Akhirnya Kerinduan Badminton Lovers Tanah Air Terobati

JAYAKARTA NEWS— Turnamen bulutangkis East Ventures Indonesia Open 2022 resmi berakhir pada Minggu (19/6) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Dalam penyelenggaraan, turnamen BWF level super 1000 itu menghadirkan banyak kejutan yang memanjakan penggemar bulutangkis Tanah Air maupun mancanegara.

Beberapa pebulutangkis kelas dunia dari Jepang, Korea Selatan, China, Chinese Taipei, dan Denmark akhirnya memastikan diri tampil di partai pamungkas turnamen bulutangkis paling akbar di Indonesia itu.

Di luar belum berhasilnya pemain tuan rumah melaju ke partai puncak kejuaraan berhadiah total 1,2 juta dolar AS ini, penyelenggaraan berjalan lancar. Kerinduan badminton lovers akan tontonan bulutangkis kelas dunia, terobati.

Selepas dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, turnamen terakbar di Tanah Air itu bisa terlaksana dengan lancar bahkan dengan kehadiran penonton yang datang langsung ke Istora. Saban hari, arena selalu penuh.

Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna memberikan apresiasi terhadap suksesnya penyelenggaraan turnamen East Ventures Indonesia Open 2022 yang berlangsung dengan lancar dan meriah sejak 14 Juni silam.

“Turnamen bulutangkis East Ventures Indonesia Open 2022 menjadi keseruan dan kebanggan tersendiri untuk menghadirkan kembali event internasional kelas dunia di Indonesia,” tutur Agung.

“Sejak kami hadir di PBSI beberapa kemajuan telah kami dorong, tidak hanya olahraga untuk prestasi juga menjadikan olahraga sebagai suatu industri seperti yang Anda bisa saksikan,,” kata Agung dalam sambutannya di Istora, Minggu (19/6) siang.

“Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor seperti East Ventures, HSBC, Yonex, Kapal Api, Agung Sedayu Group, PIK 2, MNC Media, Makciak, Noll Coffee, Scarlett, Ismaya Live dan Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya yang telah mendukung kelancaran acara ini hingga sebaik dan seheboh ini,” ungkap Agung.

Dituturkan Agung, ke depannya organisasi tepok bulu tertinggi di Indonesia itu membuka kesempatan kepada seluruh pihak yang ingin bekerja sama memajukan olahraga bulutangkis di Tanah Air.

Selain itu, disampaikan pula beberapa turnamen baik level international maupun dalam negeri siap digelar nantinya dalam satu tahun periode ke depan.

“Kami menyampaikan tahun depan kami berkesempatan menggelar turnamen Indonesia Masters 500 dan Indonesia Open 1000 lagi. Kami berharap dan berdoa agar tahun tahun yang akan datang pandemi bisa melandai dan para penonton bisa ekspresikan kehebohan tanpa mengenakan masker lagi,” ujar Agung.

“Untuk itu kami terbuka kepada seluruh sponsor yang ingin bekerja sama memajukan bulutangkis Indonesia karena beberapa turnamen internasional dan nasional akan kembali digelar tentu dengan keseruan yang tidak kalah hebohnya dari tahun ini,” tambah Agung.

Untuk memeriahkan acara menjelang partai final, panitia penyelenggara menghadirkan hiburan untuk memberikan kesan tersendiri untuk badminton lovers yang setia menyaksikan pemain idolanya berlaga. Digelar sejak pukul 10.00 pagi, acara berlangsung meriah dengan menghadirkan band ibu kota yakni Dewa 19 yang benar-benar menghibur penonton.

Tampil dengan personel barunya yakni Marcello Tahitoe atau yang akrab disapa Ello itu, band yang dihuni oleh Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, dan Yuke Sampurna itu menghibur penonton di Istora Senayan sebelum acara pamungkas digelar.

