Alfonso FP: Gempita akan Mengawal Kemenangan Prabowo – Gibran

JAYAKARTA NEWS – Sesaat setelah Prabowo – Gibran diumumkan KPU sebagai pemenang Pilpres, antusiasme sambutan begitu luar biasa. Salah satunya datang dari Ketua Umum Gempita (Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air), Alfonso Ferry Pahotan, SH, MH.

“Atas nama pribadi dan organisasi, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Prabowo dan Mas Gibran. Kami akan ikut mengawal kemenangan ini,” ujar Alfonso sesaat setelah melihat dan mendengar pengumuman hasil Pemilu 2024 di televisi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat melalui Ketua Hasyim Asy’ari telah mengumumkan hasil Pemilu 2024, Rabu (20/3) malam. Dalam rapat pleno rekapitulasi suara itu, Prabowo – Gibran (Capres – Cawapres nomor urut 02) dinyatakan menang dengan meraih 96.214.691 suara, dari total suara sah sebanyak 164.227.475.

Ketum Gempita, Alfonso FP, kektika menghadiri acara yang diselenggarakan TKN Fanta di Posbloc, Pasar Baru. (foto: dok FTNews)

Sikap Legowo

Praktisi hukum yang juga pemilik jaringan media itu mengapresiasi lawan-lawan politik yang legowo (berbesar hati) menerima, mengakui, dan mengucapkan selamat atas kemenangan Prabowo – Gibran. “Salah satunya Ketum Nasdem Surya Paloh,” ujarnya.

Sebaliknya, ia justru menyesalkan pernyataan sikap dan statement Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (pasangan capres – cawapres 01) yang masih terbelenggu sikap kebanyakan pecundang. Mengingkari kemenangan capres-cawapres lain, mengumbar statement kecurangan dan playing victim.

“Sikap dan pernyataan Anies justru mendegradasi citra dan image dia sebagai orang pintar. Pernyataan-pernyataannya tidak mencerminkan dia seorang doktor lulusan Amerika Serikat,” tegas Alfonso.

Berdasar pengumuman KPU, kemenangan Anies – Cak Imin hanya di dua provinsi: Aceh dan Sumatera Barat, dengan selisih yang tidak jauh dari pasangan pemenang, Prabowo – Gibran. Total suara Anies – Cak Imin sebesar 40.971.906 suara. “Selisih kekalahannya dari Prabowo – Gibran sebesar 55.242.785 suara. Apakah Anies masih bermimpi dua putaran? Saya kira beliau perlu dikasihani,” tambahnya.

Lepas dari bicara perolehan suara, Alfonso mengajak Anies dan pengikutnya yang belum legowo, untuk bisa membaca signal dunia. Hampir semua kepala negara-negara sahabat sudah mengucapkan selamat atas kemenangan Prabowo – Gibran, termasuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Ketum Gempita Alfonso saat mengadakan kegiatan kampanye 02 bersama kaum milenial di Jawa Barat. Ia didampingi salah satu anggota Dewan Pembina, Mayjen TNI Purn Herwin Suparjo (kiri), dan Ketua Dewan Pembina, Suratman, SP (kanan). (foto: ist)
Ketum Gempita, Alfonso FP, SH, MH.

Jaga Kerukunan

Toh, Alfonso memahami dan mengapresiasi langkah hukum Tim Anies Baswedan – Muhaimin ke Mahkamah Konstitusi. “Jika benar mereka akan menggugat KPU ke Mahkamah Konstitusi, itu kita hormati. Semoga tidak dibarengi pengerahan massa untuk tujuan pressure,” tambahnya.

Alfonso mengingatkan, semua organ relawan Prabowo – Gibran, selama ini benar-benar diimbau tidak membuat perayaan-perayaan kemenangan. Termasuk, diimbau tenang, tidak reaktif terhadap aksi pendukung pasangan yang kalah.

