• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Indonesia Berlomba dengan Waktu: Inovasi Energi Terbarukan Menuju Kedaulatan Energi 2025

Indonesia Berlomba dengan Waktu: Inovasi Energi Terbarukan Menuju Kedaulatan Energi 2025

October 15, 2025
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 25, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Indonesia Berlomba dengan Waktu: Inovasi Energi Terbarukan Menuju Kedaulatan Energi 2025

by admin
October 15, 2025
in Kolom
0
Indonesia Berlomba dengan Waktu: Inovasi Energi Terbarukan Menuju Kedaulatan Energi 2025
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Di tengah dinamika transisi energi global, Indonesia kini mengambil langkah berani dengan meluncurkan berbagai inovasi energi terbarukan yang ambisius. Dengan target bauran energi terbarukan 23% pada 2025—meskipun tengah direvisi menjadi 17-19%—dan 31% pada 2050, negara kepulauan terbesar di dunia ini tidak hanya mengandalkan sumber energi konvensional seperti surya dan panas bumi, tetapi juga merangkul solusi inovatif seperti mengubah sampah menjadi listrik.

Yang menarik perhatian adalah keterlibatan miliarder Amerika Serikat, Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, sebagai penasihat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kehadirannya dalam berbagai rapat koordinasi nasional menunjukkan keseriusan Indonesia menarik dukungan global untuk merealisasikan ambisi energi berkelanjutannya.

Danantara dan Revolusi Waste to Energy

Salah satu terobosan paling signifikan dalam transisi energi Indonesia adalah program waste to energy (WTE) yang akan diluncurkan pada awal November 2025. Program ini diinisiasi oleh Danantara dengan investasi mencapai Rp91 triliun untuk membangun 33 stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di seluruh Indonesia.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa setiap stasiun PSEL dirancang mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari. Angka ini bukan main-main—dari volume tersebut, diperkirakan dapat menghasilkan lebih dari 15 MW listrik dan berkontribusi untuk kebutuhan listrik 20.000 rumah tangga.

Pada tahap awal, proyek akan dijalankan di 7 kota: Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Bali, Bekasi, dan Tangerang. Jakarta menjadi prioritas utama mengingat volume sampah yang dihasilkan ibu kota mencapai ribuan ton per hari. Kota lain seperti Medan dan Sukabumi juga telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam program ini.

Proyek waste to energy ini bukan sekadar solusi pengelolaan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menyumbang emisi gas metana setara 2-3% dari emisi nasional, menurut laporan IPCC. Dengan mengubah sampah menjadi energi, Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mengatasi krisis lahan TPA yang kian terbatas.

Untuk menarik minat pemerintah daerah, Danantara menetapkan tarif flat sebesar US$20 sen per kWh, dengan skema pembiayaan yang tidak membebani APBD. Danantara akan menanggung biaya studi kelayakan dan investasi awal, menjadikan program ini sangat menarik bagi daerah yang selama ini kesulitan mengelola sampah.

Waste to Energy Power Plant: Potensi Alternatif Pembangkit Listrik berbasis Energi Terbarukan (Foto : Ist)

Ray Dalio dan Dewan Penasihat Danantara

Kehadiran Ray Dalio sebagai penasihat Danantara menambah kredibilitas dan kepercayaan investor global terhadap program-program strategis Indonesia. Ray Dalio ditunjuk sebagai dewan penasihat BPI Danantara sejak 24 Maret 2025, bersamaan dengan pengumuman struktur lengkap organisasi ini.

Dalio, yang dikenal sebagai salah satu investor paling sukses di dunia dengan kekayaan bersih lebih dari US$15 miliar, membawa pengalaman puluhan tahun dalam manajemen investasi global. Keterlibatannya dalam rapat koordinasi nasional tentang proyek waste to energy menunjukkan bahwa ia tidak hanya berperan simbolis, tetapi aktif memberikan masukan strategis.

Meskipun sempat muncul spekulasi tentang peran konkretnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Ray Dalio berkontribusi dalam memberikan perspektif global dan menghubungkan Danantara dengan jaringan investor internasional. Ini penting mengingat Indonesia membutuhkan investasi masif untuk merealisasikan target transisi energinya.

PLTS Terapung: Memaksimalkan Potensi Surya

Selain waste to energy, Indonesia juga terus mengembangkan teknologi PLTS terapung sebagai solusi keterbatasan lahan. PT PLN Indonesia Power baru-baru ini meresmikan PLTS Terapung Saguling di Waduk Saguling, Bandung Barat, dengan kapasitas 60 MWac dan mendapat pendanaan hijau US$60 juta melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP).

Proyek Saguling bukan yang terakhir. PLN tengah mengebut tiga proyek PLTS terapung raksasa lainnya di Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Jawa Timur yang ditargetkan beroperasi mulai 2025. Di Batam, proyek PLTS terapung 46 MW juga akan segera beroperasi pada kuartal IV 2025.

