Janji Jokowi: 1000 Lulusan Asal Papua-Papua Barat akan Diterima Bekerja di BUMN dan Swasta Besar

Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri menerima para tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Selasa (10/9/2019)– foto humas setkab

JAYAKARTA NEWS— Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan memberikan kesempatan kepada 1000 mahasiswa Papua dan Papua Barat yang baru lulus untuk bisa bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan-perusahaan swasta besar.

“Siang hari saya membuka ini untuk BUMN dan Perusahaan Swasta besar yang akan saya paksa, karena kalau lewat prosedur nanti kelamaan. Jadi kewenangan saya gunakan untuk bisa menerima yang baru lulus mahasiswa dari tanah Papua. Sementara siang hari ini 1000 dulu,” kata Presiden Jokowi saat menerima 61 tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9) siang.

Presiden juga berjanji akan mengatur lagi masalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar juga ada penempatan di provinsi-provinsi yang lain. Termasuk mulai diatur di eselon I, eselon II dan eselon III di Kementerian/Lembaga (K/L).

“Kalau tidak lewat proses percepatan afirmasi seperti itu memang kompetisinya ketat sekali, hampir semua provinsi ketat sekali,” terang Presiden seraya menambahkan, keluhan seperti ini hampir disampaikan pada dirinya di provinsi-provinsi lain utamanya yang dari luar Jawa.

Bangun Istana di Papua

Terkait permintaan lain yang disampaikan tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi mengatakan, untuk pemekaran kalau tidak 2 ya 3, undang-undangnya kelihatannya sudah mendukung. Namun ini perlu ada kajian.

Sementara mengenai pembangunan Asrama Nusantara, Presiden Jokowi menyampaikan persetujuannya. Demikian juga mengenai Palapa Ring, menurut Presiden, akan selesai semua akhir tahun ini.

“Saya memang ingin ada dari bawah usulan itu, bukan dari kita. Bukan dari keinginan kita tapi dari keinginan di bawah untuk pemekaran,” ucap Presiden Jokowi.

Adapun terkait pembangunan Istana Presiden di Papua, Presiden Jokowi menjelaskan masalahnya lahan di Papua sangat sulit. Tapi kalau tokoh Papua sudah menyediakan seluas 10 hektar, dan kalau hari ini de facto diserahkan, Presiden berjanji akan membangunnya mulai tahun depan.

“Ini saya bisik-bisik dulu dengan para menteri supaya keputusannya tidak keliru, nanti saya sudah ngomong iya duitnya nggak ada. Ya jadi mulai tahun depan istana ini akan dibangun,” tegas Presiden Jokowi.

Sebelumnya saat mengawali sambutannya pada pertemuan itu, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa dalam dalam 5 tahun ini sudah 12 kali dirinya ke tanah Papua, baik di Papua Barat maupun di Papua.

“Tapi saya nggak ngomong ke provinsi lain, kalau provinsi lain mungkin hanya 2 kali atau 3 kali maksimal, 2 kali atau 3 kali. Ini ke Papua sudah 12 kali,” jelas Presiden Jokowi.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. ***/setkab/ebn

Tokoh Masyarakat Papua Abisai Rollo: NKRI Harga Mati Buat Papua

Abisai Rollo, pemimpin rombongan para tokoh Papua dan Papua Barat untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Abisai Rollo, memberi keterangan pers seusai bertemu Presiden di Istana Negara, Selasa (10/09/2009)–foto humas setkab

JAYAKARTA NEWS— Tokoh masyarakat, Abisai Rollo, menegaskan Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati buat Papua. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers usai diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Abisai Rollo yang memimpin tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat bertemu dengan Presiden Joko Widodo, bersyukur karena bisa membawa aspirasi yang diakibatkan kasus di Surabaya dan Malang, beberapa waktu lalu,  untuk disampaikan kepada Presiden.

“Tuhan menginginkan Indonesia untuk lebih penting memikirkan Papua itu. Kalau tadinya Papua masih dipegang setengahnya, sekarang harus digenggam seutuhnya,” kata Abisai.

