Bubur Ayam, Biskuit Lunak dan Kursi Roda Disiapkan untuk Jemaah Lansia di Madinah

MADINAH, JAYAKARTA NEWS – Layanan bagi jemaah lansia telah disiapkan oleh petugas haji Daerah Kerja (Daker) Madinah. Setidaknya ada dua hal layanan yang disiapkan, yaitu: menu bubur ayam dan juga kursi roda.

“Insya Allah kita sudah siapkan untuk jemaah lanjut usia, kursi roda untuk kemudahan mereka ke Masjid Nabawi. Untuk asupan makanan, kita nanti akan siapkan bubur ayam,” jelas Kepala Seksi Layanan Jemaah Lansia dan Disabilitas Daker Madinah Arif Nurowi di Madinah, dalam Rilis Senin (10/7/2023).

Menurutnya, menu bubur ayam ini akan dimasak di masing-masing sektor. Hal itu bertujuan agar memudahkan pengolahannya sekaligus distribusinya ke jemaah lansia.

“Buburnya satu kali sehari. Nanti ada juga biskuit yang lunak. Sehingga asupan makanan kepada lansia ini tetap terjaga,” sebutnya.

Terkait kursi roda, Arif Nurowi mengatakan itu sudah disiapkan di setiap hotel, namun jumlahnya variatif. Untuk di Masjid Nabawi, sudah disiapkan 15 kursi roda. Ini nantinya akan ditambah dengan kursi roda yang didatangkan dari Makkah.

Ada 111.120 jemaah haji yang tiba di Arab Saudi pada pemberangkatan gelombang II. Mereka secara bertahap akan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah mulai 10 Juli 2023. Jemaah akan tinggal selama lebih kurang delapan hari di Madinah sebelum kembali ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz. Pemulangan jemaah haji gelombang kedua dari Madinah ke Tanah Air akan berlangsung mulai 19 Juli – 4 Agustus 2023.***/mel

Menag Sebut Jemaah Tahun Ini Dapat 10 Liter Zamzam, Dibagi di Debarkasi

MAKKAH, JAYAKARTA NEWS – Kabar gembira datang dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Jemaah haji Indonesia 1444 H/2023 M akan mendapatkan air Zamzam sebanyak 10 liter.

Hal ini disampaikan Menag saat melepas 369 jemaah kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Batam (BTH 01). Jemaah ini merupakan kloter perdana yang akan kembali ke Tanah Air.

“Kalau sebelumnya jatah Zamzam hanya 5 liter, tahun ini kita putuskan menambahkan 5 liter Zamzam untuk jemaah haji dan petugas,” terang Menag Yaqut diikuti teriakan alhamdulillah dari para jemaah, di Syisyah-Makkah, Senin (3/7/2023).

“10 liter air Zamzam akan dibagikan di asrama haji debarkasi. Mudah-mudahan air Zamzam yang diberikan membawa berkah buat bapak ibu semuanya,” sambungnya.

Kebijakan menambah 5 liter air Zamzam ini sebagai bentuk kecintaan atau tali asih kepada jemaah. Menurutnya, membawa air Zamzam yang lebih banyak menjadi harapan seluruh jemaah haji Indonesia.

“Jemaah sudah ditambah air Zamzamnya menjadi 10 liter. Saya minta jemaah tidak memasukkan air Zamzam ke dalam koper karena itu dilarang dalam aturan penerbangan. Koper jemaah yang membawa air Zamzam akan dibongkar,” pesan Menag.

