Besok Festival Budaya Papua Digelar, Ayo Nonton!

JAYAKARTA NEWS— Dewan Pimpinan Daerah Komite Seni Budaya Nusantara (DPD KSBN) Provinsi Papua akan menggelar Festival Budaya untuk mememeriahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Festival budaya Papua itu akan memamerkan karya-karya para seniman dari seluruh daerah di Bumi Cenderawasih.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum KSBN Papua, Richard Waromi. Demikian dikutip dari laman ponxx2021papua.com

Ia mengatakan festival itu juga merupakan salah satu program dari KSBN dalam rangka mendukung target sukses pengembangan ekonomi kerakyatan. 

“Pameran akan berlangsung mulai tanggal 9-16 Oktober mendatang di Holtekamp, Kota Jayapura, kegiatan akan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KSBN Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji,” katanya, Jumat (8/10/2021). 

Festival budaya Papua itu juga bertujuan memperkenalkan hasil karya seniman kepada peserta PON XX, maupun masyarakat Papua. Ia mengajak para pelaku seni dan budaya untuk menyiapkan hasil karyanya, sehingga event PON XX ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para seniman dan seniwati di Papua. 

Richard mengharapkan dukungan dan peran dari para pengurus KSBN untuk bersama-sama memajukan dan melestarikan budaya Papua.

“Beragam program kerja KSBN sudah berjalan dalam rangka mendukung PON XX. Selain itu, kegiatan festival ini akan dihibur oleh beberapa tarian dari kelompok seni di Papua” ujarnya. 

Richard juga mengimbau kepada peserta PON yang ingin melihat hasil karya seniman Papua bisa datang mengunjungi tempat festival di pantai Holtekamp (berseberangan dengan Venue Dayung) Kota Jayapura. (ctr)

Kasus Positif Covid-19 di PON XX Ditangani Secara Profesional

JAYAKARTA NEWS— Satgas Penanganan Covid-19 meminta seluruh partisipan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX Papua, seperti atlet, official, pelatih, dan penonton tetap menjunjung tinggi sportifitas dan selalu waspada akan potensi penularan Covid-19. Disiplin menjalankan protokol kesehatan saat berada di ajang perhelatan menjadi keharusan. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan terkait dengan ditemukannya kasus positif Covid-19 dalam penyelenggaraan PON ke-XX di Papua, Pemerintah memperketat monitoring dan evaluasi kepatuhan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama perhelatan PON. Termasuk meminta seluruh kontingen membatasi aktifitas diluar pertandingan.

“Kemunculan kasus positif pun, juga segera ditangani secara profesional oleh tenaga kesehatan setempat sehingga mencegah meluasnya penularan kepada Kontingen atau masyarakat,” Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers di Graha BNPB, Kamis (7/10/2021) yang juga disiarkana kanal BNPB Indonesia.

Hingga saat ini terdapat 34 kasus positif Covid-19 dalam penyelenggaraan PON Ke-XX. Mereka yang positif Covid-19 seluruhnya tanpa gejala dan diharapkan dapat segera pulih. Dari data per 5 Oktober terdapat 58 fasilitas isolasi terpusat (isoter) yang tersebar di Provinsi Papua dengan keterisian 11% dan tersisa sekitar 2027 tempat tidur.

“Pemerintah setempat akan terus mengawasi sirkulasi masuk dan keluarnya pasien dan berupaya keras setiap pasien yang menjalani isolasi dapat keluar dengan sembuh sepenuhnya,” tambah Wiku.
 
Selain itu, upaya pengendalian Covid-19 oleh pemerintah dilakukan dengan menyusun kebijakan terkait kewajiban menjalankan protokol kesehatan ketat. Bahkan setelah sampai ke daerah asal melakukan karantina serta melakukan testing ulang untuk benar-benar menjamin yang bersangkutan sehat saat berangkat diperjalanan maupun saat pulang kembali ke rumah. Selain itu, Pemerintah juga akan tetap melakukan whole genome sequencing sebagai upaya surveillans berkelanjutan untuk memantau varian Covid-19 yang ada di Indonesia. 

“Saya ingin menyampaikan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Papua yang telah menyelenggarakan perhelatan PON ke-XX yang kondusif di tengah pandemi. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia khususnya tim kesehatan yang tanggap dalam melakukan penanganan kasus positif,” pungkas Wiku.***/ont

UMKM Pamerkan Produk Masyarakat Merauke di Tengah Penyelenggaraan PON XX Papua

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah Kabupaten Merauke memfasilitasi 140 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menggelar produk kesenian masyarakat lokal di tengah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Pameran tersebut berlangsung pada 5 hingga 20 Oktober 2021.

