• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech

Novelty Penelitian, Siapa Takut?

February 1, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Novelty Penelitian, Siapa Takut?

by Redaksi
February 1, 2026
in Kolom
0
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh Achmad Fachrudin
Dosen Jurnalistik Universitas PTIQ

Dalam percakapan atau diskusi  di ranah akademik, baik secara formal maupun informal,  terutama tentu saja yang serius, kata penelitian (research) selalu dikaitkan atau dilekatkan dengan kebaruan (novelty). Sehingga muncul suatu postulat atau hipotesis bahwa “setiap penelitian harus mengandung kebaruan”.

Narasi atau diksi tersebut tidak salah karena sejatinya penelitian adalah proses investigasi sistematis untuk menemukan pengetahuan baru, memecahkan masalah, atau mengembangkan teori menggunakan metode ilmiah. Sehingga muncul konstatasi, penelitian yang tidak mengandung kebaruan tidak dianggap sebagai penelitian sebenarnya (truly original research study).

Lalu apa yang dimaksud dengan kebaruan penelitian? Robert K. Merton berpendapat, penelitian dikatakan memiliki novelty apabila menghasilkan temuan, konsep, atau pendekatan baru yang diakui oleh komunitas ilmiah. John W. Creswell & Clark bernpandangan, novelty penelitian dapat berupa fokus masalah yang belum banyak dikaji, pendekatan atau metode baru, konteks atau subjek penelitian yang berbeda.

Adapun Ziman berpendapat, kebaruan penelitian terletak pada pengetahuan baru yang dapat diverifikasi dan direplikasi, bukan sekadar opini. Sementara Sugiono mengatakan, kebaruan penelitian sebagai perbedaan yang signifikan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian terdahulu, baik dari sisi variabel, metode, objek, maupun hasil temuan. Ditegaskan Sugiyono yang dikenal penulis hand book tentang penelitian,   novelty menjadi dasar penting dalam menunjukkan research gap.

Kriteria kebaruan

Salah satu proses yang harus dilakukan dan dihasilkan oleh setiap penelitian yang serius adalah menemukan unsur kebaruan dari topik yang sedang dibahas. Unsur kebaruan mencakup keseluruhan rangkaian penelitian sekaligus dapat dianggap sebagai kriteria kebaruan suatu penelitian.  Kebaruan dalam penelitian ilmiah dapat diwujudkan melalui berbagai dimensi yang saling melengkapi.

Pertama, kebaruan teoretis yang berkaitan dengan upaya memperkaya khazanah keilmuan melalui pengembangan, penyempurnaan, atau rekonstruksi teori yang telah ada. Kebaruan ini dapat muncul dalam bentuk perumusan hubungan baru antarvariabel, pengujian ulang asumsi teoritis lama, maupun penyusunan model teoretis alternatif yang lebih relevan untuk menjelaskan fenomena tertentu.

Contoh penelitian terkait dampak otoritas keagamaan digital (ustaz/influencer agama di media sosial) terhadap konstruksi religiositas generasi muda. Penelitian ini merancang relasi baru antara otoritas keagamaan tradisional (ulama, kiai, lembaga resmi), otoritas algoritmik (jumlah followers, engagement, rekomendasi platform), serta pola keberagamaan digital (praktik ibadah, cara beragama, preferensi mazhab.

Kedua, kebaruan metodologis yang menitikberatkan pada inovasi dalam pendekatan, teknik, atau prosedur penelitian. Kebaruan ini dapat berupa penciptaan metode penelitian baru, penggabungan beberapa metode lintas disiplin, maupun optimalisasi metode lama agar lebih efektif dan presisi. Pemanfaatan teknologi mutakhir—seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), machine learning, atau analisis big data—menjadi contoh nyata kebaruan metodologis yang memungkinkan peneliti mengolah data dalam skala besar secara lebih cepat, akurat, dan efisien.

Ketiga, kebaruan praktis yang berorientasi pada kontribusi nyata hasil penelitian terhadap pemecahan persoalan di dunia empiris. Kebaruan ini tercermin dalam lahirnya inovasi, kebijakan, model implementasi, atau produk yang dapat diterapkan secara langsung dan memberi manfaat bagi masyarakat. Contoh, rekonstruksi teori agenda setting dengan menambahkan peran influencer dan buzzer politik sebagai aktor antara media dan publik. Atau pengayaan teori uses and gratifications dengan dimensi motivasi emosional berbasis kecerdasan buatan (AI companions, chatbot)

Keempat, kebaruan konseptual yang menyentuh ranah perubahan cara pandang atau kerangka berpikir terhadap suatu fenomena. Kebaruan konseptual sering kali hadir dalam bentuk pergeseran paradigma, redefinisi konsep kunci, atau pengajuan sudut pandang alternatif yang menantang pemahaman arus utama. Melalui kebaruan ini, suatu bidang ilmu dapat mengalami transformasi mendasar dalam cara memaknai, menganalisis, dan merespons persoalan-persoalan yang dihadapi.

