Banjir Laporan Banjir

HUJAN deras yang menerjang Jakarta pada hari Senin (20/2) dan Selasa (21/2) kemarin, berdampak luar biasa. Lamanya hujan pun berakibat meningkatkatnya debit air di sejumlah titik di Jakarta, yang berujung banjir.

Sepanjang dua hari tersebut, aplikasi Qlue mencatatkan peningkatan laporan banjir yang signifikan. Total jenderal, ada 1.500 laporan banjir yang masuk sejak 1 Desember 2016 sampai 21 Februari 2017, namun lonjakan terbesar terjadi pada dua hari kemarin.

Lalu, apa itu aplikasi Qlue? Aplikasi Android Ini Bisa Merubah Jakarta Menjadi Lebih Baik. Qlue adalah aplikasi yang dibuat untuk menjadi jembatan antara warga dan pemerintah yang bertujuan untuk membangun Jakarta agar lebih baik lagi. Dengan aplikasi ini kita bisa bebas untuk menyampaikan keluhan tentang apa yang tidak wajar pada kota Jakarta.

Memang, jika biasanya Anda bingung mau mengadu ke siapa soal jalanan rusak, lampu penerangan jalan kurang, atau jalanan macet, dan berbagai permasalahan lainnya, maka aplikasi Qlue jawabannya. Qlue adalah aplikasi yang sengaja dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk dijadikan sebagai sarana pengaduan masyarakat. Melalui aplikasi media sosial Qlue Anda bisa berkomunikasi langsung dengan pemerintah atau swasta yang memiliki kepentingan publik.

Sebesar 43% dari total laporan banjir yang masuk didominasi pada 21-22 Februari kemarin. Besaran tersebut meningkat hingga tiga kali lipat dibanding hari-hari sebelumnya. Qlue memaparkan kalau laporan yang masuk sudah terselesaikan sebanyak 2,7% sementara itu 27,9% lainnya masih dalam status proses, dan 69,4% sisanya menunggu untuk direspon.

Selain data mengenai banjir, Qlue juga menginformasikan data laporan lain yang terkait dengan hujan panjang di Jakarta. Salah satunya adalah pohon tumbang, di periode yang sama (20-21 Februari 2017). Laporan pohon tumbang mencatatkan 31 laporan, 6,4% telah berstatus diselesaikan, 74,2% sedang dalam proses dan 19,4% nya masih menunggu direspon.

“Laporan banjir hari ini cukup menarik perhatian kami, jumlahnya memang lumayan melonjak dibandingkan jumlah laporan harian biasanya. Dengan adanya data ini kami harap semua pihak semakin waspada dengan cuaca dan keadaan lingkungannya,” ujar Elita Yunanda selaku Marketing Manager Qlue Indonesia, Rabu (22/2). ***

Menyoal Anggaran Makan

PEMERINTAH Kabupaten Pandeglang menganggarkan biaya makan minum (mamin) Rp 26,8 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp 3 miliar dari tahun sebelumnya Rp 23,6 miliar. Dana mamin akan digunakan untuk rapat kegiatan dan menjamu tamu undangan seperti di pendopo dan sekretariat daerah (Setda) dan kegiatan di luar gedung pemerintahan.

Besaran pengeluaran mamin itu, kini disoal LAKiP Pandeglang. Koordinator LAKiP Pandeglang Zaenal menilai, dengan besaran nilai mamin itu,  jelas Pemkab Pandegalang telah mengabaikan rasa keadilan dan etika publik.

Menanggapi persoalan itu, Pelaksana Jabatan Sekeretaris Daerah (Pj Sekda) Pandeglang, Ferry Hasanudin, menilai wajar kenaikan anggaran mamin untuk rapat dan kegiatan serta menjamu tamu undangan di Pendopo Pandeglang. Penggugunaan anggaran mamin tidak sembarangan, karena anggaran tersebut bisa diserap jika ada kegiatan. “Ya kalau tidak ada, maka anggarannya utuh,” tandasnya. ***

Kelontong Merana di Tangerang

TIDAK banyak pemerintahan daerah yang berani mengeluarkan peraturan daerah larangan pendirian minimarket. Tidak banyak juga kepala daerah yang juga berani menghentikan perizinan baru bagi usaha minimarket ketika menjabat. Kabarnya, perizinan minimarket adalah “lahan basah” aparat pemerintah daerah.

Tak terkecuali di Kota Tangerang. Hingga kini, pemerintah kota masih terus mengeluarkan izin operasi baru minimarket di wilayahnya. Tak heran jika banyak toko kelontong dan kios-kios kecil turun omzet, bahkan tidak sedikit yang bangkrut.

