Arumi Bachsin Lantik Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk

JAYAKARTA NEWS— Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak melantik Wahyuni Marhaen sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk Masa Bhakti Sisa Jabatan 2018-2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (10/4).

Pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk ini tertuang dalam Surat Keputusan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Nomor 04/KEP/PKK.PROV/IV/2023 tanggal 8 April 2023 tentang pengangkatan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk.

Selanjutnya Arumi selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur juga melantik Wahyuni Marhaen sebagai Ketua Dekranasda Kab. Nganjuk.

Dalam sambutannya, Arumi berharap kepada Ketua TP PKK dan Dekranasda yang baru untuk melanjutkan program kerja sebagai estafet keberhasilan kinerja yang telah dicapai Kabupaten Nganjuk.

Ia pun menyampaikan bahwa keberhasilan Kabupaten Nganjuk dibuktikan dengan berbagai prestasi yang diraih, diantaranya, juara II lomba fashion show batik tahun 2020 tingkat Provinsi Jatim dan juara I pada lomba yang sama di tahun 2023. Selanjutnya juara I lomba masak ikan tahun 2022 tingkat Provinsi Jatim, juara II lomba pelaksana terbaik PKK KB Kesehatan di tahun 2020, dan juara III penyusunan laporan 10 Program Pokok PKK terbaik provinsi Jatim tahun 2022.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya karena Kabupaten Nganjuk ini adalah salah satu kabupaten yang saya bilang segudang prestasi. Tim penggerak PKK maupun Dekranasdanya,” ucap Arumi

Kemudian, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Prov. Jatim ini berpesan agar kegiatan-kegiatan yang menjadi program prioritas yang telah dilaksanakan untuk terus ditingkatkan, sehingga mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat, dengan menyesuaikan potensi daerah, SDM dan ketersediaan anggaran sebagaimana hasil Rakernas IX PKK tahun 2021.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa program-program yang menjadi prioritas dan unggulan yang perlu mendapat perhatian serta ditingkatkan kegiatannya, antara lain, Pokja I ; Pembinaan pola asuh anak dan remaja diera digital (PAAREDI), Pokja II, Galeri pelangi ( gerakan keluarga Indonesia dalam peningkatan kualitas pengelolaan ekonomi), Pokja III, Gerakan aku hatinya PKK (amalkan & kukuhkan halaman asri, teratur, indah dan nyaman PKK), terakhir Pokja IV, Keluarga sehat tanggap & tangguh bencana.

“saya berpesan khususnya kepada ketua TP PKK yang baru dan pengurus nantinya untuk terus memacu diri dan organisasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas program PKK unggulan, sehingga nantinya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan mampu dirasakan manfaatnya oleh keluarga dan masyarakat,” terang Arumi.

Disisi lain, Ketua Dekranasda Jatim ini juga berharap agar ketua dekranasda kabupaten Nganjuk harus mampu memberikan warna lain dan mengangkat potensi kerajinan-kerajinan yang ada di wilayah kerjanya, sehingga kedepannya bisa memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Saya juga berharap Dekranasda Nganjuk lebih mampu diangkat potensinya, dengan melakukan pembinaan seni kerajinan, meningkatkan kontribusi industri kerajinan dan menghimpun potensi-potensi daerah bagi pengembangan produk kerajinan sebagai bagian dari seni dan budaya”, ucap Arumi.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa dalam mewujudkan semua itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta dalam memberikan pembinaan dan penguatan. Sehingga dalam pelaksanaan program-program maupun kegiatan nantinya diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah.

“Saya mengharap adanya eksistensi Dekranasda, sebagai lembaga yang membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui berbagai upaya strategis pembinaan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, peningkatan ketrampilan dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing dengan produk dari negara lain,” katanya.

Selain itu, Arumi menerangkan bahwa dengan semakin berkembang informasi dan teknologi dengan pesat, menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi PKK maupun Dekranasda, dimana kita dituntut untuk terus update dan mengembangkan potensi diri dalam menerima pesatnya perkembangan agar tidak tergilas dan tertinggal.

