Kabar Baik! Indonesia Peringkat Dua ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’

JAYAKARTA NEWS— Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.

Dalam rangka mewakili kehadiran Menteri Pariwisata, Ibu Widiyanti Putri Wardhana, Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, mengatakan pencapaian ini menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah muslim yang kompetitif di dunia.

“Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025,” kata Bayu Aji saat menerima penghargaan di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6/2026).

Ia mengapresiasi CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026 sekaligus mengungkapkan rasa bangga atas peningkatan peringkat Indonesia.

“Atas nama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026. Indonesia berhasil meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year, meningkat dari posisi kelima pada tahun lalu,” ujarnya, dilansir InfoPublik.

Pemeringkatan GMTI menggunakan kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator. Pada aspek Access, penilaian meliputi konektivitas, kemudahan persyaratan visa, serta infrastruktur transportasi.

Pada aspek Communication, penilaian mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat kesadaran para pemangku kepentingan terhadap wisata ramah Muslim. Sementara itu, aspek Environment menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, serta faktor pendukung lainnya.

Adapun pada aspek Services, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan tempat ibadah atau masjid, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim di bandara, akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, hingga pengalaman wisata dan atraksi berbasis warisan budaya Islam.

Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 79, menjadi capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.

Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang telah dijalankan Kementerian Pariwisata, antara lain penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata, pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia, penguatan promosi destinasi melalui Indonesia.travel, penyusunan pedoman layanan dasar pariwisata ramah Muslim, serta penyusunan petunjuk teknis pengembangan destinasi pariwisata ramah Muslim.

Bayu Aji optimistis Indonesia mampu terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sehingga dapat kembali menempati posisi teratas pada pemeringkatan GMTI tahun mendatang.

“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ pada tahun depan,” kata Bayu Aji.

Prestasi ini menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan destinasi yang nyaman, inklusif, dan berkualitas bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. (*/di)

Drone di Bukit Cinta: Mengungkap Keindahan Alam yang Tersembunyi

JANJI MARTAHAN, JAYAKARTA NEWS – Kawasan Danau Toba di wilayah Kabupaten Samosir memiliki aneka ragam destinasi wisata alam yang masih original-alami. Spot terindah dan menarik tidaknya di destinasi wisata itu, tergantung sudut mata memandang, mood dan selera masing-masing wisatawan.

Di era serba digital dewasa ini, kordinat-kordinat tujuan wisata terpencil sekalipun di wilayah Kabupaten Samosir, setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir satu persatu spot dapat di explore keberadaannya melalui jepretan gadget, bahkan bisa viral.

Kecamatan Harian adalah satu dari sembilan kecamatan di Kabupaten Samosir, yakni Kecamatan Sianjur Mulamula, Pangururan, Palipi, Nainggolan, Sitiotio, Simanindo, Ronggur Nihuta dan Kecamatan Onan Runggu. Perbukitan mengitari keberadaan sembilan kecamatan itu, terletak di pinggiran dan diantara kawasan Danau Toba. Di tiap kecamatan, diakui memiliki potensi destinasi wisata yang khas dan bervariasi.

Dari kiri Linggom Sitanggang, Jani Situmorang (menggunakan topi dan kaca mata) Beny Situmorang (pakai topi) , Mangoloi Habeahan dan Maruli Sagala. (Foto. Monang Sitohang)

Dalam tiga tahun belakangan, di Kecamatan Harian Boho, ada lima objek wisata yang lagi booming, yakni, Menara Pandang Tele, Air Terjun Efrata/water fall, Bukit Sibeabea, Bukit Cinta dan Bukit Holbung. Diantara empat objek wisata, Bukit Cinta adalah terakhir booming.

Dengan dukungan teknologi digital, seperti penyewaan drone, Bukit Cinta bisa lebih menarik bagi wisatawan. Generasi muda lokal bisa berperan penting dalam mempromosikan destinasi ini lewat media sosial dan konten kreatif, menampilkan keindahan Bukit Cinta dari perspektif yang unik. Ini akan membantu meningkatkan nilai jual dan menarik lebih banyak pengunjung.

Penyediaan drone di Bukit Cinta kemungkinannya dapat menjadi nilai tambah, meskipun tak punya nilai jual eksklusif. Menurut sejumlah pengunjung, Bukit Cinta punya spot-spot tertentu yang tak sama dengan di Bukit Sibeabea dan Bukit Holbung. Keindahan panorama alam sekitarnya akan lebih menarik bila diabadikan lewat drone.

Melalui tangan terampil seorang pilot drone  memainkan remote control akan dapat  menjangkau panorama indah Danau Toba dan lekukan-lekukan perbukitan sekitarnya serta perbukitan yang berada di kejauhan mata memandang terekam jelas dalam video, dan hasil foto mirip persis seperti aslinya.

Dengan fasilitas drone yang disewakan, kata pengelola Bukit Cinta, menjadi salah satu daya tarik bagi sejumlah pengunjung. Biaya sewa drone terjangkau, hasil rekaman dalam video serta foto cukup eksklusif. Beberapa pengunjung yang berwisata mengaku merasa puas karena mendapatkan spot-spot yang ideal. “Keluar uang lebih tak merasa rugi, berwisata ke Bukit Cinta terasa seakan sempurna,”ujar seorang pengunjung perempuan.

Jani Situmorang saat bersama Boy William pengunjung di Bukit Cinta. (Foto. Istimewa)

Pesawat drone tanpa awak itu membuktikan bahwa di Bukit Cinta tak ada spot-spot tersembunyi, semua titik berpose sesuai keinginan wisatawan dapat terjangkau dan terekam atas kecanggihan teknologi drone tersebut.

Penggiat Wisata Drone

Baling-baling mirip helikopter adalah bagian onderdil yang dirancang mampu untuk menerbangkan drone, dan drone wisata bisa terbang mencapai ketinggian ratusan meter atau tidak melebihi batas ketentuan terbang drone.

Tak sedikit pebisnis di sektor pariwisata mendayagunakan drone sebagai alat perekam yang mampu menghasilkan foto-foto dan video eksklusif pada objek-objek tujuan wisata, terlebih objek wisata alam seperti Bukit Cinta. Angle-angle unik dan menarik suatu objek wisata hanya dapat dikerjakan tenaga profesional seorang pilot drone, dan itu akan menentukan kualitas hasil rekam atau kualitas hasil potretan.

Linggom Sitanggang (26) warga Desa Janji Martahan sebagai pengiat pariwisata di Bukit Cinta, mengatakan kepada awak media ini, Jumat (25/4/2025) bahwa kehadiran jasa drone membawa perubahan signifikan bagi destinasi wisata tersebut.

Linggom menjelaskan bahwa tugasnya adalah menyambut pengunjung yang masuk ke kawasan Bukit Cinta dan menawarkan jasa drone. Ia menawarkan beberapa paket, seperti Drone DJI Mavic 3 pro, dengan harga yang bervariasi, seperti Rp. 400.000 untuk 1 video dan 2 foto, Rp. 1.000.000 untuk 3 video dan 3 foto, dan Rp. 1.200.000 untuk 4 video dan 4 foto.

