dan Rp 5.000 untuk sepeda motor. Sedangkan parkir atas hanya untuk kendaraan roda 4, berlokasi dekat area kawah putih dengan tarif lumayan mahal, Rp.150.000 per kendaraan.

Bagi yang parkir di bawah, jangan khawatir terengah-engah naik ke atas, karena pengelola sudah menyediakan sejenis “ontang-anting” bagi pengunjung. Ongkosnya Rp.15.000 per orang. Ontang-anting adalah sejenis angkutan yang mondar-mandir dari pintu gerbang (parkir bawah) ke lokasi kawah putih.

Nah, itu baru bicara onggkos parkir dan tarif orang-anting. Sedangkan, untuk masuk ke kawasan wisata, masih harus bayar lagi. Tiket masuk turis lokal Rp.20.000 per orang sedangkan turis asing Rp.50.000 per orang.

Bertengger di ketinggian 2.400 di atas permukaan laut, dengan suhu 8 derajat Celsius sampai 22 derajat Celsius, Anda akan merasakan kesejukan dan kesegaran alam yang rrruaaarrr biasa. Selain itu, terhampar pemandangan hutan tropis selama perjalanan dari pintu gerbang ke lokasi kawah putih yang berjarak 5 km.

Setiba di area kawah, panoramanya pun sangat indah. Tampak hamparan kawah berwarna putih kehijauan yang dikelilingi bukit. Keindahan kawah putih pastinya tidak akan dilewatkan oleh pengunjung untuk berfoto-foto. Berhubung kadar belerang yang sangat tinggi, maka pengunjung dianjurkan memakai masker supaya tidak mual dan pusing. Dan… tidak baik terlalu lama menghirup udara beraroma belerang. ***

Berfoto dengan latar belakang kawah putih Ciwidey. Tidak baik berlama-lama, karena aroma belerang sangat menyengat. Foto: Agus S