Turnamen Bulutangkis Malaysia Open: Dua Ganda Campuran ke Babak 16 Besar

JAYAKARTA NEWS— Dua ganda campuran Indonesia sukses merebut tiket babak 16 besar Turnamen Bulutangkis Malaysia Open 2022. Hasil ini mereka peroleh usai memenangi laga babak 32 besar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Ma;aysia, Selasa (28/6/2022).

Kemenangan dibuka Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati yang mengalahkan pasangan Hong Kong, Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dengan tiga gim, 23-21, 8-21, 21-18.

“Kami bermain belum enak hari ini. Masih penyesuaian dengan lapangan dan arah angin. Di gim pertama kami bisa menang tapi di gim kedua kami malah ragu-ragu mainnya padahal menang angin kondisinya cuma karena anginnya kencang, kami jadi takut bolanya keluar terus,” ucap Rehan kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.

“Di gim ketiga Lisa bilang sama saya untuk bermain lepas. Pelatih juga bilang sekarang fokus dulu cari poin di lapangan yang kalah angin, saat pindah di interval jangan dipikirin dulu. Kami juga masih bermain terlalu terburu-buru padahal lawan sebenarnya sedang tidak enak mainnya, banyak mati sendiri juga,” sambungnya.

Belum tampil tenang membuat Rehan/Lisa terus mengingatkan satu sama lain. Hal inilah yang membuat mereka akhirnya keluar sebagai pemenang.

“Kami komunikasi terus, saya bilang Rehan untuk jangan terlalu nafsu karena kita mainnya terburu-buru. Saya juga bilang untuk sabar dan jangan terlalu menyesali kalau hilang poin, fokus lagi, cari poin lagi,” terang Lisa.

Kemenangan pasangan nomor 46 dunia itu menginspirasi sang kompatriot Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Rinov/Pitha secara heroik menang atas pasangan tuan rumah Chan Peng Soon/Cheah Yee See lewat permainan rubber game 9-21, 21-12, 22-20.

“Tadi di gim pertama kita menang angin dan sebenarnya sudah diantisipasi tapi ternyata kondisinya berbeda jauh dengan saat latihan jadi agak kaget. Di gim kedua kita bisa mulai bisa adpatasi dan bermain dengan leluasa, lebih enak,” kata Rinov.

“Di gim ketiga khususnya di poin-poin kritis, kunci kemenangan kita adalah tetap konsisten dengan pola permainan yang kita mau dan yang terpenting percaya sama partner jadi tidak takut untuk melakukan apapun. Komunikasinya terus dijaga,” sambung Pitha.

Tekanan kepada Rinov/Pitha dari publik Negeri Jiran yang hadir di Axiata Arena sungguh terasa di laga ini. Tapi dukungan untuk Chan/Cheah itu tidak mampu menggoyahkan fokus pasangan peringkat 19 dunia itu.

“Tidak terlalu terpengaruh ya (tekanan penonton). Selama kita masih bisa fokus pasti tidak merasa terganggu. Normal saja,” ujar Rinov.

Di babak 16 besar hari Kamis (30/6) lusa, Rehan/Lisa akan ditantang peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping asal China. Sementara Rinov/Pitha bersua wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. (azh)

Perjuangan Heroik The Prayer Terhenti, Yere Cedera

JAYAKARTA NEWS— Perjuangan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di turnamen bulutangkis East Ventures Indonesia Open 2022 berakhir tragis.

Berlaga pada babak perempatfinal di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (17/6) malam, pasangan berjuluk The Prayer itu takluk dengan skor 21-14, 12-21, 20-22 dari wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Pada laga ini sejatinya juara BAC 2022 itu tampil apik di gim pertama dengan unggul atas peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Sayang di gim kedua, ganda putra rangking 16 dunia itu tertinggal sehingga Aaron/Soh memaksakan rubber game.

Pada awal di gim penentuan, Pramudya/Yeremia sejatinya di atas angin hingga penghujung laga. Sayang kejadian tidak terduga terjadi seusai Yeremia mengalami cedera di bagian lututnya pada penghujung pertandingan.

