Adisoerya Abdy Bicara Film Horor

JAYAKARTA NEWS—  Menyongsong Lebaran 2026, dari 6 film nasional yang tayang di bioskop, terselip 2 film horor yaitu ‘Danur : the Last Chapter’ dan ‘Suzzanna Santet Dosa Di atas Dosa’ selain 2 genre drama dan 2 anak.

‘Kuyank’, ‘Alas Roban’, ‘Kafir Gerbang Sukma’ dan ‘Setannya Cuan’ memenuhi layar bioskop selama Februari dan Maret 2026.

Nanti 2  April 2026, penonton bakal diteror lagi dengan film horor baru berjudul ‘Aku Harus Mati’ sutradara Hestu Saputra.

Kenapa horor ?

“Hantu di film horor Indonesia bukan lagi makhluk fiksi. Sosok kuntilanak, pocong, sundel bolong lama hidup dalam cerita turun temurun. Makhluk tersebut bukan lagi karakter di layar melainkan bagian dari memori budaya masyarakat kita sehari-hari,” ujar Adisoerya Abdy, sutradara dan produser.

“Aku Harus Mati” tayang 2 April 2026

Dikatakannya, kekuatan utama horor Indonesia tidak hanya ditonton tapi juga dirasakan.

Horor Indonesia tidak berdiri di ruang imajinasi tapi berpijak pada realitas sosial dalam artian lebih nyata di budaya cerita hantu biasa.

“Lihat di cerita ihwal pesugihan dan ritual adat, hal dan fenomena di alam gaib dipindah ke alam nyata realitas,” ucapnya.

Dicontohkannya ‘Pengabdi Setan’ karya Joko Anwar lalu ‘KKN di Desa Penari’ sutradara Awi Suryadi yang sukses ditonton jutaan orang menurut Adisoerya Abdy bukan lagi horor murahan dan bisa menjangkau publik luas.

“Ini horor berkualitas. Sinematik oke dan tata suara pas. Ceritanya pun berkelas,” imbuhnya.

Ditegaskan, horor bukan lagi teror biasa tapi juga tentang trauma, relasi keluarga dan kritik sosial.

“Penonton tak lagi takut tapi begitu dekat dan tidak lagi asing dengan kehidupan nyata disekeliling kita,” urai sutradara ‘Roman Picisan’ (1980) dan ‘Sara & Fei : Stadhuis Schandaal’ (2018) ini.

Last but not least, horor Indonesia adalah pertemuan budaya, pengalaman kolektif dan cermin yang memantulkan perkembangan industri yang makin matang.

“Apa yang ditakuti, apa yang kita percayai dan apa yang kita sembunyikan semuanya ada di horor Indonesia,” timpalnya.

Nah ! (pik)

Wagub Rano Karno Wujudkan Jakarta Kota Sinema

JAYAKARTA NEWS— Pemprov DK Jakarta gelar focus group discussion (fgd) terkait insentif film untuk memperkuat ekosistem kreatif di Ibukota. “Ini kebijakan sebagai bagian dari upaya tranformasi DK Jakarta menuju kota sinema yang inklusif, kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Rano Karno di Balai Kota Jakarta baru-baru ini.

Pemprov menyambut baik salah satu penggerak ekonomi kreatif kota khusus menuju visi Jakarta sebagai kota sinema.

“Ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah dan daya dorong melalui peran Jakarta Film Commision,” urai Rano Karno di hadapan   rekan-rekan asosiasi dan pengusaha bioskop yang tergabung dalam GPBSI.

Wagub berharap dari forum diskusi ini dapat merumuskan regulasi yang bisa diterima semua pihak.

Landasan hukumnya berpijak pada peningkatan produksi film nasional yang diatur dalam Peraturan Daerah No 1 tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Melalui Pajak Daerah bisa diberikan kewenangan keringanan, pengurangan dan pembebasan pajak barang dan jasa tertentu (pertunjukan film) sebesar 50 %.

Jelang lima abad Jakarta, pemerintah menerima pajak bioskop sebesar Rp 81 M tahun 2021 dan kini berkurang menjadi Rp 72 M tahun 2024. (pik)

Cerita Ardit Erwandha Main Film Lebaran ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’

JAYAKARTA NEWS—  Pelawak tunggal Ardit Erwandha kali ini bermain untuk pertama kali di film drama. Berjudul ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ (TASN) yang akan main 18 Maret 2026 buat Lebaran.

