Meski Drawing Piala Dunia U-20 Batal, FIFA Tetap Lakukan Inspeksi Venue Bali, Surabaya, dan Solo

JAYAKARTA NEWS— Walau telah mengumumkan pembatalan pelaksanaan drawing Piala Dunia U-20 2023, FIFA tetap melakukan inspeksi ke stadion-stadion calon venue turnamen.
Dalam pemberitahuannya ke pihak LOC, sekalipun membatalkan drawing FIFA menyebut mereka tetap melakukan kunjungan stadion untuk final verifikasi.

Pada Senin (27/3) FIFA singgah di Bali. Provinsi satu ini awalnya dipersiapkan sebagai lokasi drawing Piala Dunia U-20 2023. Agenda tersebut digelar di Gedung Ksirarnawa Taman Werdhi Budaya Art Center pada 31 Maret, namun dibatalkan FIFA. Meski penyelenggaraan pengundian ditunda, proses verifikasi stadion tetap dilakukan secara mendetail.

Tercatat ada 18 perwakilan FIFA yang hadir dalam inspeksi. Jika ditotal ada lebih dari 40 orang yang datang termasuk dari PSSI dan INAFOC. Wakil Ketua Umum II PSSI, Ratu Tisha mendampingi perwakilan FIFA seperti Project Team Venue Management FIFA Christian Schmolzer, Venue Manager FIFA Sunny Kohli, Technical Services FIFA Ross Maclean, Safety and Security FIFA Anke Becker.

Dikurip dari pssi.org, mereka tiba di Stadion Dipta sekitar pukul 10.00 WITA dan melakukan inspeksi hingga pukul 12.00 WITA. Setelah melakukan peninjauan di Stadion Kapten I Wayan Dipta dengan 5 grup seperti manajemen dan keamanan, marketing, media broadcast, hingga peninjauan di lapangan terkait kondisi lapangan, area parkir, hingga arus keluar masuk tim, suporter, hingga kendaraan.

Ketum Asprov PSSI Ketut Suardana juga tidak bisa terlalu banyak berkomentar terkait inspeksi FIFA ke Stadion Kapten I Wayan Dipta. Suardana mengatakan jika ia hanya menjadi pendamping saja saat melakukan inspeksi kali ini.  Ia hanya berharap agar pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023 bisa berjalan dengan lancar meskipun drawing Piala Dunia U-20 2023 dibatalkan oleh FIFA.

“Kami di sini hanya mendampingi saja. Jujur, situasi saat ini sedikit berubah. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Saya mewakili Asprov PSSI Bali dan juga pecinta sepak bola, ingin agar ada solusi untuk permasalahan ini. Tentu PSSI memiliki kesempatan yang baik agar Piala Piala Dunia U-20 di Indonesia bisa berjalan dengan lancar,” bebernya.

Usai melakukan inspeksi ke Stadion Dipta, rombongan FIFA, PSSI, INAFOC, dan perwakilan Bali United menyambangi empat lapangan penunjang. Secara bergiliran mulai dari Stadion Ngurah Rai Denpasar, Stadion Kompyang Sujana, Lapangan Gelora Samudera Kuta, dan Lapangan Gelora Trisakti Legian.

Kunjungan ke Surabaya Mulus
Sebelumnya, mereka mengunjungi Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Kunjungan tetap dilakukan meski beredar isu ketidakpastian nasib Indonesia sebagai tuan rumah.
FIFA melakukan kunjungan ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (26/3/2023). Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menyebut FIFA melakukan pengecekan beberapa fasilitas stadion.

“Pengecekan dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi FIFA sebelumnya,” kata Wiwiek kepada wartawan.

Selain Stadion Gelora Bung Tomo, FIFA juga melakukan peninjauan lapangan A dan C yang akan dijadilan tempat latihan pada Piala Dunia U-20 2023. Fasilitas lain seperti ruang ganti pemain hingga ruang media turut diperiksa oleh FIFA.

Wiwiek menambahkan, Stadion Gelora Bung Tomo secara keseluruhan sudah siap menggelar Piala Dunia U-20 2023. Sejumlah fasilitas pendukung juga dipastikan berfungsi dengan baik.
“Kami juga memastikan kembali pintu masuk untuk suporter. Jadi, seperti itu tadi yang kami diskusikan,” ucap Wiwiek.

“Ada perubahan-perubahan sedikit, akan tetapi bukan mayor. Hal-hal kemarin sudah disampaikan FIFA ke kami. Jadi, kami lebih kepada penyesuaian-penyesuaian,” ujar Wiwiek.

