• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Burung Merak di Bulan Purnama

Burung Merak di Bulan Purnama

admin by admin
November 17, 2022
in Buku & Sastra, Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Rendra, yang dijuluki sebagai Burung Merak, selain dikenal sebagai penyair, juga seorang aktor, penulis naskah teater dan sutradara teater. Ia mempunyai kelompok teater yang dikenal dengan nama Bengkel Teater. Rendra telah meninggal bulan Agustus 2009, tetapi puisi-puisinya terus dibacakan oleh generasi berbeda-beda.

Kapan Rendra membaca puisi, orang dengan segera akan terpikat. Bahkan bukan hanya terpikat, malah seperti tersihir. Penampilannya dalam membaca puisi penuh pesona, dan setiap dia tampil mmembaca puisi, panggung selalu penuh. Padahal untuk masuk harus membeli tiket, yang tidak murah. Namun orang berbondong-bondong memenuhi panggung.

Agus Istianto

Kali ini, Sastra Bulan Purnama edisi spesial akan diselenggarakan 19 November 2022, pkl. 15.00 di Tembi Rumah budaya, Jl. Parangtritis Km 8,4, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, akan diisi pembacaan puisi-puisi Rendra. Sanggarbambu, yang sudah berusia 63 tahun, mengenang Rendra dengan membacakan puisi karyanya. Para pembaca adalah aktor teater, penyair, perupa, yang sudah lama bersentuhan dengan Sanggarbambu.

Mereka adalah Gentong Hariono, aktor teater dan penyair, Nasirun, perupa, Agus Istianto, aktor teater dan penulis, Eko Winardi, Aktor teater dan penulis, Ana Ratri Wahyuni, pemain teater, Kumbo, aktor teater, Teguh Eswe, perupa, Untung Basuki, aktor teater dan pelantun lagu puisi, Ocong Suroso, perupa, Liek Suyanto, aktor teater, Ami Simatupang, aktris teater.

Gentong Hariono, salah seorang inisiator acara dan anggota Sanggarbambu menyebutkan, memilih Rendra untuk dikenang, karena Rendra adalah keluarga Sanggarbambu. Pada pentas Oidipus Sang Raja pada tahun 1962 Rendra bersama study grup drama dibantu Sanggarbambu, yang bertindak sebagai produser.

“Bahkan perancang disain artistik panggung dan grafis para perupa Sanggarbambu, ialah Danarto dan Handogo,” ujar Gentong Hariono.

Selain pada edisi spesial ini, demikian Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama menjelaskan, pada edisi lain, 16 oktober 2019 lalu sebelum ada pandemi covid 19, anak-anak Rendra,  membacakan puisi karya bapaknya. Bahkan cucu Rendra anak dari dari Tedy putra sulung Rendra, ikut tampil membacakan puisi karya eyang kakungnya.

Eko Winardi

“Belum pernah anak-anak Rendra, dari Sunarti Suwandi dan Sitoresmi, tampil membacakan puisi2 karya ayahnya, dan Sastra Bulan Purnama memberi ruang untuk mereka”, kata Ons Untoro.

Untung Basuki, selain dikenal sebagai anggota Bengkel Teater pimpinan Rendra, ia juga anggota Sanggarbambu. Ia dikenal juga sebagai pelantun lagu puisi, dan sudah menciptakan sejumlah lagu puisi yang seringkali dipentaskan, sejak tahun 1970-an. Dalam acara mengenang Rendra, Untung Basuki, selain membacakan puisi karya Rendra, ia juga akan melantunkan lagu puisi. Ada beberapa puisi karya Rendra, yang sudah lama dibuat menjadi lagu, dan sering dipentaskan dibanyak tempat oleh Untung Basuki.

Rendra memiliki sikap kritis terhadap  kekuasaan. Karya2nya, terutama naskah drama, selalu penuh kritik terhadap kekuasaan, sehingga semasa rezim orde baru, Rendra seringkali dilarang pentas.

Sejak tahun 1950-an, puisi2 karya Rendra sudah dikenal luas, beberapa judul puisi yang dikenal, dari sejumlah puisi yang sudah ditulis dan diterbitkan menjadi buku ialah ‘Kotbah Di Atas Bukit’. ‘Blues Untuk Bonie’ dan sejumlah judul puisi lainnya. (pr)

Tags: burung merakjayakartanewsrendrasanggar bambusastra bulan purnama
Previous Post

Indonesia dan Tiongkok Sepakati Lima Dokumen Kerja Sama

Next Post

DPR Sahkan UU Pemekaran Papua Barat Daya, Puan: Kesejahteraan Masyarakat harus Meningkat

admin

admin

Next Post
DPR Sahkan UU Pemekaran Papua Barat Daya, Puan: Kesejahteraan Masyarakat harus Meningkat

DPR Sahkan UU Pemekaran Papua Barat Daya, Puan: Kesejahteraan Masyarakat harus Meningkat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version