PNS Harus Kerja Inovatif, Jangan Normatif


Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah memberikan pengarahan kepada 255 orang CPNS yang mendapat SK pengangkatan.

JAYAKARTA NEWS – Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah meminta jajaran pegawai negeri sipil (PNS) untuk bekerja kreatif, jangan normatif.

Arahan itu disampaikan kepada 255 CPNS Kota Tangerang saat acara Penyerahan Surat Keputusan dan Orientasi Formasi Tahun 2018.

Bertempat di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Arief berdialog dan mengajak para CPNS untuk bersama-sama bekerja demi mensejahterakan masyarakat.

“Visi misi Kota Tangerang sangat jelas yaitu mensejahterakan masyarakat, tapi saya tidak bisa sendiri. Makanya saya butuh dukungan dari bapak-ibu sekalian,” ucap Arief, Senin (22/04).

Dalam menjalankan program dan kegiatan, ujar Arief, para CPNS diharapkan tidak hanya berpatokan pada pekerjaan yang bersifat administratif namun memberikan inovasi untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.”Kita harus berfikir kreatif out of the box,” tegasnya.

“Jangan terpatok dengan program yang sifatnya administartif, tapi coba lakukan action. Kalau perlu ke lapangan langsung tanyakan masalahnya dimana,” tambahnya.

Disamping itu, menghadapi tantangan dunia digital saat ini, CPNS dituntut berfikir kreatif agar amanah yang diberikan untuk mengelola dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Kota Tangerang dapat terwujud. “Kalau sudah jadi PNS jangan kebanyakan gaya, yang harus diurusin itu banyak,” tegasnya lagi.

“Diluar sana tantangannya luar biasa, makanya kita hadapi sama-sama masalahnya, jalani, dan cari solusi terbaik,” ajak Arief.

Arief berharap seluruh CPNS yang nantinya akan ditempatkan di setiap SKPD yang sesuai dengan jurusannya, dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab. “Karena diluar sana urusannya dengan masyarakat, kalian semua digaji dari uang rakyat,” imbuhnya.

“Tunjukkan kinerja yang penuh dedikasi dan tanggungjawab ditambah dengan TMS yaitu Terstruktur, Masif, dan Sistematis,” tutup Arief. (rls)

Tebar Sertifikat Gratis di Kota Tangerang

Gubernur Banten Wahidin Halim ketika menyerahkan sertifikat gratis kepada masyarakat Kota Tangerang. (foto: WB)

JAYAKARTA NEWS – Dalam program PTSL yang diinisiasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tangerang diberikan target sebanyak 20.000 Sertifikat Tanah yang harus diselesaikan untuk diterbitkan. Dari target tersebut, separuhnya sudah selesai dan siap dibagikan kepada masyarakat Kota Tangerang.

“Bapak-bapak, ibu-ibu harus berterima kasih kepada pemerintah, ini komitmen pemerintah pusat dalam mensejahterakan masyarakat salah satunya menerbitkan sertifikat ini,” ucap Gubernur Banten H. Wahidin Halim dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat, di Selasar Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (10/4).

Selain itu, Wahidin juga menyampaikan apresiasinya kepada Kakanwil BPN Provinsi Banten Andi Tantri Abeng dan Kepala Kantor BPN Kota Tangerang yang sudah berjuang untuk masyarakat Kota  Tangerang.”Terima Kasih kepada ibu Kakanwil BPN Provinsi Banten yang sudah menyelesaikan jutaan sertifikat untuk masyarakat Banten yang juga bekerjasama dengan Kantor BPN Kota Tangerang yang membantu program PTSL ini untuk warga Kota Tangerang,” jelasnya.

“Ini Warga Kota Tangerang seneng banget, udah lama enggak punya sertifikat, sekarang terbit, seneng sekali lah mereka,” terangnya.

Sementara, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang juga hadir bersama di acara tersebut bersama dengan Wakilnya H. Sachrudin, berharap tahun ini target semua tanah di Kota Tangerang bersertifikat bisa terealisasikan”.

“Masalahnya mereka bisa mempunyai legalitas tanah yang sah, untuk mendirikan usaha di lahannya kan jadi aman,” jelasnya.

Kakanwil BPN Provinsi Banten Andi Tantri Abeng mengatakan bahwa tahun 2019 ini adalah tahun terakhir Program PTSL di Kota Tangerang.

“Khusus Kota Tangerang ayo daftarkan tanahnya karena tahun 2019 ini terakhir, kenapa saya mengajak masyarakat karena biaya penerbitan ini ditanggung oleh pemerintah dan juga jelas waktunya,” ucap Andi. (hms)

Suparmi  ‘Terpikat’  Arief

SUHU politik terkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Tangerang mulai memanas, seiring dengan munculnya  sejumlah nama yang siap bertarung dalam  pesta demokrasi lima tahunan di kota tersebut pada 2018 mendatang.

Ketua DPRD Kota Tangerang,  Suparmi ditengarai  mulai ‘terpikat’ pada sosok Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah. Suparni pun siap menjadi pendamping Arief maju dalam perhelatan demokrasi lokal tersebut untuk mengantongi tiket memimpin Tangerang.

Politisi yang sehari-hari berbusana muslimah itu, mengaku sejauh ini pihaknya belum mengantongi rekomendasi dari partai yang menjadi induk kejuangannya, PDI Perjuangan. Dengan berakhirnya Pilgub DKI Jakarta, yang menyita pikiran dan tenaga seluruh elite partai hingga lapisan tataran pengurus cabang, untuk memenangkan pasangan Basuki-Djarot, kini seperti jajaran PDIP Kota Tangerang bisa mulai fokus pada  Pilkada Kota Tangerang. Suparmi menyatakan, sebagai kader dirinya  siap mendampingi Arief dalam  Pilkada Kota Tangerang apabila warga dan partai mengamanahkannya.

“Saya siap jika dipercaya mendampingi Pak Arief.  Meski saya belum punya pengalaman dieksekutif, saya yakin  bisa menyesuikan diri  dengan cepat. Seperti saat pertama menjabat Ketua DPRD Kota Tangerang, saya merasa seperti berada di tengah hutan. Tetapi, setelah itu saya cepat memahaminya, dan ternyata seperti ini,” ujarnya kepada wartawan Kamis (27/4).

Jelang kontestasi Pilkada Kota Tangerang,  Walikota Tangerang sendiri, sekarang ini rutin  bersilahturahmi ke jajaran  petinggi partai politik yang ada di  kota tersebut. Arief dipastikan akan diusung oleh Partai Demokrat dimana dia menjabat sebagai Ketua Majelis Partai(MP) Partai Demokrat Kota Tangerang.

Dengan modal lima kursi Demokrat di DPRD Kota Tangerang, maka tidak ada cara lain bagi partai tersebut  untuk mengajukan kadernya pada Pilkada nanti harus berkoalisi  dengan partai lain untuk memenuhi syarat minimal  dengan 10 kursi (20% dari jumlah kursi dewan) atau  dua puluh tiga persen dari jumlah suara pemilih. Untuk syarat minimal itu, Partai Demokrat cukup berkoalisi dengan PDIP, untuk memastikan  Walikota Tangerang sekarang maju dalam  Pilkada.

Komposisi kursi  DPRD Kota Tangerang meliputi: PDIP dengan 10 kursi, Golkar dan Gerindra masing-masing 6 kursi, Demokrat, PKB dan PPP masing-masing 5 kursi, PKS dan PAN masing-masing 4 kursi, Hanura 3 kursi serta Nasdem 2 kursi. ***