Rama: Keberadaan Wing Chun Jangan Dipermasalahkan Lagi

JAYAKARTA NEWS— Upaya Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia, Airlangga Hartarto mendorong Wing Chun tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumatera Utara-Aceh 2024 merupakan langkah strategis dalam membangkitkan Wing Chun di Indonesia.

Hal itu diungkapkan pendiri Combat Ving Tsun Indonesia, Rama S Nugraha yang dihubungi Selasa (1/2/2022). Menurutnya, di Tiongkok, Wing Chun sudah menjadi salah satu komunitas Wushu yang sangat menjanjikan dengan praktisinya tersebar di seluruh dunia dan menjadi trending topic kung fu selama satu dekade lebih melalui film box office-nya Ip Man.

Ini juga sesuai dengan rencana Federasi Wushu Internasional (IWUF) untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Wing Chun. “Langkah yang baik untuk membangun infrastuktur agar Wing Chun Indonesia dapat berprestasi di tingkat Internasional melalui pertandingan-pertandingan baik di tingkat lokal dan nasional termasuk juga puncaknya pada PON XXI nanti,” katanya.

Lantas apa langkah yang perlu dilakukan PB WI agar atlet Wing Chun Indonesia mampu bersaing di kancah internasional?

Rama menyebut ada 5 tahapan.

Pertama, membangkitkan sasana -sasana Wing Chun di Indonesia sesuai dengan kriteria dari IWUF. Kedua,  Mengembangkan infrastruktur pertandingan atau kompetisi di daerah-daerah dan nasional dengan sistem penjurian yang mengacu pada induk organisasi IWUF. Ketiga, membangun infrastuktur Training Center bagi atlet-atlet Wing Chun berprestasi di Indonesia

Keempat, melakukan sertifikasi instruktur, wasit, dan juri Wing Chun yang mengacu pada system penilaian dan pertandingan dari IWUF. Kelima, mendorong Wing Chun agar dapat dipertandingkan dalam PON sebagai ajang kompetisi olahraga tertinggi di tingkat nasional.

Lebih jauh, Rama mengungkapkan keberadaan Wing Chun di bawah PB WI, kata Rama, tidak perlu dipermasalahkan lagi. Apalagi, Wing Chun merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Wushu baik dalam hal budaya maupun sebagai sebuah cabang olahraga prestasi.

“Penyatuan Wing Chun dengan Wushu itu sudah sesuai seperti di Tiongkok dan Hong Kong yang merupakan bagian dari Asosiasi Wushu dan IWUF. Dan, saya yakin Wing Chun akan semakin besar dan terarah di bawah PB WI,” tegasnya.

Alasan lain, jelas Rama, penyatuan itu sesuai terminologi bahasanya. Ketika berbicara tentang Federasi dalam Wing Chun, sesuai terminologinya, seharusnya beranggotaan dari kelompok-kelompok Wing Chun yang berasal dari keluarga Wing Chun yang berbeda-beda bersepakat untuk membentuk sebuah organisasi bersama dengan tujuan membesarkan nama Wing Chun namun tetap memegang otoritas di organisasi nya masing-masing.

“Pendirian Federasi pun harus secara bersama-sama bersepakat, tidak boleh satu kelompok mendirikan dan menamakan diri Federasi lalu setelah itu baru mengajak kelompok-kelompok yang lain bergabung untuk melegalkan langkahnya,” katanya.

“Namun bila sebuah Federasi hanya berisikan sekelompok orang dari satu keluarga, meskipun dari berbagai macam daerah atau negara namun masih berada dalam satu keluarga, maka ini lebih tepat disebut sebagai Asosisasi. Sebagai contohnya adalah VTAA (Ving Tsun Athletic Association) sebagai induk organisasi Wing Chun di bawah keluarga Ip Man. Meskipun praktisinya tersebar secara internasional, namun VTAA tetaplah sebuah Asosiasi, dan bukan menjadi Federasi,” tambahnya.

