Gelar ‘Pemimpin Bijaksana’ untuk Ma’ruf Amin


Kiai Ma’ruf diberi gelar ‘Pui Pamboq Bioq Puyan’ —foto istimewa

JAYAKARTA NEWS—Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH. Ma’ruf Amin mendapat gelar khusus dari warga Dayak saat melakukan silaturrahim kebangsaan ke Pondok Pesantren Nabil Husen di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3) pagi. Kiai Ma’ruf diberi gelar ‘Pui Pamboq Bioq Puyan’, yang berarti pemimpin bijaksana.

Kiai Ma’ruf tiba di pesantren itu bersama istrinya, Wury Estu Handayani lalu disambut oleh Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kaltim, Edy Gunawan Areq Lung. Kiai Ma’ruf dan istrinya lalu disematkan baju khas dayak Kalimantan Timur. Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Kiai Ma’ruf merasa bahagia berkunjung ke pesantren itu. Apalagi, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mendapat gelar khusus dari warga dayak langsung.

Foto–istimewa

“Pagi ini saya merasa berbahagia silaturrahim ke Ponpes Nabil Husen dan saya memperoleh sambutan dari Ketua masyarakat Dayak. Saya juga dapat gelar, artinya pemimpin yang bijaksana,” ujar Kiai Ma’ruf saat sambutan dalam acara Silatirrahim Kebangsaan di Pesantren Nabil Husen, Jumat (22/3).

Acara tersebut dihadiri para ulama Kaltim dan ratusan santri Pesantren Nabil Husen. Hadir pula Pimpinan Pondok Pesantren Nabil Husen, KH. Nasikhin, ketua YKD Kaltim Syafaruddin, Pengurus PWNU Kaltim, Pengurus PCNU Samarinda, serta Pimpinan Ponpes se-Samarinda dan se-Kaltim.

Kiai Ma’ruf mengatakan, pondok pesantren sangat penting dalam sistem pendidikan nasional. Karena, pesantren ini juga merupakan tanggung ulama secata personal dalam rangka menyiapkan orang-orang yang paham agama.

“Dalam rangka menyiapkan tokoh-tokoh perubahan, tokoh-tokoh perbaikan. Karena apa? Karena ulama menyadari bahwa mereka tidak selamanya hidup, sehingga harus ada yang melanjutkan tugasnya,” kata Mustasyar PBNU ini.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kaltim, Edy Gunawan Areq Lung mengungkapkan alasannya memberikan gelar itu terhadap Kiai Ma’ruf. Menurut dia, gelar itu diberikan lantaran merupakan seorang kiai yang bijak.

“Pemberian gelar itu karena beliau seorang kiai. Beliau istilahnya seorang pemimpin yang harus diteladani,” jelas Edy.***/ebn

Ribuan Kiai dan Santri Kaltim Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi – Ma’ruf

Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi di Stadion Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (21/3) siang–foto istimewa

Puluhan ribu kiai dan santri mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin di Stadion Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (21/3) siang.

Rombongan Kiai Ma’ruf tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WITA. Turut mendampinginya sang istri Nyai Wury Estu Handayani. Ratusan relawan langsung mengerumuni mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini. Mereka tampak berebut menyalaminya.

Di dalam stadion, mayoritas relawan berasal dari ibu-ibu. Mereka mengenakan jilbab hijau dan pakaian serba putih.

Foto istimewa

Tim Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) Kalimantan Timur Ustaz Miftahul Ulum menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Kiai Ma’ruf di stadion tersebut. Menurut Miftahul, kedatangan Kiai Ma’ruf semakin membuat pihaknya semangat memenangkan petahana.

“Kami semua sebagai santri siap all out berjuang dengan cara apa pun untuk memenangkan Pak Jokowi – KH Ma’ruf,” kata Miftahul, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Miftahul mengklaim, dalam acara ini hadir 20 ribu relawan yang tergabung dalam JKSN. Dalam acara ini, dibacakan juga ikrar deklarasi terhadap pasangan Jokowi – KH Ma’ruf.

Pertama, JKSN dan Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur akan berjuang mempertahankan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta mewujudkan cita-cita proklamasi 1945 dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, akan berjuang menjaga dan menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tegak, adil, seimbang, toleran serta mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa.

