• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

by admin
October 22, 2026
in Feature
0
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan Egy Massadiah

Gunung mengajarkan satu hal: tidak semua ketinggian perlu diteriakkan. Semakin jauh seseorang mendaki, semakin ia memahami betapa kecil manusia di hadapan semesta.

Filosofi itu mengingatkan kepada Letjen TNI Iwan Setiawan. Dan awal Oktober 2026 ini, Iwan mengemban amanat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar. Ia meninggalkan jabatan Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif).

Mendengar nama Iwan, ingatan saya melayang ke masa ketika bintang belum menempel di pundaknya, bahkan saat pangkatnya masih letnan.

Iwan bersama beberapa teman seangkatannya Akmil 92 —antara lain Maruli Simanjuntak, Richard Tampubolon, Windyatno dan Drajad Brima Yoga—sesekali mampir ke tempat saya di Cinere, Depok. Mereka baru keluar dari kawah candradimuka pendidikan Komando: anak-anak muda yang dipenuhi tenaga, tawa, mimpi, dan semangat menjadi prajurit.

Perkenalan itu tidak lepas dari “Aju factor”. Aju adalah Kolonel Andi Sirajuddin Kube Dauda, almarhum, sahabat rasa keluarga sejak Taman Kanak-kanak di Tempe, Sengkang, Wajo. Ia prajurit baret merah lulusan Akmil 1991, kakak angkatan Iwan dan kawan-kawannya.

Masa masa itu kembali berlabuh ketika dikenang hari ini. Maruli, Richard, Iwan, Caca, Windy dan Aju akrab dengan arena latihan judo. Beberapa kali saya menyaksikan latihan mereka di Cijantung. Setelah latihan, saat senja menepi, seperti lazimnya anak muda, mereka mencari makanan.

Dari lingkungan itulah saya mengenal Iwan: prajurit muda yang kelak menempuh perjalanan panjang, dari kawah penempaan hingga berbagai medan pengabdian. Salah satu bab terpenting dalam perjalanan itu datang ketika ia mendapat tugas menuju Mount Everest.

Saat itu Iwan masih berpangkat Letnan Satu. Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto menggagas Ekspedisi Everest Indonesia 1997. Setelah melalui seleksi dan latihan keras, Iwan masuk tim dan dipercaya memimpin Tim Selatan.

Ia bukan pendaki gunung. Everest merupakan dunia baru baginya. Namun prajurit mengenal bahasa sederhana: ketika tugas datang, persiapkan diri sebaik mungkin.

Maka Iwan berlatih, terus menempa diri.

Menjelang keberangkatan, ia mengajukan permintaan yang sangat manusiawi kepada komandannya: izin menikah lebih dahulu.

Ia tahu perjalanan itu bukan wisata. Ia menuju ketinggian dengan oksigen menipis, suhu jauh di bawah nol, dan batas antara keberanian serta keselamatan yang harus dihitung dalam setiap langkah.

Ekspedisi itu kemudian membawa Merah Putih ke atap dunia. Namun ada hal yang lebih menarik dari pencapaian tersebut. Setiap kali berbicara tentang Everest, Iwan menghindari diksi “menaklukkan”.

Baginya, manusia terlalu jumawa jika merasa mampu menaklukkan alam. Orang yang pernah berhadapan dengan dingin ekstrem, kekurangan oksigen, badai, dan jurang akan memahami bahwa di hadapan alam, pangkat, jabatan, dan kekuatan manusia hanyalah titik kecil.

Barangkali itulah pelajaran terpenting yang dibawa Iwan pulang dari Himalaya: pencapaian tidak memberi alasan untuk meninggikan diri.

Sepulang dari ekspedisi, persinggungan saya dengan Iwan masuk ke urusan buku. Suatu hari ia mampir ke kantor saya di kawasan Pancoran Jakarta Selatan. Ia membawa bahan tulisan tentang perjalanan Everest. Saat itu saya bekerja sebagai redaktur tabloid “Wanita Indonesia”, (founder ibu Hardiyanti Rukmana) sekaligus bergelut di dunia percetakan. Saya pun ikut bersentuhan di balik layar dalam proses penerbitan buku perjalanan ekspedisi tersebut.