Ke depan, jika masih ada indikasi pemaksaan kehendak dengan cara-cara pressure jalanan, Alfonso mengkahwatirkan terjadi bentrok antarpendukung. “Jangan mengira seribu-sepuluh-ribu massa itu jumlah yang besar. Komposisi suara pendukung itu, Anies – Amin 24 persen, Prabowo – Gibran 58 persen, dan Ganjar – Mahfud MD 16 persen. Dan Gempita ada di dalam 58 persen itu,” tegas Alfonso, seperti menyiratkan sebuah pesan.

Tiga Komando

Di bagian akhir keterangannya, Alfonso FP mengajak masyarakat, khususnya generasi muda GEMPITA untuk melaksanakan Tiga Komando Gempita.  Pertama: Menciptakan situasi kondusif hingga pelantikan Presiden – Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2024.

Kedua: Siap siaga “bela negara’ terhadap upaya-upaya memecah-belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketiga: Mengawal jalannya pemerintahan Kabinet Prabowo – Gibran dengan sikap kritis-konstruktif.

Sejak dibentuk akhir tahun 2023, Gempita langsung tancap gas menggarap basis-basis massa di berbagai pelosok tanah air, utamanya di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. “Targetnya, menang. Kalau di semua titik bisa menang, pasti bisa menang sekali putaran, sesuai amanat Ketua Dewan Pengarah kami, Habib Luthfi bin Yahya,” tegas Alfonso.(*)

Pesan Dr AS Kobalen kepada Pengurus Gempita

JAYAKARTA NEWS – Pengarah DPP Gempita (Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air), Dr. A.S. Kobalen, SE, M.Phil, kemarin (14/3) di kantornya, Gedung Mid Plaza, Jakarta, menerima pengurus Gempita. Dalam kesempatan itu, pengurus Gempita menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan pemenangan Prabowo – Gibran sebagai Penerima Mandat dari Dewan Penasehat dan Dewan Pengarah Gempita, Hashim Djojohadikusumo dan Habib Lutfi bin Yahya.

“Sebagai pengurus, pertama-tama, kami wajib melaporkan kegiatan pelaksanaan mandat itu kepada salah satu pengarah kami, Pak Kobalen,” ujar Ketua Dewan Pembina Gempita, Suratman, SP. Ia didampingi Waketum Roso Daras, Sekjen Fadly Abdurachmansyah, ST, dan dua unsur Pembina serta pengarah: Irjen Pol (Purn) Adi Cahyo dan Mayjen TNI Purn Herwin Suparjo.

Dari kiri: Irjen Pol Purn Adi Cahyo, Suratman, SP, Roso Daras, A.S. Kobalen, Fadly Abdurachmansyah, ST, dan Mayjen TNI Purn Herwin Suparjo. (foto: dimas)

Kendalikan Diri

Dalam kesempatan itu, Kobalen menyampaikan ucapan terima kasih atas perjuangan dan laporan pelaksanaan mandat Gempita dalam memenangkan Prabowo – Gibran satu putaran. Laporan diserahkan dalam bentuk bentuk buku dan link video (barcode).

“Benar, tim kami yang terdiri atas anak-anak muda kreatif, mencoba memvisualisasikan laporan tertulis ini menjadi tayangan video ala reportase jurnalistik,” kata Waketum Roso Daras, yang seorang jurnalis senior.

Dalam kesempatan itu, Dr Kobalen yang juga menjabat Ketua DPP Bidang Pemberdayaan Partai Gerindra tak lupa berpesan kepada Gempita, agar bisa mengendalikan diri melihat eskalasi politik akhir-akhir ini. Pesan yang sama juga disampaikan kepada segenap pendukung Prabowo – Gibran.

“Jangan terprovokasi. Jangan bikin semacam acara syukuran kemenangan sebelum ada keputusan resmi dari KPU. Kita ikuti saja proses penyelenggaraan Pemilu sampai ke pengumuman hasil penghitungan suara resmi oleh KPU tanggal 20 Maret, “ katanya.

Ditambahkan, seandainya ada gugatan ke MK (pasca pengumuman hasil akhir), Gempita dan para pendukung Prabowo – Gibran diminta bantu doa.

