Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Dinilai Khianat, dan Terancam Gagal Nyalon Lagi

JAYAKARTA NEWS – Kisah dramatis terjadi di Kebumen, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Alkisah, seseorang bernama Arif Sugiyanto berhasil duduk di kursi bupati Kebumen periode 2021 – 2026 melalui pilkada unik, karena yang dia lawan adalah kotak kosong.

Semua kalkulasi politik –ketika itu—menyebutkan, Arif akan sulit memenangkan Pilkada jika harus bertanding dengan kandidat lain. Pasalnya, sebagai anggota Polri, pangkatnya sebatas bintara. Jauh di bawah kelaziman pangkat bupati yang setingkat perwira menengah senior (Kolonel/Kombes).

Faktor “orang dekat” Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol Tito Karnavian, meniscayakan dia berhasil “memborong” semua rekomendasi partai politik. Berpasangan dengan Ristawati Purwaningsih (kader PDI Perjuangan), mereka menang (tipis) melawan “kotak kosong”.

Melawan kotak kosong, Arif – Rista tidak serta merta melenggang mudah. Ada sekitar 40 persen pemegang hak pilih yang justru mencoblos kotak kosong. Hal itu menunjukkan bahwa koalisi sembilan partai politik pengusung melawan kotak kosong, gagal menunjukkan superioritasnya.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kebumen (Petahana) serahkan formulir pendaftaran ke DPC PDIP Kebumen, Kamis (16/5/2024). (sumber: TV One)

Mulai Panas

Sesuai ketentuan, Pilkada serentak mendatang, berlangsung November 2024. Karenanya, Arif – Rista harus memungkasi jabatan tahun ini juga.

Tak heran jika suhu politik di Kebumen mulai panas. Sejumlah elit politik dari Kabupaten dengan luas 1.281 km persegi itu, sudah “wira-wiri” rembug-sana-rembug-sini membahas kandidat bupati mendatang.

Manuver politik terjadi beberapa waktu lalu, ketika mantan Sekda Kebumen Adi Pandoyo mengambil formulir pendaftaran untuk posisi Bakal Calon Wakil Bupati. Saat ditanya wartawan mengapa tidak mengambil formulir pencalonan sebagai bupati, ia menepis diplomatis, “Sadar kapasitas dan posisi.”

Adi Pandoyo adalah mantan narapidana yang divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jawa Tengah, untuk kasus suap dan gratifikasi. Adi Pandoyo ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) 16 Oktober 2016. Sedangkan vonis hakim Penggadilan Tipikor Semarang, dijatuhkan pada 5 September 2017. Ia pun langsung mendekam di penjara Kedungpane, Semarang, dan baru bebas kurang dari 3 tahun yang lalu.

Menyusul kemudian, incumbent Arif Sugiyanto yang pada hari Kamis (16/5) kemarin menyerahkan berkas bakal calon bupati ke kantor DPC PDIP Kabupaten Kebumen di Jalan Sarbini. Peristiwa ini sontak memantik reaksi keras dari para kader “moncong putih”.

Penyerahan berkas pencalonan ke PDIP didampingi, Ketua DPD Partai Golkar Kebumen Hj Halimah Nurhayati, Ketua DPD PAN Bagus Setiawan, Ketua DPC Partai Gerindra Solatun dan Ketua DPC PPP Kebumen Wahid Mulyadi. (sumber: suara merdeka)

Dijuluki “Pengkhianat”

Seluruh PAC (Pengurus Anak Cabang) PDIP Kebumen, menolak bakal calon bupati Arif Sugiyanto. Dalih mereka kompak: “Pengkhianat”.

Saat melawan kotak kosong 2021 lalu, PDIP menjadi salah satu penyokong utama Arif, sekaligus menjadi partai dengan raihan kursi terbesar DPRD Kabupaten Kebumen, yakni 12 kursi. Akan tetapi, Arif berubah kiblat ada saat Pilpres 2024.

Arif diketahui mendukung pasangan Prabowo – Gibran, melawan kandidat PDIP, Ganjar – Mahfud MD. “Tidak saja keliru secara fatsun politik, tetapi sebuah pengkhianatan terhadap keputusan partai,” ujar Nuryanto Pramudono, Wakil Ketua Bidang Komunukasi Politik, DPC PDIP Kebumen.

Sikap dan pendapat yang sama meluncur dari para kader banteng yang lain, dan sudah terbesar di berbagai akun media sosial yang beredar. Tak heran jika Nuryanto menegaskan, “Kalau sampai DPP PDIP memberikan rekomendasi kepada Arif Sugiyanto, bisa dipastikan PDIP hanya gerbong kosong tanpa  isi.”

Aksi penolakan terhadap Arif menjadi suara bulat ketika semua PAC bersatu. Aksi “menolak pengkhianat Arif” melibatkan antara lain Jaro (Kec. Prembun), Sajim (Kec. Karanggayam), Suratman (Kec. Puring), Triyono (Kec. Pejagoan), Sriyono (Kec. Kutowinangun), Sukardi (Kec. Petanahan), Herry Sunaryo (Kec. Gombong), Nurhidayat (Kec. Buluspesantren), Sapari (Kec. Alian), dan Sukardi (Kec. Mirit).