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang pertama, dimulai hari ini. Ada delapan kloter yang akan diberangkatkan dari Makkah menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah hingga tengah malam nanti, yaitu;

1) Kloter 1 Embarkasi Batam (BTH 01), berangkat dari Makkah 16.05 WAS (Waktu Arab Saudi), terbang 4 Juli 2023 pukul 00:05 WAS;
2) Kloter 4 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 04), berangkat dari Makkah 16.10 WAS, terbang 4 Juli 2023, pukul 00:10 WAS;

3) Kloter 1 Embarkasi Surabaya (SUB 01), berangkat dari Makkah 16.10 WAS, terbang 4 Juli 2023 pukul 00:10 WAS;
4) Kloter 1 Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 01), berangkat 16.15 WAS, terbang 4 Juli 2023 pukul 00:15 WAS;

5) Kloter 2 Embarkasi Surabaya (SUB 02), berangkat 16.35 WAS, terbang 4 Juli 2023 00:35 WAS;
6) Kloter 2 Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 02), berangkat 17.00 WAS, terbang 4 Juli 2023 pukul 01:00 WAS;

7) Kloter 3 Embarkasi Surabaya (SUB 03), berangkat 17.30 WAS, terbang 4 Juli 2023 pukul 01:30 WAS;
8) Kloter 1 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 01), berangkat 23.40 WAS, terbang 4 Juli 2023 pukul 07:40 WAS

Pemulangan jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah akan berlangsung dari 4 – 18 Juli 2023.

Sementara jemaah haji yang berangkat pada gelombang kedua, akan menuju Madinah terlebih dahulu mulai 10 Juli 2023. Mereka akan berada di Madinah sekitar delapan atau sembilan hari. Proses pemulangan mereka dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah akan berlangsung dari 19 Juli – 2 Agustus 2023.***/mel

Bertemu Menhaj Saudi, Menag Sampaikan Problem Layanan Armina 1444 H

MAKKAH, JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F Al Rabiah menggelar pertemuan khusus sebelum menghadiri Hafl al-Haj al-Khitamy 1444 H, acara perayaan selesainya puncak haji, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Makkah, Jumat (30/6/2023) malam.

“Menag menemui secara khusus Menteri Haji Arab Saudi Taufiq sebelum mengikuti perayaan atas selesainya penyelenggaraan haji 1444 H,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief di Makkah, Minggu (2/7/2023).

Bertemu Menhaj Taufiq, Menag Yaqut menyampaikan apresiasi atas sejumlah kemudahan yang diperoleh jemaah haji Indonesia selama beribadah haji. Dalam kesempatan itu, Menag Yaqut juga menyampaikan sejumlah masalah yang dihadapi jemaah haji Indonesia, khususnya saat di Muzdalifah dan Mina.

“Layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sepenuhnya menjadi tanggung jawab Mashariq dan pihak Saudi. Karenanya, Menag menyampaikan sejumlah masalah yang muncul kepada Menhaj Saudi,” sebut Hilman.

Sejumlah masalah yang dialami jemaah haji Indonesia, antara lain keterlambatan pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah ke Mina. Jemaah terakhir bisa kita berangkatkan ke Mina pada pukul 13.30 waktu Arab Saudi. Hal ini menyebabkan jemaah kepanasan saat di Muzdalifah. Mashariq yang bertanggung jawab dalam mobilisasi jemaah gagal memenuhi target untuk segera membawa jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah ke Mina.

Masalah lainnya muncul saat jemaah berada di Mina. Sanitasi di sejumlah maktab yang dihuni jemaah haji Indonesia sangat buruk. Air bersih di dapur di sejumlah maktab tidak keluar. Hal ini berakibat pada keterlambatan penyiapan makanan dan distribusinya.

“Semua problem yang terjadi di Muzdalifah dan Mina disampaikan ke Menhaj Saudi karena itu menjadi tanggung jawab Mashariq,” ujar Hilman.

Hilman menjelaskan, Menhaj Taufiq sudah mendengar sejumlah persoalan yang dialami jemaah haji Indonesia. Menteri Haji akan melakukan perbaikan-perbaikan dan tidak akan membiarkan hal itu terjadi kembali.

