Kemenag Gelontorkan 1,3 M Bantu Penelitian Dosen PTK Kristen

JAYAKARTA NEWS – Afirmasi terhadap pendidikan keagamaan terus diberikan oleh Kementerian Agama. Terbaru, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Ditjen) memberikan bantuan penelitian senilai total Rp.1.370.000.000 kepada 36 tim dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK).

“Pemberian bantuan penelitian ini merupakan bagian program prioritas Kementerian Agama, yaitu moderasi beragama. Kemenag berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan bagi semua agama, termasuk pada pendidikan keagamaan Kristen,” tutur Dirjen Bimas Kristen Jeane Maria Tulung di Jakarta, Kamis (2/11/2023).

Selain itu, sambung Dirjen, program bantuan penelitian ini terkait juga dengan kepentingan pengembangan keilmuan, mutu dan akreditasi, SDM serta afirmasi pada PTKK.

“Setelah dilakukan seleksi ketat, kami memutuskan 36 dosen PTKK baik negeri maupun swasta berhak atas bantuan pemerintah ini,” kata Jeane.

Jeane menambahkan, ada empat skema kategori bantuan yang diberikan. Pertama, skema bantuan pembinaan/pengembang kapasitas. Untuk kategori diberikan kepada empat orang dosen dan masing-masing menerima beasiswa senilai 20 juta rupiah.

Kedua, skema bantuan penelitian dasar/pengembang keilmuan program studi. Terdapat 10 dosen yang menerima beasiswa kategori ini dengan nominal sebesar Rp 30 juta/orang.

Ketiga, skema bantuan penelitian pengembang pendidikan tinggi. Bantuan ini diberikan kepada 11 penerima dengan masing-masing mendapat beasiswa senilai Rp 40 juta.

Keempat, skema bantuan penelitian terapan kajian strategi nasional. Bantuan ini diberikan kepada 11 penerima dengan masing-masing mendapat beasiswa senilai Rp 50 juta.

Berikut daftar nama penerima bantuan penelitian:

I. SKEMA BANTUAN PENELITIAN PEMBINAAN/PENGEMBANG KAPASITAS:

1. Dr. Alrik Lapian, S.Th., M.Sn., Dr. Markus Wibowo S.Th., M.Sn., Maria Armalita Tumimbang, M.Sn., Andre Yohanis Herani Sahadula (Judul penelitian: Eksistensi Musik Bambu Entel Dalam Liturgi Ibadah Di Gereja GERMITA Sasanggelo Di Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara)
2. Dr. Talizaro Tafonao, M.Pd.K., Yunardi Kristian Zega, M.Pd. (Judul penelitian: Metaverse: Revolusi Dan Krisis Gereja Dalam Era Digital)
3. Royke Lantupa Kumowal, M.Th., Heliyanti Kalintabu, S.Th., M.Pd.K., Charolin Geby Bambung (Judul penelitian: “Dumia Umbanua” : Kajian Teologi Misi Kontekstual Dan Implementasinya Dalam Moderasi Beragama Di Desa Laikit Kabupaten Minahasa Utara)
4. Muis Saifuddin Anshari Pikahulan, M.H., Drs. Sudirman Simanihuruk, M.Th., Franklin Stevan Dahaklory, M.Pd.(Judul Penelitian: Peran Tokoh Agama Dalam Mendorong Moderasi Beragama: Studi Kasus Kota Ambon)

II. SKEMA BANTUAN PENELITIAN DASAR/PENGEMBANG KEILMUAN PROGRAM STUDI:

1. Dr. Wolter Weol, S.Th., M.Pd. dan Denni H.R. Pinontoan, M.Th. (Judul Penelitian: Paradigma Mapalus dalam Penguatan Moderasi Beragama: Studi Budaya Minahasa dengan Pendekatan Relasi Intersubjektif dalam Konteks Masyarakat Majemuk di Sulawesi Utara);
2. Dr. Setinawati, M.Th., Isabella Jeniva, M.Si. BELUM RUHUI RAHAYU Dalam Bingkai Moderasi Beragama: Kajian Sosio-Teologi Terhadap Peran Agama Dan Budaya Pada Masyarakat Dayak di Desa Tewang Darayu, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah;
3. Dr. Serli Patasik, M.Th., Arie Rissing Natalia, S.Th., M.Pd.K., Patar Rudianto Butar-butar (Judul Penelitian: FILOSOFI ONOMI REIMAI Membangun Moderasi Beragama di Sentani);
4. Dr. Suryaningsi Mila, M.Si., Andriarto Kapu Enda, M.Pd.K. (Judul Penelitian: Membingkai Ulang Misi Gereja di Tengah Pluralitas Agama : Suatu Studi terhadap Praktik dan Model Misi Gereja Kristen Sumba Jemaat Waingapu);
5. Tio R.J. Nadeak, M.Pd., Debora Purba, S.S., M.Sc., Ade Putera Arif Panjaitan, M.Si., Bambang T.J. Hutagalung, M.Kom. (Judul Penelitian: Potensi Voluntourism Dalam Perkembangan Pariwisata Berkelanjutan di Tapanuli Utara)
6. Dr. Yowelna Tarumasely,M.Pd., Dr. Mercy Florence Halamuri, M.Pd.K., Yunita Sipahelut, M.Psi.,Psikolog, Wilhemus Labobar.M.Pd. (Judul Penelitian: Analisis Dampak Penggunaan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Terhadap Motivasi Dan Perilaku Belajar Mandiri Siswa SMA Di Kota Ambon)
7. Dr. Lustani Samosir, M.Pd., Dr. Robert Juni Tua Sitio,M.Pd., Frainskoy Rio Naibaho, M.Kom., Maryska Debora Silalahi (Judul Penelitian: Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sosial Mahasiswa Sumatera Utara (Gambaran Perilaku Moderasi Beragama Pada Mahasiswa Di Sumatera Utara))
8. Dr. Fibry Jati Nugroho, S.Th., M.Si, Dwi Novita Sari, S.Th., M.Pd., Agustinus Tunda (Judul Penelitian: Konstruksi Moderasi Beragama Masyarakat Salatiga Sebagai Kota Toleran)
9. Dr. Bestian Simangunsong, M.Th., Dr. Hanna Dewi Aritonang, M.Th., Mega Intan Tambunan (Judul Penelitian: Menghidupi Spiritualitas Ekologis: Sebuah Panggilan Kristen di Tengah Krisis Lingkungan Hidup di Indonesia)
10. Dr. Aselmus. A.J.E. Toenlioe, M.Pd., Dr. Lidia Susanti, M.P., Dr. Janneman R. Usmany, M.Pd.K., Dr. Amir Hamzah, M.Pd., Fransisca Kurniajaya, Yohanes Setiawan (Judul Penelitian: Pengembangan Kurikulum Merdeka Berbasis Pertumbuhan Iman Dan Kecakapan Hidup (Soft Skill) PAUD Kristen Se-Malang Raya)

