• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
KDM, Insiden Perkawinan dan Kutukan Populisme

KDM, Insiden Perkawinan dan Kutukan Populisme

August 11, 2025
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

KDM, Insiden Perkawinan dan Kutukan Populisme

by Redaksi
August 11, 2025
in Kolom
0
KDM, Insiden Perkawinan dan Kutukan Populisme

Achmad Fachrudin, Akademisi dari Universitas PTIQ

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Achmad Fachrudin, Ketua Program Studi Komunikasi Islam PTIQ University

Galibnya pesta perkawinan diharapkan berlangsung penuh sukacita. Namun, harapan itu sebagian  sirna pada pesta perkawinan putra Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), Maula Akbar, dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Jumat (18/7). Acara hiburan rakyat di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut, berubah menjadi insiden memilukan ketika terjadi desak-desakan saat warga berebut masuk ke Pendopo untuk mendapatkan makanan. Tiga orang tewas akibat insiden tersebut,yakni:  Vania Aprilia (8), Dewi Jubaedah (61), dan Bripka Cecep Saeful Bahri.

Insiden  dalam suatu peristiwa pesta perkawinan bukan hal baru, dengan berbagai penyebab. Namun, insiden kali ini menyita perhatian luas publik. Karena melibatkan sosok KDM yang mempunyai cerita panjang tentang kehidupannya dari pernah menjadi tukang ojek hingga kini menjadi Gubernur Jawa Barat. Gaya dan aksinya sebagai birokrat humanis, dermawan, tegas, kontroversial dan sebagainya telah menempatkan KDM sebagai sosok langka: populer dan sekaligus populis

Populisme sendiri, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2020), dipahami sebagai suatu pandangan yang menghormati dan mengedepankan hak, kebijaksanaan, serta keunggulan masyarakat lapisan bawah. Kamus Cambridge menggambarkan populisme sebagai seperangkat gagasan dan tindakan politik yang ditujukan untuk menarik dukungan dari masyarakat umum dengan cara memenuhi keinginan mereka.

Adapun Kamus Webster mendefinisikan populisme sebagai sebuah gerakan atau paham yang berfokus pada kepentingan dan harapan rakyat biasa, yang sering kali diposisikan berseberangan dengan kepentingan kelompok elit atau pemegang kekuasaan. Sehingga secara umum, populisme dapat dimaknai sebagai suatu ikhtiar dari setiap individu, terutama elit untuk melakukan suatu aktivitas atau gerakan untuk nenimbulkan simpati dari masyarakat.

Otentik atau Artifisial

Populisme yang melekat atau terdapat pada diri siapapun, khususnya pesohor atau elit politik secara umum ada dua jenis, yakni: pertama, secara genuine (sejati), pure (murni) atau otentik. Ini artinya populisme inheren atau build in dengan jati diri elit itu sendiri yang diperoleh dari proses intelektualisasi/santrinisasi serta pergulatan intelektual, sosial, atau politik yang panjang dan intens. Populisme semacam ini merupakan salah satu ciri dari populisme positif.

Kedua, artifisial (buatan), yakni:  melalui proses manipulasi atau pencitraan baik secara konvensional maupun melalui bantuan media sosial (Medsos)  yang kini sudah lajim digunakan banyak orang yang ingin cepat populer dan banyak cuan.  Padahal sejati atau karakter asli pesohor atau elit politik  tersebut adalah lawan dari populisme, yakni: elitisme. Populisme semacam ini adalah populis anti humanis atau misantropis humanis dan itu menjadi salah satu ciri dari populisme negatif.

Baik populisme genuine atau positif ataupun artifisial atau negatif saat ini penuh jebakan. Terutama sebagai akibat dari bantuan dan peran Medsos. Terlebih dengan kehadiran artificial intellegence (kecerdasan buatan) dengan beragam jenis teknologi digital, pemanfatannya guna mendongkrak  pencitraan pribadi (personal banding) menjadi jauh lebih massif dan penetratif.    

Seperti teori Jarum Suntik (Hypodermic Needle Theory) atau Teori Peluru Ajaib (Magic Bullet Theory), besutan Harold Lasswell (1927). Dia menyebutkan, media massa memiliki kekuatan yang sangat besar, langsung, dan seragam dalam memengaruhi pikiran dan perilaku khalayak (audiens). Sementara  warganet terhipnotis untuk membagikan konten-konten seputar aksi sosok atau tokoh tertentu secara massif dan sukarela. Dan itu pula yang terjadi pada  Medsos yang menurut Jurnalis/Kolumnis  Senior Dahlan Iskan, dapat menciptakan kebenaran baru namun sekaligus semu.

Popularitas dan Kocek KDM

Bagaimana dengan populisme Gubernur Jawa Barat KDM, apakah murni atau palsu?  Untuk dapat mencermatinya secara tepat dan akurat, diperlukan riset serius mengenai biografi pribadinya. Seperti latar belakang keluarga,  lingkungan pergaulan sekitar, pergulatan saat menjadi aktivis mahaswa, karir dan pengabdian, .terutama track record sebagai pejabat publik, khususnya saat menjadi Gubernur Jawa Barat.  Bahkan jika perlu menggunakan pendekatan etnografis.