Hadir mendampingi Menag Yaqut Cholil dalam acara Hafl al-Haj al-Khitamy 1444 H yang bertema “Khitaamuhu Misk” tersebut Sekjen Kemenag Nizar Ali, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Irjen Kemenag Faisal AH, Staf Khusus Menag Ishfah Abidal Aziz, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. Pertemuan ini juga diikuti sejumlah menteri dan delegasi negara pengirim jemaah haji.***/mel

Pulang, 14 WNI Terduga Korban TPPO dari Myanmar

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah berhasil memulangkan 14 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Myanmar (27/6). Pemulangan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, KBRI di Yangon, dan Mabes TNI. Para WNI tersebut kini kembali ke tanah air setelah menggunakan pesawat Hercules TNI-AU yang ada di Yangon, setelah sebelumnya membantu dalam misi pengiriman bantuan kemanusiaan di Myanmar. 

Ke-14 WNI ini sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan online scam di Laukkaing, Shan State, yang berbatasan dengan Tiongkok. Mereka telah ditampung di KBRI Yangon sejak 23 Juni 2023. Para WNI berasal dari Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sebelum dipulangkan, para WNI ini telah melalui proses sesuai hukum di Myanmar, termasuk pembayaran denda keimigrasian secara mandiri. Setelah proses tersebut selesai, mereka diterbangkan kembali ke Ind​onesia menggunakan pesawat Hercules TNI-AU pada 27 Juni 2023 pukul 13.25. Pesawat tersebut tiba di Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 21.30 WIB pada hari yang sama.

Keberhasilan pemulangan ini merupakan hasil dari upaya diplomasi KBRI Yangon dengan pihak berwenang di Myanmar, serta dukungan dari Kementerian/Lembaga seperti TNI AU, BNPB, dan BP2MI. Pemulangan 14 WNI terduga korban TPPO dari Myanmar ini menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam melindungi WNI di tengah situasi keamanan yang rumit di Myanmar. Di sisi lain, penting untuk terus memperkuat langkah-langkah pencegahan, termasuk penegakan hukum yang tegas terhadap perekrut dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai modus penipuan sebagai online scammer.***/mel

Jalani Wukuf dan Mabit di Muzdalifah, Fauzin: Jemaah Agar Perbanyak Zikir dan Berdoa

JAYAKARTA NEWS – Selama melaksanakan wukuf, jemaah agar memanfaatkan kesempatan terbaik dalam hidupnya dengan memperbanyak dzikir dengan membaca talbiyah, kalimat tauhid, atau membaca Al-Qur’an. Menyelingi zikir dengan berdoa. Sebab Arafah adalah tempat mustajab (terkabulnya doa).

“Meyakini bahwa doanya selama di Arafah dikabulkan Allah dan dosanya diampuni. Mengikuti prosesi wukuf dengan khidmat dan memanfaatkan waktu wukuf dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya, bertafakkur merenungi kebesaran Allah, merasa dirinya kecil dan tidak berdaya, berserah diri dan mengharap pertolongan Allah,” kata Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin di Media Center Haji (MCH) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Bagi jemaah sakit, agar bersabar, ikhtiar berobat ke dokter, serta zikir dan doa untuk kesembuhan. Menjaga salat lima waktu. Jika tidak mampu salat dengan berdiri maka boleh shalat sambil duduk atau berbaring di tempat tidur, atau jika terpaksa dengan isyarat,” sambung Fauzin, Selasa (27/06/2023).

“Menjaga kesehatan, dengan memperbanyak minum air putih, makan yang cukup, tetap berada di dalam tenda, minum obat yang dianjurkan dokter, dan istirahat yang cukup,” lanjutnya.

Sekitar pukul 19.30 waktu Arab Saudi, kata Fauzn, Jemaah haji mulai diberangkatkan dari Arafah ke Muzdalifah untuk bermalam (Mabit) dan mengumpulkan batu lontar jumrah.

“Mabit di Muzdalifah termasuk wajib haji. Jemaah yang udzur syar’i diperbolehkan meninggalkan mabit di Muzdalifah dan tidak dikenai dam,” katanya.

