• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech

Sosok Ideal Walikota Medan ke Depan

June 16, 2019
2.074 Layanan Penempatan PMI ke UEA, KP2MI Bidik Peluang Baru di Sektor Hospitality

2.074 Layanan Penempatan PMI ke UEA, KP2MI Bidik Peluang Baru di Sektor Hospitality

October 15, 2026
Geger! Netflix PHK 1.000 Karyawannya, Pengurangan Tenaga Kerja Terbesar Sejak 2022!

Geger! Netflix PHK 1.000 Karyawannya, Pengurangan Tenaga Kerja Terbesar Sejak 2022!

October 15, 2026
UpDate Kasus Warga Kalteng Korban TPPO di Kamboja: Supiat Kini Berada di KBRI Phnom Penh

SMK Go Global Jadi Andalan Ekspor Tenaga Terampil Indonesia di TEI 2026

October 14, 2026
Upaya Beri Nilai Tambah pada Produk Pangan, BULOG Siap Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Bansos Beras 3 Bulan Cair Lewat Koperasi Merah Putih, Desa Tanpa Kopdes Gimana?

October 14, 2026
Sidak Mitra Makloon Sragen, Dirut BULOG Ultimatum Keras Penggilingan Swasta!

Sidak Mitra Makloon Sragen, Dirut BULOG Ultimatum Keras Penggilingan Swasta!

October 14, 2026
Pembahasan RUU Pemilu: Dari Dapil Konvensional ke Dapil Nasional, Ini Skema yang Diusulkan Golkar

Pembahasan RUU Pemilu: Dari Dapil Konvensional ke Dapil Nasional, Ini Skema yang Diusulkan Golkar

October 14, 2026
Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

Ironi Azerbaijan, Serukan Perlawanan terhadap Islamofobia tetapi Larang Jilbab

October 13, 2026
Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

Aries Syahbudin Nahkodai Korlantas Polri, dari Operasi Ketupat hingga Tantangan Zero ODOL

October 13, 2026
Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia ? 

October 13, 2026
Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

Ijazah di Atas Ilmu: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Kertas

October 13, 2026
Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

Houthi Serang Arab Saudi, Iman Sukri Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI

October 13, 2026
Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

October 12, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 15, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Sosok Ideal Walikota Medan ke Depan

by admin
June 16, 2019
in Kolom
0
530
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh Dr. OK. Edy Ikhsan, SH. MA
Dr. OK. Edy Ikhsan, SH. MA

JIKA tak ada halangan, tahun 2020 yang akan datang, Medan menggelar pemilihan Walikota dan Wakilnya, serentak bersama-sama dengan ratusan Kabupaten/Kota di Indonesia. Putaran pemilihan kepemimpinan administrasi pemerintahan adalah bagian dari proses demokrasi yang sedang berjalan untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

Di tengah pesimisme publik terhadap proses rekruitmen dan kualitas pemimpin yang dihasilkan dari pesta demokrasi yang berbiaya mahal ini, mestilah kita tetap merasa bersyukur dan optimis terhadap kondisi dan arah yang sedang kita jalani bersama sebagai bagian dari menjadi masyarakat madani seutuhnya. Mungkin masih akan lama lagi kita merasakan nikmatnya hidup dalam sebuah kepemimpinan yang amanah. Namun, sikap optimistis untuk maju sambil menata dan memelihara modal sosial yang telah ada, adalah sebuah keniscayaan dalam mewujudkan masyarakat yang beradab, toleran dan bertanggungjawab.

Tantangan Awal

Sejak Daniel Baron Mackay diangkat menjadi Burgermeester (Walikota) pertama Medan pada tanggal 24 April 1918, kota yang dijuluki Parijs van Sumatra ini mengalami tantangan peradaban yang tidak ringan. Pada awal sekali, visi kolonial untuk membangun sebuah kota modern yang berada di tengah ekspansi perkebunan asing langsung berhadapan dengan keberadaan Kesultanan sebagai daerah swapraja.

Tidak mudah untuk menata dualisme kepemimpinan di atas wilayah yang berhimpitan. Kelak kita mengetahui dalam catatan sejarah, mengingat perkembangan kebutuhan kota, Kesultanan Deli dan Orang-Orang Besarnya melalui akte tertanggal 30 November 1918 telah menyerahkan atau menghadiahkan tanah-tanah yang dikuasainya kepada pemerintahan Kota Medan (Gemeente Medan) kecuali: 1. Tanah-tanah yang terhitung masuk kampung Sultan (Kota Matsum) dan Kampung Sungai Kera Percut, di sebelah Timur Laut Sungai Kera; 2. Tanah-tanah yang dipakai oleh Gubernemen dan 3. Tanah-tanah yang dipakai oleh Deli Spoorweg Maatschappij.