Dengan adanya persoalan di Surabaya dan Malang itu, lanjut Abisai, tokoh-tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat berjumpa dengan Presiden, ada 10 aspirasi yang bisa disampaikan. “Puji Tuhan Pak Presiden pada hari ini diberkati oleh Tuhan menerima semua apa yang kami sampaikan, aspirasi dari Papua dan Papua Barat,” ucapnya.

Salah satu yang disampaikan Abisai adalah kesediaan Presiden Jokowi  untuk membangun istana Presiden Republik  di kota Jayapura,  ibu kota Provinsi Papua. Dengan dibangunnya Istana Presiden itu, menurut Abisai, telah merubah yang tadinya beliau (Presiden, red) berkunjung ke Papua, dirubah menjadi berkantor di Papua.

Ketika Presiden berkantor di Papua, Abisai yakin Presiden akan melihat Papua secara utuh, sehingga (kalau) ada kelompok-kelompok yang belum dijamah dengan baik semua akan diusahakan untuk dijamah.

“Semua supaya tidak ada lagi itu yang bikin kacau di Papua yang adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati buat Papua,” tegas Abisai.

Hari ini, tegas Abisai, di tanah Papua dan khususnya Papua Barat dan khususnya kota Jayapura tidak ada bendera yang lain, hanya satu bendera, yaitu bendera merah putih. “Bendera merah putih itu dikibarkan dari ombak putih-putih sampai gunung biru-biru, tidak ada bendera yang lain, hanya satu bendera, bendera sang saka merah putih,” ucap Abisai.

Dalam kesempatan itu, Abisai juga menyampaikan rasa syukurunya karena Presiden Jokowi juga menerika usulan  pemekaran Provinsi Papua. Untuk itu, para tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat yang ikut bertemu Presiden,  lanjut Abisai, akan pulang untuk menyampaikan kepada masyarakat di tanah Papua, dan manhgajak masyarakat bersatu di tanah Papua untuk Indonesia.

Abisai juga menyampaikan, bahwa hasil dari Provinsi Papua yang dihasilkan dari beberapa sumber  yang ada termasuk Freeport untuk per tahunnya hanya Rp26 triliun sedangkan pertahun yang dikirim dari ke Papua sebesar Rp92 triliun. Artinya, lebih besar dana itu adalah bantuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk membangun Papua.

“Oleh sebab itu, kita orang Papua harus bersyukur dan terima kasih kepada Negara Republik Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Hj. Joko Widodo,” pungkas Abisai. ***/setkab/ebn

Jika Kondisi Kondusif Pembatasan Internet di Papua akan Dicabut 5 September

Menko Polhukam Wiranto menyampaikan keterangan pers di media center Kemenko Polhukam Jakarta, Selasa (3/9/2019)–foto humas kemenko polhukam

JAYAKARTA NEWS— Menko Polhukam Wiranto menyatakan pembatasan internet di Papua akan dicabut pada Kamis 5 September mendatang. Dengan catatan, situasi dan kondisi di sana sudah benar-benar kondusif.

“Kondisi daerah sudah stabil, tetapi dari informasi yang kita dapat, dari analisis prediksi keamanan, kita masih mohon waktu sebentar. Tanggal 5 nanti kalau keadaan betul-betul kondusif kita buka kembali internet,” kata Wiranto pada di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/9) siang. Demikian informasi yang disampaikan Humas Kemenko Polhukam.

Diperoleh informasi bahwa setelah beberapa hari terakhir diserbu dengan berita bohong atau hoaks, provokasi, dan hasutan, suasana di Papua maupun Papua Barat saat ini sudah mulai kondusif. Menko Polhukam Wiranto bahkan menyebutkan, hoaks sudah berkurang, hasutan-hasutan sudah hampir tidak ada, tone nya sudah positif, negative 10 persen dan yang positif 90.

Untuk itulah, Menko Polhukam Wiranto mengaku sudah berkoordinasi dengan Panglima, Kapolri dan Kepala BIN mengenai kemungkinan mencabut pembatasan media sosial, pelemotan atau pembatasan internet yang dilakukan pemerintah di Papua dan Papua Barat.

