Bersiap Menghadapi Palestina dan Argentina, Pelatnas Dimulai 5 Juni

JAYAKARTA NEWS— Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia Shin Tae-yong mengatakan akan memulai pemusatan latihan pada Senin (5/6/2023) guna persiapan menghadapi dua laga FIFA matchday pada Rabu (14/6) melawan Palestina dan Senin (19/6) dengan juara Piala Dunia Argentina.

Laga melawan Palestina akan dilangsungkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Sedangkan dengan Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Shin Tae-yong sudah memanggil sejumlah pemain, baik itu yang bermain di luar negeri maupun dalam negeri. Karena dua laga ini bertajuk FIFA matchday, tidak ada alasan bagi klub untuk tidak melepas pemainnya.

Ketum PSSI Erick Thohir dan pelatih timnas Shin Tae-yong/ foto: pssi.org

‘’Saya senang, timnas mendapat dua lawan sepadan dalam FIFA matchday. Ini penting untuk menguji kekuatan Indonesia. Palestina tim kuat. Apalagi Argentina, juara dunia dan banyak pemain bintang di skuad itu. Saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Erick Thohir akhirnya bisa datangkan tim Argentina. Luar biasa Pak Erick,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu sebagaimana dikutip dari pssi.org

Argentina dipastikan akan datang dengan kekuatan terbaiknya. Namun, siapa-siapa pemain yang akan dipanggil itu wewenang pelatih Lionel Scaloni. 

Kedatangan Argentina ke Indonesia dalam rangka tur Asia. Sebelum ke Indonesia, Lionel Messi, dkk akan menyambangi Beijing, Tiongkok, pada tanggal 15 Juni 2023 untuk bersua timnas sepakbola Australia.

Tahun ini, timnas Indonesia akan disibukkan dengan berbagai kegiatan. Setelah melawan Palestina dan Argentina, FIFA matchday akan kembali digelar pada 4-12 September 2023. Setelah itu berkiprah di putaran pertama kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada 9-17 Oktober 2023.

Jika berhasil lolos dari putaran pertama, Indonesia bakal melaju ke putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada 16-21 November 2023.

Selanjutnya Indonesia akan berpartisipasi di Piala Asia 2023 Qatar pada 12 Januari-10 Februari 2023.***

Erick Thohir Bicara tentang Indonesia Vs Argentina

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan uji coba melawan Argentina akan menjadi pertandingan bersejarah bagi Indonesia karena untuk kali pertama timnas menghadapi negara berperingkat 1 FIFA.

Karena itu, Erick berharap, semua pemain, termasuk pelatih harus memanfaatkan momen langka ini untuk meningkatkan skill, mental, dan strategi bertanding melawan tim dengan nama besar.

“Tujuan utama dari FIFA Match Day, tak lain mengasah mental, skill, dan mendapat pengalaman bertanding melawan tim-tim dari luar Asia Tenggara dan Asia. Garuda harus terbang lebih tinggi. Karena melihat di SEA Games kemarin, saya lihat pentingnya kekuatan mental pemain dalam menghadapi tekanan. Argentina saya yakini, dengan status juara dunia dan peringkat 1 FIFA akan memberi tekanan, baik mental, teknik, atau strategi bagi timnas Indonesia. Tinggal bagaimana kita mengatasinya,” ujar Erick dalam jumpa pers di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta, Rabu (24/5). Demikian dikutip dari pssi.org

Terkait agenda FIFA Match Day yang akan dijalani timnas pada bulan Juni, Erick menyatakan sebelum melawan Argentina, timnas Garuda akan ditantang Palestina. La Albiceleste, julukan bagi Argentina, menjadi negara berperingkat rangking FIFA paling tinggi yang siap beruji coba dengan timnas Merah Putih. Sebelumnya, Indonesia pernah menjalani uji coba melawan Uruguay yang kini menempati peringkat 16 FIFA di tahun 2011, Belanda (16 FIFA) di tahun 2013, dan Kamerun (42 FIFA) pada 2015.

“Ini menjadi sejarah karena baru pertama kalinya Indonesia beruji coba dengan peringkat pertama sepakbola dunia. Apalagi fansnya Argentina, Messi, atau Lautaro Martinez yang kini bermain di Inter, banyak di Indonesia. Jadi saya yakin, penonton akan banyak hadir di stadion, tak hanya untuk melihat para bintang Argentina, tapi juga rindu nonton timnas main di kandang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Erick menjelaskan kedatangan Argentina ke Indonesia tak lepas dari hubungan baik dengan jaringan sepakbola internasional miliknya.

“Jadi bukan semata soal berapa biaya mendatangkan. Tapi ini karena kepercayaan Argentina yang juga ingin membangun sepakbola Indonesia yang punya banyak penggemar. Kalau mau sedikit buka kartu, saya dibantu Javier Zanneti, eks kapten Inter, asal Argentina yang memungkinkan mereka mau bertanding di Stadion Utama GBK nanti,” jelas Erick.***/din

Erick Thohir: PSSI Siapkan Indonesia Bisa Tembus 100 Besar Dunia

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa berbagai program yang disiapkan saat ini akan bermuara pada penguatan tim nasional Indonesia. Penguatan ini diperlukan agar Indonesia mampu meraih berbagai mimpi, mulai dari masuk ke 100 besar ranking dunia, hingga masuk ke putaran final kompetisi bergengsi dunia. 