Selain itu hadir pula Teguh Budi Santoso (Wakil Ketua PAC PDIP Kebumen), Ngadimin (Kec. Prembun), B Kurmadi (Kec. Poncowarno), Rahmat (Kec. Sempor), Slamet (Kec. Ambal) dan Marbani (Kec. Klirong).

Dari aspirasi yang berkembang, mereka tampaknya lebih condong jika PDIP mengusung kadernya sendiri. Meski tidak menyebut nama, tetapi kader Banteng yang dimaksud mengarah kepada Wakil Bupati Incumbent, Ristawati Purwaningsih.

“Jelas, kami lebih memilih calon dari internal dibandingkan harus memilih calon lain, apalagi calon yang sudah terang-terangan berkhianat dan tidak tegak lurus dengan kebijakan partai,” tegas Nuryanto.

Peta Politik

Jika PDIP menolak memberikan rekomendasi kepada Arif dan memilih kadernya sendiri (Ristawati), itu artinya pasangan incumbent akan saling berhadap-hadapan pada kontestasi Pilkada 2024 mendatang. Arif Sugiyanto melawan Ristawati.

Dari kabar yang beredar di wilayah Kebumen, masih terbuka peluang munculnya kandidat alternatif di luar sosok Arif dan Rista. Sejumlah parpol dikabarkan telah membangun komunikasi politik untuk mengusung calon “selain Arif”.

Jika wacana ini terus bergulir, sangat mungkin Arif justru gagal maju karena tidak mendapatkan rekomendasi dari parpol mana pun. Atau kalaupun mendapatkan rekom, datang dari partai dengan kursi kecil, yang tidak punya kemampuan mengusung calon wakil bupati sendiri. (*)

Resmikan Sanggar Inklusi Didampingi Gibran, Puan Dapat Puisi dari Anak Berkebutuhan Khusus

JAYAKARTA NEWS— Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan Sanggar Inklusi dalam kunjungan kerjanya di Jawa Tengah. Dalam momen peresmian sanggar inklusi itu, Puan mendapat puisi spesial dari anak berkebutuhan khusus (ABK).

Peresmian tersebut dilaksanakan Puan didampingi oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Wali Kota Solo, Gibran Rakabumingraka dan anggota DPR RI Johan Budi pada Minggu (3/9/2023) di Sanggar Inklusi Kinasih Wijaya, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Selain Sanggar Kinasih Wijaya, Puan juga turut meresmikan Sanggar Inklusi Kasih Sayang Bunda yang lokasinya terletak di Kecamatan Mojolaban.

Tiba di Sanggar Kinasih Wijaya, Puan disambut sejumlah anak berkebutuhan khusus. Salah satunya adalah Wirendra yang kemudian membacakan puisi untuk Puan.

Dalam puisinya, Wirendra mengungkapkan rasa syukur karena kini ia sudah bisa mandiri dalam menjalankan aktivitasnya berkat berbagai program inklusi. Puan mendengarkan Wirendra saat membacakan puisi sambil duduk di lantai agar bisa sejajar dengan anak laki-laki berusia 9 tahun itu.

Terlihat mata Puan berkaca-kaca ketika mendengarkan Wirendra membacakan puisi. Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu tampak terharu dan bangga melihat Wirendra membacakan puisi dengan indah, meski dalam keterbatasannya.

“Bagus sekali. Kamu sehat-sehat terus ya,” kata Puan sambil mengangkat dua jempolnya memuji penampilan Wirendra.

Setelah mendengar Wirendra berpuisi, Puan  lalu mengitari lingkungan sanggar dan menyapa para orang tua anak berkebutuhan khusus yang hadir dalam peresmian. Puan juga terlihat berbincang dengan seorang anak bernama Abdul Rahman Nawawi (10) yang menderita penyakit Hidrosipalus.

Menurut Puan, penting bagi anak-anak berkebutuhan khusus mendapat perhatian dan pendampingan baik dari orang tua dan lingkungan sekitar. Dengan adanya hal itu, diharapkan bisa membantu anak berkebutuhan khusus dalam menjalani hidup sehari-harinya dengan mandiri.

“Anak-anak dengan kebutuhan khusus yang ada di sanggar inklusi adalah anak-anak kita juga, mereka adalah anak-anak Indonesia. Mereka berhak untuk turut menjadi bagian dan merasakan manfaatnya dari kemajuan Indonesia yang sedang dan akan terjadi,” ucap mantan Menko PMK itu.

Puan menilai, hadirnya sanggar-sanggar inklusi bagi ABK akan memberikan edukasi dan pemahaman bagi para orang tua dalam memberikan pola asuh yang tepat. Karena anak dengan kebutuhan khusus memiliki pendekatan dan kecakapan pada anak umum lainnya.

“Jadi kepada para orang tua yang hadir tetap semangat, kita akan bergotongroyong untuk membantu anak-anak Bapak Ibu semua. Kepada para terapis, saya sampaikan apresiasi atas kerja kerasnya selama ini dan juga perlu tetap semangat untuk ke depannya terus membantu anak-anak kita di sanggar inklusi,” tutur Puan.

