Patuh anjuran pemerintah, agar tetap waspada dan “jangan kasih kendor” menghadapi ancaman wabah Covid-19, warga Perum Parung Villa menggelar vaksinasi Covid-19. Seperti apa kegiatan itu berlangsung, simak video berikut.
Tag: Vaksinasi Covid 19
Mendagri Tegas akan Berikan Sanksi bagi Daerah yang Capaian Vaksinasinya Rendah
JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, di akhir tahun 2021, pihaknya akan melakukan evaluasi bagi daerah yang tidak mencapai target 70 persen angka vaksin dosis pertamanya.
“Bagi daerah yang tidak mencapai target 70 persen, akan kami evaluasi berupa teguran dan akan diberikan sanksi berupa disinsentif atau tidak akan diberikan tambahan Dana Insentif Daerah. Sebaliknya, bagi daerah yang telah memenuhi target, akan kami usulkan kepada Kementerian Keuangan untuk diberikan tambahan Dana Insentif Daerah dan Dana Alokasi Umum,” tegasnya dalam Rapat Koordinasi Strategi Percepatan Vaksinasi di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (17/12/2021).
Selain itu, Mendagri menekankan, jika suatu daerah angka capaian vaksinasi Covid-19-nya jomplang, maka akan mempengaruhi jumlah rata-rata nasional.
“Karena itu, melihat Sumatera Barat (Sumbar) angka capaian vaksinnya masih di bawah 70 persen, maka saya inisiatif untuk ke sini. Saya sudah melapor ke Presiden, dan beliau minta untuk ditingkatkan,” ungkapnya.
Mendagri menambahkan, kedatangannya ke seluruh daerah di Indonesia, terutama yang capaian vaksin Covid-19 masih rendah, merupakan tugas langsung dari Presiden.
“Mendagri salah satu yang ditugaskan Presiden untuk mendorong pemda mempercepat vaksinasi. Selain Mendagri, Presiden menugaskan Menteri Kesehatan, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan Jaksa Agung secara bersama dengan stakeholder lainnya bergerak mendorong percepatan vaksinasi,” ujarnya.***ebn
Tim Medis Lanud Silas Papare Gelar Vaksinasi Covid di Pegunungan Tengah Papua
JAYAKARTA NEWS— Hingga saat ini masih ada masyarakat di pedalaman Papua yang masih menolak vaksin Covid-19 karena banyak informasi yang membuat mereka takut akan resiko divaksin. Hal inilah yang mendorong Lanud Silas Papare untuk mengirim tim medis ke daerah-daerah pedalaman Papua.
Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Budhi Achmadi, yang melepas kemberangkatan Tim Serbuan Vaksinasi door to door di wilayah Pegunungan Tengah Papua, di Apron Base Ops Lanud Silas Papare Jayapura, Kamis (2/9/2021).
“Tentara Nasional Indonesia mengirim saudara-saudara untuk melaksanakan vaksinasi massal di pedalaman Papua, saya minta kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dan aman, sehingga targer vaksinasi massal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19 dapat tercapai secara optimal” tegas Komandan Lanud SPR

Danlanud dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa TNI adalah salah satu pilar dari 4 pilar yang bertanggung jawab dalam pembentukan herd immunity di seluruh wilayah Indonesia.
“Kita sebagai personel TNI sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mengambil peran, secara aktif untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat” tambah Danlanud.
Lebih lanjut Danlanud SPR menambahkan bahwa dengan melaksanakan vaksin kita dapat mengurangi dampak dari yang ditimbulkan akibat terpapar virus Covid-19.
“Untuk melaksanakan tugas ini, laksanakan dengan sepenuh hati, gunakan pendekatan persuasif dalam pelaksanaan tugas, dan yakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan dengan melaksanakan vaksin berarti kita melindungi keluarga, saudara, kerabat dan berarti melindungi masyarakat” ungkap Marsma Budhi.