III. SKEMA BANTUAN PENELITIAN PENGEMBANG PENDIDIKAN TINGGI:

1. Dr. Farno Billy Arthur Gerung, M.Th. dan Krueger Kristanto Tumiwa, M.Si. Teol. (Judul Penelitian: Paradigma Integratif Keilmuan Kristen Untuk Pengembangan Konsorsium Keahlian Dosen di PTKK)
2. Stevri P.N. Indra Lumintang dan Zummy Anselmus Dami (Judul Penelitian: Faktor-Faktor yang Meningkatkan Organizational Citizenship Behavior dan Kepuasan Kerja Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen: Menguji Peran Motivasi untuk Melayani, Servant Leadership, Kepercayaan dan Leader-Member Exchange)
3. Dr. Elka Anakotta, M.Si. dan Dr. Flavius Andries, M.A (Judul Penelitian: Negara, Agama dan Nasionalisme (Penolakan Pembangunan Sekolah Kristen di Pare-Pare Sulawesi Selatan))
4. Prof. Dr. Amos Neolaka, M.Pd., Dr.Phil. Jenry Elrich Cornelis Mandey., Dr. Marthin Steven Lumingkewas, M.Div., Dr. Sri Mulyani, S.Si., M.Si. (Judul Penelitian: Aplikasi Deteksi Dini SALUTI (Sadar Akan LUka haTI) Berbasis Android bagi Masyarakat Tangerang Selatan)
5. Dr. Junihot M. Simanjuntak, M.Pd., Nelson Hasibuan, M.Th. (Judul Penelitian: Model Manajemen Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Di Indonesia Berbasis Produk Penelitian Dan Publikasi Dosen).
6. Dr. Agusthina Siahaya, M.Th., Ajuan Tuhuteru, M.Ikom., Erika Christine Panggabean, M.M. (Judul Penelitian: Analisis Model Kompetensi Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri Berdasarkan PERDIRJEN Nomor 2626 Tahun 2023)
7. Dr. Meily Meiny Wagiu, M.Th., Ryanto Adilang, M.Th., Samuel Wailan Leonard Wanget, M.Th. (Judul Penelitian: Reinterpretasi Kisah Perwira Kapernaum Dalam Kajian Kritik Historis Teks Lukas 7:1-10 Dan Relevansinya Dengan Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Kristiani di Kota Manado)
8. Dr. Johannis Siahaya, M.Th., M.Pd., Dr. Nunuk Rinukti, M.Th., M.Pd.K. (Judul Penelitian: Pemakaian Nama Tete Manis Sebagai Pengganti Nama Tuhan Yesus Suatu Jembatan Moderasi Beragama Dalam Emik Budaya Maluku)
9. Prasetiwati, M.Th., Yonatan Gabriel, Johnson Wadani (Judul Penelitian: Penguatan Strategi Pembelajaran Lintas Pihak Berbasis Komitmen Tanggung Jawab Dalam Budaya Dayak Bagi Keberlanjutan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kalimantan Tengah)
10. Agustinus, Reynaldo Pabebang (Judul Penelitian: MA’TA’DA: Kritik Teologi Terhadap Ritual Ma’ta’da Berdasarkan Perspektif Pengakuan Iman Westminster Mengenai Penyembahan)
11. Dr. Ibelala Gea, S.Th., M.Si., Dr. Herdiana Boru Hombing, M.Th., Grecetinovitria Merliana Butar-butar, M.Th. (Judul Penelitian: Peran Gereja dalam Memutus Mata Rantai Kekerasan Sekseual Terhadap Anak)