Beberapa tembang andalan band asal Surabaya itu dinyanyikan Ello dengan apik seperti Dewi, Pupus, Separuh Nafas hingga Arjuna membuat penonton Istora Senayan ikut bernyanyi bersama mengikuti alunan musik khas yang dimainkan Ahmad Dhani.

Final turnamen East Ventures Indonesia Open 2022 digelar Minggu (19/6) siang ini dengan dibuka pertandingan sektor ganda campuran. Wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino akan menghadapi juara Indonesia Masters 2022, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China).

Dilanjut pada partai berikutnya mempertemukan tunggal putri China, Wang Zhi Yi menghadapi ratu bulutangkis Chinese Taipei, Tai Tzu Ying.

Setelah tunggal putri, partai tidak kalah menariknya tersaji di ganda putri antara sesama wakil Jepang yakni juara All England 2022 Nami Matsuyama/Chiharu Shida menghadapi unggulan keempat asal Negeri Matahari Terbit, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Partai keempat tidak kalah seru kala menyajikan pertandingan antara pemain rangking satu dunia tunggal putra, Viktor Axelsen (Denmark) dan pebulutangkis China Zhao Jun Peng. Adapun untuk pertandingan pamungkas di ganda putra, menghadirkan wakil Korea Selatan Choi Sol Gyu/Kim Won Ho melawan Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (China).***/ebn

Zheng/Huang Raih Gelar Kedua di Istora

JAYAKARTA NEWS— Ganda campuran Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong menjadi juara turnamen bulutangkis East Ventures Indonesia Open 2022 seusai mengalahkan wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Ini menjadi gelar kedua mereka selama di Jakarta.

Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/6) siang, Zheng/Huang menang dua gim langsung atas peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu dengan skor 21-14, 21-16.

Pada pertandingan ini, unggulan kedua turnamen BWF level super 1000 itu bermain apik di gim pertama. Juara Indonesia Masters 2022 itu terlihat menguasai jalannya pertandingan dan tidak memberikan kesempatan Yuta/Arisa mengembangkan permainannya.

Selepas unggul gim pertama, permainan Zheng/Huang sejatinya di gim kedua tidak begitu menguntungkan seusai kalah angin. Beruntung dengan mental bertanding sangat baik, wakil Negeri Tirai Bambu itu menutup pertandingan dengan kemenangan hanya dalam waktu 41 menit.

Seusai laga juara Thailand Open 2022 itu mengaku senang dengan kemenangan dua kali beruntun di Jakarta. Selepas juara, pasangan rangking dua dunia itu ingin menikmati gelar juara yang telah mereka raih.

“Rasanya sangat senang bisa menjadi juara dua kali di Jakarta. Selepas juara ini, saya mau recovery dahulu seusai menjalani pertandingan ketat di Indonesia. Setelah itu saya baru mau fokus untuk mengikuti pertandingan berikutnya,” ungkap Zheng.

Senada dengan Zheng, Huang memaknai juara beruntun ini sebagai pemantik semangat menghadapi beberapa turnamen padat lainnya yang akan berlangsung dua minggu ke depan di Malaysia dan Singapura.

“Buat saya gelar juara di sini sangat penting untuk kami. Kami memberikan pembuktian bahwa kami satu yang terbaik di sektor ganda campuran,” ujar Huang.

“Kepercayaan diri kami meningkat setelah menjadi juara dua kali di Jakarta,” tambah wanita kelahiran 28 Februari 1994 itu.

Dari kubu lawan, Arisa/Yuta mengaku kewalahan menghadapi wakil Negeri Tirai Bambu itu. Wakil Negeri Matahari Terbit itu telah berjuang semaksimal mungkin mengimbangi Zheng/Huan meski akhirnya harus mengakui permainan mereka dalam straight game.

“Keduanya punya kecepatan yang luar biasa. Kami kurang bisa mengantisipasi mereka,” ujar Arisa.