Solo Dinyatakan Siap

FIFA juga melakukan road show Stadion Manahan, Solo. Inspeksi terhadap venue pertandingan yang berada di Jawa Tengah itu dilakukan pada hari ini, Sabtu (25/3/2023).
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta, Rini Kusumandari. Ia menjelaskan, FIFA yang diwakili lima tim melakukan pengecekan terakhir dengan didampingi sejumlah pihak terkait.

“Soal rumput stadion untuk lapangan pertandingan sudah aman dan tribune media sudah selesai juga. FIFA menyebut tak ada masalah. Tetapi rekomendasinya secara resmi belum disampaikan dari FIFA,” ujar Rini Kusumandari.

Delegasi FIFA yang terdiri 30 orang tiba di Stadion Manahan Solo sekitar pukul 11.00 WIB dan melakukan pemeriksaan kawasan stadion secara tertutup. Dalam kunjungannya, FIFA memastikan kesiapan alur parkir di Stadion Manahan, serta proses penyampaian informasi yang dipastikan dalam kondisi aman dan siap.

Satu hal yang menjadi sorotan yaitu masalah pengamanan. Sehingga hal tersebut akan dirembug bersama antara FIFA, LOC, dan Inafoc yang nantinya akan dikeluarkan rekomendasi secara resmi sepekan ke depan.

Rombongan yang berjumlah total 50 orang itu kemudian meninjau empat lapangan pendukung, antara lain Banyuanyar, Kotabarat, Sriwedari, dan Sriwaru.

Keempat lapangan ini nantinya akan digunakan sebagai latihan tim peserta Piala Dunia U-20 2023.

Soal lampu di sekitar stadion yang sebelumnya dinyatakan kurang terang, kini panitia sudah menambah sejumlah titik penerangan. Satu di antaranya di area parkir.

Verifikasi tahap akhir dilakukan FIFA terhadap enam stadion penyelenggara Piala Dunia U-20 2023 pada 21-27 Maret. Selain Bali, Surabaya, dan Solo, perwakilan otoritas sepak bola dunia tersebut juga melakukan penilaian ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang).

Karena sifatnya penilaian, FIFA melakukan verifikasi secara tertutup. Mereka mengizinkan pihak-pihak di luar berkepentingan ikut dalam sesi kunjungan stadion.***pssi

Harus Ada Langkah Signifikan Guna Cegah Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

JAYAKARTA NEWS— Pembatalan drawing Piala Dunia U-20 oleh FIFA mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Tak sedikit yang menyayangkan hal tersebut dan khawatir jika pembatalan tersebut bisa berakibat batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Karenanya harus ada langkah signifikan dari berbagai pihak terkait guna mencegah Indonesia gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Sebagaimana diketahui, FIFA membatalkan drawing Piala Dunia U-20 di Bali pada 31 Maret 2023. Pembatalan tersebut diduga terjadi akibat adanya sejumlah penolakan akibat keikutsertaan Tim Nasional Israel.

Salah satunya, adanya sikap penolakan terhadap Israel yang disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Penolakan ini dilontarkan lantaran kedatangan Israel tidak sejalan dengan kebijakan politik Indonesia terkait penjajahan Israel terhadap Palestina

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf misalnya, menyayangkan terjadinya peristiwa pembatalan drawing (pengundian) Piala Dunia U-20 di Bali oleh FIFA. Pasalnya, pembatalan ini akan sangat berdampak pada semangat, performa, sekaligus peluang para pemain sepak bola Indonesia yang telah berlatih sejak awal untuk menghadapi pertandingan di Piala Dunia U-20 mendatang.

“Sebagai negara (yang menjadi) tuan rumah, jika Indonesia sudah siap dari awal, terkait sebagai penyelenggara, seharusnya sudah diperhitungkan soal ini. Jangan sampai pas di ujung, malah baru dimasalahkan. Ini hajat FIFA, dan kita ikut bidding sebagai tuan rumah dengan segala konsekuensinya,” tanggap Dede Yusuf saat dihubungi oleh Parlementaria.

Dikutip dari dpr.go.id, Dede Yusuf mengatakan, tidak ingin usaha untuk mewujudkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia gagal. Oleh karena itu, ia berharap segenap instansi dan lembaga terkait untuk membuat segera contingency plan (rencana cadangan). Rencana ini menjadi vital agar pencabutan Indonesia menjadi tuan rumah tidak terjadi.

“Tentu, hal ini akan berdampak jika sampai (terjadi) pembatalan drawing atau bahkan pencabutan tuan rumah (yang mengakibatkan) bisa dialihkan ke negara lain dan tim U-20 Indonesia bisa terancam tidak main. Harus ada contingency plan, misal ditawarkan drawing di daerah lain di Indonesia, yang pemerintah daerahnya siap,” ujar Dede.***/din

PSSI Pusing! FIFA Batalkan Drawing Piala Dunia U-20

JAYAKARTA NEWS— Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah mengkalkulasi dampak buruk yang dapat terjadi terhadap persepakbolaan Indonesia pasca pembatalan Drawing Piala Dunia FIFA U20 di Denpasar, Bali. Awalnya, Drawing atau pembagian grup negara peserta Piala Dunia FIFA U20 tersebut akan dilaksanakan pada 31 Maret 2023.