IV. SKEMA BANTUAN PENELITIAN TERAPAN KAJIAN STRATEGI NASIONAL:

1. Prof. Dr. Sonny Eli Zaluhu, M.Th., Dr. Robinson Rimun, M.Th., Dr. Joseph Chris Santo, M.Th. (Judul Penelitian: Digital Religion and Theological Perspective Systematic Literature Review)
2. Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd., Dr. Jefri Mailool, S.T., M.Pd., Firmanians Tuerah, M.Phil., Darmianus Harefa, M.Pd.K. (Persepsi Mahasiswa Terhadap Toleransi Antar Budaya Di Lingkup Pendidikan Tinggi Kristen)
3. Dr. Harun Y. Natonis, M.Si., Merling Tonia Litron Litos Conthes Messakh, M.Pd., Agustinus Nggiku (Judul Penelitian: Implementasi Misi PAK melalui Rumah Moderasi Beragama di Indonesia)
4. Prof. Mareyke M.W. Tairas, Ph.D., Dr. Dwi Ariefin, S., S.Pd., M.Th., Dr. Mariani Harmadi, S.Pd., M.Th., Dwi Anugrahani H., S.Pd. (Judul Penelitian: Riset Survei Kompetensi Pedagogik Guru dalam Implementasi Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Menengah Tingkat Pertama Nasional)
5. Prof. Dr. Ch.D.W. Sahertian, M.Pd., Dr. Onisimus Amtu, M.Pd., Dr. Hendrik A.E. Lao, M.Pd., Ribka Manufandu (Judul Penelitian: Meningkatkan Layanan Jasa Pendidikan Dengan Budaya Akademik Dan Implementasi SPMI Melalui Model Servant Leadership Sebagai Variabel Moderating Di PTKKN)
6. Dr. Sarmauli, M.Th., Dr. Tolop Oloan Marbun, M.Th., M.Pd., Dr. Yamowa’a Bate’e, M.Th., Lilyantie, S.Th., M.Si., Dr. Agus Surya, M.Th. (Judul Penelitian: Kajian Teologis Antropologis terhadap Makan Sapa dalam tradisi Batak Toba di Kabupaten Samosir dan Implikasinya terhadap Komunikasi Interreligious)
7. Prof. Benyamin Fleming Intan, Ph.D., Prof. Yahya Wijaya, Ph.D., Calvin Nathan Wijaya, Semy Arayunedya (Judul Penelitian: Missiology from Below: A Perspective of Laity on Evangelism in Muslim-Majority Indonesia)
8. Prof. Dr. Albiner Siagian, M.Si., Melinda Siahaan, Ph.D., Dian Purba, M.A. (Judul Penelitian: Budaya Persahabatan Batak: Studi Teologis Praktik Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal Suku Batak Toba di Tapanuli Raya)
9. Telhalia, D.Th., Alfonso Munte, M.Pd.K. (Judul Penelitian: Sektor Energi Berkelanjutan Tanpa Karbon Indonesia 2060 Berbasis Eco-Theo-Sophy: Studi Kasus di Kalimantan Tengah)
10. Fredrik Warwer, Devid R. Pontoan (Judul Penelitian: Kajian Model Pembelajaran Dan Pembentukan Karakter Berbasis Kearifan Lokal “Rumsram” Dalam Perspektif Kristen)
11. Joni Tapingku dan Yohanes Krismantyo Susanta (Judul Penelitian: Membaca Kisah Pemerkosaan Tamar dalam 2 Samuel 13 dari Perspektif Hermeneutika Trauma dan Implikasinya bagi Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual di Indonesia)***/mel

Ketum PBNU Sebut Sarung Bukti Kesinambungan Peradaban Hindu, Buddha, dan Islam

JAYAKARTA NEWS – Hari Santri 2023 dimeriahkan dengan Sarung Santri Nusantara. Bertempat di Gedung Negara Grahadi Nusantara Surabaya, acara ini berlangsung dalam nuansa berbeda.

Para tamu undangan hadir dengan mengenakan sarung dengan beragam corak dan warna. Hadir, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, jajaran pejabat Eselon I dan II Kemenag, serta ratusan santri dan warga Surabaya.

“Sarung adalah bukti kesinambungan sejarah dan ketersambungan kawasan peradaban yang sangat luas. Kalau di Indonesia yang mayoritas muslim, santri dan kiainya bersarung, mari kita lihat, masyarakat India yang Hindu juga bersarung, Myanmar yang Buddha juga bersarung,” terang KH Yahya Cholil Staquf di Surabaya, Sabtu (21/10/2023) malam.

“Sarung merupakan penyambung dari sekian banyak masyarakat yang heterogen dalam satu kawasan peradaban yang luas,” sambungnya.

Dijelaskan Gus Yahya, panggilan akrabnya, sarung sudah dipakai orang di Nusantara bahkan sejak sebelum Islam dikenal di sini. Artinya, walaupun masyarakat Nusantara sekarang mayoritas muslim, sarung tetap jadi bagian dari tradisi kehidupan mereka.

Sejarah peradaban Nusantara, kata Gus Yahya, terus bersambung dari zaman ke zaman. Meski pada satu masa, misalnya, Sriwijaya, sangat diwarnai tradisi Buddha dan sekarang menjadi masyarakat mayoritas muslim, tapi karakter budayanya (sarung) tidak berubah.

“Ini modal yang menjadikan santri Nusantara ini selamat dari gonjang-ganjing sejarah global yang menjadi kesulitan di tempat lain. Ini patut kita syukuri, makna sarung dan vitalitas budayanya. Tidak ada yang lebih ulet dari vitalitas budayanya melebihi sarung,” papar Gus Yahya.

“Sarung dari zaman kuno sampai sekarang bentuknya sama. Motifnya tinggal kreativitas komunitas tenun. Sarung punya vitalitas budaya ulet,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki. Menurutnya, sarung merupakan bagian yang tidak lepas dari ciri bangsa. Bahkan, sarung yang sebelumnya identik dengan masyarakat kampung dan tradisional, kini digunakan juga dibanyak acara kenegaraan yang dihadiri Presiden dan Wakil Presiden.

Selain vitalitas budaya, kata Wamenag, tenun sarung menggambarkan nilai persatuan dan kesatuan. “Sarung ditenun dari helai demi helai benang hingga menjadi sarung. Ini wujud psrsatuan dan kesatuan. Sarung kuat karena diikat melalui tenun,” jelas Wamenag.

“Sarung adalah kekayaan Nusantara. Kain tradisional sarat makna budaya Nusantara. Digunakan secara nasional dalam beragam kegiatan. Kita berharap suatu hari nanti akan memperingati Hari Sarung Nasional,” tandasnya.***/mel

Lepas Jutaan Peserta Jalan Santai, Gus Yahya: Jihad Santri Jayakan Negeri

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Ketua Umum PBNU menegaskan pentingnya peran santri dalam membangun negeri. Peran itu antara lain terwujud dari semangat jihad fi sabilillah yang sudah digelorakan sejak zaman perang kemerdekaan.

Pesan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf saat melepas Jalan Santai Hari Santri 2023 di Surabaya, Sabtu (21/10/2023). Hadir, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajarannya, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, para pejabat Eselon I Kemenag, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Khusnul Maram, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, dan jajaran Forkompimda Jawa Timur dan Kota Surabaya.

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menurut Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengingatkan peran santri dalam jihad fii sabilillah mempertahankan NKRI, menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945. “Mari kita berjihad. Sebab negara ini didirikan dengan jihad. Masa depannya juga harua diperjuangkan dengan jihad. Jihad santri, jayakan negeri,” tegas Gus Yahya.

Negeri ini, kata Gus Yahya, tidak akan berjaya tanpa jihad dari warganya. Jihad yang dilandasi semangat kepahlawanan sebagaimana diteladankan para pahlawan demi tegaknya Indonesia.