Ketika, akan berjuang memenangkan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres pada 17 April 2019 dengan cara yang benar santun dan bermartabat.

Sementara itu, Kiai Ma’ruf yang menerima dukungan itu berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukungnya hari ini.

“Mudah-mudahan, Pak Jokowi dan saya, terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada 17 April 2019 yang akan datang,” kata Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

Dalam acara itu, hadir juga Ketua TKD Kaltim Safruddin, Rais Syuriah PWNU Kaltim KH Fahruddin, pengurus PBNU Misbahul Munir dan tokoh lintas agama, suku, adat dan ormas.***/ebn

Inilah Besaran Gaji Baru PNS

ILUSTRASI daftar gaji PNS terbaru 2019—gambar seskab

JAYAKARTA NEWS—Dengan pertimbangan dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS), pemerintah memandang perlu menaikkan gaji pokok Pegawai Negeri Sipil.

Atas Pertimbangan tersebut, pada 13 Maret 2019, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Dalam PP itu disebutkan, mengubah lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015.

“Ketentuan sebagaimana dimaksud mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019,” bunyi Pasal 1 ayat (2) PP ini.

Dalam lampiran PP ini disebutkan, gaji terendah PNS (golongan I/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp1.560.800 (sebelumnya Rp1.486.500). Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IV/2 masa kerja lebih 30 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300).

Untuk PNS golongan II (II/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.022.200 (sebelumnya Rp1.926.000), tertinggi (II/d masa kerja 33 tahun) menjadi Rp3.820.000 (sebelumnya Rp3.638.200.

Golongan III (III/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.579.400 (sebelumnya Rp2.456.700), tertinggi (III/d masa kerja 32 tahun) menjadi Rp4.797.000 (sebelumnya Rp4.568.000).

Sedangkan gaji PNS golongan IV terendah (IV/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp3.044.300 (sebelumnya Rp2.899.500), dan tertinggi (IV/e masa kerja 32 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300).

“Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II Peraturan Pemeritah Nomor 15 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 13 Maret 2019 itu. ***ES/seskab

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Per Embarkasi

Foto–istimewa

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi), 14 Maret 2019 telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 8 Tahun 2019, tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440H/2019M. Keppres ini mengatur BPIH untuk jemaah haji reguler dan BPIH untuk Tim Petugas Haji Daerah (TPHD).

Berikut ini daftar besaran BPIH 1440H/2019M jemaah haji reguler per embarkasi:  1. Embarkasi Aceh Rp30.881.010; 2. Embarkasi Medan Rp31.730.375; 3. Embarkasi Batam Rp32.306.450; 4. Embarkasi Padang Rp32.918.065; 5. Embarkasi Palembang Rp33.429.575; 6. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede) Rp34.987.280.

7.Embarkasi Jakarta (Bekasi) Rp34.987.280; 8. Embarkasi Solo Rp36.429.275; 9. Embarkasi Surabaya Rp36.586.945; 10. Embarkasi Banjarmasin Rp37.885.084; 11. Embarkasi Balikpapan Rp38.259.345; 12. Embarkasi Lombok Rp38.454.405; dan  13. Embarkasi Makassar Rp39.207.741.

Dengan telah ditandatanganinya Keppres tentang BPIH 2019 itu, menurut Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama (Kemenag) Maman Saepulloh, maka tahapan selanjutnya adalah pelunasan BPIH. “Pelunasan tahap pertama akan berlangsung dari 19 Maret – 15 April 2019 dan tahap kedua mulai tanggal 30 April – 10 Mei 2019. Pelunasan BPIH ini dilakukan dengan mata uang rupiah,” tegas Maman.

