JAYAKARTA NEWS— Petuah orang tua zaman dahulu, menjelang waktu Maghrib dan malam, anak-anak jangan kelayapan (keluyuran) keluar rumah. Bagi umat muslim, pintu dan jendela harus ditutup dan membaca Bismillah. Serta shalat maghrib tiga rakaat.
Yang mau ke masjid menjalankan shalat maghrib, sebaiknya anak-anak pergi sebelum waktunya. “Jangan pas waktu maghrib. Karena saat itu, banyak setan gentayangan dan mengganggu manusia,” kata Sidharta Tata, sutradara yang membesut karya perdananya berupa film bioskop bertajuk ‘Waktu Maghrib’.
Produksi Rapi Films dan Sky Media ini mengisahkan seorang siswi cewek bernama Ayu sepulang shalat maghrib dari masjid diganggu sesosok wanita bergaun putih di tengah jalan. Sosok putih ini juga kerap mengganggu siswa lain sepulang dari masjid.
Teror demi teror kerap menghantui warga desa tersebut saat maghrib. Warga desa lalu mengaitkan makhkuk astral tersebut dengan arwah bu guru Woro yang wafat mendadak. Cerita horor ini ditutup dengan terbukanya makam siswa bernama Adi yang disusul Saman yang tertutup oleh pintu rumahnya. Semuanya terjadi saat pergantian dari sore menjelang malam hari alias maghrib.
“Saya penggemar film horor sedari kecil. Kini banyak dibuat dan tayang di bioskop film horor tapi menurut saya, yang berkualitas jumlahnya terbatas,” ungkap Sidharta Tata serius. Ditambahkannya, dia tertantang membuat film bergenre horor yang bermartabat dan terhormat di panggung perfilman nasional,” imbuhnya.
Film ini hampir seluruh pemainnya dimainkan oleh anak-anak dan diakurasi LSF untuk 17 tahun ke atas. Pemainnya adalah Ali Fikry, Bima Seno, Taskya Namya, Nafiza Fatys Rani, Andri Mashadi dan Aulia Sarah (satu-satunya aktris dewasa).
“Pada galibnya, saya hendak menceritakan suasana dan keadaan di waktu maghrib dari sudut pandang anak-anak,” pungkas Sidharta Tata. (pik)
Category: Entertainment
Serunya DIGI Playlist Love Festival 2.0, Hadirkan Kolaborasi Lintas Genre
BANDUNG, JAYAKARTA NEWS — Festival musik DIGI Playlist Love Festival 2.0 sukses digelar pada Sabtu-Minggu, 11-12 Februari 2023 di SECAPA AD Kota Bandung. Acara tersebut menampilkan berbagai aksi panggung dari 29 musisi kenamaan tanah air maupun mancanegara yang hits di era 2000-an dalam berbagai genre.
Beberapa line up yang tampil memeriahkan acara di antaranya adalah Krisdayanti, Tipe X, Mocca, Ten2Five, Dygta, hingga Sherina. Selain itu, terdapat pula musisi mancanegara yang banyak ditunggu oleh para penikmat musik, yakni Christian Bautista dan Westlife.
Acara dibagi ke dalam tiga stage yang menampilkan berbagai musisi. Di panggung utama DIGI Stage pada hari pertama, acara dibuka oleh penampilan dari Marching Band SECAPA, dilanjut oleh TIPE X, The Changcuters, Budi Doremi, dan Krisdayanti.
Suasana semakin memanas dengan penampilan dari pelantun Since I Found You, Christian Bautista. Setelah itu, hadir penampilan dari Drive x Anji, Sheila Majid berkolaborasi dengan Tohpati, serta Kuburuan x Crazyfrog. Panggung utama di hari pertama ditutup dengan penampilan dari Reza Artamevia.

Di hari kedua, kali ini giliran jumlah penonton memenuhi kapasitas sebanyak 35.000 penonton. Dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldy, dan jajaran direksi bank bjb. Panggung utama DIGI Stage dibuka oleh penampilan band SECAPA AD disambung oleh Letto, Kangen Band, dan Stinky featuring Andre. Suasana semakin hangat dengan suara merdu Sherina yang tampil kemudian.