Pengukuran risiko tersebut perlu dilakukan demi menentukan langkah – langkah yang perlu dilakukan agar persepakbolaan Indonesia terselamatkan. Hingga saat ini, PSSI belum mendapatkan alasan resmi yang menyebabkan FIFA membatalkan acara Drawing tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menolak kehadiran Tim Nasional Israel dalam perhelatan Piala Dunia FIFA U20. Bagi PSSI, ini dapat menjadi alasan bagi FIFA untuk membatalkan Drawing Piala Dunia FIFA U20. Karena, bagi FIFA, penolakan Gubernur tersebut sama dengan membatalkan garansi penyelenggaraan yang telah dikeluarkan pemerintah Provinsi Bali.

Padahal sebelumnya, Gubernur Bali sudah menandatangani Government Guarante untuk menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 termasuk didalamnya Drawing Piala Dunia U-20.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengungkapkan, PSSI akan mengantisipasi kemungkinan terburuk dari keputusan FIFA tersebut. “Kami dari PSSI sedang memikirkan penyelamatan sepakbola Indonesia. Karena sanksi FIFA bisa mengucilkan sepakbola Indonesia dari dunia,” ujarnya.

PSSI, kata Arya, memahami sulitnya memisahkan politik dan olahraga. Oleh karena itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri sebagai penanggung jawab diplomasi dan politik luar negeri Indonesia dan dengan Kemenpora sebagai Inafoc atau penanggung jawab pelaksana Indonesia.

“Ketua umum juga akan melaporkan kepada Bapak Presiden pada kesempatan pertama untuk mencari solusi untuk semua ini baik secara diplomasi maupun politik luar negeri untuk bagaimana menyelamatkan sepakbola Indonesia yang kita cintai,” kata Arya.

Dia meminta semua pecinta sepakbola di Indonesia dan semua masyarakat Indonesia yang ingin persepakbolaan tanah air lebih maju, untuk bersikap tenang. “Kami akan mencoba mencari solusi yang terbaik. Sepakbola Indonesia harus kita selamatkan bersama sama,” ujar Arya.

Dalam beberapa hari terakhir ini muncul kekhawatiran netizen penggemar bola di sosial media terkait nasib penyelenggaraan Piala Dunia U20 di Indonesia. Muncul Trending topic yang berisikan kondisi kelam persepakbolaan tanah air jika Indonesia gagal menjadi penyelenggara Piala Dunia U20 di Indonesia.

Jika Indonesia batal menyelenggarakan Piala Dunia FIFA U20 tahun 2023 maka netizen mengkhawatirkan sejumlah hal. Pertama, Indonesia akan dibekukan oleh FIFA. Kedua, Indonesia bisa dikecam oleh negara – negara lain karena tidak melaksanakan amanat FIFA.

Ketiga, Indonesia tidak bisa mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan kalender FIFA. Keempat, Indonesia tidak akan memiliki kesempatan kembali untuk dipilih FIFA menjadi tuan rumah ajang olahraga.

Kelima, Indonesia akan dicoret sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2034. Keenam, federasi olahraga dunia akan mempertimbangkan untuk tidak memilih Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga termasuk olimpiade.

Ketujuh, Indonesia akan dikecam karena bertindak diskriminatif mencampuradukan olahraga dengan politik. Kedelapan, Pemain, pelatih, wasit, klub dan masyarakat kehilangan mata pencaharian dan 500.000 orang lebih terdampak langsung kalau sepakbola Indonesia terhenti.

Kesembilan, Timnas U16, U19, U20 tidak boleh ikut serta dalam ajang sepakbola internasional jika FIFA membekukan PSSI dan berdampak hilangnya potensi ekonomi hampir triliunan rupiah.***/pssi

FIFA Matchday: Indonesia Gebuk Burundi 3-1

JAYAKARTA NEWS— Timnas Indonesia tampil percaya diri. Bermain lepas dengan kerja sama yang apik, Indonesia mampu menundukkan Burundi 3-1 pada laga pertama FIFA matchday di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, malam ini.

Dalam laga itu Indonesia unggul cepat di menit ke-6′. Yakob Sayuri menyambut crossing  cerdik Stefano Lilipaly dengan sundulan ke arah gawang yang gagal dihalau kiper Fabien Mutombora. Indonesia memimpin 1-0.