UMKM menampilkan beragam kerajinan masyarakat atau orang asli papua (OAP) seperti noken atau tas kulit kayu, tifa, minyak kayu putih atau rumbai khas warga setempat. Di samping itu, mereka juga menjual aneka tanaman hingga tanaman dari limbah botol mineral plastik. Ini menjadi momentum untuk mengenalkan produk kerajinan secara luas, khususnya kepada para atlet maupun official yang mengikuti PON XX Papua.

Pada penyelenggaraan pameran kesenian yang digelar di depan kantor Bupati, Sub Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Satgas Prokes) turut mendukung penerapan disiplin prokes. Relawan prokes dikerahkan oleh Sub Satgas Prokes untuk membagikan masker kepada para pelaku usaha maupun pengunjung pameran. Wakil Sub Satgas Prokes Merauke Drs. Lilis Adi Sulistiyanto, M.Si. mengatakan pihaknya menyiagakan gerai masker di lokasi.

Pameran UMKM di ajang PON XX Papua ramai pengunjung–foto BNPB

“Sore hari ramai sekali, jadi relawan diturunkan ke lokasi untuk memberikan imbauan kepada pengunjung,” ujar Lilis di Dinas Satpol PP dan Damkar Merauke, Rabu (6/10).

Ketika pengunjung ramai, relawan mengimbau masyarakat untuk menghindari terjadinya kerumuman. “Kami berharap pelaku UMKM dapat juga dapat menerapkan prokes saar pengunjung berada di tenda mereka,” ujarnya.

Pelaku UMKM mendapatkan fasilitas tenda secara gratis dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM) Kabupaten Merauke. Pameran UMKM ini baru dibuka kemarin sore (5/10) dan beroperasi dari jam 9 pagi hingga 9 malam.

Menurut Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Eric Rumlus, pameran kerajinan UMKM ini merupakan salah satu upaya pemerintah setempat dalam mengenalkan produk unggulan yang dimiliki masyarakat Merauke dan dapat memberikan manfaat ekonomi mereka.

Eric berharap dengan memfasilitasi mereka dengan ruang pameran, para pelaku UMKM dapat lebih percaya diri dan dapat menghasilkan produk berdaya saing. Mereka yang menjual produk kerajinan itu merupakan UMKM yang terseleksi dari ribuan UMKM di Merauke untuk menyemarakkan PON XX Papua.

Mereka merupakan binaan Perindagkop dan UKM dan Dinas Parekraf yang berasal dari wilayah Wasur, Sota, Yangadur maupun Kota Merauke.***/ctr

Sebanyak 28 Atlet, Official dan Panpel PON XX Papua Terpapar Covid, Ini Kata Menpora

JAYAKARYA NEWS— Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua menyebut sebanyak 28 atlet, ofisial dan panitia pelaksana (panpel) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Silwanus Sumule di Jayapura, Selasa, mengatakan dari data per 5 Oktober 2021 tercatat 29 kasus yang dilaporkan kepada pihaknya, namun satu di antaranya sudah dinyatakan sembuh. “Ke-29 kasus tersebut terdiri dari Kabupaten Mimika tigabelas kasus, Kabupaten Jayapura tujuh kasus, Kota Jayapura enam kasus dan Kabupaten Merauke tiga kasus,” katanya sebagaimana dikutip dari laman ponxxpapua2021.com

Menurut Silwanus, 28 kasus yang lainnya masih dalam penanganan dimana kondisi kesemuanya tidak bergejala dan atau gejala ringan.”Penanganannya dilakukan dengan isolasi terpusat yakni pada kapal-kapal yang sudah disiapkan Satgas Covid-19 dan PB PON Papua, lalu pada rumah sakit mitra yang bekerja sama dengan PB PON Papua,” ujarnya.

Dia menjelaskan selain itu, masih ada yang meminta melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan ketat dari tenaga kesehatan, dimana kesemuanya dalam kondisi tidak bergejala dan atau gejala ringan.