“Tantangan utama terbesar dalam era digitalisasi, khususnya digitalisasi keuangan adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar siap mengubah ekonomi berbasis pengetahuan atau knowledge, based ekonomyuntuk pertumbuhan ekonomi tidak lagi bergantypada sumber data alam (SDA),” terangnya.

Diakhir, Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jawa Timur mengucapkan selamat dan mendoakan semoga amanah ini mampu diemban dan dijalankan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi keluarga dan masyarakat.

“Teriring doa semoga amanah dalam menjalankan dan mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan serta meridhoi setiap langkah kebaikan kita menuju masyarakat Jawa Timur semakin sejahtera. Aamiin,” tutupnya. (poedji)

Arumi Buka “Jember Fashion Kebaya Nusantara”

JEMBER, JAYAKARTANEWS – Jember Fashion Kebaya Nusantara (JFKN)  merupakan salah satu bentuk upaya melestarikan budaya Bangsa Indonesia, khususnya para perempuan agar gemar menggunakan kebaya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Prov. Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak saat membuka acara  JFKN di Halaman Kantor Bupati Jember, Jumat (23/12) malam.

Sebagai informasi, JFKN diikuti oleh sekitar 300 peserta yang diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi wanita yang ada di Jember hingga masyarakat umum yang ada di Jember.

JFKN ini dilaksanakan di ruangan terbuka dan disaksikan oleh masyarakat luas.

Menurut Arumi, panggilan akrabnya itu, JFKN yang dilakukan secara bersama dan melibatkan kaum ibu dan perempuan di Jember ini adalah wujud kecintaan yang nyata terhadap warisan budaya bangsa dalam menghadapi tantangan, pengembangan dan era globalisasi di Jawa Timur.

Karena itu, lanjut Arumi, Dekranasda Jatim akan terus berupaya ikut serta dalam mendukung dan mendorong perekonimian di daerah dalam meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha fashion, kerajinan hingga UMKM.

Arumi juga berharap agar generasi muda  melanjutkan tradisi memakai kebaya yang menjadi ciri khas para wanita Indonesia pada era modern saat ini. 

“Jember Fashion Kebaya Nusantara ini merupakan sebuah upaya dalam melestarikan warisan budaya berkebaya khususnya di era modern saat ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini, lanjut Arumi selain melestarikan budaya bangsa juga turut menggerakkan roda perekonomian daerah untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kebaya, menggerakkan sektor ekonomi hingga pelaku UMKM. Sehingga terjadi penguatan ekonomi secara domestik atau regional.

“Melalui Event ini kita berharap dapat menyejahterakan para keluarga di Kabupaten Jember,” ujar istri dari Wagub Emil Dardak ini.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan bahwa kegiatan Fashion Kebaya Nusantara di Kab. Jember ini dipersembahkan kepada para Ibu Ibu hingga perempuan yang telah memberikan kontribusi terbaik bagi Kab. Jember.

Diharapkan, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan sesuai tagline Kab. Jember menjadi Jember Fashion Carnival dunia.

Ketua Dekranasda Jember Kasih Fajarini mengatakan, bahwa Jember Fashion Kebaya Nusantara merupakan bentuk apresiasi khususnya kepada para kaum ibu atau perempuan yang Bulan ini dikenal sebagai Hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2022.

Ia menyebut, bahwa Kebaya menjadi salah satu busana yang anggun digunakan oleh para perempuan Indonesia dimana keberadaannya wajib untuk dilestarikan. Oleh karenanya, dalam melestarikan kebaya Dekranasda Jember mengadakan kegiatan Fashion Kebaya Nusantara tahun 2022.

