JAYAKARTA NEWS— Setidaknya terdapat empat fenomena global yang perlu diwaspadai oleh Indonesia. Pertama, lesunya pertumbuhan ekonomi global, di mana tahun ini diproyeksikan hanya sebesar 3,2 persen, dan tahun depan akan menurun kembali menjadi 2,7 persen. Kedua, tingginya angka inflasi, beberapa negara bahkan telah mengalami hiperinflasi.
Ketiga, ancaman resesi ekonomi, di mana lebih dari 60 negara di dunia terancam mengalami kebangkrutan. Serta Keempat, krisis pangan, di mana saat ini tidak kurang dari 345 juta penduduk dunia menghadapi kelaparan akut.
“Berbagai fenomena global di atas ‘membunyikan lonceng’ kewaspadaan komunitas gobal, tidak terkecuali Indonesia. Pada beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo telah mengungkapkan pentingnya kita bersikap waspada menyikapi gambaran suram proyeksi perekonomian global pada tahun 2023. Kondisi perekonomian dan situasi global saat ini tidak sedang baik-baik saja,” papar Ketua MPR Bambang Soesatyo saat melantik Anggota MPR RI Pengganti Antar Waktu, di Komplek MPR RI, Jakarta, Senin (9/11/12).
Anggota MPR RI yang dilantik antara lain, Djenri Alting Keintjem dari F-PDI Perjuangan, Khairul Mukhtar dari F-PAN, dan Ongku P. Hasibuan dari F-PD. Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI, antara lain Ahmad Basarah, Hidayat Nur Wahid, dan Arsul Sani,
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, imbauan untuk mengambil sikap waspada, tidaklah hadir dari ruang hampa. Karena sekuat apapun pondasi perekonomian nasional, sebagai bagian dari komunitas global, bangsa Indonesia tidak akan terbebas dari pengaruh kondisi ekonomi dunia dan geopolitik global. Tidak salah jika tema yang diusung oleh Indonesia dalam Presidensi G20 adalah Recover Together, Recover Stronger. Mengisyaratkan urgensi kerjasama dan kolaborasi dari segenap pemangku kepentingan, untuk mengatasi berbagai tantangan dan persoalan global.
“Memburuknya kondisi perekonomian negara-negara maju pastinya juga akan berdampak pada kinerja ekspor kita. Kemampuan kita dalam menekan laju inflasi yang menurut rilis BPS tercatat pada level 5,71 persen pada Oktober 2022, juga bukan ditopang oleh faktor alamiah perekonomian nasional, namun lebih disebabkan oleh adanya intervensi pemerintah. Antara lain melalui kebijakan subsidi BBM, yang diperkirakan akan mencapai Rp 700 triliun hingga penghujung tahun 2022. Jika krisis energi global tidak kunjung usai, maka beban subsidi dipastikan akan terus menjadi beban APBN,” jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, masa Presidensi Indonesia dalam forum G20 akan segera paripurna, dan akan diteruskan oleh India. Tentunya semua memiliki pengharapan besar, bahwa pengalaman menjabat Presidensi G20 dapat dioptimalkan agar berdampak nyata, mengingat G20 merepresentasikan 80 persen kekuatan ekonomi dunia dan 75 persen perdagangan internasional.
“Lebih dari itu, kita juga berharap bahwa tiga isu prioritas yang dikemukakan Indonesia sebagai Presidensi G20, yaitu arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi ekonomi digital, serta satu isu tambahan terkait ketahanan pangan, dapat direspon dengan berbagai langkah inovatif, strategis, dan integratif,” pungkas Bamsoet.***/ebn
JAYAKARTA NEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan pembukaan restoran Waroeng Windsor di London, Inggris pada Senin (7/11/2022) sebagai upaya diplomasi kuliner Indonesia melalui program Spice Up the World.
Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Diaspora dan Indonesia Small Medium Enterprise (ISME). Kemenparekraf juga mengapresiasi BNI yang mendukung program Spice Up The World. Waroeng Windsor adalah pembiayaan pertama dalam program Spice Up The World.
“Kemenprekraf memiliki program Spice Up The World yang merupakan program didesain untuk mempromosikan rempah-rempah yang dimiliki oleh Indonesia kepada dunia,” katanya, dikutip dari Siaran Pers Kemenparekraf, Rabu (9/11).
Apabila China punya Jalur Sutra sebagai jalur perdagangan, Indonesia punya jalur ini untuk mengenalkan beraneka ragam rempah yang dimiliki Indonesia.
“Kami berharap dalam program ini kami bisa mengembangkan 400 ribu restoran Indonesia di seluruh dunia. Sebagian besar ada di Eropa, beberapa ada di UK (Inggris), juga Amerika, dan tersebar di kawasan Asia,” kata Sandiaga.
Oleh karena itu, katanya, ia ingin terus menjalin kerja sama dengan BNI serta membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mengembangkan program Spice Up The World.
Targetnya untuk mendorong ekspor rempah-rempah yang diproyeksi mencapai triliunan dolar AS sekaligus mempromosikan kuliner Indonesia kepada dunia.
“Lewat restoran yang ada sekarang dan yang baru dibangun, kami berharap mereka dapat mempromosikan gastronomi Indonesia kepada dunia. Kami mengucapkan selamat atas dibukanya restoran Warung Windsor, semoga membawa rezeki yang berkah,” kata Sandiaga Uno.