Panggung ditutup dengan penampilan pamungkas Westflife yang telah ditunggu ribuan penonton. Mereka membawakan sejumlah nomor hits yang disambut dengan sing along para penonton. Selain di panggung utama, terdapat pula penampilan memukau dari berbagai musisi kenamaan lainnya seperti Dygta, Mocca, Ten2Five, Tofu, J-Rocks featuring risa, hingga Pongki Barata.
Selama festival berlangsung, bank bjb menghadirkan sejumlah promo bagi pengguna aplikasi mobile banking DIGI by bank bjb. Selain promo tiket dengan harga spesial, terdapat pula promo potongan harga dari berbagai tenant yang hadir di DIGI Playlist Love Festival 2.0 bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan DIGI atau DigiCash by bank bjb.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, kesukesan penyelenggaraan DIGI Playlist Love Festival 2.0 dapat turut berkontribusi pada kemajuan industri hiburan tanah air. Dukungan bank bjb dalam festival tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.
“Diharapkan, promo bank bjb pada DIGI Playlist Love 2.0 tahun ini dapat meningkatkan antusiasime masyarakat pada festival musik, yang pada akhirnya akan mendorong geliat ekonomi di sektor hiburan,” ungkap Widi.***/pr
Dear David – Gara Gara Blog Cerita Fantasi Seksual
JAYAKARTA NEWS – Sutradara Lucky Kuswandi sukses membuat film ‘Ali dan Ratu Ratu Queens yang tayang di platform digital Netflix tahun 2021. Kini membuka tahun 2023, kembali Lucky mempersembahkan film orisinal bertajuk ‘Dear David’ yang juga bisa disaksikan di penyedia layanan Netflix. Berdurasi 1 jam 58 menit, film bergenre drama ini berkisah tentang kehidupan remaja sekolah dibalut pencarian jati diri dan gairah muda.
Laras (Shenina Cinnamon) adalah Ketua OSIS dan siswi berprestasi dan teladan peraih beasiswa di SMA Cahaya. Sisi yang lain, Laras juga naksir David (Emir Mahira Salim), bintang sepak bola sekolah, tampan dan pintar. Karena naksirnya begitu mendalam, Laras membuat blog rahasia yang berisi tentang cerita fantasi seksual yang romantis atas diri David.
Celaka dan apesnya, blog rahasia Laras bocor dan cerita erotisnya viral di media sosial. Walhasil, bukan cuma nama baik dan beasiswa yang terancam, Laras juga bisa dikeluarkan dari sekolah. Di pihak lain, perasaan David kepadanya juga bisa terpengaruh blog fantasi tersebut.
Tatkala membaca skenarionya, Shenina langsung tertarik untuk memerankan Laras. “Ulah tingkah, sifat dan perangai Laras ada juga dalam diri aku,” aku Shenina jujur.
“Bayangkan, aku sebagai Laras ditugasi mas Lucky Kuswandi membuat tiga cerita fantasi dalam waktu seminggu,” tutur Shenina.
Sialnya lagi, imbuh Shenina, cerita fantasi tersebut agar dibaca Emir Mahira.

Meski dipuji dan dibilang bagus oleh Mahira, tapi Shenina merasa malu bukan main. “Di banyak sesi pertemuan dengan David, Laras jadi salah tingkah dan malu,” jelas Shenina tersipu.
Ketika wartawan mendesak kayak apa sih cerita fantasinya, Shenina menjawab, jangan dibaca deh.
“Kalau ketahuan, aku malu banget. Tolong lebih baik jangan dibaca,” pinta Shenina berulang kali. Dan jujur, strategi Lucky Kuswandi berhasil, Shenina yang ditugaskan menulis cerita fantasi ternyata sama persis dengan sosok Laras yang diperankannya di film.
“Shenina bermain bagus dan cemerlang. Roh Laras masuk ke dalam dirinya,” timpal Lucky Kuswandi.
Dan Shenina pun, merasakan proses penerimaan dan menyintai diri sendiri cukup punya dampak. “Aku merasakan dan berpikir ihwal perjalanan cinta dan self love Laras kok sama dengan love story Shenina ya,” ujar Shenina tersenyum penuh arti.
Berdasar alur cerita yang lurus, skenario yang ditulis Winnie Benyamin dan Daud Sumolang ini pas dan gurih dipoles dan disuguhkan sutradara Lucky Kuswandi ke peniknat film nasional.