Untuk menuju lokasi, 17 tim medis menemouh perjalanan dengan pesawat C-130 Hercules TNI AU rute Jayapura – Wamena, lalu dilanjutkan perjalanan mobil selama 30 menit. Vaksinasi tersebut mendapatkan sambutan yang hangat dan warga antusias untuk mengikuti program tersebut. Kegiatan kni menjadi promosi dan motivasi agar seluruh masyarakat Indonesia simajapun berada agar segera melakukan vaksinasi, karena vaksin aman untuk semua masyarakat Indonesia.
“Sa su Vaksin, kapan ko vaksin?”(ketty)
Jemput Bola, Korps Marinir AL Lakukan Vaksinasi Covid pada Masyarakat Nelayan Muara Dusun Hanock, Sorong
JAYAKARTA NEWS— Memasuki minggu ke-3 bulan Agustus, Korps Marinir TNI AL terus berupaya membentuk Herd Immunity di lingkungan masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 dengan menggelar serbuan vaksinasi kepada masyarakat nelayan di Muara Dusun Hanock, Desa Arar, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Sabtu (21/08/2021).
Dalam serbuan vaksinasi kali ini, prajurit Pasmar 3 menjemput bola dengan terjun langsung menghampiri masyarakat di setiap kapal yang sandar untuk divaksin. Dengan sapaan humanis tim vaksinator Pasmar 3 langsung menemui setiap nelayan kemudian melakukan komunikasi dan sosialisasi terkait arti penting vaksin dengan harapan bisa mengajak para nelayan tersebut bersedia untuk divaksin.
Dari hasil sosialiasi yang dilaksanakan, cukup banyak nelayan yang siap menerima vaksin namun ada beberapa orang yang tidak memenuhi persyaratan administrasi maupun kesehatan.
Pelaksanaan serbuan vaksinasi ini adalah bentuk dukungan Korps Marinir TNI AL khususnya Pasmar 3 dalam menyukseskan program pemerintah dalam wujud vaksinasi massal dan juga bentuk kepedulian Pasmar 3 untuk memerangi pandemi Covid-19 di wilayah Sorong.

Serbuan vaksinasi yang sudah digelar bertujuan untuk mewujudkan program pemerintah 1 juta vaksin dalam sehari sesuai dengan perintah Kasal Laksamana TNI Yudo Margono dan arahan Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono bahwa Korps Marinir siap membantu masyarakat dalam penanganan Covid-19 serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun peralatan.
Komandan Pasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Y Rudy Sulistyanto mengatakan, serbuan vaksinasi yang diprakarsai Pasmar 3 dengan menggandeng Dinas Kesehatan maupun Puskesmas akan terus berlanjut sampai seluruh elemen masyarakat menerima vaksin sehingga tercapai herd immunity.
“Pasmar 3 akan terus berinovasi dengan berbagai cara agar seluruh masyarakat maritim khususnya wilayah terpencil dapat menerima vaksinasi, maka dari itu dilakukan metode jemput bola dengan menemui para nelayan agar bersedia divaksin sekaligus menghimbau bahwa vaksin tersebut aman dan halal,”ujarnya.
Di hari yang sama, juga digelar kegiatan serbuan vaksinasi oleh Pasmar 3 bersama Dinas Kesehatan yang disebar di beberapa titik diantaranya di Puskesmas Mariat, Kampung Klaigit Klalin 2 dengan menggandeng( Puskesmas Malawili dan TPI Katapop Pantai Kabupaten Sorong. (ketty)
Presiden Minta Pemda segera Habiskan Pasokan Vaksin
JAYAKARTA NEWS — Presiden Joko Widodo mengingatkan agar Pemda segera menghabiskan pasokan vaksin yang dikirim pemerintah pusat sehingga segera terbentuk kekebalan komunal.