Peresmian Waroeng Windsor diungkapkan Sandiaga Uno merupakan suatu sejarah. Dirinya berharap dapat lebih banyak lagi pengusaha di Inggris yang dapat membuka lagi restoran untuk mengenalkan rempah dan kuliner nusantara.
“Mudah-mudahan lebih banyak lagi restoran Indonesia yang buka di UK, di mana-mana sekaligus mendorong kebangkitan makanan dan rempah-rempah Indonesia,” kata Sandiaga Uno.
“Terima kasih juga buat ISME yang dalam waktu singkat bisa berkembang dan membuka peluang untuk lebih banyak lagi pengusaha Indonesia buka usaha di luar negeri,” katanya.
Turut hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, Governor of the Military Knights of Windsor General Peter Thomas Clayton Pearson, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Ni Made Ayu Marthini, dan Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana.
Hadir pula, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kemenparekraf/Baparekraf Cecep Rukendi, General Manager Bank Negara Indonesia (BNI) London Roekma Hari Adji, dan Ketua Indonesian Small Medium Enterprises (ISME) Dyah A Assyriati serta diaspora.***/uli
JAYAKARTA NEWS— Bisnis kuliner berbasis ayam kampung kian marak di Bantul, Yogyakarta. Situasi ini direspon sekelompok anak muda Dusun Lemahdadi, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul DIY dengan beternak ayam Joper (Jowo super). Ayam jenis ini merupakan hasil silangan dari ayam petelur dengan ayam Bangkok. “Tekstur dan rasa daging ayam Joper persis ayam kampung,” kata Eko Paryanto, peternak ayam Joper kepada JayakartaNews.com, Minggu (6/11). Karenanya muncul rasa optimis di kalangan pemuda Lemahdadi itu untuk berbisnis ayam pedaging ini.
Awalnya para muda Lemahdadi itu beternak sendiri-sendiri di rumah masing-masing. Dalam perjalanan waktu selanjutnya mereka berkolaborasi membentuk usaha bersama peternakan ayam Joper. Ini penting untuk saling mensuport, memberikan energi positif agar usaha bisa berkembang bersama dan harapannya bisnis kian membesar. Kelompok peternak ayam Joper Lemahdadi optimis menyongsong hari depan gemilang.
Abadi Farm
Eko Paryanto menceritakan, awal mula dia bersama kawan-kawannya beternak ayam Joper. Pada tahun 2019, Dusun Lemahdadi didatangi mahasiswa KKN dari sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Kala itu, pemuda Dusun Lemahdadi sudah memulai beternak ayam Joper. Mahasiswa KKN itu kemudian bekerjasama dengan pemuda untuk pengembangan ternak ayam Joper ini.
Daya tarik ayam Joper ada pada tekstur dan rasa dagingnya yang sama dengan ayam Jawa (kampung) serta waktu pemeliharaannya yang jauh lebih cepat. Ayam kampung membutuhkan waktu enam bulan untuk mencapai bobot satu kilogram ayam hidup. Sementara pembesaran ayam Joper jauh lebih singkat, untuk mendapatkan satu kilogram ayam hidup, cukup membutuhkan waktu dua bulan atau 60 hari sampai 70 hari. Selain alasan di atas, pada tahun 2019 itu, pasar ayam Joper sangat terbuka lebar. Jumlah peternak sedikit, sementara permintaan melambung.
Eko Paryanto (kedua dari kanan) bersama peternak Abadi Farm dan peternak lainnya dalam acara pelatihan membuat pakan ayam yang difasilitasi Pertamina (foto: istimewa)
Kuliner berbasis ayam kampung sangat marak di Bantul Yogyakarta. Eko dan kawan-kawannya siap mengayun langkah optimis menyongsong era bisnis ayam Joper. Mulailah para muda Dusun Lemahdadi memelihara ayam Joper. Namun, rupanya ada yang belum disiapkan, yakni ilmu yang mesti diketahui untuk membesarkan ayam Joper. “Waktu itu dari seratus ekor bibit, yang mati bisa mencapai 50 ekor,” papar Eko. Ia menduga bahwa angka kematian yang tinggi itu adalah akibat dari kurangnya pengetahuan tentang ayam Joper.
Keberuntungan berpihak kepada para peternak muda Lemahdadi. CSR Pertamina hadir mendampingi mereka. CSR Pertamina Rewulu Yogyakarta tidak memberikan uang, tetapi berkontribusi pada pengadaan inventaris juga pelatihan.
“Kami diajak Pertamina ke peternakan ayam Joper di Bambanglipuro Bantul,” tutur Eko. Di tempat itu para peternak Lemahdadi bisa melihat dan belajar dari pebisnis yang sudah berpengalaman menggeluti usaha peternakan ayam Joper. Para peternak dari tempat lain yang sudah berpengalaman juga dihadirkan di Dusun Lemahdadi untuk berbagi ilmu. Kami juga mendapatkan bantuan rupa-rupa inventaris, antara lain wadah pakan dan minum ayam, peralatan kantor dan bangunan. Upaya itu membuahkan hasil. “Dari seratus ekor DOC, ayam yang mati hanya 5 ekor saja,” imbuhnya.
