Pantai Pandawa terletak di balik tebing tinggi. Karenanya, pantai di selatan pulau Bali ini sering disebut sebagai pantai rahasia.
Tag: wisata bali
The Blooms Garden, Taman Bunga Terbesar di Bedugul
#thebloomsgarden#tamanbungabedugul#wisatabali
Doni Monardo Dorong Bali Bentuk Satgas Karantina Cegah Penularan Covid-19 dari Luar Negeri
JAYAKARTA NEWS – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali agar membentuk Satgas Karantina khusus untuk meningkatkan prosedur penanganan mobilitas Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bali.
Melalui Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Pemerintah Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Bali, Kamis (1/4), Doni berharap pembentukan Satgas Karantina tersebut nantinya melibatkan seluruh komponen dari lintas Kementerian/Lembaga dibantu unsur TNI/Polri, sehingga penyelenggaraannya dapat dilakukan secara terstruktur dan mandiri.
“Diharapkan Satgas Karantina ini bisa mandiri dan seluruh unsur baik itu Kementerian/Lembaga ini berada pada satu komando, sehingga seluruh kedatangan WNA dan WNI di Bali itu betul-betul melalui prosedur kekarantinaan kesehatan sesuai ketentuan,” kata Doni.
Menurut Doni, hal itu penting dilakukan karena selain guna mengendalikan angka kasus aktif di Tanah Air, hal itu sekaligus guna mencegah adanya penularan strain baru COVID-19 yang berpotensi terjadi dari lalu lintas manusia yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bali.
Terlebih momentum liburan panjang dan perayaan Hari Raya Idul Fitri dalam waktu dekat juga berpotensi memicu pergerakan masyarakat menjadi tinggi sekali dan harus diantisipasi agar tidak terjadi ledakan kasus COVID-19.
Apabila hal itu terjadi, maka harapan untuk membuka kembali denyut nadi perekonomian warga melalui sektor pariwisata dan budaya menjadi terkendala.
“Kalau ini tidak kita lakukan saya khawatir strain baru dari beberapa negara menulari masyarakat kita di sini, akibatnya nanti harapan kita untuk membuka pariwisata di Bali akan terkendala,” ungkap Doni.
Lebih lanjut, Doni juga berharap melalui kinerja Satgas Karantina tersebut, ke depannya dapat segera memulihkan geliat ekonomi masyarakat.
Sebagaimana diketahui, selama pandemi melanda Tanah Air, wilayah Bali menjadi salah satu yang mengalami tekanan ekonomi akibat lumpuhnya sektor pariwisata dan budaya yang menjadi ikon dan daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai penyumbang devisa terbesar.
“Karena Bali secara nasional itu mengalami tekanan ekonomi yang sangat tinggi sekali. Jadi bagaimana supaya Bali tetap bisa survive menghadapi COVID-19 tetapi juga kehidupan ekonomi masyarakat tetap berjalan. Walaupun mungkin belum optimal, tetapi jangan sampai terlalu tertekan. Jadi tidak terpapar COVID-19 dan tidak terkapar karena PHK,” jelas Doni.
Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia terus memberi dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali mulai dari Presiden Joko Widodo maupun beberapa Kementerian/Lembaga lainnya termasuk Satgas Penanganan COVID-19.
Adapun perhatian khusus itu dilakukan mengingat Bali juga menjadi ‘etalase’ Indonesia di mata dunia. Oleh sebab itu, apabila Bali dapat mengendalikan COVID-19 dengan baik, maka tingkat kepercayaan sekaligus wajah bangsa Indonesia juga akan semakin bagus lagi di mata internasional.
“Bali ini adalah pintu masuk dan juga menjadi etalase bangsa kita. Kalau Bali bisa mengendalikan COVID-19 dengan baik, maka pamor bangsa Indonesia di mata dunia internasional juga akan bagus sekali,” pungkas Doni. (*/rr)
Inna Bali Beach
Inna Bali Beach, Sanur – Bali, menjadi alternatif berlibur di Bali. Lokasi seluas 26 hektare menjanjikan sebuah kawasan yang tenang dan berlimpah fasilitas outdoor. Selain kolam renang di bibir pantai, juga tersedia area jogging track serta altar pertunjukan kesenian tradisional Bali. Hotel yang dibangun tahun 1962 ini adalah salah satu hotel BUMN yang masih terawat dengan baik.