Sebelumnya Wiranto menyampaikan, bahwa pembatasan media sosial, pelemotan atau pembatasan internet yang dilakukan pemerintah di Papua dan Papua Barat merupakan reaksi dari satu kondisi yang terjadi dan dapat membahayakan keamanan nasional.

“Karena banyak yang campur tangan dan menggunakan kesempatan untuk ikut-ikutan, serta mengacaukan keadaan itu dengan alat media sosial atau internet,” terang Wiranto.

Menko Polhukam menjelaskan, pada saat masyarakat melihat banyaknya hoax, hasutan, dan tone negative tentang apa yang terjadi di sana, maka akan menambah keadaan menjadi kacau sehingga sulit bagi aparat keamanan untuk menstabilkan daerah itu. Oleh karena itu, sesuai dengan UU yang ada sebagian daerah dibatasi jaringan internetnya.***/setkab/ebn

Ketua Komisi I DPR: Tangkap Pelaku dan Aktor Intelektual Kerusuhan di Papua

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari–foto dpr.go.id

JAYAKARTA NEWS— Gerakan separatis bersenjata (GSB) diduga menunggangi aksi masa di Deiyai, Papua, yang menyebabkan satu anggota TNI gugur dan enam anggota TNI-Polri terluka akibat panas dan bacokan saat bertugas di sana.

Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari sebagaimana dikutip dari lama dpr.go.id,  prihatin dan mengutuk  hal tersebut. “Saya turut berbela sungkawa kepada semua  keluarga prajurit TNI dan Polri yang gugur dan terluka,  saya  meminta penegakan hukum dan kejar semua pelaku, dalang dan aktor intelektual  jangan ada sejengkalpun tanah Indonesia yang di bawah kendali GSB dan melakukan kekejian terhadap Prajurit dan Rakyat  Indonesia,” ungkapnya. 

Menurut  politisi F-PKS ini,  TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) tentu sudah mempunyai data dan infomasi intelijen terkait kasus tersebut. Ia meyakini situasi dan kondisi di lapangan dapat dianalisis untuk diambil langkah-langkah dan tindakan yang diperlukan. Tentu dengan kerjasama dan koordinasi dengan semua pihak.

“Ini bukan lagi soal kelompok kriminal, ini menciderai kedaulatan NKRI, setiap jengkal tanah Republik ini harus aman dari setiap rongrongan kelompok macam ini. Pemerintah harus jadikan krisis Papua ini sebagai prioritas yang harus segera ditangani. Ini sudah mendesak, sebelum jatuh korban yang semakin banyak lagi. Masalah-masalah lain juga penting, tapi tidak mendesak, hendaknya jangan hanya sibuk berkutat di situ saja. Bila kita gagal menangani krisis Papua bisa jadi akan membawa negara kita ke arah perpecahan dan disintegrasi yang merembet di mana-mana. ” tegasnya. 

Abdul Kharis juga menyatakan bahwa keberingasan Gerakan Separatis ini juga harusnya membuka mata dunia agar proporsional melihat masalah di Papua. Jangan sampai kita menyia-nyiakan pengorbanan nyawa, darah, keringat dan air mata yang sejak berpuluh puluh tahun lamanya tumpah di sana, terutama pengorbanan para pahlawan yang berguguran merebut dan mempertahankan kedaulatan kita di Papua.

Politisi dapil Jawa Tengah V ini menjelaskan keberingasan kelompok GSB yang menunggangi demonstran dan merebut senjata jelas tujuan mereka merongrong keamanan dan membuat kekacauan. Dalam menangani demontrasi, TNI dan Polri bertindak dengan benar dan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ats dasar itu, Ia juga meminta agar dunia internasional membuka mata dan melihat persoalan di Papua ini dengan lebih obyektif.