Eko menuturkan, pada saat menjadi binaan CSR Pertamina, ada sejumlah 20 anak muda yang bergabung. Mereka amat antusias, sebab di akhir tahun 2020 kala itu banyak dari mereka yang di PHK (Putus Hubungan Kerja) karena pandemi Covid. Beternak ayam Joper menjadi alternatif untuk tetap bisa bekerja agar mendapatkan penghasilan tanpa meninggalkan rumah di saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diberlakukan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (kiri) l, Nicke Widyawati (kanan) dan Eko Paryanto (tengah) saat peresmian Abadi Farm 17 Januati 2021 (foto: istimewa)
Pada tanggal 17 Januari 2021 usaha kelompok peternak ayam Joper Dusun Lemahdadi, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul ini diresmikan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Pada acara itu Nicke Widyawati dari Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah menyerahkan bantuan senilai Rp 182 juta. Pada momen bersejarah ini paguyuban peternak ayam Joper Dusun Lemahdadi ini diberi nama Abadi Farm. Abadi merupakan singkatan dari Agribisnis Ayam Lemahdadi. Eko Paryanto duduk di kursi ketua.
Mapan dan Berkembang
Abadi Farm menempati bangunan sederhana dalam satu kompleks. Di bagian depan ada kantor sekretariat dengan perabotan lengkap seperti rak, meja juga frozen. Di tempat ini anggota paguyuban menggelar diskusi setiap Sabtu, juga menerima tamu yang datang berkunjung. Kandang berada di bagian belakang. Ada satu bangunan kandang berukuran 8 x 13 meter untuk tempat ayam-ayam kecil. Seluas 8 x 4 meter sisanya digunakan untuk areal penggilingan jagung. Kandang khusus untuk ayam-ayam besar menempati bangunan seluas 8 x 5 meter.
Berbekal kandang terpadu lengkap dengan peralatan pendukung dan bangunan sederhana yang dijadikan sekretariat, perjalanan Abadi Farm kian mapan dalam memutar roda bisnis ayam Joper. Anggota paguyuban ini memiliki harapan dan obsesi besar bahwa kelengkapan peternakan yang mumpuni ditambah keahlian yang telah diasah lewat pelatihan akan memberikan hasil sebanding.
Ayam kecil menyantap pakan produksi sendiri (foto: istimewa)
“Dari 20 orang, anggota yang aktif sekitar delapan orang, sisanya sedang menempuh studi di SMA atau kuliah,” jelas Eko. Jumlah SDM (sumber daya manusia) itu cukup untuk menangani jalannya bisnis Abadi Farm. Eko menjelaskan bahwa anggota paguyuban itu tidak datang setiap hari. Mereka berada di kantor Lemahdadi jika sedang diskusi atau ada pesanan. Waktunya bisa pagi, siang, sore, malam atau menjelang Subuh. Yang standby di dekat kantor adalah Eko sendiri sebab, tempat tinggalnya berdekatan dengan kompleks usaha Abadi Farm.
Gayung bersambut. Bisnis Abadi Farm berkembang. Di saat semua siap, pasar ayam Joper terbuka. Rata-rata, Abadi Farm bisa menjual ayam hidup mencapai 100 hingga 120 ekor per bulan. Dengan harga Rp 35 – Rp 40 ribu per kg ayam hidup, maka rata-rata omset yang bisa diraih mencapai Rp 4 juta sampai Rp 6 juta. “Tambahan penghasilan mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per orang di harga tertinggi,” tambahnya.
Membersihkan ayam Joper untuk dijual dalam bentuk karkas atau daging bersih (foto: istimewa)
Selain hasil penjualan ayam Joper, pendapatan juga disumbang oleh penjualan pakan ayam berupa jagung giling, tepung jagung juga beras jagung. Eko menceritakan, dalam proses pendampingannya, tepatnya pada pertengahan tahun 2021, mesin penggiling jagung dihadirkan Pertamina di Abadi Farm. Mesin ini berfungsi untuk meremuk jagung menjadi butiran kecil atau tepung. Dengan hadirnya mesin ini, bisnis paguyuban pun bertambah dengan menjual pakan ayam.
Manisnya bisnis ayam Joper ini diraup Abadi Farm sampai dengan pertengahan tahun 2022. Sampai periode itu harga ayam Joper hidup masih bertahan di angka Rp 35 ribu – Rp 40 ribu per kg hidup.
Anjlok
Waktu terus berjalan. Memasuki paruh kedua tahun 2022, ada perubahan pada bisnis ayam Joper Abadi Farm. Pelan tapi pasti, kondisi penjualan mengalami penurunan. Ini dipicu oleh banyaknya suplai di pasaran, sementara penyerapan pasar tetap atau bahkan menurun.
“Info yang saya dapat dari para bakul, ada serbuan pasokan ayam Joper dari kota lain yang sedang panen raya menuju ke Jawa Tengah dan DIY yang dijual murah. Yang saya tahu tiba-tiba bakul yang biasa ambil di Abadi Farm pada sudah punya ayam,” papar Eko yang juga bekerja sebagai akuntan di sebuah perusahaan swasta.
Tak hanya pasokan dari luar kota, Eko menuturkan bahwa suplai dari daerah Bantul pun meningkat tajam. Ceritanya, pada bulan Juli 2022 ayam Joper diburu di pasaran. Peluang bagus ini spontan direspon oleh banyak pihak dengan membeli bibit ayam Joper. Pada bulan September otomatis suplai ayam Joper dari daerah Bantul meningkat, sementara penyerapan pasar tetap atau bahkan menurun. “Pada Bulan Oktober lalu kami hanya mampu menjual 15 ekor ayam hidup,” kata Eko.
