• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Waspadalah! Kenaikan Kasus Covid di Indonesia Capai 620% Dalam 28 Hari

Waspadalah! Kenaikan Kasus Covid di Indonesia Capai 620% Dalam 28 Hari

admin by admin
July 1, 2022
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Bukan hanya di Indonesia, kenaikan kasus Covid-19 tengah melanda negara-negara di dunia. Dari data global Covid-19 per 28 Juni 2022, kenaikan terjadi setelah kasus berhasil dipertahankan menurun dalam kurun waktu yang cukup lama. Kenaikan kasus di setiap negara dapat berbeda karena karakteristik dan pola pengendalian Covid-19 di negara tersebut.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan, data kenaikan kasus positif mingguan secara global, Indonesia paling signifikan kenaikannya, yaitu naik 620% dalam 28 hari. Diikuti, Bangladesh naik 500% dalam 22 hari, Inggris naik 380% dalam 23 hari, Italia naik 241% dalam 25 hari, Jerman naik 209% dalam 22 hari, Singapura naik 116% dalam 18 hari, Malaysia naik 49% dalam 19 hari, dan Amerika Serikat naik 14% dalam 8 hari.

“Hal ini penting menjadi perhatian karena dengan meningkatnya kembali kasus pada beberapa negara tersebut, artinya kita perlu kembali waspada dan ini membuktikan bahwa Covid-19 masih ada,” Prof Wiku sebagaimana dikutip dari covid19.go.id

Di Indonesia sendiri, selama 2 hari berturut-turut, kasus harian terus berada di atas angka 2.000 kasus. Meski, angka ini tidak lebih besar dari puncak kasus sebelumnya, namun periode saat ini periode libur anak sekolah yang cenderung meningkatkan mobilitas masyarakat ke tempat-tempat wisata. Ditambah, mendekati hari raya Idul Adha tentunya juga akan meningkatkan aktivitas masyarakat.

Dalam mewaspadai kenaikan kasus saat ini, penting melihat kembali pengalaman pada periode yang sama di tahun lalu. Dengan puncak tertinggi terjadi pada Juli 2021 dan kasus melebihi 1 juta dalam 1 bulan. Dari perkembangan grafik kasus per bulan, pada Mei hingga Juni di tahun 2021, kenaikannya melebihi 200 ribu kasus, yaitu dari 153 ribu menjadi 356 ribu kasus selama 2 bulan. Angka ini mencapai puncak di bulan Juli 2021 hingga penambahannya melebihi 1 juta kasus selama Juli 2021.

“Perlu diingat bahwa di tahun lalu, kasus positif ini baru mengalami penurunan setelah 3 bulan. Kenaikan kasus ini terjadi pasca Idul Fitri dan Idul Adha, dan juga diperkuat dengan periode libur anak sekolah,” jelas Wiku.

Dibandingkan tahun ini, kabar baiknya angka pada periode bulan yang sama terbilang jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Jika di tahun lalu mencapai 350 ribu kasus dalam 1 bulan, per Juni di tahun ini hanya sebesar 31 ribu kasus bulanan. Bahkan angka di bulan Mei lalu lebih kecil lagi, yaitu hanya 8 ribu kasus bulanan.

“Angka yang rendah di tahun ini jika dibandingkan tahun lalu, menunjukkan kita semakin resilien dan terus memperbaiki situasi ke arah yang lebih baik. Namun, di sisi lain, kita harus waspada karena adanya kenaikan lebih dari 23 ribu kasus dalam 1 bulan menandakan bahwa tingkat penularan di tengah masyarakat semakin meluas,” lanjut Wiku.

Untuk itu, masyarakat diingatkan senantiasa memakai masker sebagai tameng dari Covid-19. Masyarakat diharapkan terus disiplin protokol kesehatan, berdisiplin menjaga diri, keluarga serta lingkungan tempat tinggal untuk mencegah klaster-klaster baru penularan Covid-19. Karena, apabila masyarakat lengah, ditambah terlena dengan keadaan yang terkendali, maka kenaikan kasus dapat terjadi.

“Ingat, protokol kesehatan adalah kunci keberhasilan penurunan kasus dan pemulihan aktivitas masyarakat saat ini. Keberhasilan yang telah kita raih hingga saat ini penting untuk dipertahankan dan terus diupayakan agar dapat bertahan selama mungkin,” pungkas Wiku.***ebn

Tags: jayakartanewspandemi covid-19prof wiku adisasmito
Previous Post

Masyarakat Diharapkan Cermat Memilih Hewan Kurban agar Terhindar Penyakit Mulut dan Kuku

Next Post

Dalam 1 Bulan Terakhir Ada 99% Lebih Varian Omicron Dilaporkan dari Indonesia

admin

admin

Next Post
Penurunan Kasus Baru Kembali Terjadi di Pulau Jawa, Jakarta Paling Banyak

Dalam 1 Bulan Terakhir Ada 99% Lebih Varian Omicron Dilaporkan dari Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version