Ditambahkannya, inklusi dalam pendampingan anak dengan kebutuhan khusus sangat penting, sebab makna dari inklusi ialah mengajak masuk atau mengikutsertakan. Dengan membangun lingkungan yang inklusi dan berkelanjutan, Puan berharap ABK bisa mengekspresikan dirinya di lingkungan sekitar.

“Di dalam sebuah ruang yang inklusif, kita membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang memiliki sifat terbuka yang tidak membatas-batasi, yang melibatkan semuanya,” ungkap cucu Bung Karno tersebut.

“Kita yang harus bisa memahami kebutuhan khusus mereka kita yang harus bisa menyesuaikan cara dalam memberikan pendidikan kepada mereka kita yang harus bisa beradaptasi dengan apa yang mereka perlukan dan butuhkan,” sambung Puan.

Puan hadiri peresmian Sanggar Inklusi di Jawa Tengah, (3/9/2023)/foto: PDIP

Sanggar Inklusi Kinasih Wijaya dan Sanggar Kasih Sayang Bunda memiliki pendekatan yang mengedepankan peran dari orang tua dalam mengasuh anak. Hal itu penting untuk nantinya berpengaruh pada perkembangan sikap dan mental anak berkebutuhan khusus.

Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tentunya akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengasuh anaknya. Oleh sebab itu Puan menilai diperlukan banyak dukungan bagi orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus.

“Kita semua harus bergotong royong untuk memastikan bahwa anak-anak kita yang memiliki kebutuhan khusus mendapat perhatian dan pendampingan yang khusus yang dapat membuat mereka tetap aktif dan produktif dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Puan mendorong Pemerintah agar memperhatikan setiap anak berkebutuhan khusus karena mereka adalah bagian dari masa depan bangsa. Ia mengatakan Indonesia yang berlandaskan gotong royong harus berpihak terhadap warga negaranya yang membutuhkan bantuan. Termasuk kepada anak-anak yang ikut di sanggar inklusi.

“Indonesia adalah negara gotong royong dan dalam negara gotong royong maka tidak ada rakyatnya yang ditinggal, tidak ada rakyatnya yang diacuhkan,” tegas Puan.

Puan sendiri mendorong setiap kepala daerah untuk membangun sanggar-sanggar inklusi. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran Pemerintah terhadap anak berkebutuhan khusus. Ia pun mendukung agar di setiap Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo memiliki satu sanggar inklusi.

“Kita semua akan bergotong royong agar anak berkebutuhan khusus ini bisa berperan bagi pembangunan negara sesuai peran dan porsinya,” imbau Puan.

Dengan diresmikan kedua sanggar inklusi itu, Puan berharap akan memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi para orang tua dalam membina anak dengan kebutuhan khusus. Sehingga tidak menjadi pribadi yang tertutup dari dunia luar.

“Maka dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim saya resmikan Sanggar Inklusi Kinasih Wijaya dan Kasih Sayang Bunda,” sebut Puan.

Sementara itu Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang mendampingi Puan berharap dengan hadirnya dua sanggar inklusi baru untuk anak berkebutuhan khusus di wilayah Sukoharjo akan memberikan dampak positif bagi para orang tua yang ingin memiliki edukasi tentang bagaimana mendampingi anak berkebutuhan khusus.

“Dulu sebelum ada sanggar inklusi anak-anak berkebutuhan khusus, keluarganya malu mempunyai putra putri seperti itu. Sekarang mereka senang dan aktif untuk bawa anak-anaknya untuk bersosialisasi, karena itu merupakan terapi yang baik bagi anak berkebutuhan khusus,” ucap Etik.

Dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo, kata Etik, sudah ada 11 sanggar inklusi yang dibangun.

“Tinggal di Kecamatan Tawangsari, saat ini proses pembangunan,” ujarnya.

Kunker Puan Ditemani Gibran Rakabumingraka

Dalam agenda peresmian sanggar, Puan turut didampingi oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabumingraka. Bahkan, keakraban keduanya terlihat saat putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu menjemput Puan untuk sarapan bersama sebelum berangkat ke lokasi peresmian sanggar inklusi.

Puan dan Gibran terlihat akrab dan bersahabat saat keduanya menyantap soto sebagai menu makanan sarapannya. Momen hangat itu pun diunggah Puan di media sosialnya.

“Di Solo sebutannya “ngiras” artinya makan di tempat favorit. Pagi ini pilihannya ke Soto Gading sama Mas Wali @Gibran_rakabumingraka. Kayaknya kita lagi serius ya, padahal kita lagi bahas mendingan makan soto ayam apa soto daging,” tulis Puan dalam postingannya.

Usai sarapan bersama, Puan dan Gibran terlihat satu mobil menuju lokasi peresmian Sanggar Inklusi Kinasih Wijaya. Puan lalu menceritakan isi obrolannya dengan Gibran saat bermobil bersama menuju Sanggar Inklusi Kinasih Wijaya yang berada di wilayah tetangga Kota Solo.

“Tadi sempat satu mobil dengan mas Wali Gibran. Ini tempatmu ya? Oh nggak bu, ini sudah Kabupaten Sukoharjo. Bergerak sedikit saja sudah beda daerah, hebat,” kata Puan.