Konon kabarnya, terpetik berita bahwa ada peternak yang menawarkan ayam Joper di harga Rp 15 ribu per kg ayam hidup. Sementara Harga Pokok penjualan (HPP) untuk mencapai 1 kg ayam hidup berada di kisaran Rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu per kg ayam hidup. Dengan demikian, dijual dengan harga Rp 35 Ribu per kg ayam hidup baru bisa impas. Berati kalau dijual dengan harga di bawah HPP, maka peternak akan rugi. “Banyak peternak di Bantul yang sudah merugi jutaan bahkan ratusan juta,” tutur Eko.
Untuk mengantisipasi penurunan harga Eko dan kawan-kawannya mesti berinovasi. Ketika penjualan ayam hidup tidak menguntungkan, maka harus dicari langkah baru. Abadi Farm mendapatkan solusi dengan menjual ayam Joper dalam bentuk karkas atau ayam potong bersih.
Pada bulan Oktober 2022 silam, Pertamina memberikan bantuan untuk mendirikan RPA (Rumah Potong Ayam). Para anggota paguyuban pun mendapatkan pelatihan untuk mengoperasionalkan piranti baru berupa mesin bubut ayam. RPA dibangun di bagian samping kompleks Abadi Farm. “Menjual karkas atau ayam bersih lebih menguntungkan,” tambahnya.
Optimis
Eko dan koleganya di Abadi Farm tetap optimis dalam menjalankan bisnis ayam Joper. Rasa optimis itu dibangun Eko dan seluruh anggota peternak ayam Joper bukan tanpa alasan. Ia yakin pasar masih terbuka lebar. Serentetan strategi siap mereka gulirkan. “Kami akan memperluas mitra bisnis dengan usaha lain yang terkait seperti resto atau warung makan,” kata Eko mantap.
Upaya itu sangat masuk akal sebab, setelah pandemi Covid mereda, Yogya kembali dibanjiri para wisatawan. Mereka membutuhkan suplai makanan dan daging ayam sampai saat ini masih menjadi favorit untuk dikonsumsi.
Rencana kedua yang siap dijalankan Abadi Farm adalah menjadi pemasok utama daging ayam kampung ke rumah makan yang ada di sekitar tempat usaha mereka. Upaya ketiga adalah memperluas pasar lewat penjualan secara daring. Keempat, Abadi Farm akan menjadikan usaha peternakan, penjualan pakan, pemotongan ayam dan penjualan karkas ini sebagai penghasilan utama anggota yang aktif. Dan terakhir, Eko mengangankan Abadi Farm bakal menjadi pionir edukasi wisata ternak bagi kaum muda.
“Kami memiliki beberapa kiat agar tercapai semua cita-cita untuk memperbesar Abadi Farm,” tegas Eko. Ia menjelaskan, bahwa taktik pertama yang mesti dijalankan adalah memperbaiki semua hal yang ada dalam manajemen usaha, utamanya kepuasan pelanggan. “Kami terus berusaha meningkatkan pelayanan terbaik kepada pembeli,” imbuhnya.
Langkah lain yang siap dijalankan Eko dan koleganya adalah menjaga ketersediaan stok, aktif melakukan promosi lewat berbagai media, mensolidkan kekompakan anggota dan terakhir mempererat jalinan kerjasama dengan berbagai pihak yang bersinggungan dengan usaha Abadi Farm.
Peluang pasar ayam Joper, menurut Eko masih terbuka lebar, sebab ayam pedaging ini menjadi alternatif pengganti untuk ayam kampung. Harga ayam kampung paling mahal, sementara tidak semua orang suka dengan ayam broiler. Ayam Joper menjadi solusi jitu bagi yang tidak suka daging broiler, tetapi tidak mampu membeli ayam kampung. “Ayam Joper ini ada di tengah-tengah antara broiler dan kampung,” tegas Eko.
Bersama koleganya, Eko saling mendukung satu sama lain. Suport itu bermanfaat untuk membangun energi demi mengayunkan langkah meraih masa depan. “Kami optimis,” pungkasnya. (Ernaningtyas)
JAYAKARTA NEWS – Pemerintah melindungi masyarakat melalui APBN dalam kebijakan pembatasan konsumsi barang-barang yang berdampak buruk untuk mewujudkan Indonesia sehat. Salah satunya melalui pengenaan cukai pada hasil tembakau yang ditujukan untuk pengendalian konsumsi, pengawasan peredaran, sekaligus menekan efek negatif di masyarakat atau lingkungan.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Kementerian Keuangan Hatta Wardhana mengungkapkan bahwa pemanfaatan penerimaan cukai hasil tembakau salah satunya dituangkan dalam dana bagi hasil (DBH) cukai hasil tembakau (CHT) yang dibagikan kepada provinsi penghasil cukai dan/atau tembakau.
“Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 215/PMK.07/2021 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, disebutkan bahwa alokasi DBH CHT dibagi menjadi tiga aspek utama masing-masing dengan persentase 50% untuk bidang kesejahteraan, 10% untuk bidang penegakan hukum, dan 40% untuk bidang kesehatan,” jelas Hatta sebagaimana rilis Kemenkeu, Rabu (9/11).