Selama mabit di Muzdalifah, terang Fauzin, jemaah dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk istirahat dan berzikir. Berzikir dengan membaca talbiyah, membaca Al-Qur’an, kalimat tauhid atau lainnya.

“Tidak ada ibadah khusus selama mabit di Muzdalifah. Menyelingi zikir dengan berdoa kepada Allah, sebab Muzdalifah termasuk tempat mustajab,” terang dia.

Ia menambahkan, saat di Muzdalifah, jemaah mengambil kantong batu kerikil yang disediakan oleh syarikah, atau mencari sendiri sebanyak 49 (nafar awal) atau 70 (nafar tsani).

Menurutnya, mengambil kerikil di Muzdalifah hukumnya sunah. Jemaah kata Fauzin, diimbau berusaha mempertahankan kondisi kebugaran fisiknya dengan beristirahat atau tidur, menghindari kelelahan, mengonsumsi bekal yang dibawa.

“Minum obat dan menghubungi dokter jika merasa tidak sehat. Pemerintah telah menyiapkan posko kesehatan yang tersebar di sejumlah titik di Muzdalifah,” jelas Fauzin.***/mel

Revitalisasi Alun-Alun Tugu Malang Cederai Nilai Sejarah Kota

MALANG, JAYAKARTA NEWS— Revitalisasi Alun-Alun Tugu Malang menimbulkan banyak masalah. Baik dalam perencanaan anggaran, maupun pengerjaan proyeknya. Proyek yang terkesan mengada-ada ini, seperti dipaksakan untuk dilaksanakan menjelang masa berakhirnya kepemimpinan Sutiaji sebagai Walikota Malang September mendatang.

Sebagai tokoh senior Kota Malang Eko Jeep pernah diajak bicara Walikota Sutiaji terkait rencana revitalisasi Alun-Alun Kota Malang. Awalnya Eko setuju untuk pembongkaran pagar Alun-Alun karena desain awal Alun-Alun memang tanpa pagar. Yang membuat Eko berang adalah besarnya anggaran yang diperlukan untuk pembongkaran pagar alun alun yang mencapai Rp6,9 miliar.

Dari sisi anggaran Proyek Revitalisasi Alun Alun Tugu Malang sempat mengalami beberapa kali revisi. Mulai Rp6,9 miliar, direvisi menjadi Rp6,6 miliar. Setelah proses review oleh lembaga anti rasuah, anggaran revitalisasi turun menjadi Rp5,3 miliar.

Dirancangan desain Alun-Alun Tugu yang sudah diterbitkan juga akan dipasang lampu bergaya Yogyakarta. Seperti yang sudah terpasang di area Kayutangan. Dari pertimbangan desain seperti ada yang kurang pas. Karena kawasan Malang pada umumnya bahkan kawasan Alun Alun Tugu khususnya bergaya arsitektur kolonial, mengapa menggunakan lampu corak kerajaan seperti di Yogyakarta.

Kondisi memorial saat Alun-Alun sedang direnovasi/foto: istimewa

Alun-Alun Tugu Malang adalah kawasan yang penuh nilai sejarah bagi Kota Malang. Alun-Alun ini pertamakali dibangun pada 1920 oleh planolog berkebangsaan Belanda, Thomas Karsten. Desain awalnya sangat sederhana dengan konsep terbuka tanpa dibatasi pagar yang menghalang. Bahkan, belum ada tugu di bagian tengah alun-alun tersebut.

Pada awalnya taman ini bernama JP Coen Plein. Penamaan ini sebagai bentuk penghormatan kepada Gubernur Jenderal Jaan Pieterzoen Coen yang juga dikenal sebagai pendiri Batavia (Jakarta).

Bangunan tugu dibangun lewat peletakan batu pertama, pada 17 Agustus 1946 oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Doel Arnowo dan disaksikan oleh M Sardjono Wiryohardjono yang kala itu menjabat sebagai Wali Kota Malang. Pondasi tugu ini sempat dihancurkan Belanda saat menguasai Kota Malang.