“Ternyata pengunjung yang barusan saja saya tawarkan itu memilih paket Rp. 1.200.000, namun meminta ada penambahan foto dan video,” jelas Linggom.

Kemudian Jani Situmorang, pengelola Bukit Cinta, mengatakan bahwa lokasi ini mulai ramai dikunjungi dalam 3 bulan terakhir, terutama oleh wisatawan yang menggunakan drone untuk mengabadikan pemandangan indah Danau Toba dari ketinggian. Pengunjung dapat dengan bebas menerbangkan drone nya tanpa dikutip biaya, cukup membayar biaya parkir, mobil Rp.30.000, sepeda motor Rp.10.000.

“Bukit Cinta kini dikenal sebagai destinasi wisata drone, dengan banyak pengunjung yang datang menggunakan drone untuk mengabadikan keindahan alam sekitar. Selain itu, Bukit Cinta juga menawarkan jasa drone lengkap dengan pilot handal untuk memberikan pengalaman unik menikmati pemandangan alam yang spektakuler,”kata Jani Situmorang, saat ditemui di pos pintu masuk Bukit Cinta.

Lanjut Jani lagi, Bukit Cinta ini mulai ramainya itu pada bulan Januari dan Imlek lalu, saat kawasan destinasi di Kecamatan Harian Boho tamunya membludak mulai di Menara Pandang Tele, Bukit Sibea-bea dan Bukit Holbung hingga macet, situasi itu berdampak ke Bukit Cinta hingga kini.

Rombongan Boy William saat berkunjung di Bukit Cinta. (Foto. Screenshot dok Jani Situmorang)

“Seperti hari ini, kita kedatangan pengunjung Boy William, tentu sebagai pengelola kita senang dan bangga Bukit Cinta dikunjungi artis DKI, dan sempat mengajaknya berfoto bersama. Selain itu beberapa konten creator yang sukses. Dan tamu disini juga datang dari berbagai negara, Malaysia, Thailand, Mancanegara serta daerah-daerah sekitar sumatera,” tutur ayah tiga orang anak itu.

Paket Drone di Bukit Cinta

Jadi destinasi wisata Bukit Cinta yang saat ini dikenal dengan wisata drone. Walaupun ada juga pengunjung datang membawa drone, tetap di Bukit Cinta menyediakan jasa sewa drone dengan pilot yang handal untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak itu. Usaha jasa drone ini milik Maruli Sagala dan Mangoloi Habeahan.

Kedua bekerjasama untuk membuat usaha ini, dan masing-masing memiliki peran yang  satu sebagai pengendali (pilot) drone Mangoloi Habeahan, sedangkan sebagai pengarah gerak penguna jasa drone dilakukan oleh Maruli Sagala. Tujuannya agar pada saat pengambilan foto dan video dapat menghasilkan hasil yang optimal dan sesuai dengan keinginan pelanggan.

Seperti dikatakan Nina dan suaminya, saat  menggunakan jasa drone di Bukit Cinta. Nina mengatakan sangat puas dan hasilnya juga keren dan bagus.

Cara kerja pelaku jasa drone di Bukit Cinta ini layak diapresiasi, kata Nina, sebab kita dipandu terlebih dahulu, pertama diarahkan naik ke bukit oleh salah satu dari mereka, kemudian  diajarkan beberapa gerakan dan pose sebelum diabadikan foto dan vidionya.

“Perhatikan langkahnya ya, pegang tangannya, maju santai, kemudian nanti berputar tangan tetap pegangan, lalu berputar lepas tangan kanan pasangannya. Setelah itu, lihat ke depan dan lambaikan tangan satu, kemudian kedua tangan,” ujar Nina menirukan instruksi dari pemandu jasa drone.

Melalui lensa drone, setiap sudut panorama Bukit Cinta tampil dalam kemegahan yang memukau, menghadirkan kenangan indah yang tak pernah pudar, kata Nina.

Sekadar informasi, ada dua paket drone di Bukit Cinta, yaitu 1 vidio ditambah 2 foto Rp.200.000, 3 vidio ditambah 3 foto Rp.300.000, 4 vidio plus 5 foto drone Rp.500.000, paket Ini menggunakan drone DJI Mini 3 dan paket drone DJI Mavic 3 pro, 1 vidio, 2 foto Rp.400.000, 3 vidio, 3 foto Rp. 1.000.000 dan 4 vidio 4 foto drone Rp.1.200.000. (Monang Sitohang)

Pantai Pandan Tapteng Menginspirasi, Perasaan Hati Tenang

MEDAN, JAYAKARTA NEWS – Pantai Pandan berada di Desa Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Pantai ini memang menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi yang mencari ketenangan dan keindahan alam, serta menawarkan pemandangan yang eksotis, dengan pasir putih yang lembut dan air laut biru yang jernih.

Selain itu, Pantai Pandan juga dikenal dengan keindahan sunset-nya yang memukau, membuatnya menjadi spot foto yang sangat populer di kalangan para wisatawan. Sehingga tidak heran pengunjung yang datang mencari pengalaman wisata yang lebih tenang dan alami. Tak salah, Pantai Pandan menjadi salah satu pilihan tujuan wisata favourite di Sumatera Utara.

Pantai Pandan memiliki lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, jaraknya tidak jauh dari Kota Sibolga sekitar 10 km dengan jarak tempuh sekitar 25 menit, sedangkan dari Kota Medan sekitar 352 km, dengan waktu tempuh 9 jam perjalanan darat. Lokasinya mudah dijangkau berada tidak jauh dari Jalan Lintas Sumatera, atau Jalan Padang Sidempuan.

Maha Rajagukguk salah seorang pengunjung Pantai Pandan. (Foto. dok Pribadi)

Menurut Maha Rajagukguk, warga Kota Medan, jarak tempuh dari Kota Medan ke Pantai Pandan memakan waktu sekitar 8-9 jam. Sementara itu, jarak dari Kota Sibolga ke Pantai Pandan tergolong dekat tidak sampai setengah jam, sehingga membuatnya menjadi destinasi wisata yang mudah dijangkau.

“Tahun lalu saya sering berkunjung ke Pantai Pandan, karena Tapteng termasuk salah satu dapil (daerah pemilihan) saya saat ikut dalam kontestasi Caleg,” ujarnya kepada awak Pilar Merdeka. Com melalui WhatsApp nya, Kamis malam (6/3/2025).

