• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Urat Emas Kehidupan

Urat Emas Kehidupan

October 6, 2020
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

October 20, 2026
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Urat Emas Kehidupan

by admin
October 6, 2020
in Kolom
0
Urat Emas Kehidupan
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Ren Muhammad

SEORANG ibu di Lebak, Banten, tega mengakhiri hidup anak kandungnya—lantaran korban susah diajari saat belajar daring. Bagi penulis, inilah kabar paling menggemparkan sepanjang 2020, yang sialnya, terjadi di negeri terindah di bumi. Tragis, miris, dan menggiris hati. Tragedi Senin, 14 September itu, mestinya jadi hari di mana akal budi kita digedor dengan palu godam

Sebagai seorang anak yang lahir dari rahim keluarga pendidik, dan turut menyelenggarakan wahana belajar, patik masih gagal paham dengan kebijakan menteri pendidikan Indonesia yang padahal lebih cocok jadi pengusaha. Bagaimanakah reaksinya mengetahui kabar duka itu? Sadarkah dirinya bila kejadian tersebut buah dari kebijakannya selama masa pandemi? Betulkah segala piranti belajar manusia kiwari harus terdijitalisasi melalui internet?

Kecelakaan fatal pendidikan era modern adalah, pengukuran derajat intelektual manusia dengan deretan angka. Pesantren—pun lembaga pendidikan lain yang hanya diperuntukkan mempelajari agama, juga latah mengadopsi monster pendidikan modern yang serba bias tersebut. Akhlak mulia yang seharusnya jadi tonggak keberhasilan seorang santri, kalah saing dengan matrikulasi nilai. Jagat dewa batara…

Kenapa kondisi kita jadi sedemikian buruk rupa begini?

Setelah kehidupan kita jadi semakin teknikal-teknologis, kebudayaan manusia pun bersalin rupa dengan tolok ukur material. Peradaban kita benar-benar sangat menjemukan dan kepayahan. Semua itu bisa terjadi, lagi-lagi karena gerusan pendidikan yang sama sekali tak berpihak pada kemanusiaan. Melainkan hanya untuk mencetak kelas buruh model baru, atau sekelompok akademisi yang sibuk di menara gading, dan bahkan jauh dari kenyataan hidupnya sendiri. “Karya” yang mereka hasilkan disesaki kutipan di sana-sini, dari pikiran orang lain. Pengetahuannya referensial belaka. Tidak adekuat, apalagi murni.

Sejak di bangku sekolah, anak-anak manusia sudah dibuat linglung dengan beragam pelajaran yang membingungkan. Duabelas tahun lamanya mereka berkubang di sana, alhasil hanya bisa menghamba pada korporasi dengan selembar ijazah. Lantas seluruh mata pelajaran yang telah diajarkan, menguap begitu saja sebab tak dapat diterapkan. Lebih tepatnya lagi, tak tahu bagaimana cara menggunakannya dalam kehidupan mereka.

Sudah menjadi pengetahuan umum di zaman kita, seorang sarjana meratapi nasibnya tanpa bisa berbuat apa-apa. Jangankan untuk masyarakat, bagi dirinya sendiri pun tak. Bila seandainya ia beroleh tempat dalam dunia kerja, fokus utamanya melulu pada perayaan egosentrisme belaka. Panggung megah kehidupan tetap tak membuatnya takjub dan kagum. Ia gagap memaknai keberadaannya di antara manusia lain. Hingga sampai suatu saat, ia baru tersadar usianya telah tergerus waktu. Ketika kesadaran itu muncul, ia sudah dibebat oleh ketuaan yang memilukan.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya adalah, pendidikan modern tak memberi ruang bagi siswa-siswi agar bisa mengenali diri mereka. Tak ada kelas yang khusus menggali khazanah dunia rasa manusia, serbaneka alam pikiran, daya jangkau akal, tumbuh kembang jiwa, dan kecerdasan tubuh di dalam rahim semesta. Malah yang terjadi, pelajar yang tak mampu memahami matematika-fisika, dianggap pandir, sementara kecenderungan otak kanannya jauh lebih besar. Bayangkan jika ia dibiarkan menggeluti kesenian dan estetika? Besar kemungkinan ia akan belajar lebih semangat dengan kemampuan terbaik yang dimilikinya.