Ketika peresmian sanggar, Puan dan Gibran tampak duduk bersebelahan diapit oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan anggota Komisi II DPR RI Johan Budi.

Kebersamaan keduanya juga terlihat saat Gibran mengantar Puan menuju mobil untuk mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya dalam kunjungan kerja ke Solo, Klaten dan Wonogiri. Gibran pamit tidak bisa ikut menemai karena dijadwalkan akan hadir untuk mengikuti acara bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Colomadu, Solo.***din

Usai Daftarkan Caleg, Megawati Sampaikan Komitmen Dukungan ke KPU

JAYAKARTA NEWS – Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi menyerahkan daftar bakal calon legislatif (bacaleg) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Kamis (11/5/2023). Dalam proses ini Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menitipkan salam dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hasto dihadapan jajaran KPU menyampaikan meski Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tak hadir secara langsung ke Kantor KPU, tapi mengikuti rangkaian pendaftaran secara daring.

“Pada kesemptan ini kami menyampaikan salam dari ketua umum PDI Perjuangan ibu Profesor Megawati Soekarnoputri beliau mengikuti secara daring terhadap seluruh pendafatran calon anggota legislatif dari PDI Perjuangan yang pada hari ini dialksanakan secara serentak seluruh wilayah Indonesia,” kata Hasto.

“Bu Mega juga menyampaikan pesan komitmen dari PDI Perjuangan untuk mewujudkan dukungan sepenuhnya untuk KPU,” sambungnya.

Hasto menceritakan juga, jika sejak 10 hari yang lalu, ibu Megawati sudah mengintruksikan untuk mengeluarkan perintah harian agar seluruh simpatisan anggota dari PDIP membahtu KPU dalam proses pendaftaran pemilih.

“Sehingga daftar pemilih tetap nantinya sebagai intrumen penting untuk menjngkatkan demokrasi betul betul dapat ditingkatkan,” tuturnya.

Tak hanya salam dari Megawati, Hasto juga menyampaikan salam dari Kepala Situation Room DPP PDIP, M.Prananda Prabowo. Prananda menyampaikan pesan agar proses mendaftarkan bacaleg PDIP dengan mengusung tema ‘Kepalkan Tangan Persatuan untuk Indonesia Raya’.

“Kami juga menyampaikan salam dari mas Prananda Prabowo bahwa kedatangan kami ke KPU ini dengan sentral kepalkan tangan persatuan untuk Indonesia Raya ini karena juga nomor PDIP nomor 3. Sehingga mengambil sprit persatuan Indonesia karena tema ‘kepal tangan persatuan Indomesia Raya’ menjadi tema dalam gambaran seluruh calon anggota legislatif PDI Perjuangan,” ujarnya.

Terakhir, Hasto tak lupa menyampaikan pesan dari Ketua DPP PDIP bidang Politik sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani. Menurutnya, Puan akan memberikan dukungan penting bagi penyelenggaran pemilu.

“Kami juga menyampaikan salam dari mba Puan Maharani Ketia DPP sekaligus Ketua DPR RI beliau juga menujukan komitmennya agar penyelenggaraan pemilu berjalan dengan baik demokratis tentu saja dukungan sangat penting terhadap politik anggaran demi kelancaran seleuruh tugas dari lembaga penyelenggara pemilu,” katanya.

Adapun dalam proses ini, Hasto turut didampingi jajaran pengurus DPP PDIP diantaranya Ahmad Basarah, Arief Wibowo, Eriko Sotarduga, Komarudin Watubun, Djarot Syaiful Hidayat, Yanti Sukamdani, hingga Sri Rahayu.

“Dan selanjutnya kami akan menyerahkan dokumen pandaftaran ini pertama adalah surat kuasa dari ibu ketua umum ibu Profesor Megawati Soekarnoputri ditandatangani oleh beliau dengan materai kepada bu Yanti Sukamdani,” tuturnya.

“Kemudian seluruh bakal calon perprovinsi yang sudah teregister secara Silon sebagai contoh yang kami print dari Silon KPU ada nama, pas foto. Kemudian pas penyerahan ini menujukan bahwa sistemnya sudah sangat baik. Maka pada kesempatan ini kami serahakan kepada ketua KPU,” sambungnya.***din

Megawati Ditemani Ganjar Sambut Elite PPP yang Datang ke Kantor PDIP

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kedatangan Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono beserta rombongan, di lantai 5 kantor parpol berkelir merah itu, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2024)

Sejumlah elite PDIP seperti Utut Adianto, Komarudin Watubun, Rachmat Hidayat, Yasonna Laoly, Pramono Anung, Hasto Kristiyanto, dan Ahmad Basarah tampak menemani Megawati menerima rombongan PPP.

Tampak, Gubernur Jawa Tengah sekaligus Capres 2024 Ganjar Pranowo terpantau pula menemani Megawati menerima rombongan elite PPP.

Megawati yang mengenakan setelan batik bekelir merah terlihat tersenyum ketika menyambut rombongan PPP yang dipimpin Mardiono.

“Monggo,” kata Megawati sembari kedua tangannya mengatup mengarah kepada Mardiono yang baru tiba.