Kemudian, kata Maha Rajagukguk, pemilik media Aura Indonesia.com itu, di kawasan Pantai Pandan juga telah tersedia berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan para wisatawan, seperti hotel untuk menginap, area parkir yang luas, pondok atau gazebo, tempat-tempat makanan yang menyajikan kuliner khas lokal serta permainan wahana air seperti Banana Boat

“Pantai Pandan memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menjadi destinasi wisata yang menarik, pantainya indah, suasananya tenang, air lautnya yang biru dan jernih, pasir putihnya yang lembut, ombaknya juga menarik untuk dinikmati. Selain itu suasana sunset-nya juga seperti memiliki magnet tersendiri,”ungkap Maha Rajagukguk.

Pantai Pandan di Tapanuli Tengah ini merupakan destinasi yang sempurna untuk beristirahat dan bersantai. Keindahan pasir putihnya, dipadukan dengan pemandangan sunset yang memukau, membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam. (Monang Sitohang)

Desa Tuktuk Siadong “Rumah” Bagi Wisman

MEDAN, JAYAKARTA – Desa Tuktuk Siadong merupakan kelurahan yang berada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Desa ini menjadi salah satu destinasi utama kunjungan para turis mancanegara yang terkenal akan pesona alam dan karya ukir khasnya.

Ya, jika berkunjung ke Kabupaten Samosir, Anda harus singgah ke Desa Tuktuk Siadong. Desa eksotis ini merupakan salah satu tujuan wisata yang tak boleh terlewatkan. Terletak di Siadong, Kecamatan Simanindo, telah tersohor sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan alam Danau Toba.

Ada dua alternatif untuk menuju Desa Tuktuk Siadong dari Kota Medan, pertama rute dari Via Parapat menuju Pelabuhan Ajibata menuju Pelabuhan Ambarita, dari pelabuhan ini Desa Tuktuk Siadong sekitar 20 menit. Kemudian Via Kabanjahe menuju Kota Pangururan. Dari Ibukota Kabupaten Samosir ini jarak tempuh sekitar satu setengah jam.

Berkunjung ke Desa Tuktuk Siadong tidak cukup hanya sekali, pasti akan ada kerinduan untuk datang kembali. Sebab desa yang satu ini memberikan rasa nyaman, tenang bagi pengunjung, kemudian masyarakatnya juga ramah-ramah. Selain itu tempat-tempat makanan juga banyak tersedia, serta fasilitas jasa sewa sepeda motor, sepeda dan permainan air.

Hotel Samosir Village salah satu penginapan di kawasan Desa Tuktuk Siadong. (Foto. Monang Sitohang)

Desa ini memang berada di tempat yang strategis, di seberang Parapat dan diapit oleh dua destinasi lain yaitu Tomok dan Ambarita. Hamparan pemandangan hijau sepanjang perjalanan begitu memanjakan mata. Perpaduan alam dan corak budaya Batak yang khas, dari kokohnya rumah Bolon yang khas membuat siapa pun akan semakin terpukau dengan alam tanah Batak.

Udara di kawasan Desa Tuktuk ini juga masih sangat sejuk dengan suasana yang cukup tenang.

Rabiatul Adwiyah Lubis pengunjung dari Kota Medan saat bersepeda di kawasan Desa Tuktuk Siadong. (Foto. Monang Sitohang)

Desa Tuktuk Siadong terkenal dengan suasana yang tenang dan damai, cocok bagi mereka yang ingin berlibur jauh dari hiruk pikuk kota. Di sini, wisatawan dapat menemukan berbagai penginapan tradisional seperti rumah-rumah panggung Batak yang disewakan sebagai penginapan. Selain itu, terdapat juga beberapa restoran dan kafe yang menyajikan hidangan khas Batak, makanan Nasional dan internasional.

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Tuktuk Siadong, mulai dari berenang dan bersantai di tepi danau, memancing di tengah danau, atau berkeliling desa menggunakan sepeda, sepeda motor dan mobil.

“Sure, will be coming again to Tuktuk Siadong Village”. ungkapan seorang wisman (wisatawan mancanegara), dan ungkapan tak jauh beda disampaikan Rabiatul Adwiyah Lubis, Kamis (26/09) di Tuktuk. “Aku baru kali pertama kesini, itupun karena bersama suami. Rasanya tidak cukup sekali saja, kami pasti datang lagi ke Tuktuk,” kata perempuan berhijab dari Medan.

Rabiatul menggambarkan, panorama alam Desa Tuktuk Siadong sekitarnya memang aduhai, pikiran segar menatap sekelilingnya. Maaf, bukan itu yang membuat hati terasa nyaman disini (Tuktuk-red), tapi keramahtamahan warganya yang menghargai para tamu atau wisatawan.

Salah satu permainan air yang disewakan di kawasan perairan Desa Tuktuk Siadong. (Foto. Monang Sitohang)

Dari beberapa daerah tempat wisata di kawasan Danau Toba yang pernah dikunjungi, wisman yang terlihat banyak hanya di Tuktuk. “Bule-bulenya kelihatan betah. Ada yang bisa bahasa Batak, bahkan ada wanita setempat dipersunting pria asal Jerman. Tuktuk kayak rumahnya sendiri,” jelas Rabiatul, perawat di salah satu Rumah Sakit Kemenkes.

Sekadar informasi, dilansir dari pariwisatasumut.net, sejak 1990, desa wisata ini sering dijuluki sebagai ‘kampung turis’. Pasalnya, desa ini sering kali menjadi tujuan banyak wisatawan mancanegara saat ingin menikmati keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir.

Bahkan, saat musim semi dan salju sedang terjadi di Eropa, banyak turis yang memilih menjadikan desa ini sebagai tempat tinggal untuk sementara waktu.Hal ini karena di Desa Tuktuk Siadong wisatawan bisa menemukan transportasi dengan mudah. Bahkan, wisatawan bisa dengan mudah menemukan tempat-tempat yang menyewakan kendaraan seperti motor. (Monang Sitohang)

Sunset di Kawasan RTP Pantai Bebas Parapat

PARAPAT, JAYAKARTA NEWS – Matahari terbenam adalah terjemahan murni dari pada sunset. Namun lebih dari itu, dalam arti bebas atau gaulnya, sunset merupakan suatu proses menjelang terbenamnya matahari mengikuti ritme menuju ufuk barat sebagaimana kodratnya ditetapkan Sang Pencipta.

Di daerah pegunungan, bila hendak terbenam, perlahan matahari seakan mau ngumpet di balik pengunungan hingga tak terlihat kasat mata. Dan proses itu dianggap sebagai rutinitas biasa saja.

Beda halnya bila di kawasan pantai, tak jarang sunset dijadikan objek berwisata khusus hanya di kala senja. Prosesnya, matahari terbenam kelihatan perlahan seakan lenyap menenggelamkan diri ke dalamnya perairan pantai. Mungkin proses itulah salah satu alasan paling konkrit dijadikan referensi bahwa sunset adalah suatu panorama indah nan pesona yang tiada tara.

Warna adalah bagian dari ciri khas sunset, orange atau kuning kemerahan agak buram, terkadang cerah dan mustahil menjadi hijau kecuali atas kehendak Sang Maha Agung.