Bali Sepi di Era Pandemi
Meski tak bisa dibilang sebagai kota mati, tetapi Bali di era pandemi benar-benar sepi. Tidak ada turis lalu-lalang, seperti hari-hari normal sebeum Covid-19 menyerang. Meski kebijakan membuka turis lokal sudah dilakukan per 31 Juli 2020, tetapi belum mampu mengangkat pariwisata Pulau Dewata.
Sementara, kebijakan membuka Bali bagi turis asing per 11 September, diundur hingga akhir tahun. Semoga, pandemi lekas berlalu, dan Bali kembali menjadi mercu suar pariwisata Indonesia.
Burung Kokoan di Desa Petulu – Ubud

BALI bukan hanya wisata pantai yang menawan, tapi ada satu tempat unik dimana bersarang banyak burung Kokoan. Memasuki desa Petulu kecamatan Ubud, Gianyar akan terlihat sebuah plang di atas jalan bertuliskan “Anda tiba di objek wisata kokokan”.
Di desa ini menjadi satu-satunya habitat tetap burung bangau atau disebut juga kokoan. Mereka membangun koloni dengan damai, mulai dari bersarang di pohon-pohon sepanjang desa kemudian bertelur, menetas sampai akhirnya mereka tumbuh menjadi dewasa.
Jumlahnya sekarangnya ratusan, bahkan sampai ribuan, setiap harinya terlihat akktifitas burung tersebut keluar masuk desa, lalu pada sore harinya mereka berkumpul kembali ke desa Petulu. Walaupun desa-desa di sekitarnya memungkinkan untuk mereka bermigrasi, mereka tetap bertahan di desa ini, pada siang harinya mereka biasa ke luar-masuk desa, namun pada saat sore harinya mereka semua berkumpul lagi di sini.
Oleh sebab itu sore hari jadi waktu yang tepat untuk melihat kokoan kembali ke sarangnya. Karena keberhasilan desa setempat melestarikan habitat kawanan bangau ini, maka pemerintah menganugrahkan penghargaan piala Kalpataru.
Desa Petulu terletak di sebelah Utara Ubud. Kalau ingin menyaksikan populasi kokoan ini yaitu pada saat bulan Oktober – Maret. Awal perkembangan burung kokokan di desa ini, di tahun 1965, menurut penuturan penduduk setempat, mereka yang bersarang hanya ada sekitar 5 ekor saja, setelah berjalan beberapa bulan, populasi mereka bertambah banyak.
Warga tertarik untuk memelihara bahkan berniat untuk memotongnya dan diambil dagingnya untuk dikonsumsi. Namun setiap orang yang menangkapnya mereka akan datang kembali untuk mengembalikannya, karena menurut mereka tidak kuat didatangai makhluk menyeramkan baik dalam mimpi maupun kenyataan, ini terjadi hampir pada 50 orang yang pernah mencoba untuk melakukannya.
Setelah dicari tahu dalam pendekatan spiritual, maka diketahuilah bahwa kokoan ini sebagai pengawal (rencang) Ida Bhatara di Pura setempat. Burung-burung ini adalah penjaga desa dari gangguan hama persawahan mereka baik secara skala maupun niskala. ***
Air Terjun Jembong di Bali

AIR terjun ini bernama Jembong. Letaknya di Kabupaten Buleleng. Air terjun ini bisa dibilang lain dari yang lain, karena mendapat perhatian untuk penataan wisata yang sangat rapih.
Objek wisatanya dikelola masyarakat setempat dimana keindahan dan kebersihan sangat terjaga. Hampir di setiap titik terdapat sebuah bak sampah, jadi orang tidak akan menemukan sampah berserakan.
Karena dikelola secara bersama-sama oleh penduduk Dusun Jembong, maka harga tiket masuknya seikhlasnya. Di pintu akses masuk air terjun Jembong ada taman yang indah dengan beberapa kolam ikan dan penataan tanaman yang indah. Di beberapa sudut ada beberapa kolam ikan, salah satu di antaranya ada kolam bernama kolam selfie.
Kalau air terjun biasanya berlokasi di kaki lembah, ini pengunjung malah naik ke atas ke sebuah bukit untuk mencapai air terjun. Walaupun posisi air terjun berada atas bukit tapi jalanya tidaklah terlalu jauh hanya 200 meter saja dari parkiran.
Ada dua tingkat air yang jernih, berarus deras dan bebatuan, jadi airnya tidak jatuh langsung ke kolam dibawahnya tapi terbentur bebatuan dahulu. Tepat dibawahnya ada sebuah kolam dan pengunjung bisa berenang di dalamnya. Kedalaman air pada kolam tingkat atas sekitar dada orang dewasa.