“Jadi kalau vaksinnya datang segera dihabiskan. Minta lagi, habiskan lagi agar segera terjadi kekebalan komunal, herd immunity sehingga kita bisa terproteksi, terlindungi dari Covid-19,” ucap Presiden saat berdialog dengan Pemda, Kamis (19/8).
Presiden mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan meninjau langsung vaksinasi Covid-19 untuk pelajar yang diselenggarakan di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun. Selain di Kabupaten Madiun, Presiden juga melakukan konferensi video dengan peserta vaksinasi yang diselenggarakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), di sembilan provinsi lainnya.

“Ini saya melihat dari SMA 1 Medan di Sumatera Utara, kemudian Sulawesi Selatan ini di Madrasah Arifah, Pondok Pesantren Madrasah Arifah di Goa, kemudian juga di Sumatra Barat SMA 1 Batang Anai, kemudian Kalimantan Timur di Madrasah Aliyah Negeri Bontang, kemudian di Jawa Barat di SMP Negeri 11 Depok, di Jawa Tengah di SMPN 5 Kota Semarang, kemudian di Yogyakarta di Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman, di Riau di SMAN 5 Pekanbaru, dan di Banten Pondok Pesantren Al Mubarok, di Serang,” ungkap Presiden.
Presiden pun berkesempatan untuk berdialog dengan perwakilan dari daerah tersebut, salah satunya dengan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sumatra Utara, Brigjen TNI Asep Jauhari. “Berapa yang divaksin Pak Kabinda?” tanya Presiden.
“Untuk hari ini lima ribu orang, Pak. Izin melaporkan, Pak, untuk vaksin kami hari ini ada tiga tempat, yang pertama untuk pelajar di SMA Negeri 1 Medan dan untuk door-to-door itu di dua kecamatan, yang pertama Kecamatan Medan Helvetia dan kedua Kecamatan Medan Tuntungan,” jawab Kabinda Sumatra Utara.
Sementara itu, Kabinda Provinsi Riau Brigjen TNI Amino Setyo Budi dalam laporannya mengatakan bahwa setiap daerah memiliki sistem tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan protokol kesehatan di daerah. Seperti di Provinsi Riau, BIN daerah memiliki sistem yang dinamakan ‘Jago Sodaro’.
“Apabila ada yang melanggar atau terpapar maka yang mengingatkan atau memberitahu untuk tidak berlaku seperti ini adalah tetangga sendiri atau saudara sendiri,” ujar Kabinda Provinsi Riau, Brigjen TNI Amino Setyo Budi.
Pembelajaran Tatap Muka
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mendengarkan harapan yang disampaikan oleh para kepala sekolah, salah satunya Kepala SMAN 5 Pekanbaru, yang menyatakan keinginannya untuk segera melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.
“Kami sudah ingin untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Mudah-mudahan dengan adanya vaksin ini kita bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan kondisi anak-anak kita sehat wal’afiat,” ujar Elmi Gurita Kepala SMAN 5 Pekanbaru.
Kemudian salah seorang perwakilan siswa Teuku Baihaqi dari SMAN 5 Pekanbaru juga menyampaikan harapannya agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan.
Ia mengaku sebagai Ketua OSIS mendapatkan hambatan-hambatan untuk melaksanakan program kerjanya, karena belum dilaksanakannya pembelajaran secara tatap muka.
“Harapan saya semoga Corona cepat berlalu dan kita bisa kembali sekolah tatap muka, Bapak,” ujar Teuku Baihaqi.
Presiden juga memiliki harapan yang sama agar pembelajaran tatap muka dapat segera dilaksanakan. Namun, Presiden memandang hal tersebut harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari penularan Covid19, apabila nanti pembelajaran tatap muka tersebut telah dilaksanakan.
Presiden juga mengingatkan untuk mewaspadai penularan Covid-19 varian delta yang dinilai sangat menular serta melaksanakan pembelajaran dengan sebagaimana mestinya.