“Biarkan Tim Hukum Paslon 02 yang menanganinya. Sebagai relawan yang setia kepada Paslon 02, kita harus tetap bersahaja, rendah hati dan tetap jaga nama baik serta pesan-pesan paslon 02,” pungkas Kobalen kepada para pengurus DPP Gempita. (dim)

Edaran Ramadan, Gus Men Ajak Jaga Ukhuwah Sikapi Potensi Beda Awal Puasa

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan edaran penyelenggaraan ibadah Ramadan dan Idulfitri 1445 H. Menag mengimbau umat tetap jaga ukhuwah dan toleransi dalam menyikapi potensi beda awal puasa.

Dikutip dari Rilis Kemenag, Rabu (6/3/2024), Pemerintah akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1445 H pada 10 Maret 2024. Sidang akan memutuskan apakah puasa Ramadan tahun ini akan dimulai pada 11 atau 12 Maret.

Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadan bertepatan 11 Maret 2024. Ada juga sebagian jemaah tarekat yang akan mulai puasa pada 10 Maret 2024.

“Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi,” sebut Gus Men di Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Edaran yang ditandatangani Gus Men pada 26 Februari 2024 ini ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan.

Edaran juga disampaikan kepada pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pengurus Badan Kesejahteraan Masjid, pengurus Majelis Dai Kebangsaan, pengurus dan pengelola masjid/musala, panitia Hari Besar Islam tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta masyarakat muslim di Indonesia.

“Umat Islam agar melaksanakan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idulfitri sesuai dengan syariat Islam dan menjunjung tinggi nilai toleransi,” sambung Gus Men.

Menag Yaqut juga berpesan agar umat Islam dalam syiar Ramadan tetap memedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Edaran pengeras suara terbit pada 18 Februari 2022. Edaran ini antaran lain mengatur volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel). Khusus terkait syiar Ramadan, edaran ini mengatur agar penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarrus Al-Qur’an menggunakan Pengeras Suara Dalam. Sementara untuk takbir Idulfitri di masjid/musala dapat dilakukan dengan menggunakan Pengeras Suara Luar sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat dan dapat dilanjutkan dengan Pengeras Suara Dalam.

Berikut ketentuan lengkap Edaran Menag No SE. 1 tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1445 Hijriah/2024 Masehi:

1. Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi.

2. Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri sesuai dengan syariat Islam dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

3. Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan syiar pada bulan Ramadan dengan tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

4. Umat Islam dimbau untuk melaksanakan berbagai kegiatan di masjid, musala, dan tempat lain dalam rangka syiar Ramadan dan menyampaikan pesan-pesan taqwa serta mempererat persaudaraan sesama anak bangsa.

5. Takbiran Idul Fitri dilaksanakan di masjid, musala, dan tempat lain dengan ketentuan mengikuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

6. Takbir keliling dilakukan mengikuti ketentuan pemerintah setempat dan aparat keamanan dengan tetap menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai toleransi, dan menjaga ukhuwah islamiyah.

7. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah/2024 Masehi dapat diadakan di masjid, musala, dan lapangan.

8. Materi ceramah Ramadan dan Khutbah Idul Fitri disampaikan dengan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah, mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak bermuatan politik praktis sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.

9. Mengimbau kepada umat Islam untuk lebih mengoptimalkan zakat, infak, wakaf, dan sedekah di bulan Ramadan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.***/mel

Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Berbagai Negara Dunia

JAYAKARTA NEWS – Ramadan bulan suci yang selalu ditunggu-tunggu umat muslim di dunia. Sejumlah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam pun punya tradisi menyambut Ramadan.

Dikutip dari Kabar BUMN, Kamis (29/2/2024), tradisi Ramadan tiap negara tersebut ada keunikan dan kemeriahannya tersendiri.

Turki
Untuk menyambut Ramadan, ada satu tradisi di Turki yang sudah dimulai sejak zaman Kekaisaran Ottoman.

Saat itu, masyarakat akan berkeliling kota menabuh genderang dengan mengenakan baju tradisional fez dan jubah.