Hatta menambahkan bahwa yang dimaksud dengan bidang kesejahteraan adalah meliputi tiga hal yaitu, pertama, program peningkatan kualitas bahan baku, seperti pelatihan peningkatan kualitas tembakau, penanganan panen dan pasca panen, penerapan inovasi teknis, serta dukungan sarana dan prasarana usaha tani tembakau. Kedua, program pembinaan industri, seperti pendataan dan pengawasan pada mesin pelinting rokok, pemeliharaan fasilitas pengujian bahan baku dan produk tembakau, sarana dan prasarana pengolahan limbah industri, serta pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia pada pada industri hasil tembakau kecil dan menengah. Ketiga, program pembinaan lingkungan sosial, seperti pemberian bantuan dan peningkatan keterampilan kerja bagi buruh tani tembakau dan/ata pabrik rokok, buruh pabrik rokok yang terkena pemutusan hubungan kerja, serta anggota masyarakat lain yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Selanjutnya, di bidang penegakan hukum meliputi dua hal yaitu, pertama, program pembinaan industri meliputi kegiatan pembangunan, pengelolaan, dan pengembangan kawasan industri tertentu hasil tembakau. Kedua, sosialisasi ketentuan di bidang cukai meliputi penyampaian informasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai kepada masyarakat dan/atau pemangku kepentingan, serta pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai.
Sementara itu, di bidang kesehatan, diprioritaskan untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional terutama peningkatan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan dan pemulihan perekonomian di daerah. Sebagai contoh, pemanfaatan DBH CHT di Kabupaten Malang dialokasikan pada sektor-sektor strategis yaitu pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Malang.
“Pemanfaatan DBH CHT di bidang kesejahteraan masyarakat dan kesehatan memiliki porsi yang besar, diharapkan alokasi dana ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya secara tertib, terbuka, dan akuntabel. Kami juga mengapresiasi pada pemerintah daerah yang telah berkolaborasi (dengan Bea Cukai) dalam pelaksanaan implementasi DBH CHT,” pungkas Hatta.***/mel
JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kembali mengumpulkan kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah. Rapat diikuti seluruh Gubernur, Bupati/Wali Kota, dan Forkopimda secara virtual.
“Kita sekali lagi melaksanakan rapat ini dalam rangka melaksanakan arahan Bapak Presiden yang disampaikan kepada kami untuk setiap Minggu dilakukan Anev (analisis dan evaluasi) inflasi,” kata Mendagri mengawali sambutannya.
Dia menambahkan, ketidakpastian global akibat perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina menyebabkan terjadinya fluktuasi perekonomian, hingga gangguan pasokan pangan secara global. Akibatnya, krisis dan inflasi menjadi tak terhindarkan dan hampir terjadi di seluruh negara di dunia.
“Karena memang sekali lagi inflasi ini menjadi persoalan global yang berdampak kepada Indonesia,” ujarnya.
Dalam Rakor kali ini, Mendagri memberikan kesempatan bagi daerah yang tercatat memiliki angka inflasi relatif rendah untuk membagikan tips dan kiat-kiat kebijakan yang ditempuh dalam pengendalian inflasi. Misalnya saja Provinsi Maluku Utara yang inflasinya berada pada angka 3,23 persen, Kota Ternate, dan Kabupaten Sumba Timur yang inflasinya 3,36 persen.
Kemudian, Mendagri juga membuka ruang diskusi bagi daerah yang memiliki angka inflasi cukup tinggi, untuk mengetahui kendala dalam implementasi kebijakan pengendalian inflasi.
“Kita ingin tahu problemnya apa, kendalanya apa, supaya kita bantu dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Mendagri menegaskan, meski inflasi diakibatkan situasi global, kondisi ini perlu disikapi dengan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Mendagri mengingatkan, jangan sampai inflasi kian tak terkendali yang berujung pada ketidakstabilan sosial, keamanan, dan politik dalam negeri.***/ebn
JAYAKARTA NEWS— Perlambatan ekonomi global di tahun 2023 akan juga terasa di Indonesia meski potensi untuk resesinya kecil. Ekonom dari Bank Permata, Joshua Pardede mengatakan, pemerintah perlu usaha ekstra jika ingin mencapai pertumbuhan 5,3% di tahun depan.
“Dari sisi demand permintaan turun, dan produktif sektor ekonomi masih akan ada tantangan yang cukup tinggi, sehingga untuk bisa tumbuh solid 5% mungkin masih ada kerja ekstra dari pemerintah,” ungkap Joshua, Senin (7/11/2022).
Demand yang dimaksud adalah menurunnya ekspor karena permintaan dari mitra dagang utama yaitu Amerika Serikat dan Eropa mengalami penurunan. Kemudian sektor industri mulai merasakan dampaknya, misalnya sektor tekstil, maupun sektor yang bahan bakunya impor maupun berorientasi ekspor.
Beberapa waktu lalu juga ramai disebut industri tekstil melakukan PHK massal. Tingkat pengangguran, kata Joshua saat ini jauh lebih rendah saat awal pandemi.
“Bukan berarti jika resesi global, berhenti produktivitasnya, mungkin akan menurun tetapi tidak akan mengkhawatirkan seperti saat pandemi. Kita melihat beberapa sektor akan terkena dampak. Namun jika dia bisa melakukan efisiensi dan strategi bisnis tentunya dia akan bisa membatasi (PHK),” jelas Joshua.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian Indonesia masih bagus. “Terlihat dari inflasi yang terus menurun. Tahun depan (2023) bisa menyentuh angka 5,3%,” kata Airlangga.
Bahkan menurut Ketum Golkar itu, Indonesia dan negara Asia lainnya punya resiliensi jika resesi global terjadi pada 2023 mendatang.