Ardit berhasil menampilkan lapisan emosi lelah, marah dan peluh saat Arga (tokoh di film) berjuang untuk menjadi sosok yang ingin dihargai di keliarga besarnya.

“Ini adalah cerita tentang bagaimana Arga, si tulang punggung keluarga berusaha mewujudkan mimpi keluarganya, dan keluar dari ketergantungan keluarga besar. Bagi saya, film ini terasa personal dan juga dekat,” ujar Ardit.

“Aku banyak belajar dari Arga. Dulu, kalau sedih itu selalu sok kuat, kini mencoba belajar memvalidasi emosi itu. Kalau capek ya capek, enggak apa-apa. Selesai syuting, aku bahkan nangis karena merasa sudah melewati tantangan yang aku takuti,” ungkapnya.

Semoga para pejuang hidup dan tulang punggung keluarga bisa jujur sama diri sendiri.

“Semoga TASN bisa memeluk kalian,” imbuh Ardit.

Produksi Rapi Films dan disutradarai Naya Anindita serta penulis Evelyn Afnilia mengaduk emosi penonton dengan ceritanya yang dekat, relevan dan mewakili mereka yang saat ini masih berjuang menuju sukses.

“Film ini sangat ringan namun menyentuh. Penonton akan merasa dekat dengan ceritanya sehingga ketika keluar menonton, perasaannya akan hangat,” papar produser Sunil Samtani.

Di film ini, Arga menggambarkan dinamika kemeriahan keluarga Indonesia saat kumpul Lebaran. Ada saudara yang menyebalkan yang selalu memunculkan pertanyaan klasik dan saling unjuk kesuksesan sehingga menjadi sebuah ruang perenungan bagi si karakter utamanya yaitu Arga.

Selain Ardit Erwandha, TASN juga dibintangi Lulu Tobing, Ariyo Wahab, Adzana Ashel, Niniek L. Karim, Ayu Laksmi, Renitasari Adrian, Afgan, Sarah Sechan, Arie Kriting, Soleh Solihun, Indra Brasco, Jourdy Pranata, Yono Bakrie, Maudy Efrosina, Reza Chandika dan penampilan spesial Vidi Aldiano dan Tara Basro.

Yuk, berLebaran sembari menonton TASN di bioskop.

Minal aidzin wal faidzin. (pik)

Selamat Jalan Donny Fattah, Vidi Aldiano!

JAYAKARTA NEWS— Kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air. Dua pemusik yaitu Donny Fattah dan Vidi Aldiano wafat di bulan Ramadan. Gideon Onda Patta Gagola alias Donny Fattah (76 tahun), pendiri dan basis band rock God Bless telah tiada dan jenazahnya dimakamkan Sabtu (7/3) di Kampung Kandang, Jaktim.

Tampak hadir melayat 2 anak Donny dan Rinny Noor (telah lama wafat) yaitu Cindy dan Iman serta personel God Bless : Ahmad Albar, Ian Antono  Abadi Soesman dan Fajar Satritama.

Ahmad Albar dan Ian Antono duduk tafakur berdoa dan berdiam sembari memegang nisan mendiang sahabat terbaiknya.

Donny lama menderita 3 penyakit: sarkopenia, autoimun dan penyumbatan vaskular (gangguan aliran darah) yang menyerang pinggang dan kakinya.

Bahkan, Donny Fatah diharuskan menenggak 32 obat setiap hari.

Semasa hidup  Donny Fatah memperkuat band God Bless  Gong 2000, D & R dan Kantata Takwa. Ia pernah terlibat menggarap album Nicky Astria dan Ikang Fawzi.

Ahmad Albar diam tafakur mengenang kepergian sahabatnya (foto denny)

Vidi Aldiano Kanker Ginjal

Pas jenazah Donny Fatah dimakamkan, menyusul seorang pemusik muda berusia 35 tahun, Vidi Aldiano meninggal dunia Sabtu (7/3).

Vidi diketahui terkena penyakit kanker ginjal stadium 3 sejak 2013. Ginjal sebelah kiri pernah diangkat di RS di Singapura  dengan diantar isteri yang setia mendampingi, aktris Sheila Dara Aiisha.

Dokter menyatakan ginjalnya bersih. Namun beberapa tahun kemudian kankernya menyebar ke organ tubuh lainnya.