Kabar baik bagi para pedagang kelontong. DPRD Kota Tangerang sedang berencana mengambil inisiatif pembuatan Perda untuk membatasi kehadiran toko modern tersebut. “Benar kami akan menggarap perda pembatasan toko modern. Mungkin beres tahun ini,” kata Suparmi, Ketua DPRD Kota Tangerang pada media belum lama ini.

Hamdan (30) pedagang kecil di Cimone, menyambut baik inisiatif wakil rakyat Kota Tangerang itu. Ia sendiri bingung dengan perilaku konsumen. Sebab, dalam soal harga, dagangan mereka lebih murah dibanding barang sama di minimarket. Harga sembako juga begitu, lebih murah di toko kelontong daripada di minimarket.

Entah karena alasan prestis atau alasan lain, yang jelas, kebanyakan toko kelontong mati suri begitu ada minimarket buka di sekitar mereka. “Sampai kapan kami ini harus menderita oleh kesepian konsumen. Sampai kapan juga Pemerintah Kota Tangerang mau membatasi perizinan toko modern?” keluh para pedagang kecil di sudut gang perumahan Total Persada Tangerang. ***

Menanti “Sang Pemenang”

PILGUB Banten sudah berlangsung. Pasangan Wahidin Halim – Andika, unggul tipis atas Rano Karno – Embay. Pelaksanaan pencoblosan pun berlangsung kondusif. Hingga hari ini, situasi Banten kondusif. Hanya ada riak kecil, berupa embusan isu kecurangan yang dilemparkan timses Rano – Embay. Mereka menuding ada kecurangan sistemtis, terstruktur dan masif di wilayah Tangerang.

“Sejatinya, Banten sekarang sedang menunggu ‘sang pemenang’, Wahidin – Andika. Kemenangan Wahidin – Andika adalah yang terbaik bagi Banten. Ini tidak lepas dari kehendak Tuhan,” ujar anggota Presidium Forum Ulama Banten, KH Buchory Al-Aroby.

Sejak awal masyarakat Banten ingin perubahan dan dipimpin gubernur dekat dengan ulama. Dan kemenangan Wahidin – Embay adalah jawaban atas keinginan masyarakat Banten. Ulama itu mengimbau Rano Karno legowo menerima kekalahan, dan tidak perlu memanaskan suasana dengan melemparkan isu kecurangan dan niatan mengajukan gugatan ke MK.

“Sebleum kampanye, semua paslon siap memang dan siap kalah. Saya harap Rano Karno menerima dengan ksatria kekalahan itu. Ada contohnya, Aagus Harimurti Yudhoyono di Pilkada DKI Jakarta. Begitu kalah quick count langsung mengakui keunggulan lawan dan menelepon kandidat lain untuk mengucapkan selamat,” jelasnya lagi.

Sementara itu mantan anggota DPRD Provinsi Banten Saris Priada Rakhmat mengungkapkan hal yang sama. Wahidin dinilai punya pengalaman yang mumpuni dalam birokrasi. “Warga Banten bakal punya pemimpin yang berkualitas. Dan kemenanganWahidin-Andika adalah kemenangan masyarakat Banten,” tegasnya.

Menurut beberapa pengamat regional maupun nasional, hasil Pilkada Banten sulit digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini karena, berdasarkan hasil real count KPU, selisih suara dua pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur, lebih dari 1 persen dari suara sah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, poin C Ayat (1) Pasal 158 menyebutkan,  pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 1 persen dari total suara sah hasil perhitungan suara tahap akhir yang ditetapkan KPU Provinsi. Kemudian menurut ketentuan perhitungan selisih suara berdasarkan Peraturah Mahkamah Konstitusi Nomor 1 Tahun 2017, dengan jumlah penduduk Banten sekira 11.955.243 jiwa, maka masuk kategori selisih suara 1 persen.

Jika mengacu pada cara penghitungan berdasarkan PMK Nomor 1 Tahun 2017, selisih 1 persen dari suara sah 4.714.605 adalah 47.146 suara. Sementara selisih suara antara WH-Andika dan Rano Embay mencapai 87.798 suara.

Wahidin Halim

Oleh karena itu, Pilkada Banten 2017 yang dimenangkan pasangan WH-Andika dengan selisih lebih dari 1 persen sesuai undang-undang, tidak bisa digugat ke MK. “Jadi tak bisa dibawa ke MK. Dan faktanya, hasil Pilkada Banten ini selisihnya 80 ribuan. Jadi permohonan gugatan bisa ditolak,” kata Ismail Fahmi, pengamat hukum kepada wartawan.

