BINGUNG mau membatalkan puasa sementara Anda masih berada di atas bus Transjakarta? Anda tak perlu bingung, sebab PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan memberikan takjil secara gratis kepada penumpang armada tersebut selama Ramadan.
Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, pemberian takjil kepada penumpang bus Transjakarta ini sudah dilakukan sejak tahun lalu. “Mengulangi sukses tahun lalu, kami akan memberikan takjil kepada penumpang selama Ramadan ini,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta.
Dia menyebutkan, takjil yang disiapkan bagi penumpang berupa 400 ribu cup teh kemasan. Rencananya takjil dibagikan selama 30 menit, tepatnya sejak pukul 17.30-18.00 di seluruh halte Transjakarta.
“Pemberian takjil hanya dilakukan saat hari kerja dengan syarat persediaan masih ada. Penumpang bisa mendapatkan minuman secara gratis,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pelayanan dan Pengembangan Bisnis PT Transjakarta, Welfizon Zulfa Budi menambahkan, selama Ramadan, penumpang juga dibolehkan makan dan minum di dalam bus hingga 30 menit ketika memasuki waktu berbuka puasa.
“Ini pengecualian selama Ramadan. Khusus di bulan puasa kami berikan kelonggaran minum dan makanan kecil untuk berbuka,” tandasnya.***
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1438H, di Kantor Kementerian Agama Jalan M.H. Thamrin Nomor 6 Jakarta, pada Jumat (26/5/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Sidang isbat ini akan dihadiri pimpinan ormas Islam, Ketua MUI, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan dari 22 negara-negara sahabat, dan sejumlah tokoh Islam.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais) Kementerian Agama, M. Thambrin menjelaskan, untuk menentukan awal Ramadhan tersebut, Kementerian Agama akan melakukan pemantauan hilal di 77 titik di seluruh Nusantara.
“Hasil pemantauan hilang di 77 titik itu akan dilaporkan pada sesi pra sidang isbat oleh anggota tim hisab rukyat Kementerian Agama,” jelas Thambrin.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, M. Thambrin.
Menurut Thambrin, sidang isbat akan diawali dengan sesi pra sidang berupa pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1438H oleh anggota tim hisab rukyat Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya pada pukul 17.00 WIB.
Setelah shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan sidang isbat dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dilanjutkan dengan laporan data hisab dan pelaksanaan rukyatul hilal oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais).
“Selanjutnya, hasil sidang isbat akan disampaikan kepada masyarakat melalui konferensi pers,” pungkas Thambrin. ***
WARGA DKI Jakarta tidak boleh gentar terhadap aksi terorisme, seperti yang terjadi pada kasus teror bom panci di Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang menewaskan lima orang dan melukai 11 korban lainnya.
“Kita mengutuk keras tindakan terorisme ini. Kita tidak boleh gentar, tidak boleh takut,” ujar Gubernur terpilih Anies Baswedan, usai menjenguk empat orang korban yang dirawat di RS Premiere, di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017).
Untuk itu, warga Jakarta hendaknya meningkatkan kewaspadaan, dan jangan sedikit pun mundur menghadapi teror ini. “Kita tidak boleh mengurangi kegiatan, mengurangi aktivitas. [Kalau kita mengurangi kegiatan karena takut], itulah yang diharapkan [teroris]. Apalagi terpecah-pecah. Kita jaga persatuan dan kesatuan,” kata Anies.
Dalam kesempatan itu Anies menyampaikan apresiasinya kepada warga dan kepolisian yang bertindak cepat untuk mengevakuasi korban ledakan. “Secara khusus kami mengapresiasi pihak rumah sakit dan tenaga medis yang langsung merawat para korban dengan baik,” tuturnya. Dalam kesempatan membezuk ke RS Premiere Jatinegara, hari ini Anies menjenguk Brigadir Kepala Polisi Ferry Nurcahya, kemudian Brigadir Kepala Polisi Yogi Pryo, supir angkot Agung Nugroho dan seorang mahasiswi, Jihan Thalib.***
TIGA anggota polisi gugur menyusul aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, menandakan bahwa Polri sebagai aparat penegak hukum memang menjadi terget aksi terorisme tersebut.