Tahun 1952, tugu ini dibangun kembali dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 20 Mei 1953. Monumen ini disebut sebagai wujud kebebasan Indonesia dari dominasi kolonialisme Belanda selama 100 tahun lamanya.

Malang memiliki 2 alun alun. Alun-alun Tugu dan Alun-alun Merdeka yang berada di depan Masjid Jami’ Malang. Dulu, dalam masa pendudukan Belanda di Malang, Alun-Alun Tugu menjadi areal bermain keluarga Belanda, sedangkan masyarakat pada umumnya bermain di Alun-Alun Merdeka.

Maka tidak heran jika ditemukan semacam memorial dari keluarga Belanda dalam bentuk kotak semacam tempat duduk dari beton dengan nama keluarga Belanda. Sayangnya dalam revitalisasi Alun-alun sekarang ini memorial yang sebelumnya tepasang rapi di taman di antara Tugu dan Bangunan Balaikota, dibongkar.

Penulis sempat mempertanyakan keberadaan memorial tersebut ke pihak Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), mereka tidak tahu kalau di area Tugu ada memorial tersebut. Setelah penulis mendatangi langsung area Tugu, penulis mendapatkan memorial itu sudah terbongkar. Ketika dikonfirmasi ke pihak TACB, mereka kaget. Dan mengatakan bahwa TACB tidak dilibatkan dalam proyek revitalisasi Alun-Alun Tugu Malang.

Yang menjadi pertanyaan penulis adalah, mengapa mereka tidak dilibatkan dalam Proyek Revitalisasi Alun-Alun Tugu Malang yang jelas jelas adalah kawasan yang sarat dengan nilai sejarah Kota Malang. Kalau memang tidak diperlukan, mengapa dibentuk TACB? (Heri)

KBRI Bangkok Berhasil Bebaskan 9 WNI Korban TPPO, Kembali ke Indonesia

BANGKOK, JAYAKARTA NEWS – Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok berhasil memfasilitasi pemulangan 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban perdagangan orang (TPPO) dari sebuah perusahaan di wilayah konflik di Myanmar.

Kolaborasi antara KBRI Bangkok, KBRI Yangon, Pemerintah Thailand, dan International Organization for Migration (IOM) menjadi kunci kesuksesan pembebasan ini. Demikian dikutip dari Laman Resmi Kemenlu, Senin (26/6/2023).

Keberhasilan pembebasan tersebut dimulai ketika KBRI Yangon menerima pengaduan dari 9 WNI yang terjebak di wilayah konflik bersenjata di Myawaddy, Myanmar. Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, KBRI berhasil memindahkan para WNI ke wilayah Maesot, Thailand, dengan bantuan perusahaan tempat mereka bekerja.

Berbekal laporan dari KBRI Yangon, KBRI Bangkok meminta bantuan pemerintah Thailand untuk memberikan perlindungan dan mengidentifikasi para korban TPPO. Melalui mekanisme National Referral Mechanism (NRM), proses identifikasi dilakukan dengan mendampingi para WNI selama proses wawancara. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ke-9 WNI tersebut terindikasi sebagai korban TPPO.

Sebagai langkah lanjutan, para korban TPPO ditempatkan di Rumah Penampungan Sementara yang disediakan oleh Pemerintah Thailand sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Proses pemulangan resmi dilakukan di Bandara Suvarnabhumi Bangkok, di mana Pemerintah Thailand yang diwakili oleh Wakil Kepala Royal Thai Police, Mayor Jenderal Pol. Surachate Hakparn, menyerahkan para korban kepada Wakil Kepala Perwakilan RI Bangkok, Sukmo Yuwono.

Dari 9 WNI tersebut, 6 di antaranya berasal dari Jawa Timur dan langsung diterbangkan ke Surabaya untuk diserahkan kepada Pemerintah Daerah Jawa Timur. Sementara itu, tiga orang lainnya melanjutkan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara, sesuai daerah asal mereka. 