Indonesia berhasil menggandakan keunggulan di menit ke-14′. Sundulan Lilipaly berhasil ditepis Mutombora, namun Marc Klok mengambil bola liar, lalu mengumpan kepada Rachmat Irianto yang meneruskan bola kepada Dendy Sulistyawan.

Pada menit ke-43′, Indonesia menambah keunggulan menjadi 3-0. Berawal dari upaya Mutombora menghalau sepak pojok, bola justru mengarah ke Rizky Ridho, yang dengan tembakan volinya berhasil membobol gawang lawan.

Pada babak kedua, Niyongabire Facifique berhasil mencetak gol di menit ke-50′ sehingga mengubah skor menjadi 3-1.

Laga kedua antara Indonesia dan Burundi akan kembali digelar di Stadion Patriot, Selasa (28/3).***/pssi.org

Jelang Piala Dunia U-20: FIFA Lakukan Inspeksi Tahap Akhir pada Enam Venue

JAYAKARTA NEWS— Perwakilan FIFA yang bertanggung jawab pada penyelenggaraan Piala Dunia U-20 melakukan inspeksi terhadap enam venue yang sedianya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan event yang akan dimulai 20 Mei 2023 mendatang. Inspeksi ini menjadi inspeksi terakhir yang dilakukan FIFA sebagai bagian dari persiapan jelang penyelenggaraan event akbar tersebut,

Sebanyak 18 perwakilan FIFA dari berbagai departemen seperti kompetisi, keselamatan dan keamanan, media, dan departemen-departemen esensial yang mendukung jalannya pertandingan, datang dan memulai inspeksi secara menyeluruh ke enam kota tuan rumah selama 6 hari berturut-turut mulai Rabu (22/3) hingga Senin (27/3).

Tak hanya FIFA, panitia penyelenggara (LOC) juga turut mendampingi dalam penyelenggaraan inspeksi ini.

“Hari ini FIFA memulai inspeksi terakhir mereka di Jakarta. Prinsipnya FIFA mengecek persiapan terakhir semua venue dan memberikan feedback secara detail, dimana masukan ini menjadi input penting bagi semua pihak yang terlibat. Kedatangan mereka penting karena menjadi input bagi kita sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20 tahun ini” ungkap Ratu Tisha, Wakil Ketua Umum PSSI sekaligus Project Manager LOC untuk Piala Dunia U-20. Demikian dikutip dari pssi.org

Pada inspeksi yang dilakukan, FIFA bersama LOC mendiskusikan semua hal terkait operasional selama pertandingan termasuk di dalamnya penentuan akses, perencanaan keamanan dan semua kelengkapan yang harus disiapkan.

Selanjutnya FIFA akan mengunjungi kota tuan rumah lainnya secara berurutan, hingga inspeksi berakhir di Bali, sekaligus melakukan persiapan jelang pelaksanaan pengundian resmi untuk para peserta Piala Dunia U-20 yang rencananya dilaksanakan pada 31 Maret 2023 mendatang.***

Timnas Indonesia Bertekad Kandaskan Burundi

JAYAKARTA NEWS— Timnas Indonesia begitu antusias menghadapi pertandingannya melawan Burundi pada FIFA Matchday 25 dan 28 Maret di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Mereka bertekad akan mengandaskan tim asal Afrika tersebut dalam dua pertandingan itu.

Antusias itu antara lain ditunjukkan oleh Riko Simanjuntak yang kembali masuk Timnas sejak dipanggil terakhir pada 2019 lalu. Juga Elkan Baggott, pemain Cheltenham Towyang sempat absen di Piala AFF 2022.

Dikutip dari pssi.org, sebanyak 28 pemain telah berkumpul sejak 20 Maret. Mereka telah menjalani latihan di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong untuk mempersiapkan pertandingan yang digelar pada 25 dan 28 Maret di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi itu.

“Seperti yang saya bilang, seperti terlahir kembali dipanggil, bahagia dipanggil teman-teman sangat welcome, coach juga welcome semoga bisa beri kontribusi terbaik buat negara dan ikuti strategi dari pelatih,” kata Riko Simanjuntak.

“Saya harap dukungannya, karena dukungan kalian merupakan semangat kami di lapangan, semoga kami bisa berikan yang terbaik,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Elkan. “Rasanya menyenangkam kembali lagi. Kondisi saya semakin baik dan saya bahagia bisa kembali. Tentu saja memenangkan kedua pertandingan. Memperkuat kemistri sebagai tim untuk menuju Piala Asia (AFC) yang akan diikuti nanti,” ungkap Elkan.