“Mudah mudahan melalui event ini dapat melestarikan kebaya sebagai bagian dari budaya perempuan Indonesia. Lewat Fashion Kebaya Nusantara ini akan menambah energi positif bagi para ibu dan perempuan untuk lebih kreatif dan inovatif di Jember,” tutupnya. (poedji)

Arumi Bachsin Ingatkan Perempuan untuk Hargai Diri Sendiri

JAYAKARTA NEWS– Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengingatkan para perempuan Indonesia, khususnya Jawa Timur, untuk menghargai diri sendiri. Mengingat, Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April sudah hampir di depan mata.

Arumi mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghargai diri sendiri. Salah satunya dengan memberi reward dan treatment yang bisa dilakukan baik di rumah maupun tempat tertentu.

“Cara saya merayakan dan memaknai Hari Kartini adalah dengan menghabiskan waktu di rumah bersama anak-anak. Saya juga ngasih treatment sekaligus reward untuk diri sendiri. Karena kita harus menghargai diri sendiri dulu sebelum menghargai orang lain,” ujarnya saat menjadi Keynote Speaker dalam media gathering dengan tema “Habis Kusam Terbitlah Glowing” di NMW Clinic, Jl. Arief Rahman Hakin no. 38, Surabaya, Kamis (14/4).

Lebih jauh, istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak itu menyebut, bentuk dari treatment diri adalah juga dengan merawat kulit serta pola hidup. Yang mana, di tengah Ramadan seperti sekarang ini, sangat penting dilakukan.

“Jadi saat puasa, kita juga harus memperbaiki pola hidup. Terlebih jika kita punya kulit kering, akan lebih mudah dehidrasi karena seharian tidak minum. Untuk itu, tetap minum air 2 liter per hari dan kalau bisa menghindari terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama,” terangnya.

Selain itu, lanjut Arumi, penggunaan pelembab juga harus ditingkatkan. Sebab, kelembaban kulit merupakan tabungan hari tua yang akan terlihat hasilnya saat usia sudah senja.

“Saya bukannya takut tua, tapi saya ingin menua dengan elegan. Makanya kulit saya mulai saya rawat dengan moisturizer agar nanti kalau sudah tua, tidak ada masalah kulit berarti yang membutuhkan biaya lebih besar. Jadi ini salah satu tabungan masa tua saya nanti,” tuturnya.

Di samping merawat tubuh dan pola hidup, Arumi berpesan kepada para perempuan agar mereka senantiasa memanfaatkan kesempatan yang ada. Meskipun, tantangan sosial akan selalu ada.

Tantangan sosial ini, menurut Arumi, sebenarnya bisa diubah menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik. Selama para perempuan dapat melihat peluang yang ada di sekitarnya.

“Saya paham, tuntutan bagi perempuan itu banyak. Mulai dari pertanyaan kapan nikah, kapan punya anak, dan kapan lainnya. Seakan-akan peran perempuan hanya di dalam rumah saja,” ucapnya.

“Tapi inilah tantangan sosial yang kita hadapi. Yang harus kita lakukan adalah saling memotivasi dan membantu untuk melihat peluang serta memanfaatkan kesempatan. Kartini adalah kita, selama kita mau berusaha semaksimal mungkin,” tutupnya. (poedji)

Perwosi Jatim Berencana Realisasikan Senam Kreasi Usai Ramadhan

JAYAKARTA NEWS – Vakum selama setahun akibat pandemi Covid-19, Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak akan segera menyosialisasikan Senam Kreasi Perwosi di 38 kab/kota se Jatim. Rencananya, agenda tersebut akan dilaksanakan setelah bulan Ramadhan.

“Agenda besar kami memasyarakatkan senam kreasi. Tapi, program tersebut baru dilaksanakan setelah bulan puasa,” kata Arumi setelah mengikuti Rapat Kerja (Rakor) bersama Pengurus Kota dan Kabupaten Perwosi se Jatim di Kantor Bakorwil Malang, Jumat, (9/4/2021).

Arumi menyampaikan, pelaksanaan puasa menyambut bulan Ramadhan di tengah pandemi diperkirakan berjalan minggu depan. Dengan demikian, dirinya mengingatkan kepada seluruh Pengurus Perwosi kab/kota se Jatim agar fokus menjalankan ibadah puasa terlebih dahulu.
“Fokus puasa dulu njih bapak ibu,” pesannya.