Kawasan Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun adalah salah satu pilihan spot yang bisa memanjakan mata menikmati sunset di seputaran Danau Toba.

Pada Senin (23/9/2024), momen ketiga kali mengunjungi Ruang Terbuka Publik atau dikenal Pantai Bebas Parapat. Bertepatan, kaki menginjak lokasi menjelang senja, cuaca cerah bersahabat sehingga masih berkesempatan menyaksikan sunset hendak kembali ke pusarannya.

Sore itu, tampak satu persatu para pengunjung datang dan pergi. Kali ini pengunjung tidak begitu ramai di RTP Pantai Bebas Parapat untuk menyaksikan sunset dan pemandangan di sekitar Danau Toba.

RTP Pantai Bebas ini terletak di Jalan Sisingamangaraja, Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Letaknya yang begitu strategis di pinggir jalan lintas Sumatera. Jadi bagi yang melintas langsung dari Kota Medan, menuju Tarutung dan sebaliknya dapat melihat dan bisa singgah sekedar sejenak untuk melepaskan penat.

Suasana senja di RTP Pantai Bebas Parapat. (Foto. Monang Sitohang)

Area RTP Pantai Bebas terlihat asri, bersih di kawasan itu banyak ditanami aneka bunga-bungaan, mulai bunga melati, ros dan sebagainya. Selain itu dilengkapi dengan sejumlah fasilitas santai dan bermain anak-anak, seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit dan wahana skateboard. Kemudian ada juga mainan untuk anak-anak yang berbayar, mobil-mobilan Rp. 25 ribu, juga scooter Rp. 15 ribu.

Jika ingin melihat spot keindahan keindahan Danau Toba dari ketinggian, di RTP Pantai Bebas juga ada disediakan menara pandang. Kawasan ini dibangun oleh pihak pemerintah Simalungun sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata di kawasan Danau Toba dan luasnya sekitar 10.150 meter persegi.

Bentangan luas Danau Toba, salah satu danau vulkanik terbesar di dunia diwarnai keindahannya dengan momen matahari terbenam, menambah nilai plus RTP Pantai Bebas Parapat sebagai destinasi yang memanjakan mata kala sore hari.

Tak jarang, RTP Pantai Bebas Parapat kerap dijadikan tempat berswafoto oleh masyarakat setempat maupun wisatawan, seperti halnya Rabiatul Adawiyah Lubis, ia datang bersama suaminya dari Kota Medan, tampak menghabiskan waktu berdua memandangi keindahan Danau Toba sambil mengambil gambar dan sesekali mereka berdua berswafoto.

Menurut Rabiatul RTP ini asri, cocok banget buat rehat sejenak untuk memanjakan mata, saat hendak masuk ke dalam RTP sudah kelihatan asrinya dengan aneka bunga warni-warni, kemudian sebelum masuk posisi ke dalam kawasan dari jauh sudah dapat melihat panorama Danau Toba. Dan untuk dapat memandang lebih luas bentangan Danau Toba nya kita bisa naik ke atas menara pandang yang lebih tinggi,” jelas Rabiatul.

Kemudian, selain itu kita bisa lihat-lihat beranekaragam cendramata di kawasan ini, seperti gelang, baju khas daerah juga ada di jual, dan ada juga penjual makanan ringan dan minuman, indomie, kopi, teh dan lainnya, tambah Rabiatul yang akrab disapa Nina itu lagi.

Bukan bermaksud membandingkan, terkadang fisik sunset itu kayak berbeda antara di satu daerah dengan daerah lainnya. Contohnya, sunset di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, terlihat berbinar jelas dan besar seakan hanya berada ratusan meter di depan mata. Di pantai itu dijadikan spot berwisata bagi para muda mudi di senja hari. Sementara di kawasan RTP Pantai Bebas Parapat, sunset tidak sebesar dan seberbinar di UleeLheue. (Monang Sitohang)

Pokja Wartawan Kota Tua Jakarta Dikukuhkan

JAYAKARTA NEWS – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Tua Jakarta Resmi dilantik dan dikukuhkan untuk kepengurusan di periode 2024-2027 yang dilaksanakan bertempat di Hotel Mercury Jakarta Batavia, Jl. Kali Besar Barat No.44-46, Roa Malaka, Kecamatan, Tambora, Kota Jakarta Barat.

Selain pelantikan dan pengukuhan, Pokja Wartawan Kota Tua juga mengelar diskusi panel tentang pelestarian kawasan kota tua dengan mengambil tema “Peran Media Bagi Generasi Muda Dalam Pelestarian Cagar Budaya”, Rabu (24/07/2024).

Para pembicara antara lain dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKJ Norvie S Husodo (Kepala Pusat Konservasi Cagar Budaya DKJ), Ketua Umum Organisasi Perkumpulan wartawan online Independen Nusantara (PWOIN) Harun, ST, M. IKom, Tokoh Pendidikan Rachman Salihul Hadi, S. Sos, M. Si, Tokoh Kebudayaan Prof. H. David Darmawan, MBA, dan dari Lembaga Pemangku Adat Jayakarta RB. H. Abi Munawir Al Madani Mertakusuma (Pangeran Ratu Jayakarta IX).

Latar belakang kegiatan Pokja Wartawan Kota Tua Jakarta tersebut terinspirasi karena Pelestarian cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk generasi muda.

Media baik cetak maupun digital, memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi dan edukasi mengenai pentingnya Pelestarian cagar budaya, dengan melibatkan generasi muda dan memanfaatkan Media secara optimal, di harapkan upaya Pelestarian cagar budaya dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Pada kegiatan tersebut juga diperoleh kerjasama dengan ditandai dengan penandatanganan MOU antara Pokja Wartawan Kota Tua Jakarta bersama dengan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang diwakili oleh Ketua Pokja Wartawan Kota Tua Achmad Sugeng Santoso dan Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir. Agung Karang.

Adapun dalam kerjasama yang di peroleh dan tertuang dalam MoU tersebut adalah Kerjasama dibidang Pendidikan, Bidang Ideologi Pancasila, Bidang Ekonomi, Bidang Sosial, Bidang Budaya, Bidang Kesehatan dan Bidang Pelestarian Cagar Budaya.

Selain berhasil membuat kerjasama dengan Gerakan Pendidikan Indonesia baru (GPIB) Pokja Wartawan Kota Tua juga berhasil membuat kerjasama atau MOU bersama Lembaga Pemangku Adat Jayakarta dan Organisasi CWIG.

Achmad Sugeng Santoso Ketua Pokja Wartawan Kota Tua Jakarta menyampaikan, Pokja berdiri Oktober 2017 dengan misi mengembangkan budaya yang ada di kawasan kota tua Jakarta, baik museum maupun cagar budaya, baik sejarahnya, tempat pemakaman wali wali dan para pejuang.