“Asal dari atlet, ofisial dan panpel yang dinyatakan positif Covid-19 yaitu dari DKI Jakarta, Sumatera Utara, NTT, Kalimantan Timur, Banten, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat,” katanya lagi.
Dia menambahkan atlet, ofisial dan panpel pada PON XX Papua yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah orang yang sudah divaksin sebanyak dua kali, pasalnya diketahui terpapar namun tidak bergejala dan atau bergejala ringan.

“Provinsi Papua mempunyai pengalaman menangani Covid-19 dengan tingkat kasus yang tinggi sejak 2019 sehingga kami tetap akan melakukan penanganan baik di hulu maupun di hilir,” ujarnya lagi.

Sementara itu di laman kemenpora.go.id, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyatakan, PON XX Papua tetap terus berlanjut meski ada 29 atlet dan ofisial terkonfirmasi positif Covid-19. Terkait hal itu, Menpora Amali langsung mengambil langkah cepat yakni langsung berkoordinasi dengan Paswasrah PON XX Papua, PB PON, Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk segera melakukan tracing.

“Saya kira pertadingan-pertandingan di PON telah dilaksanakan dengan prokes ketat dan dengan buble to buble. Saya kira PON XX Papua masih lanjut terus karena semua sudah divaksin hingga 60-70%,” ujar Menpora Amali didampingi Ketum PB Perbakin Jonni Supriyanto saat jumpa media usai meninjau final cabor menembak di Komplek Olahraga Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (6/10).

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan PON XX Papua tetap terus berlanjut meski ada 29 atlet dan ofisial terkonfirmasi positif Covid-19. Terkait hal itu, Menpora Amali langsung mengambil langkah cepat yakni langsung berkoordinasi dengan Paswasrah PON XX Papua, PB PON, Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk segera melakukan tracing.(foto:putra/kemenpora.go.id)

Menurut Menpora Amali, saat di cluster Mimika dari Dinkes menyatakan mereka tanpa gejala dan CT valuenya sekitar 37-an dan itu masih aman, dua tiga hari kembali di tes sudah negatif. “Kebanyakan mereka diketahui setelah PCR Swabtest akan kembali ke tempatnya masing-masing. Jadi, kalau atlet, pengalaman di berbagai tempat termasuk di olimpiade lalu kalau toh mereka juga terkena (Covid-19) itu recoverinya sangat cepat karena daya tahan tubuhnya bagus,” kata Menpora Amali.

“Secepatnya saya akan koordinasi dengan Panwasrah dan Bidang Kesehatan PB PON dan Satgas untuk tracing. Dari informasi, yang satu kamar dengan mereka begitu di tracing negatif. Kita harus tahu darimana terkena karena ini buble to buble,” jelasnya menambahkan.

Menpora Amali meminta untuk segera ditelusuri karena di masa inkubasi 7-14 hari, atlet ofisial khawatir sebenarnya telah terkonfirmasi sebelumnya hanya belum terdeteksi. “Saat di PCR memang belum terlihat jika baru satu atau dua hari, setelah disini masuk inkubasi baru terlihat saat mau pulang. Karena pada saat bertanding itu mereka selalu di antigen,” kata Menpora Amali

“Saya kira kita harus tangani bersama-sama dan kalau dilihat dari cluster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Timika dan Merauke ini semuanya hampir menginformasikan semuanya ada,” ujar Menpora Amali. 

Pemerintah dari awal persiapan penyelenggaran PON Papua terus mendorong agar masyarakat divaksin betul. Sebab, jika sudah divaksin maka recoverinya cepat dan tidak akan lama. 

“Penonton sekitar cluster sudah sekitar 60-70% divaksin minimal vaksin tahap pertama dan selalu memakai masker serta menjaga jarak. Karena PON ini adalah kebanggaan masyarakat Papua, pestanya mereka jadi kita hanya bisa mengatur, tapi untuk melarang ketat tidak bisa mereka akan berkerumun lagi,” ujar Menpora Amali.

Menpora merasa senang kontingen Jawa Timur melakukan sistem karantina selama 5 hari usai pulang dari PON Papua. Menpora berharap seluruh kontingen peserta PON Papua menerapkan hal yang sama. “Saya senang seperti KONI Jawa Timur yang meminta seluruh kontingennya begitu kembali dari PON ini melakukan karantina selama 5 hari. Saya harap semua kontingen yang lain juga menerapkan hal seperti itu, sebagai salah satu cara untuk mencegah makin meluasnya penularan,” harap Menpora Amali.***/ebn

PON XX Papua Lahirkan 7 Rekor Baru di Cabang Atletik dan Selam Kolam

JAYAKARTA NEWS-— Pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua telah berlangsung selama 15 hari, terhitung dari 22 September 2021. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat sudah ada tujuh rekor baru yang tercipta.