“Dengan kejadian ini kita harap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk lebih ditingkatkan. NKRI dan seluruh tanah air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedaulatan yang wajib di hormati semua negara. Jangan sampai ada intervensi dalam masalah dalam negeri Indonesia,” pungkas Kharis. ***/dpr/ebn

Alokasi Dana Otonomi Khusus Papua 2020 Rp8,374 Triliun

Ilustrasi–Kehidupan masyarakat Papua–foto jurnalkopipapua

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp22,748 triliun pada Rencana Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2020 untuk Dana Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam Buku I Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 disebutkan, Dana Otonomi Khusus sebagaimana dimaksud direncanakan sebesar Rp21,428 triliun, yang terdiri atas:

Alokasi Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp8,374 triliun (Papua Rp5,861 triliun, Papua Barat Rp2,512 triliun);

Alokadi Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh sebesar Rp8,374 triliun;

Dana Tambahan Infrastruktur dalam rangka Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp4,680 triliun. “Dana Keistimewaan Aceh sebesar Rp1,320 triliun,” bunyi Pasal 14 ayat (3) RUU tersebut.

Dalam Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2020 disebutkan, arah kebijakan umum Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun 2020 antara lain yaitu: (i) meningkatkan kualitas perencanaan dan ketepatan penggunaan anggaran;(ii) mendorong peningkatan efektivitas pelaksanaan; (iii) meningkatkan akuntabilitas melalui penyaluran berdasarkan kinerja pelaksanaan; (iv) memperkuat monitoring dan evaluasi melalui sinergi dengan K/L terkait; (v) meningkatkan sinkronisasi rencana penggunaan dengan prioritas nasional melalui pembahasan usulan dengan K/L terkait; (vi) memperbaiki fokus dan prioritas penggunaan anggaran, terutama untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur; dan (vii) memperbaiki tatakelola Dana Otsus dan DTI dengan memperkuat peran APIP dalam mengawasi dan memberikan rekomendasi penyaluran.

Sementara kebijakan umum Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2020 diarahkan untuk: (i) meningkatkan kualitas perencanaan dan ketepatan penggunaan anggaran; (ii) meningkatkan kualitas pelaksanaan pemantauan dan evaluasi; serta (iii) mendorong percepatan pelaporan atas pelaksanaan kegiatan oleh pemerintah daerah.

Saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2020 Beserta Nota Keuangannya di hadapan Sidang Paripurna Gabungan DPR RI dan DPD RI, di Senayan, Jakarta, Jumat (16/8), Presiden Joko Widodo mengatakan, belanja negara pada tahun 2020 juga difokuskan untuk pengurangan ketimpangan antar wilayah.

Oleh karena itu, pemerintah akan melanjutkan pengembangan berbagai kawasan ekonomi di luar Jawa, melanjutkan industrialisasi dalam bentuk hilirisasi hasil tambang maupun perkebunan, dan mengembangkan beberapa wilayah metropolitan di luar Jawa, supaya bisa menjadi sumber ekonomi baru.

“Selama ini, denyut kegiatan ekonomi secara umum masih terpusat di Jakarta dan Pulau Jawa. Sehingga Pulau Jawa menjadi sangat padat dan menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau luar Jawa. Apabila kita membiarkan hal tersebut berlanjut tanpa ada upaya yang serius, maka ketimpangan akan semakin parah,” kata Presiden. ***/setkab/ebn

Wiranto: Usut Tuntas dan Adil Siapapun yang Lakukan Pelanggaran Hukum

Menkopolhukam Wiranto–foto dok setkab

JAYAKARTA NEWS— Pemerintah menyesalkan adanya insiden yang berkembang tentang pelecehan Bendera Merah Putih di Jawa Timur, yang disusul dengan berbagai pernyataan negatif oleh oknum-oknum, sehingga memicu aksi di beberapa daerah, terutama di Papua dan Papua Barat yang nyata-nyata mengganggu kebersamaan dan persatuan sebagai bangsa.

Pernyataan pemerintah itu disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Poltik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto dalam siaran pers di Jakarta, Senin (19/8) siang, menanggapi aksi unjuk rasa berbuntut kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Manokwari, Papua.

“Telah diinstruksikan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dan adil bagi siapapun yang dianggap melakukan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini,” tegas Wiranto.