“Kami menolak bermain lambat karena kelelahan, memang lawan hari ini bermain sangat luar biasa  terutama di kecepatan dan kelincahan mereka bermain di atas lapangan,” timpal Yuta.

Selepas bertanding di turnamen ini, juara All England 2022 itu akan fokus recovery menghadapi pertandingan berikutnya yang akan berlangsung di Malaysia dan Singapura.

“Jeda waktu istirahat akan kami gunakan untuk menghadapi turnamen berikutnya. Hasil ini menjadi motivasi kami untuk memberikan pertandingan yang lebih baik lagi,” tambah Yuta.

Dengan kemenangan ini, wakil Negeri Tirai Bambu itu telah meraih kemenangan 10 kali melawan pasangan rangking tiga dunia itu. Pada pertemuan terakhir di babak semifinal Thailand Open 2020, Zheng/Huang juga menang atas Yuta/Arisa dengan skor 18-21, 21-8, 23-21.

Axelsen Boyong Dua Gelar Juara dari Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Viktor Axelsen sukses membawa pulang sepasang gelar dari Jakarta seusai meraih trofi juara turnamen bulutangkis East Ventures Indonesia Open 2022.

Pebulutangkis Denmark itu tanpa celah saat tampil di partai pemungkas turnamen BWF level super 1000 dengan mengalahkan wakil China, Zhao Jun Peng.

Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/6), pemain rangking satu dunia menang cukup telak dengan skor 21-9, 21-10 atas Zhao dalam waktu 38 menit.

Selepas laga pemain kelahiran 4 Januari 1994 itu mengaku senang bisa meraih gelar di hadapan publik Istora Senayan.

Menurut peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu, dirinya memang termotivasi untuk menang di tempat legendaris.

“Pertama-tama, kemenangan ini sangat berarti bagi saya, terlebih lagi bermain di venue legendaris Istora Senayan. Ini merupakan mimpi saya, memenangi turnamen di sini,” ungkap Axelsen.

Pada laga ini, Axelsen mengaku berusaha menampilkan permainan terbaik di tengah kondisi fisiknya yang banyak terkuras seusai bermain lawan Lee Zii Jia (Malaysia) di babak semifinal.

“Pada laga ini, saya mengandalkan pengalaman dan berusaha mengontrol lawan sebisa mungkin. Dengan strategi bermain cepat, saya bisa mengatasi permainan lawan,” tambah pemain jangkung ini.

Dengan hasil ini, Axelsen meraih sepasang gelar di Jakarta. Pekan sebelumnya, dia juga berjaya di Indonesia Masters 2022. Pada babak pemungkas turnamen BWF level 500 itu, dia sukses mengalahkan wakil Chinese Taipei, Chou Tien Chen dengan skor 21-10, 21-12.***/ebn

Lagi Lagi Tai Tzu Ying Juara Indonesia Open

JAYAKARTA NEWS— Tai Tzu Ying meruntuhkan dominasi wakil China di turnamen bulutangkis East Ventures Indonesia Open 2022. Pemain asal Chinese Taipei ini kembali tampil sebagai penguasa dengan menjadi juara setelah 2016 dan 2018.

Peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 itu menjadi yang terbaik seusai meraih kemenangan atas wakil China, Wang Zhi Yi.

Berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (19/6) sore, pemain berakronim TTZ itu menang dengan skor 21-23, 21-6, 21-15 dalam durasi 60 menit.

Pada pertandingan ini, pemain kelahiran 20 Juni 1994 itu mengaku termotivasi bermain ciamik di hadapan publik Istora. Setelah tertinggal di gim pertama, pemain rangking dua dunia itu bisa bangkit untuk meraih kemenangan atas wakil Negeri Tirai Bambu yang juga sang juara Badminton Asia Championships 2022 itu.

“Laga ini sangat sulit, setelah menghadapi wakil China di partai semifinal, saya kembali berjumpa pemain China lainnya di partai pemungkas,” ujar Tzu Ying yang sebelumnya di semifinal mengalahkan Chen Yu Fei.