Selepas pertandingan, Pramudya mengaku sudah bermain maksimal meski hasilnya kurang memuaskan.

Dari awal, sebenarnya pasangan juara Spain Masters 2021 itu bertekad menampilkan permainan terbaik di hadapan publik Istora Senayan.

“Kami sudah bermain cukup baik di laga ini dari awal hingga akhir. Dari gim pertama permainan kami sudah enak, sayang pada gim berikutnya kami banyak melakukan kesalahan,” kata Pramudya.

“Permainan kami kembali di gim ketiga hingga akhir babak. Namun, saya tidak bisa berkata-kata menggambarkan hal tersebut saat Yere cedera. Secara keseluruhan kami bermain baik jika tidak ada kejadian tersebut,” ungkap Pramudya.

Hingga akhir pertandingan, Pramudya terus memberikan semangat kepada Yeremia yang tetap memaksakan bermain, kendati tidak dalam kondisi terbaiknya.

Dengan lutut yang cedera dan memendam rasa sakit yang luar biasa, Yeremia terus berdiri menghadapi wakil Negeri Jiran itu dengan memberikan perlawanan maksimal. Yeremia tidak mau menyerah begitu saja. Sambil terpincang-pincang dan menahan sakit, dia tetap melanjutkan perjuangan heroiknya.

“Saya tanya dia hanya merasa kesakitan, sepertinya lututnya sedikit bergeser. Saya terus memberikan semangat karena dia mau lanjut terus meski kondisinya tidak bisa bergerak,” tambah Pramudya, pemain kelahiran 13 Desember 2000 itu.

Menurut dokter PP PBSI, dr. Grace Joselini Corlesa, MMRS., Sp.KO, Yeremia mengalami cedera lutut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Yeremia akan dilakukan pemeriksaan

magnetic resonance imaging (MRI) di rumah sakit Pondok Indah, Bintaro.

Dengan kemenangan atas Pramudya/Yeremia ini, Aaron/Soh akan menantang pemenang laga antara Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) dan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) pada babak berikutnya.

Sejauh ini, dua wakil Indonesia dari empat wakil yang berlaga di babak perempatfinal sudah gugur.

Sebelumnya, di ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus mengakui keunggulan ganda putri Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan. Peraih medali emas SEA Games 2021 gagal ke babak semifinal seusai kalah dari pasangan rangking dua dunia itu dengan skor 14-21, 19-21.***/din

Kejuaraan Asia: Chico Bikin Kejutan Jungkal Unggulan Pertama

JAYAKARTA NEWS— Kejutan terjadi di babak 32 besar Kejuaraan Asia 2022. Pebulutangkis tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo tidak disangka mampu menyingkirkan unggulan pertama asal Jepang, Kento Momota.

Berlaga di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Rabu (27/4), Chico menang rubber game 17-21, 21-17, 21-7 dalam tempo 62 menit. Bermain menyerang tapi sabar menjadi strategi yang pas bagi Chico untuk memenangkan pertandingan.

“Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan,” ujar Chico kepada Tim Humas dan Media PP PBSI saat diwawancara selepas laga.

“Di gim pertama sebenarnya saya sudah enak mainnya hanya terburu-buru di poin jelang akhir. Di gim kedua dan ketiga saya menerapkan strategi yang sama tapi hanya lebih sabar saja,” lanjut Chico.

Walau senang sudah bisa mengalahkan salah satu pebulutangkis terbaik di dunia, Chico belum merasa puas. Dia mengaku ingin melangkah jauh di turnamen ini.

“Saya senang bisa menang atas Momota dan bisa mengeluarkan seluruh kemampuan saya hari ini. Tapi saya belum puas, saya mau melangkah jauh di sini,” ungkap Chico.

Di babak 16 besar, Chico sudah ditunggu wakil Hong Kong China, Lee Cheuk Yiu. Chico memimpin rekor pertemuan 1-0 ketika menang 21-14, 18-21, 21-18 pada Kejuaraan Beregu Asia 2022 di Selangor, Februari lalu.