Direktur Pengelolaan Dana Haji Kemenag itu menegaskan,  BPIH disetorkan ke rekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH, baik secara tunai atau non teller. “Ditjen PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umroh sudah merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak melunasi BPIH Reguler 1440H/2019M. Jemaah haji yang meninggal setelah ditetapkan berhak melakukan pelunasan, bisa dilimpahkan porsinya kepada keluarga sesuai ketentuan,” terang Maman.(gun)

 

Apa Itu Kartu Prakerja? Ini Penjelasan Misbakhun

Mukhamad Misbakhun, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi – Ma’ruf) —foto istimewa

JAYAKARTA NEWS— Influencer Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi – Ma’ruf) Mukhamad Misbakhun merespons berbagai kritik dan suara nyinyir atas  rencana pemerintah menggulirkan program Kartu Prakerja. Menurutnya, Kartu Prakerja bukan hanya bukti kepedulian Presiden Jokowi dalam menekan angka pengangguran, tetapi juga akan menjadi terobosan penting.

“Kartu Prakerja itu adalah program Pak Jokowi sebagai capres 2019 – 2024. Kalau dikaitkan dengan APBN memang programnya belum ada pada tahun ini, tetapi itu akan menjadi rencana kerja pemerintah untuk tahun 2020 ketika Pak Jokowi memimpin untuk periode kedua,” ujar Misbakhun di Jakarta, Rabu (13/3). Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Legislator Golkar di Komisi XI DPR yang dikenal getol membela kebijakan Presiden Jokowi itu lantas membeber sejumlah argumen soal pentingnya Kartu Prakerja. Pertama, Kartu Prakerja adalah program untuk pencari kerja, karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), ataupun pekerja yang membutuhkan pelatihan.

foto istimewa

Menurut Misbakhun, program itu tak melulu soal pemberian uang bagi pencari kerja. Sebab, bentuknya bisa pelatihan vokasi untuk pencari kerja ataupun pegawai yang terkena PHK tapi ingin berwiraswasta.

Dengan pelatihan vokasi, kata Misbakhun, pencari kerja ataupun pekerja bisa meningkatkan keterampilan dan kompetensi. “Pelatihan vokasi ini akan menjadi bekal bagi angkatan kerja untuk meningkatkan keterampilannya, sehingga siap untuk memasuki dunia kerja atau membuka usaha,” ujar Misbakhun.

Kedua, lanjut Misbakhun, melalui Kartu Prakerja maka pencari kerja akan dicarikan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya (link and match). Ketiga, penerima Kartu Prakerja adalah warga negara Indonesia (WNI) pencari kerja, pekerja atau calon wirausaha dengan usia minimal 15 tahun, termasuk yang sedang membangun perusahaan rintisan (start-up).

Keempat, tutur Misbakhun, pemegang Kartu Prakerja akan mendapatkan pelatihan selama dua bulan. Nantinya, peserta pelatihan akan mengantongi sertifikat kompetensi.

Kelima, akan ada insentif bagi pencari kerja yang tengah menjalani pelatihan dan sertifikasi. Insentif itu berlaku hingga pencari kerja memperoleh pekerjaan atau maksimal selama 12 bulan.

“Keenam, bagi yang terkena PHK akan diberikan insentif upah selama pelatihan/sertifikasi. Maksimal tiga bulan setelah lulus pelatihan/sertifikasi,” katanya.

Ketujuh, bagi pekerja akan diberikan insentif pengganti upah selama menjalani pelatihan atau sertifikasi. Kedelapan, melalui program Kartu Prakerja ditargetkan ada 2 juta peserta pelatihan yang akan memasuki lapangan kerja pada 2020.

“Program ini sangat realistis untuk mengatasi pengangguran dan menyiapkan tenaga kerja terampil siap pakai,” ujar Misbakhun.

Karena itu Misbakhun meyakini program Kartu Prakerja akan menjadi  terobosan dalam menekan angka pengangguran. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran pada 2018 silam mencapai 7 juta orang.

“Program Kartu Prakerja itu bagian dari upaya mengurangi pengangguran yang menurut BPS sekitar tujuh juta orang. Saya yakin Kartu Prakerja akan menjadi terobosan  yang sangat bagus karena di negara lain sudah diterapkan dan banyak yang sukses,” tegasnya.

Selain itu, Misbakhun juga mengkritik pihak-pihak yang bersikap nyinyir terhadap program Kartu Prakerja yang digulirkan Jokowi selaku calon presiden petahana. Mantan pegawai Kementerian Keuangan itu menantang kubu penantang untuk menggulirkan konsep yang lebih baik dalam menekan angka pengangguran.