Menko Polhukam secara khusus memberikan apresiasi kepada  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang secara terbuka menyatakan maaf atas apa yang telah terjadi di wilayah Jawa Timur kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan adanya insiden di Surabaya dan Malang, beberapa waktu lalu.

“Saya juga mengapresiasi kepada Gubernur Papua yang telah menyampaikan pernyataan dan imbauan kepada semua pihak agar tidak memperpanjang insiden ini, dan kembali menjalin persaudaraan dan kedamaian di wilayah masing-masing,” sambung Wiranto.

Tidak lupa Menko Polhukam Wiranto juga menyampaikan apresiasi kepada Forkompimda Papua Barat yang telah mampu menenangkan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Kepada seluruh masyarakat, Menko Polhukam mengimbau agar tidak terpancing dan terpengaruh dengan berita-berita negatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak persatuan, kedamaian, dan kebersamaan kita sebagai bangsa yang bermartabat.

“Pemerintah memberikan jaminan sepenuhnya untuk terpeliharanya stabilitas keamanan di seluruh wiyalah,” tegas Wiranto.

Menko Polhukam juga meminta kepada aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk senantiasa melaksanakan tindakan persuasif dan terukur terhadap masyarakat. ***/setkab/ebn

Binmas Noken Peduli Korban Banjir

 

 

 

 

 

JAYAKARTA NEWS – Binmas Noken Polri turun tangan ikut membantu korban bencana banjir bandang yang menimpa warga Sentani, Kabupaten Bhayangkara. 

Bantuan kepada masyarakat itu disampaikan oleh Kasatgas Binmas Noken, Kombes Pol Dr Eko Rudi Sudarto  didampingi oleh sejumlah  anggota. Bantuan yang disampaikan kepada korban bencana banjir  berupa Sembako. 

Dalam penyerahan itu, Kasatgas Binmas Noken juga didampingi oleh Kapolres Jayapura AKBP Viktor D. Mackbon. Bantuan diserahkan di Posko Bencana Sentani, kepada masyarakat melalui wakil bupati Kabupaten Jayapura Giri Wijayanto.

Kasatgas Binmas Noken berharap,  bantuan sembako itu  dapat bermanfaat bagi para pengungsi yang berada di posko pengungsian.

Jumlah pengungsi tercatat sekitar 4.273 orang yang terbagi dari beberapa titik posko bencana Sentani.

Kasatgas Binmas Noken berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu memulihkan kondisi psikologis warga, bahwa para  korban terdampak tersebut tidaklah sendirian dalam menghadapi bencana.

“Mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini, karena ada banyak pihak yang bersama-sama ikut meringankan beban yang dipikul saudara-saudara kita ini yang ditimba  bencana,” kata Eko.

Selain bantuan dari Binmas Noken,  datang pula bantuan dari berbagai pihak, di antaranya berupa bantuan logistik, pakaian, dan obat-obatan. Bantuan itu di antaranya datang dari  instansi pemerintah,  BUMN, perusahaan swasta dan organisasi kerukunan masyarakat.

Selain mengrimkan bantuan sembako, anggota Binmas Noken juga terlibat aktif dalam   proses pencarian korban banjir bandang. Setidaknya,  sebanyak 79 korban tewas akibat bencana banjir tersebut.  ***

Banjir Bandang Sentani: 79 Jiwa Meninggal Dunia dan 43 Hilang

JAYAKARTA NEWS—Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Sentani Provinsi Papua terus bertambah. Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, hingga 18/3/2019 pukul 15.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul 21.30 waktu setempat telah menyebabkan 79 jiwa meninggal dunia dan 43 jiwa belum ditemukan. Ke-72 jiwa korban meninggal teridentifikasi di Kabupaten Jayapura, sisanya berada di Kota Jayapura. Terkait dengan korban hilang, 34 jiwa diidentifikasi di Kampung Milimik Sentani, 6 di Komplek Perumahan Inauli Advent dan 3 di Doyo Baru.