Tujuh rekor baru itu tercipta di dua disiplin olahraga, yakni atletik dan selam kolam.

Dikutip dari laman ponxxpapua2021.com, dari arena atletik, Rio Maholtra asal Sumatera Selatan mencatatkan rekor baru dari nomor lari gawang jarak 110 meter putra dengan catatan waktu 14,11 detik di Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (5/10/21). Catatan waktunya itu Mengalahkan rekor milik Eli Zakaria dari Jawa Timur yang diraih pada PON XVI 2004 di Sumatera Selatan dengan waktu 14,16 detik.

Masih di arena yang sama, Rabu (6/10/21), Tyas Murtiningsih dari Jawa Barat memecahkan rekor lari 100 meter putri dengan catatan waktu 11,67 detik, di babak pertama nomor 100 meter putri PON XX. 

Rekor itu mengalahkan rekor milik sprinter asal Maluku, Irene Joseph dengan catatan waktu 11,73 detik yang dicatatkan pada PON XV di Jawa Timur tahun 2000.

Atlet Bali, Maria Natalia Londa juga berhasil memecahkan rekor PON atas namanya sendiri sekaligus meraih medali emas untuk nomor lompat jangkit PON XX Papua di venue atletik Mimika Sport Complex, Rabu (6/10/2021).

Maria memecahkan rekor dengan jauh lompatan 13.60 meter, dimana rekor sebelumnya dengan jauh lompatan 13.52 meter.

Di kolam akuatik, atlet selam kolam putri Jawa Timur, Vania Elvira Elent Rahmadani juga mengukir rekor baru di nomor 400 meter surface putri dengan menorehkan catatan waktu 3 menit 29,07 detik. Catatan waktu yang diraih pada Selasa (5/10/21) itu lebih cepat dari rekor milik kompatriotnya, Angeline Soegianto yang pernah dibuat pada PON XIX do Jawa Barat tahun 2016 dengan waktu 3 menit 30,16 detik.

Catatan waktu 22,90 detik yang diraih oleh Margaretha Herawati (Papua) dan Dheya Nazhira Nuramalia (Jawa Barat) di final selam kolam nomor 50 meter bifins putri, Rabu (6/10/21) juga diklaim sebagai rekor baru di ajang PON.

Sementara dihari yang sama, di nomor 50 meter surface putri, Angeline Soegianto asal Jawa Timur mencatatkan rekor barunya dengan waktu 19,54 detik. Rekor itu mengalahkan catatan waktunya sendiri di PON XVII Kalimantan Timur tahun 2008. Wahyu Anggoro Tamtomo di nomor 50 meter surface putra juga membukukan rekor baru dengan catatan waktu 15,77 detik.***/ebn

Takhlukan Aceh 1-0, Sepak Bola Papua Buka Peluang ke Perempat Final

JAYAKARTA NEWS— Tim Sepak bola putra Papua sukses meraih 3 poin usai mengalahkan Aceh dengan skor tipis 1-0 di babak enam besar grup D PON XX Papua yang digelar di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (06/10/2021). Gol semata wayang tuan rumah diciptakan oleh Samuel Gudeon Balinsa di menit 54.

Duel Papua dengan Aceh merupakan salah satu partai besar pada babak 6 besar yang paling ditunggu. Pasalnya, pertemuan mereka merupakan derby “Otonomi Khusus” dan representasi provinsi paling Timur dan paling Barat Indonesia.

Mengutip website resmi PON XX Papua2021, ponxx2021papua.com, dalam laga yang berlangsung sore tadi, kedua tim saling bermain hati-hati. Papua yang biasanya sangat agresif di lini pertahan lawan masih menemui jalan buntu sepanjang babak pertama. Ricky Cawor cs sangat kesulitan untuk menembus pertahan anak-anak negeri Serambi Mekah.

Bahkan, peluang emas tuan rumah hanya hadir melalui titik putih pada menit 35. Sayang, Ricky Cawor yang maju sebagai algojo tak mampu mengoyak jaring gawang Aceh yang dikawal  oleh Chairil Zul Azhar. Sepakan Ricky di sisi kanan berhasil ditepis Chairil.