Vidi menjalani kemoterapi dan rawat jalan.

Pengobatan ini berdampak pada berat badannya menurun dan perubahan warna kulit.

‘Vidi yang dijuluki ‘pejuang kanker’ tetap berkarya meski menderita sakit. Sebuah lagunya berjudul ‘Nuansa Bening’ ciptaan dan dinyanyikan Keenan Nasution sempat meroket di blantika musik Indonesia.

Namun, sampai wafat, Vidi digugat oleh Keenan Nasution karena lagu ini direkam ulang tanpa izin dan tanpa royalti.

Vidi menyiapkan 15 orang pengacara menghadapi kasus ‘Nuansa Bening’ ini.

Apakah kasusnya akan gugur/ditutup atau akan dilanjutkan oleh ahli warisnya, belum jelas.

Untuk sementara, persidangan ditunda karena suasana masih berduka. (pik)

Ungu Rilis Single Religi Pulang Pada Mu di Bulan Ramadan

JAYAKARTA NEWS – Ungu secara filosofis berarti kemewahan, kebijaksanaan, spiritualis, misteri dan kreativitas.

Dalam ilmu psikologi, ungu mencerminkan intuisi tinggi  imajinasi, ketenangan dan kontinuitas.

Band Ungu – semula bernama Glasses – 1996 berkiblat ke genre pop rock  ini baru saja merilis single religi berjudul ‘Pulang Pada Mu’ spesial menyambut Ramadan.

Harmoni musiknya mengalun dan menyentuh sukma dibalut irama sweet rock.

Lagu ciptaan Enda ini sekaligus jadi model video klipnya  menggambarkan titik balik spiritual saat ego dikesampingkan.

“Hati bicara jujur mohon ampun dan penerimaan dari Allah SWT yang selalu terbuka terhadap umat Nya,” ujar Enda yang gitaris di Ungu.

Ditegaskan, lagu ini bukan sekedar doa tetapi kesaksian personal tentang perjalanan taubat, harapan akan rahmat dan kerinduan untuk kembali hidup dalam bimbingan Nya.

“Lagunya lintas generasi. Saya rasakan tiap hari mengejar bekerja dan bekerja. Harapan yang kosong. Timbul rasa penyesalan dan ingin kembali kepada Nya,” imbuh Enda.

Saat ini, Ungu sudah merilis 9 album religi plus kompilasi dan 99 single yang konsisten di jalur religi. Juga tercatat ada 6 album video dan 60 video musik

Ungu digawangi lima personel yaitu Enda alias Franco Medjaya (gitar), Pasha (Sigit Purnomo Syamsuddin Said, vokal), Makki Omar Parikesit (bas), Rowman (Muhammad Nur Rowman, drum) dan Oncy (Arlonsy Miraldi, gitar).

Pasha di tahun 2016 s d 2021 vakum karena berkarir di politik yaitu sebagai Wakil Walikota Palu. Kini, Pasha yang kader PAN kembali di jalur musik.

Sedangkan mantan vokalis Ungu yaitu Ariyo Wahab cabut dan kini lebih dikenal sebagai bintang film laris.

Dalam perjalanan karirnya  Ungu nyaris membubarkan diri. Karena hampir semua lagunya flop.

Mendadak sontak lagunya berjudul ‘Demi Waktu’ yang direkam di label Trinity meledak dan digemari di mana-mana.

Lagu ‘Demi Waktu’ juga populer di negara jiran Malaysia plus lagu ‘Melayang’ yang direkam tahun 2006.

Walhasil, dengan single religi ‘Pulang Pada Mu’ di bulan Ramadan, kita dapat melanjutkan iftar atau ‘fasting day’ menuju hari Kemenangan.

Amin ya robbal alamin. (pik)

Ghost in The Cell : Horor Komedi Satir Guncang Berlinale 2026

JAYAKARTA NEWS— Karya ke 11 sutradara Joko Anwar (Jokan) berjudul ‘Ghost in The Cell’ mengguncang publik Berlinale yang digelar 12 s d 22 Februari 2026.

Tiket untuk empat kali pemutaran sold out. Bahkan, diskusi seusai pemutaran dijejali publik dan memperoleh standing ovation.