“Tidak mudah mengalahkan Wang di laga ini. Beruntung, meskipun dalam kondisi sulit, saya begitu termotivasi untuk meraih gelar karena sepanjang pertandingan penonton terus mendukung saya bermain,” ungkap Tzu Ying.

Dengan kemenangan ini, pemain bertinggi badan 163 cm itu menjadi juara untuk kali ketiga di ajang Indonesia Open. Sebelumnya Tzu Ying sudah berjaya di Jakarta pada edisi 2016 dan 2018.

Dari kubu lawan, Wang Zhi Yi mengaku kewalahan mengalahkan mantan ratu bulutangkis dunia itu.

Pada pertemuan pertama dengan Tzu Ying ini, pemain rangking 14 dunia itu mengaku dirinya harus banyak belajar. Mulai dari segi teknik, fisik hingga mental.

“Dalam laga pertama melawan Tai Tzu Ying, saya banyak belajar dari dia. Pada laga ini saya punya harapan bisa menjadi juara. Sayang belum bisa tercapai dan saya masih harus memperbaiki beberapa kekurangan,” pungkas pemain kelahiran 29 Maret 2000 itu.

Selepas menjadi runner up pada turnamen BWF level super 1000 itu, Wang akan memperbaiki kekurangan yang dimilikinya. Wajar Wang menjadi salah satu di antara pemain harapan China ke depannya di sektor tunggal putri.

“Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dalam turnamen BWF level super 1000 saya. Kepercayaan diri saya meningkat dan saya jadi bisa mengatur tempo permainan saat saya ada di lapangan,” ungkap semifinalis BAC 2022 itu.***/ebn

Perjuangan Heroik The Prayer Terhenti, Yere Cedera

JAYAKARTA NEWS— Perjuangan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di turnamen bulutangkis East Ventures Indonesia Open 2022 berakhir tragis.

Berlaga pada babak perempatfinal di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (17/6) malam, pasangan berjuluk The Prayer itu takluk dengan skor 21-14, 12-21, 20-22 dari wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Pada laga ini sejatinya juara BAC 2022 itu tampil apik di gim pertama dengan unggul atas peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Sayang di gim kedua, ganda putra rangking 16 dunia itu tertinggal sehingga Aaron/Soh memaksakan rubber game.

Pada awal di gim penentuan, Pramudya/Yeremia sejatinya di atas angin hingga penghujung laga. Sayang kejadian tidak terduga terjadi seusai Yeremia mengalami cedera di bagian lututnya pada penghujung pertandingan.

Selepas pertandingan, Pramudya mengaku sudah bermain maksimal meski hasilnya kurang memuaskan.

Dari awal, sebenarnya pasangan juara Spain Masters 2021 itu bertekad menampilkan permainan terbaik di hadapan publik Istora Senayan.

“Kami sudah bermain cukup baik di laga ini dari awal hingga akhir. Dari gim pertama permainan kami sudah enak, sayang pada gim berikutnya kami banyak melakukan kesalahan,” kata Pramudya.

“Permainan kami kembali di gim ketiga hingga akhir babak. Namun, saya tidak bisa berkata-kata menggambarkan hal tersebut saat Yere cedera. Secara keseluruhan kami bermain baik jika tidak ada kejadian tersebut,” ungkap Pramudya.

Hingga akhir pertandingan, Pramudya terus memberikan semangat kepada Yeremia yang tetap memaksakan bermain, kendati tidak dalam kondisi terbaiknya.

Dengan lutut yang cedera dan memendam rasa sakit yang luar biasa, Yeremia terus berdiri menghadapi wakil Negeri Jiran itu dengan memberikan perlawanan maksimal. Yeremia tidak mau menyerah begitu saja. Sambil terpincang-pincang dan menahan sakit, dia tetap melanjutkan perjuangan heroiknya.