Ditanya kenapa Hari Santri dipusatkan di Surabaya, Gus Yahya menjelaskan bahwa itu tidak lepas dari sejarah Resolusi Jihad yang digaungkan para ulama pada 22 Oktober 1945. Saat itu, mereka berkumpul di Surabaya dan meminta pemerintah memobilisasi warganya untuk jihad fii sabilillah, mempertahankan NKRI dari upaya sekutu untuk menjajah kembali.

“Surabaya menjadi pusat dari pertarungan mempertahankan NKRI. Peristiwa itu menjadi titik penting sebagai pondasi keberlangsungan proklamasi,” jelas Gus Yahya.

“Mari jangan sampai kejayaan yang telah diperjuangkan para pahlawan itu batal di masa depan karena kita tidak mampu meneladani kepahlawanan mereka,” sambungnya.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, jalan santai digelar dalam semarak Hari Santri sebagai ikhtiar menjaga kesehatan dan memberi nuasan kegembiraan. Menurutnya, Hari Santri patut dirayakan dengn riang gembira.

“Ini menunjukkan bahwa negara mengakui perjuangan para santri, memberikan kado istimewa yakni Hari Santri,” sebutnya.

“Santri selalu terlibat menjadi bagian dalam momentum penting negeri ini. Momentum Hari Santri menunjukkan bahwa setiap episode sejarah negeri ini, selalu melibatkan santri,” tandasnya.

Jalan santai ini diikuti jutaan warga masyarakat dan santri dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan provinsi lainnya. Mereka memadati sepanjang Jalan Gunernur Suryo, Kota Surabaya, sejak pagi.

Jalan santai dilepas Gus Yahya mulai pukul 06.30 WIB dari Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi. Peserta lalu menuju jalan Jenderal Soedirman, lalu keJalan Basuki Rahmat, kawasan Embong Malang, Praban, Siola, lalu balik ke Gedung Negara Grahadi.

Panitia telah menyiapkan banyak doorprize, mulai dari sepeda gunung, televisi, lemari es, 60 paket umrah hingga mobil.

Selain jalan santai, Hari Santri 2023 dimeriahkan dengan beragam acara. Ada Pagelaran Sarung Santri Nusantara yang diadakan di Gedung Negara Grahadi dan pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah di Masjid Al-Akbar Surabaya. Puncaknya, digelar Apel Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya yang akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo yang bertindak sebagai Pembina Apel.***/mel

Semarak Hari Santri 2023, Rayakan Keberagaman dengan Sarung Nusantara

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Keragaman Indonesia yang semarak akan ditampilkan melalui Peragaan Sarung Santri Nusantara. Acara ini akan mempersembahkan busana sarung yang selama ini identik dengan busana santri dalam gaya yang berbeda. Peragaan Sarung Nusantara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2023 yang diselenggarakan Kementerian Agama bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan PBNU.

“Hari Santri adalah momen penting yang menyoroti peran santri dalam memelihara dan mewariskan nilai-nilai agama, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan. Dengan semangat yang tulus, para santri dapat menjadi penjaga tradisi sekaligus pembangun Indonesia modern,” kata Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur saat konferensi pers terkait perayaan Hari Santri 2023 di Surabaya, Jumat (20/10/2023).

Hadir juga Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Jawa Timur.

Peragaan Sarung Santri Nusantara akan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Acara berlangsung pada 21 Oktober 2023 dan dijadwalkan dimulai pada sekitar pukul 19.00 WIB. Pagelaran ini akan menjadi sorotan utama dengan penampilan Raka Raki dan Cak Ning, yang mengenakan corak dan model sarung beraneka ragam dari seluruh penjuru Indonesia di mana merupakan interpretasi modern dari pakaian tradisional.

Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie, menyambut baik diselenggarakannya acara ini. Menurutnya, Peragaan Sarung Santri Nusantara menjadi etalase keragaman bangsa yang dibalut dalam semangat persatuan dan kegembiraan.

“Ini merupakan kegiatan yang dapat menyatukan orang dari berbagai latar belakang dalam perayaan warisan bersama,” sambutnya.

Selain peragaan sarung santri, acara ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai penampilan budaya, termasuk peragaan seni dan musik. Sejumlah seniman dijadwalkan hadir dan ikut mengisi acara, antara lain Tretan Muslim, Sosiawan Leak, dan Sastro Adi. Acara juga akan dimeriahkan dengan penampilan musik dari Armand Maulana.

“Peragaan Sarung Santri Nusantara akan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan beragam tradisi yang berkembang di banyak daerah, tapi dalam satu kesempatan sekaligus,” jelas Anna Hasbie.

“Mari bergabung dengan kami di Peragaan Sarung Santri Nusantara untuk sama-sama menyaksikan keindahan keragaman budaya dan tradisi Indonesia. Terbuka untuk umum, masyarakat silakan hadir. Festival ini menawarkan pengalaman tak terlupakan,” tandasnya.***/mel

Harlah Nabi Kongzi & Satu Abad Matakin, Wamenag: Jaga Persatuan Bangsa

JAYAKARTA NEWS – Umat Khonghucu memperingati hari lahir ke-2574 Nabi Kongzi. Bersamaan itu, diperingati juga satu Abad Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

Seremonial peringatan berlangsung di Ruang Serba Guna Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki mengapresiasi kiprah umat Khonghucu dan berpesan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan.

“Acara ini merupakan salah satu wujud peran umat Konghucu melalui Matakin dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, Rabu, (11/10/2023).

“Umat khonghucu juga turut berkiprah dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” sambung Saiful Rahmat Dasuki.

Saiful Rahmat Dasuki menyampaikan selamat merayakan Hari Kelahiran ke-2574 Nabi Agung Kongzi kepada Umat Khonghucu di Tanah Air. Wamenag berharap ajaran-ajaran Nabi Agung Kongzi dapat diteladani untuk menciptakan kebersamaan.

“Selamat dan sukses atas prosesi persembahyangan Hari Lahir Nabi Kongzi pagi ini dan atas pencapaian 1 Abad Matakin berkiprah untuk Indonesia. Kenyataan ini patut kita syukuri sebagai wujud dari hadirnya Matakin dalam upayayang telah dilakukan untuk membina dan mewadahi umat Khonghucu,” kata Saiful Rahmat Dasuki.