“Jadi berdirinya Pokja ini untuk mempublikasikan sejarah atau museum museum yang ada di wilayah baik di Jakarta Utara maupun di Jakarta Barat. Jakarta Barat fokusnya Kelurahan Taman Sari. Insyaallah, kita sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan, maupun Yayasan Pemangku Adat Pangeran Jayakarta ke lX maupun dari Pendidikan, Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru maupun CWIG yang ada di wilayah Jakarta,” bebernya.(Cmg)

‘Waterfront City’ Pangururan, Perpaduan Teknologi dengan Panorama Alam Sekitar

PANGURURAN, JAYAKARTA NEWS – Setahun belakangan ini, Pangururan Ibukota Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut) viral dengan kehadiran sebuah pertunjukan berupa atraksi lenggak lenggok tarian air mancur,  kerennya disebut ‘waterfront city’. ‘

Atraksi itu berhasil “menghipnotis” para pengunjung dari berbagai daerah, termasuk masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba.

Terbilang masih baru, waterfront city menjadi bagian destinasi wisata, menambah warna pengalaman baru berwisata bagi wisatawan di Samosir. Panorama Danau Toba mengelilingi waterfront city.

Mungkin itu pula salah satu daya tarik bagi pengunjung ingin melihat langsung ragam warna sinar penerang pada air mancur yang berkilauan silih berganti memancarkan cahaya terang dan redup tertata secara teknologi menjadikan waterfront city gegap gempita di malam hari. 

Letak lokasi waterfront city relatif dekat dengan Jembatan Tano Ponggol arah menuju Kota Pangururan. Jarak tempunh sekitar 15 menit dari Jembatan Tano Ponggol menuju ke waterfront city.

Akses masuk ke Pangururan ada dua pilihan, melalui  transportasi darat dan transportasi air atau angkutan penyeberangan. Jika melalui Parapat, pengunjung bisa menyeberang ke Pulau Samosir menggunakan kapal ferry. Sedangkan jalan darat dari Medan bisa melalui jalur Kabanjahe, Dairi menuju Menara Pandang Tele sampai Jembatan Tano Ponggol lalu masuk Pangururan.

Atraksi waterfront city ini, telah banyak tersebar atau beredar di sejumlah media online, media sosial dan media lainnya. Sehingga, bisa dikatakan kehadiran waterfront city ini menjadikan wajah baru destinasi wisata Pangururan. Dan kawasannya berada di garis pantai Teluk Aeknatio, yang jalurnya sepanjang 1.5 km, itu menyajikan berbagai spot wisata. 

Waterfront City Pangururan menawarkan kombinasi sempurna antara pertunjukan air mancur menari diiringi dengan musik Batak, pertunjukan seni dan budaya, keindahan alam, fasilitas yang nyaman, dan berbagai aktivitas rekreasi. 

Bahkan di pagi hari dapat menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam di tepi danau, bagi yang ingin menjelajahi budaya Batak, hingga mencicipi kuliner khas setempat juga dapat dilakukan.

Setiap pengunjung pasti menemukan sesuatu yang istimewa di sini. Suasana yang damai dan pemandangan alam yang memukau membuat tempat ini menjadi pilihan utama untuk melepaskan kepenatan dari kesibukan sehari-hari.

(Foto: Monang Sitohang)

Jam Atraksi

Atraksi air mancur menari ini sangat dinanti oleh pengunjung, selain atraksi air pengunjung juga akan disuguhkan videotron yang menampilkan sejarah Danau Toba dan suku Batak lainnya. Jika beruntung, pengunjung dapat menyaksikan penampilan sanggar tari yang menampilkan kisah-kisah Batak.

Air mancur menari atau dalam bahasa batak bisa disebut aek manortor, atraksi ini bisa disaksikan pada malam hari, itu pun tidak tiap malam dibuka, melainkan di Jumat, Sabtu dan Minggu malam. 

“30 menit sekali show/sesi, misalkan Jumat malam satu sesi, Sabtu malam dua sesi dan Minggu malam satu sesi. Sesi pertama Pukul 19.00 WIB, sedangkan sesi kedua Pukul 21.00 WIB kadang bisa berubah juga. Seperti Rabu malam (19/6) seharusnya tidak ada show, tapi permintaan iklan ada dan ketepatan ramai pengunjung jadi permintaan kita akomodir,” ujar Staff Disbudpar Samosir malam itu. 

Kemudian dengan ramahnya, Staff Disbudpar Samosir itu menjelas lagi, “Jadi yang dimaksud dengan iklan dalam show air mancur menari ini, adalah apabila pengunjung datang membuat permintaan untuk memberikan surprise dengan menyampaikan ucapan ulang tahun, misalkan kepada anak, keluarga dan lainnya. Itu dikenakan Rp. 100 ribu dan diputar selama 30 detik,”.

Hal tersebut juga dikatakan salah seorang pengunjung pada Rabu (19/6) malam.”Sebenarnya malam ini tidak ada jadwal buka waterfront city, tapi karena ada permintaan iklan berulang tahun dan pengunjung pas ramai maka dibuka,” kata Ratna warga Pekan Baru, yang sedang berlibur ke Desa Janjimartahan, Kecamatan Harian Boho. 

Pengunjung berikutnya yang datang dari Kota Medan, Rabiatul mengatakan atraksi air mancur menari ini sangat bagus, cukup menarik dan menghibur. “Saya sebagai pengunjung yang datang dari Medan, sangat senang melihat atraksi air mancur menari ini, dan pengunjung yang lain juga sangat antusias menikmati hiburan ini dengan mengabadikan melalui HP masing-masing,” ujar Rabiatul yang sudah berkali-kali berkunjung ke Kabupaten Samosir. 

Begitu juga salah seorang pengunjung dari Kota Medan Nina Sari Siregar mengatakan bahwa April lalu berkunjung ke waterfront city Pangururan, dan ikut menyaksikan atraksi air mancur menari.

“Pangururan sangat luar biasa perkembangannya, atraksi sangat membuat kagum. Saya bilang luar biasa karena dari kecil sudah bolak-balik ke Pangururan, sebab opung saya rumahnya hanya berjarak 1,1 km dari waterfront city,” jelas Nina, Senin (8/7) melalui messenger Facebook. 

Sebelum viral seperti saat ini, kawasan waterfront city dikenal dengan Ancolnya Samosir, tapi saat ini sudah jauh lebih keren, cakep buat berswafoto, retribusi masuknya juga ekonomis, bagi yang memiliki KTP Samosir 5 ribu sedangkan pengunjung dari luar 10 ribu. Keberadaan wahana ini tentu membawa keberuntungan, sebagai penambah mata pencarian buat warga lokal, ujar Nina. (Monang Sitohang) 

Mau Berlibur dan Bersantai? Bintan Resorts Surganya

MEDAN, JAYAKARTA NEWS – Bintan Resorts adalah suatu kawasan wisata yang eksotis. Memiliki dan menawarkan berbagai fasilitas, berlibur dan bersantai di sanalah “surga-nya”. Kawasan resorts dengan luas 5.000 hektar itu berada di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Fasilitas di Bintan Resorts antara lain fasilitas atraksi, wisata alam, tempat/lokasi restoran penyedia makanan dan minuman, spa dan relax, arena golf dan beragam tipe penginapan yang letaknya ideal dengan lokasi fasilitas lainnya.