Tahun 1946, kota ini mengalami kemungkinan terjadinya disintegrasi etnik. Pembakaran, pembunuhan dan penjarahan yang mengepung Kesultanan-Kesultanan di Sumatera timur dan sanak familinya, dengan apa orang luar menyebutnya sebagai Revolusi Sosial, berhasil disudahi dengan “mengalahnya” orang-orang Melayu dan sikap civil disobedience yang ditunjukkan mereka terhadap penyerangan tersebut.

Lima puluh tahun kemudian sejak peristiwa berdarah tersebut, Medan kembali menjadi titik panas terpenting dalam peralihan sebuah era: dari era orde baru ke era reformasi. Kota ini membuka pergolakan pembalikan era tersebut pada tahun 1998, dengan berbagai peristiwa penjarahan toko-toko yang berbau etnis. Namun, sekali lagi, Medan dengan masyarakatnya yang sangat plural mampu mengatasi rintangan tersebut dengan atau tanpa keterlibatan pemerintah di dalamnya.

Pluralisme dan Arena Sosial

Pluralisme suku, agama dan ras adalah kekayaan Medan sebagai sebuah kota. Di luar kota-kota besar di Jawa, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Semarang, kota Medan menyediakan ruang yang lapang bagi bersemainya akulturasi, asimilasai dan difusi budaya. Tesis Edward Brunner tentang kecendrungan konflik akibat tensi atau pergesekan budaya di Medan tidak terlalu menunjukkan signifikansinya. Hal ini lebih disebabkan karena tidak adanya budaya dominan di kota nomor tiga terbesar di Indonesia ini.

Jadilah Medan, menjadi social arena seperti yang dikatakan Brian Z. Tamanaha (ahli hukum Washington University) satu arena dimana ditemukan berbagai macam ragam nilai, norma dan kebiasaan yang bersitukar, bercampur dan sesekali bersitegang dalam penerapannya.

Tidaklah mudah bagi siapa pun yang memimpin kota Medan untuk memelihara keberagaman ini. Peningkatan persentase etnis pendatang dan tenggelamnya suku asli yang mendiami Medan sebelum kedatangan kolonial Belanda, selalu memungkinkan terjadinya turbulensi kebudayaan.

Walaupun sampai hari ini, kita masih berhasil mengelola konflik-konflik mikro yang ada, tidak ada jaminan di masa yang akan datang, Medan tidak mengalami ancaman konflik yang lebih besar dari apa yang telah dialaminya di tahun 1946 dan 1998.

Beberapa Ancaman

Kesenjangan ekonomi kaya dan miskin akibat dominasi lapangan-lapangan ekonomi oleh satu atau dua kelompok tertentu adalah ancaman pertama yang akan menghantui kepemimpinan Medan di masa yang akan datang. Akses atau ruang bagi rakyat yang tak beruntung untuk mempertahankan hidupnya akibat ekspansi modal besar pada gilirannya akan memicu kecemburuan dan dendam yang laten.

Kesan penegasian dan peminggiran pasar-pasar tradisional sebagai bagian dari kekayaan sejarah masyarakat dan memanjakan pertumbuhan plaza dan mall tidak akan menguntungkan bagi siapa pun yang akan memimpin kota ini.

Walikota dan jajaran pemerintahan terkait wajib memberikan apresiasi dan keberpihakan yang kongkrit untuk menyelamatkan pasar-pasar tradisional. Kapitalisasi lahan-lahan kota yang semakin menyempit dengan membuka kesempatan kepada masuknya modal, mesti disiasati dengan tidak menghimpit penderitaan rakyat kecil yang membutuhkan makan untuk hidup. Kasus pedagang buku di Titi Gantung/lapangan Merdeka adalah saksi hidup bagaimana sejarah dinegasikan untuk kepentingan bisnis yang lebih besar.

Ketidakberpihakan terhadap rakyat kecil adalah fakta lumpuhnya wakil-wakil rakyat yang mendapatkan kepercayaan untuk membela kepentingan-kepentingan asasi mereka. Walikota akan berhadapan dengan masih berkeliarannya politisi demagog (politisi penipu, seolah-olah berjuang untuk rakyat, padahal semua itu dilakukannya untuk kepentingan dirinya sendiri).

Memang betullah apa yang dikatakan oleh Jiang Ching, seorang aktris opera Cina: “Seks itu nikmat, tapi kekuasaan jauh lebih nikmat.” Ini adalah ancaman struktural yang tidak bisa diselesaikan dalam satu dua dekade. Status dan peran sebagai wakil rakyat direndahkan derajatnya menjadi mata pencaharian dan terobsesi untuk mengganti semua biaya yang telah dikeluarkannya ketika berkampanye. Alih-alih menemukan politisi seperti Syahrir, Hatta, Roeslan Abdul Gani dan lain-lain, kita malah bertemu dengan politisi demagog yang ditakutkan oleh Aristotles. Olle Tornquist bilang: “Di sini demokrasi formal terbentuk, tapi secara substansial yang terjadi adalah demokrasi penjahat.”