Kemudian hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,72% pada kuartal III tahun 2022 secara year on year. Kepala BPS, Margo Yuwono mengatakan, “Di tengah kondisi global yang tidak menentu, kita masih bisa menjaga perekonomian kita.” (end)
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2022 mencapai 5,72 persen secara tahunan (yoy). Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis Indonesia tidak terdampak jika resesi ekonomi global 2023 terjadi. Hal itu didasarkan pada angka inflasi yang terus menurun.
“Tahun depan (2023) bisa menyentuh angka 5,3,” ujar Ketum Golkar itu usai mengunjungi Nongsa Digital Park (NDP) Nongsa, Kota Batam (4/11) lalu.
Konsumsi Rumah Tangga
Sementara itu, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2022 yang mencapai 5,72 persen membuat Indonesia unggul dari China, AS, dan Eropa.
Herry juga membeberkan sejumlah analisis yang membuat ekonomi Indonesia mampu bertumbuh dan bertahan di tengah prediksi ancaman resesi global yang mengganggu stabilitas.
“Ini cukup menarik, pertumbuhan ekonomi nasional tetap terproyeksi baik dibandingkan negara lain karena preferensi kebijakan pemerintah yang adaptif dan produktif,” kata Herry.
Herry menyebutkan kenaikan BBM dan cara penanggulangan dampak oleh pemerintah yang membuat kinerja ekonomi Indonesia tetap eksis. “Pemerintah cukup lihai ya meskipun harga BBM naik. Ada upaya antisipasi melalui pemberian subsidi berupa BLT. Hal ini berdampak pada tingkat konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga,” tambahnya.
Selain itu, Herry juga menilai kinerja ekspor Indonesia turut menyumbang dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat di kuartal III.
“Kinerja ekspor Indonesia per september 2022 saja ada di angka 20 persen per tahun. Artinya ada sentimen positif terhadap kegiatan ekspor yang berdampak pada tumbuhnya ekonomi,” ucapnya.
Faktor tersebut juga menjadi tumpuan penting dalam resiliensi ekonomi Indonesia ketika menghadapi resesi global yang diprediksi bakal terjadi. Herry menekankan Indonesia akan mampu menghadapi badai resesi global ketika konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor terjaga. “Pemerintah harus tetap menjaga konsumsi rumah tangga serta kinerja ekspornya seperti subsidi BLT, dukungan modal UMKM,” tandasnya.
Herry juga menyebutkan dengan ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan G-20 maka hal ini juga menjadi momentum baik untuk meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia.
“Efek dari Indonesia menjadi tuan rumah G-20 itu cukup baik, ada trust dari negara lain yang tercipta yang notabene dalam konteks ekonomi ini adalah variabel penting termasuk juga memicu menggeliatnya modal dan investasi di Indonesia,” pungkasnya.***/din
JAYAKARTA NEWS— Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di jalur optimis dan diperlihatkan melalui beberapa leading indicator yang meneruskan tren positifnya. Pada bulan Oktober 2022, PMI Manufaktur Indonesia masih berada dalam zona ekspansif di level 51,8, sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga masih menunjukkan persepsi konsumen yang ekspansif di level 117,2.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga dapat mencapai 5,6% (yoy) atau bahkan lebih tinggi. Sementara itu, inflasi pada bulan Oktober 2022 juga mengalami penurunan menjadi 5,71% (yoy) dibandingkan inflasi pada bulan September 2022 yang tercatat sebesar 5,95% (yoy).
“Indonesia memiliki situasi yang berbeda dengan negara lain. Fundamental ekonomi Indonesia kuat. Tahun depan, defisit APBN kurang dari 3%,” ungkap Menko Airlangga.
Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga secara secara virtual dalam kegiatan Global Town Hall 2022, Sabtu (5/10). Diskusi marathon Global Town Hall 2022 sendiri digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama Global Citizen dan mengambil tema “Sustaining Peace and Development in a Divided World”.
Acara tersebut melibatkan peserta dari 112 negara dan termasuk 105 mitra serta menghadirkan pemimpin dunia, aktivis, hingga para pengambil kebijakan yang akan membangun jejaring dan diskusi untuk menciptakan perubahan di seluruh dunia.
Dalam kegiatan tersebut, Menko Airlangga hadir menjadi pembicara pada sesi yang berjudul “Dear G20 Leaders: Hope and Suggestions from the Grassroots”. Di awal penjelasan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia melaksanakan Presidensi G20 di saat yang penuh tantangan dengan adanya “The Perfect Storm”. Meskipun demikian, Menko Airlangga optimis bahwa Presidensi G20 Indonesia akan berjalan maksimal dan dapat menghasilkan concrete deliverables yang lebih baik.
“Indonesia akan menggelar pertemuan G20 dengan cara yang berbeda. Kami mengundang representatif dari Uni Afrika dan juga negara-negara lainnya. Pertemuan G20 kali ini akan memiliki nuansa yang berbeda dari sebelumnya,” kata Menko Airlangga.
Pada sesi yang dilaksanakan dalam bentuk tanya jawab tersebut, Menko Airlangga menjelaskan beberapa hal terkait bahasan dalam Presidensi G20 yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital, transisi energi, dan ketahanan pangan. Untuk kesehatan global, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia telah menghasilkan Financial Intermediary Fund yang berhasil mencatatkan komitmen senilai USD1.4 triliun. Sedangkan terkait transformasi digital, Menko Airlangga menyebutkan bahwa inklusivitas menjadi hal penting dalam ekonomi digital.