Sementaraitu, tudingan dari tim pasangan Rano-Embay bahwa telah terjadi pelanggaran di Kota Tangerang pada Pilkada Banten 2017, lalu dinilai sebagai opini menyesatkan dan memancing suasana tidak kondusif. Tudingan itu dinilai sengaja dibuat dan diembuskan untuk memberi kesan seolah-olah pelaksanaan Pilgub Banten genting dan tidak demokratis serta tidak kondusif  agar dilakukan pemungutan suara ulang.

“Tudingan itu sangat tidak masuk akal dan menyesatkan.Tidak ada dasar dan bukti yang memadai yang memperkuat atau membenarkan tudingan itu. Silakan cross check data dan fakta, berapa persen tingkat partisipasi pemilih di Kota Tangerang,” ujar ketua tim advokasi pasangan WH-Andika, Ramdan Alamsyah. ***

Razia Penunggak Pajak

BAGI Anda penunggak pajak kendaraan bermotor, kini tak bisa berleha-leha seperti sebelumnya. Sebab, Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, akan merazia pemilik kendaraan yang menunggak pajak kendaraan bermotor (PKB).

Memang, membayar pajak kendaraan bermotor sudah menjadi kewajiban pemilik kendaraan bermotor . Sayangnya, kewajiban ini suka terlupakan. Bahkan, ada yang sengaja menunda-nunda hingga tiga tahun lebih dengan harapan adanya pemutuhan.

Loket pengurusan pajak kendaraan bermotor.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta Edi Sumantri mengatakan, razia ini digelar karena angka penunggak pajak kendaraan bermotor di DKI cukup tinggi. “Jumlah penunggak PKB, untuk motor ada 3,2 juta kendaraan, sedangkan mobil sekitar 600 ribu,” kata Edi di Balai Kota.

Dia menambahkan, pemilik kendaraan yang menunggak pajak lebih dari tiga tahun, maka kendaraannya akan langsung disita. “Kalau pajak lebih dari tiga tahun, yang disita motornya. Tapi kalau masih 1-2 tahun suratnya yang disita,” jelasnya. ***

Kreatiflah, Kita akan Baik-baik saja

HIDUP terasa sulit di zaman yang serba mahal? Kalau Anda menjawab “ya”, artinya Anda bukan orang yang kreatif dalam menyiasati hidup. Ada banyak tips hidup lancar meski ladang rezeki tak lancar.

Ahli perencanaan keuangan Mike Rini Sutikno memberi sejumlah tips. Tidak sulit. Sangat sederhana. Dan jika disimpulkan, muaranya pada ajakan untuk hidup hemat, dan belanja cerdas. “Mengurangi jadwal ke bioskop, juga termasuk yang sederhana tapi berarti bagi penyiasatan keadaan keuangan yang dirasa sulit,” ujar mantan pegawai bank yang kini bergerak di bidang jasa konsultasi perencanaan keuangan, MRE (Mitra Rencana Edukasi).

Bukan hanya itu. Ubah kebiasaan belanja kebutuhan sekunder dengan patokan merek tertentu. Sebab, ketika kita fanatik membeli baju merek A, sementara harganya makin mahal, bukankah dengan tanpa menambah budget masih bisa terbeli baju dengan merek yang berbeda? “Saya bicara penghematan, bukan bicara selera dan keinginan yang umumnya tidak penting,” katanya.

Contoh sederhana lain adalah kebiasaan ngemil dan belanja makanan. “Cobalah dikurangi. Tidak akan membuat Anda kurus. Sebaliknya, pengeluaran jadi terjaga,” ujar Mike.

Kiat lain, adalah mulai berpikir untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari sumber lain. Jika Anda karyawan, maka berusahalah mengejar target dan meningkatkan performa. Harapannya adalah ada peningkatan karier yang berdampak pada peningkatan salary.

Cara lain adalah berbisnis. Misal, suami kerja di kantor, istri usaha di rumah. Pertama yang harus diketahui jika ingin berbisnis adalah modal. Apakah untuk operasional, atau untuk membeli peralatan produksi, ataukah untuk menyewa tempat.

“Pelajari dulu hal ini. Di era seperti sekarang, ada banyak informasi yang tersedia dan bisa dipelajari. Kalau untuk sewa tempat misalnya, kan bisa disiasati dengan menggunakan rumah sendiri atau buka toko online. Kalau untuk beli peralatan, mungkin sebagian bisa menggunakan barang-barang yang ada di rumah sehingga tidak semua peralatan harus dibeli. Jadi harus kreatif.” ***

Lepaskan Jerat Utang

ANDA punya utang? Saya juga. Entah mengapa, mayoritas manusia di atas bumi ini punya utang. Tidak percaya? Silakan tanya komunitas di sekitar Anda.