“Saya titip semuanya pada anak-anak tetap belajar, daring tetap belajar, tapi kalau nanti pas bisa sudah tatap muka, pakai masker jangan dilupakan,” tandasnya. Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BIN Budi Gunawan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Madiun Ahmad Damawi Ragil Saputro.***/ebn
Kiprah KAI di Masa Pandemi untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh
JAYAKARTA NEWS— Memaknai tema HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 yaitu ‘Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,’ PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk tetap tangguh dan tumbuh pada masa pandemi Covid-19 saat ini.
“Sejumlah adaptasi, inovasi, dan kontribusi terus KAI lakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi pelanggan maupun masyarakat di masa pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.
Dalam rangka mendukung pemerintah mempercepat program vaksinasi Covid-19, KAI bersama anak usahanya yakni KAI Commuter menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 gratis bagi pelanggan dan masyarakat di berbagai stasiun. Tujuan vaksinasi gratis di stasiun ini adalah agar pembentukan kekebalan tubuh secara komunal atau herd immunity dapat segera terwujud.
Layanan vaksinasi Covid-19 gratis tersebut telah KAI Group sediakan di 24 stasiun kereta api. Jumlah stasiun yang melayani vaksinasi gratis ini akan terus ditambah agar semakin banyak masyarakat yang mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 gratis di stasiun. Hingga 15 Agustus, sebanyak 36.226 orang yang telah mengikuti vaksinasi gratis di Stasiun.
Selama pandemi, KAI pun membatasi jumlah maksimal pelanggan di dalam kereta yaitu 70% untuk rute jarak jauh, 50% untuk rute lokal, dan 32% untuk KRL. Seluruh upaya itu turut didukung dengan penerapan protokol kesehatan ketat di lingkungan stasiun, mulai dari mengecek suhu tubuh, menggunakan masker, hingga menjaga jarak.
Berbagai fasilitas juga KAI sediakan untuk pelanggan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru, seperti menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer, serta memberikan healthy kit untuk penumpang jarak jauh. Selain itu, untuk mengurangi mobilitas dan kontak fisik, KAI menambah sejumlah fitur pada aplikasi KAI Access sehingga pelanggan dapat mengatur perjalanannya secara daring tanpa perlu ke stasiun.
Masa sulit akibat pandemi tidak membatasi KAI untuk memberi kontribusi lebih kepada bangsa. Pada periode awal pandemi, misalnya, KAI telah membagikan 10.000 voucher tiket kereta api jarak jauh secara cuma-cuma kepada guru dan tenaga kesehatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. KAI juga memberikan bantuan senilai Rp328 juta untuk porter stasiun yang terdampak pandemi pada Mei 2021 lalu.
Bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan ambulans demi membantu penanganan Covid-19 pun diberikan KAI kepada beberapa Pemda. Terbaru, KAI menggratiskan angkutan oksigen milik Kementerian Kesehatan sebanyak 80 ton melalui kereta api dengan rute Stasiun Tanjung Priok Jakarta menuju Stasiun Kalimas pada 5 Agustus 2021, setelah sebelumnya KAI juga menggratiskan pengiriman 122 ton oksigen dari Stasiun Kalimas, Surabaya menuju Stasiun Sungai Lagoa, Jakarta pada 16 Juli lalu. Anak perusahaan KAI, KAI Logistik, juga ikut memberikan layanan pengiriman gratis untuk angkutan oksigen ataupun tabung oksigen dan diskon khusus untuk pengiriman obat-obatan, APD, dan alat medis lain dengan menggunakan kereta api selama Juli 2021.
Tetap Bertumbuh
“Adaptasi, inovasi, dan kolaborasi menjadi kunci penting untuk KAI agar tetap bertumbuh di dalam situasi krisis ini,” kata Didiek.
Di luar bisnis angkutan penumpang, KAI meyakini bisnis angkutan barang adalah salah satu kunci menjaga performa bisnis selama pandemi Covid-19. KAI terus bekerja keras dalam meningkatkan performa Angkutan Barang.