Karena itu, bagi saya, misi Everest bukan sekadar satu baris dalam biodata Iwan Setiawan. Di dalamnya ada kenangan pribadi sekaligus awal untuk memahami cara ia memandang tugas, alam, dan dirinya sendiri.

Penulis bersama Mayjen TNI Iwan Setiawan saat menjabat Danjen Kopassus.

Pam Pam Pam

Ada hal lain yang khas dari Iwan: suaranya. Di kalangan prajurit, ia dikenal piawai menghidupkan suasana dan membakar semangat pasukan melalui yel-yel. Bahkan setiap kali saya meneleponnya, sering kali bukan kata “halo” yang terdengar lebih dahulu.

Yang muncul justru suara lantang:

“Komando Hantu Rimba, Prajurit Sapta Marga… pam… pam… pam… Merah Putih…!”

Itulah Iwan.

Ramai, spontan, kocak, dengan aksen Sunda yang kental. Namun ketika masuk urusan tugas, ia berubah menjadi prajurit serius.

Dalam falsafah Sunda dikenal ajaran silih asah, silih asih, silih asuh: saling menajamkan kemampuan, memelihara rasa kemanusiaan, dan saling membimbing. Dalam kepemimpinan militer, maknanya relevan. Prajurit tidak hanya dituntut kuat, tetapi juga diasah kemampuannya, dipelihara soliditasnya, dan dibimbing agar tumbuh sebagai manusia sekaligus prajurit yang lebih baik.

Mungkin karena itu, di balik suaranya yang keras terdapat keluwesan khas urang Sunda: bisa bercanda tanpa kehilangan wibawa, dekat dengan anak buah tanpa menghilangkan garis komando.

Sifat-sifat itu mewarnai perjalanan kariernya. Iwan bergerak dari satu medan pengabdian ke medan lainnya. Lingkungan Kopassus, lembaga pendidikan, brigade, Rindam, Korem, hingga Papua pernah dilaluinya.

Ia menjadi Danjen Kopassus pada 2022, kemudian Pangdam XII/Tanjungpura sejak April 2023, dan pada akhir 2024 dipercaya menjadi Danpussenif.

Sebagian besar perjalanannya berada di jalur komando dan pembinaan prajurit. Di antara rangkaian penugasan itu, ada satu nama yang membuat hubungan saya dengan Iwan tidak pernah benar-benar terputus: Letjen TNI Doni Monardo.

Pada 2012, Iwan terlibat dalam Ekspedisi Khatulistiwa di Kalimantan di bawah komando Doni, yang ketika itu menjabat Wadanjen Kopassus.

Ekspedisi tersebut bukan semata perjalanan militer. Di dalamnya ada penelitian kehutanan, flora-fauna, geologi, sosial budaya, dan komunikasi sosial—pendekatan yang mempertemukan ketangguhan prajurit dengan pengetahuan tentang alam dan masyarakat.

Kelak keduanya kembali bertemu dalam garis komando ketika Iwan menjadi Danpusdikpassus di Batu Jajar Jawa Barat dan Doni menjabat Danjen Kopassus.

Pada Januari 2019 Doni menjadi Kepala BNPB. Saya mendampinginya sebagai Tenaga Ahli Kepala BNPB, sementara Iwan baru usai mengikuti Lemhanas. Iwan beberapa kali bersilaturahim ke Doni di kantor BNPB.

Selanjutnya Iwan menjabat Danrem 173/Praja Vira Braja. Di Biak kami nyaris bertemu. Saya datang dalam tugas Satgas Covid-19 BNPB, sementara Iwan sedang masuk hutan bersama pasukannya dalam tugas operasi.