Dijelaskan Saiful, hubungan baik Matakin dengan pemerintah, khususnya Kementerian Agama, bersama tokoh-tokoh Khonghucu dan para stakeholder lainnya harus terus dijaga. Sinergitas yang telah terbangun ini, hendaknya terus dikembangkan dalam upaya bersama menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi dan sosial bangsa Indonesia.

“Saya apresiasi inisiasi dialog kebangsaan yang bertajuk Pesan dan Suara Kenabian untuk Bangsa ini. Mari, jadikan momentum Harlah Nabi Kongzi ini antara lain untuk meneladani sosok Nabi yang suka kesederhanaan, mengasihi, rendah hati, menolong untuk kebenaran, dan berkebajikan,” tegas Saiful.

Saiful juga menyampaikan bahwa agama sebagai sumber ajaran mulia yang memerintahkan untuk mengembangkan kebajikan dan untuk menjadi berkah bagi semua ciptaan.

“Selamat mengikuti Dialog Kebangsaan, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan keberkahan dan ridla-Nya pada setiap ikhtiar yang kita lakukan untuk agama, bangsa dan negara tercinta ini,” tandas Saiful.

Ketua Panitia selaku Kabid Kelembagaan Pusbindik Khonghucu, Farid Wajdi menyampaikan bahwa acara peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi ke-2574 dan Peringatan 1 Abad Matakin kali ini diisi dengan dialog kebangsaan oleh tokoh-tokoh lintas agama dan organisasi masyarakat. Dan diikuti lebih dari 100 orang hadirin dan tamu undangan.

“Semoga Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya,” tandas Farid Wajdi.

Tampak hadir, Sekjen Kemenag Nizar dan pengurus Matakin, Permabudhi, serta tokoh-tokoh umat Khonghucu.***/mel

Terbit SE Pedoman Ceramah, Kemenag Harap Tokoh Agama Selalu Rawat Kerukunan Umat

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama dengan Nomor SE. 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan pada 27 September 2023.

Menurut Direktur Penerangan Agama Islam (PENAIS) Ahmad Zayadi, Surat Edaran ini mengambil pijakan pada prinsip bahwa kerukunan umat beragama adalah pondasi penting dari kerukunan nasional.

“Hal ini penting untuk mempertahankan dan memajukan persatuan dan kesatuan, yang merupakan modal utama dalam memajukan bangsa ke depan,” kata Zayadi di Jakarta, Rabu (4/10/2023).

Pihaknya mengungkapkan, pedoman ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, memberikan panduan jelas bagi penceramah agama dalam memberikan ceramah keagamaan.

“Kedua, memberikan panduan bagi pengurus dan pengelola rumah ibadat dalam memfasilitasi pelaksanaan ceramah keagamaan,” ungkapnya.

Zayadi menerangkan, para tokoh penceramah agama di Indonesia selama ini mengambil peran penting dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.

“Karena itu, Kemenag menilai sangat penting untuk menerbitkan panduan yang memuat tentang kualifikasi penceramah, materi ceramah, hingga pentingnya pembinaan penceramah yang dilakukan oleh Kemenag di semua tingkatan,” terangnya.

Surat Edaran ini, lanjut Zayadi, menggarisbawahi perlunya penceramah agama memiliki pengetahuan dan cara pandang serta sikap yang moderat dalam beragama, berwawasan kebangsaan, sikap toleransi, menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan serta sikap santun dan keteladanan.

“Materi ceramah juga diamanatkan untuk bersifat mendidik, mencerahkan, dan konstruktif dengan tujuan meningkatkan keimanan, memperkuat hubungan antarumat beragama, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara,” tegasnya.

“Selain itu, materi tersebut wajib menghormati dan mematuhi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika, menghindari konflik berbasis suku, agama, ras, dan golongan serta menghindari konten yang dapat memicu intoleransi, diskriminasi, anarki, atau kampanye politik praktis,” sambung Direktur PENAIS Zayadi.

Secara khusus, ia mengajak kepada aktor-aktor layanan keagamaan seperti Penyuluh Agama Islam, dai/daiyah, majelis taklim, qori’/qoriah, hingga lembaga seni dan budaya Islam, agar benar-benar mengindahkan pedoman ceramah di lingkungan atau jamaahnya masing-masing.

“Para aktor layanan keagamaan ini memiliki basis yang loyal, jadi kami mengajak secara bersama-sama untuk menyemai masyarakat dengan ceramah keagamaan yang melahirkan benih-benih yang dapat memperkuat kerukunan umat,” ajak Zayadi.

Ia berharap Surat Edaran Pedoman Ceramah ini dapat menjadi landasan yang kuat bagi para tokoh agama untuk mematuhi prinsip-prinsip yang tercantum di dalamnya.

“Kemenag optimistis bahwa tokoh agama akan terus berperan aktif dalam merawat kerukunan umat beragama, yang pada akhirnya akan berkontribusi besar terhadap pembangunan dan keberlanjutan bangsa Indonesia,” pungkasnya.***/mel

Aliran Doa untuk Kesembuhan Doni Monardo

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Aliran doa tak pernah putus sejak Doni Monardo dirawat intensif. Umumnya, kegiatan doa bersama digelar oleh institusi, lembaga, kelompok masyarakat yang pernah dan sedang bersinggungan langsung dengan Doni.

Mantan Tenaga Ahli BNPB 2019-2021, Egy Massadiah menjelaskan bahwa unsur di BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melakukan gelar doa bersama diikuti Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, bersama deputy, para staf dan karyawan. Doni Monardo adalah Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Covid-19, 2019 – 2021. Doa bersama berlangsung di Masjid BNPB Jalan Pramuka seusai shalat Jumat tanggal 22 September 2023.

Hari ini, Sabtu (23/9/2023) Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) juga menggelar acara doa bersama untuk kesembuhan ketua umumnya. Doni Monardo adalah Ketua Umum PPAD periode 2021 – 2026.  “Doa bersama bersama anak yatim dilakukan secara offline dan online (zoom meeting),” jelas Mayjen TNI Purn DR Komaruddin Simanjuntak, Sekjen PPAD.