Potensi PLTS terapung di Indonesia sangat besar. Data Kementerian PUPR menunjukkan bahwa dari 257 lokasi waduk milik Kementerian PUPR, terdapat potensi hingga 14,7 GW. Hingga Juli 2024, kapasitas terpasang PLTS terapung telah mencapai 193,01 MW, dan terus bertambah.

Keunggulan PLTS terapung bukan hanya soal efisiensi lahan. Panel surya yang dipasang di atas air cenderung lebih dingin sehingga meningkatkan efisiensi konversi energi. Selain itu, permukaan air yang tertutup panel membantu mengurangi evaporasi air waduk—manfaat ganda yang sangat berharga di era perubahan iklim.

Pertamina Geothermal Energy (Foto : PGE)

Hidrogen Hijau: Bahan Bakar Masa Depan

Indonesia juga mulai melirik teknologi hidrogen hijau sebagai bagian dari portofolio energi masa depan. PT Pertamina telah melakukan groundbreaking Pertamina hydrogen refueling station di SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat, yang memasok hidrogen dari gas dan panas bumi dari fasilitas Pertamina sendiri.

PLN juga tidak ketinggalan. Indonesia telah mengidentifikasi 17 titik sumber hidrogen di berbagai wilayah dengan prospek menjanjikan. Hidrogen hijau, yang diproduksi melalui elektrolisis air menggunakan energi terbarukan, dipandang sebagai solusi untuk dekarbonisasi sektor industri berat seperti semen, baja, dan petrokimia.

Yang menarik, hidrogen juga dapat menjadi media penyimpanan energi jangka panjang. Kelebihan energi dari sumber terbarukan seperti surya dan angin dapat dikonversi menjadi hidrogen, disimpan, dan kemudian digunakan saat pasokan energi terbarukan berkurang. Teknologi ini membuka peluang Indonesia untuk mengoptimalkan potensi energi terbarukannya.

Panas Bumi: Raksasa yang Mulai Terbangun

Indonesia memiliki 40% dari cadangan energi panas bumi dunia—potensi luar biasa yang sayangnya belum dimanfaatkan optimal. Energi panas bumi memiliki keunggulan sebagai sumber energi baseload yang dapat beroperasi 24 jam tanpa terpengaruh cuaca, menjadikannya komplementer sempurna untuk energi surya dan angin yang bersifat intermiten.

Pemerintah kini fokus menyederhanakan regulasi dan memberikan insentif fiskal untuk menarik investor. Beberapa proyek panas bumi skala besar tengah dalam tahap eksplorasi dan pengembangan, dengan target penambahan kapasitas signifikan dalam 3-5 tahun ke depan.

Dukungan Kebijakan Pemerintah

Keseriusan pemerintah terhadap transisi energi tercermin dalam berbagai kebijakan. Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 menargetkan bauran energi terbarukan 23% pada 2025 dan 31% pada 2050.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen pemerintah mendorong percepatan transisi energi. Pemerintah telah menyiapkan paket insentif komprehensif:

1. Insentif Fiskal: Tax holiday dan tax allowance untuk investor energi terbarukan.

2. Feed-in Tariff Kompetitif: Harga pembelian listrik dari energi terbarukan yang menarik investor.

3. Kemudahan Perizinan: Sistem Online Single Submission (OSS) mempercepat proses perizinan.

4. Pembiayaan Hijau: Kolaborasi dengan lembaga internasional seperti ADB dan World Bank untuk menyediakan pembiayaan berbunga rendah.

5. Mandatori Biodiesel B35: Kebijakan penggunaan biodiesel 35% mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Namun, realisasi di lapangan masih menghadapi tantangan. Bauran energi terbarukan 2024 baru mencapai 14,68%, memicu wacana revisi target 2025 menjadi 17-19%. Langkah ini kontroversial—sebagian pihak menilainya realistis, sementara aktivis lingkungan khawatir ini mengirim sinyal negatif kepada investor.

Roadmap 2025-2060: Perjalanan Menuju Net Zero

Indonesia telah menyusun roadmap komprehensif menuju Net Zero Emission 2060, dibagi dalam empat fase:

Fase Konsolidasi (2020-2025): Pembangunan infrastruktur dasar, penyempurnaan regulasi, target bauran EBT 17-23%.

Fase Akselerasi (2026-2035): Pembangunan pembangkit skala besar, pengembangan smart grid, penetrasi kendaraan listrik, target EBT 30-35%.

Fase Transformasi (2036-2050): Penghentian bertahap PLTU batu bara, penggantian dengan energi terbarukan, target EBT 50-60%.

Fase Net Zero (2051-2060): Pencapaian Net Zero Emission dengan bauran EBT 85-90%, sisanya menggunakan carbon capture and storage (CCS).