“Mohon maaf lahir batin,” balas Mardiono mendengar ucapan Megawati.

Tidak lama, beberapa elite PPP terlihat menyalami Megawati dan satu di antaranya memberikan buku kepada Presiden kelima RI.

Elite PPP lainnya juga terlihat memberikan sebuah buku yang sama kepada Ganjar dan mantan legislator Komisi II itu menerima tanda mata dengan tersenyum.

Adapun, elite PPP yang terpantau hadir di DPP PDIP ialah Arwani Thomafi, Arya Permana Graha, Zarkasih Nur, Romahurmuziy, dan Amir Uskara.

Setelah prosesi salaman, para pimpinan PDIP dan PPP memasuki sebuah ruangan untuk menggelar pertemuan di lantai lima kantor DPP PDIP.

Mars PDIP dan PPP terlantun sebelum kedua elite parpol menjalin pertemuan yang diagendakan secara tertutup bagi awak media.

Diketahui, PDIP dan PPP ialah partai yang sudah menyatakan dukungan kepada Ganjar sebagai Capres 2024.

Jajaran PPP Jalan Kaki

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyambut rombongan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono bersama jajarannya yang berjalan kaki. Diketahui, kantor DPP PDIP dan PPP lokasinya bersebelahan di Jalan Diponegoro, Jakarta.

Hasto yang didampingi oleh Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondonkambey, dan Anggota Fraksi PDIP Said Abdullah sempat menyalami Plt Ketum PPP Mardiono.

Hasto pun sempat menunjukkan spanduk besar yang dipasang di DPP PDIP bertuliskan “Kerjasama Politik PDI Perjuangan-Partai Persatuan Pembangunan”.

“Wah PPP ikut ini pasang di sebelah,” kata Mardiono yang disambut tertawa oleh kedua jajaran saat hendak masuk ke dalam DPP PDIP.

Bukan hanya itu, saat berada di lobi DPP PDIP, Hasto pun menunjukan slogan “Satyameva Jayate” yang terpajang besar. Hasto pun menjelaskan bahwa kata-kata itu yang menjadi pegangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Diketahui arti kata yang berasal dari sansekerta itu adalah “Hanya Kebenaran yang Berjaya”.

“Ini menjadi keyakinan Ibu Mega,” kata Hasto kepada Mardiono dan rombongan.

Setelah itu Hasto bersama jajaran DPP PPP langsung menuju lantai 5 DPP PDIP untuk mengukuhkan kerja sama politik yang dipimpin langsung oleh Megawati.***/din

Tiba di Pertemuan Kerjasama PPP, Megawati Disambut Ganjar dan Hasto

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prof.Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri tiba di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Selatan, Minggu (30/4/2023). Kehadirannya untuk menerima kunjungan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono dan jajaran pengurusnya.

Megawati tiba didampingi oleh Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondonkambey dan Politikus Senior PDIP Pramono Anung itu disambut oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Calon Presiden dari PDIP Ganjar Pranowo, serta Anggota Fraksi PDIP Said Abdullah.

Ganjar pun langsung bersalaman dengan Megawati. Dengan senyum merekah, Presiden Kelima Republik Indonesia itu menyapa para awak media yang menunggu.

Diketahui, hari ini rencananya PDIP dan PPP akan mengukuhkan kerja sama politik mereka. Diketahui, PPP sudah secara resmi mendukung Ganjar sebagai capres di Pilpres 2024.***/din

Hasto: Minggu, PDI Perjuangan dan PPP Bertemu Teguhkan Kerjasama Partai Politik

JAYAKARTA NEWS— Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyambut baik bergabungnya PPP untuk bekerjasama dalam mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Atas perkembangan tersebut, DPP PDI Perjuangan akan menerima Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono dan jajarannya di kantor PDIP untuk membahas dan berdialog lebih dalam secara langsung.

“Rencananya hari Minggu (30/4/2023), pukul 14.00 WIB, Pak Mardiono bersama jajaran pengurus PPP akan kami terima di kantor DPP PDI Perjuangan. Komunikasi via telpon sudah dilakukan. Minggu akan menjadi kesempatan pertama bertemu dengan Ibu Megawati Soekarnoputri guna meneguhkan kerjasama politik,” kata Hasto, Jumat (28/4/2023).

Ditambahkan Hasto, sesuai dengan mekanisme kedua Partai dan kerjasama ini akan kokoh guna memperkuat sistem presidensial dalam sistem kepartaian yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Hasto menyebutkan rekam jejak PPP memiliki kesesuaian historis dengan PDI Perjuangan. Keduanya selama masa Orde Baru menjadi representasi Partai tertindas sehingga terbangun emotional bonding di antara kedua Partai dalam suatu hubungan yang unik, yang disatukan oleh perasaan senasib sepenanggungan.

“Sehingga diyakini kerjasama dengan PPP sangat positif, dan semakin memperkuat energi kemenangan Pilpres 2024. Seluruh kerjasama Partai Politik dilakukan melalui komunikasi Partai dengan Partai,” sebut Hasto.

