• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Buku Bagus: Separatism and the State – Damien Kingsbury

Buku Bagus: Separatism and the State – Damien Kingsbury

July 24, 2025
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Buku Bagus: Separatism and the State – Damien Kingsbury

by admin
July 24, 2025
in Kabar, Kolom
0
Buku Bagus: Separatism and the State – Damien Kingsbury
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pertanyaan yang menggelitik, menggayuti pikiran Damien Kingsbury:
Mengapa ada tanah-tanah yang ingin memisahkan diri dari induknya?

Mengapa Aceh bergolak, Pattani berdarah, Sri Lanka hancur-lebur?

Bukan sekadar soal etnis yang berbeda atau kantong yang kering, kata Kingsbury. Kenyataannya bukan itu.

Ia mengajak kita menyelam lebih dalam, ke dasar laut yang keruh bernama legitimasi.

Bayangkan sebuah negara bagai rumah besar. Bukan fisik tembok dan atapnya, tapi rasa memiliki para penghuninya.

Ketika sebagian penghuni di sayap timur, atau utara, atau selatan, merasa diabaikan, diperas, bahkan dipukuli oleh sang tuan rumah, maka benih-benih pisah pun bersemi.

Itulah yang terjadi di Aceh, di Pattani (Thailand Selatan), dan di Tamil Eelam (Sri Lanka).

Negara, dalam pandangan mata mereka yang terluka, telah kehilangan hak untuk memerintah.

Legitimasi itu menguap, sirna ditelan kebijakan yang semena dan senapan yang beringas.

Kingsbury, dengan telaten, mengajak kita berkeliling menyaksikan tiga tragedi.

Aceh, tanah rencong dan minyak, sejarahnya panjang penuh duka.

Jakarta di mata banyak orang Aceh bukan ibu yang menyayangi, tapi tuan yang menjarah.

Otonomi khusus? Hiasan kertas yang tak berarti di hadapan gemuruh senjata dan tangis korban pelanggaran HAM.

Lalu datanglah gelombang dahsyat tsunami. Air bah yang memporak-porandakan itu sekaligus menyapu puing-puing kebekuan.

Di tengah kehancuran, muncul secercah harapan bernama Helsinki.

Pemerintah SBY, dengan JK wapres yg intens mengurus perdamaian di Aceh, melihat peluang itu. Mungkin karena terpukul oleh bencana atau ada secuil kebijaksanaan, membuka pintu negosiasi lebar-lebar.

Dan yang ditawarkan bukan sekadar gencatan senjata, tapi pengakuan yang nyata: Aceh punya hak mengatur dirinya sendiri dengan cara yang sangat khusus, dengan identitas keislaman dan adatnya diakui.

Damai pun datang, walau rapuh, tapi nyata. Kuncinya? Mengembalikan rasa dihargai.

Legitimasi yang sempat hilang, dicoba ditata kembali.

Lalu kita melangkah ke Pattani, di selatan Thailand.

Di sini, ceritanya mirip tapi lebih getir. Bangkok memandang selatan dengan kacamata kuda: asimilasi paksa.

Bahasa Melayu dipinggirkan, identitas Melayu-Muslim dicoba diluluhkan menjadi Thailand.”Thailanisasi”.

Ditambah borok korupsi dan ketidakadilan di tingkat pejabat lokal, jadilah ladang subur kemarahan.

Pendekatan utama ? Pukul ! Bawa tentara, gebuk mereka yang melawan. Tapi, kata Kingsbury, ini seperti memadamkan api dengan bensin.

Semakin dipukul, semakin dalam luka, semakin liar perlawanan.

Bangkok enggan, atau mungkin takut, untuk benar-benar duduk bersama, mendengar jeritan hati orang Pattani, apalagi menawarkan otonomi yang bermakna.

Maka, asap mesiu masih mengepul, darah masih sesekali tumpah.

Legitimasi negara di sana? Masih tergeletak di tanah, terinjak-injak.

Dan Sri Lanka, ah, ini kisah yang paling pilu. Minoritas Tamil merasa dipinggirkan, didiskriminasi, tak dianggap saudara sepenuhnya oleh mayoritas Sinhala.

Tuntutan keadilan berubah jadi tuntutan merdeka. Perundingan damai? Gagal silih berganti.

Kecurigaan dan kebencian mengkristal di kedua pihak. Akhirnya, pemerintah memilih jalan final: hantam habis !

Tahun 2009, Tamil Tigers ditumpas, perang berakhir dengan kemenangan militer mutlak.

Tapi, tanya Kingsbury, apakah akar masalahnya selesai ?

Apakah rasa tidak adil, tidak diakui, tidak memiliki legitimasi pemerintah itu ikut mati dibom? Ternyata tidak.

Ia bagai api dalam sekam. Kemenangan militer itu seperti menutup luka dengan perban kotor. Lukanya masih di dalam, bisa bernanah kapan saja.

Damai sejati tidak datang dari ujung senapan, tapi dari pengakuan dan keadilan.

Nah, inilah sumbangsih Kingsbury. Ia mengajak kita melihat separatisme bukan sekadar sebagai pemberontakan bersenjata atau gerakan teroris, tapi sebagai kegagalan negara merajut kebersamaan.

Ketika negara lalai memberi rasa aman, lalai menegakkan keadilan, lalai memberi ruang untuk bersuara, lalai menghormati jati diri kelompok-kelompok di dalamnya, maka retakan pun muncul.

Retakan itu, jika dibiarkan, bisa menjadi jurang pemisah.

Buku ini ibarat cermin. Ia menunjukkan bahwa jalan represi militer semata, seperti di Pattani dan Sri Lanka (akhirnya), hanya melahirkan damai semu yang penuh dendam terpendam.

Sementara jalan dialog dan keberanian berbagi kekuasaan secara asimetris, seperti di Aceh, meski tidak sempurna, memberi harapan untuk membangun kembali rumah bersama yang lebih kokoh.

Legitimasi, itulah fondasinya. Bukan beton atau baja, tapi pengakuan dan keadilan.

Kingsbury mungkin tak menjawab semua teka-teki.

Dinamika internal gerakan separatis, permainan ekonomi sumber daya alam, atau campur tangan asing yang rumit, mungkin perlu cerita tersendiri.

Tapi pesan utamanya jelas dan menggugah: Negara yang ingin utuh, harus belajar menjadi rumah bagi semua anak bangsanya.

Bukan penjara, bukan juga menara gading. Hanya dengan begitu, gema “merdeka” bisa pelan-pelan berubah menjadi bisikan, “kami tetap di sini, bagian dari kalian.”

Buku yang tak hanya bercerita tentang perang dan damai, tapi lebih tentang harga diri yang terluka dan upaya sulit untuk menjahitnya kembali.

Layak dibaca oleh siapa pun, juga para pejabat di jakarta, yang seharusnya peduli pada masa depan bangsa yang majemuk ini.

Damien Kingsbury adalah profesor emiritus di Deakin University, Melbourne, Australia.

Dia tidak begitu disukai oleh Jakarta, karena perannya seperti Humas untuk dunia global bagi Timor Timur.

Selama masa referendum disintegrasi Tim tim dia menjadi penasehat Xanana Gusmao.

Dan dukungannya yg habis-habisan terhadap kemerdekaan Papua.

Bisik-bisik cerita di tahun 2014, Jokowi menemuinya dengan setumpuk dokumen tentang Papua. Ono opo ?

Mungkin…mungkin ada proyek yg sebentar lagi diselesaikan oleh Samsul Gibran di sana. (yid)

Tags: damien kingsburyjayakartanews
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version