Sekretaris Pusat Studi Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Ubhara Jakarta Raya (UBJ), Ali Asghar, memberi beberapa catatan atas kasus bom bunuh diri yang terjadi pada Rabu (24/5/2017) malam di kawasan Kampung Melayu. Selain tiga orang polisi gugur, dua pelaku bom bunuh diri juga tewas, sementara 10 orang lainnya mengalami luka-luka. Aksi teror tersebut mengagetkan, karena hanya selang dua hari setelah kasus serupa yang terjadi di Manchester Arena, saat ujung akhir konser penyanyi pop asal Amerika Serikat, Ariana Grande.
Catatan pertama, menurut Ali adalah, peristiwa bom Kampung Melayu terjadi tidak lama jaraknya dengan teror di Manchester, Inggris pada tanggal 22 Mei 2017. “Pola yang sama seperti kasus bom Thamrin yang terjadi tidak berapa lama jarak waktunya dengan kasus teror di Paris ketika itu,” papar Ali.
Sekretaris Puskamnas, Ali Asghar.
Catatan kedua, lanjut Ali, target serangan nampaknya diarahkan kepada aparat kepolisian. Polisi menjadi target serangan terorisme, tidak saja di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia, target serangan teror banyak diarahkan kepada aparat kepolisian atau penegak hukum.
“Ada banyak alasan, namun salah satunya mungkin kita mengatakan bahwa ada motif balas dendam terhadap polisi karena banyaknya kelompok dan jaringan mereka yang ditangkap dan terbunuh ditangan polisi.,” katanya.
Menurut Aly, polisi dimusuhi pelaku dan kelompok terorisme, karena para aparat tersebut dianggap sebagai thogut. Dengan demikian, mereka menjadi target utama kelompok terorisme, karena dianggap menghalangi cita-cita yang mereka inginkan.
Catatan ketiganya, menurut Aly adalah menyangkut pilihan tempat. Lokasi yang dipilih sebagai target sangat sangat strategis. Pasalnya, lokasi serangan di terminal kampung Melayu itu sangat ramai pada jam tersebut, sehingga memicu kepanikan masyarakat. Sekalipun efek ketakutan itu nampaknya kurang berhasil digarap, karena masyarakat terlihat malah mendekati lokasi.***
PEMERINTAH tidak perlu mundur dalam upayanya membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sekalipun ribuan pengacara membela ormas tersebut, karena organisasi itu memang jelas-jelas ingin mengganti ideologi Pancasila.
Pandangan itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD saat ditanya wartawan di Bantul, Yogyakarta, Rabu (24/5/2017). Bagi Mahfud, tidak masalah jikapun ada seribu advokat yang disiapkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menghadapi gugatan pembubaran organisasi itu oleh pemerintah di pengadilan.
“Ya tidak apa-apa, mau seribu atau lima ribu di hadapan hukum tidak ada bedanya,” kata Mahfud MD seperti dikutip Antara, seusai menjadi narasumber pada acara sarasehan Peringatan Hari Jadi Bantul di Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul, DIY, Rabu sore.
Dalam hal ini yang penting menurut mantan Menteri Pertahanan itu adalah, bagaimana kebenaran hukumnya nanti saat diungkap di pengadilan, kalau memang masalah ini akan dituntaskan di pengadilan. “Tetapi menurut saya, kita tidak perlu emosional, karena kita itu sudah punya kesepakatan untuk menyelamatkan negara,” tuturnya.
Dikatakan, negara Indonesia berdasarkan Pancasila, dengan demikian segala macam bentuk atau upaya yang ingin mengganti ideologi negara, harus harus ditertibkan, termasuk organisasi masyarakat (ormas) HTI yang menggelorakan negara kekhalifahan.
“Fakta-faktanya secara terbuka dan sehari-hari itu mengampanyekan mengganti negara Pancasila, jadi saya kira ketika surat izin dikeluarkan untuk HTI dulu menurut saya informasinya tidak lengkap,” katanya.
