Soal Penerimaan CPNS Jangan Percaya Calo

Jayakarta News – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai diberlakukan mulai hari ini. Momen ini tentunya akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Caranya mereka memberikan janji kepada para peserta bahwa ada orang dalam yang bisa mengatur sehingga peserta yang ikut tes dijamin lolos ujian.

“Tidak ada jaminan dengan hal itu termasuk para calo atau orang yang bisa menjanjikan bisa diterima karena prosesnya online,” tegas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Anom Surahno kepada para wartawan Rabu (13/11) menanggapi adanya para calo yang mendekati para peserta tes CPNS.

Ditambahkan pula, setiap ada penerimaan CPNS selalu ada calo-calo mencari mangsa. Pihaknya mengingatkan kepada para peserta  supaya tidak percaya janji-janji calo.

Bahkan Anom dapat info di daerah Kediri dan Tulunagung ada modus baru untuk menggaet korbannya.

Calo tersebut mengatakan kepada korbannya tidak usah membayar dulu nanti kalau sudah diterima baru membayar.

“Ini modus baru karena diterima dan tidaknya adalah perjuangan peserta sendiri,” katanya sembari menambahkan kalau para peserta jangan sampai percaya akan janji calo.

Bahkan pihaknya akan memecat staf atau karyawannya kalau diketahui beeprofesi sebagai calo. “Jadi jangan main-main dalam hal ini,” tandas Anom.

Informasi tentang penerimaan CPNS 2019 di di Jatim sudah disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sesuai dengan jatah pusat maka ada 1.817.000 orang yang dibutuhkan.

Dari jumlah itu yang paling banyak jumlahnya adalah dati kalangan guru. Untuk Pemprov Jatim akan menangani guru SMA dan SLB, sedangkan kota/kabupaten menangani guru SD dan SMP. (poedji)

Pemprov Jatim Butuh 1.817 Pegawai Baru

Jayakarta News – Pengumuman perekrutan CPNS 2019 Provinsi Jawa Timur resmi diumumkan hari ini, Senin (11/11). Pemprov Jatim mendapat alokasi dari Kemenpan denganĀ  formasi CPNS sebanyak 1.817 orang.

Dengan rincian tenaga pendidik sebanyak 1.133, tenaga kesehatan 322, dan tenaga teknis sebanyak 362. Dari total kebutuhan formasi tersebut terdapat formasi khusus yang diperuntukkan  bagi penyandang disabilitas sebanyak 36 dan cumlaude sebanyak 36.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak warga Jatim khususnya millenial Jatim untuk bersama membangun Jatim agar makin maju dan unggul. Maka kesempatan menjadi aparat PNS Jatim merupakan kesempatan untuk membangun Jatim maju dan unggul lebih cepat.

Silahkan  mendaftar dan kepada   para pelamar CPNS agar berhati-hati terhadap modus penipuan dalam gelaran seleksi CPNS. Khofifah menegaskan bahwa tidak ada pihak manapun yang dapat membantu dan menjamin  kelulusan pelamar dalam seleksi CPNS 2019.

“Rekruitment CPNS dilakukan terbuka, semua orang punya kesempatan sama. Jangan termakan rayuan orang yang mengatasnamakan pegawai Pemprov/Pemkab/Pemkot ataupun Kementerian/Lembaga yang menjanjikan bisa masuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan imbalan sejumlah uang,” ungkap Khofifah saat ditemui usai menghadiri Dies Natalis Universitas Airlangga ke- 65 di Surabaya, Senin (11/11).

Khofifah mengatakan tingginya minat masyarakat mengikuti seleksi CPNS acap kali dimanfaatkan oknum untuk mengeruk keuntungan. Untuk itu, Khofifah berharap masyarakat semakin cerdas dalam menyaring berbagai informasi yang masuk.