“Pak Jokowi punya tawaran konkret untuk menekan angka pengangguran. Kalau penantangnya tak punya ide ya jangan nyinyir,” pungkasnya.***/ebn

Beginilah Pengakuan Nurdin, Ayah Angkat Presiden Jokowi

Hasto Kristiyanto (paling kanan), H Nurdin Aman Tursina (peci putih)–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS-–Ayah angkat Presiden Joko Widodo, H Nurdin Aman Tursina (73) amat sangat sakit hati anak angkatnya terus menerus mendapat fitnah dari orang-orang tidak bertanggung jawab. Ia tak habis pikir, kenapa ada orang yang begitu membenci Jokowi dan tega menyebarkan fitnah keji  ke anaknya.

“Kalau kamu enggak pilih dia enggak apa-apa. Asal jangan fitnah,” kata Nurdin kepada wartawan di kediamannya, Bener Meriah, Aceh, Sabtu, 9 Maret 2019. Demikian dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Menurutnya, pihak yang memfitnah itu tak benar-benar mengenal Jokowi. Dirinya, ujar Nurdin,  sejak 1987 telah tinggal bersama eks Gubernur DKI Jakarta itu. Ia tak melihat fitnah seperti Jokowi anti-Islam, tumbuh di diri anak asuhnya tersebut.

Dulu, ungkap Nurdin, Jokowi bekerja di perusahaan kertas yang membuka kompleks perumahan untuk karyawan. Nurdin menjadi salah satu pekerja yang direkrut untuk membangun perumahan itu. “Saya buruhnya dulu, itu pun saya enggak malu. Saya membuat pagar dan rumah. Kata Jokowi, ‘Bapak buat pagar perumahan di depan situ’,” tutur Nurdin yang memang asli Aceh.

KH Lukmanul Hakim (paling kiri/peci hitam), H Nurdin Aman Tursina (kedua dari kiri/peci putih), teman Jokowi saat bekerja di Aceh Sulistyo (ketga dari kiri), Hasto Kristiyanto, Zuhairi Misrawi (paling kanan/kaca mata)—foto istimewa

Berawal dari kerja sama itulah hubungan keduanya semakin dekat ibarat ayah dan anak. Jokowi  tiga tahun menghabiskan waktunya di Aceh. Menurut Nurdin, dari pengalaman sehari-harinya dengan Jokowi ia tahu benar bagaimana kepribadian anak angkatnya itu.

Pada masa tinggal bersama itu, lanjut Nurdin, Jokowi membantu membangun mushala. Ketika itu, 1988, Jokowi diminta menyumbang untuk membangun sarana ibadah. Lalu oleh Jokowi, Nurdin yang juga imam desa tersebut, diminta mengambil berbagai material yang dibutuhkan  di toko bangunan dan Jokowi lah yang membayar semuanya.

Selain itu, katanya, Jokowi juga kerap memimpin shalat.  “Selama Jokowi di sini, itu 50 persen dia imam maghrib di musala,” ucapnya. Ditambahkannya, saat sudah berdampingan dengan Iriana, Jokowi juga masih tinggal di dekat rumah Nurdin. “Terakhir berpisah dengan saya, sudah ada Gibran itu, tinggalkan kurban di sini tiga kambing,” kenang Nurdin.

Sofyan Dawood (topi hitam)–foto istimewa

Jokowi memutuskan untuk pulang ke Solo saat 1989. Ketika itu, Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berkecamuk dan menimbulkan konflik. Nurdin lama tak bertemu Jokowi setelah itu, namun pria kelahiran Surakarta itu masih mengingatnya. “Tahu-tahunya sudah jadi Gubernur (DKI). Kita ngobrol via telepon, masih ingat dia sama kita,” beber Nurdin.

Jokowi, lanjut  Nurdin, adalah orang yang tulus hati dan penyabar. Dia tidak suka marah-marah. Karenanya ia mengaku kaget ketika dalam sebuah debat Presiden di televisi ia melihat Jokowi berbicara keras soal penguasaan lahan.  “Saya enggak pernah dengar Jokowi marah, baru kemarin di Aceh Tengah 120 ribu hektar (lahan Prabowo). Enggak pernah Jokowi marah, baru itu,” beber dia.