Elkan sendiri mengaku latihan perdananya tak terlalu terkendala. “Latihannya berjalan baik. Ini adalah latihan pertama kami dengan full team, segalanya terlihat baik. Menyenangkan bisa berkumpul dengan teman-teman seluruh tim,” tutupnya.***/din

Penjualan Tiket FIFA Matchday Sudah Dimulai

JAYAKARTA NEWS— Timnas Indonesia akan menghadapi Burundi pada laga FIFA Matchday di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi tanggal 25 dan 28 Maret mendatang.

Kick-off pertandingan ini direncanakan pada pukul 20.30 WIB. Untuk itu, PSSI telah menyiapkan penjualan tiket untuk penonton dan suporter timnas Indonesia.

Seluruh penjualan tiket melalui online website www.pssi.org dan tiket.com . Untuk tahap pertama, PSSI menjual sekitar 15 ribu lembar tiket. 

Untuk harga normal tiket VIP dijual dengan harga 400 ribu rupiah, barat (samping VIP) 175 ribu rupiah, dan tribun (timur, utara, selatan) 125 ribu rupiah.

PSSI pun menyiapkan penjualan Pre Sale Match untuk pertandingan pertama (25 Maret). Pre Sale hanya sampai hari Rabu (22/3). Harga tiket Pre Sale yakni VIP 275 ribu rupiah, Barat (Samping VIP) 125 ribu rupiah, Tribun (utara, selatan) 90 ribu rupiah dan Tribun (Timur) 100 ribu rupiah

Tim Burundi tadi malam sudah datang di Jakarta dan memulai latihan hari ini. Sementara Timnas Indonesia sudah melakukan persiapan sejak Senin (20/3) lalu.***

FIFA Matchday: Siap Hadapi Indonesia, Timnas Burundi Tiba di Jakarta

JAYAKARTA NEWS— Tim Burundi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada pukul 18.05 WIB, Selasa (21/3). Burundi akan melawan Indonesia pada laga FIFA Matchday di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi pada 25 dan 28 Maret mendatang.

Dikutip dari pssi.org, Burundi datang ke Indonesia dengan membawa 25 pemain dipimpin oleh Presiden FA Burundi, Gén Brig Pol Muyenge Alexandre. Mereka menempuh perjalanan 16 jam dari negara mereka hingga mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Kedatangan Burundi disambut oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Endri Erawan di Bandara Soekarno-Hatta. Begitu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, tim Burundi langsung menuju Hotel Grand Mercure, Kemayoran tempat mereka menginap.

“Selamat datang tim Burundi di Indonesia. Semoga mereka nyaman dan enjoy disini. Burundi merupakan tim yang tidak boleh dipandang remeh dan pasti duel dengan Indonesia bakal menarik nantinya,” kata anggota Komite Eksekutif sekaligus Ketua Komite Media PSSI, Arya Sinulingga.

Burundi saat ini berada di peringkat 141 FIFA dan dilatih oleh Ndayiragice Etienne, sementara Indonesia berada di posisi 151 FIFA. Indonesia ditargetkan meraih dua kemenangan di ajang ini agar peringkat FIFA naik pada bulan depan.

Tim asal Afrika ini akan memulai latihan di Jakarta pada Rabu (22/3).***/din

Anggota Paspampres Dominasi Lomba Menembak Piala Danpaspampres 2023

JAYAKARTA NEWS— Paspampres menggelar Setia Waspada Shooting Club dalam rangka memperingati Hari Bhakti Paspampres ke 77 yang dilaksanakan dari 16-19 Maret di lapangan tembak Perbakin, Senayan, Jakarta. Para pemenang lomba menembak Piala Danpampres 2023 ini didominasi oleh anggota Paspampres yakni 26 orang berhasil merebut piala dari berbagai kategori.

Secara keseluruhan terdapat sekitar 400 orang pendaftar lomba di antaranya para pejabat tinggi TNI, tokoh masyarakat juga selebriti seperti Parto dan Ferdinan.

Kategori yang dipertandingkan adalah menebak TNI/Polri dan Sipil serta dengan berbagai metode cara menembak salah satunya Paspampres style.