Peran Akademisi dan Inovasi Lokal

Kalangan akademisi Indonesia juga berkontribusi signifikan. Kompetisi seperti Renewable Energy Innovation Idea (REII) di FUTUREST 2024 yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi wadah mahasiswa mengajukan solusi inovatif.

Tim DOA ORTU dari Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih juara pertama dengan inovasi terapan energi terbarukan, menunjukkan generasi muda Indonesia memiliki kapasitas mengembangkan solusi masa depan.

Berbagai perguruan tinggi kini intensif melakukan riset optimalisasi panel surya, bioenergi dari limbah, teknologi penyimpanan energi, dan sistem manajemen energi pintar. Kolaborasi akademisi-pemerintah-industri menjadi kunci komersialisasi hasil riset.

Tantangan dan Peluang

Meskipun optimisme tinggi, Indonesia masih menghadapi tantangan:

1. Ketergantungan Batu Bara: 60% pembangkit listrik masih PLTU batu bara. Transisi memerlukan investasi besar dan waktu.

2. Infrastruktur Grid: Sistem transmisi-distribusi, terutama di Indonesia Timur, perlu penguatan untuk mengakomodasi energi intermiten.

3. Biaya Investasi Awal: Meskipun biaya operasional rendah, investasi awal pembangkit masih tinggi.

4. Kapasitas SDM: Kekurangan tenaga ahli dalam desain, konstruksi, dan operasional pembangkit.

5. Rantai Pasok: Ketergantungan impor komponen membuat rentan terhadap fluktuasi harga global.

Namun peluangnya juga besar:

1. Potensi Sumber Daya Melimpah: Energi surya 4,80 kWh/m²/hari, angin 3-6 m/detik, panas bumi 40% cadangan dunia, biomassa 50 GW, dan potensi PLTS terapung 26,65 GW.

2. Pasar Domestik Besar: Populasi 270 juta jiwa dengan pertumbuhan ekonomi stabil.

3. Dukungan Internasional: Lembaga internasional siap mendukung melalui pembiayaan dan transfer teknologi.

4. Industri Lokal Berkembang: Mulai muncul industri komponen lokal mengurangi ketergantungan impor.

5. Kesadaran Publik Meningkat: Masyarakat semakin sadar pentingnya energi bersih.

Kolaborasi: Kunci Kesuksesan

Forum seperti Electricity Connect 2025 menjadi platform penting membangun kolaborasi pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat sipil. “Saya percaya Electricity Connect 2025 akan menjadi forum sangat penting untuk menghasilkan ide, pengalaman, dan kolaborasi membawa Indonesia lebih dekat menuju kedaulatan energi,” ungkap Wanhar dari Kementerian ESDM.

Kolaborasi tidak hanya nasional tetapi juga internasional. Indonesia aktif dalam ASEAN Power Grid dan berbagi pengalaman dengan Denmark, Jerman, dan Jepang yang sukses dalam transisi energi.

Momentum yang Tidak Boleh Terlewat

Indonesia berada di titik krusial perjalanan transisi energinya. Target 2025 yang tinggal beberapa bulan menjadi ujian pertama apakah roadmap dapat berjalan sesuai rencana. Program waste to energy Danantara dengan dukungan Ray Dalio, pengembangan PLTS terapung, dan upaya hidrogen hijau menunjukkan Indonesia memiliki kapasitas menjadi pemain penting dalam transisi energi global.

Yang pasti, perjalanan menuju energi bersih bukan sekadar tentang angka target. Ini tentang membangun masa depan berkelanjutan untuk generasi mendatang, mengurangi ketergantungan energi fosil impor, menciptakan lapangan kerja hijau, dan memposisikan Indonesia berkontribusi aktif mengatasi perubahan iklim.

Dengan investasi Rp91 triliun untuk waste to energy, pembangunan PLTS terapung di berbagai waduk, dan pengembangan hidrogen hijau, Indonesia menunjukkan keseriusan. Keterlibatan figur global seperti Ray Dalio menambah kredibilitas dan menarik investor internasional.

Waktu terus berjalan. Keputusan hari ini menentukan wajah energi Indonesia masa depan. Momentum ini tidak boleh terlewatkan. Indonesia harus berlari lebih cepat, berinovasi lebih cerdas, dan berkolaborasi lebih solid untuk mewujudkan mimpi besar kedaulatan energi terbarukan. (*)

—

Data Kunci:

– Target Bauran EBT: 17-23% (2025), 31% (2050), 85-90% (2060)

– Investasi Waste to Energy: Rp91 triliun untuk 33 kota

– Kapasitas Per PSEL: 1.000 ton/hari menghasilkan 15+ MW

– Potensi PLTS Terapung: 26,65 GW dari waduk nasional

– Panas Bumi: 40% cadangan dunia

– Target Peluncuran WTE: November 2025

Tags: inovasi energi terbarukankedaulatan energi 2025
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version