Genderang Ramadan juga dibunyikan selama bulan puasa untuk membangunkan orang sahur.

Tradisi lainnya, tentara Turki melepaskan meriam untuk menandai bulan Ramadan atau di hari pertama buka puasa.

Lebanon
Seperti di Turki, menyambut bulan Ramadan, negara ini akan melepaskan meriam sebagai awal bulan puasa.

Dipercaya tradisi ini sudah berlangsung sejak 200 tahun lalu dan mendapat pengaruh kuat dari Kekaisaran Ottoman.

Tradisi menembakan meriam sempat hilang tahun 1983 karena banyaknya meriam yang dirampas.

Namun saat ini tradisi kembali dihidupkan Tentara Lebanon dan berlanjut hingga sekarang.

Mesir
Sambut Ramadan penduduk Mesir menghias seluruh negeri dengan fanous (sejenis lampion).

Fanous menyimbolkan persatuan dan kegembiraan. Ini sering dihias dengan gambar imam atau tokoh terkenal.

Tradisi ini dipercaya sudah muncul sejak zaman Dinasti Fatimid.

Saat itu masyarakat Mesir menyambut datangnya Kafilah Al-Mu’izz Li Din Allah yang datang ke Kairo di hari pertama Ramadan.

Biasanya fanous sudah menghiasi seluruh kota beberapa hari sebelum hari pertama puasa.

Anak-anak kecil berkeliling kota membawa fanous sambil bernyanyi, meminta permen dan hadiah pada orang dewasa.

Uni Emirat Arab
Saudi Arab memiliki tradisi Haq al Laila yang dilakukan pada 15 Sya’ ban, yaitu bulan sebelum Ramadan.

Pada tanggal tersebut anak-anak kecil akan berkeliling rumah dengan baju tradisional dan membawa kharyta (tas jinjing).

Mereka akan bernyanyi di depan rumah tetangga dan mendapatkan permen atau kacang.

Tradisi Haq al Laila ini dianggap sebagai salah satu tradisi penting di Uni Emirat Arab.

Tradisi ini sebagai simbol memperkuat nilai kekeluargaan dan ikatan sosial dalam masyarakat.***/mel

Kemenag Rancang 40 Layanan KUA untuk Semua Agama, Ini Daftarnya

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan transformasi Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi pusat layanan lintas agama. Hal itu bertujuan untuk memperluas akses layanan bagi seluruh umat beragama.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin mengatakan, pihaknya telah memetakan 40 layanan keagamaan yang potensial untuk disediakan di KUA. “40 jenis layanan ini masih potensial dan perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Ditjen Bimas selain Islam untuk memilih layanan yang benar-benar dapat diimplementasikan di KUA,” ujar Zainal Mustamin di Jakarta, Rabu (28/2/2024).

Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto menambahkan, ada sejumlah layanan lintas agama yang dapat segera dijalankan di KUA. Misalnya, bimbingan perkawinan dan konsultasi keluarga bagi Non Muslim.

“Ada beberapa layanan yang dapat segera dilaksanakan di masyarakat, yakni bimbingan perkawinan bagi pemeluk agama Non Islam dan konsultasi keluarga bagi pemeluk agama Non Islam, yang dilakukan oleh masing-masing penyuluh agama,” imbuhnya.

Agus Suryo berharap, program transformasi KUA ini dapat meningkatkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. KUA akan menjadi tempat yang nyaman bagi semua masyarakat untuk mendapat layanan keagamaan yang dibutuhkan.