Akan tetapi, kata Mahfud, segala bentuk dan upaya apa pun kalau itu secara kehormatan bertentangan dengan ideologi Pancasila harus dihukum secara administratif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Tapi secara hukum pidana kalau langkah-langkah ke arah tertentu dengan cara melawan hukum, itu makar namanya. Kita tinggal melihat dari kacamata hukum, jadi kalau ada pengacara sampai seribu itu silakan,” katanya.
Terhadap pengacara yang berbondong-bondong membela HTI, Mahfud mengatakan, hal seperti itu biasa. Yang pasti pemerintah menurutnya harus tetap tegas dalam upaya membubarkan HTI, karena ormas itu kegiatannya dilarang dalam aturan.
“Kalau pemerintah ingin meluruskan saja. Kalau advokat tidak apa-apa, biasa saja, sama saja dulu ada pemilihan presiden tiba-tiba ngumpul puluhan advokat, itu sudah biasa. Tapi yang penting di pengadilannya,” tuturnya. ***
DUA orang tewas, seorang di antaranya polisi, menyusul aksi bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Bus Kampung Melayu Jakarta Timur, pada Rabu (24/5/2017) sekitar pukul 21.00 WIB.
Seorang yang tewas di antaranya diduga sebagai pelaku bom bunuh diri, sedangkan korban lainnya seorang anggota polisi.
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin mengkonfirmasi, total korban dalam kasus ini berjumlah enam orang, lima di antaranya merupakan anggota Polri.
“Satu orang diduga pelaku tewas,” kata Syafruddin di lokasi kejadian, Rabu sekitar pukul 23.00 WIB. Keempat korban luka-luka yang merupakan anggota Polri sudah dibawa ke rumah sakit.
Ledakan tersebut terjadi di toilet terminal Bus Kampung Melayu. Ada dua kali ledakan, yang terjadi dua lokasi terpisah pada pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka, Rabu (24/5/2017), mendatangi Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk memberikan dukungan moral kepada Baiq Nuril Maknun, seraya meminta agar terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu tidak ditahan.
Rieke yang mantan pesinetron yang sukses dengan peran Si Oneng di “Bajaj Bajuri” itu, menegaskan dirinya meminta aparat agar tidak menahan terdakwa dengan memberikan jaminan penangguhan penahanan terhadap ibu dua anak tersebut. “Hari ini akan saya tanda tangani (surat jaminan penangguhan penahanan). Saya menjamin Nuril tidak akan melarikan diri dan mengikuti semua proses persidangannya,” kata Rieke di Mataram seperti dilaporkan Antara.
Menurut Rieke, penahanan Nuril pantas ditangguhkan, karena suaminya yang berperan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga, terpaksa harus berhenti dari pekerjaannya, untuk menggantikan peran seorang ibu bagi kedua anaknya. “Jika ditangguhkan, dia bisa mendampingi anak-anaknya yang masih kecil,” katanya.
Rieke berharap seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan kepada Nuril, karena kasus yang menjerat mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram ini merupakan pelecehan seksual. “Saya mohon dukungan dari masyarakat Indonesia. Sudah saatnya kita bersuara bersama, karena kasus pelecehan seksual ini bisa saja terjadi pada siapa pun,” kata Rieke.
Kasus Nuril bermula pada Agustus 2012, saat MU yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram disinyalir kerap menghubungi Nuril melalui telepon. Anehnya, dalam percakapan itu, MU melontarkan kata-kata yang mengandung unsur asusila. Merasa tidak nyaman dan terancam, Nuril pun kemudian merekam kata-kata MU tanpa sepengetahuannya.
Pada Desember 2014, seorang rekan Nuril meminjam telepon genggamnya dan merekam kembali pembicaraan MU. Setelah direkam oleh rekannya, pembicaraan yang bernada asusila itu kemudian disebarkan dan seketika menyebar luas ke sejumlah guru maupun siswa. Inilah yang membuat MU merasa dipermalukan, dan merasa namanya telah dicemarkan sehingga ia melapor Nuril ke kepolisian.