Sebagaimana diketahui rombongan Safari Kebangsaan X  yang dipimpin Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berkunjung ke rumah ayah angkat  Presiden Jokowi, Nurdin di Bener Meriah, Sabtu (9/3). Dalam rombongan tersebut antara lain utusan khusus KH Ma’ruf Amin yang juga wakil ketua MUI KH Lukmanul Hakim. Selain itu ada Habib Sholeh Al Muhdar, KH Zaenal Arifin, Zuhairi Misrawi, dan Dr. Suryo AB.

Ketua DPD PDIP Aceh Karimun Usman (menunjuk)–foto istimewa

“Bapak Aman Tursina, Imam Masjid di sini menjadi saksi bagaimana Pak Jokowi menjalankan sholat lima waktu dengan baik. Dengan tinggal di Aceh, ternyata masyarakat Aceh sendiri yang memperkuat ke-Islaman Jokowi,” ujar KH Lukmanul Hakim.

Kiai Lukman mengaku, akhirnya dia memahami mengapa masyarakat Aceh mengusulkan agar capres dan cawapres yang maju di Pilpres 2019 bersedia mengikuti tes membaca Alquran.

Kiai Lukman juga mengutip pernyataan H Nurdin Aman Tursina yang menyatakan Masyarakat Aceh percaya bahwa Allah SAW akan menegakkan keadilan bagi mereka yang telah membuat fitnah. Dengan begitu, serangan fitnah terhadap Jokowi dan KH Marif Amin justru akan meningkatkan dukungan rakyat di Bumi Serambi Mekkah.

“Sebab masyarakat Aceh-lah yang telah ikut berperan besar sehingga Pak Jokowi mampu menghadapi berbagai tantangan yang sangat berat, sekalipun sebagaimana halnya masyarakat Aceh yang begitu gigih, dan memegang teguh prinsip dan dijiwai oleh nilai-nilai Islami,” ujar Kiai Lukman.***/ebn

 

Resmikan Tol Trans Sumatera, Hasto: Jokowi Tembus Kebuntuan

Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan jalan tol terpanjang di Bakauheni – Terbanggi Besar, di di Gerbang Tol Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Jumat (8/3) pagi. (Foto: Deny S/Humas)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung, yang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera. Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan pembangunan itu menembus kebuntuan yang tak bisa diselesaikan pemerintahan sebelumnya.

Hasto mengatakan, dalam safari kebangsaan IX yang menyusuri Propinsi Lampung, pada minggu lalu, pihaknya menerima banyak aspirasi dari masyarakat Lampung. Salah satunya adalah agar Presiden Jokowi segera meresmikan beroperasinya tol Sumatra.

Sekretaris TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto—foto istimewa

Tol Trans Sumatera, kata Hasto, bersifat penting karena mengintegrasikan seluruh Sumatera dengan konsepsi Pembangunan Semesta Berencana.

“Jalan tol ini juga menembus berbagai kebuntuan yang tak bisa dilakukan pemerintahan sebelumnya,” kata Hasto di sela Safari Kebangsaan X menyusuri Propinsi Aceh, di Banda Aceh, Jumat (8/3/2019).

Atas kuatnya aspirasi masyarakat Lampung itulah maka Jokowi langsung datang dan meresmikan tol tersebut.

Kini, pihaknya sedang berada di Aceh untuk melakukan safari kebangsaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat Serambi Mekah.