“Membangun timnas itu tidak bisa dilakukan dalam dua bulan. Tidak bisa juga dilakukan dalam dua tahun. Harus bertahun – tahun. Dan itu harus dilakukan dengan pembinaan yang setara,” ujar Erick saat berbicara dalam Konferensi Pers PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (24 Mei 2023). Demikian dikutip dari pssi.org

Erick pun kemudian menjelaskan langkah – langkah sistematis yang tengah dia siapkan bersama tim di PSSI. Pertama, mengundang tim – tim besar dan terkuat di dunia. Salah satu yang terdekat adalah dengan Argentina.

Erick juga menyebutkab bahwa dirinya sudah melakukan pembicaraan tahap awal dengan negara – negara seperti Maroko, Brasil. Portugal, hingga Rusia. 

“Namun, kita hanya bisa mengundang 1 negara dengan tim terkuat 1 kali setiap tahun. Jadi harus ada pertandingan di mana kita dapat ranking. Dan ada juga pertandingan untuk menunjukkan bahwa sepakbola kita dipercaya dunia,” katanya.

Langkah Kedua, lanjut Erick, memperbaiki ranking timnas dengan memperbanyak FIFA Match Day dengan tim – tim dunia yang memungkinkan bagi Indonesia untuk meraih poin. Salah satu yang terdekat adalah dengan Palestina. 

“Pada FIFA Matchday bulan Juni 2023 ini kita membuat gebrakan, kita lawan Palestina yang sekarang sudah ada di ranking 94 dunia. Rankingnya masih lebih baik dari Indonesia yang ada di posisi 149. Ini kita siapkan. Dengan Burundi juga sudah, kita menang, dan seri. Itu semua Langkah -langkah nyata yang kami dorong,” ujarnya.

Langkah Ketiga untuk mempersiapkan timnas Indonesia yang kuat, menurut Erick, adalah melanjutkan arahan Presiden Joko Widodo untuk membangun tim dengan memperkuat pemain – pemain muda.  

Tim muda yang saat ini ada pada usia 20, 22, dan 23 tahun, nanti pada saat Piala Dunia Tahun 2026 sudah berusai 22 – 25 tahun. Lalu pada 2031 sudah di usia 25-28 tahun. 

Salah satu langkah yang sudah dilakukan saat ini adalah dengan menyelesaikan proses naturalisasi pemain – pemain berbakat berdarah Indonesia. Terbaru adalah dengan rampungnya proses naturalisasi Rafael William Struick dan Ivar Jenner.

“Makanya tadi kita siapkan pemain muda kita yang akan menjadi Core dan pendampingan tim nasional untuk mempersiapkan timnas di event internasional. Ada banyak event yang sangat berat di tingkat Internasional, ada Asian Games, ada babak penyisihan Piala Dunia tahun 2026 yang sudah dimulai tahun ini. Ini mimpi kita tidak menginjak tanah. Tapi boleh donk kita mimpi. Mimpi ini harus dijalankan secara serius. Dimulai dengan mempersiapkan babak penyisihanan mulai tahun ini, Oktober – November 2023, lalu ada Asia Cup,” pungkasnya.***/din

Proses Naturalisasi Rafael dan Ivar Rampung, Erick: Persaingan Posisi di Timnas akan Semakin Kompetitif

JAYAKARTA NEWS— Rafael William Struick dan Ivar Jenner mengaku senang menjadi warga negeri Indonesia. Tak hanya kata-kata tapi keduanya memang tampak antusias menjalani tahapan-tahapan proses menjadi WNI. Rafael saat ini membela ADO Denhaag, Belanda dan Ivar Jenner di  FC Utrecht II.

“Ini adalah hari yang luar biasa. Saya ingin berterima kasih kepada Ketum PSSI, juga pemerintah Indonesia. Saya tidak bisa mendeskripsikan perasaan saya saat ini, tetapi saya sangat senang. Terima kasih banyak. Saya berjanji akan memberikan segalanya untuk negara ini, untuk negara kita. Saya sudah tidak sabar ingin bergabung dengan tim dalam pemusatan latihan,” kata Ivar sebagaimana dikutip dari laman pssi.org

“Ini adalah hari yang spesial buat saya, buat keluarga saya, sama seperti Ivar, saya sudah tidak sabar juga untuk melakukan pemusatan latihan bersama timnas Indonesia,” jelas Rafael.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengucapkan selamat atas rampungnya proses naturalisasi Rafael William Struick dan Ivar Jenner.  “Alhamdulillah Struick dan Jenner sudah menjalani prosesi pengambilan sumpah kewarganegaraan di Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta hari ini,” ujar Erick di sela-sela proses kerja sama dengan Federasi Sepakbola Jepang (JFA) di Tokyo, Jepang, Senin (22/5).