Berikut rancangan 40 layanan di KUA:

1. Layanan pendaftaran perkawinan
2. Layanan pencatatan perkawinan
3. Layanan penerbitan surat rekomendasi perkawinan
4. Layanan penerimaan data perkawinan
5. Perbaikan dan perubahan data perkawinan

6. Penerbitan surat Keterangan status belum menikah/janda/duda
7. Pencatatan Laporan Nikah di Luar Negeri
8. Pencatatan penetapan perkawinan
9. Pencatatan perjanjian perkawinan
10. Bimbingan Perkawinan Pra Nikah (Calon Pengantin)

11. Bimbingan Perkawinan Masa Nikah (Relasi Sehat Pasutri)
12. Bimbingan pengelolaan keuangan keluarga
13. Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN)
14. Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS)
15. Bimbingan konseling dan mediasi keluarga

16. Pendampingan dan advokasi keluarga
17. Konsultasi keluarga hitasukhaya, keluarga sakinah, keluarga kristiani, keluarga bahagia katolik.
18. Layanan pemanfaatan data keagamaan
19. Penerbitan ID Rumah Ibadah
20. Penerbitan Surat Rekomendasi Bantuan Rumah Ibadah

21. Bimbingan tata kelola rumah ibadah
22. Layanan konsultasi keagamaan
23. Layanan penerbitan Surat Rekomendasi Penerima Bantuan Lembaga Keagamaan
24. Layanan penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Kajian Keagamaan
25. Layanan penerbitan Surat Rekomendasi Penerima Bantuan Kajian Keagamaan

26. Layanan penerbitan Rekomendasi/Izin Penyelenggaraan Siaran Keagamaan Tingkat Kecamatan
27. Layanan penerbitan Rekomendasi/Izin Penyelenggaraan Hari Besar Keagamaan tingkat kecamatan
28. Bimbingan penyiaran keagamaan berperspektif moderat
29. Bimbingan penguatan literasi seni keagamaan
30. Bimbingan penguatan dan pengembangan budaya keagamaan

31. Layanan penyuluhan keagamaan di bidang konsultatif
32. Layanan penyuluhan keagamaan di bidang advokatif
33. Layanan penyuluhan keagamaan di bidang edukatif
34. Layanan penyuluhan keagamaan di bidang informatif
35. Layanan pemberdayaan ekonomi umat

36. Layanan rekomendasi penerima bantuan pemberdayaan ekonomi umat
37. Layanan mediasi konflik paham keagamaan
38. Layanan konsultasi paham keagamaan
39. Layanan konsultasi pencegahan konflik sosial berdimensi keagamaan
40. Layanan mediasi penanganan konflik sosial berdimensi keagamaan***/mel

Jelajah Sejarah dari Sisa-sisa Kisah Kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Palembang

JAYAKARTA NEWS – Dibandingkan kota-kota lain, Palembang diyakini kota tertua di Indonesia dengan usia lebih dari 1.400 tahun.

Palembang merupakan bekas pusat kerajaan Sriwijaya yang sejak abad ke 9 sudah berkembang menjadi kota niaga.

Tidak lagi berdiri, tetapi sisa-sisa kerajaan Sriwijaya masih bisa ditemukan di pelosok Palembang.

1. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya
Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya tempat yang tepat untuk mempelajari secara lengkap sejarah kerajaan tersebut.

Di tempat yang dulu bernama Situs Karanganyar ini orang bisa melihat sejumlah artefak dan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

Di sini dibangun dua pulau buatan dan kolam lengkap dengan kanal sepanjang 3 kilometer yang terhubung ke Sungai Musi.

Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya beralamat di jalan Syakyakirti, Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang.

2. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Sultan Mahmud Badaruddin II pahlawan asal Sumatra Selatan yang namanya diabadikan untuk nama museum.

Secara umum museum berisi sejarah Sumatra Selatan, tetapi ada juga pameran peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Sejumlah artekfak dan arca Buddha disimpan di sini. Seperti patung Ganesha dan patung Sang Buddha.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II berada di jalan Sultan Mahmud Badaruddin 19 Ilir, Bukit Kecil, Palembang.

3. Museum Balaputera Dewa
Museum ini lebih dikenal juga dengan museum Balaputradewa, nama Raja Sriwijaya yang berkuasa di abad 9 Masehi.

Di museum ini tersimpan 3.882 barang, termasuk replika prasasti awal berdirinya Kerajaan Sriwijaya.