Sementara itu, 4.728 jiwa mengungsi di 6 titik pos penampungan. Jumlah penyintas terbesar, yaitu 1.450 jiwa, terdapat di BTN Gajah Mada. Kelima pos penampungan yang lain berlokasi di Posko Induk Gunung Merah menampung 1.273 jiwa, BTN Bintang Timur 600 jiwa, Sekolah HIS Sentani 400 jiwa, SIL Sentani 300 jiwa, dan Doyo Baru 203 jiwa. Sementara itu, 11.725 keluarga terdampak akibat banjir bandang yang dipicu oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama 7 jam tersebut. Upaya penanganan pemerintah daerah setempat telah dilakukan sejak hari pertama pascabanjir bandang.

“Pos Komando yang didirikan di Kantor Bupati Jayapura telah melayani korban luka dan terdampak melalui pelayanan medis maupun dapur umum. Pelayanan medis telah didukung kembali oleh operasional rumah sakit yang telah berfungsi kembali, seperti RSUD Yowaris, sedangkan RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan,” ujar Sutopo.

Pemerintah daerah setempat, lanjutnya,  bersama dinas terkait, TNI, dan Polri melakukan upaya pemulihan dini seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing dan material lain dengan alat berat. Di samping itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura mengerahkan 4 unit ekskavator, 4 wheel loader (traktor dengan roda karet untuk mengangkut material), dan 10 dump truck (truk jungkit) untuk pembersihan ruas Jalan Nasional Jayapura-Sentani-Kemiri sepanjang 70 km yang tertutupi lumpur dan pohon tumbang.

Banjir bandang ini menerjang sembilan kelurahan dengan tiga Tiga kelurahan yang mengalami kerusakan parah adalah Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe. Kesembilan kelurahan yang terdampak adalah Kelurahan Dobonsolo, Hinekombe, Hobong, Ifale, Ifar Besar, Keheran, Sentani Kota, Sereh, dan Yobhe.

Banjir menyebabkan rumah rusak berat 350 unit dan rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani 211 unit. Sejumlah fasilitas umum juga mengalami rusak berat, yaitu sekolah 8 unit, tempat ibadah 3 unit, drainase 8 unit dan jembatan 3 unit.

Terkait dengan penanganan pascabanjir,  jelasnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan BNPB segera mengevakuasi korban bencana banjir bandang. Prioritas evakuasi bertujuan untuk menghindari bertambahnya jumlah korban meninggal duni dan luka-luka. Di samping itu Jokowi memerintahkan penghijauan dan penanaman kembali hutan di hulu sungai yang bermuara di Danau Sentani.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo telah melaporkan kepada presiden terkait dampak bencana dan penanganan darurat saat ini. BNPB dan kementerian/lembaga terkait sudah berada di lokasi untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada pemerintah daerah setempat. ***/ebn

Budaya Jatim dan Papua Ramaikan Festival Mulktikultural di Canberra

Reog Ponorogo saat tampil di National Multicultural Festival Canberra. (Foto: KBRI di Canbera]

PUBLIK Australia di kota Canberra antusias menikmati suguhan budaya Indonesia yang ditampilkan  Tim Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho yang berkolaborasi  dengan Sanggar Tari Nusantara Sydney yang menampilkan tarian Papua.

Masyarakat Canberra memadati area Panggung Budaya di National Multicultural Festival (NMF) 2019  pada  16 Februari 2019. NMF sendiri digelar selama tiga hari, yakni mulai 15  hingga 17 Februari.

 

Kostum dan tarian yang ditampilkan Reog Ponorogo, mengundak decak kagum warga negeri banua tersebut. Michelle (16), misalnya,  mengaku sangat mengagumi tarian dan kostum Reog Ponorogo. “Menurut penilaian saya, penampilan Indonesia sangat unik, menarik, dan mistis”, ujar remaja yang belajar di Melrose Highschool Canberra ini.

KBRI di Canberra bekerjasama sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendatangkan  Tim Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho  dari tanah air. Begitu pun dengan penampilan  tari dan kostum Papua, yang dibawakan para pelajar Indonesia di Australia dan staf KBRI Canberra, juga tidak kalah menariknya.