Erick menyampaikan kehadiran keduanya akan kian menambah kekuatan tim nasional (timnas). Erick berharap Struick dan Jenner juga menularkan ilmu dan pengalaman berlaga di level internasional kepada para pemain lain di timnas Indonesia.

Dengan masuknya Struick dan Jenner, Erick menyebut persaingan memperebutkan posisi di timnas akan semakin kompetitif.  Erick menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang positif dalam menghasilkan skuat timnas yang berkualitas.

“Para pemain lain tentu akan semakin termotivasi untuk bersaing secara sehat, meningkatkan kemampuan agar dipilih menjadi bagian dari skuat Garuda,” kata Erick. 

Erick menyampaikan saat ini PSSI tengah merampungkan finalisasi perpindahan kedua pemain tersebut dari Federasi Sepakbola Belanda (KNVB). 

Erick berharap proses kepindahan dapat terealisasi sesegera mungkin agar kedua pemain itu dapat bergabung dan membela timnas dalam sejumlah ajang ke depan.***/din

Sebanyak 86 Atlet dan Pelatih Jatim yang Berprestasi di SEA Game Kamboja Dapat Bonus Uang

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya pada atlet dan pelatih asal Jatim yang telah berprestasi di ajang SEA Games pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-115 di halaman Gedung Negara Grahadi, Senin (22/5).

Penghargaan itu diberikan berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Timur no. 188/228/KPTS/013/2023 tentang Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya. Apresiasi itu diwujudkan dengan pemberian piagam penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kepada 86 atlet dan pelatih asal Jatim yang telah berprestasi.

“Secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah berhasil menyumbangkan medali emas pada SEA Games 2023 di Kamboja,” katanya.

Dari 86 atlet dan pelatih penerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya tersebut, 40 atlet dari 25 cabor menyumbangkan medali emas, 14 atlet menyumbangkan medali perak dan 11 atlet menyumbang medali perunggu.

Sedangkan 15 pelatih berkontribusi terhadap perolehan medali emas, 2 pelatih berkontribusi pada perolehan medali perak dan 4 pelatih berkontribusi pada perolehan medali perunggu.

“Dari informasi yang sampai ke saya, dari 87 medali yang diperoleh Indonesia pada SEA Games 2023, 25 medali disumbangkan oleh atlet Jawa Timur, artinya Jawa Timur telah menyumbang 30% medali untuk Indonesia,” sebutnya.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga memberikan uang bonus kepada para atlet dan pelatih berprestasi tersebut yang secara simbolis diberikan kepada Janis Rosalita Suprianto peraih 3 medali emas dan 3 medali perak untuk cabang olahraga selam uang sebesar 360 juta rupiah, Lulut Gilang Saputra peraih 1 medali emas cabang olahraga gulat uang senilai 75 juta rupiah.

Gubernur Khofifah juga memberikan uang bonus kepada M. Ashyifa atlet voli pantai yang berhasil mendapatkan 1 medali emas uang sebesar 70 Juta rupiah, Andrea Guntara AVS peraih medali emas untuk cabang olahraga voli pantai, uang sebesar 60 juta rupiah serta uang senilai 75 juta rupiah diberikan kepada pelatih selam M. Riyad.

Sebagai upaya mempertahankan bara api semangat kebangkitan nasional, Gubernur Khofifah mengajak seluruh komponen bangsa baik yang di Jawa Timur maupun yang ada disuruh Indonesia untuk merapatkan barisan perjuangan kita dengan menunjukkan kerja keras, kerja cerdas, juga kerja bersama demi kemandirian dan kemajuan bangsa yang berkelanjutan.

“Kita juga ingin agar bara api semangat kebangkitan yang kita jaga saat ini dapat menjadi lentera penerang harapan sekaligus penunjuk jalan bagi perjuangan generasi penerus bangsa kelak,” ajaknya.

Di akhir, ia berharap momentum hari kebangkitan nasional kali ini bisa menjadi momen bagi seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bangkit mewujudkan bangsa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.

Sesuai dengan tema peringatan Harkitnas tahun ini yaitu Semangat Untuk Bangkit, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya laku adab mulia dengan etika yang tinggi dalam mengarungi era digitalisasi saat ini.

Pasalnya, di tengah menghadapi great transformation (transformasi besar) menuju era digital dibutuhkan tidak hanya kecerdasan dan wawasan sosial yang tinggi, tapi juga yang terpenting adalah laku adab yang mulia.

“Saat ini pun kita disadarkan kembali bahwa langkah maju yang membutuhkan kecerdasan, inovasi, dan kreativitas harus bersanding dengan laku adab dan etika yang mulia,” kata Gubernur Khofifah dalam amanatnya.

Ia menyampaikan bahwa di era saat ini, dimana ruang jarak dan waktu semakin pendek, dan ruang-ruang perjumpaan tidak hanya berlangsung secara fisik tapi juga secara virtual, banyak muncul persoalan sosial seperti penyebaran berita bohong atau hoax, maraknya ujaran kebencian (hate speech), persengketaan dan saling memaki dalam lalu lintas perbincangan di dunia maya.

Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah mengatakan penanaman budaya literasi digital menjadi penting. Namun demikian, ia menyebut kemuliaan adab yang dicontohkan para pendiri bangsa melalui Boedie Oetomo adalah kunci dari kebangkitan bangsa.

“Untuk mengubah jalannya arus sejarah, dan menata kembali jalannya permainan sebagai game changer, para pendiri bangsa tidak hanya berbekal ketinggian pemikiran intelektual tapi kemuliaan adab,” sebutnya.

Mengutip perkataan pendiri organisasi Boedie Oetomo yaitu ‘Generasi yang mau berjuang untuk kemandirian bangsanya adalah generasi yang mencintai generasi penerusnya dan mencintai tanah airnya’, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mewujudkan hal tersebut salah satunya dengan memberikan penghargaan kepada seluruh atlet dan pelatih tim nasional Indonesia asal Jawa Timur yang telah berprestasi pada sea games 2023 di Kamboja baru-baru ini.

“Selamat memaknai dan memperingati hari kebangkitan nasional ke-115 bagi kita semua. Berjuang, belajar, bertumbuh, dan terus melangkah maju dengan semangat untuk bangkit!,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu atlet cabor selam penerima Jer Besuki Mawa Beya Emas, Janis Rosalita Suprianto mengaku bahagia atas penghargaan yang diterima. Selain itu, pertemuannya dengan Gubernur Khofifah juga berkesan.

“Pendapat untuk Bu Khofifah selama tadi bertemu, beliau orangnya baik, welcome juga. Pertama saya tidak tahu tentang penghargaan ini, tapi setelah paham, saya senang bisa dapat Jer Besuki Mawa Beya,” pungkasnya.

Selain itu, Janis juga mengucapkan terima kasih atas dukungan orang tua, suami, dan pelatih. Ke depannya, ia berharap cabor selam Indonesia akan lebih mendunia.

“Harapannya untuk cabor selam kedepannya supaya banyak atlet-atlet junior yang juga berkembang. Jadi kita juga bisa bersaing ke negara-negara lain di kancah internasional,” tutur Janis. (poedji)

Jelang FIFA Matchday: Palestina bukan Lawan Mudah bagi Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Timnas Indonesia akan menghadapi Palestina pada laga FIFA Matchday. Sejarah mencatat, di level senior kedua tim baru bertemu satu kali. Itupun melalui laga persahabatan internasional yang digelar 12 tahun silam dimana Indonesia kala itu masih diperkuat Bambang Pamungkas.

Palestina memang bukan tim yang pernah mencicipi atmosfer di Piala Dunia. Namun, prestasi konsistennya selama 3 tahun terakhir yang selalu lolos ke putaran final Piala Asia membuktikan tim berjuluk Lions of Canaan ini menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan.

Sejak pertama kali berpartisipasi di Piala Asia pada tahun 2015, tim yang menempati peringkat 93 dunia ini tak pernah absen tampil di ajang bergengsi se-Asia. Satu slot untuk Piala Asia 2019 pun pernah mereka amankan, meski perjuangan mereka di putaran final tak mulus hingga tak pernah lolos fase grup.

Namun mereka mencoba kembali untuk lolos Piala Asia tahun ini, dan itu terbukti kala Palestina sukses mengamankan satu tiket menuju Piala Asia 2023 yang rencananya akan digelar di Qatar pada Januari tahun depan.

Palestina kini dilatih Makram Daboub, pelatih asal Tunisia yang sudah melatih tim sejak tahun 2021. Sejak penunjukkannya sebagai pelatih kepala, kehadiran Makram Daboub menuai pro dan kontra. Latar belakangnya yang dinilai “hanya” sebagai mantan kiper membuat publik meragukan kemampuannya bersama timnas Palestina.

Namun, sejak ditunjuk, ia membuktikan bahwa dirinya patut diperhitungkan usai sukses menghadapi Uzbekistan, Singapura dan Yaman di babak kualifikasi Piala Dunia, meski harus puas berada di peringkat 3 babak kualifikasi grup D. Hasil ini sudah cukup membawa Palestina lolos ke Piala Asia 2023 dan menjadi bukti konkrit bagi penampilan Palestina. Terbaru, mereka mengalahkan timnas Bahrain 2-1 dalam laga FIFA Match Day yang digelar pada bulan Maret lalu.

Secara prestasi memang Palestina tak punya catatan mentereng selain pernah menjadi juara turnamen AFC Challenge Cup 2014 usai mengalahkan Filipina dengan skor 1-0 di partai final. Timnas Palestina juga tidak pernah mencatat hasil manis di pentas turnamen sub-konfederasi kawasan Asia Barat (WAFF) ataupun FIFA Arab Cup.

Timnas Palestina/sumber foto: pssi.org

Namun konsistensi partisipasi mereka di level Asia dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, membuat para pemain yang memperkuat timnas mulai dilirik pasar internasional.

Beberapa pemain timnas Palestina sudah dikontrak secara profesional di berbagai liga di negara tetangga hingga ke pasar Eropa. Para pemain Palestina pun masuk radar klub di liga Thailand, Irak, Mesir hingga Indonesia. Tak hanya itu, ada pula sejumlah pemain yang memperkuat klub Eropa untuk kemudian bermain bersama klub di Swedia dan Swiss.