Selain Chico, Komang Ayu Cahya Dewi juga membuat kejutan. Wakil tunggal putri Indonesia itu berhasil mengalahkan Han Yue dari China.

Han Yue yang merupakan pebulutangkis peringkat 24 dunia harus menyerah dua gim langsung 14-21, 12-21 kepada Komang (peringkat 317).

“Senang banget bisa mengalahkan pemain yang peringkatnya jauh di atas saya,” tutur Komang.

“Tidak ada strategi khusus, saya hanya coba memainkan pola permainan saya dan mengontrol keadaan angin. Beruntung saya sudah main kemarin jadi sedikit banyak sudah tahu kondisi lapangan,” pungkas Komang.***/din

Ratusan Atlet Siap Bertarung di Seleknas

JAYAKARTA NEWS— Ratusan atlet dari berbagai provinsi siap bertarung di Seleksi Nasional PBSI 2022 demi satu tiket bergabung di Pelatnas. Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 akan bergulir pada 10-15 Januari mendatang di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Turnamen dan Perwasitan Mimi Irawan di Pelatnas Cipayung, Rabu (5/1) siang.

“Setelah pendaftaran ditutup kemarin malam, kami masih merekap jumlah atlet yang mendaftar untuk Seleknas. Kami juga berkoordinasi dengan Kabid Sistem Informasi dan Keabsahan untuk mengecek data atlet agar sesuai dengan persyaratan yang PBSI keluarkan,” ucap Mimi sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

“Tapi dapat kami sampaikan bahwa 90% dari 34 pengprov PBSI mengirim wakilnya ke ajang ini. Tentunya saya senang dengan antusiasme mereka dan juga menjadi kesempatan para atletnya untuk bergabung dengan pelatnas,” lanjutnya.

Mimi juga menegaskan bahwa sistem Seleknas yang akan berlangsung ini sudah dibuat dengan sangat fair play dan sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku.

“Walau dengan banyak peserta, kami tetap memberlakukan sistem round robin terlebih dahulu. Tidak langsung sistem gugur. Ini agar semua bisa bersaing, tidak terpatok satu pertandingan saja. Untuk peringkat kami gunakan poin pada bulan Maret 2020,” jelas Mimi.

“Besok (6/1) kami akan langsungkan pengundian pembagian grup dan baru akan diketahui jumlah peserta yang tepat. Lebih adil juga karena Seleknas tidak dibagi berdasarkan divisi,” kata Mimi lagi.

Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya, bahwa Seleknas PBSI 2022 tidak ada pembagian divisi 1 dan 2. Semua akan bertarung di kompetisi yang sama. Untuk kelompok umur, Seleknas akan mempertandingkan dua kategori, Taruna (kelahiran 2004 dan seterusnya) dan Dewasa (kelahiran 2002 dan 2003).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky menyambut positif banyaknya atlet yang mendaftar. Ia yakin bahwa akan mendapat bibit-bibit atlet yang bagus dari Seleknas ini. “Saya yakin dari hasil Seleknas ini, kita bisa dapat atlet-atlet terbaik untuk masa depan bulutangkis Indonesia,” ujar Rionny. ***/azn

Azki, Siswa SD Pasireurih 1 Mendulang Prestasi

Kiri: Azki bersama Ida Farida Natalia, mamanya. Kanan: Azki bersama Kepala Sekolah Pasireurih 1, Kusnadi. Foto: Andang S

PRESTASI seperti melekat dengan Sekolah Dasar (SD) Negeri Pasireurih 1, Desa Pasireurih, Cipeucang, Pandeglang. Dari tahun ke tahun, dari masa ke masa, sekolah ini banyak melahirkan siswa berprestasi di berbagai ajang perlombaan. Untung tingkat kecamatan, nyaris langganan juara.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, saat salah satu siswanya, Azki (10), meraih juara pertama Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Cipeucang untuk cabang bulutangkis. Siswa kelas 5 SDN Pasireurih 1 itu mengalahkan rival-rivalnya dari sekolah lain, melalui perjuangan yang ketat.