Nah, yang menjadi problem kalau kemudian utangnya tidak terkontrol dan menjadi masalah akut.  “Tidak ada kata terlambat untuk membuat perencanaan keuangan di saat kondisi sulit. Saya pribadi berpendapat, setiap penyakit itu pasti ada obatnya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Termasuk soal jerat utang,” ungkap Mike Rini Sutikno, perencana keuangan dari MRE (Mitra Rencana Edukasi).

Mike Rini Sutikno

Menurut Mike, yang pertama harus dilakukan adalah membuat financial check up untuk mengetahui apakah keuangan kita sehat atau tidak. “Yang paling mudah adalah, total saja utang kita dan total harta atau penghasilan kita sebulan. Kita lihat setiap bulan cicilan utang, berapa yang harus dibayar, apa sanggup kita membayarnya, “ ujar wanita kelahiran Maret 1974 itu.

Masalah utang, harus menjadi prioritas untuk diselesaikan. “Ini (utang) memang menjadi kebiasaan sebagian orang. Padahal bisa membayar lunas, namun orang lebih senang menyicil,  akhirnya terjerat utang. Fokus selesaikan agar keuangan jadi sehat,” tegasnya.

Dengan menghitung pendapatan dan kebutuhan, lalu utamakan program mencicil utang. Selesaikan itu dulu. Keuangan akan menjadi sehat, ketika utang sudah diselesaikan.

Selesai masalah utang, baru boleh menetapkan prioritas atau fokus pada dana pendidikan dan dana pensiun. “Jika dalam perjalanannya, ternyata semua itu bisa terkendali bahkan ada dana sisa, barulah bisa menabung untuk modal usaha, misalnya,” kata Mike.

“Persoalannya adalah, sebagian orang punya kebiasaan melakukan semuanya sekaligus. Ingin punya rumah, ingin dana pendidikan, dana pensiun,  dll, semuanya dikerjakan sekaligus, padahal uangnya tidak ada. Hal ini yang di kemudian hari jadi masalah,” ujar mantan pegawai bank itu. ***

Ayam Kampung tanpa Vetsin

MEMASUKI Kampung Gudeg di Wijilan, Yogyakarta, matahari belum lagi terbit. Jejeran warung penjual gudeg di sepanjang jalan itu terlihat bebenah menampilkan “kawanan” masakan khas di etalase mereka. Tampak menggiurkan untuk dijadikan santapan pagi hari bagi turis “dadakan” seperti penulis saat itu.

Melancong ke Kota Gudeg, rasanya tidak sah jika belum berkunjung ke Kampung Gudeg ini. Memang gudeg ada hampir di tiap sudut Yogya, tetapi  Wijilan merupakan pusat gudeg yang paling populer. Tempatnya tidak jauh dari Keraton Yogyakarta Hadiningrat dan ada beberapa warung gudeg yang buka 24 jam.

Gudeg Bu Hj Rini, Wijilan, Yogya

Misalnya, warung gudeg Bu Rini, buka 24 jam dan menyajikan gudeg yang lezat. “Rahasianya, gudeg saya pakai ayam kampung, diolah dengan resep tradisional dan tanpa vetsin,” ujar pemilik warung ini, Hj. Rini kepada jayakartanews.

Pagi itu dia sudah terlihat sibuk dengan dua orang yang membantunya, menyiapkan pesanan cukup banyak. “Pagi ini ada pesanana lebih 100 boks untuk yang jalan-jalan ke Yogya. Biasanya kami antar ke parkiran tertentu dimana rombongan bus wisata itu menunggu,” ujar Rini sambil tangannya cekatan memasukan satu set gudeg komplet ke dalam dus-dus yang bejejer di depannya. Gudeg Bu Rini sudah ada selama 8 tahun di Jl  Wijilan No 7.

Menurutnya, Kampung Gudeg  sudah ada sejak tahun 1940 an. “Awalnya yang jualan di sini si mbah, mertua saya, Bu Slamet,” ujar wanita yang menjadi menantu bontot dari Bu Slamet. Gudeg Bu Slamet-lah yang dikenal pertama kali sebagai pencetus penjualan gudeg di Wijilan. Seiring berjalannya waktu, kini sudah ada belasan warung gudeg berjejer. Tidak semua buka 24 jam, seperti warung gudeg Bu Rini, yang lain rata-rata mereka buka pk 05.30 sampai pk 20.00.