Aceh yang sudah mengantisipasi agresivitas permainan tuan rumah memutuskan untuk lebih sabar meladeni permainan anak-anak Cenderawasih dengan memilih memperkuat lini pertahanan mereka.

Alhasil, anak asuhan Eduard Ivakdalam benar-benar dibuang pusing sepanjang babak pertama. Sebab rapatnya lini pertahanan tim tamu tak memberikan celah kepada tuan rumah. Bahkan untuk meredam laju permainan tuan rumah, Aceh menumpuk 4 pemainya di lini tengah.

Dengan formasi 4-4-2, Aceh memilih untuk bermain bertahan dan memanfaatkan serangan balik. Aceh yang hanya memanfaatkan serangan balik justru beberapa kali berhasil menciptakan peluang namun belum bisa menjebol gawang dari tuan rumah. Meski kedua tim berusaha untuk menciptakan gol, namun hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Dari ruang ganti, juru taktik Sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam meminta anak asuhnya untuk lebih agresif. Alhasil, sejak menit pertama Ricky Cawor dan kawan-kawan terus menggempur pertahan Aceh. Sementara anak-anak asuhan Fakhri Husaini tetap solid menjaga barisan belakangnya untuk tak mampu ditembus oleh Mutiara Hitam muda.

Namun petaka menghampiri Aceh pada menit 54. Samuel Balinsa yang berniat untuk melakukan crossing justru arah bolanya mengarah ke dalam gawang Aceh yang tidak dapat diantisipasi oleh Chairil Zul Azhar dan membawa Papua unggul menjadi 1-0.

Aceh yang dalam kondisi tertinggal membuat Fakhri Husaini meminta pemainnya mulai keluar menyerang. Alhasil, 25 menit terakhir babak kedua, Papua dan Aceh mempertontonkan pertandingan yang menarik.

Bahkan, kedua tik bermian dengan tempo yang cepat. Beberapa pemain dari kedua tim harus tumbang dalam lapangan akibat intensitas pertadingan yang tinggi.

Papua yang tidak puas dengan skor 1-0 membuat Eduard Ivakdalam melakukan pergantian pemain depannya. Pada menit 60, ia menarik M. Arody Uopdana dan memasukkan Rafiko Nawipa. Pergantian tersebut terbilang efektif. Serangan Papua kian bervariasi.

Tak mau kalah, Fakhri Husaini juga melakukan 5 pergantian di babak kedua. Namun pergantian tersebut belum bisa meredam permainan dari tuan rumah yang tampil di depan pendukungnya. Meski kedua tim bergantian menyerang dan menciptakan peluang, namun skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang.

Pelatih kepala sepakbola Papua, Eduard Ivakdalam mengatakan, dalam pertadingan ini pemainnya tampil di bawah performa terbaik. Ia menyebut, masa recovery yang singkat membuat pemainnya tidak bisa tampil maksimal.

“Game ini sangat luar biasa, dan pemain hanya punya waktu tiga hari istirahat, sehingga mereka mengalami sedikit penurunan stamina. Kita bisa menguasai permainan tapi hanya ciptakan 1 gol. Tapi bagi saya tetap bersyukur karena pemain memberikan kemenangan meski kondisi mereka menurun tapi kita bisa dapat tiga poin,” ujar Edu.

Legenda hidup Persipura Jayapura dan Persidafon Dafonsoro itu mengaku stamina pemainnya sangat terkuras saat melakoni 3 pertadingan pada babak penyisihan grup A.

Edu juga membeberkan rasa cemasnya pada babak kedua, dimana dua pemain depannya mengalami cedera dan harus ditarik keluar lapangan.

“Babak kedua kita sempat gugup karena beberapa pemain merasa ototnya tertarik seperti Jefron Sitawa, Ricky Cawor. Semoga dengan waktu 3 hari, mereka bisa kembali pulih,” ujar Edu.

Mantan juru taktik Persemi Mimika itu juga mengaku memiliki banyak “PR” besar untuk laga berikutnya. “Saya pikir kita harus perbaiki organisasi bermain lagi, terutama waktu kita transisi menyerang dan bertahan. Begitu juga biasanya kita punya benteng, tapi dalam pertadingan ini terputus dan memberikan celah kepada tim lawan. Semoga dengan sisa waktu 3 hari kedepan, pemain bisa dalam kondisi yang baik agar kita lebih enjoy bermain,” tuturnya.