Ditemui Jayakartanews di kediamannya, Sabtu (14/4), Azki mengaku awalnya tidak pernah menyangka bakal juara. Alasannya, selain porsi latihan yang ia rasa masih kurang, juga karena tingkat persaingan yang ketat di kelompok usianya. Rasa pesimisme itu ia tutup dengan bermain ngotot pantang menyerah. Ibarat, ke mana bola terarah, ia akan berjibaku menyabetnya.

“Yang paling seru saat di final melawan siswa dari SD Palanyar 1. Set terakhir sempat deuce di angka 20-20, namun akhirnya saya bisa menutup set penentuan itu. Kemenangan ini tidak luput dari peran pembimbing dan para guru SD Pasireurih 1,” ujar Azky

Sementara, Kepala Sekolah Dasar Pasireurih 1 Kecamatan Cipeucang, Kusnadi saat dihubungi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya, juara di O2SN tingkat Kecamatan tahun 2018 ini. “Ini prestasi Azki. Berkat prestasinya, nama sekolah pun terangkat. Saya selaku Kepala Sekolah mengucapkan banyak terima kasih kepada Azki dan semua pihak yang telah membantu serta men-support sehingga satu cabang olahraga di 02SN SD Pasireurih meraih gelar juara,” ujar Kusnadi

Hal senada dikatakan Ida Farida Natalia sebagai orang tua Azki. Ia merasa senang melihat anaknya meraih prestasi. Atas prestasi Azki, Ida berkeinginan untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan lebih tinggi lagi. “Saya percaya, talenta Azki adalah anugerah Tuhan, maka sebagai orangtua saya tidak boleh mengabaikannya,” ujar Ida pula.

Langkah pertama orangtua adalah mengirimkan Azki ke PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Kabupaten Pandeglang, agar mendapat pembinaan dan pengarahan lebih baik. “Semoga, Azki bisa menjadi pebulutangkis nasional yang mengharumkan Indonesia dan Pandeglang, khususnya. Itu harapan saya,” harap Ida. ***

PBSI Bidik Satu Gelar di All England 2018

All  England Open 2018 BWF World Tour Super 1000 akan menjadi target besar pertama yang dibidik PBSI. Kejuaraan tertua ini memang memiliki gengsi tersendiri di mata para pebulutangkis sejak dahulu kala. All England 2018 akan dilangsungkan di Arena Birmingham, Birmingham, pada 14-18 Maret 2018.

Tahun lalu, Indonesia mengukir prestasi manis lewat satu gelar yang diraih pasangan fenomenal Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Kini Marcus/Kevin yang duduk di peringkat satu dunia, kembali menjadi andalan untuk meraih gelar.

“Bisa dilihat sendiri, bahwa ke All England ini persiapannya serius, ini salah satu milestone PBSI. All England merupakan event penting, di turnamen ini akan diterapkan beberapa regulasi baru dari BWF seperti aturan tinggi servis dan tidak adanya babak kualifikasi,” kata Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI yang akan menjadi Manajer Tim Indonesia di All England 2018.

“All England jadi salah satu target kami, semoga kami bisa memenuhi target satu gelar dari turnamen ini. Tetapi semua atlet pasti maunya lebih, tiap sektor punya target masing-masing. Saat ini ganda putra memang paling stabil, tetapi masih ada sektor ganda campuran, ganda putri dan tunggal putra,” kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

Ada beberapa hal menarik yang ditunggu-tunggu di All England 2018. Yang pertama adalah penerapan aturan tinggi maksimal servis yaitu 115 cm dari permukaan lapangan. Aturan ini untuk pertama kalinya akan diuji coba di All England 2018.

Selain itu, pasangan Juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto seolah kembali bernostalgia setelah di All England 2018 mereka kembali reuni dan dipasangkan bersama. Sejak tahun 2018, Praveen/Debby resmi berpisah. Debby dipasangkan dengan Ricky Karanda Suwardi, sedangkan Praveen bersama Melati Daeva Oktavianti.