Perlu diketahui, Rama Nugraha mengawali perjalanan Wing Chun di tahun 2012 dengan mengikuti salah satu kelas Wing Chun di Jakarta. Pada tahun 2016, dia bergabung dengan Sifu David Peterson dari Wong Shun Leung Ving Tsun (WSLVT) Combat Science Malaysia hingga saat ini dan diberikan otorisasi mengajarkan WSLVT system di Indonesia sebagai perwakilan di Indonesia.

Di bawah asuhannya, Combat Ving Tsun Indonesia telah memiliki 4 cabang kelas yang tersebar di Jakarta Bogor. Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dan Bandung. “Combat Ving Tsun Indonesia itu terkoneksi dengan cabang-cabang di seluruh dunia. Mulai dari Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, Australia, Amerika, Eropa, hingga Afrika dan termasuk juga dengan Ving Tsun Athletic Association (VTAA) Hong Kong,” ujarnya.***bnt

Sudah Lampu Hijau, Indonesia Tinggal Tunggu Kabar Gembira WADA

JAYAKARTA NEWS— Upaya Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) dalam melakukan akselerasi kian dekat. JADA, Badan Anti-Doping Jepang, yang ditugaskan melakukan asistensi kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) selama masa sanksi telah memberikan lampu hijau terhadap test distribution plan (TDP) 2022. Kini, Indonesia tinggal menunggu keputusan WADA dalam waktu dekat.

Wakil Ketua LADI, anggota Gugus Tugas, Rheza Maulana mengatakan progres positif terus ditunjukkan Indonesia untuk mendapatkan status compliance (patuh) terhadap WADA Code. Selain merampungkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan telah menempati kantor baru di Jakarta Selatan, kini LADI dipastikan telah   merampungkan TDP 2022.

“Alhamdulillah tadi pagi, JADA memberikan acceptance terhadap TDP kami. Ini merupakan kerja keras yang dilakukan dalam satu-dua bulan terakhir karena TDP tahun ini kami buat dengan formula baru yang memenuhi standar WADA,” kata Rheza, Selasa (01/02/2022), sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Ia menjelaskan, JADA tak sekadar menyetujui TDP 2022. Lebih dari itu, JADA juga mengizinkan LADI melaksanakan TDP yang telah disetujui secara profesional dan independent.

“JADA juga meminta untuk di-remove (hapus) dari akun LADI. Selama ini karena JADA yang melakukan asistensi, mereka masuk dalam akun kami untuk memantau semua proses yang dilakukan LADI. Mereka juga sudah mengirimkan invoice terakhir, dalam artian sudah selesai pengawasan terhadap LADI dan kami sudah bayarkan,” kata Rheza.

Setelah mendapat lampu hijau JADA, Rheza menjelaskan kini pihaknya tinggal menunggu kabar baik  WADA terkait pembebasan sanksi terhadap LADI.

“JADA sudah mengatakan, Indonesia sudah bisa sendiri (melaksanakan WADA Code) mulai dari sekarang. Dalam waktu dekat, semoga akan ada surat resmi dari Montreal (Markas Besar WADA) terkait hal tersebut,” kata Rheza.

Sebagai informasi, WADA menjatuhkan sanksi selama satu tahun terhadap LADI karena dinilai non-compliance terhadap WADA Code pada 7 Oktober 2021. Imbas sanksi tersebut, Merah Putih tak bisa berkibar takala atlet Indonesia naik podium. Tak cuma itu, nasib Indonesia menjadi tuan rumah sejumlah event seperti ANOC World Beach Games serta ASEAN Para Games  pun harus menunggu sanksi WADA terhadap LADI dicabut.

Ketua Gugus Tugas, ex-officio Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari bersyukur misi akselerasi bisa selesai dalam waktu empat bulan. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berselebrasi karena Merah Putih bisa berkibar lagi. “Seperti yang sudah pernah saya sampaikan, kita tinggal menunggu kabar resmi WADA untuk mengibarkan Merah Putih pada Februari ini. Mari kita bersama-sama mengobarkan kebahagiaan kita karena Merah Putih dapat berkibar lagi. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengunggah foto di media sosial sembari mengibarkan bendera Merah Putih. Kita sebarkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta.***bnt

Soal Tim Indonesia Patriots Positif Covid, Manajer: Kami Mohon Maaf

JAYAKARTA NEWS— Manajer Indonesia Patriots Jamin Mattotoran meminta maaf atas kejadian yang menimpa Ali Bagir Al Hadar dkk. Baik itu kepada PP PERBASI, IBL sebagai penyelenggara kompetisi basket nasional, maupun masyarakat Indonesia. Akibat terinfeksi Covid 19, Indonesia Patriots tidak bisa berpartisipasi pada Seri Bandung pada 29 Januari hingga 5 Februari 2022.

