• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech

Reformasi Manajemen Masjid: Dari Ritualistik ke Transformasi Substansialistik

November 25, 2025
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 24, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Reformasi Manajemen Masjid: Dari Ritualistik ke Transformasi Substansialistik

by Redaksi
November 25, 2025
in Kolom
0
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh Achmad Fachrudin, Dosen Universitas PTIQ Jakarta

Masjid merupakan institusi tertua dalam peradaban Islam. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid memainkan fungsi substansial dan komprehensif guna menjawab berbagai problem umat yang laten maupun manifes.  Dalam aktualisasi fungsinya,  masjid mengalami pasang surut berupa dinamika, dan fluktualisasi. Dalam kasus Indonesia, banyak masjid lebih berfungsi secara ritualistik. Bahkan hanya sekadar tempat melaksanakan ibadah murni (mahdhah) seperti salat rawatib dan salat  Jum’at.

Menurut data terbaru dari Kementerian Agama pada September 2025, jumlah masjid di Indonesia adalah sekitar 315.186 unit, berdasarkan Sistem Informasi Masjid (Simas). Angka ini sedikit berbeda dari data Dewan Mashid Indonesia (DMI) yang menyebutkan angka lebih tinggi sekitar 800.000 masjid, karena DMI memasukkan data masjid yang tidak terdata resmi. 

Dari jumlah total tersebut, Jawa Barat tercatat memiliki jumlah masjid terbanyak, dengan angka lebih dari 62 ribu masjid (berdasarkan data 2024). Disusul Jawa Timur di peringkat kedua dengan lebih dari 55 ribu masjid; Jawa Tengah: Di posisi ketiga dengan lebih dari 54 ribu masjid. Sementara  di luar Jawa, Sulawesi Selatan merupakan provinsi di luar Pulau Jawa dengan jumlah masjid terbanyak, sekitar 15 ribu. 

Dari Ritualistik ke Karismatis

Jika dikaji melalui rsiet sederhana, terdapat sejumlah tipologi atau karakteristik masjid di Indonesia saat ini. Pertama, Ritualistik–Administratif. Masjid dengan tipologi semacam ini ditandai dengan fungsi masjid menyempit. Masjid  tidak hadir sebagai solusi bagi problem aktual jamaah. Ciri utama masjid seperti ini dikelola semata untuk memastikan ibadah rutin dan murni berjalan tertib dan lancar.

Karakteristik kegiatan masjid  fokus pada salat lima waktu dan Jum’at. Sangat minim program sosial, pendidikan, atau Pemberdayaan ekonomi jamaah.  Prioritas kerja pengurus masjid  mengatur jadwal imam, muazin, dan jadwal ceramah.  Serta kegiatan terkait pemeliharaan masjid seperti kebersihan, listrik, dam sound system. Sementara infak yang dikelola terutama untuk operasional fisik masjid.

Kedua Fisik–Konstruksionis. Ciri utama masjid ini pengelolaan dana jamaahnya lebih berorientasi pada pembangunan atau proyek fisik. Seperti renovasi, perluasan, perbaikan arsitektur, marmer, kubah besar, AC, karpet Turki, dan lain-lain. Bahkan terkadang program perbaikan fisik masjid terkesan mengada-ada. Sementara program keagamaan dan program sosial hampir tidak ada.

Ketiga Kekerabatan–Senioritas. Ciri utama masjid ini pengurusnya dipilih berdasarkan kedekatan, kekerabatan,  senioritas, atau tradisi, bukan kompetensi. Karakteristik masjid seperti ini biasanya struktur takmir eksklusif dan sulit diperbarui dan minim regenerasi. Sehingga keputusan atau program strategis masjid tanpa berdasarkan musyawarah dan riset kebutuhan jamaah.  Kompetensi manajerial atau keuangan tidak menjadi syarat menjadi pengurus masjid. Dampaknya program masjid stagnan, tidak ada inovasi.

Keempat Karismatik–Ustadz Sentris. Ciri utama masjid semacam ini ustadz atau tokoh tertentu menjadi pusat otoritas masjid. Dampaknya kebijakan sangat dipengaruhi satu figur. Tema kajian mengikuti selera ustadz, bukan peta masalah jamaah. Sementara relasi jamaah menjadi loyalitas personal, bukan loyalitas kelembagaan. Kadang terjadi polarisasi jamaah jika ustadz berbeda aliran. Risiko lain dari masjid dengan karakteristik seperti ini masjid terjebak politik identitas atau konflik aliran.