Ancaman berikutnya datang dari masih kuatnya dominasi kelompok yang membawa simbol-simbol premanisme dalam aktualisasi di lapangan.

Disertasi Murianto Amin di Universitas Indonesia (2013) walaupun menunjukkan adanya pergeseran pola strategi kelompok kepemudaan yang ditelitinya dalam memainkan dan mengelola eksistensinya, namun tidak menjamin bahwa pergeseran strategi tersebut akan berwujud kepada kondisi yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan. Ini lebih disebabkan karena tidak sinkronnya antara visi kelompok dengan cara bagaimana mereka mengaplikasikannya di lapangan.

Walikota Seperti Apa?

Sosok pemimpin Medan di masa yang akan datang mestilah sosok yang bersahaja. Bukan kamuflase. Dia mesti secara total memegang janjinya untuk sebesar-besar kemaslahatan rakyatnya yang plural.

Dia tidak rakus dan tidak berkawan atau terbujuk dengan janji atau takut akan ancaman dan tekanan politisi demagog. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengar suara dan jeritan hati kesengsaraan rakyatnya, bukan pemimpin yang asyik dengan simbol-simbol kekuasaan dan hedonisme.

Pemimpin yang berani, adalah pemimpin yang mengatakan TIDAK (untuk korupsi, kolusi, nepotisme).

Kekuasaan adalah amanah mesti menjadi tagline kepemimpinannya. Tak takut dilengserkan dan ikhlas dalam menjalankan pekerjaannya. Pemimpin seperti ini mesti ditemukan untuk menyelamatkan Medan dari stereotype kota preman, stink city, kota tanpa hutan kota, icon SUMUT (Semua Urusan Musti Uang Tunai), “kalau bisa dipersulit, buat apa dipermudah”, dan seterusnya.

Jika ingin melihat sebuah perubahan yang lebih berarti dalam bingkai demokrasi yang sesungguhnya, inilah saatnya bagi masyarakat Medan untuk bersikap dan menunjukkan partisipasinya.

Mulailah dengan mendialogkannnya dalam simpul-simpul terkecil (keluarga, tetangga, kelompok berfokus) dan menggulirkannya ke jaringan yang lebih luas. Posisi tawar masyarakat untuk mendialogkan kerinduan akan sebuah kota yang nyaman harus dimulai dengan keberanian menolak pemimpin yang memiliki track record buruk di masa lalunya.

Sekurang-kurangnya tiga wadah terpenting civil society yakni organisasi non pemerintah, media dan instititusi pendidikan di wilayah ini bersatu padu untuk membantu kekurangtahuan masyarakat akan kredibilitas calon-calon walikota dan wakilnya. Saya menengarai dalam tempo tiga bulan saja, jika jaringan-jaringan ini terbentuk, kita akan mendapatkan calon walikota yang diidamkan. Pemimpin yang diperoleh dengan cara ini akan jauh lebih bisa dinasihati, diawasi atau sampai titik tertentu ditarik mandatnya jika menyimpang dari komitmen awal.

Sekarang terpulanglah kepada masyarakat Medan. Apakah mau beribadah untuk menemukan pemimpin yang sejati, jangan ada lagi sikap pesimistis terhadap berjalannya demokrasi di Indonesia, hilangkan pemikiran: “tak ada untungnya buatku, dia jadi walikota atau tidak.”

Untuk walikota dan wakilnya yang akan datang, renungkanlah pantun Melayu berikut:

“Apalah tanda batang selasih, buahnya kecil berbiji-biji. Apalah tanda orang terpilih, berkorban dengan setulus hati.” ***

Dr. OK. Edy Ikhsan, SH. MA  adalah akademisi dan aktivis

Tags: jayakartanewspilkada medan
Share212Tweet133
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
2.074 Layanan Penempatan PMI ke UEA, KP2MI Bidik Peluang Baru di Sektor Hospitality

2.074 Layanan Penempatan PMI ke UEA, KP2MI Bidik Peluang Baru di Sektor Hospitality

October 15, 2026
Geger! Netflix PHK 1.000 Karyawannya, Pengurangan Tenaga Kerja Terbesar Sejak 2022!

Geger! Netflix PHK 1.000 Karyawannya, Pengurangan Tenaga Kerja Terbesar Sejak 2022!

October 15, 2026
UpDate Kasus Warga Kalteng Korban TPPO di Kamboja: Supiat Kini Berada di KBRI Phnom Penh

SMK Go Global Jadi Andalan Ekspor Tenaga Terampil Indonesia di TEI 2026

October 14, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version