Pembebasan dan pemulangan para korban TPPO ini menunjukkan kerja keras dan upaya sinergi antara Kementerian Luar Negeri, KBRI Bangkok, KBRI Yangon, Pemerintah Thailand, dan IOM dalam melindungi WNI yang menjadi korban perdagangan orang.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi WNI yang terjebak dalam situasi serupa di masa depan.***/mel

Fitnah, Sebut PPIH Hentikan Katering Jemaah secara Sepihak

MAKKAH, JAYAKARTA NEWS – Cuitan bernada fitnah disebar oleh anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI, Iskan Qolba Lubis. Melalui akun twitternya @IskanQL, Iskan menyebut PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi 1444 H/2023 M.

“Darurat Haji 2023?hari ini 25/6 @Kemenag_RI menghentikan katering secara sepihak dn tdk sesuai dg kesepakatan df PANJA HAJI, jemaah terpaksa saweran bersama beli makanan,gmn dg jemaah yg pas-pasan ?kok jadi begini ….??? @FPKSDPRRI,” demikian dikutip dari akun @IskanQL.

Cuitan ini sudah diposting lebih kurang lima jam lalu. Postingan berbau fitnah ini cukup banyak mendapat perhatian netizen. Demikian dikutip dari Rilis Kemenag, Minggu (25/6/2023).

“Saya sangat sesalkan cuitan Pak Iskan Qolba Lubis melalui akun twitternya. Cuitan itu diposting di Tanah Haram, tapi isinya bernuansa fitnah,” tegas Jubir Kementerian Agama Anna Hasbie di Makkah, Minggu (25/6/2023).

Menurut Anna, memang benar bahwa hari ini, 7 Zulhijah 1444 H, ada penghentian sementara katering jemaah haji di Makkah. Penghentian sementara juga akan dilakukan pada 14 dan 15 Zulhijah 1444H.

“Kebijakan penghentian sementara itu bukan diambil sepihak, tapi hasil kesepakatan dengan Komisi VIII DPR. Inilah yang saya sebut cuitan Pak Iskan bernuansa fitnah. Atau jangan-jangan Pak Iskan tidak tahu substansi kesepakatannya?” sebut Anna.

Dijelaskan Anna, masa tinggal jemaah haji Indonesia di Makkah, rata-rata 25 hari. Dalam rentang itu, Kemenag dan DPR menyepakati bahwa selama di Makkah, jemaah haji Indonesia mendapat 66 kali makan yang terdistribusi dalam 22 hari. Karenanya, ada tiga hari yang akan dihentikan sementara, yaitu pada 7, 14, dan 15 Zulhijah. Dalam rentang 8 – 13 Zulhijah, jemaah akan mendapat layanan katering di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina).

Kemenag, lanjut Anna, bahkan telah menyosialisasikan kebijakan tersebut sejak jauh-jauh hari, tepatnya sejak 11 Juni 2023. Tujuannya, agar jemaah memahami lebih awal dan bisa mempersiapkan diri.

“Jika hari ini jemaah membeli makan itu karena mereka sudah memahami adanya info penghentian sementara layanan katering yang kami sosialisasikan,” sebut Anna.

Penghentian sementara layanan katering pada tanggal-tanggal tersebut dikarenakan kondisi di Makkah sudah sangat padat. Jemaah dari seluruh dunia sudah berada di Makkah. Sehingga sering terjadi kemacetan dan itu tidak memungkinkan dilakukan proses distribusi katering.

“Jangankan wilayah yang jauh, kawasan yang dekat hanya sekitar dua kilometer pun harus ditempuh dalam waktu lama. Kalau ada katering, kemungkinan akan terlambat sampai jemaah,” sambungnya.

Anna menegaskan bahwa PPIH Arab Saudi sangat terbuka pada saran dan masukan. Namun, tidak semestinya hal itu bernuansa fitnah, apalagi disampaikan melalui media sosial.