Pria asal Yogyakarta ini mengatakan terkait kerjasama politik, modal pertama, adalah dengan Parpol di Pemerintahan Presiden Jokowi KH Maruf Amin, dikecualikan bagi Parpol yang sudah mendeklarasikan capresnya sendiri.

“Kedua, menempatkan aspek ideologi kebangsaan-kerakyatan, kesejarahan, kultur, serta kesesuaian agenda masa depan. Ketiga, tidak bisa dipungkiri bahwa kerjasama juga memperkuat aspek elektoral Capres,” papar Hasto.

Sehingga, lanjut Hasto, ditinjau dari aspek elektoral, kerjasama dengan PPP akan memperluas basis pemilih dan mencerminkan gambaran Indonesia.***/din

Ini Alasan Megawati Pilih Istana Batu Tulis Umumkan Ganjar Pranowo Capres

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri resmi mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) yang akan diusung partainya di Pemilu 2024, bertempat di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat. 

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan makna dibalik lokasi pengumuman di Istana Batu Tulis itu.

“Di sinilah di Istana Batu Tulis ini, rumah kediaman Bung Karno, kita semua diajarkan tentang watak politik yang digerakkan oleh keyakinan ideologi dan education of life bagi rakyat bangsa dan negara,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di Istana Batu Tulis, Bogor, Jumat (21/4). Demikian dikutip dari gesuri.id

Menurut dia, di tempat inilah juga diajarkan bahwa ide, gagasan, pemikiran dan cita-cita, tidak bisa dimatikan dengan cara apapun.

“Terlebih ketika keseluruhan ide dan cita-cita itu digali dari amanat penderitaan rakyat dari harapan rakyat Marhaen,” ungkap Hasto.

Karena itulah, dasar rapat DPP PDI Perjuangan yang mengumumkan calon presiden untuk Pemilu 2024 dilakukan di Istana Batu Tulis.

“Atas dasar itulah rapat DPP yang sangat penting ini oleh ibu Megawati diadakan di Istana Batu Tulis, dan dihadiri secara khusus oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi,” kata Hasto.

Selain itu, Hasto juga menjelaskan makna rapat DPP PDI Perjuangan untuk pengumuman itu, yang merupakan rapat DPP PDI Perjuangan yang ke 140.

“1 tambah 4 itu lima itu 5 Sila Pancasila. Angka nol-nya itu berarti bulatnya tekad kader PDI Perjuangan yang menyatu dengan rakyat,” jelas Hasto.

“Bulatnya dan utuhnya cita-cita nasional kita yang digali Bung Karno dan utuhnya Negara Kesatuan Indonesia dan Pancasila,” pungkasnya.***

Jika PDIP tak Gabung Koalisi Besar, Presiden Jokowi Lebih Leluasa Jadi King Maker

JAYAKARTA NEWS— Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengatakan, koalisi yang ada saat ini masih terus dinamis hingga pendaftaran calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres). Koalisi masih bisa berubah setiap waktu, karena politik Indonesia menganut sistem last minute.

“Jadi sebelum ada pendaftaran pemilu, koalisi kita belum sah, karena koalisi kita menganut sistem last minute. Seperti pada Pemilu 2019, kita tidak menyangka Sandiaga Uno sama-sama dari Gerindra berpasangan dengan Prabowo dan KH Ma’ruf Amin yang tidak pernah di sebut-sebut menjadi pendamping Jokowi di periode kedua,” kata Bawono  dalam Gelora Talk bertajuk ‘Koalisi Politik di Bulan Ramadhan 1444 H, Rabu (5/4/2023).

Bawono menilai ada tiga ‘king maker’ yang akan berperan dalam menentukan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. 

Yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sehingga tidak mudah menentukan konsensus pasangan  calon yang akan diusung blok koalisi besar, sehingga potensi tiga pasangan akan terjadi. Kalau PDIP ikut akan terjadi head to head lagi seperti Pilpres 2019 lalu,” katanya.

Sehingga Megawati tetap akan menjadi king maker untuk menentukan pasangan capres dan cawapres koalisi besar, serta PDIP sendiri apabila tidak bergabung ke koalisi besar.

Jika PDIP tidak bergabung, maka Presiden Jokowi akan lebih leluasa menjadi king maker untuk menentukan pasangan capres dan cawapres koalisi besar yang telah difasilitasinya.

Sementara Surya Paloh tetap akan menjadi king maker untuk menentukan capres pendamping Anis Baswedan yang akan diusung koalisi perubahan.

“Jadi kemungkinan nanti akan ada tiga koalisi, dan masing-masing koalisi memiliki keunikan. Kenapa saya mengatakan, nanti ada tiga koalisi, karena sikap PDIP masih misteri, belum menyatakan bergabung ke koalisi besar atau mengusung capres sendiri,” katanya.

Namun, ia memprediksi sikap politik PDIP itu akan diputuskan dalam tiga bulan ke depan. Sikap politik PDIP ini, akan mengubah peta politik ke depan.

“Jadi king maker masih ada Megawati dan Surya Paloh, meski sampai sekarang mereka bersitegang, karena Surya Paloh mengusung Anies Baswedan. Sekarang muncul king maker baru, Jokowi yang mereka bentuk dalam dua pemilu sebelumnya,” papar Bawono.