“Saya selaku manajer tim, mohon maaf terhadap PERBASI dan IBL, serta masyarakat, kami tidak bisa menghindari musibah ini. Namun kami janji akan segera pulih dan kembali lebih kuat lagi demi bola basket Indonesia. Terima kasih atas segala dukungannya baik dari masyarakat serta dari pihak pers indonesia,” terang Jamin Selasa (1/2). Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Dijelaskan Jamin, kondisi terkini tim Indonesia Patriots dalam kondisi baik-baik saja. Semua pemain sekarang dalam kondisi tanpa gejala. Makanan dan vitamin terjaga. “Kami semua sudah di hotel isolasi,” terangnya.

Lanjut Jamin, dikarenakan sudah pasti tidak bermain di seri ini, maka Indonesia Patriots fokus pada pemulihan tim. Untuk sementara, pemantauan terhadap gejala tersebut dilakukan. Rencananya, dalam 2-3 hari ke depan akan melakukan PCR mandiri lagi.

“Terima kasih atas dukungan dan perhatian seluruh masyarakat basket Indonesia. Kami menerima begitu banyak support baik melalui telepon maupun WhatsApp,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, dalam tes usap PCR ulang diketahui 18 personil Patriots menunjukkan hasil positif Covid-19, dari jumlah sebelumnya delapan. Dengan bertambahnya jumlah personil yang positif Covid-19, Indonesia Patriots belum memperoleh clearance. IBL kemudian melakukan hal preventif dengan membatalkan rencana laga Patriots pada seri kedua IBL Tokopedia 2022 di C-Tra Arena Bandung, 29 Januari-5 Februari.

Para pemain Patriots yang terpapar adalah Aldy Izzatur Rahman, Esha Lapian, Daniel Willian, Valentinus Wongso, Dame Diagne, Adam Faruq, M. Nabizar, Ali Bagir Wayarabi Alhadar, Victory Lobbu, AA Gede Agung Bagus dan Serigne Modou Kane. Nama terakhir sudah mendapatkan hasil negatif pada tes ulang PCR.  Sementara para personil di luar pemain  yang positif adalah pelatih kepala Milos Pejic, asisten pelatih Roland Robinson, asisten pelatih Ricky Gunawan, manajer tim Jamin Matotoran, Official Tim Rony Rahmat, Guntur dan Renny.***bnt

Menyerahkan Piala Walikota Gibran di Balaikota Solo

JAYAKARTA NEWS – Piala Turnamen Sepakbola Antarwartawan Se-Indonesia 2022 tiba di Balaikota Solo, Jumat (28/1/2022) siang. Piala tersebut dibawa dari Jakarta oleh Ketua Panitia Pelaksana Pusat Erwiyantoro bersama rombongan dan diserahkan kepada Anas Syahirul selaku Ketua Panpel Turnamen Daerah.

Turnamen sepakbola dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) ini menyediakan total hadiah Rp110 Juta diikuti delapan (8) tim wartawan dari berbagai daerah untuk memperebutkan Piala Walikota Solo, Gibran.

Kegiatan turnamen akan diisi pertandingan eksibisi antara Tim Walikota Solo, Gibran Rakabuming dan Tim Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sejumlah tokoh nasional juga akan ikut bermain dalam laga ini, di antaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan lainnya.

“Semula, kami akan menyerahkan piala ini langsung kepada Pak Walikota Gibran. Tapi karena jadwal beliau hari ini sangat padat, kami titipkan piala kepada Anas Syahirul Ketua Panpel Daerah,” kata Erwiyantoro usai “menitipkan” piala kepada Anas Syahirul di teras Balaikota Solo usai jumatan.