‘Kemolekan’ alam yang original di seputar pantai tropis bagian utara Pulau Bintan menambah nilai plus menuju kesempurnaan daya tarik sejumlah fasilitas yang dimiliki Bintan Resorts. Terbukti, saat ini Bintan Resorts merupakan resort termegah se-Pulau Bintan dengan disain moderen dan bertaraf internasional.

Salah satu fasilitas atraksi rekreasi yang fantastis adalah Crystal Lagoon, kolam renang air asin terbesar di Asia Tenggara. Luasnya 6,2 hektar., menjorok ke arah Laut Cina Selatan.

Selain itu, di sana juga tersedia Fly Bintan, The Beach Club by Nirwana Gardens, Bintan Watersports, Plaza Lagoi, Club Med Day & Night Pass, dan Rumah Imajinasi. Semua atraksi rekreasi buka Senin-Minggu, kecuali Rumah Imajinasi, Sabtu-Minggu, Jam 08.00-19.00 WIB.

Hutan Mangrove Bintan, Danau Lagoi dan Lagoi Bay menjadi saksi bisu pesona wisata alam di Bintan Resorts. Petualangan melakukan perjalanan melalui hutan bakau yang lebat di sepanjang Sungai Sebung. Dedaunan lebat dan akar pohon yang berhubungan secara alami memunculkan komunitas hewan serta tumbuhan berkembang pesat.

Danau Lagoi, danau air tawar seluas 2,5 hektar memiliki khas keindahan alami tersendiri. Berlokasi di blok wisata khusus Lagoi yang diselimuti tanaman hijau viridian dan dedaunan tropis nan rimbun di hutan Lagoi.

Bukan sekadar kata-kata di atas kertas, kehidupan pulau di Pantai Lagoi benar-benar kehidupan pantai. Hamparan pantainya yang masih asli sepanjang 3,5 kilometer, dan satu-satunya pantai umum di Bintan Resorts.

Destinasi sport tourism, Bintan Triathlon. Ajang kompetisi Lari, renang dan bersepeda. (Foto. Istimewa)

Permainan atau kegiatan olah raga di Pantai Lagoi tak jauh beda dengan pantai lain umumnya. Seperti kayak, jet-ski dan snorkeling. Bangun istana pasir, lari cepat tanpa alas kaki di atas pasir putih, dan permainan voli pantai. Bersantai dan beristirahat di atas bean bag yang diletakkan di pantai sambil menikmati panorama Laut Cina Selatan nan luas serta langit biru yang menenangkan.

Boleh dibilang, Bintan Resorts memang memanjakan para tamu, pelancong atau wisatawan yang berkunjung kesana. Berbagai fasilitas dirancang dan tertata saling terintegerasi satu dengan lainnya. Butuh makanan dan minuman, sejumlah restaurant dan bar cukup mudah dijangkau dari tempat fasilitas lainnya.

Selera makanan terpenuhi, resep bumbu khas melayu tersedia, selera lidah Asia dan Eropa menjadi suguhan di sejumlah restaurant umumnya, dan seafood salah satu pilihan favorit pengunjung Bintan Resorts.

The Anmon Resorts Bintan, Glamping dengan tema padang pasir. (Foto. Istimewa)

Namun tidaklah cukup destinasi resort untuk liburan dan bersantai itu terbilang nikmat tanpa ketersediaan penginapan yang memadai, dan exclusive. Penginapan adalah salah satu pertimbangan para pelancong atau wisatawan bila hendak berkunjung ke tujuan wisata atau liburan.

Demikian halnya Bintan Resorts, membaca pasar para pengunjung, menyediakan berbagai pilihan penginapan atau akomodasi terjangkau sesuai budget dan kocek. Mulai kamar 500 ribu per malam hingga kamar mewah-lux. Dan pihak pengelola Bintan Resorts akan terus mengembangkan sejumlah fasilitas, termasuk penginapan.

Helsa Caesaria

Head of Domestic Marketing & Promotion PT. Bintan Resorts Cakrawala (PT. BRC), Helsa Caesaria mengungkapkan Bintan Resorts merupakan rumah bagi hotel dan resort internasional terkenal berlokasi tepi pantai yang menakjubkan dengan pemandangan Laut Cina Selatan nan indah. 

Head of Domestic Marketing & Promotion PT. Bintan Resorts Cakrawala (PT. BRC), Helsa Caesaria saat di acara Bintan Resorts Product Update Roadshow 2024 di Hotel Adi Mulia, Kota Medan. (Foto. Monang Sitohang)

Pada acara “Bintan Resorts Product Update Roadshow 2024”. Helsa menyampaikan bahwa kehadiran BRC selaku perusahaan pengelola dan pengembang kawasan pariwisata internasional di Lagoi, Bintan Utara, Provinsi Kepulauan Riau ke Medan untuk mempromosikan pariwisata dan akomodasi di Bintan Resorts ke pasar domestik. “Tujuan kita memang untuk mempromosikan ke pasar domestik,” jelas Helsa ke awak media ini, Selasa (25/6) di Hotel Adi Mulia, Medan.

Dipastikan, sungguh tepat memilih Bintan Resorts untuk menikmati liburan penuh ketenangan dan tanpa ‘kebisingan’. Yang ditawarkan liburan tanpa kebisingan. “Ya, kita jual ketenanganlah,” tutur Helsa.

Menurut Helsa, liburan tanpa kebisingan itu sesuai tagline Bintan Resorts,”Escape, Unwind dan Discover”. Di sana para pengunjung benar-benar menikmati liburan, tenang tanpa kebisingan dan kesibukan. “Jadi tagline itu mengandung arti melarikan diri dari kesibukan keseharian,” jelasnya.

Bintan Resorts juga menawarkan sejumlah pilihan akomodasi, dari vila mewah dengan kolam renang pribadi hingga chalet tepi pantai dengan harga terjangkau. Vila romantis yang menghadap ke Laut Ciba Selatan hingga apartemen ramah keluarga. Salah satu resort terkenal di kawasan wisata berskala internasional tersebut di antaranya Doulos Phos The Ship Hotel, terbuat dari kapal pesiar tertua di dunia yang masih ada sampai kini.

Moda Transportasi

Untuk menuju Bintan, ada beberapa alternatif yakni melalui Singapura, Indonesia atau menggunakan kapal Yacht pribadi. Jika melalui Singapura terdapat layanan feri reguler yang dioperasikan Bintan Resorts Ferries (BRF).

BRF layanan rute antara Tanah Merah Ferry Terminal (TMFT) di Singapura dengan Bandar Bentan Telani (BBT) Ferry Terminal di Bintan Resorts. Jenis kapal yang digunakan Catamaran berkecepatan tinggi. Kedua rute ini dapat ditempuh hanya 60 menit. 