Namun karena alasan rangking yang belum mencukupi, kedua kombinasi pasangan baru ini belum dapat beraksi di All England 2018. Oleh karena itu, kesempatan ini dimanfaatkan Praveen/Debby untuk mencoba lagi. Diharapkan Susy, tampilnya Praveen/Debby dapat beriringan dengan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang juga pernah mencetak prestasi gemilang dengan meraih gelar hat-trick di All England 2012, 2013 dan 2014.

“Praveen/Debby akan berpasangan lagi di All England 2018, mereka kan pernah juara di sini. Kami berharap dapat format ganda campuran terbaik, supaya bisa bahu membahu dengan Tontowi/Liliyana,” ujar Susy.

“German Open dan All England menjadi turnamen yang kami pantau, kami mau melihat bagaimana hasil yang diraih para pemain, sebagai bahan pertimbangan pemilihan tim inti Piala Thomas dan Uber. Akan dilihat apakah dia mampu? Lihat dari prestasinya. Pokoknya untuk Piala Thomas dan Uber serta Asian Games, yang terbaik yang akan masuk tim inti,” tutur Susy.

Sebagian pemain akan mengikuti German Open 2018 BWF World Tour Super 300 pada 6-11 Maret 2018. Tim akan berangkat pada Sabtu, 3 Maret 2018. Sedangkan mereka yang hanya berlaga di All England 2018, akan berangkat pada Minggu, 11 Maret 2018.

Daftar pemain yang akan bertanding di All England 2018 

Tunggal Putra

Anthony Sinisuka Ginting (INA) vs Tommy Sugiarto (INA)

Jonatan Christie (INA) vs Wong Wing Ki Vincent (HKG)

Tunggal Putri

Fitriani (INA) vs Soniia Cheah (MAS)

Ganda Putra

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (1/INA) vs Angga Pratama/Rian Agung Saputro (INA)

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (INA) vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (MAS)

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (INA) vs Jacco Arends/Ruben Jille (NED)

Ganda Putri

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (6/INA) vs Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (BUL)

Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani (INA) vs Chloe Birch/Jessica Pugh (ENG)

Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (INA) vs Chang Ye Na/Kim Hye Rin (KOR)

Ganda Campuran

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (1/INA) vs Evgenij Fremin/Evgenia Dimova (RUS)

Praveen Jordan/Debby Susanto (4/INA) vs Lee Yang/Hsu Ya Ching (TPE)

Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja (INA) vs Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (MAS)

 

Wiranto Minta Pebulutangkis Junior Ikuti Jejak Marcus/Kevin

Ketua Umum PBSI Wiranto bersama dengan Ganda Indonesia, Marcus/Kevin.

 

PRESTASI yang ditoreh ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, sangat membanggakan. Terlebih prestasinya membuat harum nama bangsa dan negara di tingkat internasional.

Untuk itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Wiranto, berharap para atlet bulu tangkis muda bisa mengikuti jejak ganda putra Indonesia, Marcus/Kevin.

Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tiba di Jakarta, Senin (18/12) malam, setelah meraih gelar juara BWF Superseries Finals 2017 di Dubai. Luar biasanya, kemenangan di Dubai menjadi torehan ketujuh yang berhasil diraih oleh Marcus/Kevin sepanjang musim 2017.

Tercatat, mereka berhasil menjadi juara pada All England Open, India Open, Malaysia Open, Japan Open, China Open, Hong Kong Open, dan BWF Superseries Finals 2017. “Bisa menang tujuh kali sepanjang turnamen adalah pencapaian yang luar biasa. Apalagi, di Superseries di Dubai, Marcus dan Kevin melalui turnamen yang ketat,” ujar Wiranto.

Wiranto pun berharap Marcus/Kevin bukan kontingen terakhir yang bisa membawa harum nama Indonesia di arena lapangan bulu tangkis. “Semoga prestasi bulu tangkis kita tidak berhenti sampai di dua pemain ini saja dan pemain lain bisa segera menyusul,” kata Wiranto.