“Saya tanya dia hanya merasa kesakitan, sepertinya lututnya sedikit bergeser. Saya terus memberikan semangat karena dia mau lanjut terus meski kondisinya tidak bisa bergerak,” tambah Pramudya, pemain kelahiran 13 Desember 2000 itu.

Menurut dokter PP PBSI, dr. Grace Joselini Corlesa, MMRS., Sp.KO, Yeremia mengalami cedera lutut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Yeremia akan dilakukan pemeriksaan

magnetic resonance imaging (MRI) di rumah sakit Pondok Indah, Bintaro.

Dengan kemenangan atas Pramudya/Yeremia ini, Aaron/Soh akan menantang pemenang laga antara Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) dan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) pada babak berikutnya.

Sejauh ini, dua wakil Indonesia dari empat wakil yang berlaga di babak perempatfinal sudah gugur.

Sebelumnya, di ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus mengakui keunggulan ganda putri Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan. Peraih medali emas SEA Games 2021 gagal ke babak semifinal seusai kalah dari pasangan rangking dua dunia itu dengan skor 14-21, 19-21.***/din

Tragis! Tiga Pasang Ganda Indonesia Dibabat So Hee/Seung Chan

JAYAKARTA NEWS— Ganda Korea Selatan Lee So Hee/Shin Seung Chan luar biasa. Yang menyakitkan, keganasan mereka memakan korban ganda putri Indonesia. Korbannya pasangan Febby/Ribka, Ana/Tiwi dan Jumat (17/6/2022) sore tadi, pasangan Apriyani/Fadia digulungLee So Hee/Shin Seung Chan yang melaju ke semifinal Indonesia Open 2022.

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, peraih medali emas SEA Games Vietnam, harus mengakui keunggulan ganda putri Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan di babak perempatfinal dengan skor 14-21, 19-21.

Pada laga ini, peraih medali emas SEA Games 2021 itu sejatinya punya peluang memaksakan rubber game di gim kedua. Sayang usaha ganda putri rangking 210 dunia itu sirna seusai wakil Negeri Ginseng itu bermain begitu konsisten dan sabar mengejar ketertinggalan untuk memenangkan pertandingan.

Selepas laga, Apri dan Fadia mengaku banyak belajar dari kekalahan menyakitkan ini. Maklum saat sudah unggul, pasangan yang memulai debut di SEA Games itu tidak bisa mempertahankan keunggulan dan akhirnya kalah.

“Kami akan selalu belajar dengan pola permainan seperti tadi. Sebelum Indonesia Masters dan Indonesia Open kami sudah bersiap dan kami terus belajar dari kekalahan ini,” ungkap Apriyani.

“Permainan kami sejatinya tidak berubah hanya kurang konsisten saat poin-poin penting,” timpal Fadia.

Kemenangan Lee So Hee/Shin Seung Chan atas Apriyani/Fadia membuat keduanya sukses mengandaskan sejumlah pasangan Indonesia di turnamen BWF level super 1000.

Sepanjang turnamen Indonesia Open 2022, runner up Kejuaraan Dunia 2021 itu sebelumnya sukses mengalahkan dua wakil Indonesia. Yakni, Febby Valencia Dwijayanti Gani/Ribka Sugiarto dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi.

Pada babak pertama, unggulan kedua itu menggulung Febby/Ribka dua gim langsung dengan skor 21-16, 22-20.

Setelah itu, Lee/Shin tak tertahan langkahnya meski dihadang Ana/Tiwi dengan menang dua gim langsung dengan skor 25-23, 21-11.

Kemenangan Lee/Shin atas Apriyani/Fadia membuat keduanya sukses revans setelah sebelumnya kalah di babak perempatfinal Indonesia Masters lewat permainan rubber game 21-15, 16-21, 16-21.

Dengan kemenangan ini, juara French Open 2021 itu di semifinal akan menghadapi pemenang pertandingan antara Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong (Korea Selatan) dan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang).***/din