“Dari 22 film peserta kompetisi utama, film Ghost in The Cell menjadi target penting di forum progresif. Mereka ingin melihat genre perkawinan horor komedi satire dengan realitas politik dari sineas terkenal di Asia,” kata Ketua Juri Wim Wenders.

Produser dari Come n See Pictures, Tia Hasibuan yang ikut ke Berlinale mengaku penonton terhibur, tertawa dan tersentak.

“Horor ini terasa personal dan reflektif. Komedi menjadi pintu masuk dan kritik sosial menjadi pesan yang tertinggal,” papar Tia Hasibuan.

Joko Anwar (foto comesee)

Ia menambahkan, Ghost in The Cell dibuat universal tentang ketakadilan yang terjadi di lapas di Indonesia.

“Ceritanya lintas budaya dan storytelling nya unik. Film ini benar-benar mencuri perhatian untuk publik di kawasan Eropa,” imbuh Tia.

Joko Anwar yang menggarap film ini mengungkapkan terima kasih tak terhingga atas antusiasme dan perhatian publik dan pecinta film atas film ini.

“Ini memicu minat saya untuk membuat film baik lagi di masa mendatang,” urai Jokan yang baru saja menerima gelar kehormatan ‘Chevaliende l Ordre des Arts et des Lettres’ dari Pemerintah Perancis.

Ghost in The Cell yang akan dirilis di bioskop di Indonesia 16 April 2026 dibintangi seabrek pemeran terkenal yaitu Morgan Oey, Rio Dewanto, Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, Tora Sudiro dan Aming. (PR/pik)

Na Willa: Film Lebaran Hadirkan Perspektif Anak

JAYAKARTA NEWS—  Menyongsong Lebaran 2026, bioskop dipastikan penuh penonton.

Film drama keluarga berjudul ‘Na Willa’ produksi Visinema Studios ini mengajak penonton kembali melihat dunia dari sudut pandang anak-anak dengan rasa ingin tahu yang jujur.

Dan juga imajinasi yang hidup dan keajaiban yang lahir dari hal-hal sederhana.

“Na Willa dengan pendekatan yang storytelling khas dan penuh empati, hadirkan perspektif anak yang jarang diangkat dalam sinema keluarga Indonesia. Katakanlah ini ajakan untuk jadi Anak Anak kembali,” ujar sutradara Ryan Andriandhy yang sukses membuat film animasi Jumbo kepada penulis di XXI Plaza Senayan, Jakarta.

Official posternya memperlihatkan dunia imajinasi yang lahir dari mata seorang anak cewek yang hidup di RI era 1960an. Ini pintu menuju petualangan dan keberanian untuk berbuat jujur.

“Menelusuri memori masa kecil, tentang keluarga, tentang rumah dan tentang hal-hal sederhana yang dulu terasa berarti. Sementara untuk anak-anak, ini adalah ruang untuk bermain, berimajinasi, bernyanyi dan merayakan rasa ingin tahu mereka,” kata produser, Anggia Kharisma.

Luisa Andreena (foto visinema)

Na Willa adalah film paling aman untuk semua orang dan anak-anak serta keluarga dan siapa pun yang ingin kembali merasakan hangatnya keluarga dan masa anak-anak.

Penulis Reda Gaudiamo menjadi fondasi penting dalam membangun semesta cerita Na Willa yang hangat dan reflektif.

Pemeran Na Willa adalah bintang cilik Luisa Andreena.

“Di film ini aku banyak bermain dan berimajinasi. Mak sama Pak selalu ngajarin aku dengan sabar. Rasanya kayak main, tapi juga belajar,” cerita Luisa.

Selain itu, musik juga menjadi bagian penting dari film.

Original Sound Track (OST) berjudul ‘Sikilku Iso Muni’ (kakiku bisa bunyi) hadir sebagai lagu yang tak hanya nyaman didengar tetapi juga dinyanyikan dan dirasakan bersama.

Jujur, Na Willa sebuah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran. Ajakan melepaskan sejenak peran orang dewasa dan mengingat bagaimana dunia pernah terasa begitu besar, penuh warna dan penuh keajaiban.

Jajaran pemeran anak berbakat lainnya Freya Mikhayla, Azamy Syuuqi dan Arsenio Rafisqy. Sedangkan deretan pemain dewasa adalah Junior Liem, Irma Rihi, Melissa Karim, Ira Wibowo, Putri Ayudya, Nayla Purnama, Agla Artalidia dan Ratna Riantiarno ikut memperkaya cerita Na Willa. (pik)

Java Jazz 2026 Siap Digelar: Pindah dari Kemayoran ke PIK 2

JAYAKARTA NEWS— Java Jazz Festival (JJF) edisi ke 21 memasuki babak baru.

