Ini 10 Negara Penyumbang Wisman Terbanyak ke Bali

JAYAKARTA NEWS – Bali terus menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi wisata unggulan. Data terbaru menunjukkan bahwa sepuluh negara teratas yang menyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbanyak ke Bali adalah Australia, India, China, Inggris, Korea Selatan, Amerika Serikat, Prancis, Malaysia, Singapura, dan Jerman.

Berdasarkan data dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai, jumlah wisman dari Australia mencapai 877.329 orang, diikuti oleh India dengan 328.767 orang, dan China dengan 278.329 orang. Inggris, Korea Selatan, Amerika Serikat, Prancis, Malaysia, Singapura, dan Jerman juga menunjukkan angka kunjungan yang signifikan.

Menyikapi peningkatan kunjungan wisman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Bali, Pramella Yunidar Pasaribu, menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap orang asing di wilayah Bali.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di Bali. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat, termasuk para wisatawan,” ujar Pramella.

Pramella menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti kepolisian, imigrasi, dan dinas pariwisata, untuk memastikan pengawasan yang efektif dan terpadu.

Meskipun pengawasan diperketat, Pramella memastikan Bali tetap menyambut wisatawan dengan ramah dan terbuka. “Kami ingin memastikan bahwa setiap wisatawan yang datang ke Bali dapat menikmati keindahan alam dan budaya Bali dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (Cmg)

Polsek Densel Laksanakan KRYD di Kawasan Wisata Pantai Karang Sanur

JAYAKARTA NEWS – Dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Personil Polsek Denpasar Selatan melaksanakan kegiatan rutin yang di tingkatkan (KRYD) di seputaran kawasan wisata Pantai Karang Sanur. Bali, Kamis (1/8/2024)

Kunjungan wisatawan siang ini terpantau cukup ramai, dimana di dominasi oleh wisatawan lokal yang berlibur ke pantai Karang. Dalam kesempatan tersebut petugas juga melaksanakan dialogis menghimbau masyarakat agar senantiasa menjaga barang bawaanya terutama barang berharga agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam kegiatan patroli KRYD petugas juga melaksanakan pemantauan terhadap masyarakat yang beraktivitas baik yang berenang maupun yang menikmati kuliner di pantai ini dan tidak lupa petugas juga melakukan pengawasan kantong – kantong parkir guna mencegah terjadinya aksi curanmor yang marak terjadi yang disebabkan oleh kunci nyantol akibat dari kelalaian yang timbul dari pemilik kendaraan saat memarkir sepeda motornya.

Tidak lupa petugas juga selalu mengingatkan kepada masyarakat agar selalu berhati- hati dalam bermain ditepi pantai mengingat ombak dan angin cukup kencang.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Herson Djuanda, S.H. saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kegiatan patroli KRYD yang dilaksanakan personil polsek Densel merupakan kegiatan rutin yang digelar guna mencegah aksi kriminalitas khususnya di kawasan wisata mengingat Sanur merupakan salah satu tujuan Objek Wisata.

Ia juga mengingatkan apabila ada permasalahan bisa melaporkan ke bhabin atau nomor telp polsek dan call center 110.

“Melalui kegiatan KRYD ini, diharapkan dapat menekan kriminalitas serta menciptakan keamanan dan kenyamanan terhadap masyarakat maupun wisatawan saat berkunjung ke kawasan wisata di seputaran wilayah Denpasar selatan,” ucapnya. (Cmg)

Dorong 19 Ribu Sekolah Muhammadiyah Berwisata ke Bali

DENPASAR, JAYAKARTA NEWS – Pemuda Muhammadiyah di Bali mendorong ribuan sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia berwisata ke Bali. Hal ini diungkapkan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Denpasar, Ricky Brahmana, saat audiensi dengan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E., Kamis  (16 Februari 2023) pagi tadi,  di Denpasar.

Audiensi dilakukan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah tersebut guna memohon restu Pemerintah Kota Denpasar untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Muktamar Pemuda Muhammadiyah. Muktamar akan digelar di Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan Timur.