Antara lain prasasti Kedukan Bukit, Telaga Batu, Kota Kapur, Talang Tuo, dan Prasasti Siddhayatra.

Koleksi lain yang berhubungan dengan Kerajaan Sriwijaya adalah arca Buddha, arca Hindu, dan Fragmen.

Museum  Balaputera Dewa berlokasi di jalan Srijaya I no 28 Palembang.

4. Situs Candi Tingkap
Situs ini lokasinya agak jauh dari Palembang. Tepatnya di Desa Tingkap, Kecamatan Surulangun, Kabupaten Musi Rawas.

Tempatnya berada di kawasan dekat kebun karet.

Situs ini penting warisan Kerajaan Sriwijaya karena terdapat arca Buddha.

Arca berbentuk Sang Buddha yang berdiri di atas bungai teratai.

Posisi tangannya membentuk witarkamudra dan mengenakan jubah panjang.

Di situs ini juga ditemukan sisa-sisa bangunan yang terbuat dari bata merah.***/mel

KUA untuk Semua Agama, Dirjen Bimas Katolik: Tidak Kurangi Peran Gereja, Tapi Bantu Umat

JAYAKARTA NEWS – Dirjen Bimas Katolik Suparman menyambut baik gagasan menjadikan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai tempat memberikan layanan bagi semua agama. Gagasan ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ditjen Bimas Islam.

“Tepat sekali Bapak Menteri Agama, menjadikan KUA tidak lagi untuk melayani umat Islam saja, tetapi menjadi pusat pelayanan semua agama. Jadi Ditjen Bimas Katolik dan umat Katolik hendaknya melihat momen ini sebagai kesempatan emas,” terang Suparman saat membuka Rapat Kerja Nasional Ditjen Bimas Katolik di Jakarta.

Dikutip dari Rilis Kemenag, Selasa (27/2/2024), menurut Suparman, kehadiran KUA bagi umat Katolik tidak mengurangi peran gereja Katolik. KUA justru membantu umat Katolik untuk bisa melaksanakan kewajibannya dalam hal urusan pernikahan sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang dan mekanisme yang berlaku.

“Jadi sekali lagi saya sampaikan KUA tidak membatasi atau mengurangi peran gereja Katolik. KUA justru membantu umat Katolik,” tegasnya lagi.

Ia menegaskan, Ditjen Bimas Katolik akan menindaklanjuti kebijakan Menteri Agama dengan berkoordinasi bersama Direktorat Jenderal Bimas di lingkungan Kementerian Agama. “Pastinya kita akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Direktorat Jenderal Bimas lainnya di lingkungan Kementerian Agama agar apa yang telah digagas Bapak Menteri Agama ini bisa segera dilaksanakan,” pungkasnya.

Suparman juga menyambut baik rencana menjadikan aula KUA sebagai tempat ibadah sementara bagi umat non-muslim yang masih kesulitan mendirikan rumah ibadah sendiri, baik karena faktor ekonomi, sosial, maupun lainnya.***/mel

Umat Hindu Sambut Baik Rencana KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama

JAYAKARTA NEWS – Umat Hindu menyambut baik rencana Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menjadikan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai tempat pernikahan semua agama.

Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) I Nengah Duija, di Jakarta. “Umat Hindu seluruh Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Gus Men (Menag Yaqut – red). Umat mengapresiasi rencana ini, karena bisa dapat memberikan kemudahan,” tutur I Nengah Duija dalam Rilis Kemenag, Selasa (27/2/2024).

Kemudahan yang dapat dirasakan oleh umat Hindu, menurut I Nengah Duija, khususnya terkait dengan pencatatan nikah. “Kami (nantinya) menjadi sangat mudah dalam proses pencatatan perkawinan. Setelah upacara keagamaan, catatan pernikahan dilakukan di KUA yang nanti terkoneksi dengan Dukcapil sehingga amat memudahkan,” tutur I Nengah Duija.