Dimulai 29 s d 31 Mei 2026, kini JJF hengkang (pindah) dari JIExpo Kemayoran ke Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sponsor pendukung pun berganti. BNI yang lama jadi sponsor kini mundur dan digantikan MyBca. Sehingga nama JJF kini menjadi MyBCA Jakarta International Java Jazz Festival 2026.

“Kita perlu ruang lebih luas dan PIK 2 yang digelari The New Jakarta City siap menerima jazzer dan ribuan pengunjung,” ujar Presiden Direktur JJF, Dewi Gontha.

“Sehingga di venue baru ini,  JJF 2026 menjadi its just not about music, tapi about music and art,” papar Dewi Gontha.

Hanya 7 menit dari bandara Soekarno Hatta, PIK 2 yang dibangun oleh kelompok Salim Group dan Agung Sedayu Group ini benar-benar merupakan kota Jakarta baru yang kini dipenuhi banyak hotel, restoran dan tempat bermain bagi masyarakat di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Didirikan 12 panggung dengan hall utama di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) akan menjadi rumah baru untuk JJF 2026 plus hall disekelilingnya secara out n in door,” imbuh Dewi Gontha.

Beberapa jazzer mancanegara dan lokal dipastikan sebagai ‘line up’ dan siap menghangatkan suasana di PIK 2.

Ada Jon Batiste, Slank dan RAN yang bakal menjadi spesial show.

Slank tampil di JJF 2026

Kemudian musisi lintas generasi unjuk diri yaitu Lisa Simone, Justin Lee Schultz, Dave Kozz, Incognito, wave to Earth-Wind and Fire by Al McKat, Yutu, Niko Niko Tan Tan, Bilal Indrajaya, 5Petani, Ziva Magnolya, The Corleones dan masih seabrek lagi. Juga ada panggung spesial Eros Djarot sebagai bentuk kehormatan terhadap warisan musik Indonesia karya Eros Djarot.

Penggagas dan founder JJF, Peter F Gontha mengaku JJF adakah pertemuan jazzer internasional dan Indonesia terbesar di Asia dan Dunia.

“Sehingga event ini bisa memperkuat ekosistem musik nasional dan meningkatkan pariwisata kita,” urai Peter F Gontha.

Tiket terusan 3 hari dibandrol Rp 1.100.000, tiket tiap hari-tiket Sabtu dan tiket Minggu Rp 525.000.

Perayaan JJF pertama dihelat di JCC Senayan kemudian pindah ke JIExpo Kemayoran.

Kini, dengan ‘rumah baru’ di PIK 2, JJF lebih relevan,  inovatif dan lebih mendunia. (pik)

Check Out Sekarang, Pay Later: Jadi Obat Pusing Nasional

JAYAKARTA NEWS – Film drama komedi yang disutradarai Surya Ardy Octaviand ini berkisah tentang dinamika dan bobroknya bisnis pinjaman online (pinjol) ilegal.

Demi melunasi utang pinjol, Tina (Amanda Manopo), cewek pemenang kontes kecantikan murahan yang boros dan gila belanja, terpaksa bekerja di kantor pinjol demi membiayai adik semata wayangya, Umsky (Fajar Sadboy) dan untuk melunasi utang-utangnya.

Selama perjalanan mengungkap bisnis pinjol ilegal, ia juga bertemu dengan korban  pinjol ilegal lain, Mail (Devano).

Tanpa sadar, mereka berhasil mengetahui dan mengungkap sosok di balik gurita bisnis pinjol ilegal yang melibatkan orang-orang penting didalamnya.

Sutradara menampilkan realitas masyarakat kelas bawah secara real dengan segepok permasalahan yang dihadapi.

“Film ini seperti cerminan yang mengajak kita menertawakan nasib. Kami ingin film Check Out Sekarang, Pay Later alias Caper menjadi obat pusing Nasional,” ungkap Surya Ardy Octaviand.

Ardy juga memproduseri film bersama Sunar S Samtani (dari Scovi dan Rapi Films) dan menulis naskahnya bersama Widya Arifianti.