Mengakhiri semester I tahun 2021, kinerja angkutan barang KAI terus menunjukkan tren positif. Pada Januari s.d Juli 2021 KAI melayani angkutan barang sebanyak 28,2 juta ton, naik 8,9% dibanding dengan periode yang sama 2020 lalu dimana KAI mengangkut 25,9 juta ton barang.
“Kenaikan volume barang yang KAI layani ini sangat penting bagi KAI untuk tetap survive di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” ujar Didiek.
Terus bertumbuh juga dibuktikan KAI dengan tetap berprogresnya pekerjaan untuk proyek strategis nasional yang telah diamanahkan Pemerintah kepada KAI, meski di masa pandemi. Untuk proyek LRT Jabodebek misalnya, per 30 Juli 2021 progres pekerjaan telah mencapai 73,31%. Sementara untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung progres fisiknya sudah mencapai 54,16%.
Kondisi pandemi memang sedikit banyak mempengaruhi capaian target penyelesaian pekerjaan, namun KAI melakukan upaya maksimal dengan intens berkoordinasi dengan para stakeholders. Pemantauan dan pengawasan secara langsung tetap dilakukan, proses-proses pengujian pun didorong agar dilakukan percepatan. KAI juga membentuk Project Management Officer (PMO) yang memantau proyek untuk menjamin kelancaran proyek secara keseluruhan.
KAI bertekad akan menjalankan amanah penugasan tersebut agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan layanan transportasi massal berbasis rel yang nyaman dan maju.
“Gencarnya pengembangan transportasi berbasis rel yang tengah dikerjakan KAI ini memiliki tujuan untuk menghadirkan moda transportasi yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat dalam mobilitasnya. Kemajuan ini nantinya diharapkan tidak hanya akan menambah volume angkut semata, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang juga berimbas bagi kemajuan bangsa,” tutup Didiek.***/nin
Target Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor 100 Ribu per-Hari
JAYAKARTA NEWS— Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan berharap kepada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong pelaksanaan vaksinasi dengan jumlah target hingga mencapai 100 ribu per hari. Pemkab juga diminta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait suplai vaksin, tambahan tenaga vaksinator dan keperluan lain yang dianggap perlu.
Hal tersebut disampaikan Luhut saat meninjau pelaksanaan percepatan vaksinasi di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/8). Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Ganip Warsito, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin.
“Setelah minggu depan kita harus bisa mendekati 100 ribu per hari. Vaksin dari Pak Menteri Kesehatan tidak ada masalah,” kata Luhut.
Berdasarkan data pemerintah Kabupaten Bogor per Sabtu (14/8), pelaksanaan vaksinasi dosis pertama telah mencapai 626.016 atau sebanyak 14,81 persen. Vaksin dosis kedua sudah diberikan kepada sebanyak 304.382 atau telah mencapai 7,20 persen. Kemudian vaksin dosis ketiga diberikan kepada 365 orang atau 2,78 persen.

Di sisi lain, Luhut juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Bogor agar mendorong masyarakat yang terpapar Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat (isoter).
Berdasarkan data yang dimiliki Luhut, pasien Covid-19 yang dirawat di tempat isoter memiliki prosentase kesembuhan hingga 99 persen. Oleh sebab itu, Luhut kemudian mendorong agar seluruh komponen di bawah komando pemerintah Kabupaten Bogor termasuk TNI dan Polri agar menambah dan mempersiapkan segala kebutuhan penanganan pasien Covid-19 khususnya tempat isoter.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyediakan dua tempat isoter yang berada di Kemang dan Cibogo. Dari total 40 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor terdapat 29 rumah sakit rujukan. Adapun Bed Occupancy Rate (BOR) tempat isoter telah mencapai 39,08 persen dan BOR ICU sebanyak 72,08 persen.