Sementara itu, Fakhri Husaini tak ingin banyak berkomentar. Mantan pelatih Timnas junior Indonesia itu hanya mengaku akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan mereka dalam pertadingan ini agar bisa tampail baik saat bersua dengan Sumatera Utara.

“Kami ucapkan selamat kepada tuan rumah Papua atas kemenangan ini, dan kami akan evaluasi kekurangan dalam tim kami,” tutup Husaini.

Sesuai jadwal, pada Minggu (10/10/2021), Ricky Cawor cs akan menghadapi Sumatera Utara, runner up grup B di babak penyisihan, di Lapangan Mandala, Jayapura.***/ebn

Ketua Satgas Ganip Berharap PON XX Papua Jadi Contoh Penyelenggaran Event Besar Lainnya

JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito terus menyambangi sejumlah venue pertandingan cabang olahraga (cabor) PON XX Papua. Hari ini, Ganip selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 didampingi Tenaga Ahli BNPB, Andi beserta rombongan meninjau venue pertandingan Anggar.

Tiba di venue Anggar, Ganip disambut Supervisor wilayah Merauke Satgas Prokes PON XX Papua Sunarto dan Veronica serta jajaran pejabat daerah setempat.

Ganip meyakini gelaran PON bakal berlangsung aman dan lancar seperti harapan Presiden Joko Widodo. “Sejauh ini saya lihat prokes dijalankan dengan baik. Saya berharap keinginan Presiden menginginkan sukses prestasi, dan kemajuan Papua dari olahraganya bisa direalisasikan,” ucap Ganip di venue cabor Anggar di Stadion Katapal, Merauke, Rabu (6/10/2021).

Ganip berharap perhelatan akbar olahraga di tingkat nasional ini bisa menjadi pilot project dalam penyelenggaraan event-event besar lainnya utama di masa pandemi. “Prokes PON dapat menjadi pilot project dalam penyelenggaraan event-event lainnya,” imbuhnya.

Secara khusus, mantan Kasum TNI ini didaulat mengalungkan medali kepada para juara. Ia mengucapkan terimakasih dan selamat kepada atlet yang taat prokes dan bertanding dengan sportif.

Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito diperiksa relawan Satgas Prokes PON Papua BNPB sebelum memasuki arena pertandingan Anggar, Rabu (6/10/2021)–foto humas BNPB

Seperti biasa, disela pertandingan Ganip selalu menyapa penonton sekaligus mengingatkan agar tetap mematuhi disiplin penerapan prokes Covid-19. Selain itu juga memberi arahan dan menyemangati relawan Satgas Prokes PON Papua BNPB agar mengatur dan mengingatkan penonton untuk tidak berkerumun.

Menurutnya, meski pandemi Covid-19 belum tuntas hilang namun apabila penerapan disiplin prokes dijalankan dan dipatuhi secara benar maka Indonesia dan gelaran PON Papua terbebas dari penularan virus corona.

“Kami sudah cek, dan luar biasa, dari tempat duduk penonton, ruang ganti atlit, pelatih berikut official sejauh ini mengikuti prokes yang diberikan,” ujarnya.

Ganip mengatakan arahan Presiden Jokowi pada pembukaan PON Papua sangat berarti dalam pengendalian penularan Covid-19 pada gelaran PON Papua. Para relawan Satgas Prokes PON Papua BNPB benar-benar menjalankan arahan yang diberikan.

“Jajaran kami menyatakan siap melaksanakan seoptimal mungkin apa yang menjadi harapan Presiden agar prokes dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ucap Ganip.

Kepada relawan Satgas Prokes PON Papua BPNB, Ganip selalu menyampaikan arahan agar jumlah penonton tetap dapat diatur berdasarkan kapasitas stadion yang ada.

Ia juga mengaku senang dengan respon masyarakat bahwa Satgas Prokes PON BNPB berlaku baik dan sopan. “Dari pengakuan masyarakat mereka mengaku mendapat perlakuan baik dari satgas,” tegas Ganip.

Pada tiap kunjungannya, Ganip selalu mengingatkan untuk tidak lupa memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Hal ini dikarenakan antusiasme para warga cukup tinggi.

Penerapan prokes oleh Satgas salah satunya adalah meminta para penonton yang hadir membawa surat bebas Covid-19 melalui tes antigen. Di lokasi pintu masuk lokasi pertandingan juga disediakan tes antigen bagi para penonton dan staf yang belum melakukan tes sebelumnya.