Dari Filantrofi ke Masjid Netral

Tipologi lainnya adalah filantropi-konsumtif. Ciri utama masjid seperti ini antara lain infak dikelola sekadar menerima–mencatat–menghabiskan. Laporan keuangan sering tidak dipublikasikan ke jamaah secara transparan dan akuntabel. Kalaupun  diumumkan terbatas kepada jamaah saat menjelang pelaksanaan shalat Jum’at. Sehingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran sangat tergantung pada integritas personal pengelola yang ditunjuk. Bukan berbasis sistem atau manajemen rasional.

Karakteristik dari masjid tipologi ini tidak ada perencanaan anggaran jangka panjang. Pemasukan masjid dari infak atau kotak amal digunakan untuk kebersihan, honor imam, listrik, dan kegiatan seremonial. Parahnya lagi minim pemberdayaan umat. Seperti beasiswa, bantuan bagi keluarga miskin, pelatihan Usaha Kecil Menengah Koperasi (UMKM),  dan sebagainya. Dampak negatifnya  dana masjid/umat  tidak menjadi instrumen pemberdayaan umat.

Lalu ada tipologi ‘ceramahistik”. Ciri utama dari masjid seperti kegiatannya hanya berupa ceramah yang tidak terstruktur. Dengan tema yang cenderung repetitif atau pengulangan. Seperti akidah dan akhlak secara umum, fiqh dasar, keutamaan amalan, dan sebagainya. Tidak ada kurikulum, modul, atau capaian pembelajaran.

Pun demikian dari sisi metode ceramahnya minim interakstif dan penggunaan teknologi. Pada umumnya generasi milenial jarang terlibat pada kegiatan ini. Dampak dari masjid seperti ini institusi keagamaan gagal menjadi pusat pendidikan Islam yang relevan dengan zaman. Apalagi menjadi pusat peradaban Islam. Terlebih di kalangan generasi melek digital.

Selain itu ada juga tipologi Masjid “Netral” (apolitis dalam pengertian keliru). Ciri utamanya untuk menghindari konflik, masjid menjauhi isu-isu kemasyarakatan dan kebangsaan. Isu-isu keagamaan  tidak menyentuh persoalan kemiskinan, lingkungan, pendidikan, atau digitalisasi. Akibatnya, masjid menjadi ruang steril yang tidak punya arah perubahan sosial. Padahal netral tidak berarti pasif:  masjid tetap wajib hadir sebagai kekuatan moral publik.

Akar Masalah

Mengapa pengelolaan masjid cenderung dilakukan tradisional dan  ritualistik, bukan substansial serta berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan umat? Terdapat problem struktural dan non struktural.  Pada aspek struktural akar masalahnya pada  manajemen masjid yang tidak profesional. Masjid sering dikelola berdasarkan kekerabatan dan senioritas, bukan kompetensi. Bahkan ada yang masjid yang seolah diposisikan sebagai “korporasi keluarga”.

Sebagian takmir dipilih “karena orang dalam” (ordal),  atau “karena orang lama”. Bukan karena kemampuannya memimpin, mengelola dana, merancang program, atau memahami kebutuhan jamaah.  Tidak ada sistem perencanaan jangka Panjang. Kemudian dari itu, masjid jarang mempunyai visi-misi tertulis, AD/ART, program tahunan, pengukuran kinerja, standar transparansi keuangan, tidak ada pemetaan kebutuhan jamaah. Padahal, masjid seharusnya memulai dari pertanyaan: apa masalah terbesar jamaah kita? dan bagaimana masjid bisa jadi solusi?

Pada sejumlah masjid, terutama yang dikelola secara tradisional, dengan pengurus masjid diangkat lebih karena faktor kekerabatan dan kedekatan, dan diperkuat dengan adanya tokoh agama, tokoh masyarakat atau ulama  yang mempunyai atau diberi otoritas keagamaan dan sekaligus manajerial, berkontribusi mengentalkan status quo dalam pengelolaan masjid. Sehingga berdampak masjid menjadi kurang kreatif dan inovatif dalam melaksanakan programnya dalam melakukan tranformasi sosial umat yang substansial.

Dampak dari kondisi itu, masjid mengalami reduksi fungsi. Ketika masjid hanya menjadi ruang ritual, maka masjid kehilangan daya transformasi sosial. Padahal masalah umat hari ini sangat kompleks: kemiskinan, ketimpangan, konflik sosial, degradasi moral, pendidikan anak, hingga krisis identitas remaja. Tanpa masjid hadir secara aktif dan subtansial, umat berjalan tanpa kompas spiritual yang relevan.