Kegiatan offline dilangsungkan di Aula Soerjadi, Kantor PP PPAD, Jl Matraman, Jakarta Timur mulai pukul 14.00 WIB.

Doa bersama untuk kesembuhan Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo, yang diselenggarakan secara online (zoom meeting), maupun offline di aula Soeryadi, Gedung PP PPAD, Matraman, Jakarta Timur. (foto: PPAD)

Dalam kesempatan itu, tampak hadir secara virtual, sesepuh PPAD yang juga mantan Wakil Presiden, Jenderal TNI Purn Try Sutrisno. Jenderal Try tampak memegang buku yasin dan khusuk mendoakan kesembuhan Doni Monardo, salah satu junior yang ia sayangi.

Hari yang sama, juga dilakukan kegiatan serupa di PPAD Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang dikoordinir oleh Brigjen TNI Purn Yudi Zanibar. Salah satu teman seangkatan Doni Monardo (AMN 1985).

Di tempat terpisah, kegiatan doa bersama juga digelar jajaran pimpinan dan karyawan MIND ID, Perusahaan holding tambang negara, di mana Doni Monardo adalah Komisaris Utama-nya.

Kabar lain datang dari Maluku. Kegiatan doa bersama juga digelar prajurit Kodam XVI/Pattimura. Doni Monardo adalah Pangdam Pattimura ke-27 yang menjabat antara tahun 2015 – 2017.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Syafrial, PSC., M.Tr.(Han) juga memohon seluruh instansi dan komponen masyarakat, baik Maluku dan Maluku Utara turut mendoakan Doni Monardo, semoga diberikan kesembuhan seperti sediakala, sehingga bisa terus melaksanakan tugas dengan baik.  “Mohon didoakan, semoga beliau segera disembuhkan oleh Allah SWT, Aamiin,” harap Pangdam.

Lantunan doa juga mengalir dari para prajurit Brigif Para Raider 3/TBS Kariango, Sulawesi Selatan. Didahului inisiatif oleh Letjen TNI (Purn) AM Putranto, mantan Kasbrigif Linud 3/TBS kepada Komandan Brigif PR 3/TBS. “Kepada para petarung Kariango untuk menyempatkan doa bersama setelah sholat magrib, digilir 41 orang setiap hari… Doakan senior yg sangat luar biasa dan baik ini segera diberikan kesembuhannya olh Allah SWT. Aamiin..7x yaa robbal alamiin,” pesan Putranto.

Para pekerja nursery IKN, Kalimantan Barat juga mengadakan acara doa bersama untuk kesembuhan Doni Monardo. (foto: ist)

Kabar terbaru datang dari kebun nursery IKN Kalimantan Timur. Seperti diketahui, Doni Monardo bersama PPAD menggalang sejumlah elemen masyarakat lain menyumbangkan ratusan ribu bibit aneka pohon untuk penghijauan IKN.  Kementerian PU PR pun memfasilitasi pengadaan nursery tak jauh dari bentang jalan tol menuju IKN (dari Balikpapan).

Puluhan pekerja nursery spontan menggelar acara dzikir dan doa bersama untuk kesembuhan Doni Monardo. Alunan doa terus mengalir, memohon kepada Tuhan Yang Maha Penyembuh untuk mengangkat penyakit yang diderita Doni Monardo. (pr)

Puan Maharani Berharap NU Tetap “On The Track”

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) 2023 Nahdlatul Ulama (NU). Ia berharap kegiatan tersebut akan menghasilkan rekomendasi yang berguna sebagai panduan bagi warga NU menghadapi berbagai isu di tengah masyarakat.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2023 diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin (18/9/2023). Tema yang diusung adalah ‘Mendampingi Umat, Memenangi Masa Depan’, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2023 dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Acara ini turut dihadiri sejumlah petinggi negara, di antaranya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD.

Kemudian ada juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, hingga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Di acara ini, Puan mengenakan kerudung putih lengkap dengan pakaian muslim berwarna krem. Saat di podium, ia duduk diapit Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya serta istri Presiden RI Keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid.

Munas Alim Ulama dan Konbes 2023 NU merupakan forum tertinggi setelah Muktamar Sufi Internasional 2023 yang terselenggara di Pekalongan, Jawa Tengah. Puan pun didaulat melakukan prosesi pemukulan rebana sebagai simbolis pembukaan acara bersama Jokowi, Gus Yahya dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.

“Saya ucapkan selamat atas dimulainya Munas dan Konbes NU, mudah-mudahan ini bisa memberikan patokan dan arahan yang harus dilaksanakan Nahdliyin dalam kehidupan berbangsa maupun beragama,” tutur mantan Menko PMK tersebut.

Bahas Pemilu

Pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2023 akan dibahas sejumlah isu dari berbagai komisi, antara lain Komisi Bahtsul Masail Maudlu’iyah. Komisi ini berkaitan dengan gelaran pemilihan umum (Pemilu), yakni pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2024.

Selanjutnya ada Komisi Bahtsul Masail Qanuniyah yang akan membahas soal kebijakan lima hari sekolah dan aturan turunan dari UU Pesantren. Lalu Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah yang akan membahas mengenai optimalisasi Dam haji di mana NU akan mengeluarkan sikap resmi untuk mendorong kemajuan sistem kelola haji di Indonesia.

Selain itu ada pula Komisi Organisasi yang akan membahas konflik internal NU, seperti Peraturan Perkumpulan (Perkum). Untuk diketahui, ada lima Perkum baru dan 12 Perkum yang akan direvisi terkait kategori rangkap jabatan. Selanjutnya Komisi Rekomendasi yang akan membahas terkait masalah perampasan tanah rakyat oleh negara.

Kemudian yang terakhir ialah Komisi Program Kerja yang akan membahas soal pengelolaan aset rumah sakit NU dan tata kelola wakaf di lingkungan NU. Sebab NU memiliki wakaf yang banyak, tetapi belum ada tata kelola yang baik.