Air terjun ini berada di Dusun Jembong, Desa Ambengan berbatasan dengan Desa Gitgit yang juga terkenal dengan wisata air terjunnya. Dari kota denpasar berjarak kurang lebih 80 kilometer dan dua jam berkendara menggunakan kendaraan bermotor. ***
Menyusuri Kuta, Pandawa dan GWK – Bali Aman

BALI terlihat nyaman dan indah. “Sore ini Pantai Kuta ramai sekali coba lihat, ramai, ramai sekali,” kata Presiden Joko Widodo dalam akun twitternya yang diunggah 18 jam yang lalu. Ketika presiden datang, memang Pantai Kuta sudah mulai berdenyut lagi setelah diterpa erupsi Gunung Agung yang asapnya membumbung membuat oleng dunia pariwisata di Bali.
Saat ini, sudah terlihat wisatawan mancanegara dan juga pendatang lokal. Di antaranya ada yang menyusuri pantai, sebagian berteduh dari siraman matahari di bawah pohon-pohon katang yang banyak tumbuh di dekat pantai.
Begitu melihat presiden datang, mereka berebut berfoto dengan Jokowi. Seperti biasa, Jokowi melayani sambil tersenyum. Bahkan ia juga membuat vlog untuk mempromosikan Bali. Pantai Kuta memang salah satu objek wisata yang paling diandalkan pemerintah. Kawasan ini telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal tahun 1970-an. Ombak-ombak yang tinggi bergemuruh ditingkahi para peselancar yang meliuk-liuk di punggung laut, adalah pemandangan wajar di sini.
Soal fasilitas penunjang wisata tentu Kuta sudah sangat khatam. Di sini semuanya ada, mulai dari bar, restoran, hingga hotel berbintang. Bahkan pantai Kuta hanya berjarak 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai.
Kondisi itu berubah setelah tahun 1970-an. Pemerintah sudah mulai menata tempat wisata ini. Hingga kemudian tempat ini tumbuh makin kuat sebagai lokasi wisata andalan negara, dan bahkan menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia yang mampu menambah devisa negara.
Geliat wisata di Bali sempat terganggung dengan aksi teroris yang meledakkan bom bunuh diri yang menewaskan 202 orang dan 209 lainnya terluka pada 2002. Tiga tahun kemudian terjadi lagi peristiwa yang sama di kawasan Pantai Kuta.
Setelah itu, pemerintah bekerja keras mengembalikan roh wisata di Bali. Dan kemudian terguncang lagi dengan peristiwa aktivitas vulkanik gunung setinggi 3.031 meter di atas permukaan laut itu. Peristiwa alam ini sempat menurunkan tingkat kunjungan ke Bali sampai 40 persen. Itulah sebabnya, Presiden Jokowi sampai turun ke Bali. Ia pun memastikan Bali sudah aman. “Ayo ke Bali. Aman.”
Kedatangan Jokowi menumbuhkan semangat lagi berkunjung ke Pulau Dewata. Ramai netizen merespon positif kedatangannya. “Aih senengnya lihat gaya Presiden Jokowi nyeker menikmati keindahan Pantai Kuta Bali,” begitu tertulis dalam akun @BillRay dengan menyertakan hastag #BaliTetapAman #balisafe.
Kemudian ada juga yang mengajak liburan ke Bali. “Akhir tahun liburan ke bali yuk… pak Jokowi aja kesana,” tulis akun @daru_nata juga menyertakan #BaliTetapAman. Bali memang benar-benar aman. Sehari setelah Presiden Jokowi melawat Kuta, penulis berkesempatan mengunjungi Pulau Dewata. Hanya tiga hari bermalam di rumah teman di Badung (10 menit dari Bandara Ngurah Rai). Meski hujan nyaris turun tiap hari, penulis sempat menyusuri pantai Kuta (sayang sunset tak muncul karena tertutup awan), pantai Pandawa dan GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang semuanya terletak di Kabupaten Badung. Jelang malam tahun baru, Bali macet luar biasa. Traffic Jam tiap hari. Bali benar-benar aman. Bali tetap aman! Astungkara. ***
Bali Aman Buat Wisatawan

GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika kembali menegaskan, Level Awas Gunung Agung hanya berdampak terhadap 8 kilometer (Km) di sekitar Gunung Agung. Sedangkan daerah lain di Bali di luar zona rawan bencana ini, dinyatakan aman dan tak akan terkena dampak jika Gunung Agung erupsi. Pernyataan Gubernur Bali Made Mangku Pastika disampaikan saat bertemu dengan komponen pelaku pariwisata Bali di Ruang Rapat Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kemarin.