Penerbangan domestik ke Pulau Bintan juga tersedia. Para pengunjung dapat menggunakan pesawat domestik dengan tujuan Raja Haji Fisabilillah (Kode Bandara:TNJ) yang berlokasi di Kota Tanjung Pinang. Sementara perjalanan darat dari Bandara Raja Haji Fisabilillah menuju Bintan Resorts menyita waktu sekitar satu jam.

Walau rute penerbangan langsung (direct flight) ke Tanjung Pinang terbatas, namun para wisatawan (baik wisatawan domestik maupun mancanegara di Indonesia) dapat memilih opsi penerbangan melalui Bandara Hang Nadim di Batam.

Kalau melalui Batam bisa naik speed boat muatan 38 orang, tarif di angka 50-60 ribuan ke pelabuhan umum. Bila langsung ke pelabuhan Bintan Resort lumayan mahal mencapai 120 ribu. Untuk tiket speed boat bisa dipesan langsung di tempat. Tapi untuk ke pelabuhan Bintan bisa dibantu pihak Bintan Resorts.

Edy pemilik Travel Embun Pagi, member Asita mengatakan wisata Pulau Bintan itu menarik. Kendalanya, hanya di transportasinya. Kalau dari Medan harus terlebih dahulu ke Batam, kemudian naik fery jadi dia kali. Sedangkan berwisata ke Pulau Penang cukup sekali biaya tempuh.

Wakil Ketua DPD Astindo Sumut Ahmad Fauzi Lubis, mewakili Ketua DPD Wilson Halim, berharap semoga melalui pertemuan dalam acara Bintan Resorts Product Update 2024, kurang lebih 70 buyer dan 4 seller yang hadir dapat memberikan manfaat kepada semua yang hadir, informasi ter-update dan wisata terbaru di Bintan. Sehingga para pelaku pariwisata dapat mempromosikan wisata Bintan yang tepat dan berkelanjutan.

Liburan dan Olah Raga 

Bintan merupakan andalan Kepulauan Riau. Bintan terkenal dengan deretan resort mewahnya  lapangan golf kelas dunia dan keindahan pesisir pantai yang menakjubkan. Berbagai jenis perhelatan olah raga pariwisata yang menarik perhatian wisatawan dari seluruh penjuru dunia di gelar Bintan, antara lain marathon dan turnamen golf.

Destinasi golf, Ria Bintan. (Foto. Istimewa)

Helsa menambahkan, liburan juga bisa sambil berolah raga. Bagi penggemar kegiatan luar lapangan dapat melakukan olah raga air dan aktivitas darat yang mengasyikkan. Lakukan tee-off di salah satu dari empat lapangan golf kejuaraan.

Atraksi baru bersepeda di Bintan merupakan surga utama bagi pengendara sepeda yang mencari perpaduan sempurna antara keindahan pemandangan dengan jalur yang mendebarkan dan aman. “Baru-baru ini, Event Bintan Triathon 2024 diselenggarakan di kawasan wisata Lagoi, pada 1 dan 2 Juni, berjalan aman dan lancar,” kata Helsa.

Terkait olah raga golf, belum lama ini, Sabtu (29/6/2024) dalam pelaksanaan even Wonderful Indonesia Golf Tour di Batam di Kepulauan Riau (Kepri) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Kepulauan Riau memiliki fasilitas pendukung yang memadai untuk menjadi destinasi wisata golf di Indonesia, seperti dikutip dari website kemenparekraf.go.id.

Kompetisi ini, kata Menparekraf, diikuti oleh 140 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Sehingga, potensi ini patut dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Ini menunjukkan bahwa minat (wisata golf) ini tinggi, jadi kita bisa tingkatkan lagi,” ujar Sandiaga. (Monang Sitohang) 

Hobi Jalan-Jalan Berujung Bisnis Travel

MEDAN, JAYAKARTA NEWS – Bekerja di industri pariwisata plus hobi jalan-jalan menghantarkan Tengku Feria Aznita terjun ke bisnis travel. Dia tidak lagi sekadar menjadi karyawan sebuah perusahaan wisata tapi menjadi pemilik travel agent.

Berbekal pengalaman di tempat kerja sebelumnya, memberi semangat tersendiri bagi Cici, begitu namanya akrab disapa, dalam menggeluti usahanya, Travel Ende Holidays.

Bagi Cici,  begitu ia biasa disapa, pengalaman bekerja di tempat wisata merupakan modal awal non financial yang cukup berharga untuk mengawali bisnis agen traveling.

Istana Maimoon terletak di Jln. Brigjend Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimon, Kota Medan dan Rumah Tjong A Fie terletak di daerah Kesawan, Jalan Ahmad Yani, No. 105. (Foto. Monang Sitohang)

Dari pengalaman itu, setidaknya bisa mengenal banyak tempat wisata, baik yang di Sumatera Utara seperti Danau Toba,dll, juga  di propinsi lain seperti Pantai Kuta Bali, bahkan tempat wisata luar negeri seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.

Bekerja di tempat wisata terdahulu ikut juga membuka relasi di dunia tersebut. Dan ini lah yang menjadi modal Cici untuk menggeluti bisnis travel agent. Memang, kala itu relasinya belumnya banyak, namun itu cukup membantu menggembangkan usahanya.

Perlahan tapi pasti usaha Cici berkembang. Ia semakin banyak mendapat kepercayaan untuk menghadle tamu yang ingin berpergian ke berbagai tempat, baik itu tempat wisata dalam negeri (di luar Sumatera Utara) maupun ke luar negeri seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.  

“Seiring waktu, kepercayaan satu persatu berdatangan. Antara lain, dipercaya meng-handle tamu-tamu yang masuk ke Sumatera Utara. Tujuan utama berwisata yang kami promosikan tentulah Danau Toba dan sekitarnya serta Kota Medan sebagai Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara,: ujar Cici,

Cici selalu beranggapan dan berpandangan bahwa nettwork atau jaringan bagi pebisnis travel itu bukan sekadar perlu, tapi harus diperluas seluas-luasnya. Makanya, ia pun memilih bergabung di asosiasi travel agen, di ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia), ASTINDO (Association Travel Agent Indonesia) dan JWM (Jaringan Wisata Muhamadiyah)

Di asosiasi itu, para palaku travel agen di seluruh Indonesia bisa saling mengenal sesama anggota.

Dimana setiap tahun diadakan pertemuan di salah satu kota yang telah ditentukan. Contohnya di Bandung, sebagai member tentu ikut dalam pertemuan tersebut. Selanjutnya, bisa berkenalan lebih dekat sesama member dan sekalian mengenal serta memperkenalkan produk wisata dari daerah masing-masing member. “Manfaat organisasi itu nyata,” ucap Cici. 