Delegasi muktamar dari Kota Denpasar akan memanfaatkan momen Tanwir dan Pemilihan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah tersebut untuk mendorong terealisirnya program Wisata Muhammadiyah (WisataMU) dan Ekonomi Kemasyarakatan.

WisataMU merupakan program Majelis Ekonomi Kewirausahaan Muhammadiyah. Program ini akan mengintegrasikan seluruh agenda wisata warga Muhammadiyah se-Indonesia. “Khususnya 19.000 sekolah Muhammadiyah se-Indonesia yang akan ke Bali, khususnya Denpasar,” tambah Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Bali, Ustad M. Shobri.

Wali Kota Denpasar berharap adanya penguatan orientasi Pemuda Muhammadiyah ikut membangun Denpasar menjadi kota terdepan dalam semangat toleransi dan kekeluargaan.

Wali Kota Denpasar mengajak Pemuda Muhammadiyah menyukseskan program Denpasar Youth Festival yang akan dilaksanakan tahun ini.

“Kami berharap Pemuda Muhammadiyah turut andil dalam segenap program kami yang memang menyasar muda-mudi lintas agama dan budaya mendatang,” harap Jaya Negara.

“Kami berterima kasih atas suport Pemerintah Kota Denpasar atas seluruh giat kepemudaan,” tambah Ricky Brahmana. (Syam Kelilauw)

“Pariwisata Halal” Tidak Sesuai Karakter Bali

Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace. (foto: roso daras)

JAYAKARTA NEWS – Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menilai konsep Parwisata Halal yang disuarakan salah satu calon wakil presiden tidak cocok dikembangkan di Bali. “Konsep pariwisata halal itu tidak sesuai dengan potensi, karakter, serta branding pariwisata Bali yang selama ini telah mendunia,” ujar pria yang akrab disapa Cok Ace tersebut,  Senin (25/2) malam di Denpasar, Bali.

Menurutnya, jika konsep itu diterapkan di Bali akan menyebabkan kemunduran pariwisata Bali. Karena inilah maka semua pelaku pariwisata di Bali menolak konsep pariwisata halal itu.

Cok Ace yang juga Ketua Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali menyebutkan, konsep pariwisata halal layak dikembangkan di destinasi wisata yang memiliki kedekatan kultur dengan kebudayaan Timur Tengah dan memiliki potensi untuk menarik kedatangan pelawat dari kawasan itu.

“Potensi wisatawan Timur Tengah bagi Bali sangat kecil, sehingga secara pertimbangan ekonomi tidak masuk akal melakukan investasi besar-besaran membangun pariwisata halal di Bali,” paparnya.

Merujuk data pariwisata Bali, kata Cok Ace, dalam beberapa tahun terakhir penyumbang wisatawan terbanyak bagi Bali adalah negara Asia seperti Cina, Jepang, Korea, Taiwan dan India, serta negara Barat seperti Australia, Inggris, Amerika, Jerman, Perancis dan Belanda.

“Inilah potensi pasar yang harus terus menerus kita jaga dan kembangkan. Menariknya, negara-negara pasar terbesar itu mencerminkan hubungan yang erat dengan karakter pariwisata Bali. Karena karakter pariwisata kita adalah pariwisata budaya, sebuah model pembangunan pariwisata yang bersifat kerakyatan dan berkelanjutan. Pariwisata budaya ini dijiwai oleh kearifan lokal masyarakat Bali dan secara filosofis dilandasi oleh ajaran Hindu,” tegasnya.

Wisatawan dari negara-negara Barat itu datang ke Bali karena tertarik dengan keunikan kebudayaan Bali. Sedangkan wisatawan dari negara Asia berkunjung ke Bali karena merasakan adanya  hubungan kultural yang dekat dengan Bali.