Lomba menembak Piala Danpampres 2023/foto: istimewa

Berikut daftar pemenang setia waspada shooting club, sebagai berikut:

PERORANGAN

▪︎ Eks. Pro 20 m (Pamen)

  1. Daniel Rudy (MSC)

  2. Ris (JJSC)

  3. Abraham P (SWSC)✅

▪︎ Eks. Pro 20 m Pa (TNI/Polri)

  1. S. Sihombing (Kopassus)

  2. Rahmad Adi (Yon PR 330)

  3. Cecep (MSC 1)

▪︎ Eks. Pro 20 m Pi (TNI/Polri)

  1. Wenas (SWSC)✅

  2. Resky (ASC)

  3. Eka M (Hidros)

▪︎ Eks. Pro 20 m Pa (Sipil)

  1. Beckley (SWSC)✅

  2. Adi S (Tarakan)

  3. Yoni S (MSC)

▪︎ Eks. Pro 20 m Pi (Sipil)

  1. Rosmawati (SWSC)✅

  2. Galuh N. (Velox)

  3. Zahra N. (Prov. Sulteng)

▪︎ Pres. 25 m Pa (TNI/Polri)

  1. Sulsityo (SWSC)✅

  2. Ris (JJSC)

  3. Rahmad Adi (Yon PR 330)

▪︎ Pres. 25 m Pi (TNI/Polri)

  1. Nur Fatya (Gegana)

  2. Wenas (SWSC)✅

  3. Nola (SWSC)✅

▪︎ Pres. 25 m Pa (Sipil)

  1. Yoni S. (MSC)

  2. Beckly (SWSC)✅

  3. Adi Iswanto (Tarakan)

▪︎ Pres. 25 m Pi (Sipil)

  1. Galuh Nita (Velox)

  2. Rosmawati (SWSC)✅

  3. Amel Amelya (Eagle SC)

▪︎ Air Rifle Pa

  1. Bolo Triyanto (NPC Indo)

  2. Fathur Gustafian (Jabar)

  3. Izuddin Afif (KIKI SC)

▪︎ Air Rifle Pi

  1. Masayu Putri Fadilah (DKI)

  2. Citra D. Resti (Jabar)

  3. Amelia S. Citra (Banten)

▪︎ Air Pistol Pa

  1. M. Iqbal Prabowo (Jateng)

  2. M. Naumi (Aceh)

  3. Rendy Febyan (Papua)

▪︎ Air Pistol Pi

  1. Rahdatul Asyifa (Riau)

  2. Arista Perdana (Jateng)

  3. Lily S. Tithaharja (Bali)

▪︎ PCP BR 25 m HV Prestasi

  1. Agus Niawanto

  2. Riswandi

  3. Aula Lathanza Thirtana

▪︎ PCP BR 25 m LV Prestasi

  1. Agus Niawanto

  2. Dedi Kaswar

  3. Dwijo

▪︎ PCP Umum MR/Presisi

  1. Rudianto

  2. Tyas Budianto

  3. Yudi Setyawan

▪︎ PCP Umum BR 41 m Monte

  1. Dinar Krisnandar

  2. Tri Amri Suwono

  3. Suyadi

▪︎ IPSC LV ll Open

  1. Prabu Raka Ryan

  2. Sarah Ayu

  3. Zaenal Arif

▪︎ IPSC LV II Standart

  1. Candra Cornelius

  2. Daniel Lee

  3. Martinus Rengky

▪︎ IPSC LV II Prod

  1. Agus Supartono

  2. Daniel Lee

  3. Anna Anisa

▪︎ IPSC LV II Prod Optic

  1. Lutfi Wicaksana

  2. Simon Angel

  3. Erwin Josua

▪︎ IPSC LV II Classic

  1. Hans Manihuruk

  2. Asep Ruchiyat✅

  3. Sonny Prabowo

▪︎ IPSC LV II PCC Open

  1. Prabu Nalyndra

  2. Sarah Ayu Tamalea

  3. Zaenal Arif

▪︎ IPSC LV II PCC Standart

  1. Rudi L.

  2. Agus Chandraca

  3. Hengky Permana

▪︎ Non IPSC Pa

  1. M. Awaludin Ilham

  2. Diki Kapriadi

  3. Dio MPU✅

▪︎ Non IPSC Pi

  1. Anna Anisa

  2. Bella Paramitha✅

  3. Gita Amalia

▪︎  Paspampres Style TNI/Polri

  1. Robby Kurniawan✅

  2. M. Ali Markus✅

  3. Budi Harjanto✅

▪︎ Paspampres Style Sipil

  1. Beckley Widian✅

  2. Bambang✅

  3. Rosemawati✅

▪︎ Air Soft Tactical DWS

  1. Fahri Ferdian (Club Angel Warriors)

  2. Daniel Junadi Suhendra (Buttman SF)

  3. Rudianto (C.A.S.T)

BEREGU

▪︎ Eks. Pro 20 m Pa TNI/Polri

  1. Deni, Dio, Abraham (SWSC)✅

  2. Redi, Cecep, Asep (MSC)

  3. Sihombing, Totok, Mike

 (Kopassus)