Untuk diketahui, di wilayah Merauke, BNPB telah mengirimkan sebanyak 430.000 masker yang didistribusikan oleh relawan di venue PON, sekolah, tempat umum dan tempat ibadah.***/ont

Dukung Sukses Penyelenggaraan PON XX, UMKM Alkes Bantu APD Nakes di Papua

JAYAKARTA NEWS— UMKM yang memproduksi alat-alat kesehatan ikut mendukung penyelenggaraan PON XX Papua 2021 dengan memberikan APD kepada Tenaga Kesehatan yang bertugas.

Penegasan itu disampaikan dr. Fazzhra Fawwaz, Ketua Umum UMKM Produk Kesehatan (Prokes), dalam acara bincang-bincang dengan wartawan, di Media Center Jakarta untuk PON Papua, Selasa (5/10/2021).

“Kami mendukung pengadaan dan distribusi alkes kepada para nakes (tenaga kesehatan) yang bertugas di Papua,” kata Fazzhra yang juga Sekjen Asproksi (Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional).

Pengadaan alkes itu tentunya berdampak pada menggeliatnya ekonomi kerakyatan, khususnya mereka yang bergerak di UKM dan UMKM di banyak daerah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Fazzhra juga memuji langkah PWI Pusat membuat Media Center PON di Jakarta. Ke depan, katanya, langkah ini bisa juga diikuti oleh PWI daerah membuat Media Center serupa untuk hajatan-hajatan olahraga berskala besar.

Hal itu sejalan dengan keinginan Ndang Mawardi, CEO Sportbloc yang ikut mendarahi pendirian Media Center di Jakarta. “Ya, kami tidak akan berhenti di sini. Kami juga akan bikin Media Center sejenis untuk event-event besar lain nantinya,” kata Ndang.

Selain PWI dan Sportbloc, Media Center PON di Jakarta ini juga didukung KONI Pusat, Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sementara Sportbloc sendiri, seperti dikatakan Ndang, merupakan aplikasi sport aggregator yang mengolaborasikan berbagai start up yang terkait olahraga seperti rental venue se-Indonesia, ticketing, sport industry berbasis UMKM keolahragaan termasuk alat-alat pertandingan, database atlet dan nonatlet, sport science, dan data event olahraga berbasis wisata.

“Ini luar biasa,” ujar Fazzhra seraya menambahkan, bahwa aplikasi seperti ini akan menjadi pundi-pundi uang karena mencakup dan menjangkau segala aspek di dunia olahraga. “Aplikasi ini ada untuk memudahkan dan merekatkan seluruh komunitas olahraga di Tanah Air,” sambungnya. ***ks

Pembukaan Media Center Jakarta PON XX Papua 2021

JAYAKARTA NEWS— Media Center Jakarta di Jakarta Convention Center, Senayan, resmi dibuka sehari jelang perhelatan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Dari Makassar ketika transit menuju Papua, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S. Depari pun memberikan apresiasi atas dibukanya media center PON XX Papua.

“Media Center ini tidak ada pakai APBN, saya jamin. Ini pengabdian pers untuk olahraga nasional bekerja sama PWI dengan SIWO, Sportlink, LPDUK Kemenpora, KONI dan teman-teman profesional olah raga,” terang Atal S. Depari dalam sambutannya melalui aplikasi Zoom.

Dengan dibukanya media center ini, Atal berharap bisa berfungsi penuh menyebarkan informasi hasil pertandingan PON XX Papua secara cepat dan akurat. Tidak hanya di Jakarta, Media Center PON XX juga dipusatkan di tiga cluster masing masing di Jayapura, Kabupaten Mimika Papua dan Merauke.

“Teknologi digital memaksa informasi harus cepat, kalau lambat ketinggalan. Ini baru launching dalam beberapa hari ke depan media center akan terasa fungsinya,” ucap Atal.

Atal optimistis media center ini bisa memback-up informasi jalannya pertandingan PON di Papua.

“Saya mau nanya seperti apa persiapan menjelang pembukaan PON? Presiden sudah sampai di sana dan besok dibuka, saya berharap sekali PON ini menjadi tonggak sejarah baru di transformasi digital,” kata Atal, lebih lanjut.