Tabik ! (pik)
Gita Cinta dari SMA – Remake Film 1979 Gunakan Bahasa Indonesia Baku
JAYAKARTA NEWS – Bagi orang tua era terkini pasti ingat film berjudul ‘Gita Cinta dari SMA’ yang dibuat Arizal di tahun 1979. Kini, 43 tahun kemudian, film berjudul sama dibuat ulang (remake) oleh sutradara Monty Tiwa. Produksi Starvision ini dirilis resmi mulai Kamis (9/2).
“Bergenre romansa, cerita intinya enggak berubah. Kami membuatnya kembali untuk mengenang masa nostalgia,” cetus Monty Tiwa kepada penulis.
Diadaptasi dari novel pop laris pada masanya karya Eddy D Iskandar ini mengisahkan romansa remaja sepasang siswa SMA yang mendapat tentangan dari orang tua. Siswi baru bernama Ratna Suminar berkenalan dan terpikat dengan sosok siswa pendiam dan cuek, Galih Rakasiwi di sebuah SMA di Bandung.
Percintaan dua pelajar berkostum putih abu-abu ini enggak sekedar berkasih mesra, tapi mereka juga serius belajar sehingga menjuarai kelas dalam ulangan dan ujian.
Hubungan keduanya ditentang ayah Ratna yang menginginkan agar puterinya belajar tekun dan kelak mendapat calon suami yang sama kedudukannya. Sedangkan di mata ayah Ratna, Galih hanya seorang anak dari keluarga sederhana yang menjaga toko kecil penjual long play (piringan hitam) milik ayahnya.
Apakah kisah percintaan ala Roro Mendut dan Pranacitra ini bakal bertahan langgeng ataukah putus ditengah jalan ?
“Ketika saya ditawari peran sebagai Ratna berusia 17 tahun, saya kaget. Umur saya saat itu 26 tahun. Tapi ini tantangan buat saya. Saya harus jadi Ratna ala saya. Saya enggak mungkin jadi Yessy Gusman, pemeran Ratna yang ikonik di tahun 1979 yang mendampingi Rano Karno sebagai Galih,” papar Prilly Latuconsina.
Selain itu, karakter Ratna di film juga berbeda 180 derajat dengan dirinya. Ratna kalem, sedangkan perangai Prilly sehari-harinya keras.
“Kesulitan lain, Ratna dengan latar waktu 1984 harus berbahasa Indonesia baku. Hingga dalam berpacaran pun, saya mengucapkan kata-kata mesra tapi tata bahasanya baku,” imbuh Prilly tertawa.
Menghadapi hujatan netizen dari ibu-ibu yang protes atas perannya sebagai siswi SMA padahal usia dirinya sudah 26 tahun, Prilly menerimanya.
“Yah, ini konsekuensi saya sebagai artis. Tapi mohon para netizen nonton dulu, baru berkomentar. Dan lihat kerja keras saya,” ajak Prilly.
Selain Prilly Latuconsina dan Yesaya Ibrahim, film ini juga dibintangi pelakon lain seperti Dwi Sasono, Unique Priscilla, Abun Sungkar, Putri Ayudya dan masih banyak lagi. Selain itu, Gita Cinta dari SMA juga dimeriahkan sederet lagu pop kreatif pada zamannya diantaranya ‘Galih dan Ratna’, ‘Apatis’, ‘Kidung’ yang masuk dalam deretan lagu finalis Lomba Cipta Lagu Prambors.
Yuk, bernostalgia sembari mendengarkan lagu zaman dulu kala. (pik)
Pesugihan – Bersekutu dengan Iblis
JAYAKARTA NEWS– Empat tahun lebih PT Virgo Putra Film tak merilis film. Setelah PPKM dicabut, kini perusahaan film yang didirikan Ferry Angriawan mulai berdenyut lagi. Produksi film terbarunya ke 80 bertajuk ‘Pesugihan – Bersekutu dengan Iblis’ akan beredar 23 Februari 2023 mendatang.
“Pastinya film berlatar keluarga ini dinanti oleh para pecinta film drama horor dan jalan cerita yang menarik. Apalagi dibintangi oleh aktris Nirina Zubir yang come back ke film sejak membintangi film saya ‘Mirror’ (2005). Kali ini, Nirina lebih mature dan berkelas,” ucap Hanny R Saputra, sutradaranya.
Kita akui, Hanny R Saputra memang piawai menyuguhkan lekuk liku dramaturgi yang khas dan mengangkat kisah pasutri yang berkehidupan muram dan suram.