Dibawah mistar gawang, Palestina mengandalkan dua punggawa kiper yakni Rami Hamadeh dan Amr Kaddoura. Kedua pemain yang langganan dipanggil memperkuat timnas ini pun sudah merumput di liga profesional.

Rami memperkuat tim Jabal Al Mukaber di Palestina, sementara Amr Kaddoura menjadi penjaga gawang klub Landskrona BoIS, tim yang tahun 2022 lalu bertengger di posisi keenam divisi kedua liga Superettan, Swedia.

Sementara di barisan belakang, Palestina juga memiliki daftar pemain yang cukup memiliki pengalaman bermain di liga profesional luar negeri seperti di Israel, Kuwait dan Mesir.

Yaser Mohammed Abdulrahman yang memperkuat klub Al Qadsia, Kuwait, Abdallah Jaber yang berasa dari klub Maccabi Bnei Reineh, Israel serta Mohammed Nuaman yang dikontrak oleh Eastern Company SC Mesir diproyeksikan akan turun. Termasuk Abdelatif Bahdari yang bermain di klub Markaz Balata, Palestina.

Di markas gelandang, nama-nama pemain Palestina juga harum di kancah liga Asia, Chile hingga Swedia. Dua punggawa asal Palestina, Mahmoud Eif Al Aldha dan Islam Mohammad Moussa diketahui memperkuat klub asal Thailand, masing-masing Bangkok United dan Nongbua Pitchaya.

Tak kalah apik, terdapat pula Pablo Andres Tamburrini dan Yashir Islame yang tengah bergabung bersama klub di liga yang bergulir di Chile. Satu nama terakhir yang juga berada di lini gelandang adalah Ahmed Awad Mohammad yang secara profesional juga merumput di Eropa yakni di klub Dalkurd, Swedia.

Sementara di lini penyerang, Palestina mengandalkan nama-nama seperti Tamer Mohammed, Sameh Maraaba dan Nicolás Alberto Zedán Abu-Ghosh yang semuanya aktif bermain di liga Palestina. Serta Saleh Chihaded yang sudah merumput di liga Swiss bersama klub Naters. ***(pssi.org)

Indra Sjafri Memulai FIFA Technical Leadership Diploma yang Prestisius di Brasil

JAYAKARTA NEWS— Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri terpilih sebagai salah satu dari 25 peserta FIFA Technical Leadership Diploma yang baru diluncurkan di Brasil minggu ini. Indra bergabung dengan direktur teknik terpilih lainnya dari asosiasi anggota dan konfederasi dari seluruh dunia di Kompleks Pelatihan Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro untuk kloter pertama dari kursus selama 18 bulan.

FIFA Technical Leadership Diploma ini bertujuan untuk menjadikan ‘kualifikasi yang diakui secara global’ untuk pemimpin teknik yang bekerja dalam permainan dan akan mempersiapkan peserta untuk tantangan dan peluang berbeda yang dihadapi oleh anggota federasi dalam asosiasi. Lima area domain inti akan mencakup:

– Technical Leadership 

– High Performance

– Coach Education  

– Amateur Football

– Management

“Saya merasa terhormat dan beruntung bisa mengikuti kursus yang luar biasa ini, melalui perwakilan saya disana, kami belajar tentang kepemimpinan, bagaimana membuat rencana strategis berdasarkan budaya kita dan menciptakan identitas sepak bola nasional. Brasil adalah contoh luar biasa dari hal ini. Dalam 18 bulan ke depan saya berharap dapat meningkatkan kapasitas saya sebagai direktur teknik sekaligus mengembangkan jaringan, serta menghadirkan Indonesia di dunia internasional,” ujar Indra Sjafri sebagaimana dikutip dari laman pssi.org

“Direktur Teknik dalam sebuah federasi memegang peranan yang sangat penting untuk terus meningkatkan kualitas permainan dan pengembangan sepakbola itu sendiri, untuk itu kursus ini sangat diperlukan oleh Direktur Teknik PSSI. Saya dan coach Indra Sjafri bekerja sangat dekat setiap hari untuk dapat mencapai visi misi PSSI,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi.

“Kami dengan senang hati menyambut Indra ke Technical Leadership Diploma kami yang baru,” kata Steven Martens, Direktur Pengembangan Sepak Bola Global FIFA.

“Peran technical leader sangat penting untuk masa depan sepakbola dan kami percaya harus mendapatkan pengakuan yang lebih besar,” tambah Martens.

“Selama beberapa tahun terakhir, FIFA telah bekerja sama dengan asosiasi anggota untuk mengembangkan sejumlah program, seperti Talent Development Scheme (TDS).”

“Keberhasilan implementasi program-program ini bergantung pada kepemimpinan Direktur Teknik. Jadi, tentu saja, kami ingin mendukung, mengembangkan, dan bekerja sama dengan Direktur Teknik untuk membantu mereka menjadi yang terbaik dan, sebagai hasilnya, membantu mengembangkan game ini,” tambah Martens.