Harga menu nasi gudeg di warug Bu Rini boleh dibilang tidak mahal. Misalnya nasi gudeg krecek telur Rp10.000 per porsi.  Jika tambah ayam, harganya sekitar Rp 24.000 sampai 36.000 per porsi.  Mau pesen paket pun ada. Seperti, paket kendil terdiri dari: Gudeg Krecek dengan satu ayam utuh dan 5 telur seharga Rp 205.000. Atau paket besek yang isinya: Gudeg krecek satu ayam utuh dan 5 telur harga Rp 195.000.

Selain gudeg siap saji, Bu Rini juga memproduksi Gudeg Kalengan bagi mereka yang mau membawa oleh-oleh gudeg Yogya. “Tahan satu tahun, mba, gudeg kaleng ini, kami jamin, jangan khawatir. Gudeg kalengan ini bisa untuk oleh-oleh dari Yogya, silakan ini untuk mba…” ujarnya ramah sambil memberikan oleh-oleh Gudeg Kalengannya. ***

Nasi Bungkus plus Popok

BANJIR meninggalkan banyak duka. Ya, duka karena harus rela rumah berantakan dan tergenang. Duka karena harta benda luluh lantah rusak tak karuan, dan harus rela antri demi mendapatkan bantuan atau makanan.

Ini pula yang dirasakan ribuan warga korban banjir di RW 03 dan 04, Kelurahan Cipinang Melayu, dan RW 13 Cipinang Muara, Jakarta Timur, mereka harus rela bersabar dan antri untuk mendapatkan bantuan nasi bungkus yang disiapkan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur.

Memamg, dalam musibah banjir ini, Suku Dinas Sosial Jakarta Timur sudah menyiapkan 1.300 bungkus makanan untuk korban banjir di RW 03 dan 04, Kelurahan Cipinang Melayu dan RW 13 Cipinang Muara, disamping bantuan lainnya.

Banjir di Cipinang Muara.

Menurut Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Beny Martha mengatakan mayoritas bantuan makanan diberikan untuk pengungsi di kawasan Masjid Raya Universitas Borobudur. “Selain itu kita juga sudah distribusikan 150 matras dan natura. Kebutuhan popok juga sudah kita penuhi,” katanya, Rabu (21/2).

Sedangkan Wakil Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar menambahkan, sesuai standar operasi, penanganan bencanan digelar hingga H+3. Setiap harinya juga akan dilakukan evaluasi penanganan. “Nanti kita akan evaluasi. Kalau memang sore ini sudah tidak ada lagi genangan bisa saja pengungsian kita akhiri,” tandasnya. ***

Butuh Bantuan Tepat Waktu

SEBAGIAN wilayah Jakarta masih tergenang, warga pun masih sebagian pula yang bertahan di lokasi pengungsian. Untungnya, penguasa tanggap, bantuan segera disalurkan dan tak tertahan.

Ya, Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta telah mendistribusikan bantuan makanan siap saji dan lainnya kepada pengungsi korban banjir di lima wilayah kota. Bantuan tersebut, disalurkan melalui dapur umum yang didirikan suku dinas sosial di wilayahnya masing-masing.

Kepala Perlindungan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Tarmijo Damanik menuturkan, untuk wilayah Jakarta Selatan makanan siap saji sudah didistribusikan ke Kelurahan Kuningan Timur sebanyak 200 bungkus, Kelurahan Kalibata 50 bungkus, dan Rawajati 250 bungkus.

Untuk wilayah Jakarta Barat telah didistribusikan makanan siap saji di Kelurahan Kembangan Utara 1.350 bungkus, Rawabuaya 600 bungkus, dan Kedaung Kali Angke 500 bungkus. Sedangkan Suku Dinas Sosial Jakarta Utara telah mendistribusikan makanan siap saji di Kelurahan Kampung Capata 500 bungkus, Sunter Barat 200 bungkus, dan Kelurahan Sukapura 100 bungkus.

Sementara di Jakarta Timur, makanan siap saji didistribusikan ke Kelurahan Cipinang Melayu sebanyak 800 bungkus dan Kelurahan Cipinang Muara 350 bungkus. “Selain bantuan makanan siap saji, di wilayah kota juga kami distribusikan bantuan natura seperti beras, mie instan, kecap, sarden, minyak goreng. Kami juga berikan matras dan terpal,” ujar Tarmijo.

Saat ini, katanya, Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) yang terdiri dari pegawai dan Taruna Siaga Bencana juga sedang melakukan pendampingan terhadap pengungsi. “Bantuan itu sifatnya masih sementara, kami akan berkoordinasi dengat aparat setempat di  samping juga melihat kondisi banjir apabila mulai surut,” tandasnya. ***