Menko Airlangga juga menjelaskan terkait upaya yang tengah dilakukan Indonesia dalam melakukan transisi energi dari bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan, salah satunya dengan pengembangan proyek besar hydropower di Kalimantan Utara yang dapat menghasilkan 12 GigaWatt. Proyek tersebut juga direncanakan menjadi salah satu program dalam inisiatif Amerika Serikat yakni Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII). Kemudian tentang ketahanan pangan, Indonesia menjadikan topik tersebut menjadi bahasan yang penting karena ketahanan pangan juga menjadi tantangan bagi pasar global.
“Yang berbeda antara G20 Indonesia dengan G20 sebelumnya adalah Indonesia berkonsentrasi pada deliverables yang akan dilampirkan dalam G20 Komunike. Deliverables tersebut setidaknya harus didukung oleh tiga negara. Jadi kita punya list deliverables dari negara-negara tersebut dan ini membuktikan bahwa kita tidak hanya berkomitmen dalam narasi, tetapi juga pada action plan,” tegas Menko Airlangga.
Menjawab pertanyaan dari perwakilan organisasi pemuda internasional, Menko Airlangga menyampaikan bahwa G20 juga memiliki Youth20 dan Think20 yang merupakan engagement group yang melibatkan anak muda. Forum Youth20 juga membahas banyak isu dan telah menghasilkan rekomendasi dalam bentuk komunike. Komunike tersebut juga akan menjadi masukan bagi penyiapan leaders’ declaration.
“Salah satu rekomendasi yang penting adalah inklusivitas dari transformasi ekonomi digital. Ketika kita ingin mengembangkan digital ekonomi, kita juga membutuhkan infrastruktur seperti data center yang mana data center tersebut membutuhkan banyak energi, sehingga perlu didukung dengan renewable energy. Indonesia sudah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park di Batam untuk data center yang diresmikan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa Indonesia siap terkoneksi dengan ASEAN maupun dengan hub regional di pasar global,” pungkas Menko Airlangga. (***/bnt)
JAYAKARTA NEWS-— Pemerintah terus mendorong kemandirian Indonesia di bidang pangan, termasuk untuk komoditas gula. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 700 ribu hektare untuk ditanami tebu. Dengan lahan seluas itu, Presiden meyakini Indonesia akan bisa mandiri dan bahkan swasemda gula dalam lima tahun ke depan.
Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) usai meninjau penanaman tebu di Kebun Tebu Temu Giring, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur Jumat (04/11/2022).
“Akan saya siapkan yang 700 ribu hektare itu. Sekarang baru dapat 180 ribu hektare, kita butuhnya 700 ribu hektare. Akan saya siapkan,” ucap Presiden dalam keterangan persnya.
Dengan lahan seluas itu, Presiden meyakini Indonesia akan bisa mandiri dan bahkan swasemda gula dalam lima tahun ke depan.
Presiden mengungkapkan, lahan yang disiapkan tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Budaya menanam tebu yang baik memang di Jawa Timur bagus, Jawa Tengah bagus, di Jawa Barat juga bagus. Nanti kita akan lari ke luar Jawa, karena kalau lahan 700 ribu hektare juga bukan lahan yang kecil. Tapi ini akan dengan sekuat tenaga akan saya akan siapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga berdialog dengan para petani tebu mengenai penanaman tebu dengan varietas baru.
“Ini kita telah memulai sesuatu yang baru untuk urusan tebu, karena kita gunakan varietas yang paling baru ini. Tadi dr. Plinio (pakar tebu dari Brasil) menyampaikan bahwa di sini tidak perlu pemupukan untuk yang nitrat, kemudian yang potas tidak perlu karena tanahnya sudah bagus. Ini yang sangat bagus,” ujarnya.
Kepala Negara menuturkan bahwa penanaman tebu dengan varietas baru dalam waktu 26 hari menunjukkan hasil yang baik. Bahkan, hasil penanaman tebu varietas baru di tanah air menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan di Brasil.
“Dengan telah ditanam [varietas baru] ini yang sudah 26 hari, dilihat tadi hasilnya luar biasa. Biasanya di Brasil itu hanya nongolnya 2 [batang], di sini bisa nongol 4 atau 5 [batang]. Ini juga sesuatu yang luar biasa,” tutur Presiden.
Presiden mengharapkan, budidaya tebu dalam kapasitas yang sangat besar ini dapat mendukung ketahanan energi nasional.
“Kalau (kemandirian) gulanya tercapai nanti, sebagian bisa dilarikan entah lewat proses molase atau langsung itu akan masuk ke etanol, yang kita mulai nanti dengan E5 dulu. E5 jalan, E10, E20, kayak kita main dulu B20, B30 untuk sawit. Ya ini sama. Yang saya senang kita sudah ketemu jurusnya, yang paling penting itu, ketemu jurusnya sehingga tinggal implementasi yang harus terus diawasi,” tandasnya.***/din
JAYAKARTA NEWS— Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong substitusi, bahan bakar fosil dengan energi hijau seperti dari sawit. Sawit cukup menjanjikan di tengah krisis.
“Oleh karena itu, upaya substitusi bahan bakar fosil dengan biodiesel sawit, green fuel lainnya, dan petrokimia dengan oleokimia berbasis sawit merupakan strategi yang akan membuat industri sawit lebih layak di tengah krisis. Hingga tahun 2022, Indonesia masih menerapkan B30. Saat ini, Harga Indeks Pasar (HIP) Biodiesel lebih rendah daripada HIP Solar,” kata Menko Airlangga beberapa waktu lalu.