Sebagai tindak lanjut atas arahan Menag tersebut, saat ini ia bersama Dirjen-dirjen Bimbingan Masyarakat lainnya juga sedang mengkaji berbagai peraturan terkait. “Mudah-mudahan program ini cepat bisa direalisasikan dan dinikmati umat Hindu di Indonesia,” tuturnya.

Dukungan senada juga muncul dari Ketua MPR RI Bambang Susatyo. Dalam keterangan tertulisnya Bambang Susatyo meminta Kemenag untuk mengoptimalkan rencana pengembangan fungsi KUA sebagai tempat pencatatan pernikahan semua agama tersebut, utamanya dalam hal integrasi data-data pernikahan dan perceraian agar bisa dilakukan dengan lebih baik.

Ia juga mengapresiasi Kemenag yang mengupayakan kemudahan akses bagi seluruh umat beragama di Indonesia melalui keberadaan KUA. “Semoga KUA dapat sepenuhnya sebagai pusat layanan keagamaan lintas agama,” tulis Bambang.

Lebih lanjut, Bambang meminta Kemenag untuk berkoordinasi dengan seluruh pemuka agama di Indonesia terkait rencana tersebut. “Agar ke depannya bisa dilakukan penyesuaian fungsi KUA tanpa harus mengganggu ketentuan yang berlaku di masing-masing agama,” pesan Bambang.***/mel

Komandan TKN Fanta, Arief Rashid Minta 01 dan 03 “Legowo”

JAYAKARTA NEWS – Ada pernyataan menarik dari Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta, Prabowo-Gibran, Arief Rasyid Hasan. Katanya, Prabowo – Gibran berhasil menang satu putaran dalam Pilpres 2024, karena kaum muda Indonesia tidak mau diadu-domba.

“Ada begitu banyak provokasi, negative campaign, sampai penyampaian informasi yang bias dan cenderung sesat selama proses kampanye. Yang paling mutakhir dengan film. Tapi alhamdulillah kaum muda Indonesia tidak mau diadu-domba,” tegas Arief Rasyid yang mantan Ketua Umum PB HMI 2013-2015 itu.

Berbicara di depan kantor Bawaslu, Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat, baru-baru ini, Rasyid juga mengucapkan banyak terima kasih kepada kaum muda di seluruh Indonesia. “Terima kasih karena telah memilih Prabowo – Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2024-2029,” ujarnya.

Kandidat Presiden-Wapres 2024-2029, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. (ist)

Beda Satu-Dua Persen

Hasil quick count menunjukkan kemenangan Prabowo – Gibran atas paslon nomor 01 Anis Baswedan – Muhaimin Iskandar dan paslon nomor 03, Ganjar Pranowo – Mahfud MD. “Selisihnya cukup jauh. Meski belum real count versi KPU, tetapi hasil quick count sudah bisa menjadi gambaran. Sebab, kalau toh ada selisih dengan rekap resmi KPU, paling bedanya hanya satu-dua persen,” tukas Arief Rasyid.

Ia juga mengajak segenap bangsa Indonesia, utamanya kaum muda untuk tenang dan bersabar menunggu penetapan KPU. Setelah ditetapkan oleh KPU, maka Prabowo – Gibran sah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih. “Kita sama-sama menyongsong masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan kepada segenap elemen bangsa, bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah di atas segalanya. Ia berharap para pendukung Anis – Muhaimin dan Ganjar – Mahfud untuk “legowo” dan mengedepankan sikap kenegarawanannya.

Ketika ditanya ihwal isu beredarnya video-video kecurangan selama Pemilu 2024, Arief Rasyid Hasan tersenyum dan berkomentar pendek, “Seperti dikemukakan Presiden Jokowi, semua ada mekanismenya.”

Bicara indikasi kecurangan, Rasyid justru balik bertanya, apakah yang dimaksud adalah indikasi kecurangan oleh Paslon 01 di Madura, dan indikasi kecurangan oleh paslon 03 di Jawa Tengah? “Mari kita tenangkan suasana. Tidak perlu mengadu domba rakyat,” kata Rasyid pula.