Piala turnamen berbahan kayu seberat 10 kilogram itu nantinya akan diberikan kepada tim sepakbola wartawan terbaik oleh Walikota Solo Gibran Rakabuming. “Turnamen ini tak hanya ajang silaturahmi para wartawan tapi mengikat persaudaraan dan persatuan para tokoh di lapangan sepakbola,” kata Erwiyantoro. (ym)

Gibran Siap Jadi Ketua Panitia ASEAN Para Games 2022

JAYAKARTA NEWS— Kota Solo terus menunjukkan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah ASEAN Para Games (APG) 2022. Keseriusan Solo untuk menggelar pesta olah raga kaum disabilitas di Asia Tenggara itu ditunjukkan dengan keterlibatan langsung Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi ketua panitia penyelenggara atau Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) 2022.

Saat berkunjung ke kantor National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Gibran yang melakukan pertemuan dengan Ketua umum NPCI, Senny Marbun serta jajaran pengurus NPCI, mengaku bangga karena Solo akhirnya ditetapkan sebagai tuan rumah ASEAN Para Games 2022. Ia merasa tertantang sekaligus senang bisa dipercaya untuk menjadi Ketua INASPOC.

“Saya mendapatkan berita baik dari Ketua NPCI dimana kita dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022. Kepercayaan ini luar biasa sekali bagi kota Solo,” ucap Gibran.

“Tadi saya mendapatkan amanat untuk menjadi Ketua INASPOC. Nantinya dalam waktu enam bulan ke depan, kita akan koordinasikan venue-venue yang kurang baik untuk direnovasi. Solo sudah siap untuk menggelar event internasional dan ini sangat luar biasa,” tambah Gibran.

Untuk venue pertandingan tidak hanya di kota Solo, namun ada juga yang tersebar di sejumlah kota di sekitar Solo. “Nantinya venue tidak hanya di kota Solo saja, tetapi juga ada di Karanganyar dan Boyolali yang sudah siap. Kita juga akan berkoordinasi dengan kepala-kepala daerah Solo Raya demi kesuksesan ajang ini,” jelas Gibran.

Solo telah ditetapkan sebagai tuan rumah ASEAN Para Games ke-11 tahun 2022 menggantikan Vietnam dalam surat keputusan yang dikeluarkan oleh ASEAN Para Sports Federation (APSF) pada tanggal 14 Januari 2022. Namun, APSF masih menunggu surat Indonesia bebas sanksi doping dari WADA hingga tanggal 15 Februari 2022.

Sementara itu Ketua NPCI, Seny Marbun bersyukur atas penunjukan Indonesia khususnya kota Solo sebagai tuan rumah APG 2022.

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang mengerti hati kita yang ingin mengadakan pertandingan setelah vakum beberapa lama akibat pandemi covid-19. Setelah ditiadakannya APG Filipina 2019 dan Vietnam menolak menjadi tuan rumah APG 2022, Pak Presiden mengambil keputusan untuk menjadi tuan rumah yang merupakan keputusan yang luar biasa. Kita akan mempersiapkan diri secara maksimal untuk menjadi tuan rumah APG tahun ini,” ucap Senny Marbun.

Menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022 merupakan kesempatan kedua Indonesia menggelar APG. Sebelumnya pada tahun 2011, Indonesia juga pernah menggelar APG yang juga diadakan di kota Solo.

“Kita dipercaya menjadi tuan rumah APG 2022 karena kita pernah menjadi tuan rumah tahun 2011 serta adanya kepercayaan dari negara-negara lain untuk kita menjadi tuan rumah,” kata Senny.

Rencananya ASEAN Para Games ke-11 akan diadakan di Solo pada tanggal 20-31 Juli 2022. Selain akan ngebut melakukan persiapan venue, NPCI juga terus melakukan persiapan atlet dengan menggelar Pelatnas.***/rnl

Eko Yuli belum Dapat Surat Resmi Panggilan Pelatnas

JAYAKARTA NEWS— Lifter angkat besi andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan terus menjalani latihan mandiri di kediamannya. Pasalnya, dia berkeinginan kembali membela Merah Putih pada SEA Games Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022 dan Asian Games Hangzhou, Zhajian, China, 10-25 September 2022. Namun, peraih medali perak kelas 61kg Olimpiade 2020 Tokyo ini mengaku belum mendapat surat resmi panggilan dari PB PABSI untuk masuk pelatnas.