“Nambah lagi isoter. Isoter ini sangat baik. Pengalaman kita di isoter itu pada umumnya 99 persen sembuh. Dan rata-rata kesembuhannya itu kami lihat antara 8 sampai 13 hari,” kata Luhut.
“Kita minta supaya didorong lagi. Nanti bekerja sama dengan TNI. Saya sudah minta Danrem sama Kapolres untuk bahu membahu. Termasuk di tempat lain. Kalau semua ini dilakukan inshaAlloh akan bagus,” ucapnya.
Sementara Ketua Satgas Covid Ganip Warsito mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang telah mendapatkan vaksin agar tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Sebab, selain vaksinasi, penerapan prokes juga menjadi komponen utama dalam rangka memutus penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh unsur penyelenggara mulai dari Dandim, Kapolres dan Bupati beserta jajaran agar tetap mengatur jaga jarak peserta untuk menghindari terjadinya kerumunan. “Saya mengingatkan untuk penyelenggara, Dandim, Kapolres dan Bupati agar tetap memperhatikan protokol kesehatan menjaga jarak kemudian mengatur supaya tidak terjadi kerumunan,” kata Ganip. (ont)
Ada Kendala Dalam Vaksinasi? Hubungi Call Center 119
JAYAKARTA NEWS—Pemerintah terus berupaya menggenjot coverage vaksinasi Covid-19 menuju terciptanya herd immunity. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan pelayanan vaksinasi yang cepat, mudah, dan tepat sasaran.
Masyarakat yang mengalami kendala dalam mendapatkan layanan vaksinasi dapat segera melapor ke hotline Vaksinasi Covid-19 di nomor 119.
Khusus untuk kendala NIK tidak ditemukan, masyarakat juga dapat melapor pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.
“Dukcapil siap sedia dan mendukung penuh penyelenggaraan program vaksinasi Covid-19. Ini merupakan tugas negara yang mulia,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, di acara Rapat Koordinasi Kolaborasi antara Disdukcapil, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial seluruh Indonesia, baik pusat, 34 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota, yang diselenggarakan secara virtual pagi ini, Kamis (12/08/2021).
Selain Dinas Dukcapil daerah, masyarakat juga dapat melaporkan kendala NIK tidak ditemukan ke layanan call center Dukcapil Pusat melalui hotline 1500537 yang responsifitsnya tentu bergantung pada jumlah laporan yang masuk.
“Selain Hallo Dukcapil di nomor 1500537, masyarakat juga dapat menghubungi kami di 10 nomor whatsapp lainnya,” ungkap Zudan.
Adapun 10 nomor whatsapp yang dimaksud tersebut tidak lain adalah:
- 0811 1902 4156
- 0811 1902 4157
- 0811 1902 4158
- 0811 1902 4159
- 0811 1902 4160
- 0811 1902 4161
- 0811 1902 4162
- 0811 1902 4163
- 0811 1902 4164
- 0811 1902 4165
“Pelayanan melalui whatsapp dapat dilakukan dengan menyesuaikan format tertentu, seperti menyertakan NIK, Nama Lengkap, Nomor Kartu Keluarga, Nomor Telepon, Alamat Email, dan permasalahan yang dihadapi,” rinci Zudan. (ont)
Tinjau Vaksinasi Pelajar SMAN 8 Pekanbaru, Ka BNPB Apresiasi IDI Riau
PEKANBARU, JAYAKARTA NEWS— Program vaksinasi terus digencarkan di Provinsi Riau untuk melawan Covid-19. Salah satunya melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Riau yang membantu pemerintah daerah dalam menghadapi pandemi yang masih berlangsung hingga kini. Bertempat di SMA Negeri 8 Pekanbaru, penyelenggara menargetkan 1.000 dosis vaksin.
Saat kegiatan vaksinasi berlangsung, Kepala BNPB Letjen TNI Danip Warsito, S.E., M.M. yang didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau meninjau dan menyapa para pelajar yang siap divaksin.