Setelah bulan puasa selesai, lanjut Arumi, Perwosi segera menyosialisasikan Senam Kreasi yang sudah masuk dalam program kerja Perwosi Jatim 2020. “Rencananya dipraktikan secara virtual, namun masih dikoordinasikan kembali apakah secara virtual atau tatap muka,” ungkapnya.

Menurut Arumi, peyelenggaraan Senam Kreasi yang sudah dirancang secara virtual di rumah sejatinya kurang begitu greget. Oleh karena itu, penyelenggaraan tersebut masih dicarikan solusinya.

“Nanti kita menyesuaikan situasinya. Mungkin per Bakorwil juga supaya Ibu-Ibu Ketua Perwosi di Jatim segera menyampaikan Senam Kreasi diadakan secara online atau tatap muka kepada masyarakat di masing-masing kab/kota se Jatim,” jelasnya.

Menurutnya, manfaat Senam Kreasi di tengah pandemi mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Termasuk dapat meningkatkan imun tubuh serta mencegah virus Corona. “Jadi, tidak sekadar vaksinasi untuk menjaga imun tubuh, namun harus diimbangi dengan olahraga yang cukup dan tetap mentaati protokol kesehatan (Prokes),” tandasnya.

Sebagai bentuk dukungan Perwosi Jatim kepada Pengurus Perwosi Kab/Kota se wilayah Bakorwil Malang, yakni meliputi Kota/Kab. Blitar, Kota/Kab. Malang, Kota/Kab. Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Batu dan Kota Surabaya, Istri Wakil Gubernur Jatim itu memberikan bantuan peralatan dan vitamin sebanyak 19 dus.

Adapun peralatan dan vitamin yang disumbangkan meliputi, APD TYVEK sebanyak 3 buah, Masker Diapro (2 dus), Faceshield 3D (45 buah), Sprayer Automatic (1 buah), Termometer Gun (1 buah), Handzanitizer (500 ml 1 dos), Disinfectan (2 jirigen), Vitamin Convit C (1 dos) dan DVD Senam Perwosi 2020 (2 buah).

“Sumbangan ini kita berikan sebagai wujud nyata kepeduliaan Perwosi mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujar Arumi. (poedji)

Cegah dan Memutus Covid-19, Perwosi Jatim Serahkan Bantuan

JAYAKARTA NEWS—- Dalam rangka mencegah dan memutus penyebaran Covid-19, Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Provinsi Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak menyerahkan bantuan peralatan dan vitamin sebanyak 20 dus.

Peralatan dan vitamin yang diberikan meliputi, APD TYVEK sebanyak 3 buah, masker diapro sebanyak 2 dus, face shield 3D sebanyak 45 buah, sprayer automatic 1 buah, termometer gun 1 buah, hand zanitizer 500 ml 1 dos, disinfectan 2 jirigen, vitamin convit C sebanyak 1 dos dan DVD senam Perwosi 2020 sebanyak 2 buah.

Bantuan peralatan dan vitamin tersebut diberikan kepada 10 Pengurus Kabupaten/Kota Perwosi se wilayah Bakorwil Madiun, meliputi Kab. Madiun, Kota Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Magetan, Kab. Ponorogo, Kab. Pacitan, Kab. Trenggalek, Kab. Tulungagung, Kab. Kediri dan Kota Kediri.

Ketua Perwosi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, pemberian bantuan peralatan dan vitamin tersebut diberikan sebagai wujud nyata kepeduliaan Perwosi Jatim membantu pemerintah dalam mencegah sekaligus meningkatkan kewaspadaan wabah Covid-19.

“Perwosi Jatim ingin membantu pemerintah menangani persoalan ini,” kata Arumi Bachsin di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus Pemprov (Pengprov) Perwosi Jatim dengan Pengkot/Kab Perwosi se Jatim yang dilaksanakan di Kantor Bakorwil Kab. Madiun, Selasa (30/3).