Dulu, Nirina berperan sebagai siswi SMA bernama Kikan, kini di Pesugihan, dia didapuk jadi ibu Marini dengan dua anak.
Suaminya, Hendri yang semula telah mencapai kesuksesan kini mengalami kehidupan yang berubah drastis. Bisnis yang dijalankan kini gulung tikar.
Hendri kemudian mengambil jalan pintas, dengan membalikkan keadaan. Ia menjadi pesugihan dan menjalani kehidupan sesat.
Pelahan kehidupan Hendri membaik. Namun, kejanggalan terjadi. Yaitu salah seorang putrinyw, Karin, bersikap aneh dan kerap kerasukan. Resika, putrinya yang lain menyadari sikap uring-uringan Karin.
Apa yang terjadi selanjutnya?
‘Pesugihan’ selain dibintangi Nirina Zubir, juga dimeriahkan Gary Iskak, Randy Martin, Naufal Azhar, Nicole Parham dan Isel Fricella dan banyak cameo lain di sekolah dan lokasi lain.
Apakah akan dilanjutkan ke sekuel berikut karena endingnya menggantung ?
“Inshaa Allah….,” jawab Hanny R Saputra yang sukses membuat film ‘Dibawah Lindungan Kabah’, tangkas. (pik)
bank bjb Hadirkan Konser “Pesta Rakyat 30 Years Career Dewa 19’” di Bandung
BANDUNG, JAYAKARTA NEWS– bank bjb kembali menghadirkan panggung hiburan akbar untuk masyarakat. Kali ini, bank bjb bakal menyuguhkan aksi panggung Dewa 19 dalam gelaran “Pesta Rakyat 30 Years Career Dewa 19”. Acara tersebut juga sekaligus merupakan panggung selebrasi tiga dekade perjalanan Dewa 19 di belantika musik Indonesia.
Acara akan digelar pada Minggu, 5 Maret 2022 di Stadion Siliwangi, Kota Bandung. Dikemas dalam bentuk special intimate show, Dewa 19 juga tampil membawakan lagu-lagu hits legendaris mereka ditemani oleh para musisi Republik Cinta Management. Mulai dari Ari Lasso, Virzha, Ello, Mulan Jameela, The Virgin, Mahadewi hingga The Lucky Laki. Terdapat pula penampilan spesial dari Ahmad Dhani Electric Band.
Pembelian tiket konser Pesta Rakyat 30 Years Career Dewa 19 dapat dilakukan melalui laman web etiket.id. Untuk memudahkan transaksi, pengunjung bisa melakukan pembayaran tiket secara online di aplikasi mobile banking DIGI by bank bjb.
Tak hanya memberikan kemudahan transaksi tiket, aplikasi DIGI by bank bjb juga dapat digunakan untuk meraih berbagai promo spesial selama acara berlangsung. Pengunjung yang menggunakan DIGI & DigiCash by bank bjb berkesempatan mendapat diskon 50% di seluruh tenant dengan transaksi minimal Rp50.000.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, kolaborasi bank bjb dan pihak penyelenggara dalam menggelar pesta rakyat ini merupakan salah satu wujud dari komitmen bank bjb untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Tak sekedar menghibur, konser ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor hiburan.
“Panggung hiburan tanah air yang kembali bangkit pascapandemi Covid-19 perlu mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak agar terus produktif. bank bjb berkomitmen untuk senantiasa berkontribusi pada kemajuan industri musik. Melalui DIGI by bank bjb, kami juga sekaligus bertujuan meningkatkan penggunaan sistem cashless dalam bertransaksi di masyarakat,” ungkap Widi.
Tunggu apa lagi? Segera kunjungi etiket.id untuk memperoleh tiket Anda. Informasi selengkapnya seputar konser dapat diakses melalui infobjb.id/konserdewa19.***/pr
MANGKUJIWO 2 – Kebenaran Dusta Terbaik
JAYAKARTA NEWS – Di ranah kekuasaan dan pemerintahan yang serba terbalik, kebenaran adalah dusta terbaik. Sodok menyodok dan sikut menyikut hal wajar dan lumrah. Dan itu dibenarkan oleh pelakunya. Bahkan, dusta, intrik dan ghibah (gosip, omong kosong) diberlakukan sebagai Undang Undang yang harus ditaati tanpa reserve.