Presiden Joko Widodo membuka Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama. (foto: PBNU)

NU On The Track

Dengan adanya berbagai isu yang dibahas dalam Konbes NU 2023, Puan yakin hal tersebut akan semakin mengukuhkan upaya NU untuk bekerja demi kemaslahatan umat. Ia juga menilai hal ini dilakukan agar warga Nahdliyin tetap on the track dan PBNU terus ikut bergotong royong bersama Pemerintah untuk mencapai masa depan umat yang lebih baik.

“Konbes NU juga diharapkan makin meneguhkan komitmen inklusif NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” harap Puan.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI tersebut menambahkan, keberadaan NU selama ini jelas dirasakan manfaatnya sebagai benteng keimanan umat muslim. Selain itu, kata Puan, NU telah memberikan kontribusi untuk Pemerintah dalam menjalankan amanatnya dan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum.

“Kesuksesan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun ini dapat memberikan patokan dan arahan yang harus dilaksanakan di dalam kehidupan kebangsaan maupun keagamaan yang akan menjadi cerminan negara,” jelas cucu Bung Karno itu.

Lebih lanjut, Puan menyinggung soal NU yang selalu konsisten berjuang demi kemaslahatan umat dari dulu hingga sekarang. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari teladan yang ditunjukkan para tokoh NU di tingkatan atas maupun di daerah.

“Saya mengapresiasi  capaian-capaian dan rencana-rencana NU untuk memenangkan masa depan seperti yang disampaikan oleh Ketum PBNU dalam pidatonya,” sebut Puan.

“Semoga gotong royong antara PBNU, Pemerintah, DPR, dan elemen bangsa lainnya dapat menciptakan kesejahteraan bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.

Di sisi lain, Puan berharap NU akan terus berkomitmen mendukung proses pemilihan umum yang mengedepankan rasa damai dan tenteram bagi masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi tahun 2024.  

“Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, keterlibatan NU dalam menjaga Pemilu damai, tenteram dan gembira untuk masyarakat akan sangat berperan besar pada suksesnya gelaran Pemilu 2024,” ujar Puan.

“Tentunya peran tersebut dapat diartikan juga bahwa NU turut serta dalam menciptakan kesejahteraan dan ketenteraman bagi bangsa yang kita cintai,” sambungnya.

Dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2023, terlihat para peserta menyambut antusias kehadiran Puan. Tak sedikit yang mengajak dan meminta Puan untuk berfoto bersama.

Dengan hangat, Puan menyambut permintaan warga NU tersebut. Termasuk permintaan foto bersama Nahdliyin perempuan. (pr)

Mengenang Jejak Sang Pejuang Hak Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait

Lanjutkan Perjuangan Pelabelan Bisphenol A (BPA)

JAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Dua orang terdekatnya seperti terkecoh dengan cara “pamit” mendiang Arist Merdeka Sirait. Tokoh pejuang hak anak Indonesia, Ketua Komnas Perlindungan Anak, yang wafat, Sabtu 26 Agustus 2023, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Kedua orang itu adalah, Rostimaline Munthe, sang istri, dan Pravistania, Sekjen Komnas Perlindungan Anak. Mereka tak kuasa membendung air mata dan isak tangis saat berbicara pada acara “Mengenang Jejak Sang Pejuang Hak Anak Indonesia”, Senin (11/9/2023) di Kantor Komnas Perlindungan Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Acara itu diselenggarakan oleh Komnas PA bekerjasama dengan komunitas Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL). Hadir empat pembicara lain yang menyampaikan testimoni dan kesan-kesannya terhadap Arist Merdeka Sirait.

Keempat orang itu adalah Lia Latifah selaku pejabat sementara Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arzeti Bilbina (Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB), Cornelia Agatha (Ketua Komnas PA DKI Jakarta), dan Roso Daras (Ketua JPKL).

Lia Latifah mengatakan, tidak ada aktivis pembela hak anak sekaliber almarhum. Ia memuji totalitasnya dalam bekerja. Tiada hari berlalu tanpa menangani hak-hak anak Indonesia yang terlanggar.

“Sangat banyak karya beliau bagi kehidupan anak-anak Indonesia yang makin baik dari waktu ke waktu. Tidak sedikit pula persoalan hukum yang berhasil beliau tuntaskan,” ujar Lia seraya manambahkan, “akan tetapi, masih ada sejumlah kasus yang belum terlesaikan. Inilah tugas kami sebagai penerus untuk melanjutkan.”

Sementara itu, Ketua JPKL Roso Daras mengatakan, Arist Merdeka Sirait orang hebat. Bukan hanya hebat, tetapi juga sangat baik. “Dan di belakang orang hebat, selalu ada wanita hebat. Itulah Ibu Rostimaline Munthe,” katanya sambil memberi salam kepada Rosti yang duduk di tengah.

Dikatakan, persinggungannya dengan Arist Merdeka Sirait erat berkait dengan profesinya sebagai jurnalis yang peduli pada kesehatan dan lingkungan. “Beberapa tahun terakhir, kami gencar mensosialisasikan tentang bahaya bisphenol A atau BPA pada kemasan guna ulang berbahan polikarbonat. Lebih bahaya lagi jika air di dalamnya, dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak,” ujar jurnalis senior itu.

Ditambahkan, kerja kemanusiaan selalu melalui jalan terjal dan menukik. Tidak pernah ada karpet merah bagi para pejuang kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan. “Saya percaya satu hal, bahwa kebenaran akan mengalir menemukan jalannya sendiri. Terima kasih kepada media yang setia mengawal isu-isu kesehatan dan lingkungan bagi kesehatan anak-anak calon penerus bangsa,” ujar Roso yang juga Sekretaris Yayasan Kita Jaga Alam, itu.

Amsal 22:1

Rostimaline Munthe, istri mendiang Arist Merdeka Sirait tak kuasa menahan tangis demi mengilas-balik pasang-surut hidup bersama lebih 40 tahun. “Dia cinta pertama dan terakhir saya. Dari pacaran, kami merasa saling cocok, dan memiliki visi sayang sama,” ujarnya.

Mahligai rumah tangga yang dibina, dibangun atas dasar pesan petuah pendeta yang mengikatkan tali suci pernikahan atas mereka. Ia mencatat dengan baik kutipan Alkitab Amsal 22:1 yang lengkapnya, “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas.”