‘Kualifikasi yang diakui secara global’ untuk Direktur Teknik FIFA Technical Leadership Diploma adalah kualifikasi pertama dari jenisnya dan bertujuan untuk menjadi ‘kualifikasi yang diakui secara global’ untuk Pemimpin Teknis yang bekerja dalam permainan.

“Saat ini, tidak ada satupun penghargaan atau akreditasi yang memungkinkan seseorang menjadi direktur teknik dalam asosiasi anggota,” jelas Jamie Houchen, Kepala Kepemimpinan Teknis FIFA.

“Jika Asosiasi Anggota ingin merekrut Direktur Teknik, tidak ada tolok ukur kualitas. Kami percaya FIFA Technical Leadership Diploma akan menjadi kualifikasi yang diakui secara global untuk Direktur Teknik dan menghasilkan lulusan dengan kualitas terbaik untuk memimpin sepak bola di seluruh dunia.”

Setelah lokakarya enam hari di Brasil, 25 peserta akan memulai proyek pribadi mereka sendiri yang berfokus pada konteks unik mereka sendiri serta mengikuti program pembelajaran online. Kelompok ini akan bertemu lagi selama enam hari di Jepang pada bulan Desember dengan dua acara tatap muka berikutnya pada tahun 2024.

Semua 25 peserta yang tercantum di bawah menerima undangan pribadi untuk bergabung dengan program ini:

  1. Ricardo Leao – Brazil FA
  2. Aabed Alansari – Bahrain FA
  3. Ross Awa – Guam FA
  4. Indra Sjafri – Indonesia FA
  5. Bassem Mohamad – Lebanese FA
  6. Carles Romagosa – Thailand FA
  7. Bhekisisa Boy Mkhonta – Estawini FA
  8. Benjamin Kumwenda – Malawi FA
  9. Jaqueline Shipanga – Namibia FA
  10. Walter Steenbok – South African FA
  11. Ali Mwebe – Uganda FA
  12. Lyson Zulu – Zambia FF
  13. Ivan Novella – Colombian FF
  14. Anton Corneal – Trinidad and Tobago FA
  15. Luis Castro – Argentina FA
  16. Stipe Pletikosa – Croatia FF
  17. Kay Cossington – English FA
  18. Janno Kivisild – Estonian FA
  19. Marians Pahars – Latvian FF
  20. Diana Bulgaru – Moldova FA
  21. Andrew Gould – Scottish FA
  22. Lili Bai – Asian Football Confederation
  23. Jayne Ludlow – Manchester City (Women)
  24. Patricia Gonzalez – FIFA
  25. Buman-Uchral Bold – Mongolian FF.***

Euforia Sudah Selesai, Timnas SEA Games Bersiap Tampil di AFC

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI Erick Thohir terharu dengan sambutan suporter dan masyarakat Indonesia terhadap tim U-22. Erick mengatakan masyarakat memiliki perasaan yang sama dengan para pemain yang berhasil menyudahi puasa gelar emas pada ajang sepakbola SEA Games yang terakhir disebut pada 32 tahun lalu.

Erick mengatakan arak-arakan yang digelar sejak pagi hari merupakan bentuk apresiasi PSSI dan Kemenpora terhadap perjuangan Marselino dan kawan-kawan. Namun begitu, Erick berpesan agar para pemain tidak terus larut dalam kebahagiaan.

“Saya rasa euforia sudah selesai. Sekarang kita persiapkan kembali untuk event-event selanjutnya,” ujar Erick kepada media di perayaan kemenangan Timnas U-22 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (19/5/2023). Demikian dikutip dari pssi.org

Erick mengatakan apresiasi merupakan hal yang lumrah didapat para Garuda Muda yang berhasil membawa pulang medali emas. Namun, Erick tak ingin euforia yang terjadi disikapi berlebihan hingga membuat para pemain merasa sudah puas. 

Arak-arakan Timnas SEA Games Kamboja, Jumat (19/5/2023)/foto: pssi.org

“Ini jangan sampai timnas kita dipuji terbang, nanti dikritik jatuh. Ini yang harus kita jaga itu. Kita benar-benar harus persiapkan. Mereka yang muda-muda ini akan menjadi core pembangunan timnas masa depan,” ucap Erick.

Erick mengatakan PSSI telah menyusun rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk para pemain timnas. Erick mengatakan timnas mulai harus bersiap diri menghadapi sejumlah turnamen besar seperti kualifikasi Piala Dunia 2026, Asian Games, hingga Piala Asia.

Erick berharap Asian Games dapat menjadi sarana bagi para pemain timnas untuk meningkatkan pengalaman bertanding. Karena itu Erick akan kirim timnas SEA Games asuhan Coach Indra Sjafri ke Piala AFC.

