• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Puan Ajak Mahasiswa Lawan Fenomena Post-Truth dengan Promosikan Gerakan Hantam Hoaks

Puan Ajak Mahasiswa Lawan Fenomena Post-Truth dengan Promosikan Gerakan Hantam Hoaks

admin by admin
July 14, 2022
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti maraknya fenomena post-truth, terutama di masa Pandemi Covid-19. Ia pun mengajak mahasiswa untuk melawan fenomena yang merupakan era di mana kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran itu lewat gerakan hantam hoaks.

Hal tersebut disampaikan Puan saat menjadi pembicara dalam Webinar Internasional Prodi Psikologi Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik (IAIN SAS), Bangka Belitung, Kamis (14/7/2022).

“Fenomena post-truth sudah seperti pandemi, dia menyebar secara cepat dan global, serta dapat menjangkiti siapapun tanpa pandang bulu,” kata Puan.

Menurut Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut, saat ini banyak terjadi orang dari kelompok masyarakat mana pun dan tingkat pendidikan apapun dengan mudah terjangkit post-truth. Mereka, kata Puan, cenderung mengabaikan fakta dan etika dalam berpendapat dan lebih menyepakati hal-hal yang dekat dengan keyakinan pribadinya.

“Di dunia post-truth, yang berjaya adalah hoaks dan teori konspirasi yang tidak berdasar fakta tetapi tersebar dengan luas dan dipercaya banyak orang. Dan ketika ingin diluruskan malah bersembunyi di balik istilah ‘kebebasan berpendapat’,” sebut mantan Menko PMK itu.

Ditambahkan Puan, dewasa ini banyak orang secara tidak sadar melakukan tindakan confirmation bias (bias konfirmasi) yang merupakan kecenderungan mencari bukti-bukti untuk mendukung pendapat atau kepercayaannya. Tindakan tersebut dilakukan dengan mengabaikan bukti-bukti empiris yang menyatakan sebaliknya.

“Bahkan tidak berlebihan jika kita mengatakan Indonesia sebenarnya masih dalam kondisi darurat hoaks,” ucap Puan.

“Sepanjang tahun 2021 saja, Pemerintah menyebutkan sudah memblokir ratusan ribu konten di media sosial dan internet karena masuk dalam kategori hoaks,” lanjutnya.

Dalam diskusi bertajuk ‘Fenomena Post-Truth Pada Masa Covid 19’ itu, Puan menyebut post-truth mengambil energi dari rasa ketakutan dan kecemasan masyarakat. Sebab Post-truth dimulai dengan menanam benih keraguan di hati masyarakat dan kemudian bertumbuh besar dengan pupuk ketakutan.

“Ketakutan itu menjadi semakin cepat membesar besar terlebih di dalam situasi seperti Pandemi Covid-19 yang dapat berujung kepada munculnya kepanikan publik dan dekadensi trust,” ungkap Puan.

“Kita lihat saat di awal Covid-19 masuk ke Indonesia sempat terjadi panic buying, orang saling mencurigai dan banyak hal negatif lainnya terjadi karena hoaks merajalela di media sosial dan aplikasi chat,” sambungnya.

Menurut Puan, post-truth jugalah yang menyebabkan munculnya fenomena di mana sebagian orang tidak percaya bahwa Covid-19 nyata. Kelompok tersebut menganggap Covid-19 adalah konspirasi belaka sehingga ada yang tidak mau menjaga protokol kesehatan.

“Akibatnya angka penularan Covid-19 meningkat serta bisa berujung kepada hilangnya nyawa seseorang. Ikhtiar kebangsaan kita untuk melawan Covid-19 dengan melakukan vaksinasi pun turut terpengaruhi oleh post-truth,” ujar Puan.

Hoaks soal vaksinasi memang sempat menyebar beberapa waktu lalu. Informasi bohong itu menyebut vaksinasi hanyalah proyek untuk keuntungan pihak tertentu, bahkan ada yang mengklaim vaksin berbahaya serta munculnya berbagai teori konspirasi lainnya.

“Padahal bukti-bukti ilmiah-nya sudah jelas, bahwa vaksinasi menyelamatkan nyawa orang dari Covid-19,” kata Puan.

Oleh karenanya, Cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut mengajak semua pihak untuk melawan fenomena post-truth. Terutama, kata Puan, kalangan akademisi termasuk mahasiswa.

“Kita tidak boleh kalah melawan hoaks, karena dapat berujung kepada hilangnya nyawa saudara-saudari sebangsa setanah air. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya? Ini adalah persoalan trust, persoalan kepercayaan,” tegas lulusan Universitas Indonesia itu.

Puan mengatakan, diperlukan pemahaman variabel-variabel yang dapat membuat orang percaya. Ia menyebut, jutaan bukti empiris tidak akan cukup jika tidak didukung keahlian dalam meyakinkan orang sehingga akhirnya tetap saja post-truth yang menang.***din

Tags: IAIN SASjayakartanewsketua dpr ripendidikanPuan Maharani
Previous Post

Waspadalah! Kasus Covid Harian Tembus 3.000 Lebih, Positivity Rate Capai 5,12%

Next Post

Resmikan Wajah Baru Sarinah, Presiden: Ikon Penting Bangsa Indonesia

admin

admin

Next Post
Resmikan Wajah Baru Sarinah, Presiden: Ikon Penting Bangsa Indonesia

Resmikan Wajah Baru Sarinah, Presiden: Ikon Penting Bangsa Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version