Status Mahasiswa, Profesi Pengusaha

Oleh: Joko Intarto
Ahmad, mahasiswa UGM (Sumber: MoneySmart)

JAYAKARTA NEWS – Siapa bilang mahasiswa tidak bisa ‘’nyambi’’ jadi pengusaha? Di tengah-tengah kesibukannya sebagai mahasiswa filsafat sekaligus aktivis pesanten, Ahmad Musyaddad berhasil mengelola tiga bisnis kuliner miliknya.

Mahasiswa Universitas Gajah Mada ini sukses menggandeng investor sehingga tak perlu mengeluarkan modal sepeserpun. Tiga usaha kulinernya adalah Bakpia Lumer, Makaroni Rawe, dan Bandeng Rawe. Menggunakan konsep yang unik, Ahmad mengemas olahan bandeng ke dalam kemasan kaleng.

Memiliki penghasilan sejak usia muda adalah impian sebagian orang. Nah, Zaidin Zaiti, CEO Pro Fajar Expo (Profex) ingin berbagi pengalaman kepada para mahasiswa yang ingin bisa menghasilkan uang sendiri sambil kuliah. Pilihannya dua: Menjalankan bisnis sendiri atau bekerja pada orang yang sudah punya bisnis.

Bisnis apa yang bisa dijalankan mahasiswa? Pekerjaan apa yang bisa dilakukan mahasiswa? ‘’Banyak jenis usaha yang bisa dijalankan dengan modal dengkul. Kisah Ahmad yang mahasiswa UGM itu adalah contoh nyata. Yang belum berani berbisnis bisa bekerja sebagai profesionalnya,’’ kata Zaidin yang malang-melintang dalam bisnis event organizer di dalam dan luar negeri itu.

Jasa event organizer, kata Zaidin, bisa menjadi pilihan jenis bisnis yang menarik untuk mahasiswa. ‘’Jasa event organizer mengandalkan kreativitas. Dan kreativitas itu dunianya mahasiswa. Dengan bantuan mentor dan coach, semua mahasiswa bisa menjadi pengusaha event organizer,’’ jelasnya.

Ditambahkan Zaidin, bisnis event organizer memiliki cakupan yang sangat luas. Banyak kegiatan yang memerlukan sentuhan kreativitas para professional muda. Dari kegiatan yang bersifat hiburan, olah raga hingga yang serius seperti seminar.

Anda mahasiswa dan tertarik belajar bisnis? Sekolah Wira dan Lazismu KL Manggarai, Jakarta Selatan, akan membuka kelas seminar online pada hari Sabtu, 22 Juni 2019, pukul 20:00 – 22:00. Seminar akan menghadirkan Zaidin Zaiti sebagai mentor dan Lambang Saribuana sebagai business coach. Seminar online ini akan dipandu Joko Intarto selaku founder Sekolah Wira.

Cara daftarnya gampang. Bergabunglah dengan komunitas mahasiswa peminat bisnis dengan mengakses link grup whatsapp ini:

https://chat.whatsapp.com/CpoyafYIpthBIGS95FhAXE

Potensi Alumni

Oleh: Joko Intarto, Jagaters

JAYAKARTA NEWS – Idenya sederhana saja: mengundang alumni yang sudah sukses sebagai profesional maupun pengusaha. Berbagi pengalaman kepada juniornya. Setahun sekali. Targetnya siswa kelas 12. Sebagai pembekalan sebelum melanjutkan ke jenjang kuliah. Atau bekerja. Atau berwirausaha.

Program itu saya namakan ‘Cah Purwodadi Menginspirasi’. Forum berbagi pengalaman dalam karir dan bisnis orang-orang sukses dari Purwodadi. Empat orang sahabat saya semasa SMA menyambut gagasan ini dengan antusias.

Gunung Iskandar, teman sebangku yang kini perwira tinggi di TNI AD langsung menjawab, ‘’Siaaaap!’’ Khas tentara.

Agung Wiharto yang sekarang direktur pabrik semen Solusi Bangun Indonesia, nama baru Holcim, menjawab senada. ‘’Karena ini perintah Cak Jokin, saya tidak bisa menolak,’’ jawabnya. Pupung, panggilannya sehari-hari, selalu memanggil saya dengan sebutan Cak Jokin. Bukan JTO.

Agus Wantoro, direktur Waskita Beton Precast, tak kalah gembira. Segera kita meetingkan teknisnya Pak Totok. Ini program yang bagus,’’ katanya. Agus juga punya panggilan khusus untuk saya: Totok. Panggilan saya waktu kecil. Hanya keluarga saya yang menggunakan panggilan ini.

Hasto Kristiyono, komisaris Sewatama, tak mau ketinggalan. Meski sekarang lebih sering tinggal di Tiongkok, Hasto siap berpartisipasi. Apalagi, sharing session ini akan dilakukan secara online. Menggunakan webinar.

Webinar saya pilih sebagai platform seminar. Karena semua narasumbernya orang-orang supersibuk. Terlalu banyak waktu yang dikorbankan kalau harus datang ke Purwodadi.

Dengan menggunakan webinar, pesertanya juga bisa sangat banyak. Bila mau, seluruh sekolah di Purwodadi yang sudah terkoneksi internet bisa mengikuti.

Mengundang alumni sebenarnya bukan asli gagasan saya. Universitas Indonesia sudah melakukannya lebih dulu. Institut Pertanian Bogor juga telah menjalankannya. Saya modifikasi konsep itu menjadi ‘Cah Purwodadi Menginspirasi’. Dengan platform seminar online. Yang bisa mengakomodasi hingga 10.000 user atau lokasi.

Anda boleh meniru ide ini. Mengundang alumni yang sukses untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Mempercepat proses transformasi pada generasi muda. Bila punya kesulitan dalam mempersiapkan hal-hal teknisnya, saya siap membantu. ***

Rekor Webinar Jagaters

Akhirnya rekor baru webinar Jagaters tercipta. Tiga ratus sebelas peserta dari berbagai rumah sakit dari Aceh sampai Papua mengikuti seminar online dengan lancar.

Ada 3 peserta yang gagal koneksi. Bandwidth-nya verry poor. Walau hanya untuk download siaran langsung dan upload text chatt.

Keberhasilan ini semakin menguatkan keyakinan saya: Webinar akan segera menemukan masa depannya. Kalau dokter di Aceh dan Papua bisa mengikuti webinar, berarti sekolah-sekolah dan kantor di kota yang sama bisa menjalankan juga.

Sabtu nanti, saya akan membuat siaran webinar. Sebagai perintis, saya ingin berbagi pengalaman. Bagaimana suka dan duka mengelola bisnis webinar.

Terima kasih kepada 216 orang sudah menyatakan kesediaan untuk ikut dalam acara ini. Tunggu informasi link download aplikasinya hari Jumat.

Terima kasih atas kepercayaannya kepada Jagaters untuk menyelenggarakan webinar ini.***jto