Melalui bantuan yang diberikan, Arumi optimis, Perwosi Jatim menjadi salah satu motor penggerak bagi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Selain itu, penting menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, minum vitamin, istirahat cukup dan olahraga rutin,” jelasnya.

Menurutnya, olaharaga secara rutin minimal 20-30 menit dalam sehari dinilai sangat penting. Dengan begitu, mimpi Perwosi dapat mewujudkan perempuan-perempuan yang memiliki kualitas hidup yang baik dan sehat dapat terwujud.

“Semakin sehat kita, maka usianya juga panjang. Jadi, umur panjang dan juga tubuh yang sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, olahraga menjadi modal utama dari Perwosi untuk memasyarakatkan olahraga di kab/kota hingga lini terdalam.

Caranya, menjadikan olahraga sebagai gaya hidup atau kebiasaan yang diawali dari diri sendiri. “Kalau sudah menjadi kebiasaan diri sendiri akan mudah mengajak keluarga bahkan orang-orang di sekitar untuk berolahraga secara bersama-sama,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Arumi pun menyampaikan bahwa rapat koordinasi dan penyerahan bantuan dan vitamin untuk pencegahan Covid-19 merupakan program Pengprov Perwosi Jatim yang sudah tersusun Tahun 2020.

Namun, lanjut Arumi, maraknya wabah pandemi membuat kegiatan tersebut diberhentikan sejenak dan saat ini baru bisa dilaksanakan. “Dengan mempertimbangkan masa pandemi, maka Pengprov Perwosi Jatim bekerjasama dengan lima Bakorwil di Jatim kembali menggelar rakor dan penyerahan bantuan,” ucapnya.

Sejauh ini, Arumi mengaku, untuk membantu peran pemerintah melawan Covid-19, Perwosi Jatim lebih mengutamakan berbagai macam upaya pencegahan ketimbang upaya pengobatan. “Pengobatan lebih mahal harganya. Maka dari itu, hari ini kita harus menyikapi bersama-sama agar menjadi kekuatan menghadapi pandemi Covid-19,” pesannya.

Dari hasil rakor yang dikemas cukup interkatif tersebut, pesan yang paling banyak disampaikan Pengprov Jatim dengan Pengprov Kab/Kota adalah menyiapkan lomba senam Perwosi yang mulai disosialisasikan di masa pandemi. “Saya mendukung kegiatan olahraga di masa pandemi Covid-19. Asalkan mentaati prokes dan kegiatan yang dilakukan Perwosi membawa dampak baik bagi masyarakat,” pungkas Arumi.(poedji)

Peringati Hari Ibu, Arumi Ziarah dan Tabur Bunga di TMP

JAYAKARTA NEWS – Peringatan Hari Ibu tahun ini dirayakan dengan banyak cara. Selain peringatan berbau lomba misalnya, peringatan dalam bentuk seremonial juga ada. Seperti yang dilakukan Ketua TP PKK Prov. Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak, yang menggelar ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Mayjen Sungkono, Jumat (18/12) pagi.

Arumi mengatakan, ziarah dan tabur bunga yang kali ini dilaksanakan TP PKK Prov. Jatim, merupakan bagian dari serangkaian peringatan Hari Ibu. “Acara ini juga merupakan sebuah rangkaian acara menyongsong Hari Ibu tanggal 22 Desember nanti, sekaligus ulang tahunnya Dharma Wanita yang acara puncaknya di tanggal 22 Desember,” kata Arumi usai ziarah dan tabur bunga.

Agenda ziarah dan tabur bunga kali ini dilaksanakan bersama-sama dengan organisasi perempuan di lingkungan Forkopimda Jatim. Diantaranya Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, dan Jalasenastri.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, peringatan Hari ibu merupakan penghargaan yang diberikan kepada para ibu di dunia yang telah berjuang dan berjasa luar biasa. “Ini adalah bentuk penghargaan kepada wanita-wanita yang terpilih sebagai simbol kita menghargai dan juga rasa penghormatan kepada Ibu yang berjuang dan Ibu yang berkorban untuk anak-anak dan keluarganya,” imbuhnya.