Sejak zaman Singasari Demak, Majapahit hingga kini, orang-orang saling berebut kekuasaan yang membabi buta. Teror demi teror menghinggapi Raja dan Menteri Menteri nya. Korban-korban terus berjatuhan demi sebuah ritual sadis yang enggak bernalar.
Baik di dunia nyata maupun di dunia fiksi, sejarah dibelokkan dan dibuat menurut kehendaknya sendiri. “Setan yang paling jahat sekalipun enggak lebih dan enggak kurang adalah makhluk manusia itu sendiri,” lontar sutradara Azhar Kinoi Kubis dalam perbincangan dengan penulis usai menyaksikan film buatannya bertajuk ‘Mangkujiwo 2’, baru-baru ini.
Dikatakannya, di sini manusia bersekutu dengan kekuatan setan yang bernama Kuntilanak demi membalas dendam dan dibangkitkan lewat medium pesugihan.
Pembalasan dendam paling kejam, sadis dan jahat penuh darah dilakukan oleh manusia di sebuah rumah orang kaya berdarah biru.
Misteri kematian menimpa Tjokro Kusumo yang misterius dimana Tjokro Kusumo melawan musuh bebuyutan Brotoseno yang berebut loji pusaka nan sakti.
Mendadak sontak Nyi Kenanga menyarankan agar Brotoseno bersekutu dengan makhluk gaib Kuntilanak dan nenghidupkannya kembali lewat medium pesugihan. Kemudian Brotoseno mendekati sekte Mangkujiwo, organisasi besar yang pengikutnya memelihara kuntilanak.
“Kisah balas dendam di Mangkujiwo 2 merupakan sekuel dari Mangkujiwo 1. Tapi bagi orang yang enggak nonton Mangkujiwo 1, jangan khawatir. Karena semuanya masih dalam bingkai Kuntilanak universal,” urai Azhar Kinoi Lubis.
Film produksi Multivision Plus yang tayang di bioskop mulai 26 Januari 2023 ini disemaraki sederet bintang berpengalaman, yaitu Sujiwo Tejo, Djenar Maesa Ayu, Yasamin Jasem, Marthino Lio, Karina Suwandi, Kiki Narendra, Totos Rasiti, Widika Sidmore, Yayu Unru, Pritt Timothy dan masih banyak lagi. “Genrenya memang horor, tapi saya juga menyajikan nilai-nilai sejarah dan elemen-elemen kebudayaan,” tutup Azhar Kinoi Lubis. (pik)
JALAN yang JAUH JANGAN LUPA PULANG – Kisah Anak Rantau di UK Jalankan Toxic Relationship
JAYAKARTA NEWS – Bagaimana nasib Aurora yang merantau jauh dari orang tua di United Kingdom (UK, Inggris Raya) ? Ending film ‘Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’ (NKCTHI) yang tayang tahun 2019 dilanjutkan sekuelnya di film ‘Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang’ (JJJLP) yang beredar minggu pertama Februari 2023.
Masih disutradarai Angga Dwimas Sasongko, film produksi Visinema ini full seluruhnya mengambil lokasi di Inggris. Peri kehidupan Aurora yang merantau ke Inggris guna berjuang meraih mimpinya menjadi seniwati yang berguna dan mandiri dikisahkan sisik meliknya secara detil di film ini. Termasuk kisah asmaranya dengan Jem, perupa yang hendak menghelat pameran lukisan di London. Jem dikenal dan dipacarinya ketika fase akhir masa kuliahnya di kamous.
Jem bertabiat ambisius dan temperamental. Sedangkan Aurora bersifat ekspresif dan pendiam. Puncaknya terjadi debat panjang dalam pameran lukisan Jem. Sehingga tiada pembeli lukisannya. Aurora gagal paham melihat ulah tingkah dan perangai Jem. Hubungan antara Aurora dan Jem ternyata berujung ‘toxic relationship’ yaitu hubungan beracun yang enggak sehat dan enggak jujur. Hubungan akibat miskomunikasi yang enggak benar ini menyebabkan gagal dan putusnya percintaan ini. Akibat lebih jauh : Aurora mengubur mimpinya dan kini kerja serabutan. Visi dan passion nya berantakan.
Semangat dan gairahnya untuk merampungkan kuliahnya nyaris sampai di titik nadir. Sebaliknya, Jem menilai, Aurora sebagai biang kerok mandegnya pengerjaan proyek karya seni yang dipamerkannya.

Sad ending ? Tamat ?