Seperti dua jalur pendakian di gunung yang sama, kami belum menemukan titik pertemuan. Sebelumnya kami audah janjian untuk kuliner bersama di Biak.

Ada cerita yang barangkali tidak banyak diketahui orang. Doni pernah ingin menarik Iwan ke BNPB untuk memimpin pusat pendidikan dan latihan. Pikiran Doni sederhana: bencana tidak boleh ditangani oleh orang yang tidak terlatih. Ia menginginkan kultur pendidikan, disiplin, kesiapsiagaan, dan profesionalisme yang kuat di lingkungan BNPB. Nama Iwan termasuk yang ada dalam pikirannya.

Namun aturan penempatan perwira aktif di lembaga sipil ketika itu membuat gagasan tersebut tidak terwujud.

Persahabatan, bagaimanapun, tidak mengenal surat keputusan.

Ketika Iwan dipercaya menjadi Danjen Kopassus, saya sedang berada di Bengkulu bersama Doni, bersiap menuju Pulau Enggano dalam kapasitas Doni sebagai Ketua Persatuan Purnawirawan AD. Begitu kabar itu datang, saya langsung melakukan video call. Doni dan saya mengucapkan selamat kepadanya.

Hari ini saya seperti mengalami kembali suasana yang sama.
Bedanya, perjalanan telah jauh berubah. Letnan muda yang dahulu berlatih di Cijantung dan menghadapi dinginnya Himalaya kini memimpin Kostrad.

Penulis bersama Pangkostrad, Letjen TNI Iwan Setiawan.

Cakra Kostrad

Bagi seorang prajurit infanteri, Kostrad tentu bukan sekadar jabatan. Di sana bertemu kesiapan pasukan, mobilitas, kecepatan mengambil keputusan, profesionalisme, dan kemampuan membaca perubahan medan operasi. Kekuatan besar menuntut tanggung jawab yang sama besarnya.

Posisi Iwan hari ini, saya melihatnya sebagai base camp baru. Dalam pendakian, mencapai ketinggian tidak berarti tugas selesai. Seorang pemimpin ekspedisi masih harus membaca cuaca, menjaga logistik, memastikan anggota tim tetap kuat, menentukan kapan maju dan berhenti, bahkan kapan harus turun demi keselamatan bersama.

Seorang panglima pun demikian.
Pangkat boleh berbintang tiga. Pasukan yang dipimpin bisa ribuan. Namun ukuran kepemimpinan bukan hanya seberapa tinggi posisi komandonya. Ukurannya adalah apakah prajurit menjadi semakin profesional, satuan semakin tangguh, kehormatan institusi tetap terjaga, dan seluruh kekuatan diabdikan bagi negara serta rakyat.

Di situlah kepemimpinan menemukan maknanya: bukan sekadar berada di depan barisan, melainkan memastikan seluruh barisan memiliki arah, daya tahan, dan keyakinan untuk menyelesaikan tugas bersama.

Everest pernah berdiri di hadapan Iwan sebagai gunung. Kopassus adalah menjadi rumahnya.
Tanjungpura menjadi wilayah pengabdian. Pussenif menjadi tempat menjaga ruh infanteri.
Kini medan berikutnya bernama Kostrad.

Di balik tiga bintang di pundaknya, bagi saya Iwan tetaplah letnan muda yang saya kenal sejak dulu. Prajurit yang belajar dari Everest bahwa pencapaian tidak mengubah kedekatan seseorang dengan bumi.

Selamat bertugas, Kang Iwan.

Ada tanggung jawab baru yang harus dijalani dan dijaga. Sebab setiap jabatan, setinggi apa pun, pada akhirnya hanya tempat singgah sebelum seseorang turun membawa makna bagi mereka yang menunggu di bawah.

Komando! (*)

Penulis adalah jurnalis senior, aktif di Teater Mandiri

Tags: jenderal pam pam pamletjen tni iwan setiawanpangkostrad letjen tni iwan setiawan
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version