Pada sejumlah masjid yang dikelola secara tradisional, hasil pengumpulan infak dari jamaah lebih banyak digunakan untuk biaya pemeliharaan, membayar listrik, air, pembelian atau peremajaan karpet, perawatan speaker, selain biaya operasional untuk shalat Jum’at. Pada masjid yang pemasukan infak dari jamaah terbatas, bisa difahami. Masalahnya pada sejumlah masjid yang pemasukan infaknya sudah memadai dan apalagi ada alokasi khusus dari pemerintah, perusahaan swasta atau bantuan donator tetap, seyogianya kegiatan masjid tidak boleh berhenti pada ritual, operasional  dan apalagi konsumtif.

Ditinjau dari perspektif syariah, infak dapat dioptimalkan untuk peningkatan kualitas sjumber daya jamaah,  pemberdayaan UMKM pelatihan skill, beasiswa anak dhuafa, bantuan kesehatan, dana darurat keluarga miskin, dan sebagainya. Ada kecendrungan saat ini dimana generasi milenial menjauh dari masjid. Remaja tidak menemukan ruang bimbingan, kreativitas, atau edukasi. Yang ada hanyalah ceramah yang sering tidak membumi. Akhirnya mereka mencari makna hidup di luar masjid—bahkan kadang pada sumber yang destruktif.

Reformasi Masjid

Untuk mengatasi berbagai tantangan dan problem yang sebenarnya sudah lama diketahui oleh pemerintah, intitusi keagamaan atau tokoh-tokoh dan ulama Islam, akademisi, dan sebagainya, diperlukan reformasi pengelolaan masjid secara substansial dan komprehensif.   Makna reformasi pengelolaan masjid tersebut bukan sekadar mengganti pengurus, tetapi mengubah paradigma, sistem, dan arah kerja masjid. Tujuannya agar manajemen masjid yang sudah berkualitas menjadi tambah berkualitas dan yang belum berkualitas menjadi berkualitas.

Caranya dengan mengembalikan paradigma masjid sebagai Pusat Pelayanan Umat. Seperti pada masa Nabi, dimana masjid hadir sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an dan ilmu kehidupan;  pusat konsultasi keluarga, pusat bantuan sosial, pusat dakwah yang membumi, pusat ekonomi jamaah. Dan lebih luas lagi sebagai pusat peradaban umat Islam. Dengan kata lain, masjid saat itu hadir di tengah-tengah masyarakat dan umat untuk ikut memberi solusi.

Langkah selanjutnya adalah melakukan profesionalisasi manajemen masjid. Masjid Perlu standar akuntabilitas keuangan, SDM dengan keahlian manajemen, pembagian tugas yang jelas, penggunaan teknologi (aplikasi infak, laporan transparan, bank data jamaah), pelatihan manajemen bagi takmir, dan lain-lain. Reformasi manajemen ini berlaku bagi semua masjid, baik yang dibagun dan dikelola oleh institusi pemerintah, maupun oleh swasta (Yayasan), termasuk oleh individu.

Reformasi lain yang tidak kalah pentingnya  adalah optimalisasi infak yang dimiliki dan dikelola masjid sebagai dana pemberdayaan umat, dan bukan hanya berputar pengelola/pengurus masjid, imam, muadzin, dai-daiyah, khotib Jum’at,  atau penceramah yang diundang dan dihadirkan oleh pengurus masjid. Setiap rupiah infak harus dipandang sebagai sebagai amanah untuk meningkatkan kualitas kehidupan jamaah dalam berbagai aspeknya, bukan hanya biaya listrik dan operasional.

Mengingat  jumlah generasi milenial saat ini sangat banyak bahkan disebut-sebut Indonesia memperoleh bonus demografi karena limpahan penduduk kategori ini, masjid harus dijadikan ruang terbuka dan ramah bagi generasi milenial dan keluarga muslim. Maka, program masjid harus diarahkan pada kegiatan mentoring generasi milenial, penyuluhan keluarga, peningkatan etos dan kompetensi kewirausahaan, klinik konsultasi (agama, psikologi, hukum), menjadi rumah yang ramah bagi kaum lansia, disabilitas, dan sebagainya.

Pada akhirnya, agenda besar reformasi masjid adalah menjadikan dan mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban baru umat Islam di era transformasi digital. Dengan demikian reformasi pengelolaan masjid adalah keniscayaan dan kebutuhan zaman. Bukan untuk “menghidupkan masjid secara fisik”, tetapi menghidupkan umat melalui masjid. Ketika manajemen masjid berubah dari ritualistik menjadi substansialistik dan transformasional, maka masjid akan menjadi lokomotif perubahan sosial, bukan hanya tempat sujud.

Tags: jayakartanews
Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version