Sedangkan ziarah kubur dan tabur bunga di TMP, menurut Arumi adalah salah satu cara untuk merefleksikan apa yang telah terjadi. Selain itu, ia berpendapat bahwa dengan cara tersebut seseorang akan lebih mawas diri dan mengingatkan semuanya untuk lebih amanah.

Selanjutnya dikemukakan, dengan melakukan ziarah ke TMP, kita selalu bisa mawas diri. Karena jasa-jasa pahlawan inilah kita bisa hidup dan dapat hidup di zaman sekarang ini. “Terutama kami yang ada di pemerintah betul-betul bisa amanah dalam menjalankan tugas,” tambahnya.(poedji)

Arumi Beri Semangat di Kejurnas Shorinji Kempo 2020

Jayakarta News – Ketua Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak menghadiri pembukaan Kejuaraan Nasional Tandoku Shorinji Kempo memperebutkan Piala Menteri Komunikasi dan Informasi RI Tahun 2020 di Graha Postel, Balmon SFR Kelas 1 Surabaya, Kamis (13/8) pagi.

Pembukaan yang digelar secara virtual itu mendapat dukungan penuh istri Wakil Gubernur Jatim tersebut. Dan Arumi pun tak ketinggalan memberi semangat kepada delapan atlet asal Jatim. Dirinya berpesan agar mereka bisa saling menjaga solidaritas walau di tengah pandemi Covid-19.

“Menjadi atlet itu susah selama pandemi. Karena tidak ada pelatih selama pandemi, motivasi diri lama-lama akan kendor. Kalau tidak dibangun bareng-bareng rasa solidaritas satu sama lain, semangatnya nanti bisa protol,” tutur Arumi.

Lebih lanjut Arumi menyampaikan, di tengah kondisi saat ini, para atlet dituntut menjadi lebih kreatif. Jika kondisi normal mereka bisa melakukan latihan bersama dan tatap muka, tapi sekarang kebiasaan itu harus ditunda untuk sementara.

“Tapi saya bangga, di Prov. Jatim, atletnya tetap mampu mempertahankan dari mulai skill, stamina hingga kondisi tubuhnya. Sehingga jika ada turnamen seperti saat ini, mereka sudah siap,” ungkap Arumi yang juga Ketua TP PKK Jatim itu.

Untuk itu, kepada delapan atlet Kempo Jatim, Arumi berpesan agar mereka tidak merasa terbebani akan hasil pertandingan. Dirinya meminta mereka tetap fokus bertanding dan menampilkan yang terbaik untuk Jatim.

“Harapannya, teman-teman atlet di Jatim bisa membawa nama baik Provinsi Jatim sampai ke tingkat nasional,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Arumi juga dinobatkan sebagai Ibu Asuh Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Jatim. Dengan sandangan tersebut, Arumi mengaku senang dan bangga.

Menurutnya, menjadi Ibu Asuh atlet merupakan sebuah amanah dan kebanggaan tersendiri. Pasalnya, atlet merupakan pahlawan dan pejuang bangsa. Jasa-jasa mereka tidak akan pernah dilupakan.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi RI Johnny Gerard Plate yang membuka Kejurnas Shorinji Kempo Virtual 2020 di Jakarta itu berpesan untuk menjaga kesehatan atlet serta sportifitas selama penyelenggaraan kejuaraan.

“Esensi menjaga kesehatan diri dan sportivitas harus tetap terjaga dalam penyelenggaraan kejuaraan ini,” tuturnya.

Dirinya juga mengaku senang serta mengapresiasi penuh penyelenggaraan turnamen olahraga menjelang HUT Kemerdekaan RI yang ke-75. Melalui turnamen ini diharapkan bisa menghasilkan atlet-atlet Kempo yang tangguh dan bisa diandalkan di kejuaraan nasional maupun internasional.