Belum. Datang sang dewa penolong. Pasca hilang kontak dengan keluarganya, kakak dan adik Aurora yaitu Angkasa dan Awan yang terbang ke London punya firasat enggak enak : kemana gerangan Aurora, kenapa enggak kuliah di kampus ?
Berdua memutuskan mencari Aurora dan ditemukan, Aurora sedang sakit. Ini sakit enggak wajar dan Aurora jalani kehidupan serabutan, pikir Angkasa. Dibujuknya agar Aurora kembali ke Indonesia kepada keluarganya.
Mampukah ?
Berkat kegigihan dan keteguhan bimbingan dan saran Angkasa dan Awan, ditambah dorongan semangat dari dua sobat terdekat dan terbaik Aurora (Kit dan Honey) yang sama-sama pekerja keras, dan pendekatan-pendekatan rutin, tirai toxic relationship mulai tersibak.
Emosi dan sikap ambisius Jem sedikit diturunkan. Sementara sikap pasrah dan menyerah Aurora dibangkitkan.
Dibantu alam semesta Inggris yang berenergi, Aurora dan Jem berjumpa kembali dan berjanji untuk kembali mengikat tali kasih. Pameran kembali hidup, bernyawa dan pembeli mulai berdatangan.
Visi terbangun sama. Mimpi Aurora tercapai. Happy ending.

“Alur cerita saya buat acak. Bisa mundur tiga bulan ke belakang n bisa maju dua minggu ke depan. Padahal ceritanya di Inggris,” timpal sutradara Angga Dwimas Sasongko kepada penulis.
Diangkat dari novel karya Marchella FP, kisah perjalanan kehidupan Aurora ini disunting secara apik oleh Maruki M Asmo.
Aurora dimainkan matang oleh Sheila Dara Aisha yang harus diakui, seni perannya sangat bernas. Pengalaman yang cukup lama sebagai biduanita di bidang musik sangat membantunya di ranah film. Jem yang ambisius diperankan Ganindra Bimo yang berhasil mengimbangi Sheila Dara. Pemeran kaun seperti Rio Dewanto, Lutesha Sadhewa, Jerome Kurnia dan Rachel Amanda juga pas dilihat dan didalami porsinya. Enam pemain ini ciamik karakternya, sama-sama unggul dan meyakinkan.
Last bus not least : pasca mimpi diraih di rantau, yuk jalan yang jauh jangan lupa kita pulang. Nanti kita cerita lagi ! (pik)
GIGI Konser ke 5 Kota – Road to 30th Anniversary
JAYAKARTA NEWS – Setelah istirahat agak lama karena pandemi, tahun 2023 grup band Gigi akan menghelat konser ke lima kota, yaitu Malang (6 Mei), Jogjakarta (20 Mei), Surabaya (3 Juni), Jakarta (17 Juni) dan Bandung (24 Juni). “Tur ini jelang 30 tahun perjalanan Gigi berkarya. Bertajuk ‘The Best of Gigi – Road to 30th Anniversary’,” jelas Rendy selaku Direktur Utama Neutron Live, promotor Gigi kepada penulis, Senin (1/2).
Alasan mengapa pihak promotor memilih lima kota besar untuk tur konser Gigi agar menjadi gong pembuka yang nantinya bisa terus dilanjutkan di pulau-pulau dan kota-kota lain.
Kini, Gigi digawangi Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas) dan Gusti Hendy (drum). “Di setiap kota, kami akan membawakan minimal 25-30 lagu dengan durasi sekitar 2 jam,” ujar Armand Maulana. “Ditambah satu single terbaru yang juga akan dilantunkan perdana dalam tur ini,” imbuh Armand Maulana.
Ihwal konsep pergelaran benar-benar luar biasa. Penonton dan penggemar yang hadir – fans Gigi disebut Gigi Kita – akan dimanjakan dengan tatanan panggung , pencahayaan dan tata suara nan menggelegar.
“Konsep pergelaran Gigi adalah berkonsep 360 derajat. Gigi akan memberikan pengalaman yang spesial, entah dari segi visual, aksi panggung (stage act) maupun lighting dan tata suara,” papar Dewa Budjana.
*Ini menjadi tantangan tersendiri bagi promotor menyuguhkan banyak hal yang enggak biasa menjadi konser luar biasa,” timpal Dewa Budjana lagi.