Ketua Umum DPP GEMPITA, Alfonso Ferry Pahotan, SH, MH. (foto: ist)

Relawan GEMPITA

Dalam kegiatan berbagi cokelat kepada warga di Jalan Thamrin tempo hari, tampak para relawan GEMPITA (Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air) turut ambil bagian. Kegiatan itu sendiri dikoordinir oleh Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta, Prabowo-Gibran, Arief Rasyid.

Di tempat terpisah, Ketua Umum DPP GEMPITA, Alfonso Ferry Pahotan, SH, MH mendukung apa yang disampaikan Arief Rasyid. “Kaum milenial kita tangguh. Meski dicekoki berita hoax atau kabar bohong serta serangan personal yang menjurus kepada diskredit, mereka tidak goyah dalam mendukung pak Prabowo dan mas Gibran,” ujarnya.

Alfonso menambahkan, kemenangan Prabowo – Gibran adalah kemenangan generasi muda Indonesia, serta kemenangan bangsa Indonesia pada umumnya. Peran kaum milenial, Generasi Z, Generasi Y, dan Generasi X sangatlah besar. “Berdasar data Litbang Kompas, kontribusi suara mereka berkisar antara 45 hingga 56 persen,” tambahnya. (*)

Milenial Memenangkan Prabowo-Gibran, Ini Faktanya

JAYAKARTA NEWS– Sinar kemenangan merekah di pelupuk mata. Sebuah kemenangan gilang-gemilang dari pasangan Prabowo – Gibran dalam Pilpres 2024.

“Puji syukur. Alhamdulillah. Kemenangan Prabowo – Gibran adalah kemenangan generasi muda Indonesia,” ujar Ketua Umum DPP GEMPITA (Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air), Alfonso Ferry Pahotan, SH, MH, di Jakarta, Jumat (16/2/2024).

Ia menambahkan, peran kaum milenial, Generasi Z, Generasi Y, dan Generasi X sangatlah besar dalam turut serta mengantar Prabowo – Gibran duduk di kursi Presiden dan Wakil Presiden 2024 – 2029. “Berdasar statistik sementara, kontribusi suara mereka berkisar antara 45 hingga 56 persen,” tambahnya.

Alfonso kemudian mengutip statistik perolehan suara versi Litbang Kompas. Di kalangan Gen Z (usia kurang dari 26 tahun), pasangan Prabowo – Gibran beroleh dukungan 65,9 persen. Bandingkan dengan pasangan Anis – Muhaimin (16,7 persen), dan Ganjar – Mahfud (9,96 persen).

Kemudian di kalangan Gen Y-Muda (26 – 33 tahun), Prabowo – Gibran mendapat suara dari 59,6 persen. Sementara pasangan 01 beroleh 20,2 persen dan 03 sebesar 11,7 persen.

Berikutnya di kalangan Gen Y-Madya (34 – 41 tahun), lagi-lagi pasangan Prabowo – Gibran beroleh dukungan mayoritas sebesar 54,1 persen. Sementara 01 mendapat 22,3 persen dan 03 beroleh 13,9 persen.

Untuk Gen X (42 – 55 tahun), Prabowo – Gibran didukung 49,1 persen. Sementara pasangan 01 beroleh 24,3 persen, dan 03 beroleh 16,4 persen.

Terakhir, di kalangan Baby Boomers (56 – 74), Prabowo – Gibran masih dominan dengan dukungan 43,1 pesen. Sementara pasangan 01 beroleh 25,7 persen, dan pasangan 03 beroleh dukungan 21,3 persen.

“Karena itu pula, dalam kesempatan ini, sebagai Ketua Umum DPP GEMPITA, izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada generasi muda Indonesia, di mana pun berada, tanpa kecuali. Baik yang ada di gunung sampai ke tepian samudera,” kata Alfonso.

Ia menambahkan, “Kini waktunya bangsa Indonesia menyongsong kemajuan, yang akan mengantar bangsa Indonesia ke pintu gerbang kejayaan,” ujar Alfonso seraya menutupnya dengan pekik, “OK gasss…!” (*)