“Saya siap tampil di SEA Games Vietnam 2022 maupun Asian Games China 2022. Saat ini, saya belum mendapat surat resmi panggilan pelatnas dari PB PABSI. Sampai saat ini, saya belum mendapatkannya,” kata Eko Yuli Irawan yang dihubungi Jumat, 21 Januari 2022.

Surat panggilan pelatnas itu, kata Eko, sangat penting baginya sebagai syarat administrasi yang bisa dilakukan pada saat pemanggilan atlet. Apalagi, posisinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Eko Yuli Irawan,Lifter angkat besi andalan Indonesia/foto: dok pri

“Biasanya setiap atlet yang masuk pelatnas mendapat panggilan resmi yang ditembuskan kepada Pengprov PABSI tempatnya bernaung. Surat itu juga penting bagi saya apalagi sebagai ASN,” jelas Eko yang terus menjalani latihan di rumahnya.

Meski belum mendapat panggilan, Eko tetap menunggu apalagi akan ada Seleksi Nasional (Seleknas) untuk memilih lifter yang akan direkrut masuk dalam pelatnas SEA Games maupun Asian Games 2022.

Eko  mencetak sejarah dengan menjadi satu-satunya lifter angkat besi yang mengoleksi empat medali pada empat panampilan di Olimpiade. Pada Olimpiade 2020 Tokyo, pria berusia 33 tahun ini meraih medali perak. Sebelumnya, dia membawa pulang medali perak (Rio de Janeiro, 2016) serta perunggu (London, 2012 dan Beijing, 2008).***/rnl

Okto: Sistem Bubble Paling Ideal untuk Atlet

JAYAKARTA NEWS— Penerapan sistem bubble atau gelumbung sukses dilakukan saat Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali pada November-Desember 2021. Makanya, sistem bubble IBF yang sama dengan luar negeri itu merupakan bentuk paling ideal untuk karantina atlet.

Sistem bubble artinya para atlet, pelatih dan ofisial memenuhi persyaratan tertentu seperti vaksinasi lengkap, tes PCR negatif, aktivitas di tempat itu saja, tidak diizinkan meninggalkan hotel dan venue pertandingan, tetapi masih bisa berlatih.

“Sistem bubble juga dilakukan saat Olimpiade 2020 Tokyo kemarin (Jepang), Piala AFF 2020 di Singapura, dan kejuaraan lain di negara-negara lain, termasuk bulutangkis IBF di Bali. Saya rasa sistem bubble ini paling ideal untuk dilaksanakan dan punya referensinya,” kata Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari yang dihubungi Jumat (21/1/2022). Demikian rilis yang diterima redaksi.

Menurutnya, diskresi karantina untuk pelaku olahraga bisa digunakan di berbagai event, tidak hanya MotoGP Indonesia 2022. Dan, dia juga sudah mengusulkan diskresi karantina pelaku olahraga dari luar negeri.

Usulan itu disampaikan setelah dia mendengar pengalaman dan masukan dari federasi nasional yang kesulitan menyelenggarakan turnamen internasional di Indonesia karena durasi karantina. Keluhan serupa juga disuarakan atlet, pelatih, dan ofisial yang pulang ke Tanah Air seusai tryout atau ujicoba dan bertanding dari luar negeri.

Diskresi yang diusulkan merupakan kewenangan untuk menjalani karantina dengan kebijakan yang berbeda, seperti karantina dengan menerapkan sistem gelembung atau bubble yang biasa digunakan dalam kejuaraan olahraga.
Pria yang akrab disapa Okto itu menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diperlukan karena keterbatasan akses latihan selama karantina panjang akan mempengaruhi stamina dan performa para atlet.