Amanda Manopo yang dikenal di sinetron ‘Ikatan Cinta’ mengatakan karakter Tina yang ia perankan bisa menjadi ruang berefleksi untuk kaum wanita dalam memilih jalan hidup saat ini di era serba flexing di media sosial.

“Tina jadi contoh yang sangat relevan jika kita tak mampu mengontrol hasrat kesenangan duniawi,” pesan Amanda Manopo.

Fajar Sadboy alias Fajar Labatjo memaparkan merasa beruntung bisa belajar akting dari sesama rekan pemain senior.

“Aku bisa menambah ilmu. Belum lagi film ini juga ngajarin kita buat bisa lebih bijak mengatur keuangan,” kata Fajar Sadboy.

Devano tampil berbeda. Kali ini ia menjelma menjadi seorang peramu musik (disc jockey) metal tulen bernama DJ Smilr atau Mail.

“Saya juga mengisi OST film yang terdengar syahdu dan mengajak kita bergoyang,” jelas Devano.

Caper juga diramaikan penampilan sederet pemeran lain yaitu Jovial Da Lopez, Sastra Silalahi, Wavi Zihan, Kaneishia Yusuf, Shanice Margaretha, Merry Sanger, Richard Derrick, Arnold Kobogau dan Martin Carter.

Caper akan tayang di bioskop mulai 5 Februari 2026 sebelum Hari Kasih Sayang. (pik)

AIUEO Macam Betool Aja! Cinta, Cuan dan Cukcurucuk

JAYAKARTA NEWS-— Film komedi romantis yang disutradarai Etienne Caesar dan co sutradara Ridho Brado ini berkisah tentang perjuangan hidup komedian dan komika yang mayoritas orang Medan.

Ihwal persahabatan, pekerjaan yang seru, cinta dan hubungan kekeluargaan yang erat serta ekspresi kebersamaan/kekaguman (cukcurucuk).

Tiga kawan pembentuk EO cabutan freelance bernama AIUEO mendapat tugas besar menangani proyek yang melibatkan pernikahan orang kaya bernama Udin (Adi Sudirdja) dengan bintang cantik Sopi (Michele Ziudith).

Namun, Sopi minta EO menggagalkan pernikahan yang melibatkan misi tak terduga.

Komedi segar dan kelucuan khas anak Medan yang dibumbui  adegan menegangkan mencuatkan gelak tawa penonton.

“Saya baru pertama main film. Dan selama ini produser selalu mencari cowok tampan macam Stefan William maka baru kali ini ada anak Medan yang bertampang pencopet jadi pemeran utama,” ujar Adi Sudirdja.

Senada Ronny P Chandra yang jadi papi Alung (ayah Lolox) yang menceritakan selama syuting yang seluruhnya di destinasi Medan berjalan seru dan ger-geran.

“Saya orang Sunda dan mukim di Bandung. Saya harus belajar logat Medan yang serba membentak yang sebenarnya halus dan sopan,” cetus Ronny P Chandra polos.

Juga Andre Mashadi, satu-satunya pemeran asal Baduy, Banten.

“Penuh keseruan. Saya yang tak paham bahasa batak dan logat Medan jadi belajar sedikit tentang ucapan, tradisi dan maknanya. Semula saya mengilira mereka marah tapi ternyata sebaliknya. Orang-orang Medan cukup santun dan ramah,” papar Andre Mashadi.

Hampir semua pemeran cowok petarung dan hanya seorang cewek yang jadi ‘kembang’ di film ini yaitu Michele Ziudith yang didampingi Nella Regar, Gemi Nastiti Chaniago dan Saurina Sidabutar yang bersuara sopran. Saurina tarik vokal yang lantang melengking.

“Dulu semasa remaja, saya jadi nona Medan alias Ce dan menyanyi di kaset. Di film ini saya kini jadi emak tua,” ucap Nella Regar yang tetap bersemangat dalam berakting.

Produksi Tunas Citrasinema Kreatif yang akan tayang di bioskop mulai 12 Februari 2026 sebelum awal puasa Ramadan ini juga disesaki komika dan aktor terkenal yaitu Oki Rengga, Mathias Muchus, Karin dan masih seabreg pemeran lain.

Ini Medan bung ! Sebuah film komedi khas anak Medan yang wajib ditonton tanpa kening berkerut.

Pokoknya, tertawa terus sampai tua.

Horas ! (pik)