“Mengapa mau divaksin, apa terpaksa divaksin?” tanya Ganip dengan canda kepada seorang siswa SMA Negeri 8, Pekanbaru, Minggu (8/8). Siswa itu pun menjawab,” supaya tidak terkena Covid-19.”
Sebanyak 1.000 vaksin ditargetkan untuk pelajar SMAN 8, guru dan anggota keluarga guru, anak-anak disabilitas serta tenaga kesehatan. Penyediaan vaksin dan penyelenggaraan vaksinasi ini merupakan hasil kerja sama IDI provinsi dan kabupaten/kota di Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Ganip menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi upaya IDI dalam membantu mengakhiri pandemi Covid-19 di wilayah Riau. Hal tersebut disampaikannya saat menyapa perwakilan IDI kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Riau melalui daring atau dalam jaringan.
“Saya ucapkan terima kasih, apresiasi dan rasa bangga saya kepada IDI wilayah Riau dan cabang se-Provinsi Riau dengan program ini,” ujar Ganip.
Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Riau, Drs. Syamsuar, M.Si. yang mendampingi Kepala BNPB siang tadi.
Sementara itu, terkait dengan pasokan vaksin untuk wilayah Riau, Ganip memastikan ketersediaannya. Menurutnya pada Agustus ini sudah ada ketersediaan vaksin untuk wilayah Provinsi Riau.***/ebn
Bersama Puskesmas Malawei, TNI AL Gelar Serbuan Vaksinasi di Distrik Sorong
JAYAKARTA NEWS— Masyarakat sekitar Kelurahan Malawei, Distrik Sorong menyambut antusias kegiatan serbuan vaksinasi kepada masyarakat maritim yang digelar oleh TNI Angkatan Laut Korps Marinir Pasmar 3, bertempat di Aula Gedung SMAN 3, Jl. Jendral Sudirman, No.49, Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (03/08/2021).
Saat ini, suasana kondisi situasi bangsa masih diselimuti pandemi Covid-19, berbagai cara untuk menekan penyebaran virus tersebut terus dilakukan. Pelaksanaan vaksinasi di wilayah kerja Pasmar 3 terus ditingkatkan agar terciptanya kekebalan kelompok (Herd Immunity) di lingkungan masyarakat.
Kegiatan vaksinasi tersebut merupakan wujud peran serta TNI AL khususnya Pasmar 3 bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Malawei dalam mendukung program vaksinasi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah.
Kegiatan serbuan vaksinasi ini dipantau langsung oleh Asintel Danpasmar 3 Kolonel Mar Profs Dhegratmen SA, M.Tr.Hanla selaku penanggung jawab kegiatan serbuan vaksinasi. Dalam pantauannya, Asintel Danpasmar 3 menyampaikan kegiatan ini tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, dimulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman serta menghindari kerumunan dengan sistem antrian yang tertib.
Lebih lanjut dikatakan, kemudian para petugas tenaga kesehatan dari Pasmar 3 melakukan screening ketat berupa pengecekan suhu tubuh, tensi darah dan pengecekan riwayat kesehatan calon peserta sebelum divaksin.
Ditempat terpisah Komandan Pasmar 3 Kolonel Mar Y. Rudy Sulistyanto, S.E menerangkan bahwa vaksinasi dosis kedua yang diberikan tersebut ditargetkan sekitar 200 peserta yang merupakan peserta yang sudah melaksanakan vaksinasi tahap pertama.
“Kita berharap seluruh masyarakat segera menyadari akan pentingnya vaksinasi ini, sehingga dosis vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah dapat segera tersalurkan agar imunitas kekebalan tubuh masyarakat lebih kuat dan lonjakan penyebaran Covid-19 dapat berangsur menurun dan membaik, selanjutnya masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan normal,”ucapnya. (ketty)