“Semua kita mengajak netizen untuk bijak bermedia sosial. Dan, sebagai anggota DPR, mestinya Pak Iskan harus bisa menjadi teladan dalam kebaikan, bukan malah menyampaikan sesuatu yang tidak benar, bahkan menjurus fitnah atau hoaks,” tandasnya.***/mel

Tiga Kloter Terakhir Kuota Tambahan Tutup Kedatangan Jemaah Haji Indonesia di Madinah

MADINAH, JAYAKARTA NEWS – Tiga kelompok terbang (kloter) hari ini menjadi penutup kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah. Ketiganya adalah kloter 13 Embarkasi Lombok (LOP 13), serta kloter 98 dan 99 Embarkasi Solo (SOC 98 dan SOC 99).

Kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah sedianya berakhir pada 15 Juni 2023. Namun, seiring Indonesia mendapat 8.000 kuota tambahan dari Arab Saudi, proses kedatangan jemaah haji di Madinah dibuka kembali hingga berakhir dengan kedatangan LOP 13, serta SOC 98 dan SOC 99.

Jemaah yang tergabung dalam kloter LOP 13 tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah, pada 22 Juni 2023 pukul 20.50 WAS. Disusul kemudian SOC 98 yang mendarat pukul 22.20 WAS, serta SOC 99 tiba hari ini pukul 01.10 WAS.

Kloter LOP 13 dan SOC 98 menginap di Hotel Fayrouz Al Massi (Gloria Hotel). Sedangkan Kloter SOC sempat diistirahatkan di Hotel Andalus Azzahabi yang terletak di seberangnya. Sebanyak 1.040 jemaah ini transit di Madinah selama beberapa jam. Mereka pagi ini, pukul 08.00 WIB, akan diberangkatkan ke Makkah untuk menunaikan Umrah Wajib dengan mengambil Miqat di Bir Ali.

“Secara keseluruhan dari semua kloter yang sudah mendarat, transit, kemudian diberangkatkan ke Mekkah, semua berjalan baik. Harapannya setiap kloter bisa lancar,” kata Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja Madinah Ali Machzumi, Jumat (23/6/2023).

Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat, total ada 13 kloter jemaah haji kuota tambahan yang mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah, sejak 15 Juni 2023. Menurut Ali Machzumi, petugas berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji, baik pada aspek akomodasi, transportasi, konsumsi, juga bimbingan ibadah.

Meski mendarat di Madinah, kloter tambahan ini masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan. Sehingga, setelah puncak haji, mereka akan diberangkatkan kembali ke Madinah untuk menunaikan Arbain (salat berjamaah 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi).***/mel

Tinjau Tenda, Dapur, Toilet, dan Coba Mobil Golf di Arafah, Menag: Lebih Bagus!

ARAFAH, JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan layanan di Arafah yang dilakukan oleh pihak Masyariq atau Muassasah. Menag meninjau tenda dan toilet jemaah haji, juga dapur yang akan digunakan untuk memasak makanan mereka.

Dalam kesempatan itu, Menag juga meninjau fasilitas tambahan berupa mobil golf yang disiapkan untuk membantu proses mobilitas dan evakuasi jemaah haji Indonesia. Ikut mendampingi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Irjen Kemenag Faesal AH, Ketua Dewan Direksi Perusahaan Masyariq Dzahabiyah M Amin Indragiri beserta jajarannya, para Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri Agama, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, serta jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M.

Masyariq adalah perusahaan penyedia layanan di Masya’ir (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) untuk jamaah haji. Masyariq merupakan pengembangan bentuk kelembagaan dari muasasah. Sebelum 2022, penyedia layanan bagi jemaah haji Indonesia di Masya’ir dikenal dengan nama Muasasah Asia Tenggara (Muasasah Janub Syarq Asia). Saat itu, pelayanannya terbatas kepada negara-negara Asia Tenggara. Setelah menjadi perusahaan, namanya berubah menjadi Masyariq dan layanannya lebih luas, tidak terbatas negara Asia Tenggara tapi juga bisa untuk kawasan lainnya.