“Contohnya Cina dan India. Kedua wilayah ini sudah memiliki hubungan kebudayaan dan ikatan emosional dengan Bali sejak berabad-abad lampau. Kebijakan pengembangan pariwisata Bali sudah tepat. Karena kita pariwisata budaya tentunya yang kita kembangkan adalah pasar yang wisatawannya tertarik dan peduli dengan kebudayaan Bali,” tutur Cok Ace.

Selain itu, kata Cok Ace, konsep pariwisata budaya ini telah menjadi branding yang sangat kuat di tingkat global dan telah terbukti membawa kemakmuran bagi para pelaku industri pariwisata serta masyarakat Bali.

Di tataran global, branding itu membuat Bali dikenal sebagai The Last Paradise, surga terakhir yang dihuni oleh pemeluk Hindu yang selalu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Pencipta dan Alam-nya.

“Branding ini bisa rusak jika kita mengembangkan konsep pariwisata yang tidak cocok dengan keunikan dan karakter budaya Bali, misalnya konsep pariwisata halal itu,” tegas Cok Ace. (CM Ginting)

Bali Aman Buat Wisatawan

GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika kembali menegaskan, Level Awas Gunung Agung hanya berdampak terhadap 8 kilometer (Km) di sekitar Gunung Agung. Sedangkan daerah lain di Bali di luar zona rawan bencana ini, dinyatakan aman dan tak akan terkena dampak jika Gunung Agung erupsi. Pernyataan Gubernur Bali Made Mangku Pastika disampaikan saat bertemu dengan komponen pelaku pariwisata Bali di Ruang Rapat Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kemarin.

“Yang awas itu hanya 22 Desa radius 8 km dari puncak gunung, ini dalam Kabupaten Karangasem saja yang statusnya awas, ini supaya jelas ya, jadi jangan sampai salah Bali itu tidak dalam status Awas,” ujarnya.

Gubernur menambahkanm diluar zona tersebut situasinya normal dan aman. Sebelumnya dalam rapat terungkap,  masih banyak yang memiliki pemahaman,  Level Awas berlaku untuk seluruh pulau Bali. Itu sebabnya, pelaku pariwisata kesulitan mendatangkan wisatawan ke Bali akhir-akhir ini. Bahkan, pemerintah Cina secara tegas sudah membuat travel warning yang berdampak terhadap pembatalan kedatangan wisatawan ke Bali.

Dalam kesempatan ini,  pemerintah dan pelaku pariwisata sepakat memperkuat Bali Tourism Hospitality yang diketuai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali sebagai pusat penanganan terhadap keadaan darurat di Bali. Gubernur Pastika  menambahkan,  sudah ada SOP yang bisa dipedomani oleh pelaku pariwisata.

Gubernur  tak menampik letusan pertama beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan selanjutnya. Oleh karena itu ia mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk bersama-sama melakukan usaha-usaha yang diperlukan untuk mengembalikan pariwisata Bali. Diantaranya dengan membantu memberikan informasi yang benar ke dunia luar dan menyiapkan. Gubernur mengaku siap memfasilitasi keinginan pelaku pariwisata yang sesuai dengan kewenangannya. Diantaranya bagaimana menyampaikan beberapa harapan pelaku pariwisata yang terkait dengan pemerintah pusat.

Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Dr. Gusti Kade Sutawa sebelumnya menyampaikan beberapa poin untuk mendapat solusi dari pertemuan ini. Diantaranya soal transportasi saat terjadi bencana, adanya crisis center dengan SOP yang jelas, bagaimana memberikan informasi yang benar ke masyarakat termasuk harapan agar event MICE yang diselenggarakan pemerintah pusat dapat diselenggarakan di Bali.

Dalam rapat ini juga terungkap bagaimana beberapa pelaku pariwisata sudah membuat aksi-aksi untuk menjamin kenyamanan wisatawan seperti pemberian kamar gratis jika terjadi erupsi hingga mempersiapkan transportasi untuk ke Bandara terdekat. ***

Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat bertemu komponen pelaku pariwisata Bali di Ruang Rapat Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Fot: Ist