Acara pembukaan dipandu CTO Didit tersebut digelar hibrid yang dihadiri langsung Humas KONI Pusat Ayu Dyah Pasha,
Wakabid Organisasi KONI Pusat Gugun Yudinar, Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Wakil Bendahara PWI Pusat Dar Edi Yoga,Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho serta sejumlah awak media.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Noman dan Plt Direktur BLU Lembaga Pengelolaan Dana Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora juga hadir secara virtual dari Papua.

Ayu Dyah Pasha bersyukur terwujudnya media center ini sehingga bisa membantu pemberitaan di PON XX Papua. “Utamanya bagi rekan-rekan media, wartawan wartawati yang tidak sempat berangkat ke Papua, sehingga masyarakat di seluruh Indonesia bisa terus mengikuti berita-berita. Bersyukur sekali dengan kerja sama ini,” lanjut Ayu Dyah yang juga dikenal sebagai penyiar radio dan pembawa acara.

Dibuka Setiap Hari

Ayu Dyah yakin sarana yang digagas KONI Pusat bekerja sama dengan Sportlink, PWI Pusat dan juga Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) ini akan efektif karena berada di tengah-tengah kota.

“Posisi di JCC mudah untuk dijangkau dan mulai hari ini akan dibuka sehingga para wartawan dari media mana pun bisa mengakses berita-berita terbaru, fresh dari Papua terkait dengan penyelenggaraan PON XX,” tutur Ayu Dyah.

Media Center ini dibuka dari pukul 8 pagi sampai 20.00 WIB setiap harinya hingga 15 Oktober 2021. Dyah Pasha mengakui kendala jaringan internet yang harus bisa diatasi ke depannya.

“Namanya juga teknologi kadang-kadang masih ada kendala jaringan dan hari ini baru digunakan sehingga diharapkan dengan uji coba tadi kita bisa tahu kendala-kendala apa yang ada untuk selanjutnya bisa diatasi,” jelasnya.

Apalagi PON XX ini satu-satunya acara akbar yang baru ada selama terjadi pandemi hampir dua tahun, menurut dia, Kemenkominfo pasti akan berusaha untuk menyiapkan fasilitas dengan sebaik-baiknya.

“Kita pasti akan berusaha ke arah sana,” ucap Ayu Dyah Pasya seraya menambahkan rencana peluncuran aplikasi Sportblock dalam waktu dekat.

“Nanti bisa didownload. Jadi semua berita terbaru dari pesta akbar PON XX Papua ini bisa ditilik melalui aplikasi Sportblock,” imbuhnya. ***/ks

Jelang PON XX: Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat di Papua

JAYAKARTA NEWS— Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Provinsi Papua akan segera digelar. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan perhelatan tersebut digelar dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat demi mencegah adanya lonjakan kasus Covid-19.

Mendukung hal tersebut, BNPB dan Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Subsatgas Prokes) PON XX Papua memberikan penguatan prokes dengan menurunkan gerakan mobil masker yang disebar di empat wilayah pusat pertandingan yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Operasi pembagian masker di Kota Jayapura akan dimulai hari ini, Sabtu (25/9). Total ada 12.000 masker yang akan dibagikan hari ini. Penguatan protokol kesehatan di Kota Jayapura tersebut didukung oleh 123 relawan prokes PON XX Papua dari berbagai lembaga. Sebelumnya para relawan sudah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas dengan dibekali pendalaman materi terkait protokol kesehatan dan sistem pelaporan aplikasi inaRISK.

Selain mobil masker, penguatan protokol kesehatan juga dilakukan melalui kampanye dan edukasi protokol kesehatan secara langsung kepada para atlet, pendamping atlet/official, dan masyarakat di sekitar venue pertandingan.

“Tujuannya adalah agar event besar seperti PON ini terselenggara dengan sukses dan aman dari Covid-19,” kata dr. Riswandi, Ketua Subsatgas Prokes Kota Jayapura, Sabtu (25/9).

Kegiatan Mobil Masker dan kampanye protokol kesehatan menyasar wilayah yang berpotensi menimbulkan kerumunan di antaranya di Lapangan Mandala, Gelanggang Olahraga (GOR) Cendrawasih, Lapangan Universitas Cenderawasih, Jembatan Youtefa, GOR Politeknik Penerbangan, dan GOR Waringin.

Selain gerakan mobil masker, akan ada 6 gerai masker yang ditempatkan di pusat-pusat kegiatan selama PON XX berlangsung. Sebanyak 1.000 masker akan di sebar di gerai-gerai tersebut setiap harinya.***ebn