Saat ini, Indonesia juga sedang mempersiapkan tim senior asuhan Coach Shin Tae-yong untuk kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Pertandingan AFC 2024 di Qatar, diharapkan dapat memberikan penampilan terbaik guna meningkatkan peringkat Indonesia di FIFA.***/din

Puan Bangga Pencapaian Kontingen RI di SEA Games 2023

JAYAKARTA NEWS— Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat atas keberhasilan kontingen Indonesia yang meraih juara ke-3 dalam perhelatan SEA Games 2023 di Kamboja. Puan mengaku bangga atas pencapaian putra-putri terbaik bangsa di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Saya mengucapkan selamat sekaligus berterima kasih kepada kontingen Indonesia yang berhasil meraih banyak medali dalam SEA Games 2023 di Kamboja. Sejak awal saya yakin, putra-putri terbaik Indonesia akan mengharumkan nama bangsa dan bisa mengibarkan Bendera Merah Putih di podium,” kata Puan, Rabu (17/5/2023).

Seperti diketahui, Indonesia keluar di posisi ketiga klasemen perolehan medali SEA Games 2023 dengan torehan 86 emas, 81 perak dan 109 perunggu dengan total keseluruhan 276 medali. Kontingen merah putih berada di bawah Vietnam dengan 355 medali dan Thailand yang mendapatkan 312 medali.

Capaian ini merupakan yang terbaik sejak SEA Games 2011. Kala itu, Indonesia mendapatkan total 277 medali. Sementara di perhelatan SEA Games terakhir tahun 2021 yang digelar di Hanoi, Vietnam, Indonesia berhasil membawa pulang 241 medali dan menjadi juara ketiga.

Meski Indonesia tetap bertahan di posisi ketiga untuk SEA Games kali ini, Puan menilai seluruh anggota kontingen Garuda telah berhasil memperoleh kemajuan. Kontingen Indonesia juga telah memenuhi target berada dalam 3 besar juara SEA Games.

“Apresiasi tinggi atas perjuangan seluruh kontingen tim Indonesia pada SEA Games ke-32 di Kamboja, dengan raihan total medali yang lebih banyak dari SEA Games
sebelumnya. Ini adalah peningkatan prestasi yang sangat membanggakan,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Dalam SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia mencatatkan delapan Cabor yang menjadi juara umum. Kedelapan Cabor itu adalah Esports, Balap Sepeda, Tenis, Badminton, Pencak Silat, Wushu, Angkat Besi dan Sepak Bola.

“Saya yakin, apabila seluruh anak bangsa dan komponen bangsa bersatu, maka Indonesia akan semakin kuat dan tangguh dalam mewujudkan tujuan bernegara maupun dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa,” jelas Puan.

Ketua Dewan Pengarah Asian Para Games 2018 itu pun mengapresiasi keberhasilan tim nasional (Timnas) U-22 Indonesia yang berhasil mendulang emas dalam cabang olahraga (Cabor) sepak bola. Menurut Puan, penantian panjang selama 32 tahun telah terobati berkat kerja keras skuad Garuda dalam laga final melawan Thailand, Selasa (16/5) malam.

“Perolehan juara ketiga di SEA Games terasa semakin manis dengan pertandingan
dramatis Timnas sepakbola tadi malam yang mempersembahkan medali emas setelah penantian 32 tahun lamanya. Pertandingan semalam adalah bukti olahraga bisa mempersatukan bangsa Indonesia. Selamat, Garuda Muda,” ungkapnya.

Puan juga memberi apresiasi untuk semua atlet cabang olahraga lainnya, termasuk cabor Esport. Sebagai cabang olahraga baru, tim Esports Indonesia diyakini akan semakin berkembang karena diisi oleh putra-putri yang memiliki dedikasi, perjuangan dan ketekunan demi bangsa dan tanah air.

“Olahraga Esports yang diisi muda-mudi terbaik bangsa juga harus mendapat perhatian karena Cabor tersebut terus mendapatkan medali. Semangat perjuangan melalui olahraga harus didukung oleh semua pihak, karena mereka yang nanti akan mengharumkan nama bangsa,” sebut Puan.

Sejak diperkenalkan pertama kali sebagai olahraga eksebisi pada SEA Games 2019, Esports menjadi salah satu pendulang medali untuk kontingen Indonesia. Pada SEA Games 2019, Cabor Esports menyumbang dua medali. Lalu pada SEA Games tim Indonesia mendulang 6 medali. Kemudian di SEA Games kali ini, Indonesia menjadi juara umum dalam Cabor Esports dengan 5 medali.

Prestasi membanggakan yang diberikan kontingen SEA Games Indonesia menjadi bukti pentingnya pembinaan atlet. Puan meminta, Pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada para pahlawan di bidang olahraga itu.

“Pastikan perjuangan mereka dihargai dengan semestinya. Karena perjuangan mereka telah membawa kebanggaan untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegas cucu Proklamator Bung Karno tersebut.

Di sisi lain, Puan juga menyoroti pentingnya Negara untuk menjamin kesejahteraan atlet atau mantan atlet. Apalagi masalah kesejahteraan atlet merupakan amanat Undang-undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

“Masalah kesejahteraan atlet harus mencakup hingga mereka purna tugas. Dengan begitu, tidak ada lagi kasus mantan atlet berprestasi yang kesusahan di masa pensiunnya,” ucap Puan.