▪︎ Eks. Pro 20 m Pi TNI/Polri

  1. Bella, Wenas, Nola (SWSC)✅

  2. Inggit, Nurul, Reaky (ASC)

  3. Marini, F.Indra , Ade (SWSC)✅

▪︎ Eks. Pro 20 m Pa Sipil

  1. Beckley, Bambang, Adnan (SWSC)✅

  2. Kadek, Ridha, Makruf (Velox)

  3. –

▪︎ Pres. 25 m Pa TNI/Polri

  1. Sulistyo, Herbenu, Dedi (SWSC)✅

  2. Redi, Cecep, Ngadimin (MSC 1)

  3. Imrano, Rabbani, Rizki (SWSC)✅

▪︎ Pres. 25 m Pi TNI/Polri

  1. Nola, Ade, Marini (SWSC)✅

  2. Indri, Eva, Yanti (Kopassus)

  3. Elpri, Gevinda, Rescha (MSC)

▪︎ Pres. 25 m Pa Sipil

  1. Yoni, Ryo, Arvi  (MSC)

  2. Mkruf, Ridha, Kadek (Vee)

  3. Beckley, Bambang, Adnan (SWSC)✅

▪︎ Pres. 25 m Pi Sipil

  1. Jane, Zahra, Galuh (Vee)

  2. Amel, Daffa, Winda (Eagle  SC)

  3. Suci, Zafira, Azizah (Ampera SC)***

Pelatih Ganda Putra Ungkap Kunci Ciptakan All Indonesian Final

JAYAKARTA NEWS— Tim bulutangkis Indonesia meriah satu gelar dari ajang All England 2023. Gelar itu dipersembahkan sektor ganda putra lewat capaian all Indonesian final yang mempertemukan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Ini menjadi back-to-back all Indonesian final sektor ganda putra di All England setelah tahun lalu Merah-Putih juga mencatatkan hal serupa. Lalu, apa kunci kesuksesan ganda putra mendulang sukses di ajang bulutangkis tertua di dunia ini?

Berikut ini petikan wawancara dengan  pelatih Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat sebagaimana dikutip dari laman pbsi.id

Coach, selamat atas capaian prestast di All England 2023. Apa perasaan anda ketika kembali ciptakan All Indonesian Final di All England secara beruntun?

Herry IP: Pastinya lega, yang diharapkan bisa berhasil, gembira rasanya. Happy lah.
Aryono: Puji Tuhan kami bisa menciptakan All Indonesian Final, rasanya plong dan lega banget. Kemarin saya sempat teriak kencang untuk melepaskan ketegangan. Terima kasih untuk semua tim support, masyakarat Indonesia yang ada di Birmingham khususnya Pak Dubes yang terus mendukung juga buat para pemain yang sudah berjuang.

Sebelum menciptakan All Indonesian Final, setegang apa anda saat memulai pertandingan demi pertandingan di All England?

Herry IP: Kalau masalah tegang, tidak terlalu ya karena sudah terbiasa, pekerjaan ini juga sudah puluhan tahun saya geluti jadi ketegangan pasti ada tapi kami sudah tahu cara mengatasinya. Yang penting jangan terlihat tegang oleh pemain, ini bisa berpengaruh kepada mereka juga.

Persiapan apa yang paling difokuskan menjelang All England 2023?

Herry IP: Memang kan All England kan target ya, jadi kami sudah punya rencana termasuk dengan absen di German Open untuk fokus persiapan benar-benar di sini. Satu minggu terakhir, kami berlatih dengan shuttlecock yang digunakan khusus pertandingan agar anak-anak terbiasa. Bersyukur bisa berhasil kembali mengulang pencapaian tahun lalu.

Saat melihat undian, seyakin apa sebenarnya ganda putra bisa ciptakan All Indonesian Final?

Herry IP: Jujur, kalau lihat dari undian berat. Babak pertama Fajar/Rian sudah bertemu Korea (Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae), walau pertemuan terakhir menang tapi rekornya masih menang-kalah. Lalu Leo/Daniel bertemu Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) rekor pertemuannya 0-4 sementara Ahsan/Hendra langsung bertemu Pramudya/Yeremia. Kalau menurut saya berat tapi saya cukup terkejut bisa mempertahankan gelar bahkan menciptakan All Indonesian Final. Saya selalu bilang ke anak-anak sebelum memulai latihan di Cipayung, siapapun yang mau juara silahkan, yang penting Indonesia.

Apa yang anda tanamkan ke benak anak-anak asuh anda sehingga mereka selalu tampil all out?

Herry IP: Saya selalu bilang, apa yang akan terjadi di nasib dan karir kamu, kamu tentukan sendiri. Menjadi atlet sudah tugas dan tanggung jawab masing-masing, kamu sudah totalitas di bulutangkis, jangan tanggung, jangan setengah-setengah. Terutama pesan ini saya sampaikan ke pemain-pemain muda. Contohlah seperti Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus yang hitungannya sudah sukses. Sekarang regenerasi ada di kalian.