“Selamat bertanding. Semoga bisa menghasilkan atlet-atlet yang menjadi duta-duta pola hidup sehat dan hidup disiplin untuk memutus mata rantai Covid-19,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Supratomo, Wakil Ketua IV KONI Jatim M. Nabil, Ketua Pengprov Perkemi Jatim Iswachyu Dhaniarti, Kepala Balmon Surabaya Sensilaus Dore dan para atlet Kempo Jatim yang akan bertanding. (poedji)

Arumi Ingatkan Pentingnya Peran Keluarga Disiplin Terapkan PHBS

Jayakarta News – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam hal kedisiplinan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal tersebut cukup beralasan. Karena keluarga merupakan unit terkecil dalam penanaman karakter bangsa, termasuk hal PHBS.

“Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang mempunyai peranan penting dalam kebutuhan asah, asih dan asuh. Maka lewat keluarga diharapkan bisa membuat masyarakat siap menghadapi tatanan hidup baru dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” tutur Arumi sapaan akrab Ketua TP PKK Prov. Jatim pada acara Refleksi Program Bangga Kencana Dalam Rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVII Tahun 2020 Provinsi Jatim di Kantor BKKBN Jatim, Surabaya, Senin (6/7).

Arumi menjelaskan, untuk menyukseskan hal tersebut pihaknya bersama BKKBN dan seluruh lintas sektor bekerjasama mengimbau masyarakat melalui peran penyuluh KB, Kader PKK untuk disiplin menjalankan perilaku PHBS dari lingkup keluarga. Apalagi, keluarga memiliki 8 fungsi yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan.

“Dimulai dari keluarga inilah kami harapkan kewaspadaan masyarakat bisa tetap tinggi, karena virus Covid-19 ini masih ada. Sehingga, ketika PSBB mulai dilonggarkan kedisiplinan ini tidak boleh kendur tapi justru terus meningkat,” tandas Ketua Dekranasda Provinsi Jatim ini.

Untuk itu, istri Wagub Jatim ini berharap, Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) harus menjangkau seluruh keluarga di Jawa Timur. Termasuk keluarga yang mengalami kesulitan, terutama di wilayah-wilayah miskin, padat penduduk, wilayah nelayan, kumuh, dan daerah tertinggal lainnya.

Melalui berbagai upaya yang dilakukan, Program Bangga Kencana harus dapat berkontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas manusia lndonesia. Khususnya, dalam menghadapi bonus demografi serta menghadapi tatanan hidup baru akibat pandemi Covid-19,” tukas Arumi.

Pada kesempatan tersebut, Arumi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga di Jatim. Di momen pelaksanaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-27 Tahun 2020 Provinsi Jatim, dirinya berharap bisa dijadikan momen introspeksi dan evaluasi. Utamanya dalam membangun keluarga.

“Semoga Harganas Ke-27 ini dapat dijadikan daya ungkit bagi sinergitas antara BKKBN dengan TP PKK, Pemprov serta Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka membangun bangsa mewujudkan lndonesia Sejahtera,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Sukaryo Teguh Santoso menyampaikan, peringatan Harganas tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya. Kendati persoalan pandemi Covid 19 masih terus melanda, pihaknya juga akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, utamanya program layanan KB.

“Perjalanan program KB sudah 50 tahun, dan terbukti Indonesia mampu mengendalikan laju perkembangan penduduk dengan baik. Bahkan, Indonesia juga mendapat penghargaan dari PBB. Bonus Demografi di Indonesia adalah dampak keberhasilan Program KB,” ungkap Teguh.

Peringatan Harganas tahun ini, sebut Teguh, difokuskan pada pembentukan SDM yang berkualitas, dan berdaya saing. Langkah tersebut dibangun melalui keluarga.