Itu yang mereka jaga. Dan itu pula yang Rostimaline kawal sejak awal. “Kami tidak mencari kaya. Kami lebih menjaga nama baik, dan lebih mementingkan dikasihi orang banyak. Dan puji Tuhan, saya mendapatkan simpati dan bela sungkawa dari begitu banyak kalangan, baik yang saya kenal maupun yang tidak saya kenal. Semua menyatakan, Bang Arist orang baik. Semoga ia tenang di surga,” kata Rosti masih dengan derai air mata.

Terakhir, ia berharap spirit Arist Merdeka Sirait tidak pernah padam. Generasi penerus hendaknya melanjutkan perjuangan yang belum tuntas. “Diminta atau tidak diminta, saya siap membantu Komnas Perlindungan Anak untuk memperjuangkan hak-hak anak Indonesia,” tandasnya.

Mengira Lelah

Salah satu orang yang tidak pernah jauh dari Arist Merdeka Sirait adalah Pravistania, Sekjen Komnas PA. Lebih 10 tahun ia membersamai langkah Arist, sejak masih kuliah hingga saat ini. “Beliau sudah seperti orang tua saya. Ibu Rosti juga sudah seperti ibu saya. Ke mana pun pak Arist bertugas, bu Rosti dan saya selalu mendampingi,” kata Tania.

Termasuk mendampingi ke Papua. Bahkan ia masih ingat, saat di Raja Ampat, Arist Merdeka Sirait semangat sekali menaiki ratusan undakan mendaki dan menurun. “Jadi ketika beliau tiba-tiba sakit, kami mengira hanya kelelahan,” ujar Tania sambil mengusap air matanya.

Terkait perjuangannya di Komnas PA, Tania setuju dengan yang disampaikan pejabat sementara Ketua Lia Latifah maupun istri mendiang Arist Merdeka Sirait, Rostimaline. “Kami harus melanjutkan perjuangan yang belum tuntas. Termasuk pelabelan BPA yang tinggal menunggu persetujuan Presiden untuk menandatangani Perka BPOM (tentang pelabelan BPA) pada kemasan guna ulang dan kemasan berbahan plastik lainnya,” ujar Sekjen Komnas PA.

Sementara itu, Arzeti Bilbina mengaku belajar banyak dari sosok Arist Merdeka Sirait. Termasuk pada konsistensinya. Masih banyak tugas yang harus dilanjutkan. Sosok Arist Merdeka Sirait adalah inspirasi bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan hak-hak anak Indonesia.

Sedangkan, Cornelia “Sarah” Agatha, selaku Ketua Komnas PA DKI Jakarta merasa makin dalam menggeluti dunia perjuangan hak-hak anak. Dari sosok Arist Merdeka Sirait ia belajar tentang pentingnya integritas. “Dalam banyak hal, beliau berpesan ‘lakukan dengan hati’. Dan itu yang saya lakukan hingga hari ini. Bekerja dengan hati untuk memperjuangkan hak-hak anak Indonesia,” katanya. (mon)

Kenangan Endang Jatiningsih, Ditolong Petugas Haji di Mina saat Sangat Butuh Bantuan 

YOGYAKARTA, JAYAKARTA NEWS – Operasional penyelenggaran ibadah haji sudah hampir selesai. Jemaah kelompok terbang (kloter) terakhir akan diberangkatkan dari Tanah Suci menuju Indonesia pada 4 Agustus 2023.

Sebagian besar jemaah haji Indonesia 2023 kini sudah berada di Tanah Air. Banyak kenangan yang diingat, salah satunya kebaikan petugas yang sigap membantu jemaah haji.

Kenangan yang tidak terlupakan ini dikisahkan Endang Jatiningsih, jemaah asal DI Yogyakarta. Endang, demikian dia akrab disapa, tergabung dalam kloter 50 Embarkasi Solo (SOC 50). Dia berangkat pada gelombang kedua, dari Solo menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

“Saya menjadi jemaah haji 2023. Menurut saya perjalanan kita dari Indonesia ke Jeddah alhamdulillah semua diberi kelancaran. Semuanya sehat-sehat. Di dalam pesawat pun kita tidak pernah kekurangan apapun, makanan selalu ada. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah menyediakan semua fasilitas itu,” demikian Endang mengenang kisah perjalanannya saat menunaikan ibadah haji, Rabu (2/8/2023).

Endang mengaku mempunyai kenangan tersendiri terhadap petugas haji, khususnya petugas kesehatan. Menurutnya, saat puncak haji, persisnya saat melontar jumrah di Mina, Endang yang berangkat bersama rombongannya mendadak panik. Sebab, salah satu temannya sakit dan hampir pingsan saat dalam perjalanan. Beruntung, saat itu Endang mendapati petugas kesehatan yang langsung memberikan pertolonga.

“Saya mengalami insiden, temen saya ada yang sakit. Waktu itu, di terowongan Mina, saya benar-benar membutuhkan tenaga kesehatan. Alhamdulillah setelah itu ada bapak tenaga kesehatan yang dari Surabaya menghampiri kami dan langsung merawat dengan memijat, memberikan minum oralit, lalu memberikan makanan,” cerita Endang.

Saat itu, lanjut Endang, dia dan temannya dibawa ke pos kesehatan yang berada di ujung terowongan Mu’aishim. Sampai di pos kesehatan, teman Endang yang sakit dibawa ke ambulans yang memang terparkir di situ.

“Teman saya langsung diinfus dan habis dua botol. Petugas kesehatan lalu memberikan minum dan makanan. Kita waktu itu betul-betul membutuhkan sekali pertolongan,” sebutnya.

Endang mengapresiasi kerja cepat petugas kesehatan. Endang menilai mereka sangat peduli kepada jemaah, sering mengingatkan untuk minum oralit, mengingatkan makan, dan selalu membuat jemaah nyaman.

“Alhamdulillah, teman saya tertangani dengan baik dan kembali sehat. Saya sangat berterima kasih kepada tim kesehatan dan semua petugas haji, serta pemerintah yang telah menyediakan semua fasilitas dalam penyelenggaraan haji 2023,” paparnya.

“Tahun ini memang benar-benar tahun haji ramah lansia,” tandasnya.***/mel