Nuril kemudian disangkakan melanggar Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang ITE. Dia diduga telah mentransmisikan atau menyebarluaskan rekaman perkataan orang lain, tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Akibatnya, Nuril sejak 24 Maret 2017 menjadi tahanan di Mapolda NTB dan atas jeratan hukuman ini, perempuan tiga anak tersebut terancam pidana selama enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
PARA penggemar Justin Bieber berharap agar bintang pujaan mereka itu, membatalkan tur di Eropa, menyusul aksi bom bunuh diri pada konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris.
Pada Juli mendatang, penyanyi imut asal Kanada tersebut, dijadwalkan tampil di Hyde Park, London. Namun melalui akun media sosial manajer Justin, para penggemar mengatakan agar membatalkan tur tersebut. “Tolong batalkan konser Justin di Inggris! Kami ingin dia aman,” tulis seseorang di akun Instagram manajer Bieber, Scooter Braun.
Braun sendiri ternyata juga manajer Ariana Grande, mantan bintang Nickelodeon yang memiliki basis penggemar kaum Hawa yang besar, mayoritas remaja. Konser Ariana Grande di Manchester, Senin malam waktu setempat, diwarnai bom bunuh diri yang menewaskan 22 orang dan melukai puluhan orang.
Daily Mail melaporkan Grande pulang ke Florida, Selasa waktu setempat, untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Perwakilan perusahaan rekaman Grande tidak merespons pertanyaan apakah tur dunianya akan berlanjut.
Leanne Murray (20) yang tinggal di Irlandia sudah punya tiket untuk menonton pertunjukan Bieber di Dublin bulan depan. Namun setelah ada bom yang terjadi, Senin lalu, dia berpikir untuk menjual tiketnya. “Saya hanya tidak mau malam yang saya harap menyenangkan akan berakhir seperti kemarin,” kata Murray kepada Reuters.
“Ngeri sekali membayangkan itu terjadi pada siapa saja dan kau tak akan tahu apa yang akan terjadi,” imbuh dia.
Perwakilan Bieber belum merespons pertanyaan Reuters atas rencana pertunjukan selanjutnya.
Konser jadi salah satu sumber pemasukan utama musisi beberapa tahun terakhir. Sepuluh tur dunia menghasilkan 1,67 miliar dolar AS tahun lalu, kata publikasi industri musik Pollstar.
Permintaan fans agar Justin Bieber batalkan konser di Eropa.
Bintang seperti Taylor Swift, Justin Bieber dan Ariana Grande termasuk dalam jajaran musisi dengan pemasukan terbanyak dari konser. Grande meraup pendapatan kotor lebih dari 25 juta dolar AS dari tur yang berlangsung April 2016 – April 2017, kata Pollstar, sedangkan Bieber mendapat 163 juta dolar AS tahun lalu.
SALMAN Ramadan Abedi, seorang pemuda berusia 22 tahun, dipastikan menjadi pelaku tunggal bom bunuh diri pada akdi di penghujung konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena menyebabkan 22 orang meregang nyawa dan 59 orang lainnya menderita luka-luka.
Pri ini adalah warga kota Manchester keturunan Libya. Polisi menyatakan, Salma sama sekali tidak pernah masuk dalam “radar” pihak keamanan, karena tidak pernah dikategorikan berbahaya.
The Guardian melaporkan, latar belakang Salman mirip Khalid Masood, pelaku penyerangan di Westminister yang terjadi beberapa waktu sebelumnya. Sejauh ini kepolisian Inggris masih menyelidiki lebih jauh, untuk memastikan apakah aksi Salman ini termasuk kategori “Lonewolf” atau ia bekerja bersama dengan jaringannya yang luas untuk mensukseskan misinya menjadi “pengantin” dalam aksi terorisme itu.
Salman Ramadan Abedi, pelaku bom bunih diri. [Courtesy The Guardian)Memang, ISIS mengkliam bertanggungjawab atas aksi tersebut, tetapi polisi Inggris tidak memiliki bukti yang mendukung atas klaim ISIS. Klaim itu boleh jadi hanya merupakan strategi ISIS untuk memperoleh menfaat “branding” bahwa mereka nyata-nyata menakutkan untuk masyarakat global.