“Yang awas itu hanya 22 Desa radius 8 km dari puncak gunung, ini dalam Kabupaten Karangasem saja yang statusnya awas, ini supaya jelas ya, jadi jangan sampai salah Bali itu tidak dalam status Awas,” ujarnya.
Gubernur menambahkanm diluar zona tersebut situasinya normal dan aman. Sebelumnya dalam rapat terungkap, masih banyak yang memiliki pemahaman, Level Awas berlaku untuk seluruh pulau Bali. Itu sebabnya, pelaku pariwisata kesulitan mendatangkan wisatawan ke Bali akhir-akhir ini. Bahkan, pemerintah Cina secara tegas sudah membuat travel warning yang berdampak terhadap pembatalan kedatangan wisatawan ke Bali.
Dalam kesempatan ini, pemerintah dan pelaku pariwisata sepakat memperkuat Bali Tourism Hospitality yang diketuai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali sebagai pusat penanganan terhadap keadaan darurat di Bali. Gubernur Pastika menambahkan, sudah ada SOP yang bisa dipedomani oleh pelaku pariwisata.
Gubernur tak menampik letusan pertama beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu ia mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk bersama-sama melakukan usaha-usaha yang diperlukan untuk mengembalikan pariwisata Bali. Diantaranya dengan membantu memberikan informasi yang benar ke dunia luar dan menyiapkan. Gubernur mengaku siap memfasilitasi keinginan pelaku pariwisata yang sesuai dengan kewenangannya. Diantaranya bagaimana menyampaikan beberapa harapan pelaku pariwisata yang terkait dengan pemerintah pusat.
Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Dr. Gusti Kade Sutawa sebelumnya menyampaikan beberapa poin untuk mendapat solusi dari pertemuan ini. Diantaranya soal transportasi saat terjadi bencana, adanya crisis center dengan SOP yang jelas, bagaimana memberikan informasi yang benar ke masyarakat termasuk harapan agar event MICE yang diselenggarakan pemerintah pusat dapat diselenggarakan di Bali.
Dalam rapat ini juga terungkap bagaimana beberapa pelaku pariwisata sudah membuat aksi-aksi untuk menjamin kenyamanan wisatawan seperti pemberian kamar gratis jika terjadi erupsi hingga mempersiapkan transportasi untuk ke Bandara terdekat. ***

GWK Bali Akan Jadi Ikon Baru Dunia

BAGI sebagian besar masyarakat Indonesia pasti pernah berkung ke Bali. Pertanyaannya, selain pantai, apa yang Anda asosiasikan dengan Bali? Ada Great Bali sebagai destinasi pariwisata kelas duni tak pernah habis dalam menciptakan atraksi baru. Atraksi terbaru yang segera terwujud yakni Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), yang saat ini pembangunannya dilanjutkan kembali, diperkirakan selesai Agustus 2018 mendatang, bertepatan dengan HUT RU ke-73.
Bahkan, GWK yang memiliki tinggi 120 meter ini, melebihi patung Liberty di News York, yang hanya setinggi 93 meter, akan menjadi ikon baru dunia. Pembangunan GWK sempat tertunda selama 20 tahun ini kini pembangunannya dipercepat, dengan menghadirkan ratusa pekerja, ahli kontruksi, serta para seniman yang didatangkan dari Studio Nyoman Nuarta (NuArt Studio) di kawasan Setra Duta, Sarijadi Bandung, Jawa Barat. Sebagaimana diketahui, Nyoman Nuarta yakni penggagas proyek GWK yang menempati lahan seluas 240 hektar di bukit tandus Desa Unggasan, Jalan Uwatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung yang pembangunananya dimulai sejak 1997 silam.
Meski pembangunannya belum selesai, namun saat ini GWK menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan. Kenapa banyak diminati, karena tidak jauh dari GWK dekat dengan obyek wisata pantai, antara lain, Dreamland, Pandawa, Balangan, Padang-padang, Suluban, Uluwatu, Jimbaran, dll.
Wisatawan baik lokal maupun asing yang berkungjung ke GWK bisa menyaksikan pementasans seni tari Bali dan aneka hiburan dari pagi hingga malam. Saat ini, GWK memiliki fasilitas, antara lain, berupa restaurant (Jendela Bali dan The Berandas), Amphitheatre, Street Theatre, Wisnu Plasa, Exhibition Hall, Lotus Pond, Indraloka Garden, butik dan toko souvenir. ***