“KOI melihat masa karantina sangat berdampak terhadap kebugaran atlet. Kami menerima masukan dari federasi olahraga nasional yang sempat menjalani karantina, akses mereka terbatas dan tidak bisa berlatih optimal. Selain karena tidak boleh keluar kamar, belum tentu di hotel karantina memiliki fasilitas latihan,” ujarnya.

“Bulan Maret 2022 bukan hanya ada MotoGP, tetapi juga Davis Cup yang diadakan Pelti (Persatuan Lawn Tenis Indonesia). Nanti ada juga panjat tebing dan esport, jadi event-nya banyak. Saya kira kebijakan itu bisa dipakai rata,” ujar Okto.

“Namun, yang paling penting kita akan mengikuti SEA Games, Asian Games, Islamic Solidarity Games, dan lain-lain. Atlet harus latihan. Kalau tidak, pasti kemampuan berkurang,” tandasnya.***/rnl

Yenny Wahid Minta Pelonggaran Karantina Atlet dan Official Asing

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Yenny Wahid meminta pemerintah memberikan pelonggaran karantina terhadap atlet dan official asing yang akan berlaga pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing pada Oktober 2022.

Pelonggaran yang dimaksud Yenny yakni diberlakukannya sistem bubble sehingga para atlet bisa tetap menjalani latihan dan tetap terlindung karena menggunakan mekanisme tersebut. Apalagi, sistem bubble sendiri pernah diterapkan pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 dan Turnamen Sepakbola Piala AFF 2020 di Singapura.

“Kalau bisa mereka tidak usah karantina tapi ada sistem bubble. Mereka tidak boleh keluar dari hotel dan hanya ke tempat pertandingan saja. Jadi, betul-betul terproteksi,” kata Yenny saat ditemui pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Artotel Jakarta, Kamis (20/1/2022). Demikian rilis yang diterima redaksi.

“Kalau atlet tidak latihan kan pasti menurun dan biasanya kalau atlet asing datang ke kita mereka akan tanya tuan rumah karantina juga dong. Karena, kalau tidak pasti tuan rumah punya keuntungan karena atletnya bisa berlatih selama karantina,” sambungnya.

Kejuaraan dunia panjat tebing di Indonesia sejatinya dijadwalkan dihelat pada tahun lalu. Akan, karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia tengah meningkat, kejuaraan dunia panjat tebing pun dimundurkan dan kembali dijadwalkan bergulir pada Oktober 2022.

Terkait kebijakan karantina untuk atlet, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan Kemenpora telah bersurat kepada Pak Presiden. Nantinya persoalan tersebut bakal dibahas dalam rapat terbatas sebelum akhirnya diputuskan karantina seperti apa yang tepat bagi atlet-atlet yang berlaga di Indonesia.

“Inisisatifnya sudah kami kirim tanggal 12 Januari kemarin ke Kemenpora dan kemarin Menpora sudah rapat dengan lintas kementerian/Lembaga seperti Kemenkes, BPNB, Satgas Covid-19, mereka pun sepakat bahwa para atlet harus latihan, latihan kan tidak mungkin di dalam kamar jadi nanti pakai sistem bubble atau seperti apa aturannya,” jelas Okto.

“Dari pihak yang tadi dibentuk, sudah merumuskan dan rumusannya sudah kembali ke Kemenpora, nanti akan diputuskan di ratas,” pungkasnya.***/rnl

Tidak Semua Atlet Pelatnas akan Diberangkatkan ke SEA Games

JAYAKARTA NEWS— Kontingen Indonesia cukup padat mengikuti agenda multi event pada tahun 2022. Mulai dari SEA Games Hanoi, Viernam, 12-23 Mei 2022, Islamic Solidarity Games (ISG) Turki, 9-18 Agustus 2022, Asian Games Hangzhou, Zhajiang, China 10-25 September 2022 hingga Asian Youth Games Shantou, China, 20-28 Desember 2022.

Mengingat SEA Games dan Asian Games sudah ditetapkan sebagai sasaran antara oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan lahirnya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti, Kontingen Indonesia yang harus diberangkatkan ramping tetapi produktif dalam meraih medali.