Tidak sedikit kehidupan para atlet yang mengharumkan nama bangsa berakhir miris saat mereka tidak lagi aktif bertanding. Sebut saja Ellyas Pical, mantan petinju kelas bantam junior yang meraih gelar juara dunia pada 3 Mei 1983. Di masa tuanya ia menjadi office boy.

Selain itu, ada mantan atlet sepeda peraih medali emas SEA Games 1979 Suharto yang sempat menjadi tukang becak dan pemulung usai pensiun dari dunia olahraga. Terbaru adalah kisah mantan penjaga gawang Timnas Indonesia, Kurnia Meiga yang terpaksa menjual medalinya untuk keperluan berobat.

Puan mengatakan, Pemerintah harus memiliki strategi jangka panjang demi kesejanteraan para atlet.

“Negara harus bisa memastikan para atlet berprestasi tidak hidup kesulitan sesudah pensiun. Mereka telah mengharumkan nama bangsa, tugas Negara membantu kehidupan mereka sampai tua. Harus diciptakan suatu sistem bagi mantan-mantan atlet berprestasi sebagai jaminan sosial hidup mereka,” urainya.

“Kesejahteraan atlet dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik dalam bentuk uang tunai ataupun dalam bentuk non-tunai, misalnya penghargaan, beasiswa pendidikan, tabungan pensiun dan jaminan kesehatan,” lanjut Puan.

Sejauh ini, upaya penghargaan yang dilakukan pemerintah untuk menjamin masa depan atlet berprestasi adalah dengan pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), meski ada juga yang menolak dengan berbagai alasan. Puan menilai, harus ada upaya lain yang dilakukan agar para atlet berprestasi yang tidak ingin menjadi ASN tetap terjamin masa depannya.

“Pelatihan untuk jangka panjang juga diperlukan bagi para atlet. Pemerintah harus memfasilitasi pelatihan tersebut dengan tujuan nantinya para atlet memiliki keterampilan di bidang lain demi menunjang kelangsungan hidup di masa tua mereka,” imbau mantan Menko PMK itu.

Sementara untuk para atlet, Puan berharap agar terus meningkatkan prestasi di ajang-ajang turnamen olahraga. Baik regional, nasional bahkan di level internasional. Dengan konsisten berlatih, DPR yakin olahraga Indonesia akan semakin mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

“Konsisten dan kerja keras. Ini adalah kunci mencapai sebuah kesuksesan. Konsisten dan kerja keras layaknya para pejuang karena hasil tidak akan mengkhianati usaha dan usaha tidak akan mengkhianati hasil. Jadikan itu motivasi, agar olahraga kita semakin berprestasi,” tutup Puan.***/ebn

Indonesia Peringkat Tiga SEA Games 2023 Kamboja

JAYAKARTA NEWS— Indonesia berhasil menduduki peringkat tiga klasemen akhir SEA Games 2023 Kamboja. Indonesia mengumpulkan 87 medali emas, 80 perak, dan 109 perunggu. Hasil SEA Games Kamboja ini lebih baik dibanding pesta olahraga Asia Tenggara yang digelar di Vietnam tahun lalu. Kala itu, Indonesia juga mengakhiri kompetisi di peringkat tiga setelah Vietnam dan Thailand dengan 69 emas 91 perak dan 81 perunggu.

“Alhamdulillah perolehan SEA Games di Kamboja ini sangat membanggakan dengan berbagai tantangan dan kita bisa lihat banyak ketidak-adilan, tetapi kontingen Indonesia mampu berjuang dan kita mendapatkan berkah,” kata Menpora Dito di Phnom Penh. 

Menpora Dito juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan juga orang tua dari para atlet yang telah mendukung dan mendoakan perjuangan kontingen Indonesia. 

“Saya ingin ucapkan kepada seluruh kontingen Indonesia banyak terima kasih. Kalian (atlet) adalah pahlawan Merah Putih. Kita lihat bagaimana seluruh masyarakat melihat perjuangan para atlet. Mereka menginspirasi dan berjuang dengan baik,” jelas Menpora Dito.

Pada SEA Games tahun ini, sebanyak delapan cabang olahraga mencatatkan diri sebagai juara umum. Kedelapannya adalah wushu, pencak silat, balap sepeda, tenis, esports, bulutangkis, voli, dan angkat besi. 

Tak hanya itu, cabang olahraga lainnya juga mencetak sejarah, di antaranya hoki dan kriket. Hoki indoor putra dan kriket putri kategori 6s untuk kali pertama meraih emas di ajang pesta olahraga antar bangsa-bangsa Asia Tenggara ini.

Angkat besi juga tak mau tertinggal. Lifter Eko Yuli Wirawan (kelas 61kg), Rizki Juniansyah (73kg), Rahmat Erwin Abdullah (kelas 81kg) mampu memecahkan rekor SEA Games. Timnas basket putri 5×5 mendapatkan emas untuk pertama kalinya. 

Sepak bola akhirnya menutup perjuangan manis kontingen Indonesia. Timnas Indonesia mampu mendapatkan emas usai membungkan Thailand 5-2. Emas ini terasa spesial karena sebelumnya Indonesia harus menunggu 32 tahun lamanya.***/din