“Hari ini, saya mengecek persiapan di Arafah yang dilakukan Masyariq. Saya kira sejauh ini bagus. Ada beberapa yang belum selesai dan mereka menjanjikan dua hari selesai,” terang Menag di Arafah, dikutip dari Rilis Kemenag, Rabu (21/6/2023).

“Saya juga melihat toilet, dan ini yang paling krusial. Saya melihat, janji tahun lalu ditepati untuk penambahan toilet. Alhamdulillah, mudah-mudahan tahun depan ditambah lagi toiletnya karena masih banyak lahan yang kosong bisa dipakai untuk menambah toilet,” sambungnya.

Menag mengatakan, penambahan fasilitas toilet sangat penting. Sebab, jemaah haji Indonesia kebanyakan adalah perempuan. Kaum perempuan secara umum memerlukan waktu yang lebih lama ketika berada di toilet, dibanding laki-laki.

“Ini baguslah, lebih luas, lebih bersih dibanding sebelumnya. Alhamdulillah, mudah-mudahan jemaah kita bisa beribadah dengan baik. Toilet juga disiapkan untuk difabel,” jelas Gus Men, panggilan akrabnya.

Tiba di Arafah sekitar pukul 17.30 Waktu Arab Saudi, Menag lebih dulu meninjau kesiapan tenda jemaah haji Indonesia. Menag melihat tenda sudah digelar karpet merah, serta dilengkapi fasilitas kasur busa. Menag juga sempat duduk di atas kasur untuk mencoba kualitas alas tidur yang telah disiapkan. Layanan kasur ini diberikan kali pertama oleh pihak Masyariq pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M.

“Fasilitas tenda yang jelas AC nya lebih dingin. Ada penambahan AC di tenda. Sehingga lebih dingin. H-2 sebelum wukuf di Arafah, insya Allah semua sudah siap selesai. Tidak ada kekhawatiran. Nanti H-2 kita cek lagi. Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh pihak Masyariq benar-benar diwujudkan,” sebutnya.

Selain tenda dan toilet, Menag juga melihat persiapan dapur Arafah. Selama di Arafah, makanan bagi jemaah dimasak di dapur-dapur yang telah disiapkan. Sehingga, kesiapan dapur menjadi sangat penting karena berkenan dengan logistik jemaah.

“Saya tadi juga melihat dapur. Dapurnya juga bersih bagus dan layak dibanding saya dulu saat menjadi jemaah haji reguler tahun 2004. Ini sudah sangat jauh berbeda. Alhamdulillah, mudah-mudahan jemaah haji kita bisa terlayani dengan baik,” harapnya.

Menag dan jajarannya juga mencoba fasilitas tambahan berupa mobil golf. Sarana transportasi ini akan digunakan untuk membantu mobilitas jemaah. “Tahun ini Masyariq menyiapkan mobil golf juga di Arafah. Mobil ini untuk melakukan patroli kalau ada jemaah membutuhkan pertolongan. Sehingga, mobil ini diharapkan bisa mempercepat akses untuk menolong jemaah kita,” kata Gus Men.

Menurutnya, ada 65 mobil golf yang disiapkan pihak Masyariq. Selain di Arafah, mobil ini juga akan digunakan di Mina untuk mengantar jemaah pada titik terdekat dengan jamarat. Karena tidak mungkin sampai ke jamarat, setidaknya mobil akan mengantar jemaah sampai pada titik terdekat jamarat, terutama untuk jemaah lansia.

“Saya kira peningkatan-peningkatan layanan yang dilakukan Masyariq dan Pemerintah Saudi sudah sangat baik. Ini sesuai dengan kesepakatan yang tahun lalu kita bicarakan,” terang Gus Men.

“Nanti setelah penyelenggaraan ibadah haji selesai, kita akan segera lakukan evaluasi lagi dan saya akan bicara dengan Kementerian Haji terkait dengan perbaikan-perbaikan pelaksanaan di tahun depan,” tandasnya.***/mel