Cermati pula bagaimana sekolah tak punya cara mengajak para murid menyelam ke dalam samudera keberadaannya di muka bumi. Ilmu alam yang diajarkan, tidak sanggup membuka tabir rahasia hubungan unik kita dengan kosmos. Wajar bila kemudian semakin sulit mencari manusia yang bisa memahami keterikatan-keterkaitan dirinya dengan makhluk yang lain. Kian sukar pula menemukan manusia yang memanusiakan manusia. Lalu yang terjadi, perusakan yang berujung kehancuran ekosistem kehidupan. Berbekal nalar ini, manusia modern sangat pantas disebut virus paling berbahaya yang pernah ada di kolong langit—dengan segala keagulannya.

Salah satu pengerdilan terkejam di era kita adalah, membiarkan akal yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang telah dirusak secara sengaja. Ya, kita dengan sadar melakukan itu saban hari. Pola makan kita yang tak tentu arah, membuat tubuh sebagai rumah bagi segala macam penyakit. Lalu kita sibuk mencari pusat kebugaran, bermandi peluh olahraga, diet ketat, dan lantas kembali melahap makanan yang sama.

Jauh sebelum bangsa kita menginduk semang pada pola pendidikan ala Barat yang diimplan kolonial Belanda, sejatinya sudah ada benih-benih pendidikan khas Timur yang dikaryakan oleh sosok seperti Sosrokartono dan Ki Hajar Dewantara, melalui Taman Siswa-nya. Suatu kali Ki Hajar pernah berkata, “Pendidikan dan pengajaran di dalam Republik Indonesia, harus berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa Indonesia, menuju ke arah kebahagiaan bathin serta keselamatan hidup lahir.”

Kebudayaan sebagai kata kunci dari pesan Ki Hajar itulah yang kini hilang marwahnya. Menteri yang mengurusi soal terkait, rupanya menganggap kebudayaan sebagai kesenian sahaja. Cocok dijajakan untuk komoditas pariwisata. Pemahaman yang centang prenang inilah, yang lantas menambah kekacauan pendidikan manusia Indonesia menjadi begitu runyam. Karena kegagalan memahami kebudayaan, wajar jika kemudian bangsa kita tak lagi bisa menciptakan peradaban luhur—sebagaimana yang pernah terjadi sekira seribuan tahun lalu.

Kendati demikian, selalu saja ada segelintir orang yang gelisah dengan hidup yang mereka jalani di zaman abrakadabra ini. Mereka, para penggali makna hidup, akan terus menerus menemukan mutiara kebijaksanaan yang bertebaran di sepanjang perjalanannya. Bila Anda ingin bergabung dengan mereka, jadilah diri sendiri yang sejati. Sebab untuk menjadi orang lain, dibutuhkan waktu selama orang itu telah menempuh kehidupannya.

Anda tak perlu mengejar apa pun di luar diri. Toh semua itu takkan pernah menyatu padu dengan diri kita. Harta, kekuasaan, gelar akademik, pamor, pengaruh, kehormatan,  semua itu hanya permainan pikiran yang kita ciptakan sendiri. Bukankah ketika Anda tertidur pulas, itu semua hilang dalam kegelapan? Semuanya takkan dikenang oleh mereka yang kita tinggalkan, ketika pergi tak kembali dari dunia ini.

Lantas apa yang benar-benar kita?

Tiada lain kecuali kenyataan tentang diri sendiri. Ya, kita adalah apa yang telah kita lakoni hingga hari ini. Bukan yang kemarin atau yang akan datang. Kemarin sudah sirna. Masa depan belum lagi tiba. Hidup kita berada di antara keadaan yang menjebak itu. Sedikit sekali dari kita yang berhasil memafhuminya. Lebih sedikit lagi yang bisa menikmati hidup dalam kesederhanaan nan indah. Tanpa label berjela-jela.

Pencapaian terbaik dalam kehidupan, bukan tentang kekayaan yang Anda kumpulkan hingga setinggi gunung, apalagi seberapa banyak pengikut Anda di media sosial. Melainkan seberapa dalam Anda mengenal diri sendiri. Dari situlah Anda akan mengerti rahasia dari kehadiran kita dalam kefanaan yang nisbi ini. Seperti petuah Einstein, “Tuhan tak mungkin bermain dadu dengan ciptaan-Nya.” Ya, kita adalah urat emas kehidupan jagat raya yang teramat sangat berharga. Terlampau bernilai untuk sekadar sirna. []   

*) Penulis adalah Penyintas Kebudayaan

Tags: einsteinjayakartanewski hajar dewantara
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir pada Almarhum Subagyo H.S di Mabesad

October 20, 2026
WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

October 20, 2026
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version