PascaCovid 

Setelah Covid, sekitar pertengahan 2022, usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata secara perlahan merangkak bangkit. Bahkan terlihat adanya perubahan mindset di masyarakat bahwa jalan-jalan atau rekreasi menjadi kebutuhan tambahan.

Menyikapi situasi dan kondisi itu, para pelaku travel agen pun membuat sejumlah paket perjalanan yang menarik minat masyarakat. Di antaranya, di Travel Ende Holidays yang mengemas paket dengan prioritas tujuan Danau Toba. 

Paket tujuan Danau Toba dan sekitarnya menjadi prioritas, karena sebagai travel agen tentulah ingin memajukan agar para turis baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara berkunjung ke Sumatera Utara.  

Pada paket one day trip, sopir (driver) merangkap guide. Sopir sudah tahu dan paham rute tempat-tempat wisata yang dituju sesuai paketnya. 

Para tamu  pembeli paket ini biasanya akan dijemput dari tempat si tamu menginap. Lalu si tamu dibawa singgah ke tempat-tempat wisata. Kalau keliling Kota Medan, biasanya singgah di Istana Maimun, rumah peninggalan Tjong Afie, Pos Bloc (tempat nongkrong masa kini) dan makan siang di Rumah Makan Melayu Padang. Tarifnya tergantung berapa banyak tamu dalam paket one day trip tersebut.

Kalau di luar Kota Medan juga tersedia paketnya. Biasanya 3 hari 2 malam atau 4 hari 3 malam. Rute paketnya, Parapat, Samosir dan turunnya atau kembali melaui Berastagi. Kalau ke luar negeri seperti ke Bangkok, Malaysia dan Vietnam.

Fokus Universitas dan Sekolah

Menurut Cici, sekarang ini ia lebih fokus merambah ke instansi universitas dan sekolah. Memperbanyak paket studi tour, ternyata responnya cukup bagus. Biasanya salah satu universitas membuat permintaan bersama agar tanda tangan MoU dilakukan di universitas yang dikunjungi. 

Para mahasiswa saat berkunjung ke salah satu Universitas di Malaysia. (dok Ende Holidays)

Contohnya, Universitas Darma Agung ada 100 orang dan juga dari Universitas Panca Budi. Umumnya tujuan studi tour ini masih di Negara Malaysia. Travel agen Ende Holidays membawa para mahasiswa dan manajemennya. Yang mana sebelum nya pihak Universitas di Malaysia yang hendak dikunjungi diberitahukan. 

“Jadi universitas yang hendak dikunjungi di Malaysia sudah diberitahukan terlebih dahulu, sehingga ketika nanti tiba, ke salah satu jurusan misalnya Fakultas Hukum, mahasiswa yang kita bawa sudah disambut oleh pihak Kampus Fakultas Hukum, lalu diadakan seminar dan saat ini paket-paketnya sudah tersedia,” papar Cici. 

Wanita berdarah Melayu ini menambahkan wisata yang booming masih tetap Danau Toba. Di sana (Danau Toba) saat ini bermunculan tempat-tempat baru semacam cafe dengan view menjorok ke arah Danau Toba.

Kalau yang sedang viral, tujuan wisata ke Sibea-bea, berlokasi di antara Kecamatan Harian Boho dengan Desa Janjimartahan di Kabupaten Samosir juga cukup menarik, tidak sedikit yang penasaran. “Kami juga pernah membawa tamu kesana, tapi sesuaikan dengan waktu. Karena Sibeabea adanya di ujung, jadi ke sana harus nginap,” jelas Cici yang ditemui di Jalan Iskandar Muda, Kota Medan, Selasa (6/2/2024) lalu. (Monang Sitohang) 

Set-jetting Jadi Tren Wisata 2024? Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Stikosa AWS

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Tren pariwisata pada tahun 2024 menunjukkan minat wisatawan yang meningkat untuk mengunjungi tempat-tempat yang menjadi latar belakang syuting film. Hal ini disampaikan Mochammad Arkansyah, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Stikosa AWS, Kamis (4/1/2024).

Menurut Arka, panggilan akrabnya, sejak tahun 2019 atau pra pandemi Covid-19, beberapa negara sudah menerapkan konsep tersebut.

“Sebelumnya, beberapa negara sudah berhasil menarik perhatian dunia dengan lokasi syuting film, seperti yang terjadi dengan Harry Potter sebelum pandemi. Sekarang, Indonesia tengah berusaha keras untuk menciptakan daya tarik serupa,” tuturnya.

Dua dari tiga pengunjung internasional, lanjut dia, menunjukkan minat berwisata dan mengunjungi lokasi syuting acara televisi.

Itu sebabnya, kata Arka, pemerintah terus mempermudah perizinan syuting film dengan standar internasional, dengan harapan film-film tersebut dapat dijual dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.

Terkait perilaku wisatawan yang melakukan perjalanan ke lokasi syuting film, fenomena ini sering disebut sebagai set-jetting.

Arka menambahkan, berdasarkan penelitian dari Mastercard Economics Institute, terdapat peningkatan sebesar 65 persen dalam keinginan wisatawan untuk mengejar pengalaman unik saat berwisata pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2019 sebelum pandemi.

“Secara keseluruhan, wisatawan cenderung meninggalkan ide-ide konvensional dan mencari pengalaman baru yang menyegarkan,” kata Arka.

Ia menambahkan, sebagian besar wisatawan kini beralih dari jenis wisata konvensional untuk mengejar pengalaman yang lebih otentik dan mengesankan.

Hal ini tercermin dalam peningkatan pengalaman Pariwisata kesehatan, eksplorasi alam, dan wisata makanan. sebanyak 10 persen pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2019.

Arka juga menambahkan, tren wellness tourism juga semakin berkembang sebagai hasil dari tingginya tingkat kelelahan selama dan setelah pandemi.

“Namun dalam konteks wellness ini faktanya juga terus berkembang. Mereka cenderung menjauhi konsep-konsep konvensional. Dengan demikian, ada semangat untuk mencari pengalaman baru,” terangnya.

Contohnya, suatu kegiatan atau praktik alam yang berasal dari Jepang. Tujuan dari forest bathing adalah menyegarkan tubuh secara emosional dengan menyelaraskan ritme individu dengan lingkungan alam terbuka, terutama hutan.

Dalam praktik ini, peserta menghabiskan waktu di hutan dengan berjalan kaki, meresapi alam sekitar, dan menikmati keindahan serta ketenangan yang ditawarkan oleh lingkungan hutan.

Selain itu, kata Arka lagi, ada tren bleisure yang merupakan gabungan antara kegiatan bisnis dan liburan. Tren ini diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan setelah masa pandemi sebagai bentuk pariwisata yang efisien, melibatkan semua pihak, dan berkelanjutan.

“Model ini fokus pada pencapaian pengalaman wisata yang lebih berkualitas. Dan hal ini mencerminkan arah tren pariwisata yang akan datang,” tutup Arka. (poedji)