Kesenian Reog Ponorogo dan tari asal Papua tersebut, memberi  gambaran kepada publik dunia, khususnya di Canberra, tentang  kebhinekaan Indonesia.

 

Foto: KBRI Canberra

Penampilan Reog Ponorogo seakan-akan menghipnotis pengunjung dibandingkan penampilan peserta lainnya, seperti dari China, India, atau Nepal. Peserta Parade berasal dari berbagai belahan dunia dari Eropa, m Amerika, Timur-Tengah, Afrika dan Asia Pasifik.

Selain panggung budaya, Indonesia juga ikut berpartisipsi dalam Parade yang dilakukan di sepanjang jalan London Circuit yang berada di pusat Kota Canberra. Duta Besar Kristiarto Legowo dan DCM Derry Aman, bahkan memimpin langsung kontingen Indonesia pada parade multi-budaya ini dengan berbaur dengan masyarakat umum. Penampilan Indonesia sangat dielu-elukan dan menjadi sasaran bidikan kamera para penonton.

Kata-kata ‘Wow’ berulang kali terlontar dari para penonton ketika menyaksikan parade Indonesia khususnya para peraga Reog Ponorogo yang dikelilingi para penari staf KBRI yang berpakaian Warok dan Jathil, berlenggak-lenggok memamerkan keindahan gerakan dan kostumnya.

 

Reog Ponorogo merupakan satu dari sejumlah atraksi budaya yang ditampilkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, selain Tari Papua, ada juga tari Kuda Lumping, dan  workshop alat musik Rindik khas Bali pada NMF tahun 2019 ini.

Paviliun Indonesia yang dibuka oleh KBRI Canberra juga menjadi salah satu stand yang paling besar dibandingkan kedutaan besar asing lainnya yang ikut NMF.

Menteri urusan Multikultural Canberra, Chris Steel, dan Komisioner untuk International Engagement Kota Canberra, Brendan Smyth menyempatkan diri mengunjungi Paviliun Indonesia yang berada di ASEAN Village.

Acara pembukaan ASEAN Village di NMF tahun ini dihadiri oleh seluruh Duta Besar negara anggota ASEAN di Canberra serta wakil dari Pemerintah Australian Capital Territory. Acara pembukaan ASEAN Village ditandai dengan pemukulan Gong Bali yang memang sudah menjadi alat musik popular di Indonesia. Selain pertunjukan budaya negara anggota ASEAN, ditampilkan juga Joget Berhibur oleh Malaysia, alunan musik petik oleh Filipina, dan tarian tradisional Fhon Khom Khum dari Thailand.

Di Paviliun Indonesia disajikan berbagai barang promosi budaya Indonesia mulai dari daerah Jawa hingga Bali. Beberapa pengunjung terlihat memadati Paviliun Indonesia dan mengambil brosur pariwisata Indonesia yang memang sengaja disediakan. Sambil melihat tampilan video promosi pariwisata, pengunjung juga terlihat bertanya mengenai “10 Bali Baru” destinasi pariwisata Indonesia. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang mengaku penasaran ingin berkunjung langsung ke Indonesia untuk mempraktekkan bahasa Indonesia yang pernah dipelajari di sekolah sebelumnya.

Tidak hanya itu, Paviliun Indonesia juga memamerkan dan membagikan sampel berbagai produk-produk Indonesia yang telah merambah pasar Australia, seperti kerajinan rotan, mie instan, bumbu dapur, minuman dalam kemasan, snack, dll. Barang- barang produk Indonesia ini merupakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan DWP KBRI Canberra.

Tidak ketinggalan Becak dan Ondel-Ondel Betawi sebagai photo booth menjadi atraksi tersendiri bagi Pengunjung yang hadir untuk selfie atau foto bersama keluarga.

Menurut Duta Besar RI untuk Australia, Kristiarto Legowo, partisipasi Indonesia di NMF bertujuan untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia di kalangan publik Australia.