Turut hadir pada acara tersebut, Ketua Staf Ahli Pangdam V Brawijaya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya, dan Penyuluh KB. (poedji)

Makan Ikan, Cegah Stunting dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Jayakarta News – Langkah mengkampanyekan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di Jawa Timur terus digalakkan pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur dan Kota Kediri. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (stunting) dan menjaga daya tahan tubuh di saat pandemi covid-19. 

Selain berkampanye, Pengurus Forikan Jatim dan Kota Kediri juga menyerahkan bantuan paket Gemarikan di Balai Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri, Rabu (1/7). 

Ketua Forikan Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, paket Gemarikan yang dibagikan sebanyak 150 paket untuk balita stunting dan warga kurang mampu. Isi paket tersebut terdiri dari 2 kaleng sarden, 2 buah kaleng tuna, 1 tas berisi olahan ikan beku sebanyak 10 buah dengan total berat 5 kg, masker 3 buah serta 1 kg Ikan Nila dan 1 kg Ikan Gurami yang dibeli dari pembubidaya ikan Kota Kediri. 

“Ikan nila dan gurami dipilih dengan maksud agar pembudidaya ikan Kota Kediri mendapatkan pemasukan di era pandemi covid-19 ini,” ujar Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak. 

Pada kesempatan itu, dirinya sangat mengapresiasi Kota Kediri soal Gemarikan. Dirinya menilai, Kota Kediri yang tidak memiliki wilayah lautnya, tapi angka konsumsi ikan perkapita masyarakatnya meningkat. 

“Justru semakin tahun Kota Kediri ada peningkatan ini yang menjadi luar biasa,” kata Arumi. 

Lebih lanjut, Arumi menjelaskan, alasan gerakan gemar makan ikan kencang sekali dikampanyekan karena beberapa alasan. Pertama, ikan dibanding produk protein lain paling mudah diserap tubuh. Maka, dirinya sangat concern, utamanya dalam mengatasi persoalan stunting. 

“Nah karena ikan memiliki kandungan protein yang tinggi, dan penyerapan yang mudah di dalam tubuh, untuk itu menjadi salah satu solusi untuk anak-anak keluar dari garis stunting,” jelasnya. 

Yang kedua, ikan memiliki berbagai macam varian jenis. Mulai harga murah hingga yang mahal. Untuk itu, dirinya berharap agar anak-anak harus diberi makanan bergizi dengan kandungan protein yang tinggi dari ikan. 

“Hal ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat luas,” Imbuhnya. 

Di era pandemi ini, sebut Arumi, Forikan Jatim lebih giat mengkampanyekan makan ikan. Tujuannya tak lain juga untuk meningkatkan imun. 

“Dan justru ini yang kita ketahui Covid-19 akan menyerang imun kita atau menyerang daya tahan tubuh kita,” terangnya. 

Apalagi, sebut Arumi, pandemi Covid-19 masih belum ada obatnya. Sehingga, cara satu-satunya adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. 

“Terutama bagi yang lansia yang sudah 50 tahun ke atas. Dan ikan merupakan salah satu sumber protein yang bermanfaat. Banyak sekali Omega 3 nya, ada kalsiumnya yang sangat bagus untuk lansia dan sekali lagi kemenangan protein ini sangat mudah diserap oleh tubuh ketika sudah masuk ke seluruh organ tubuh,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Forikan Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar berharap, program Gemarikan yang dilakukannya berdampak positif bagi masyarakat Kota Kediri. 

Utamanya untuk peningkatan gizi keluarga dan anak-anak di masa pandemi Covid-19. 

“Alhamdulillah di 2015 kesini, kami sudah tidak jadi ranking paling bawah karena angkanya sudah melesat keatas,” ujarnya.

Dirinya juga akan terus meningkatkan angka konsumsi ikan walaupun kondisi masih dalam masa pandemi Covid-19. Apalagi, menurutnya, masih banyak balita di Kota Kediri yang butuh konsumsi ikan. 

“Kampanye konsumsi dan asupan ikan harus terus digaungkan kepada masyarakat karena kalau tidak nanti pamornya akan kalah dengan konsumsi tahu,” terangnya. (poedji)