“Pastikan informasi yang diterima dari kanal resmi milik pemerintah. Semisal website bisa diidentifikasi dengan domain yang digunakan yakni go.id atau lewat media sosial pastikan akun tersebut telah terverifikasi sebagai official milik pemerintah. Khusus Jawa Timur pantau terus website milik BKD di laman http://bkd.jatimprov.go.id,” jelas dia.

Khofifah menerangkan, pendaftaran lowongan CPNS dilakukan secara online dengan mengakses alamat website Panitia Seleksi Nasional Pengadaan CPNS (Panselnas) http://sscasn.bkn.go.id. Oleh karena itu, dia meminta pada para pelamar CPNS Pemprov Jatim untuk menyiapkan dengan baik seluruh berkas yang dibutuhkan sebelum mendaftar.

Adapun pelaksanaan tes CPNS, lanjut Khofifah, menggunakan sistem computer assisted test (CAT) dan diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Penggunaan sistem CAT ini memungkinkan peserta langsung mengetahui hasil yang diperolehnya secara langsung setelah ujian selesai.

“Sistem ini meminimalisir segala praktik kecurangan karena seleksi dilakukan secara transparan,” bebernya.

Khofifah menegaskan, dirinya akan ikut terus mengawal proses seleksi CPNS yang berlangsung hingga selesai. Khofifah berharap seleksi CPNS Pemprov Jatim tahun ini menghasilkan ASN yang memiliki kualitas, kompetensi, dan integritas yang tinggi demi memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat di Jatim.

“Pesan saya untuk seluruh putra-putri Jatim yang ikut seleksi, belajarlah sungguh-sungguh, berdoa dan jangan lupa meminta restu dari orang tua,” imbuhnya. (poedji)

PNS Harus Kerja Inovatif, Jangan Normatif


Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah memberikan pengarahan kepada 255 orang CPNS yang mendapat SK pengangkatan.

JAYAKARTA NEWS – Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah meminta jajaran pegawai negeri sipil (PNS) untuk bekerja kreatif, jangan normatif.

Arahan itu disampaikan kepada 255 CPNS Kota Tangerang saat acara Penyerahan Surat Keputusan dan Orientasi Formasi Tahun 2018.

Bertempat di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Arief berdialog dan mengajak para CPNS untuk bersama-sama bekerja demi mensejahterakan masyarakat.

“Visi misi Kota Tangerang sangat jelas yaitu mensejahterakan masyarakat, tapi saya tidak bisa sendiri. Makanya saya butuh dukungan dari bapak-ibu sekalian,” ucap Arief, Senin (22/04).

Dalam menjalankan program dan kegiatan, ujar Arief, para CPNS diharapkan tidak hanya berpatokan pada pekerjaan yang bersifat administratif namun memberikan inovasi untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.”Kita harus berfikir kreatif out of the box,” tegasnya.

“Jangan terpatok dengan program yang sifatnya administartif, tapi coba lakukan action. Kalau perlu ke lapangan langsung tanyakan masalahnya dimana,” tambahnya.

Disamping itu, menghadapi tantangan dunia digital saat ini, CPNS dituntut berfikir kreatif agar amanah yang diberikan untuk mengelola dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Kota Tangerang dapat terwujud. “Kalau sudah jadi PNS jangan kebanyakan gaya, yang harus diurusin itu banyak,” tegasnya lagi.

“Diluar sana tantangannya luar biasa, makanya kita hadapi sama-sama masalahnya, jalani, dan cari solusi terbaik,” ajak Arief.

Arief berharap seluruh CPNS yang nantinya akan ditempatkan di setiap SKPD yang sesuai dengan jurusannya, dapat bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab. “Karena diluar sana urusannya dengan masyarakat, kalian semua digaji dari uang rakyat,” imbuhnya.

“Tunjukkan kinerja yang penuh dedikasi dan tanggungjawab ditambah dengan TMS yaitu Terstruktur, Masif, dan Sistematis,” tutup Arief. (rls)