“Posisi Indonesia sebagai destinasi terfavorit bagi wisatawan, pelajar, mahasiswa serta sukarelawan Australia yang berwisata ke luar negeri setelah Selandia Baru, semakin memotivasi KBRI untuk selalu menggelar berbagai bentuk promosi yang inovatif”, ujar diplomat senior yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal di Kemlu RI.

“Setiap kali mengikuti NMF, Tim Parade dan juga Paviliun Indonesia senantiasa menjadi primadona pengunjung”, imbuhnya.

Seorang pengunjung asal Gungahlin, Canberra, Eliza Kikkert (38) yang mengaku tak pernah ketinggalan menghadiri NMF dalam 6 tahun terakhir, menyebut keikutsertaan Indonesia di NMF dalam beberapa tahun terakhir ini semakin menarik dan terbukti telah memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan multibudaya di Canberra.

NMF merupakan ajang perhelatan multi seni-budaya dan makanan serta tarian terbesar di Ibu Kota Australia yang diadakan setiap tahun dan diikuti oleh komunitas dari berbagai negara di dunia. Rata-rata pengunjung yang datang mencapai hampir 300 ribu orang. Partisipasi Indonesia pada ajang multi-seni budaya di Canberra ini sudah menjadi acara tahunan yang selalu ditunggu oleh Publik Australia.***

[pr/sm]

Kepada Laut, Anak Pegunungan Tengah Menitip Pesan

MUNGKIN tak terlalu sulit bagi anak-anak pantai, membayangkan suasana pegunungan. Tanah yang meninggi, pepohonan lebat berhimpitan, atau udara dingin di malam pekat.

Bagaimana membayangkan laut, pantai, bahkan ombak yang berkejar-kejaran. Bisakah dijelaskan dengan analogi benda sehari-hari tentang luasnya samudera berair asin? Kenapa asin? Bisakah diminum? Bisakah dibawa pulang? Dan masih banyak pertanyaan lain berkecamuk.

Maka tidak heran meski sepanjang 22 Desember 2018, anak-anak dari sembilan kabupaten di Pegunungan Tengah menjalani aktivitas sangat padat, mereka seperti tak kehabisan energi.

“Terimakasih kepada Bapak Herry yang sudah membawa kami sampai di Jayapura, melihat Santa Claus terjun payung, nonton film, juga rencana jalan-jalan melihat laut.”

Terima kasih juga disampaikan pada Kasatgas Binmas Noken, Kombes Pol Eko Sudarto. Suara Alex semakin terbata. Pertanda sebentar lagi air mata menetes.

Pak Herry yang disebut langsung berdiri. Brigjend Pol. Herry R Nahak memeluk anak asal Wamena itu. Kalau tidak segera dihentikan, bisa dipastikan semua yang ada di ruang makan malam akan menangis haru.

Ia membesarkan hati anak-anak yang sudah mulai mengusap air mata. Kehadiran anak-anak dari Pegunungan Tengah ke Jayapura adalah kegiatan Binmas Noken yang menjadi bagian Satuan Tugas Khusus Nemangkawi di Papua. Ia ingin membuka wawasan dan membangun mimpi anak-anak agar memiliki pikiran terbuka.

Ada dunia lain selain tanah kelahiran. Akses transportasi membuat mereka terisolasi. Di antara mereka, masih ada yang belum menikmati fasilitas listrik.

Maka berkesempatan naik pesawat, seperti mimpi kejatuhan bulan. Berkumpul dengan anak-anak dari daerah lain, mampu membangun wawasan tentang luasnya dunia. Tentang cita-cita menjadi pilot, polisi, tentara, penerjun, dokter, dan lain sebagainya.

Bisa jadi yang dilakukan Binmas Noken hanyalah secercah harap. Namun bukankah sebuah sukses besar selalu berawal dari setitik mimpi?

Kepada laut yang tak hendak berhenti bergerak, anak-anak Pegunungan Tengah Papua mengirim pesan, bahwa mereka pun akan terus bergerak merajut masa depan, menapaki kehidupan lebih baik, sama halnya dengan anak-anak di penjuru Indonesia lainnya. (Kristin Samah)