Sedangkan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, apabila koalisi dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) terwujud dalam satu koalisi besar, maka hal ini akan jadi tolok ukur baru dalam pembentukan gabungan partai politik di Indonesia.

“Kalau koalisi ini terwujud dan berhasil diwujudkan sampai pendaftaran capres nanti pada Oktober 2023, saya kira itu akan jadi milestone baru dalam proses pembentukan koalisi di Indonesia,” kata Arya.

Selain itu kata Arya, jika koalisi tersebut terwujud maka mereka akan mewakili sekitar 50 persen proporsi kursi di DPR. Sebab sebagaimana diketahui, KIB terdiri dari PAN, Golkar dan PPP, sementara KKIB terdiri dari Gerindra dan PKB. Arya memastikan penggabungan dua koalisi tersebut melebur dalam satu wadah, akan mempengaruhi konstelasi politik ke depan. “Dan kalau itu terwujud itu juga akan mewakili sekitar 50 persen proporsi kursi di DPR, dan tentu juga akan mempengaruhi konstelasi politik ke depan,” katanya.***din

Potensi PDIP Gabung KIB Besar, Golkar akan Ambil Opsi Peluang Menang

JAYAKARTA NEWS— Peneliti Pusat Riset Politik (PRP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aisah Putri Budiatri menilai format koalisi belum final dan masih bisa berubah. KIB pun berada dalam posisi demikian

“Saya rasa dalam situasi saat ini, berbagai peluang koalisi masih sangat terbuka. Sejauh ini partai masih mempertimbangkan peluang kemenangan masing-masing partainya dalam pemilu, oleh karena itu, selain deklarasi kepada Anies, maka tidak ada partai dan koalisi lain yang terbentuk sejauh ini,” tegas Aisah Putri di Jakarta, Kamis (2/3).

Oleh sebab itu, masih terbuka peluang koalisi antara PDIP dan KIB, mengingat nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo muncul dalam acara yang dihelat PAN dan PPP. Keduanya adalah partai anggota Koalisi Indonesia Bersatu.

“Koalisi antara PDIP dengan partai-partai KIB pun masih sangat terbuka peluangnya, apalagi partai di dalam KIB sendiri sejauh ini merupakan bagian dari koalisi pemerintah bersama PDIP sehingga tidak ada hal yang akan signifikan menghalangi,” kata sosok yang akrab disapa Puput itu.

Kendati demikian, sebagai partai terbesar di KIB, Golkar akan menimbang kerja sama politik antara KIB dan PDIP. Sebab Golkar sudah memiliki calon presiden yakni Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

“Meski tentu akan ada pertimbangan lebih jauh karena Golkar sebagai partai terbesar dalam KIB memiliki bakal capres. Namun, saya duga sejauh ini setiap partai akan melihat peluang menang termasuk Golkar,” jelas Puput.

Puput menjelaskan Ganjar Pranowo saat ini masuk dalam tiga besar sosok dengan elektabilitas tertinggi untuk Pilpres 2024, selain Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Hal itu akan membuat semua partai akan mempertimbangkan salah satu dari tiga nama tersebut jika ingin memperbesar peluang menang di Pilpres 2024.

“Di luar itu, pertimbangan dalam lobi-lobi adalah siapa yang akan menjadi wapres dan bagaimana modal finansial untuk pilpres nanti,” pungkasnya.

Meneruskan Jokowi

Sebelumnya, Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai Golkar perlu untuk segera mengambil sikap dalam kontestasi pilpres 2024. Ia berharap Golkar, sebagai partai besar, perlu segera menyiapkan strategi jitu untuk bursa capres-cawapres.

“Jangan sampai Golkar ketinggalan kereta. Nanti dalam komposisi 2 atau 3 pasang capres-cawapres, jangan sampai tidak ada kader Golkar. Itu yang menjadi bayang-bayang Golkar sebagai partai besar,” terang Ari.

Selain itu, Ari menjelaskan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang mengutamakan basis politik gagasan dan ide patut untuk segera mendeklarasikan pasangan capres-cawapres. Mengingat tujuan KIB adalah untuk meneruskan legasi Presiden Joko Widodo.

Sebagai partai 3 besar, Golkar akan mempertaruhkan harga diri politiknya jika hanya menjadi penonton dalam bursa Capres-cawapres 2024. Di sisi lain, dinamika pencalonan semakin mengerucut ke pasangan capres-cawapres.

“Kader partai dalam posisi capres atau cawapres akan memberikan efek elektoral ke partai politik. Jangan sampai bursa capres-cawapres tidak memberikan efek elektoral pada partai,” ungkapnya.

Ari menambahkan Golkar juga harus menjadikan efek ekor jas dalam bursa Pilpres 2024 untuk memaksimalkan potensi kemenangan partai berlambang pohon beringin itu. “Pemilu 2024 tidak semata untuk mengejar kemenangan pileg, tetapi juga memperoleh keuntungan dari efek ekor jas dalam pencapresan kader,” tambahnya.***/ebn

Anak Muda Segan Berpolitik karena Stigma Kotor

JAYAKARTA NEWS— Sisi gelap dalam politik memang ada, namun tak harus jadi penghambat bagi para anak muda untuk mau terjun ke dalam dunia politik yang kerap dianggap kotor.