“Nanti kami juga akan sampaikan aspirasi ini kepada Pak Jokowi sebelum beliau berkunjung ke Aceh pada 15 Maret nanti,” kata Hasto.***/ebn

Kasus Narkoba Andi Arief, Karding: Semoga Bisa Terima Kenyataan dan Introspeksi

Andi Arief–sumber foto merdeka com

JAYAKARTA NEWS—Tertangkapnya politisi Partai Demokrat Andi Arief memakai narkoba memicu berbagai macam reaksi. Salah satunya adalah Abdul Kadir Karding, politisi Partai Kebangkitan Bangsa, yang kini menjadi Wakil Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“ Saya merasa prihatin dengan kasus narkoba yang menjerat wakil sekretaris jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Kasus ini menunjukkan kepada kita bahwa bahaya narkoba bisa mengancam artis, anak-anak, hingga politikus,” tegas Kading, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Dia berharap agar kasus narkoba Andi Arief tidak dipolitisasi sebagai bentuk serangan terhadap oposisi. “Saya yakin polisi bekerja profesional berdasarkan bukti yang ada. Narkoba adalah musuh kita bersama, dan polisi punya tugas untuk menyelamatkan bangsa ini dari kasus narkoba.

Abdul Kadir Karding,politisi PKB, Wakil Ketua TKN—foto istimewa

Ditangkapnya Andi Arief dalam kasus narkoba, kata Karding,  menjadi pukulan serius bagi Partai Demokrat maupun kubu Prabowo-Sandi.

“Tentu saja sedikit banyak akan mempengaruhi citra maupun elektabilitas partai Demokrat dan Prabowo Sandi. Kita tahu selama ini Andi Arief berperan sebagai influencer bagi Demokrat dan kelompok oposisi yang memojokkan kinerja pemerintah. Tapi ini bukan berarti pemerintah mesti disalahkan. Semoga mereka bisa menerima ini sebagai kenyataan dan bahan intsrospeksi diri,” paparnya.

Pemerintahan Jokowi, tegasnya, telah menunjukkan komitmen yang serius dalam upaya memerangi narkoba. Ini terlihat dari sikap tegas presiden yang menginstruksikan tembak ditempat bandar narkoba yang melawan hukum. Di bawah pemerintahan Jokowi juga lah belasan narapidana narkoba kelas kakap dieksekusi mati.

Sebagaimana diketahui, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap polisis terkait dugaan penyalahgunaan narkoba di sebuah hotel di Jakarta Barat, Minggu (4/3/2019).

“ Saya berharap Andi Arief bisa diberi kekuatan dalam menjalani proses hukum ini. Betapa pun sebagai kolega politikus saya turut prihatin dengan apa yang menimpanya. Semoga ia diberi ketabahan,” tutuo Karding.***ebn

 

Soal Debat, Ma’ruf Amin: Sandi tak Perlu Sungkan

KH Ma’ruf Amin–foto istimewa

Calon wakil presiden nomor urut 01 KH. Ma’ruf Amin mengaku telah menyiapkan diri untuk menghadapi debat putaran ketiga. Debat yang akan menghadapkan antar calon wakil presiden itu akan mengambil tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

“Insya Allah, sudah siap. Sudah siap,” kata Kiai Ma’ruf menjawab media usai berziarah di makam Syekh Hasannudin atau dikenal Syekh Quro di Masjid Agung Karawang, Jawa Barat, Sabtu (2/3).

Sebelumnya dalam kunjungan di Kota Ciamis beberapa waktu lalu, Kiai Ma’ruf mengatakan bahwa persiapan debat kali ini bersamaan dengan dirinya mengunjungi beberapa wilayah. Di sela-sela waktu tersebut, Mustasyar PBNU ini bakal mendalami materi dan persiapan teknis lainnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan, posisinya mendampingi calon presiden petahana, dipastikan bakal berbicara perihal keberhasilan pemerintah empat tahun belakangan ini.

Di sisi lain, ia menegaskan, dirinya juga telah menyiapkan sejumlah gagasan untuk menambah manfaat dari program yang sudah dijalankan.

“Menurut saya landasannya sudah pemerintah sekarang sudah on the track. Pendidikan memperoleh perhatian kesehatan, tenaga kerja baik pelatihannya maupun perlindungan maupun juga mencari lapangan kerja,” kata Mustasyar PBNU itu, Kamis kemarin, 28 Februari 2019.

Sebelumnya Kiai Ma’ruf juga sempat berbicara menanggapi pernyataan Sandiaga Uno yang akan bersikap hormat saat berhadapan pada debat nanti. Menurut dia, hal itu tak perlu dilakukan lantaran dia dan Sandiaga statusnya sejajar ketika berada di atas panggung.