Sebelum nama Salman diumumkan, beberapa warga anggota komunitas imigran Libya di Manchester selatan, sempat berandai-andai atas kemungkinan pelaku bom bunuh diri itu berasal dari anggota komunitas mereka. Mereka menduga, pelakuknya kemungkinan adalah salah seorang dari kelompok pemuda yang pernah berperang di Libya dalam revolusi 2011, dimana tindakannya lebih didasari pada masalah trauma dan kemarahan mereka.
Namun, Salman sendiri adalah pria yang dilahirkan di Inggris, dan tidak pernah ke Libya. Yang mengejutkan, profil sehari-hari Salman adalah sosok pemuda yang saleh dan sangat menghormati orang tuanya. Tidak terbayangkan, pemuda yang rendah hati itu berubah menjadi pembunuh massal.
“Salman? Saya sungguh heran,” kata seorang warga komunitas Libya di Manchester kepada The Guardian. “Dia anak yang pendiam, sangat menghormati saya. Abangnya Ismail anak yang ramah, sebaliknya Salman sangat pendiam. Tak menyangka orang seperti dia telah melakukan hal semacam ini.”
PM Inggris Theresa May [Screenshot]Salman dan kakaknya Ismail biasa shalat di Masjid Didsbury, tempat dimana ayah mereka dikenal dengan Abu Ismail, dianggap sebagai orang terpandang di komunitas Libya ini. Dia adalah muadzin masjid itu. Suara adzan-nya merdu sekali. Anak-anaknya dia ajari membaca Alquran dari hati.
“Abu Ismail pasti hancur hatinya. Dia sangat menentang ideologi jihadi, dan menurut dia ISIS bukan jihad, melainkan kriminal. Keluarga ini pasti terpukul sekali,” kata si warga komunitas Libya di Manchester itu. Abu Ismail Abedi yang bekerja di Manchester berasal dari Tripoli. Dari istrinya, Samia, dia masih memilik seorang anak lelaki lagi bernama Hashem dan seorang anak perempuan, Jomana.
“Tidak mungkin (Salman Abedi] teradikalisasi di Tripoli. Pasti itu terjadi di sini (Manchester). Pasti ada orang yang mempengaruhinya,” kata warga komunitas Libya itu seperti dikutip The Guardian. ***
PEMERINTAH dan rakyat Indonesia mengutuk keras serangan bom yang terjadi saat konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris, Senin malam waktu setempat (Selasa pagi WIB) yang menewaskan 22 orang.
“Tentu saja Indonesia mengutuk serangan yang baru saja terjadi, dan pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan duka cita yang sangat dalam bagi korban dan keluarga korban dari serangan teror yang baru saja terjadi di Manchester,” kata Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi di Jakarta, Selasa.
Polisi Inggris mengatakan 22 orang, termasuk beberapa anak-anak, tewas dan 59 orang lainnya terluka dalam serangan bunuh diri tunggal setelah pergelaran musik Ariana Grande di Manchester, Inggris, Senin. Polisi mengkonfirmasikan, pelaku ledakan bunuh diri tersebut tewas di tempat kejadian.
Terkait informasi mengenai Warga Negara Indonesia (WNI) yang mungkin terdampak kejadian itu, Retno menyampaikan informasi terkini (update) dari wakil ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Manchester, terdapat tiga WNI yang ikut menyaksikan konser tersebut, yakni dua mahasiswa strata satu (S1) dan satu mahasiswa strata dua (S2). “Ketiganya sudah kembali dengan selamat, jadi itu update terakhir yang kami peroleh dari duta besar kita di London,” katanya.
Retno mengemukakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London telah menugasi seorang diplomat fungsi kekonsuleran ke Manchester guna mendapatkan informasi langsung terkait korban.
“Seperti yang saya sampaikan tadi pagi bahwa kita juga mulai melakukan kontak dengan rumah sakit-rumah sakit sekitar Manchester,” demikian Retno LP Marsudi.
Otoritas Inggris menetapkan status keamanan siaga dua yang berarti serangan susulan oleh teroris dianggap sangat mungkin terjadi setelah ledakan bom bunuh diri di akhir konser penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Ariana Grande, di Manchester, Senin