Aryono: Kami di latihan selalu menanamkan rasa tidak mau kalahnya harus muncul jadi latihan kami cukup kompetitif, itu terbawa ke pertandingan. Di pertandingan juga fighting spirit-nya bagus sekali. Saya selalu katakan ini adalah pekerjaan mereka, profesi mereka jadi curahkan semua pikiran dan kemampuan saat itu.

Bagaimana anda bisa membaca pola permainan lawan dengan cepat lalu memberikan instruksi-instruksi detail saat interval atau jeda antar gim?

Aryono: Sebelum pertandingan pastinya kami menganalisa dulu permainan lawan lewat rekaman video. Nanti itu kadang-kadang berubah saat jalannya pertandingan, di sinilah kami harus jeli melihat perubahan-perubahan itu. Sebenarnya yang harus fokus itu bukan hanya pemain tapi kami juga. Jadi tidak boleh tegang, kalau tegang biasanya tidak bisa berpikir jernih.

Ahsan/Hendra ke final All England dua tahun berturut-turut, menurut anda apa kunci mereka tetap bisa di level atas hingga saat ini?

Herry IP: Menurut saya, mereka sudah mapan, sudah matang dalam segala hal. Tanggung jawab sebagai seorang ayah kepada keluarga, itu yang lebih kuat. Bagaimana mereka harus menafkahi keluarga dan memikul tanggung jawab besarnya itu yang membuat mereka bisa sampai sekarang masih konsisten.

Saya sama mereka sekarang sudah seperti saya berbicara ke adik, tidak selalu bicara teknis. Surprise melihat mereka bisa ke final lagi apalagi di perempatfinal dan semifinal pertandingan hidup-mati mereka, bisa lolos itu luar biasa banget.

Aryono: Ahsan/Hendra sangat berpengalaman dan luar biasa saya melihatnya mereka bisa kembali ke final. Pengalaman itu membuat mereka bisa melakukan apa saja dalam satu pertandingan. Ketenangan, fokus dan determinasinya juga masih prima.

Fajar/Rian tahun lalu terhenti di babak 32 besar, tahun ini progress sampai final. Apa perkembangan paling pesat dari Fajar/Rian sejauh ini?

Herry IP: Kalau dari teknis, Fajar/Rian lebih matang dan safe. Penempatan bola dan lain sebagainya. Dulu kan terkenal sering melakukan kesalahan sendiri baik Fajar maupun Rian juga. Kalau dari mental, ya mereka kelihatan lebih percaya diri. Di All England ini kelihatan sedikit goyah saat babak pertama tapi mereka bisa keluar dari tekanan. Dan saya melihat sudah mulai konsisten, dari tahun lalu ke tahun ini walau dikasih tanggung jawab sebagai ujung tombak Indonesia dan pemain ranking satu dunia tapi mereka bisa lepas dari tekanan. Itu perubahan signfikan dari mereka.

Aryono: Fajar itu tipikal pemain yang semuanya dibawa enjoy tapi jiwa tidak mau kalahnya besar. Saat juara di Malaysia Open dan menjadi pemain nomor satu dunia, kepercayaan dirinya naik dan pintar menganalisa permainan. Untuk Rian sekarang dia mulai bisa konsisten permainannya.

Sinergitas Herry IP dengan Aryono Miranat seperti apa? Hingga bisa membawa ganda putra ke kejayaan?

Herry IP: Saya sama Aryono sudah cukup lama bersama, dari tahun 2001 kalau tidak salah. Sempat pisah sebentar terus balik lagi. Kerjanya sudah kompak, sudah saling percaya. Karakternya juga saya klop, saya senang dengan dia. Aryono bisa mengisi kekurangan saya dan begitu juga sebaliknya.

Aryono: Herry sebagai Head Coach, saya sebagai asisten secara pekerjaan sudah mengerti masing-masing. Kami banyak diskusi dan menganalisa permainan dan nyambung. Kami juga sudah berteman lama jadi sudah klik saja begitu.

All England sudah, tapi di depan mata sudah menanti Race to Olympic, apa pesan anda untuk anak-anak ganda putra menuju ke sana?

Herry IP: Sama-sama kami tanggung bersama. Jangan semua dibebankan ke pemain. Saya, Aryono dan pelatih fisik Yansen (Alpine) juga harus kerja lebih berat lagi untuk mewujudkan target yang lebih berat yang sudah menunggu di depan mata. Fisik dan teknik tidak bisa jalan sendiri-sendiri, harus bersinergi jadi suasana latihan tidak terpaksa. Bebannya bukan beban individu tapi beban bersama, beban tim ganda putra. ***