Kebaruan penelitian bisa juga terkait dengan metode atau pendekatan berbeda dari penelitian sebelumnya;  permasalahan penelitian yang aktual; variable-variable penelitian; modifikasi instrumen penelitian, atau data baru—yang membedakan penelitian saat ini dari penelitian terdahulu; kebaruan kontekstual, yakni penerapan teori, metode, atau konsep tertentu pada konteks sosial, budaya, waktu, atau wilayah yang berbeda, sehingga menghasilkan temuan yang relevan dan khas, dan lain-lain.

Sejumlah tantangan

Sependek pengetahuan dan informasi yang penulis miliki, terdapat sejumlah tantangan (challenge) dalam melakukan dan atau menghasilkan penelitian yang memiliki nilai-nilai kebaruan. Diantaranya dan ini salah satu persoalan mendasar dalam upaya menghadirkan kebaruan penelitian adalah kaburnya batas konseptual antara penelitian replikasi, pengembangan, dan inovasi.

Di satu sisi, penelitian replikasi memegang peran penting dalam menjamin konsistensi, reliabilitas, dan validitas temuan ilmiah. Namun di sisi lain, jenis penelitian ini kerap dipersepsikan kurang bernilai karena dianggap tidak menawarkan unsur kebaruan yang signifikan.

Situasi ini menempatkan peneliti pada posisi dilematis: antara memenuhi tuntutan novelty dan menjaga integritas proses verifikasi ilmiah. Kompleksitas tersebut diperparah oleh ketiadaan standar kebaruan yang seragam antarbidang ilmu. Sesuatu yang dinilai inovatif dalam ilmu sosial, misalnya pada tataran konseptual atau kontekstual, belum tentu diakui sebagai kebaruan dalam ilmu eksakta yang lebih menekankan aspek teknis dan eksperimental, demikian pula sebaliknya.

Tantangan berikutnya muncul pada ranah metodologis, di mana pencapaian novelty sering terhambat oleh keterbatasan struktural dan teknis. Akses terhadap data, keterbatasan sumber daya, kesulitan memasuki lokasi penelitian, hingga rendahnya penguasaan metode analisis tertentu menjadi kendala nyata. Tidak jarang, sebuah penelitian memiliki gagasan kebaruan yang kuat secara teoritis, tetapi gagal diwujudkan secara empiris karena keterbatasan instrumen dan desain penelitian.

Sebaliknya, terdapat pula studi yang unggul secara metodologis—bahkan menggunakan teknik analisis mutakhir—namun kontribusi kebaruannya lemah karena tidak ditopang oleh kerangka teoritik yang solid. Ketimpangan antara kedalaman teori dan kecanggihan metode inilah yang kerap menjadi problem klasik dan berulang dalam diskursus novelty penelitian.

Selain itu, faktor psikologis dan dinamika akademik turut memainkan peran signifikan dalam problematika kebaruan. Tekanan institusional untuk selalu menghasilkan penelitian yang “baru” sering kali melahirkan kecemasan akademik, rasa ragu terhadap kapasitas intelektual, bahkan kebuntuan berpikir, terutama di kalangan mahasiswa pascasarjana.

Kekhawatiran bahwa topik penelitian dinilai tidak cukup memiliki kebaruan oleh pembimbing, reviewer, atau penguji acap kali menghambat keberanian peneliti untuk mengeksplorasi gagasan secara lebih mendalam. Lebih jauh, budaya akademik yang terlalu mengagungkan novelty berpotensi menggeser fokus dari kualitas analisis, ketajaman argumentasi, dan koherensi logika ilmiah. Padahal, kebaruan yang tidak disertai kedalaman refleksi dan analisis kritis pada akhirnya kehilangan signifikansi ilmiahnya sendiri.

Ikhtiar Mengaca Diti

Jika demikian deskripsi tantangan dan kompleksitasnya, maka menjadi tidak mudah melakukan riset yang mengandung kebaruan. Memang tidak mudah. Namun tidak mudah bukan berarti tidak bisa dilakukan. Buktinya cukup banyak akademisi, peneliti, ilmuwan, dan lain-lain yang mampu melakukan dan menghasilkan produk seperti tesis, disertasi atau artikel di jurnal yang mengandung kebaruan.

Untuk merespons tantangan tersebut, peneliti perlu memaknai novelty secara seimbang dan kontekstual. Kajian pustaka yang menyeluruh menjadi tahapan mendasar untuk menempatkan posisi penelitian dalam lanskap keilmuan. Novelty idealnya dimaknai sebagai kontribusi spesifik yang tegas, terukur, dan relevan, bukan semata klaim kebaruan yang bersifat normatif. Di samping itu, dialog akademik yang berkelanjutan dengan pembimbing serta komunitas ilmiah sangat krusial untuk mematangkan gagasan dan menguji signifikansi kebaruan penelitian.

Diatas itu semua, penting  diberikan penebalan (bold) bahwa yang namanya kebaruan penelitian tidak semata-mata berarti “benar-benar baru”, tetapi juga mencerminkan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik keilmuan. Bahkan tanpa bermaksud melakukan simplifikasi,  mengajukan suatu problema baru, aktual, dan relevan  atau suatu mengajukan solusi baru yang applicable,  dapat dikategorisasikan sebagai suatu kebaruan penelitian. Jadi, siapa takut dengan kebaruan penelitian?  (diolah dari berbagai sumber).

Tags: jayakartanews
Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version