Berbeda dengan sebagian politisi-birokrat lainnya, Gubernur Jawa Barat KDM menjadi salah satu contoh langka dari pejabat publik yang bekerja hanya mengandalkan kekuatan otak, di belakang meja kerja atau narasi,  melainkan juga seorang eksekutor lapangan yang empirik, konkrit dan andal.  Dua kapastitas tersebut kemudian diperkuat melalui Medsos sehingga menjadikan KDM seperti saat ini.  Dan itu diakui oleh KDM bahwa popularitas yang diraihnya saat ini dikontribusi oleh Medsos.  

Melalui kanal YouTube miliknya, Kang Dedi Mulyadi Channel, yang mulai aktif sejak 17 November 2017, KDM berhasil menarik perhatian jutaan viewer atau follower.  Hingga Kamis, 22 Mei 2025, kanal tersebut telah mengumpulkan lebih dari 7,44 juta pelanggan dan mencatatkan total tayangan mencapai 2,1 miliar kali. Sehingga mendongkrak popularitasnya. Berdasarkan survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia dan dipresentasikan oleh Burhanuddin Muhtadi pada Rabu, 28 Mei 2025, KDM memperoleh tingkat kepuasan publik tertinggi di antara gubernur di Pulau Jawa, yakni sebesar 94,7%.

Dampaknya telah mengantarkan KDM sebagai pejabat publik terpopuler di Indonesia. Melampaui tokoh-tokoh lain seperti Sri Sultan Hamengkubuwana X dari DIY (83,8%), Khofifah Indar Parawansa dari Jawa Timur (75,3%), Ahmad Luthfi dari Jawa Tengah (62,5%), Pramono Anung dari Jakarta (60%), dan Andra Soni dari Banten (50,8%). Bahkan sejumlah spekulan politik memprediksi, jika tingkat kepuasaan publik tersebut dipertahankan dapat menjadi modal penting bagi KDM untuk berkompetisi  dalam pencapresan di Pemilu 2029

Bukan hanya meraih popularitas,  cuanyapun terdongkrak dahsyat.  Berdasarkan estimasi dari berbagai situs analitik Medsos, penghasilan yang diperoleh dari YouTube KDM diperkirakan mencapai antara Rp21 juta hingga Rp342 juta per hari (menggunakan kurs Rp16.318 per dolar AS). Dalam hitungan mingguan, pendapatan tersebut dapat berkisar antara Rp150 juta hingga Rp2,3 miliar, dan secara bulanan ditaksir mencapai antara Rp652 juta hingga Rp10,3 miliar. Luar biasanya, sebagian penghasilan sebagai youtuber digunakan untuk membiayai kerja-kerja sebagai birokrat, tanpa menggunakan kas daerah.

Evaluasi dan Introspeksi

Di tengah-tengah tingkat popularitasnya yang masih membumbung, KDM mengalami peristiwa tidak mengenakkan dengan terjadinya  insiden pada pesta perwakinan anaknya yang menelan korban jiwa di Garut. Insiden Garut tersebut bukan hanya sedikit banyak mengguncang batin dan emosinya, dan mencoreng reputasinya,  melainkan juga berpotensi menjadi titik balik dari populisme yang diraih dan dinimaktinya.

Terlepas dari penyebabnya—apakah kelalaian, kesalahan teknis, atau musibah—memperlihatkan problem dan sekaligus sisi rapuh dari populisme yang tumbuh lewat masyarakat jaringan (network society) dan pencitraan Medsos yang cepat melangit. Sekaligus juga mudah runtuh saat ekspektasi publik berubah menjadi kekecewaan. Akibat terjadi tindakan blunder atau suatu peristiwa tragis yang dialami sang sosok populis.

Meski demikian, kita tidak dapat secara gegabah mengalkulasi dampak negatif dari tragedi pernikahan anak KDM akan berkepanjangan. Dalam arti, akan menghancurkan citra populisme yang disandang oleh KDM selama ini. Belum tentu. Sebab sejauh ini, populisme KDM berasal dari otentisitas dirinya. Bukan semata artifisial karena peran dan dukungan Medsos. Dan  insiden Garut di hari pesta perkawinan anak KDM, menjadi ujian penting dari populisme KDM itu sendiri.

Oleh karena itu, agar insiden Garut tidak menjadi titik awal dari kehancuran popularitasnya,  menuntut evaluasi dan introspeksi atas berbagai aksi dan narasi yang dilakukan oleh KDM selama ini. Banyak kalangan berharap, agar KDM tetap mempertahankan karakteristiknya sebagai birokrat dan politisi populis otentik dan humanis. Namun pada saat bersamaan mengubah dan menghindari pola tingkah perilaku yang overdosis, urakan, arogan, dan bertabrakan dengan nilai-nilai adat istiadat, tradisi atau keagamaan mainstream.

Tanpa kesadaran dan kemauan kuat untuk melakukan berbagai langkah perbaikan tersebut, bukan tidak mungkin KDM akan mengalami kutukan populisme berkepanjangan dan kehancuran karirnya sebagai birokrat atau politisi populer, seperti dialami oleh sejumlah pesohor atau pemimpin lainnya. Apalagi justeru ditemukan adanya kepura-puraan, kebohongan, manipulasi atau agenda tersembunyi (hidden agenda) di balik aktivitas humanisnya yang bertabrakan dengan kepentingan publik.  Saya kira KDM tidak ingin menerima kutukan populisme seperti itu.***

Tags: jayakartanews
Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version