Maka ia menilai, Sandiaga bersikap biasa saja dan tak perlu sungkan karena usia dirinya jauh lebih tua.

“Yang penting laksanakan dengan santun, sopan. Bukan hanya Pak Sandi ke saya, saya juga yang tua ke yang muda harus saling menghormati,” ujar Kiai Ma’ruf beberapa waktu lalu. ***/ebn

‘Strategi Jengkol’ Ridwan Kamil

Ridwan Kamil menunjukkan menu sayur jengkol pilihannya saat makan bareng Hasto Kristiyanto di rumah makan Jl Terusan ABC, Bandung, Jumat (22/2/2019)–foto istimewa

JAYAKARTANA NEWS– Di sebuah warung di Jalan Terusan ABC, Kota Bandung, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bertemu dengan Tim Pengarah TKD Jawa Barat Ridwan Kamil. Sambil makan malam, keduanya berbincang soal pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Bahkan, keduanya sempat angkat jempol bareng sambil Ridwan Kamil menunjukkan sayur jengkol.

Di depan Hasto, Ridwan Kami menegaskan komitmen memenangkan pasangan calon nomor urut 01 itu di Jawa Barat. Keduanya bahkan berbicara soal strategi pemenangan di propinsi itu.

“Terkait dengan pilpres, karena kami satu koalisi, saya sudah dengan tegas menyatakam dukungan ke 01,” kata Ridwan Kamil di sela Safari Kebangsaan VIII menyusuri Bandung – Cimahi, Jumat (22/2/2019) malam.

Menurut dia, Jokowi-KH Ma’ruf Amin adalah kombinasi sosok yang pekerja keras dan yang bisa mengayomi serta menjaga nilai-nilai keummatan.

Ridwan Kamil dan Hasto Kristiyanto tengah memilih menu makanan, (22/2/2019)—foto istimewa

“Inilah kondisi paling pas. Yang satu ngegas, yang satu ngerem. Ini pas. Ini sudah jodohnya. Kami doakan nanti di hari pencobolosan bisa sangat maksimal dan bisa saya monitor,” katanya.

Ridwan Kamil juga menyatakan dirinya melaporkan kondisi politik Jabar terkini kepada Hasto. Lalu mendiskusikan apa yang lebih disinergikan untuk memaksimalkan tujuan pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf.

“Jadi logikanya simpel ya. Dulu dengan kalah minus 20 persen itu di Jawa Barat, Pak Jokowi bisa menjadi presiden. Per hari ini survei mengindikasikan sudah hampir seimbang, bahkan beberapa survei sudah lebih,” ujar Ridwan Kamil.

Diskusi strategi pemenangan Paslon 01—foto istimewa

Dilanjutkannya, hal itu mengindikasikan ada 4 jutaan warga Jabar yang dulu tidak memilih Jokowi, kini sudah balik kanan. “Meyakini kepada 01. Tentu keyakinannya harus kita buktikan secara faktual nanti di hari pencoblosan,” ujar Ridwan Kamil.

Ketika ditanya berapa persentase kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jabar, Ridwan mengatakan saat ini dirinya belum bisa spesifik menyatakannya.

“Tapi yang pasti kalau dulu minus, sekarang harus plus lah,” imbuhnya.

Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa seluruh parpol yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama relawan, akan terus bekerja keras. Apalagi di Jabar ada dukungan dari tokoh seperti Ridwan Kamil, Agum Gumelar, Solichin GP, Deddy Mizwar, Tb Hasanuddin, dan Dedi Mulyadi.

“Seluruh tokoh itu sudah bergabung menyatukan diri dalam kepemimpinan Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin. Ini merupakan hal yang sangat positif dan sebagaimana disampaikan oleh Pak Ridwan Kamil tadi,” kata Hasto.

Kata dia, PDIP meyakini kesatupaduan antara Jokowi-KH Ma’ruf Amin ini adalah cermin keindonesiaan yang kuat.

“Dan sosok KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua MUI, itu betul-betul menjadi pegangan masyarakat Jawa Barat sebagai sosok pengayom,” tandas Hasto.***/ebn