Pengamat Energi Komaidi Notonegoro mengatakan, saat ini telah melakukan uji jalan (road test) penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel dengan campuran 40% atau disebut B40 pada kendaraan bermesin diesel. “Karena serapannya terus naik,” kata Komaidi, pada Kamis (3/11). Menurutnya, produk biodiesel terbukti diminati oleh masyarakat sehingga terus dilakukan inovasi baru seperti B40 ini.
Pemberlakuan B40 ini merupakan salah satu upaya strategis negara untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM), sekaligus mengimplementasikan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).
Selain itu Pertamina sedang mengembangkan Biogasoline. Untuk itu Komaidi mengingatkan, ketika nantinya produk ini sudah digunakan oleh masyarakat, harus dijaga ketersediaannya.
“Perlu diperhatikan secara keberlanjutan pasokan, kan kelapa sawit dia kan trade off dengan kebutuhan lain misalnya minyak goreng, dan produk turunan lainnya,“ kata Direktur Eksekutif Reforminer Institute ini.
Contohnya, saat ini Pertamina tengah mengkaji produk biogasoline. Namun, pertamina meminta agar ada kepastian keberlanjutan suplai minyak sawitnya (Crude Palm Oil/CPO).
Komaidi menambahkan, pemerintah bisa mencari alternatif energi hijau lain, tidak berat ke sawit saja. “Juga perlu menyeimbangkan dengan potensi lain, sehingga mungkin pemerintah fokusnya jangan hanya berat ke kelapa sawit, karena kebutuhan kelapa sawit bukan cuma untuk biodiesel, tetapi ada kebutuhan lain. Harus berpikir untuk mengembangkan EBT yang lain, misalnya panas bumi, Hanya mengembangkan lain,“ tandas Komaidi.
Petani Sawit
Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Institut Piter Abdullah mengungkapkan industri sawit berkelanjutan bertumpu pada kesungguhan dan keseriusan dalam menjaga lingkungan agar tetap mampu menopang indutri sawit.
“Pengertian dari berkelanjutan dalam industri kelapa sawit adalah adanya upaya sungguh-sungguh untuk menjaga lingkungan agar tetap kondusif bagi kelangsungan perkebunan sawit,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah juga harus memanfaatkan peluang ekonomi kawasan untuk semakin mendorong tercapainya industri sawit berkelanjutan. “Kondisi pasar dan harga CPO yang saat ini cukup tinggi seharusnya bisa dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, peluang itu juga harus dimanfaatkan untuk menyejahterakan petani sawit kecil. Hal itu bisa dilakukan dengan menjaga harga tandan buah segar (TBS) sawit produksi petani.
“Keberpihakan kepada petani kecil ditunjukkan dengan upaya menjaga pasar agar petani mendapatkan harga jual yang menguntungkan,” tambahnya.
Pemerintah juga diminta untuk bisa membantu petani kecil melakukan peremajaan tanaman sawit dengan dana yang sudah terhimpun. “Pemerintah juga hendaknya membantu petani kecil melakukan peremajaan atas kebun-kebun mereka memanfaatkan dana yang dihimpun memang untuk itu,” pungkasnya.***/bnt
JAYAKARTA NEWS— Dilaporkan belasan perusahaan tekstil di Jawa Barat tutup dan mengakibatkan ribuan karyawan terpaksa di PHK. Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar angkat bicara terkait fenomena tersebut. Ia menyatakan, gelombang PHK karyawan industri garmen harus ditekan. Sebab, semakin banyak PHK maka semakin besar potensi krisis ekonomi dan bukan tak mungkin bisa mempengaruhi sektor lain.
“Saya kira PHK ini bukan masalah yang sepele, apalagi sekarang ancaman krisis, ancaman resesi begitu kuat. Langkah konkret untuk membendung krisis yang ada di depan mata adalah menekan gelombang PHK industri garmen,” kata politisi yang akrab Gus Muhaimin dalam keterangan resmi yang diterima Parlementaria pada Kamis (3/11/2022).
Dikutip dari laman dpr.go.id, politisi Fraksi PKB itu mendorong pemerintah untuk menyerap produk garmen kecil yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Ia menilai langkah ini penting dilakukan sebagai wujud kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat. Selain itu diperlukan juga upaya memperluas pasar ekspor produk garmen nasional ke negara-negara yang perekonomiannya masih stabil.
“Pemerintah harus serap produk garmen lokal agar ekonomi terus bergerak dan menekan angka kemiskinan. Pasar baru ekspor produk garmen kita mau tidak mau harus diperluas, pemerintah bisa merambah ke negara-negara yang ekonominya stabil untuk memasarkan produk garmen dalam negeri,” terangnya.
Terjadinya gulung tikar massal bagi perusahaan tekstil dan produk tekstil ini disinyalir akibat lesunya permintaan pasar ekspor dari negara mitra dagang Indonesia. Mantan Menteri Tenaga Kerja tersebut mengingatkan pemerintah untuk menghentikan arus impor produk garmen agar produk nasional dapat terserap secara optimal.
“Nah ini juga jadi catatan penting, impornya (produk garmen) distop dulu, apalagi yang barang-barang bekas itu stop saja, kalau dibiarkan masuk ya dampak negatifnya tentu ke produk garmen dalam negeri jadi nggak laku,” tukas Legislator Dapil Jawa Timur VIII tersebut.***/ebn