Tiket dijual dua kategori : Rp 250.000 (festival, berdiri) dan Rp 350.000 (VIP, duduk). Perlu diketahui, Neutron Live yang sudah berkiprah sejak 2018 telah mengundang artis musik luar dan dalam negeri, antara lain MLTR, Boyzone, Westlife, Reza Artamevia, Tulus, Rachmania Astrini dll. (pik)

Tito Ikuti Saran Para Spiritualis Tampilkan “Dejavu Lawe 2024”
JAYAKARTA NEWS– Pemilu 2024 setahun lagi. Suhu politik terus bergerak naik. Atmosfer memanas pada Pemilu yang lalu, 2019, jadi pengingat. Polarisasi cukup tajam dan keterbelahan itu jelas mengancam kerukunan bangsa. Maka realitas itu tentu sebuah pelajaran berharga. Dan diharapkan tak terulang.
Situasi yang mengancam persatuan itu digadang tidak meruak kembali pada pemilu mendatang. Ini yang diharapkan banyak kalangan. Mengingat kondisi jelang dan pelaksanaan Pemlu lima tahun silam itu menggoreskan catatan penuh gejolak, bertabur intrik yang merisaukan, serta banjir hoaks. Dan fatalnya sensitivitas masyarakat mudah tersulut. Inilah daya dorong kuat yang menggerakkan seniman dari Teater Asdrafi Yogyakarta hendak mementaskan Dejavu Lawe 2024.
Mengambil lakon cuplikan sisi sejarah dari kerajaan besar Majapahit. Di ujung waktu abad 13, ketika Raden Wijaya bertahta, di sana terjadi pergolakan yang bersumber dari upaya perebutan kekuasaan. Ada hasutan, dan yang duduk di singgasana pun termakan hasutan tersebut. Ada yang sengaja melempar bara dengan taktik yang lihai. Arah yang dituju runyam yakni memecah belah bangsa !
Nah, inti yang ingin disampaikan oleh Dejavu Lawe 2024 yang disutradarai Tito Pangesthi Adji adalah “kahanan” yang melingkupi suksesi. Situasi yang berkembang dalam perebutan kekuasaan, dan taktik-taktik yang dimainkan manusia yang terlibat dalam kontestasi atau pecundang-pecundang yang ingin mengambil untung dari intrik yang diciptakan dan kondisi yang dibangun. Baik keuntungan keluarga, kelompok, atau dalam era kekinian adalah kerajaan bisnisnya.
Peran Ranggalawe, menurut Tito, cukup besar jasanya. Sebagaimana tertulis tinta sejarah Lawe adalah salah satu pengikut Raden Wijaya yang berjasa besar dalam perjuangan mendirikan Kerajaan Majapahit. Ranggalawe merupakan putra dari Arya Wiraraja. Ia ditugaskan sebagai Adipati Tuban Sehubungan dengan adanya kecemburuan sosial karena perihal jabatan, Ranggalawe memberontak kepada raja. Ranggalawe meninggal sebagai pemberontak pertama dalam sejarah kerajaan ini. Namun bagi masyarakat Kabupaten Tuban Ranggalawe dikenang sebagai pahlawan.

Berdialog dengan sejarah serasa kita menapak jalan-jalan yang dilintasi pelaku sejarah. Kita seakan mendengar riuhnya peristiwa, dan seperti menyaksikan tragedi yang terjadi di masa lalu. Pelbagai gejolak dan letupan emosi yang melingkup atmosfer di zaman lampau ketika peristiwa itu terjadi, semua serasa hadir apabila kita memahami peran penting belajar sejarah.
Tito pun menulis syair lagu tentang Ranggalawe yang menjadi sound track Dejavu Lawe 2024. Syair itu berangkat dari dialog imajinernya dengan sang tokoh sejarah ini. Berikut kutipannya;
Bercermin pada sejarah/ Serasa jiwaku terbelah/ Satu kaki berdiri di masa kini/ Kaki yang lain bertumpu di masa lalu ; Inikah Dejavu itu ?
Serasa melihat bahkan terlibat/ pada peristiwa yang terjadi dulu kala/ Serasa mendengar bahkan bicara/ dalam percakapan yang sama/ pada tempat dan waktu berabad-abad yang lalu;/ Inikah De Javu itu ?