Hal itu mengemuka dalam acara Ngobrol Sareng (Ngobras) Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di kantor DPC Kota Bandung pada Jumat (27/1/2023) sore. Moderatornya adalah Budayawan Budi Dalton. Lalu ada Ustadz Tatan Ahmad Santana yang merupakan Pengurus Dewan Tafkir PP Persis. Dan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono. Ada ratusan anak muda Bandung yang hadir di acara itu.

Awalnya, seorang anak muda peserta acara bernama Rifki menyampaikan uneg-unegnya. Dirinya berniat terjun ke politik. Namun dirinya merasa sedikit malu karena dunia politik dianggap adalah dunia yang kotor.

Merespons itu, Hasto mengaku dahulu dirinya juga punya ketakutan yang sama. Tapi Hasto tak mau berhenti di stigma politik itu kotor. Karena dia juga berpikir, mengapa seorang Bung Karno bersedia terjun ke politik walau sebenarnya bisa hidup enak dan nyaman dengan gelar insinyur-nya di jaman pra kemerdekaan. Sebab ada sebuah cita-cita besar untuk rakyat yang diperjuangkan.

“Saya melihat perjuangan Bung Karno di penjara dan setiap keluar dari penjara Bung Karno mengatakan bahwa semangat saya tidak akan pernah hilang dengan masuk penjara, karena justru saya semakin berkobar-kobar. Karena saya di penjara demi keyakinan politik. Itu yang membuat bahwa kalau kita punya imajinasi, punya ide, akan melahirkan suatu spirit untuk mencapai cita-cita,” urai Hasto.

Hasto mengaku usai kuliah, dia bekerja di BUMN dan menjabat hingga posisi setara senior project manager, di bawah direksi. Namun ia memutuskan keluar dari kenyamanan itu, pensiun dini, dan memutuskan masuk ke dunia politik dengan menjadi anggota PDIP.

“Saya masuk partai jadi apa? Tukang ketik. Sebelumnya saya melihat, waduh bagaimana politik ini dipersepsikan negatif, politik ini sepertinya penuh dengan fitnah, manipulasi, dan sebagainya. Tapi lalu saya masuk coba mengenali. Dari tukang ketik ini, saya bisa melihat pernyataan dan keputusan Ibu Megawati. Bahwa politik itu perjuangan yang tidak pernah mengenal kata akhir untuk mencapai cita-cita berbangsa dan bernegara,” beber Hasto.

Pada tahun 2004, Hasto berhasil menjadi anggota DPR. Dan ia memperjuangkan kebijakan anti impor beras bersama Fraksi PDIP.

Memahami sisi gelap politik yang rentan dengan korupsi, Hasto mengatakan pihaknya membangun penangkalnya dengan sistem. Misal di internal PDIP, pemilihan pimpinan DPC dan DPD partai tak lagi dengan sistem voting. Namun musyawarah dan mufakat, dengan didasari metode sains seperti psikotes.

“Jadi akhirnya tergantung kita, kalau sejak awal masuk partai dan politik itu niatnya korupsi, ya jadinya jelek. Kalau kita masuk partai tujuan awalnya bangun peradaban, membangun sistem, membangun kantor-kantor partai seperti ini dan atas nama partai, tidak boleh diperjualbelikan, untuk pendidikan politik, untuk kaderisasi, maka yang lahir adalah kebaikan,” pungkas Hasto.

“Artinya ini tergantung kita, kalau kita mau masuk lingkungan yang memang sejak awal kita tidak punya tekad yang kuat untuk menebar kebaikan, ya hasilnya tidak ada kebaikan. Dan kebaikan dibangun dengan sistem, dibangun dengan tata nilai, dibangun dengan pendidikan, dibangun dengan disiplin. Itu yang kami lakukan sehingga mereka yang berstatus tersangka, korupsi, menerima sanksi yang tegas dari partai,” katanya.

Satu hal lagi, Hasto mengatakan satu kunci lainnya adalah semangat juang, ide bagi masa depan, kemauan menggembleng diri.

“Kalau kita nggak berjuang, ya nggak akan jadi apa-apa. Tapi jadi apa-apa itu bukan harus jadi pejabat,” kata Hasto.

“Jadi teman-teman semua, ciri anak muda itu adalah punya ide, punya imajinasi, punya mimpi bagi masa depan, punya semangat juang, punya idealisme, itu ciri-ciri anak muda dan saya harapkan anda semua mulai hari ini beranilah bermimpi terhadap masa depan dan wujudkanlah dengan perjuangan,” pungkasnya.

Ustad Tatan Santana mengatakan anak muda harus berani mempertanyakan kosakata “politik itu kotor” dan mempertanyakan siapa yang menyebarkannya. Sebab, tak ada satu profesi pun yang tak ada kemungkinan untuk disalahgunakan.

“Saya guru mengaji, apa tidak ada potensi disalahgunakan? Bisa. Jemaah saya banyak ibu muda cantik dan bermasalah rumah tangganya. Saya sampaikan, dalam setiap pekerjaan kita menyimpan banyak godaan dan ujian,” kata Ustad Tatan.***/din