“SEA Games dan Asian Games jadi sasaran antara. Jadi, Kemenpora ingin Kontingen Indonesia yang dikirim harus ramping tetapi produktif medali. Sasaran kita ke depan Olimpiade sesuai DBON,” kata Chandra Bhakti usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) di Hotel Arthotel Mangkuluhur, Jakarta, Kamis (20/1/2022). Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Khusus menghadapi SEA Games Hanoi 2022, Chandra Bhakti berharap seluruh induk-induk organisasi sudah menjalankan program pemusatan latihan atlet nasional (pelatnas) pada Februari mendatang. 

“Tidak semua atlet yang menjalani pelatnas diberangkatkan ke SEA Games tetapi ada Tim Review yang beranggotakan NOC Indonesia, pakar olahraga dan KONI Pusat akan menentukannya,” jelasnya.

Berbicara masalah DBON yang menjadi penguat pondasi pembinaan olahraga, kata Chandra, pihak Kemenpora tidak bisa berjalan sendiri. Harus dibantu NOC Indonesia, induk-induk organisasi (PB/PP) dan KONI Pusat.

Keterlibatan NOC Indonesia, jelas Chandra, sangat penting baik untuk try out maupun penyelenggaraan event-event internasional di dalam negeri. “Kita tidak mau lagi terjadi adanya atlet yang tidak bisa tampil di babak kualifikasi Olimpiade karena masalah administrasi. Harus ada rekomendasi dari NOC Indonesia,” ujarnya.

Secara khusus Chandra Bhakti juga menyampaikan apresiasi kinerja Okto sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA) yang sukses membebaskan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dari sanksi WADA sehingga bendera Merah Putih kembali berkibar mulai Februari mendatang. “Kemenpora memberikan apresiasi khusus kepada pak Okto yang sukses mengusahakan bendera Merah Putih bisa berkibar kembali,” katanya.***/rnl

NOC Luncurkan Program Indonesia Olympic Champion

JAYAKARTA NEWS— Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) akan meluncurkan Program Juara Olimpiade Indonesia “Indonesia Olympic Champion” dalam upaya mendukung Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang menjadikan ajang Olimpiade sasaran utama olahraga Indonesia ke depan.

Program Indonesia Olympic Champion tersebut disampaikan Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari usai acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Arthotel Mangkuluhur, Jakarta, Kamis (20/1/2022). Rapat yang menyusun program kerja 2022 serta merencanakan agenda pemusatan latihan nasional (pelatnas) ini digelar hingga Sabtu, 22 Januari 2022.

“Mempertahankan itu lebih sulit dari pada merebutnya. Program Indonesia Olympic Champion ini diluncurkan agar lebih banyak atlet Indonesia memiliki kualifikasi dan meraih medali di Olimpiade nanti. Kita akan fokus nomor-nomor andalan Olimpiade seperti bulutangkis, angkat besi, panahan dan panjat tebing,” kata Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari. Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Merah Putih sejatinya nyaris mendapatkan predikat tersebut pada Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada 23 Juli-8 Agustus 2021. Namun, torehan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, belum cukup membuat Indonesia mengungguli negara-negara Asia Tenggara yang lain.

Filipina lah yang akhirnya keluar sebagai negara Asia Tenggara terbaik di Olimpiade 2020 dengan raihan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. “Pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Indonesia hanya jadi negara terbaik kedua di Asia Tenggara, di bawah Filipina,” katanya.

“Memang hanya berbeda satu perak (dari Filipina). Namun, (hasil) itu cukup berpengaruh (di posisi klasemen medali),” imbuhnya.

Okto menyatakan, Indonesia berpeluang untuk menambah satu lagi cabang olahraga (cabor) andalan medali di Olimpiade Paris 2024. Hal ini terkait dengan dipertandingkannya panjat tebing kategori speed pada pesta olahraga akbar dunia empat tahunan tersebut dimana Indonesia punya beberapa juara dunia seperti Veddriq Leonardo dan Aries Susanti Rahayu.

Selain itu, NOC Indonesia akan mengupayakan cabor lain demi menambah peluang medali dalam Olimpiade Paris 2024.***/rnl