Jika berusaha mendekati “jiwa” sejarah , menurut Tito, kita seakan melihat dan mendengar peristiwa yang terjadi di masa-masa yang telah purba tersebut, puluhan bahkan berabad silam. Karena kita serasa berada di sana, Dejavu ( menapak realitas masa lalu yang belum terjamah namun serasa pernah berada di dalamnya/ terlibat).
Zaman azali ?! Masuk di angan-angan memang, namun angan tak mampu menembus sekat-sekatnya.
Teater Musik Metafisika
Teater Asdrafi Yogyakarta akan mementaskan Dejavu Lawe 2024, Sabtu (28/1) mendatang di Concert Hall Taman Budaya Yogya di Ngupasan, Gondomanan.
Pentas Dejavu Lawe 2024 yang melibatkan puluhan pemain ini merupakan Pementasan Teater Musik Metafisika berdasarkan naskah garapan Joko Santoso dengan Sutradara Tito Pangesthi Adji bersama Bramanti F, Nasution.
Pemanggungan kali ini, kata Tito, merupakan sebuah terobosan inovasi antara konsep musik metafisika dalam dramaturgi yang memadukan unsur multimedia. Dengan merespon situasi keadaan negeri yang penuh fitnah dan caci maki kebencian sesama anak negeri. Karena itu lakon yang dipilih dengan menyandingkan situasi bangsa saat ini yang diibaratkan kembali pada tragedi sejarah Ranggalawe yang makar terhadap kerajaannya sendiri di era Majapahit.
Ketika itu intrik dan pengkhianatan dalam mengincar kekuasaan menimbulkan tragedi berdarah dan meminta banyak korban nyawa. Karena itu melalui Dejavu Lawe 2024 Teater Asdrafi mengajak semua pihak merenungkan segala kemungkinan yang terjadi di negeri tercinta ini dan bisa menahan diri.
Menurut Tito pula, mengangkat lakon Dejavu Lawe ini tak lepas dari dawuh / titah para spiritualis di Yogya. Bagi Tito sendiri pesan itu pun dianggap relevan dan aktual. Mengingat dan bercermin pada sejarah merupakan pelajaran berharga bagi kita semua.
Para Pemain Dejavu Lawe terdiri : Ukhi Daragia (LOLA). Junior Fransesco Leonz Kambey (YOS) Riski Mulya Artiana (LUSI). Jonathan Ongky S (ANDI). Tokoh RANGGALAWE diperankan Gaung Kyan Renantya Sidarta, Daniel Godan Exaudi Gultom (PRABU KERTARAJASA). Jedink Alexander (TUMENGGUNG WIRANEGARA), Yosef Salamon (SENOPATI LEMBUSORA), Ende Riza (PATIH NAMBI). Nano Asmorodono (BUPATI ARYA WIRAREJA), Joni Asman (SENOPATI KEBO ANABRANG), Dedi Ratmoyo (RESI RATMOYO). Teguh Mahesa (SUKRO KASIH). El Shando Mahardika (SENOPATI JANGIR), Krisnantoro Aji (GAJAH ABIYASA), Mbah Suro (GAGAK CEMENG), Veronika Karmelia (DARA PETAK), Ayin Dwiyanti (DYAH TRIBUNAN), Bilqis Binar Tamaraya (DYAH NARADUHITA), Haniza Rhania Noor (DYAH INDRADEWI), Wirdha Febriana (DYAH GAYATRI). Hasna Shofiya Salsabila (GENDHIS), Rahayu Jati Wacono (RARAS), B-djo Ludiro (MAHESA GITARJA), Lokapala Lahang Karoban (KUDHA ANJAMPIANI), Hastari (EMBAN MAJAPAHIT), S. Tini (EMBAN KADIPATEN TUBAN)
PRAJURIT : Totok Hariyadi, Andreas Dwi Andrianto, Lenny Kartika Saptarini, Irsad Ade Irawan, Idharul Huda, dan Sutra Fidana
Lantas bagaimana reaksi dan ekplorasi para pemain terhadap pesan naskah Dejavu Lawe dalam pementasan ini? Tentu permainan di panggunglah yang akan mengujinya. Kekuatan akting, kesesuaian menakar emosi dan ekspresi, keseluruhan tata panggung dan sejauh mana visualisasi membangun daya pikat sebagai tontonan, meski pementasan kali ini mengakses perkembangan teknologi kekinian, seperti animasi, permainan lighting, dll dalam jagat multimedia.
Selamat menyaksikan ! *** iswati